cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jalan Gunung Pangilun, Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25173, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 24428485     EISSN : 24606316     DOI : https://doi.org/10.22202/jg
Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (2442-8485) & (2460-6316), well-known as GRAMATIKA, is an international forum for original research focused on identities as local contexts, like an identity in linguistics, identity in literature, and identity in language education in global and local contexts, especially in Indonesia. These may include but are not limited to various fields, such as we are interested in interdisciplinary studies examining how issues of linguistics, literature, and education in language influence individual and community identities. In order to publish in GRAMATIKA, a study must have an overview of previous research or theoretical concepts that are packaged to justify the novelty/uniqueness of this study and central focus on local, foreign, minority, heritage, or indigenous languages (or non-standard dialects) and their intersection with either identity and/or education in language, linguistics and literature. We welcome a variety of topics, theoretical orientations, and methodological approaches (both qualitative and quantitative). Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Sumatera Barat, in collaboration with Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Issues are published biannual (April and October) in English since 2020. Submissions are open year-around. However, before submitting, please ensure that the manuscript within Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is written in English or Bahasa Indonesia and follows our focus and scope and author guidelines. Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia has been accredited by the Ministry of Research, Technology and Higher Education, the Republic of Indonesia in 2018 (SINTA 3). Now, Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia has been accredited SINTA 2 (2020) by the Ministry of Research, Technology and Higher Education, the Republic of Indonesia started from Volume 6 Number 1 (2020). The last accreditation is valid until 2025.
Articles 225 Documents
VARIASI SINTAKSIS BAHASA INGGRIS PARA GURU BAHASA INGGRIS DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT
Jurnal Gramatika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.541 KB) | DOI: 10.22202/jg.2017.v3i2.2243

Abstract

English has become a language spread all over the world. The sociolinguistic facts show that various variations of English arise due to local language and cultural contact. In the context of English language learning in a country that uses English as a foreign language, it is still believed that English teachers in schools teach standard English namely British Received Pronunciation and Standard American English. However, this condition needs to be questioned whether the English teachers actually use standard English or whether they use a certain English variation. The purpose of this study is to describe the English language used by teachers in syntax. Several English teachers who taught in high school in Padang became participants in this study. The results of this study show that the English teachers have a syntactic difference with the English standard English and British English. The results of this study can provide information on teaching English in Indonesia.
CHARACTERISTIC BEHAVIOUR IN STUDENTS SPEECH WITH MINANGKABAU CULTURAL SETTING: INTERACTIONAL SOSIOLINGUISTICS APPROACH (WUJUD PERILAKU BERKARAKTER DALAM TUTURAN SISWA BERLATAR BUDAYA MINANGKABAU: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK INTERAKSIONAL)
Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.261 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i2.2673

Abstract

ABSTRAKSosiolinguistik interaksional merupakan salah satu ancangan kajian wacana yang bersandar pada ujaran nyata dalam konteks sosial berdasarkan pandangan Gumperz dan Goffman. Fokus analisisnya terletak pada interpretasi dan interaksi yang didasarkan pada hubungan makna sosial dan makna linguistik. Fokus analisis menggunakan strategi wacana bertutur untuk orang lain, meliputi: peran penutur, makna tuturan (pelurusan, tampilan sosial, tampilan identitas, dan mengambil alih peran mitra tutur. Selain itu, Konteks lokal menjadi bagian penting dari kompetensi komunikatif bagi penutur, salah satunya dalam kelompok masyarakat Minangkabau. Langgam kata menjadi pijakan dalam bertutur. Penutur sangat memperhatikan siapa mitra tuturnya untuk memilih langgam kata yang tepat digunakan dalam bertutur. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud perilaku berkarakter dalam tuturan siswa berlatar belakang budaya Minangkabau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik interaksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud perilaku berkarakter dalam tuturan siswa berlatar belakang budaya Minangkabau tampak dari tuturan yang disampaikan. Siswa senantiasa memperhatikan mitra tutur supaya dapat memilih langgam kata yang tepat digunakan dalam berutur. Dengan memperhatikan langgam kato nan ampek dalam bertutur akan muncullah karakter masyarakat Minangkabau yang berbicara dengan penuh nasehat, kasih sayang, dan kearifan. Selain itu, menunjukkan jiwa solidaritas, kepedulian, dan rasa tanggung jawab di dalam kehidupan.Kata Kunci: Perilaku Berkarakter, Budaya Minangkabau, Sosiolinguistik InteraksionalABSTRACTInteractional sociolinguistics is one of the approaches of discourse studies that rely on real expressions in the social context based on the views of Gumperz and Goffman. The focus of the analysis lies in the interpretation and interaction based on the relation of social meaning and linguistic meaning. The focus of analysis uses discourse-speaking strategies for others, including: the role of the speaker, the meaning of speech (alignment, social appearance, identity display, and taking over the role of the speaking partner), and the local context becomes an important part of the communicative competence for speakers, group of Minangkabau people, Langgam kata become a foothold in speech The speaker is very concerned about who the partners say to choose the right words used in the speech.Therefore, this article aims to describe the form of characteristic behavior in the student's speech of Minangkabau culture background. is qualitative with interactional sociolinguistic approach.The result of research indicates that the form of characteristic behavior in students' speech of Minangkabau culture background is seen from the speech given The students always pay attention to the said partner so that they can choose the right word is used in berut ur. By observing the style of kato nan ampek in speaking will appear character of Minangkabau people who speak with full advice, compassion, and wisdom. In addition, it shows the spirit of solidarity, caring, and a sense of responsibility in life.Keywords: Character Behavior, Minangkabau Culture, Interactional Sociolinguistic
LOCAL VALUES PRESERVATION OF TOROK ORAL TRADITION THROUGH EDUCATION DOMAIN: METAPHORICAL ECOLINGUISTICS (PRESERVASI NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI LISAN TOROK MELALUI RANAH PENDIDIKAN: EKOLINGUISTIK METAFORIS) Stefania Helmon; R. Kunjana Rahardi
Jurnal Gramatika Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.439 KB) | DOI: 10.22202/jg.2020.v6i1.3941

