GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
271 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Konjungtivitis pada Pekerja Bengkel Las di Kecamatan Kotabaru Jambi Tahun 2021
Putra, Fichry Irsal;
Marisdayana, Rara;
Wuni, Cici
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9153
Pengelasan merupakan suatu cara untuk menyambung benda padat dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Sinar infra merah dipancarkan oleh benda pijar. Radiasi oleh sinar tersebut kepada mata dapat menyebabkan katarak pada lensa mata. Agar tidak terjadi kerusakan pada mata, sangat penting dilakukan upaya preventif seperti misalnya memakai kaca mata kobalt biru bagi mereka yang bekerja menghadapi penyinaran sinar infra merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kongjungtivitis padapekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru Jambi. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh tenaga kerja di bengkel las Kecamatan Kota Baru Jambi yang berjumlah 48 orang. Sampel secara total sampling yaitu seluruh tenaga kerja di bengkel lasKecamatan Kota Baru Jambi yang berjumlah 48 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-17Maret 2021. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian secara univariat menunjukkan sebagian besar (81,3%) responden dengan lama paparan berisiko, (52,1%) responden masa kerja baru, (54,2%) responden menggunakan APD, dan (58,3%) responden ada keluhan kongjungtivitis. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara lama paparan dengan p-value = 0,005, masa kerja dengan p-value = 0,017 dan penggunaan APDdengan p-value = 0,031 terhadap keluhan kongjungtivitis pada pekerja bengkel las. Diharapkan para pekerja bengkel las untuk tidak terlalu lama terpapar oleh cahayadari pengelasan serta selalu patuh dan disiplin dalam menggunakan alat pelindungdiri (APD) yang benar dan tepat serta proses kerja yang benar sesuai SOP seperti penggunaan goggles dan welding helmets pada saat bekerja di bengkel las karena terbukti dapat mengurangi keluhan konjungtifitis pada pekerja.
Pengelolaan Pasien Syok karena Perdarahan
Fachrurrazi, Fachrurrazi;
Nashirah, Arini;
Awaludin, Lambang Rizki Perwira
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8923
Syok adalah suatu sindrom klinis yang terjadi akibat gangguan hemodinamik dan metabolik ditandai dengan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke organ-organ vital tubuh. Syok hipovolemik pada umumnya terjadi pada negara dengan mobilitas penduduk yang tinggi karena salah satu penyebabnya adalah kehilangan darah karena kecelakaan kendaraan. Sebanyak 500.000 pasien syok hipovolemik pada wanita karena kasus perdarahan obsetri meninggal pertahunnya dan 99% terjadi pada negara berkembang. Sebagian besar penderita meninggal setelah beberapa jam terjadi perdarahan karena tidak mendapat perlakuan yang tepat dan adekuat. Penatalaksanaan syok hipovolemik dapat dilakukan mulai dari saat terjadinya kejadian, apabila pasien mengalami trauma, untuk menghindari cedera lebih lanjut vertebra servikalis harus diimobilisasi, memastikan jalan napas yang adekuat, menjamin ventilasi, memaksimalkan sirkulasi dan pasien segera dipindahkan ke rumah sakit. Keterlambatan saat pemindahan pasien ke rumah sakit sangat berbahaya.
Typhoid Fever dan Dengue Hemorrhagic Fever Grade II pada Anak
Kusmayati, Elli;
Putri, Narisha Amelia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9043
Typhoid Fever adalah infeksi mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Typhoid fever terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Afrika, Amerika, Asia Tenggara dan Pasifik Barat. WHO memperkirakan beban penyakit typhoid fever global pada 11-20 juta kasus per tahun, mengakibatkan sekitar 128.000-161.000 kematian per tahun. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk betina terutama dari spesies Aedes aegypti dan lebih jarang oleh Aedes albopictus. Infeksi dengue ditemukan pada iklim tropis dan sub-tropis di seluruh dunia yang risikonya dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, dan kelembaban. Diperkirakan terdapat 100-400 juta infeksi dengue setiap tahunnya. Kasus DHF di Aceh tahun 2020 berjumlah 891 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1 orang. Pasien perempuan berusia 17 tahun dating dengan keluhan utama demam naik turun sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Demam mulai tinggi pada sore hari dan mencapai puncaknya pada malam hari, kemudian menurun pada pagi dan siang hari. Demam yang dialami disertai menggigil, berkeringat, dan juga gelisah. Pasien mengeluhkan mual dan muntah, dan nafsu makan menurun. Gejala lain yang dialami adalah adanya bercak putih yang tampak kotor pada lidah. Nyeri otot atau pegal juga terjadi pada seluruh tubuh. Pada hari ketujuh demam didapati adanya bercak-bercak kemerahan pada kedua tungkai. Hasil laboratorium ditemukan tubex skala-4 dan IgG positif. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang pasien didiagnosis dengan Typhoid Fever dan Dengue Hemorrhagic Fever grade II. Pasien diterapi sesuai diagnosis dan mengalami perbaikan.
