cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 406 Documents
HUBUNGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Ni Luh Putu Ary Sri Tjahyanti
Daiwi Widya Vol 7, No 5 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.611 KB) | DOI: 10.37637/dw.v7i5.670

Abstract

Perkembangan teknologi informasi berimplikasi pada bidang bimbingan dan konseling. Bimbingan dan Konseling, yang merupakan bagian dari dunia persekolahan haruslah juga mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk menyelesaikan tugas-tugas layanan bimbingan. Banyak perangkat lunak yang telah dirilis untuk itu dan dapat dimanfaatkan dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), yang dapat dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat zaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara yang lebih menarik,interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan asas-asas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling. Konselor Sekolah sebagai subjek yang terkait langsung dengan dampak harus mengantisipasi dengan pengetahuan dan keterampilan penggunaan komputer. Keterampilan dan penguasaan pengetahuan sangat dibutuhkan oleh konselor sekolah agar dapat menggunakan layanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi. Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi komputer dalam menunjang profesionalitas kerja konselor, maka konselor perlu mengetahui potensi apa yang terkandung pada teknologikomputer, setidaknya ada 8 (delapan) potensi teknologi komputer berbasis internet.
PELAKSANAAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MEMINIMALISASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 SEMESTER I SMA NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ni Luh Kompiang Oka Pariasih
Daiwi Widya Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.316 KB) | DOI: 10.37637/dw.v4i3.33

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pelaksanaan Bimbingan Kelompok Untuk Meminimalisasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 Semester I SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2016/2017”. Penelitian ini untuk membantu siswa secara aktif dalam menemukan cara-cara penyelesaian yang cepat dan tepat bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalisasi kesulitan belajar siswa. Melalui penelitian ini peneliti mencoba menggunakan bimbingan kelompok untuk mengatasinya, melalui penelitian tindakan bimbingan konseling dalam model siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sukasada sebanyak 21 siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan kesulitan belajar siswa dalam proses pembelajaran lebih baik setelah dilaksanakannya bimbingan kelompok hal itu dapat dilihat dari perbandingan hasil pada observasi awal hanya 13 siswa yang tidak memiliki kesulitan belajar pada siklus I meningkat menjadi 15 siswa dan siklus II 21 siswa sudah tidak mengalami kesulitan belajar. Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan bimbingan kelompok dapat meminimalisasi kesulitan belajar siswa.
PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITF DAN MINAT BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XII MIPA 2 SMA NEGERI 3 AMLAPURA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 I Gusti Made Ngurah
Daiwi Widya Vol 8, No 5 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.793 KB) | DOI: 10.37637/dw.v8i5.912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan minat belajar siswa kelas XII MIPA 2 SMA 3 Amlapura tahun pelajaran 2019/2020 melalui penerapan model siklus belajar 7E. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan pada siswa kelas XII MIPA 2 di SMA 3 Amlapura yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model siklus belajar 7E. Obyek penelitian berupa hasil belajar kognitif dan minat belajar biologi siswa. Untuk mengukur hasil belajar kognitif digunakan tes tes hasil belajar yang berbentuk objektif. Data minat belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang berjumlah 20 butir. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan kriteria keberhasilan tindakan sesuai penilaian pembelajaran yang berlaku di SMA 3 Amlapura. Penelitian ini dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan hasil belajar kognitif siswa dari siklus I ke siklus II dan mencapai ketuntasan minimal memiliki rata-rata skor 72 dan minat belajar siswa dari siklus I ke sikus II dan mencapai ketuntasan minimal dengan predikat tinggi. Hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) penerapan model siklus belajar 7E dapat meningkatkan hasil belajar kognitf siswa kelas XII MIPA 2 SMA 3 Amlapura Tahun Pelajaran 2019/2020. Hasil ini terlihat dari siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 71 meningkat sebesar 22% menjadi 87 pada siklus II; dan (2) penerapan model siklus belajar 7E dapat meningkatkan minat belajar biologi siswa kelas XII MIPA 2 SMA 3 Amlapura. Rata-rata minat belajar siswa pada siklus I sebesar 72 dengan kualifikasi sedang, dan pada siklus II meningkat sebesar menjadi 87 dengan kualifikasi tinggi. Hasil ini mengindikasikan terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 21%.
DISKUSI KELOMPOK TERFOKUS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU EKONOMI DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SESUAI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KABUPATEN BULELENG Ketut Artana
Daiwi Widya Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.255 KB) | DOI: 10.37637/dw.v2i1.132

