cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENGEMBANGAN METODE PELATIHAN SENI PERTUNJUKAN MELALUI MEDIA VIDEO BASED LEARNING PADA GURU-GURU PAUD/TK SE-ACEH BESAR DALAM MENDIDIK KREATIVITAS SENI PADA ANAK USIA DINI KABUPATEN ACEH BESAR Benni Andika; Benny Andiko; Arismunandar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This service aims to improve performing arts through art education for early childhood in Aceh Besar District, because the periodization of the development of art in Indonesia is very difficult. Aceh Besar is one of the regencies in Aceh Province, before it was expanded in the 1970s, the capital of Aceh Besar Regency was Banda Aceh City. After the city of Banda Aceh was separated into a separate municipality, the district capital was moved to Jantho in the mountains of Seulawah. Creating young artists instead offers a number of useful experiences to hone an appreciative and creative personality through art education. Art activities that will be obtained by early childhood will have a good impact on the sustainability of arts and culture in Aceh Besar and its surroundings. Early childhood is one of the supporters in maintaining the art that is developing at this time, becoming the choice of media for delivering advice on moral values. In this case, an art training effort can be learned by the teacher, because emotionally the teacher is closer to the students and the knowledge gained by the teacher can be applied and taught to their children. To achieve the purpose of this service, a new learning system is carried out using the Video Based Learning method, currently the ease of video media makes the existence of multimedia in great demand. Videos can be played via laptops, computers, and mobile phones, so the desired video is very easy to play anywhere. In the world of education, one must follow the development of the learning system, using Video Based Learning or video-based learning will have a positive impact for teachers to gain knowledge of the performing arts learning methods of storytelling, dancing and storytelling. Using Video Based Learning will provide a level of effectiveness and efficiency in a learning, and using video will explain the information we want in a short time. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan seni pertunjukan melalui pendidikan seni pada anak usia dini di Kabupaten Aceh Besar, Sebab periodisasi perkembangan seni di Indonesia sangat sulit. Aceh Besar adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh, sebelum dimekarkan pada akhirnya tahun 1970-an, ibu kota Kabupaten Aceh Besar adalah Kota Banda Aceh. Setelah Kota Banda Aceh berpisah menjadi Kota Madya tersendiri, ibu kota Kabupaten dipindahkan ke Jantho di pegunungan Seulawah. Menciptakan seniman-seniman cilik melainkan menawarkan sejumlah pengalaman yang bermanfaat untuk mengasah pribadi yang apresiasif dan kreatif melalui pendidikan seni. Kegiatan Seni yang akan didapatkan anak usia dini nantiknya akan memberikan dampak yang baik bagi keberlangsungan seni dan budaya di Aceh Besar dan Sekitarnya. Anak-anak usia dini merupakan salah satu pendukung dalam mempertahankan seni yang berkembang saat ini, menjadi pilihan media penyampaian nasehat dalam nilai-nilai moral. Dalam hal ini suatu upaya pelatihan seni dapat dipelajari oleh guru, sebab secara emosional guru lebih dekat dengan anak didik dan ilmu yang diperoleh oleh guru, dapat diaplikasikan dan mengajarkan ke anak-anaknya. Untuk mencapai tujuan dari pengabdian ini, maka dilakukan sistem pembelajaran baru dengan menggunakan metode Video Based Learning, saat ini kemudahan media video membuat eksistensi multimedia tersebut sangat diminati. Video dapat di putar melalui, leptop, komputer, dan handphone, sehingga video yang diinginkan sangat mudah diputar dimana saja. Dalam dunia pendidikan harus mengikuti perkembangan sistem pembelajaran, dengan menggunakan Video Based Learning atau belajar berbasis video akan memberikan dampak yang positif bagi guru untuk mendapatkan ilmu metode pembelajaran seni pertunjukan bercerita, menari dan bercerita. Menggunakan Video Based Learning akan memberikan tingkat efektivitas dan efisien dalam sebuah pembelajaran, dan menggunakan video akan menjelaskan informasi yang kita inginkan dalam waktu yang singkat.
KAMPUNG BAHASA SEBAGAI MEDIA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA: ANALISIS KEBUTUHAN Rahayu Purbasari; Rahmat Darmawan; Hudiyekti Prasetyaningtyas; Ati Sumiati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract University Foster Village as a form of village community development and empowerment program and as one of the community service activities (PkM) are carried out by universities to overcome problems in the village with various aspects through efforts to improve the awareness/attitude, insight/knowledge and skills of the villagers. In line with these efforts, Desa Cisaat, Ciater, Subang as a fostered village of Jakarta State University (UNJ) has enormous potential for community empowerment and development, especially in the areas of education, tourism as well as culture and art. This multi-year activity is expected to improve the lives of the villagers whose village as one of the educational tourism destinations Through needs mapping, this community service activity in the first year aims to explore the establishment of a language village in Desa Cisaat Ciater, Subang. This mapping will be used to determine the type of language village in which the local potential could be elevated. Abstrak Desa Binaan Universitas sebagai salah satu bentuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa dan sebagai salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan oleh perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan di desa dengan berbagai aspek melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan penduduk desa. Sejalan dengan upaya tersebut, Desa Cisaat, Ciater, Subang sebagai desa binaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memiliki potensi yang sangat besar untuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pariwisata serta budaya dan seni. Kegiatan multi tahun ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa yang desanya dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata pendidikan. Melalui analisis kebutuhan, kegiatan pengabdian masyarakat di tahun pertama ini bertujuan untuk menjajaki berdirinya kampung bahasa di Desa Cisaat, Ciater, Subang. Analisis kebutuhan ini akan digunakan untuk menentukan jenis kampung bahasa yang mengankat potensi lokal desa tersebut.