Manajemen Vertigo pada Pasien dengan Stroke Pontis
Agustiawan, Agustiawan;
Rahmi, Fitri Indria;
Hutagalung, Lenny A. F.
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8351
Artikel ini merupakan laporan kasus dimana seorang pasien perempuan berusia 41 tahun awalnya datang ke IGD dengan keluhan vertigo, kemudian mengalami stroke . Pemeriksaan CT scan menunjukkan infark di bagian pons. Stroke vertebrobasilar merupakan bagian dari stroke non hemoragik yang melibatkan sistem arteri vertebrobasilar memperdarahi medula, otak kecil, pons, otak tengah, talamus, dan korteks oksipital. Pons adalah bagian dari batang otak yang menyampaikan sinyal saraf dari otak besar dan otak kecil ke seluruh organ tubuh. Pasien dengan lesi kecil biasanya memiliki prognosis yang baik dengan pemulihan fungsional yang memuaskan. Vertigo merupakan salah satu gejala yang dapat dikaitkan dengan pasien stroke pons. Hal ini membuat kita harus dapat mengidentifikasi vertigo yang disebabkan oleh stroke ataupun penyebab perifer lainnya.
Faktor yang Berhubungan dengan Unsafe Action pada Pekerja di PT. X Jambi
Wuni, Cici
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9242
Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan karena dua golongan, golongan pertama yaitu faktor mekanisme dan lingkungan (unsafe condition) dan golongan kedua adalah faktor manusia (unsafe action). Sebagian besar (80-85%) kecelakaan kerja disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan faktor manusia. Faktor yang mempengaruhi unsafe action antara lain kelelahan, tingkat pendidikan, dan usia pekerja. Tindakan tidak aman adalah kegagalan dalam mengikuti persyaratan dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan semakin besar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Angka kecelakaan kerja yang terjadi di PT. X Jambi dikategorikan nihil. Namun gambaran tindakan pekerja di PT. X masih pada kategori tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan, tingkat pendidikan dan usia dengan tindakan tidak aman (unsafe action) di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 73 orang. Menggunakan total sampling yaitu 73 orang. Pengumpulan data menggunakan kuessioner. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara usia pekerja (p- value = 0,001), tingkat pendidikan (p-value = 0,007), dan kelelahan (p-value = 0,002) dengan tindakan tidak aman (unsafe action) di PT. X Jambi
Peranan Jalur Hedgehog pada Karsinoma Sel Basal
Topik, Mohamad Mimbar;
Handayani, Melina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8964
Abstrak Karsinoma sel basal merupakan keganasan kulit yang berasal dari sel yang tidak mengalami keratinisasi dan terdapat pada lapisan basal di epidermis dan merupakan kanker kulit yang paling sering terjadi. Patogenesisnya berhubungan dengan faktor genetik, lingkungan, dan paparan sinar matahari (sinar uv). Secara molekuler, karsinoma sel basal disebabkan karena adanya mutasi pada gen supresor tumor. Komponen yang termasuk dalam gen supresor tumor yaitu, patch hedgehog-1 (Ptch 1) dan TP53. Patch hedgehog-1 merupakan komponen yang paling sering menjadi penyebab dari karsinoma sel basal melalui aktivasi kembali jalur pensinyalan Hedgehog. Sekitar 90% kasus karsinoma sel basal mengalami mutasi pada komponen ini. Sehingga hampir semua karsinoma sel basal menunjukkan aktivasi konstitutif dari jalur pensinyalan Hedgehog. Kata Kunci : Hedgehog pathway; karsinoma sel basal; sinar UV
Studi Kasus Balita Gizi Buruk di Desa Blang Jruen Puskesmas Tanah Luas Tahun 2022
Maulana, Mohd Agus;
Rizki, Muhammad;
Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8701
Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Data di Indonesia didapatkan jumlah balita gizi buruk dan gizi buruk dengan stunting menurut Riskesdas 2018 masih sebesar 17.7%. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian gizi buruk dan Gizi Buruk + Stunting, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 35 bulan di desa Blang jruen tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 5 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi, pemberian makanan tambahan dari puskesmas dan dilakukan pengamatan pertumbuhannya serta dianalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 3,4 kg. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi buruk pada pasien usia 35 bulan diantaranya, ekonomi keluarga, pendidikan ibu, Infeksi, perilaku dan jumlah anggota keluarga.
