Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
226 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lansia Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2021
Masliati, Maidar, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 2 April 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i3.656
The aging process in the elderly causes a decrease in both physical, psychosocial, functional and cognitive status which will have an impact on aspects of life both socially, economically, especially health which will determine the quality of life of the elderly themselves. Quality of life is the existence of hopes and goals that individuals have to have a better life, a good quality of life is also needed to protect the elderly from various problems that are often experienced by the elderly.Data from the East Kluet Health Center shows that the number of elderly residents of Paya Dapur is 159 (9.3%) of the total population and only 20 (12.5%) use health facilities. The purpose of the study was to find out what factors were related to the quality of life in the elderly in Paya Dapur Village, East Kluet District, South Aceh Regency in 2021. This research was conducted using descriptive analytic method with a cross- sectional approach. The population in this study were elderly people aged 60 years and over in Paya Dapur Village, East Kluet District as many as 95 elderly from the entire population. Data collection was carried out for 9 days from 08 to 16 August 2021 using a questionnaire through interviews. Data analysis used Chi Square test with SPSS computer program. The results showed that there was no relationship between age (p-Value = 0.389), gender (p-Value = 0.384), employment status (p-Value = 0.132), marital status (p-Value = 0.146), utilization of health facilities (p-Value = 0.734) and the quality of life of the elderly. And there is a relationship between education (p-Value = <.001) with the quality of life of the elderly in Paya Dapur Village, East Kluet District, South Aceh Regency in 2021. The conclusion is that education is related to the quality of life in the elderly, while age, gender, employment status, marital status, and utilization of health facilities are not related to the quality of life in the elderly. It is hoped that the East Kluet Health Center will continue to improve and support the elderly healthprogram, especially the elderly who have chronic diseases. So that it can help the elderly in preventing and overcoming psychosocial problems, improving health status and improving the quality of life of the elderly.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medantahun 2020
Mira Indrayani;
Riski Mega Sihombing
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 1 Januari 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i1.678
Penyakit Diare masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada balita.Pengetahuan ibu tentang personal hygiene memegang peranan penting pada tumbuh kembang anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan.Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita berusia 1-5 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan.Besar sampel 50 diambil menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh ibu yang berpengatahuan baik tidak mengalami diare pada balita. Hasil analisa data menggunakan Chi Square diperoleh p value 0,007 < 0,05 berarti bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu tentang personal hygiene maka semakin rendah kejadian diare pada balita.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Pada Balita Di Kelurahan Baler Bale Agung Kabupaten Jembrana Tahun 2021
Desak Gede Yenny Apriani, Desak Made Firsia Sastra Putri, Nyoman Sri Widiasari
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i4.714
Diarrhea is a disease that causes stool to pass more than 3 times with a liquid consistency that can be accompanied by blood or mucus and is more frequent than normal. Diarrhea is a potential endemic disease of Extraordinary Events (KLB) which is often accompanied by death in Indonesia. Knowing the description of the mother's level of knowledge about diarrhea in toddlers in Baler Bale Agung Village, Jembrana Regency in 2021. This research method uses a descriptive research design. The sampling technique used in this study is a total sampling technique with a sample of 30 respondents. The analysis used in this study is univariate analysis which produces a frequency distribution. This study shows that based on the level of knowledge of respondents about diarrhea, most of the respondents have good knowledge of 18 respondents (60.0%), good knowledge of 10 respondents (33.3%), poor knowledge of 2 respondents (6.7%). The description of Mother's Knowledge Level About Diarrhea in Toddlers shows the results of the mother's level of knowledge which is quite good.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Cakupan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan K4 Di Puskesmas Cot Seumeureung Kabupaten Aceh Barat Tahun 2021
Dewi Silvia, Fahrisal Akbar, Syarifuddin Anwar
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v5i1.774
Cakupan K4 merupakan jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar. Paling sedikit empat kali, 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga. Perilaku ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan akan menurunkan cakupan ANC terutama K4, serta dapat berisiko meningkatkan AKI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Cakupan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan K4 di Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat tahun 2021. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan ibu bersalin pasca salin 3 bulan, sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 14 s/d 28 Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan (P= 0,037), pengetahuan (P= 0,019), sikap (P= 0,042), dukungan keluarga (P= 0,034), memiliki hubungan dengan cakupan kunjungan pemeriksaan kehamilan k4 di Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat tahun 2021. Sedangkan untuk keterjangkauan fasilitas kesehatan (P= 0,481) dan dukungan petugas kesehatan (P= 1,000) tidak memiliki hubungan dengan cakupan kunjungan pemeriksaan kehamilan k4 di Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat tahun 2021. Ada hubungan antara sikap, pengetahuan dan peran petugas kesehatan yang sangat berpengaruh di masyarakat dalam pemeriksaan kehamilan k4. Diharapkan untuk petugas kesehatan dapat memberikan informasi lebih banyak dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memberikan berbagai pemahaman yang penting, sehingga merubah sikap terkait dengan kunjungan pemeriksaan pada ibu hamil.