Abstract

AbstractTorok is one of the oral traditions of the Manggarai community that contains local wisdom values. However, these traditions and values are gradually eroded by time. This reserach included the type of qualitative research by utilizing metaphorical ecolinguistic theory aims to describe the local wisdom values, the urgency of preservation, and formulate an appropriate preservation strategy specifically through the realm of education. Collecting data in the study using the method of listening and recording techniques and ethnography of speaking. In this study analysis of the data uses the extralingual equivalent method and contextual techniques. The results showed that in the Torok speech there were values of solidarity, religious, love, courtesy, and hard work. Meanwhile, preservation of values through the realm of education can be done by integrating and internalizing various values in learning that includes language, literature, and culture in it.Keywords: Preservation, value of local wisdom, education, Torok, metaphorical ecolinguistics. AbstrakTorok adalah salah satu tradisi lisan masyarakat Manggarai yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Namun, tradisi serta nilai-nilai tersebut lambat laun tergerus zaman. Penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan memanfaatkan teori ekolinguistik metaforis ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal, urgensi preservasi, dan merumuskan strategi preservasi yang tepat khususnya melalui ranah pendidikan. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode simak dan teknik rekam serta wawancara etnografi komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode padan ekstralingual dan teknik kontekstual untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam tuturan Torok terdapat nilai solidaritas, religius, cinta kasih, kesopanan, dan kerja keras. Sementara itu, preservasi nilai melalui ranah pendidikan dapat dilakukan dengan mengintegrasikan serta menginternalisasi berbagai nilai tersebut dalam pembelajaran yang mengikutsertakan bahasa, sastra, dan budaya di dalamnya.Kata Kunci: Preservasi, nilai kearifan lokal, pendidikan, Torok, ekolinguistik metaforis. 
HEGEMONY OF LEGEND LITERATION IN LITERATURE AND THE ENVIRONMENT IN THE DIGITAL ERA (HEGEMONI LITERASI LEGENDA DALAM SASTRA DAN LINGKUNGAN DI ERA DIGITAL) Khairil Anwar; Zurmailis Zurmailis; Maya Febrianti; Listi Mora Rangkuti; Antonio Costantio Soares
Jurnal Gramatika Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.523 KB) | DOI: 10.22202/jg.2021.v7i1.4440

Abstract

This research is a study of legends Urang Kayo Hitam in the cities of Jambi, Puti Kacang Mayang di Pekanbaru, and Malin Kundang in Padang in Indonesia. Legend is still alive and has a role in society today, but its existence is nullified by logic because it is considered absurd and out of date. This role can be seen in its hegemony in literature and the environment. This study discusses the hegemony of legends in literature and the local environment. This study is important to show the position and importance of the legend today. This research uses qualitative methods with hegemony theory. The results of the study, found the hegemony of legends in each city literary creativity and the environment. The hegemony is the domination of legends in the creation of various forms and genres of literary works, creation of environmental sites that are vital to people's lives, digital industrial promotion media and services, preservation of values, infrastructure names, and city or place icons.
PERUBAHAN SILABEL KOSAKATA (SILABEL AWAL) BAHASA MINANGKABAU DAN BAHASA INDONESIA: ANALISIS KOMPARATIF Jendri Mulyadi
Jurnal Gramatika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.835 KB) | DOI: 10.22202/jg.2017.v3i1.1551