PEMBERDAYAAN LEGALITAS PRODUK LOKAL USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MELALUI PROGRAM HIBAH MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI DESA PUNTUKREJO Reza Ilham Maulana; Aldi Rizki Khoiruddin; Kadek Dwi Ariani; Tifani Rizki Dianisa; Zufar Maulana Ar-Razaq; Andini Timoer Putri; Keisya Kalyana Mahdy; Yundha Rachmawati; Martina Radin; Elma Dzakya Salsabila Rein Hart; Rysca Indreswari; Muhammad Rustamaji
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Examining the development of the number of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Puntukrejo Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, where in 2019 there were 15 MSME actors, then increased by 30 MSMEs in 2020, until the latest data on the number of existing MSMEs reached 50 SMEs. The development of the number of MSMEs and the products of Puntukrejo Village is not proportional to the awareness of MSME actors on the importance of managing the legal aspects of MSME products and registering trademark rights to the Directorate General of Intellectual Property of the Ministry of Law and Human Rights. Therefore, with the problem of the legality aspect of MSMEs and the registration of trademark rights, the service team realized a solution idea to be able to overcome these problems. The service team's service activities are carried out based on the Participatory Rural Appraisal (RPA) method. The purpose of the service is to raise awareness and the active role of MSME actors in Puntukrejo Village in managing the legality of MSMEs and registering Brand Rights. In addition, the service team carried out this activity through the MBKM (Merdeka Belajar Merdeka Campus) program. The form of activities carried out are projects in villages ranging from data collection, socialization, assistance in managing the legal aspects of MSMEs, registration of trademark rights, commercialization to preparing reports and publications. As a result of this activity in the form of completing the legality aspect for MSME actors, the creation of a Trademark Rights certificate for MSME actors in Puntukrejo Village, understanding of the commercialization of Trademark Rights for superior products of Puntukrejo Village, and the independence of Puntukrejo Village MSMEs in developing Mark Rights. Abstrak Menelaah perkembangan jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar yang mana pada tahun 2019 terdapat 15 pelaku UMKM, kemudian meningkat sebanyak 30 UMKM pada 2020, hingga data terakhir jumlah UMKM yang ada mencapai 50 UMKM. Perkembangan jumlah UMKM dan produk-produk Desa Puntukrejo tersebut tidak sebanding dengan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya mengurus aspek legalitas produk UMKM dan mendaftarkan Hak Merek kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM. Oleh karena itu, dengan adanya permasalahan terhadap aspek legalitas UMKM dan pendaftaran Hak Merek ini, tim pengabdi mewujudkan ide solutif untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian tim pengabdi laksanakan berdasarkan metode Participatory Rural Apprasial (RPA). Tujuan pengabdian adalah menumbuhkan kesadaran dan peran aktif pelaku UMKM Desa Puntukrejo dalam mengurus legalitas UMKM serta mendaftarkan Hak Merk. Selain itu, tim pengabdi melaksanakan kegiatan ini melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Bentuk kegiatan yang dilakukan yakni proyek di desa mulai dari pendataan, sosialisasi, pendampingan pengurusan aspek legalitas UMKM, pendaftaran Hak Merek, komersialisasi hingga penyusunan laporan dan publikasi. Sebagai hasil dalam kegiatan ini berupa telengkapinya aspek legalitas bagi pelaku UMKM, terciptanya sertifikat Hak Merek bagi para pelaku UMKM di Desa Puntukrejo, pemahaman mengenai komersialisasi Hak Merek produk unggulan Desa Puntukrejo, serta mandirinya UMKM Desa Puntukrejo dalam mengembangkan Hak Merek.