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Simpang Jaya Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022
Sawita Utami, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v5i1.775
Laporan Puskesmas Simpang Jaya menunjukkan 52,38% balita di wilayah kerjanya mengalami stunting, dampak stunting adalah 12 tahun yang akan datang lebih dari 50% anak SLTA disini bertubuh pendek dengan kecerdasan rendah, produktivitas dan stamina rendah dan kapasitas belajar mengalami penyakit degenerative pada masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 891 balita dan sampel yaitu 100 balita. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting (67%), umur ibu beresiko (66%), ibu pendek (66%), pendidikan menengah (64%), balita BBLR (66%), balita tidak eksklusif (64%), biaya beli pangan rendah (61%), ibu KEK (66%), balita asupan energy kurang cukup (64%), dan balita asupan protein kurang cukup (63%). Hasil uji statistik bivariate diperoleh ada hubungan umur ibu ( p = 0,001), tinggi badan ( p= 0,001), pendidikan (p= 0,001), BBLR ( p= 0,001), pemberian ASI ( p= 0,001), biaya beli pangan ( p= 0,008), KEK(p= 0,001), asupan energi ( p= 0,002), dan asupan protein ( p= 0,011) dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022.Kesimpulan dari penelitian ini adalah umur ibu, tinggi ibu, pendidikan Ibu, BBLR, pemberian ASI eksklusif, biaya beli pangan, KEK, asupan energy, dan asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022.Disarankan pada petugas puskesmas dalam pencegahan promosi kesehatan dengan melakukan strategi promosi kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan perorangan di posyandu saja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sosial Budaya Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi 7-12 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kecamatan Sukajaya Kota Sabang Tahun 2021
Rana Rizka Maulidza, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v5i1.776
ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan apapun atau makanan apapun. Masalah dari pemberian ASI Eksklusif pada wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang sebagian dari ibu yang menyusui masih kurang pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dan pengaruh ibu atau mertua tentang budaya sosial yang berlaku dilingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sosial budaya dengan pemberian ASI Eksklusf pada bayi 7-12 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 7-12 bulan diwilayah kerja Puskesmas Sukajaya berjumlah 110 bayi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Sebanyak 52 responden kelompok kasus dan 52 responden kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 20 September 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji statistic dengan uji Chi-Square data dianalisis dengan menggunakan STATA. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 50% responden tidak memberikan ASI Eksklusif, 35% responden memiliki produksi ASI tidak cukup, 38% mengalami KEK, 20% memiliki paritas berisiko, 34% mendapat dukungan keluarga kurang baik, 35% pengetahuan kurang baik, 35% bekerja, 38% pendapatan tinggi dan 34% memiliki sosial budaya mendukung. Hasil bivariat dapat disimpulkan adanya hubungan antara produksi ASI (p- value=0,000 dan OR=4,6), status gizi ibu hamil (p-value=0,007 dan OR=0,3), paritas (p- value=0,009 dan OR=2,7), dukungan keluarga (p-value=0,003 dan OR=3,2), pengetahuan (p- value=0,001 dan OR=3,6), pekerjaan (p-value=0,001 dan OR= 0,2), pendapatan (p-value= 0,000 dan OR= 0,1) dan sosial budaya (p-value=0,054 dan OR=0,4). Hal ini menunjukkan bahwa produksi ASI, status gizi ibu hamil, paritas, dukungan keluarga, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan dan sosial budaya merupakan variabel yang paling tidak memberikan ASI Eksklusif.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Lansia Pada Kegiatan POSBINDU Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Bintang Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2022
Sintia, Nazhira Arifin, Tiara Mairani
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 Nomor 2 April 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v5i2.786