Abstract

Abstract This research is a linguistic research focused in the change of syllable on the vocabulary. Based on this consideration, this research is attempting to describe and to analyze the form and position of syllable change in Minang and Indonesian vocabulary, as well as to find and explain all of the changes’ principles. This research is based on qualitative method with descriptive data, and refers to comparative analysis method. Data source in this research is primary data. The syllable change of Minang and Indonesian vocabulary occurs in some positions, they are in the beginning, in the middle, and in the end of a vocabulary with the phoneme change, phoneme addition, and phoneme elimination. The amount of change that occurs in a vocabulary is vary, it can be one, two, three or four changes. The principle of changes can be made according to the tendency of syllable change in Minang and Indonesian language. The description of Minang and Indonesian syllable change is not provided based on the amount of changes which occur in a vocabulary, it is categorized based on the position in the syllable, they are: first syllable change, second syllable change or middle syllable change, and last syllable change. Description that based on the amount of syllable is considered as an ineffective way as the change that occur in a vocabulary is different and those changes occur in different syllable as well. Keywords: syllable change, comparative analysis, phonology, morphology, lexicon, Minang language  Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang linguistik, khususnya perubahan silabel dalam kosakata. Mengingat hal tersebut, penelitian ini berusaha mendeskripsikan dan menganalisis bentuk dan posisi perubahan silabel kosakata bahasa Minang dan bahasa Indonesia, serta menemukan dan menjelaskan kaidah-kaidah perubahannya. Penelitian ini didasarkan pada metode kualitatif dengan data deskriptif. Cara kerja metode ini merujuk pada metode analisis komparatif. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Perubahan silabel kosakata bahasa Minang dan bahasa Indonesia terjadi pada posisi awal, tengah, dan akhir kosakata dengan bentuk perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem. Jumlah perubahan yang terjadi pada sebuah kosakata bervariasi, mulai dari satu perubahan, dua perubahan, tiga perubahan, dan empat perubahan. Berdasarkan kecenderungan perubahan silabel bahasa Minang dan bahasa Indonesia dapat diperoleh kaidah perubahannya. Penjelasan kaidah perubahan silabel kosakata BMi dan BI tidak disajikan berdasarkan jumlah perubahan yang terjadi dalam sebuah kosakata, melainkan dikelompokkan berdasarkan posisi perubahan dalam silabel, yakni perubahan silabel awal, perubahan silabel kedua atau silabel tengah, dan perubahan silabel akhir. Penjelasan kaidah berdasarkan jumlah perubahan silabel tidak efektif karena perubahan yang terjadi dalam sebuah kosakata berebeda-beda serta perubahan-perubahan tersebut terjadi pada silabel yang berbeda pula. Kata kunci: perubahan silabel, analisis komparatif, fonologi, morfologi, leksikon, bahasa Minang
DIKSI KONOTATIF DALAM PUISI-PUISI SUBAGIO SASTROWARDOYO DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Sugeng Supriyono; Nugraheni Eko Wardani; Kundharu Saddhono
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.279 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2460

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna diksi konotatif dalam puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo dan pemanfaatanya  sebagai sarana pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistiika. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan diksi yang mengandung makna yang mengekspresikan jiwa religiusitas, mengekspresikan perasaan cinta, dan mengekpresikan jiwa kemanusiaan (kepedulian sosial). Pemahaman tentang diksi konotatif dalam puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo relevan diimplementasikan dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA yang meliputi pengetahuan menganalisis dan menulis puisi.  Analisis kata-kata yang bersifat simbolis dan bermakna konotatif ini dapat dilakukan melalui kajian stilistika.Kata kunci: diksi, puisi, stilistika, pembelajaran
URBAN SOCIETY IN POETRY “TELEPON GENGGAM” BY JOKO PINURBO (MASYARAKAT URBAN DALAM PUISI “TELEPON GENGGAM” KARYA JOKO PINURBO)
Jurnal Gramatika Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.171 KB) | DOI: 10.22202/jg.2019.v5i2.3206