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Saraswati Seririt, SMA PGRI Seririt dan SMAN 1 Seririt, SMAN 2 Banjar serta SMAN 1 dan 2 Gerokgak. Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui apakah strategi diskusi kelompok dapat meningkatkan kemampuan guru ekonomi dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai kurikulum 2013.Metode pengumpulan datanya adalah studi dokumen. Metode analisis datanya adalah deskriptif untuk data kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti mengarahkan guru untuk mendiskusikan dalam kelompok dengan focus pada komponen RPP yang menjadi permasalahan dan perlu penyempurnaan dalam menyusun RPP sesuai standar kurikulum 2013.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa diskusi kelompok terfokus dapat meningkatkan kemampuan guru-guru ekonomi dalam menyusun RPP sesuai kurikulum 2013. mencapai rata-rata peningkatan sebesar 25 atau 38% yaitu dari nilai rata-rata 65 dari data awal menjadi 90 pada siklus II. Peningkatan ini terjadi pada semua guru ekonomi di 6 (enam) SMA Kabupaten Buleleng.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah diskusi kelompok terfokus dapat meningkatkan kemampuan guru-guru ekonomi dalam menyusun RPP sesuai kurikulum 2013.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BERBANTUAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI HEWAN DAN TUMBUHAN SISWA KELAS II SD NEGERI 1 BANJARANGKAN PADA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Ayu Putu Suarning
Daiwi Widya Vol 8, No 1 (2021): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.904 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas II SD Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek penelitian ini berjumlah: 20 orang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 9 orang perempuan dan objek penelitian adalah hasil belajar IPA siswa melalui penerapan model pembelajaran Inquiry berbantuan bimbingan kelompok. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi tes hasil belajar. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Penerapan model pembelajaran Inquiry berbantuan bimbingan kelompok dalam mata pelajaran IPA pada siswa Kelas II Semester 1 di SD Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2018/2019 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa pada siklus I mencapai rata-rata sebesar 69,50 yang berada pada kategori cukup tinggi, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 72,75 dengan kategori tinggi, terjadi peningkatan sebesar 3,25.
IMPLEMENTASI MODEL EKSPOSITORY DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS PENGULANGAN SAMBIL BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES Ni Komang Citawati
Daiwi Widya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.463 KB) | DOI: 10.37637/dw.v1i1.99

Abstract

Kontribusi guru dalam mencapai tujuan pendidikan tergolong sangat besar, karena guru secara langsung bersentuhan dengan siswa dan dapat mempengaruhi, membina, mengarahkan dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan mereka. Kontribusi tersebut juga dipengaruhi banyak faktor sehingga menyebabkan tujuan tidak tercapai sepenuhnya. Konsekuensinya, guru harus selalu berupaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan berbagai cara. Salah satunya memanfaatkan pembelajaran ekspositori dengan pemberian tugas pengulangan. Cara inilah yang akan digunakan untuk mengatasi rendahnya prestasi belajar Penjasorkes siswa di SD Negeri 1 Banyuasri. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk membuktikan peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya cara tersebut dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari data awal sampai siklus II yaitu, data awal menunjukkan ketuntasan belajar hanya mencapai 36,36%, siklus I meningkat menjadi 63,64%. Pada siklus II meningkat menjadi 90,90%. Hal itu membuktikan bahwa model ekspositori dengan metode pemberian tugas pengulangan dengan bermain yang diterapkan guru dalam proses belajar mengajar telah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan baik.
EFEKTIVITAS MODEL KONSELING LOGO DAN KONSELINGEKSISTENSIAL HUMANISTIK TERHADAP KONSEP DIRI AKADEMIK DENGAN KOVARIABEL KECENDRUNGAN POLA ASUH ORANG TUA Made Dedi Sidarta; Nyoman Mudarya
Daiwi Widya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.354 KB) | DOI: 10.37637/dw.v3i2.56