Posbindu for the elderly is an integrated service post for the elderly at the village/kelurahan level within the work area of each public health center. Elderly who are not active in participating in the activities of the elderly posbindu, then the health condition of the elderly is not monitored properly and it is feared that it will threaten the lives of the elderly with various kinds of diseases, both infectious and non-communicable, which are very dangerous for the body. The purpose of the study: to find out the factors related to the participation of the elderly in posbindu activities in the Working Area of the Bintang Health Center in 2022. This type of research is descriptive analytic with cross-sectional. The sampling technique in this study was simple random sampling (simple random sample. The sample in this study amounted to 87 elderly people aged ? 60 years. The study was carried out on March 20 to March 30, 2022. Data collection was done by interview using a questionnaire, then Statistical tests were carried out with the chi-square test, the data were analyzed using SPSS version 22. The results of the univariate study showed that 57.5% of early advanced age (55-64 years), the last education category was not in school at 50.6%, occupation in the household category was 41.4%, the participation of the elderly in the inactive category was 63.2%, knowledge in the category of less good 60.9%, access from home to posbindu in the unreachable category 62.1%, the role of cadres in the non-existent category 59.8%, the family role in the non-existent category 58.6%, the motivation in the non-existent category 59.8% and the type of female sex 70.1%. From the results of the bivariate statistical test, it was found that there was a knowledge relationship (p value = 0.012), access from home to posbindu (p value = 0.026), cadre role relationship (p value = 0.020), family role relationship (p value = 0.032), relationship motivation (p value = 0.020), and the relationship between sex (p value = 0.007) with the participation of the elderly in Posbindu activities in the Bintang Puskesmas Work Area, Central Aceh Regency in 2022. The conclusion of this study is that knowledge, access from home to posbindu, role of cadres, family role, motivation, and gender are factors related to elderly participation in posbindu activities in the Working Area of the Bintang Health Center, Central Aceh Regency in 2022. It is recommended that health workers can implement Posbindu for the elderly according to the mechanism for Posbindu for the elderly.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam Tahun 2021
Risa Juliandara;
Basri Aramico;
Ramadhaniah Ramadhaniah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i1.813
Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh balita di seluruh dunia ini. Pada tahun 2017, sekitar 22,2% atau 150,8 juta anak balita mengalami stinting di dunia. Namun, angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun 2000, yaitu 32,6%. Berdasarkan uraian diatas, di Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam masih sangat tinggi angka stunting dan masih belum terpecahkan bagaimana cara mencegah atau menurunkan angka stunting di Desa Suka Makmur Kota Subulussalam tersebut, maka dapat disimpulkan ada banyak sekali faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Sehingga peneliti tertarik dengan melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memilki balita 24- 59 bulan dengan jumlah populasi 95 balita. Lokasi penelitian ini dilaksanan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 1 s/d 7 februari 2022. Teknis pengumpulan data dengan cara pengumpulan data primer. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, trasfering dan tabulating dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat umur balita 2 tahun sebanyak 44,2 % dan umur balita 3 tahun sebanyak 55,7%, sedangan kategori stunting sebanyak 57,9 % dan yang normal sebanyak 42,1%, asupan polamakan dengan kategori cukup sebesar 35,8% dan yang tidak cukup sebesar 64,2%, riwayat asi ekskusif yang asi eksklusif sebanyak 37,9% dan yang tidak asi eksklusif sebanyak 62,1%, dan riwayat penyakit infeksi yang pernah sakit sebanyak 58,9% dan yang tidak pernah sakit sebanyak 41,1%. Kesimpulan dari beberapa variabel asi eksklusif, pola makan dan riwayak penyakit infeksi memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas simpang kiri desa belegen mulia kota subulussalam tahun 2021. Saran dapat melakukan penyuluhan kesehatan terhadap ibu-ibu tentang bagaimana seseorang harus berperilaku hidup sehat dan supaya terhindar dari gejala anak stunting.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 Dikembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh Tahun 2022