Abstract

This study discusses the reflection of life and urban society has a very close relationship; moreovermodern literature very often discusses the behavior of urban society in poetry. There are 30 poemswritten in Joko Pinurbo's book, and there are some of them which show how the urban communityrelates to their environment. The purpose of this study is to describe social portraits of urbancommunities in poetry and their relation to the realities that exist in society, as well as technologicaladvancements and lifestyle. This study uses descriptive methods to describe the state of the objectunder study by describing the things that are the center of attention and support the object of theresearch. The results of this study found 10 poems from 30 poetry titles in the Joko Pinurbo bookthat showed how the lives of people in urban society, their habits and how they relate to thecommunity in their environment. Jokpin's narratives bring the reader aware of how far urbansociety is with their environment. The results of this study can be used as a reference for the generalpublic.
GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN PUISI MELIHAT API BEKERJA KARYA M AAN MANSYUR (TINJAUAN STILISTIKA)
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.122 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.842

Abstract

Penggunaan gaya bahasa dalam puisi akan menjadikan puisi memiliki banyak makna. Gaya bahasa mempergunakan susunan kata-kata yang artinya sengaja disimpangkan dari susunan dan arti biasa dengan maksud medapatkan kesegaran dan kekuatan ekspresi. Gaya  bahasa yang digunakan masing-masing penyair akan berbeda-beda, dan memiliki nilai tersendiri. Salah seorang penyair yang banyak menggunakan gaya bahasa dalam puisinya adalah M Aaan Mansyur. Dalam kumpulan puisinya yang berjudul Melihat Api Bekerja M Aan Mansyur menggunakan gaya bahasa yang sangat bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah, pertama untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur. Kedua mendeskripsikan makna gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur. Ketiga mengetahui pfrekuensi pemunculan gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan gaya bahasa perbandingan yang ditemukan dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur adalah perumpamaan, metafora, personifikasi, depersonifikasi, antithesis, serta pleonasme dan tautologi. Pada umumnya gaya bahasa perbandingan yang dilukiskan M Aan Mansyur dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja adalah untuk menggambarkan kisah cinta dengan kekasih dan kasih sayang kepada ibu. Unkapan cinta, kasih sayang serta kemesraan yang tergambar dalam gaya bahasa perbadingan sangat indah, puitis dan romatis.
THE USE OF PICTORIAL DISCOURSE FOR HEALTH WARNINGS ON THE DANGERS OF TOBACCO PACKAGES (PENGGUNAAN WACANA GAMBAR SEBAGAI PERINGATAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK) Bram Denafri; Amelia Yuli Astuti; Sabri Koebanu
Jurnal Gramatika Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.219 KB) | DOI: 10.22202/jg.2020.v6i2.4235

Abstract

The Indonesian government promotes discourse on the health dangers of smoking by pasting pictures on cigarette packages to reduce the number of smokers in Indonesia. Therefore, this research uses pictorial discourse on cigarette packaging to provide health warning messages to smokers of kretek packaged cigarettes. This is portrait research with data obtained through observations at the Kretek Museum, Kudus, Central Java, and the Ministry of Health followingRegulation Number 56 of 2017 and analyzed using the BREAK theory. Based on the data and analysis, the primary and secondary discourses use scary images as well as pictures of fruits and plants, respectively. The general type of movement of primary and secondary discourse is DIKO (essence divergent and spiritually convergent)
ANALISIS WACANA KRITIS TEORI INCLUSION THEO VAN LEEUWEN DALAM BERITA KRIMINAL TEMA PENCURIAN KORAN POSMETRO PADANG EDISI MEI 2013 Ninit Alfianika
Jurnal Gramatika Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.369 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i1.1407

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan teori inclusion Leeuwen dalam berita kriminal dengan tema pencurian di Koran Posmetro Padang edisi Mei 2013. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap, (1) membaca dan memahami wacana dengan tema pencurian di Posmetro Padang Edisi Mei 2013 dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang jelas tentang isi wacana yang akan diteliti, (2) menandai bagian-bagian wacana yang berhubungan dengan teori inclusioan Leeuwen, dan (3) menginventarisasi kalimat dalam wacana yang berhubungan dengan teori inclusioan Leeuwen dengan menggunakan format inventarisasi data. Penganalisisan data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, teori inclusioan Leeuwen yang ditemukan pada tujuh judul berita kriminal dengan tema pencurian di dalam Koran Posmetro Padang edisi Mei 2013 berjumlah lima dari tujuh teori yang ada, yaitu objektivita-abstraksi, nominasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiaso-disosiasi. Jadi, dapat disimpulkan dalam menulis berita kriminal dengan tema pencurian wartawan tidak memarjinalkan korban. Dalam membuat judul berita wartawan tetap menyembunyikan aktor. Penyembunyian aktor oleh wartawan dilakukan dengan menggunakan kalimat pasif dalam judul berita.

Page 7 of 23 | Total Record : 225