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat efektivitas Model konseling logo terhadap konsep diri akademik antara siswa. penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum model konseling logo dalam dalam pemberian layanan bimbingan menghasilkan konsep diri akademik yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model konseling eksistensial humanistik diperoleh F hitung = 9,427 dan sig = 0,03. Dari hasil analisis juga diperoleh nilai db 1 = 1 dan db 2 = 58 dan F tabel pada taraf signifikansi 5% = 4,00 sehingga F hitung > F tabel (9,427> 0,254). (2) Setelah kecendrungan Pola asuh orang tua dikendalikan terdapat perbedaan konsep diri akademik antara siswa yang mengikuti Model konseling logo dan siswa yang mengikuti model konseling eksistensial humanistik dengan Dari hasil analisis, diperoleh nilai F*hitung 2 > F*tabel, (2,711 >= 0,254) dan sig = 0,009, maka Ho ditolak atau H1 diterima yang menyatakan model konseling yang diterapkan berpengaruh terhadap konsep diri akademik setelah dikendalikan variabel pola asuh orang tua. (3) Terdapat kontribusi kecendrungan pola asuh orang tua terhadap konsep diri akademik siswa yang mengikuti model konseling logo. Dengan taraf kepercayaan 0,05 (5%) maka dapat diperoleh harga r tabel 0,361. Ternyata harga r hitung lebih besar dari pada r tabel (0,609 > 0,361).
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING DENGAN METODE LATIHAN (DRILL METHOD) Ida Ayu Ngurah Mendrawati
Daiwi Widya Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.142 KB) | DOI: 10.37637/dw.v2i3.155

Abstract

Penelitian ini berjudul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Mastery Learning Dengan Metode Latihan (Drill Method) Pada Siswa Kelas IXB Semester I SMP Negeri 4 Gerokgak Tahun Pelajaran 2014/2015”. Penelitian ini untuk membantu siswa secara aktif dalam menemukan cara-cara penyelesaian yang cepat dan tepat bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Melalui penelitian ini peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran Mastery Learning untuk mengatasinya, melalui penelitian tindakan kelas model siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian adalah siswa kelas IXB SMP Negeri 4 Gerokgak sebanyak 36 siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran lebih baik setelah diterapkannya model pembelajaran Mastery Learning, hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil pada obsevasi awal hanya 8.33% siswa yang berhasil mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata 56.44, pada siklus I meningkat menjadi 44.44% dengan rata-rata 69.61, dan siklus II meningkat mencapai 83.33% dengan rata-rata 79. Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Mastery Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
ENERAPAN STRATEGI TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Luh Carmawati
Daiwi Widya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.856 KB) | DOI: 10.37637/dw.v5i1.24

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan strategi tutor sebaya dalam proses pembelajaran. Permasalahan awal yang terjadi adalah belum maksimalnya proses pembelajaran yang dilakukan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa akibat penggunakan model yang terus menerus ditanyakan tanpa teori yang memadai. Setelah data dikumpulkan menggunakan alat berupa tes prestasi belajar kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Diperoleh data siswa dari rata-rata awal 60,47 naik menjadi 67,47 pada siklus I dan naik menjadi 80,63 pada siklus II. Hasil pada siklus II sudah sesuai harapan indikator keberhasilan penelitian oleh karenanya penelitian ini tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dengan perolehan data tersebut dapat dipastikan bahwa penerapan strategi tutor sebaya dalam pelaksanaan proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima.
PEMBELAJARAN 5 M DAN PERTANYAAN SOKRATIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA I Wayan Soma
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.68 KB)

Abstract

Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep kimia siswa melalui pembelajaran 5M dan pertanyaan sokratik. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi,evaluasi, refleksi. Subjek penelitian seluruh siswa kelas X MIPA-5 SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 32 orang terdiri dari 18 laki-laki dan 14 perempuan. Objek penelitian aktivitas belajar siswa, pemahaman konsep kimia siswa dan respon siswa terhadap pembelajaran. Pembelajaran 5M dan pertanyaan sokratik dapat meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep kimia siswa. Siklus I menunjukkan aktivitas kategori aktif dengan skor rerata 13,3 dan pemahaman konsep kimia memperoleh rerata tes hasil belajar 68,19. Pada siklus II, aktivitas meningkat dengan skor rerata 14,2 kategori aktif dan pemahaman konsep kimia memperoleh rerata tes hasil belajar 72,21. Siswa merespon cukup positif terhadap kegiatan pembelajaran dengan 52,9% siswa menyatakan setuju.