Gambaran Kualitas Tidur pada Penderita Migrain di Poli Saraf RSUD Cut Meutia
Kharimah, Akhlakul;
Khairunnisa, Cut;
Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.8908
Sakit kepala sebelah (migrain) merupakan sesuatu situasi kronik yang bersifat episodik dan tidak mengancam nyawa, namun kondisi ini bisa mempengaruhi kesehatan psikologis dan hubungan sosial. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menerangkan sebesar 50-75% orang berusia umur 18-65 tahun di dunia menderita sakit kepala, sepanjang satu tahun terakhir 10% dari populasi manusia mengidap sakit kepala sebelah selama 15 hari atau lebih setiap bulan. Migrain diakibatkan oleh sebagian aspek seperti hormon, nutrisi, cuaca, tekanan pikiran, emosi, kualitas tidur, permasalahan sensori (pewangi, asap rokok serta lain-lain). Kualitas tidur buruk dapat terjadi pada siapa saja. Kualitas tidur yang buruk pada pasien migrain sering terjadi, yang diakibatkan dari serangan migrain karena dapat mengubah proses modulasi nyeri sehingga lebih peka terhadap nyeri yang menjadi mekanisme terjadinya kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada penderita migrain di Poli Saraf RSUD Cut Meutia dengan melibatkan 53 responden penderita migrain. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional. Hasil analisis univariat didapatkan karakteristik responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebanyak 32 responden (60,4%) dan usia terbanyak kategori dewasa awal sebanyak 16 responden (30,2%). Gambaran kualitas tidur responden terbanyak yaitu kategori buruk sebanyak 47 responden (88,7%). Gambaran kualitas tidur buruk dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 31 responden (96,9%), dan kualitas tidur buruk dengan usia dewasa awal sebanyak 15 responden (93,8%). Kesimpulan penelitian ini gambaran kualitas tidur pada pasien penderita migrain terbanyak yaitu kategori buruk sebanyak 47 responden (88,7%).
Hubungan Status Gizi menurut Berat Badan terhadap Umur dengan Kejadian Bronkopneumonia pada Balita di Rumah Sakit Umum Cut Meutia
Salsabila, Elsa Nur;
Mardiati, Mardiati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8710
Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis pneumonia yang mengenai bronkus dan alveolus. Penyakit ini seringnya bersifat sekunder, mengikuti infeksi dari saluran nafas atas, demam pada infeksi spesifik dan penyakit yang melemahkan sistem pertahanan tubuh. Pada bayi dan orang-orang yang lemah, pneumonia dapat muncul sebagai infeksi primer. Status gizi merupakan salah faktor risiko yang dapat menentukan seorang balita rentan terkena suatu penyakit. Malnutrisi merupakan faktor yang penting terhadap gangguan sistem imun, sehingga mudah terkena infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi menurut berat badan terhadap umur dengan kejadian bronkopneumonia di RSUD Cut Meutia. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan teknik pengambilan sampel yang purposive samplingdengan jumlah sampel sebanyak 39 balita yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis univariat didapatkan dari 39 balita yang mengalami bronkopneumonia, 10 balita memiliki status gizi baik. Analisis statistik bivariat didapatkan hasil p value sebesar 0,725 (α = 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi menurut berat badan terhadap umur dengan kejadian bronkopneumonia yang menjadi sampel pada penelitian.
Bahan Organik Rumah Tangga sebagai Pendeteksi Formalin pada Makanan
Enjelina, Weni;
Erda, Zulya
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9257
Penggunaan formalin sebagai pengawet makanan masih dijumpai dewasa ini. Formalin dapat menyebabkan keracunan dan penyebab kanker golongan I. Bahan alami yaitu antosianin berpotensi sebagai pendeteksi formalin pada makanan. Antosianin bisa didapatkan dari sisa bahan organik rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menentukan batas deteksi minimum formalin dari tiga bahan organik, yaitu kulit buah naga, kulit bawang merah dan kulit ubi jalar ungu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Tahapan penelitian dimulai dari ekstraksi antosianin dari bahan, deteksi formalin secara langsung dan deteksi pada bahan makanan (tahu putih). Konsentrasi formalin yang diuji, yaitu 0,5%, 1%, 2%, 5%, 25% dan 50%. Kemampuan deteksi dilihat dari perubahan warna antara kontrol dan perlakuan formalin. Data yang didapatkan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Kulit buah naga menghasilkan ekstrak berwarna oranye, kulit bawang merah menghasilkan ekstrak berwarna merah, sedangkan kulit ubi ungu menghasilkan ekstrak berwarna merah pekat. Batas deteksi minimum kulit buah naga 50%, sedangkan kulit bawang merah dan kulit ubi ungu 25%. Pengujian pada tahu putih membuktikan bahwa ekstrak bisa mendeteksi formalin pada tahu putih dengan aplikasi konsentrasi 25% dan 50%. Kulit buah naga, kulit bawang merah dan kulit ubi jalar dapat digunakan sebagai pendeteksi formalin dengan batas deteksi minimum yang masih cukup tinggi yaitu 25%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan optimasi ekstraksi untuk mendapatkan antosianin yang lebih maksimal.