Azniar Azniar;
Vera Nazhira Arifin;
Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i3.837
Coranavirus Disease (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai global di Indonesia dinyatakan sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedarutan Kesehatan masyarakat serta bencana non alam, yang tidak hanya menyebabkan kematian tapi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar ,sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk pencegahan dan pengendaliannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19 di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh tahun 2022. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie sebanyak 84 ibu rumah tangga dari seluruh populasi. Pengumpulan data dilaksanakan pada tangal 26 Februari 2022 sampai 4 Maret 2022. Melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan baik (87,8%), sikap (87,5%), pendidikan(100,0%), sosial budaya (75,0%) dan lingkungan (56,4%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000) , sikap (p=0,001) , Pendidikan ( p= 0,000%) , sosial budaya ( adat) ( p= 0,028) dan lingkungan ( p= 0,530) dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19. Kesimpulannya adalah keptuhan protokol kesehatan covid-19 berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan pendidikan. Untuk meningkatkan peran tenaga kesehatan terhadap masyarakat tetap memberi bimbingan atau penyuluhan kesehatan serta bekerjasama dengan pihak terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang baik dan benar.
Determinan Perilaku Personal Hygiene Pada Pekerja Informal Kebersihan Di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh Tahun 2022
Olvan Frangkisan Jaya;
Dedi Andria;
Zulkifli Zulkifli
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i3.838
Data TPA pada tahun 2019 di TPA Regional Blang Bintang sampah yang masuk sebanyak 49,777,98 ton, tahun 2020 sebanyak 67, 633.55 ton, tahun 2021 66,467.17 ton dan di TPA Kota Banda Aceh yang masuk sebanyak 19,602.93 ton, tahun 2020 6,94.88 ton tahun 2021 sebanyak 8,419.412 ton TPA Gampong Jawa ini menggunakan penghitungan jumlah sampah dengan satuan kubik karena TPA Gampong Jawa belum memakai sistem penghitungan jumlah sampah yang masuk dengan satuan kilogram, masih banyak para pekerja kebersihan yang kurang informasi, dan tidak terpelihara personal hygiene dengan baik dalam melaksanakan kegiatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan perilaku personal hygiene pada pemulung di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Desain atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja informal kebersihan di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja yaitu 32 orang. Sampel terdiri dari sampel berjumlah 32 responden. Pengumpulan data dilakukan 27 Januari s/d 2 Februari 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pada pekerja informal kebersihan di TPA pengetahuan Baik sebesar 46,9%, pengetahuan Kurang baik 53,1%, paparan informasi sering 34,4%, paparan informasi kadang-kadang 34,4%, dan paparan informasi tidak pernah 31,2%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pekerja informal kebersihan (p=0,011), paparan informasi (p=0,013), status sosial ekonomi (p=0,031). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan pekerja informal kebersihan di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh tahun 2022. Disarankan kepada ketua dari Gampong Jawa, Kasi. Pengelolaan Limbah B3 agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat misalnya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat tentang pengetahuan prilaku personal hygiene. Diharpakan juga kepada dinas kebersihan untuk merencanakan serta meningkatkan prilaku personal hygiene serta Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti variable lain yang belum diteliti seperti Status kesehatan, citra tubuh, dan kebiasaan.