GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
271 Documents
Efusi Pericardium
Suhaemi Suhaemi;
Nawal Aflah Kamila
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.9318
Efusi perikardium adalah suatu penyakit yang ditandai adanya akumulasi cairan abnormal dalam ruang perikardium. Ini dapat disebabkan oleh berbagai kelainan sistemik, lokal atau idiopatik baik. Efusi perikardium merupakan hasil perjalanan klinis dari suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi, keganasan maupun trauma. Gejala yang timbul pada efusi perikardium tidak spesifik dan berkaitan dengan penyakit yang mendasari terjadinya efusi pericardium. Mekanisme terjadinya efusi perikard ini tergantung dari penyakit yang mendasarinya, dimana terjadi penumpukan cairan perikard yang dihasilkan oleh sel-sel mesotelial sehingga menyebabkan barier proteksi tidak lagi berfungsi dengan baik dan menimbulkan pergesekan anatra pericardium dan epikardium. Terapi untuk efusi perikard ini pada prinsipnya adalah mengurangi cairan yang terdapa pada cavum perikard baik itu dengan terapi pembedahan maupun non pembedahan atau medikamentosa.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus Musculus) yang Terpapar Asap Rokok
Zubir Zubir;
Khairunnisa Khairunnisa;
Ahmad Roqyal Ain
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.9325
Rokok merupakan suatu produk tembakau yang menghasilkan asap dengan cara dibakar, dihisap dan dihirup. Penggunaan rokok meningkatkan resiko pada penyakit saluran pernapasan dan berdampak pada organ tubuh lainnya seperti menurunkan kualitas spermatozoa karena efek terjadinya stress oksidatif. Daun kelor (Moringa Oleifera L) merupakan tanaman yang kaya akan antioksidan yang berfungsi untuk mencegah radikal bebas atau spesies oksigen reaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kualitas spermatozoa mencit yang dipapari asap rokok. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan pendekatan post test only control group design, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif tanpa perlakuan, kontrol positif di beri paparan asap rokok tanpa ekstrak daun kelor, dan kelompok perlakuan I,II,III dengan paparan asap rokok dan ekstrak daun kelor dengan dosis 0.325 mg/kgBB, 0.65 mg/kgBB, 1.3 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada rerata morfologi normal spermatozoa antara kelompok kontrol negatif dan kontrol positif serta kelompok perlakuan I, II, III, dengan nilai p= 0,000 serta terdapat perbedaan bermakna pada rerata motilitas normal spermatozoa antara kelompok kontrol negatif dan kontrol positif serta kelompok perlakuan I, II, III dengan nilai p=0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun kelor dosis 0.325 mg/kgBB kelompok I mempunyai kualitas spermatozoa yang tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif di lihat dari segi morfologi dan motilitas.
Kanker Serviks
Vera Novalia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.10134
Kanker serviks merupakan penyakit yang sering terjadi pada wanita di dunia maupun di Indonesia. Kanker serviks menduduki urutan keempat di dunia sedangkan Indonesia menduduki urutan kedua. Menurut data Globocan tahun 2020 penderita kanker serviks meningkat 36.633 (17,2%) dengan jumlah kematian 234.51. Kanker serviks terjadi karena adanya infeksi virus HPV viral onkogen yaitu E6 dan E7. Serta faktor lainnya seperti paparan zat mutagen adalah faktor hormonal, merokok, berganti-ganti pasangan seksual dan konstrasepsi. Perlu dilakukan terapi pada penderita kanker serviks yaitu dengan pemberian vaksin, deteksi dini (Pap smear dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), Radioterapi (RT) dengan Akselerator linear (Linear Accelerator, LINAC) dan anti VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) berperan penting dalam mengontrol pertumbuhan tumor dan metastasis.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Desa Burni Pase Kabupaten Bener Meriah
Shinta Simehate;
Wheny Utariningsih;
Mardiati Mardiati;
Sarah Rahmayani Siregar;
Ridhalul Ikhsan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.8190
Bencana tanah logsor adalah bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia. Desa Burni Pase Kabupaten Bener meriah adalah salah satu daerah yang sering mengalami bencana tanah longsor. Bencana tanah longsor dapat mengakibatkan dampak yang besar bagi masyarakat, seperti menyebabkan korban meninggal, kehilangan harta benda, gangguan stress pasca trauma dan permasalahan kesehatan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, memiliki pengetahuan mitigasi bencana penting untuk dimiliki setiap elemen masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan sebelum dan sesudah terjadinya bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mitigasi bencana tanah longsor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan 115 responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bencana tanah longsor mayoritas dalam kategori kurang yaitu 53,0% dengan 61 responden dan gambaran pengetahuan masyarakat terhadap mitigasi bencana tanah longsor mayoritas dalam kategori baik yaitu 51,3% dengan 59 jumlah responden. Kesimpulan pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Burni Pase memiliki gambaran tingkat pengetahuan terhadap bencana tanah longsor kurang dan pengetahuan terhadap mitigasi bencana tanah longsor dalam kategori baik.
Pterigium Okuli Dextra et Sinistra
Syarifah Rohaya;
Wina Yunida M Siregar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.9830
Pterigium adalah salah satu gangguan permukaan mata yang umum terjadi. Pterigium selain menyebabkan gangguan kosmetik juga dapat menyebabkan hilangnya penglihatan apabila mencapai aksis penglihatan. Risiko timbulnya pterigium 44 kali lebih tinggi di daerah tropis seperti Indonesia jika dibandingkan dengan daerah non-tropis. Pasien wanita usia 63 tahun datang ke Poliklinik Mata RSUD Cut Meutia dengan keluhan mata kanan terasa berasap sejak 6 bulan ini. Pasien mengeluhkan penglihatannya kabur, adanya rasa mengganjal terutama pada mata kanan, dan mata berair. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan visus OD 3/60 dan OS 6/45, pinhole visus tidak maju, serta ditemukan adanya selaput pada konjungtiva bulbi OD yang memanjang hingga kornea dan OS hingga limbus. Pasien didiagnosis dengan Pterigium OD grade IV dan Pterigium OS temporal grade II serta OS nasal grade I dengan Katarak Senilis. Pasien diberi artificial tears dan direncanakan untuk eksisi pterigium. Kacamata dan topi pelindung juga digunakan. Prognosis pasien secara umum adalah dubia ad bonam.
The Unified Airway (Keterkaitan Saluran Nafas Atas dan Bawah)
Fahrizal Fahrizal;
Viola Septina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i2.9491
Banyak bukti menyatakan bahwa saluran pernafasan atas dengan saluran pernafasan bawah merupakan sebuah “single functional unit”, dengan ditemukan adanya kesamaan karakteristik histologis dan peradangan. Memburuknya pernyakit disalah satu bagian saluran pernafasan, akan mempengaruhi bagian lain disaluran pernafasan. Begitu juga sebaliknya, ketika penyakit disalah satu bagian saluran pernafasan dikelola secara baik dan efektif, makan akan memperbaiki penyakit disaluran pernafasan lain, konsep ini disebut dengan The Unified Airway. The Unified airway atau dalam banyak literatur sering disebut dengan United Airway Disease (UAD) merupakan suatu konsep yang menjadikan nasofaring dan paru sebagai saluran yang berhubungan secara anatomis, patofisiologis, dan imunologis yang disebut dengan “one airway, one disease”. Dari berbagai penyakit yang terdapat di saluran pernafasan, konsep UAD umumnya digunakan untuk menjelaskan hubungan rinitis alergi dan asma, dimana semakin parah rinitis yang diderita, maka akan semakin parah juga asma yang diderita, begitu pun sebaliknya.
Fraktur Os Nasal Terbuka dengan Bakat Keloid
Indra Zachreini;
Wina Yunida M Siregar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i2.9831
Fraktur os nasal adalah setiap retakan atau patah yang terjadi pada bagian tulang di organ hidung. Fraktur os nasal terbuka menyebabkan perubahan tempat dari tulang hidung yang juga disertai laserasi pada kulit atau mukoperiosteum rongga hidung. Insidensi fraktur nasal sangat tinggi dan meningkat seiring bertambahnya usia. Kasus yang dilaporkan pada dewasa sekitar 39-45% sedangkan pada remaja sekitar 45% dan 2-3 kali lebih banyak pada laki-laki. Pasien anak usia 2 tahun datang ke IGD RSU Cut Meutia dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan luka robek pada pangkal hidungnya disertai perdarahan aktif setelah terjatuh di kamar mandi dan mengenai sudut lantai 1 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien dan ibu pasien memiliki riwayat keloid. Pemeriksaan fisik dijumpai luka robek 2x0,5x1 cm, terdapat nyeri tekan, krepitasi, dan perdarahan aktif. Pasien mengeluhkan nyeri pada bagian yang terluka. Pasien dilakukan pemeriksaan foto schedel dan didapatkan kesan fraktur nasal dengan deviasi septum. Pasien diberikan antibiotik dan ATS untuk mencegah infeksi, kemudian direncanakan tindakan debridemen luka dan reduksi fraktur nasal.
Abortus Inkomplit
Iskandar Albin;
Aditya Fajar Perkasa
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i2.8711
Abortus inkomplit adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan sebelum 20 minggu dimana masih ada sebagin hasil konsepsi yang tertinggal di dalam uterus. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus antara 15-20 % dari semua kehamilan. Untuk mengetahui terjadinya abortus inkomplit maka perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium seperti, pemeriksaan panggul, USG, dan test darah untuk mengetahui adanya kelainan yang mempengaruhi perkembangan kehamilan serta untuk mengetahui ibu yang mengalami kekurangan zat besi. Bila terjadi perdarahan yang hebat akibat abortus inkomplit dianjurkan segera melakukan pengeluaran sisa hasil konsepsi secara manual agar jaringan yang mengganjal terjadinya kontraksi uterus segera dikeluarkan. Kontraksi uterus dapat berlangsung baik dan perdarahan bisa berhenti. Komplikasi abortus inkomplit jika tidak ditangani akan mengakibatkan perdarahan, infeksi dan syok pada ibu hamil.
Immune Trombocytopenia Purpura (ITP)
Suhaemi Suhaemi;
Mauliza Mauliza
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i2.9884
Immune thrombocytopenia adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan rendahnya jumlah trombosit dan terjadi peningkatan risiko perdarahan. Perkiraan insiden adalah 100 kasus per 1 juta orang per tahun, dan sekitar setengah dari kasus-kasus ini terjadi pada anak-anak. Insidensi PTI kronis dewasa adalah 58-66 kasus baru per satu juta populasi pertahun (5,8-6,6 per 100.000) di Amerika dan serupa yang ditemukan di Inggris. Immune Trombocytopenia Purpura (ITP) kronik pada umumnya terjadi pada dewasa dengan median rata-rata usia 40-45 tahun. Pasien laki-laki usia 43 tahun datang ke IGD RSUD Cut Meutia dengan keluhan demam. Demam dirasakan sejak 7 hari sebelum masuk RS. Demam yang dirasakan naik turun. Kemudian pasien juga mengeluh nyeri pada punggungnya. Saat 2 hari sebelum masuk RS, pasien terjatuh dari sepeda motor. Satu hari setelah jatuh muncul memar yang luas pada punggung pasien. Riwayat batuk berdarah, muntah darah dan mimisan disangkal. BAB hitam tidak pernah dialami. Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis Immune Trombocytopenia Purpura (ITP) dan direncanakan transfusi trombosit konsentrat.
Terapi Modifikasi Perilaku untuk Menurunkan Impulsivitas dan Hiperaktivitas pada Anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Salsabilla Humaiya;
Afrina Zulaikha
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i2.9313
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan neurodevelopmental yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian disertai hiperaktivitas dan impulsivitas. Gangguan ini muncul sebelum usia 12 tahun, minimal dalam 2 tempat yang berbeda, misalnya di rumah dan di sekolah. Terapi perilaku telah menunjukkan nilainya dalam memperbaiki gejala emosional pada anak yang ADHD. Salah satu teknik dalam terapi perilaku adalah token ekonomi. Token ekonomi merupakan salah satu teknik dalam terapi perilaku yang digunakan untuk tatalaksana ADHD. Keunggulan token ekonomi dari modifikasi perilaku lainnya adalah terdapat reward yang dapat menyenangkan anak, dapat merangsang perkembangan moral anak usia dini, sudah banyak digunakan di berbagai lingkup seperti di bangsal psikiatrik, penjara, rumah sakit, dan di beberapa jenjang pendidikan, serta token ekonomi dapat membentuk perilaku yang diinginkan. Token ekonomi terbukti efektif untuk menurunkan perilaku hiperaktif dan impulsivitas pada anak ADHD.