SOSIALISASI PEMBUATAN LAPANGAN DAN PERTANDINGAN OLAHRAGA PICKLEBALL Rina Ambar Dewanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service activity aims to provide services and information to the community in the Cisaat Village area, Ciater District, Subang Regency, West Java regarding the sport of pickleball. This is done because there are still many elementary schools that do not have sports game facilities and lack of knowledge of contemporary sports games. So it is deemed necessary to provide knowledge and grants for pickleball game sports infrastructure. This service activity was carried out on June 29, 2022 in Cisaat Village, Ciater District, Subang Regency, West Java. The method used is the implementation method that is carried out to provide pickleball game sports facilities. This activity is partnered with Cisaat Village officials, Ciater District, Subang Regency, West Java as a form of community service by the Faculty of Sports Science, Jakarta State University. The results of the service activities obtained satisfaction and appreciation from school principals, teachers, village heads, and the people of Cisaat Village. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat di wilayah Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat mengenai olahraga permainan pickleball. Hal ini dilakukan karena masih banyak sekolah dasar yang belum memiliki fasilitas olahraga permainan dan kurangnya pengetahuan olahraga permainan kontemporer. Sehingga dianggap perlu dilaksanakannya pemberian pengetahuan dan hibah sarana prasarana olahraga permainan pickleball. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2022 di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode penerapan yang dilaksanakan untuk memberikan fasilitas olahraga permainan pickleball. Kegiatan ini bermitra dengan perangkat Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat oleh institusi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Hasil kegiatan pengabdian didapatkan kepuasan dan apresi dari kepala sekolah, guru, kepala desa, dan masyarakat Desa Cisaat.
SEJARAH DAN KEARIFAN LOKAL CIANJUR SEBAGAI SUMBER PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA DESA BOBOJONG Kurniawati; Abrar; M. Fakhruddin; Pamela Ayesma; Triasih Kartikowati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This article aims to foster character education for the younger generation as agents of national change. One of the steps and the right way to implement character education is through local history. Cianjur is an area that is famous for its culture and historical traces. Famous in this area are the three pillars of culture, namely Ngaos, Mamaos, and Maenpo. So that this community service activity is carried out in Cianjur Regency, especially in Bobojong Village. This PKM activity is focused on youth. The method used in this service consists of three stages, namely (1) Planning, in which researchers coordinate between Postgraduate UNJ and the Cianjur Regency, (2) Implementation Phase, which is carried out on June 25, 2022, activities are carried out by holding discussions about local history in Bobojong Village, and (3) the evaluation stage, namely by distributing questionnaires to participants, so that the results obtained with this activity greatly helped the youth in increasing knowledge, especially about history, and fostered the interest of the youth to love history. Therefore, utilizing local history is the right step to instill character in the younger generation. Indonesia, which is rich in culture and historical traces, is very interesting if it can be used to foster character education in the younger generation. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menumbuhkan pendidikan karakter kepada generasi muda sebagai agen perubahan bangsa. Salah satu langkah dan cara tepat dalam menerapkan pendidikan karakter adalah melalui sejarah lokal. Cianjur adalah wilayah yang terkenal dengan budaya dan jejak-jejak sejarah. Yang terkenal di wilayah ini adalah tiga pilar budaya yaitu Ngaos, Mamaos, dan Maenpo. Sehingga kegiatan pengabdian masyrakat ini dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, Khususnya di Desa Bobojong. Kegiatan PKM ini difokuskan kepada para pemuda. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu (1) Perencanaan, yaitu peneliti melakukan koordinasi antara Pascasarjana UNJ dan pihak Kabupaten Cianjur, (2) Tahap Pelaksanaan, yaitu dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2022, kegiatan dilakukan dengan mengadakan diskusi tentang sejarah lokal yang ada di Desa Bobojong, dan (3) Tahap evaluasi, yaitu dengan menyebarkan anket kepada peserta, sehingga di dapat hasil dengan adanya kegiatan ini sangat membantu para pemuda dalam menambah pengetahuan khususnya tentang sejarah, dan menumbuhkan ketertarikkan para pemuda untuk mencintai sejarah. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sejarah lokal merupakan langkah yang tepat untuk menanamkan karakter pada generasi muda. Indonesia yang kaya akan budaya dan jejak-jejak sejarah sangat menarik jika bisa dimanfaatkan dalam menumbuhkan pendidikan karakter pada generasi muda.
OPTIMALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDes) DI DESA CISAAT KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Tri Hesti Utaminingtyas; Mardyah Aliviani Batubara; Ifrohatun
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Village Fund is one source of income in every village, which comes from the government. With the Village Fund, the amount of Village income will increase. Increasing village income is intended to improve community service facilities in the form of meeting basic needs, strengthening village institutions and other activities needed by village communities which are decided through the Village Musrenbang. However, the existence of the Village Fund also raises a new problem, namely that not a few people are worried about the management of the Village Fund. This is related to the condition of village officials who are considered to have low quality human resources, and the community is not yet critical of the management of the village income and expenditure budget (APBDesa) so that the form of supervision carried out by the community cannot be maximized. Although the preparation of the APBDes in Cisaat Village has involved elements of the community, the impact has not been felt to the maximum so that improvements and improvements are still needed so that the benefits are increasingly felt by the entire village community Abstrak Dana Desa meupakan salah satu sumber pemasukan di setiap desa, yang berasal dari pemerintah. Dengan adanya Dana Desa, jumlah pendapatan Desa akan meningkat. Meningkatnya pendapatan desa dimaksudkan untuk meningkatkan sarana pelayanan masyarakat berupa pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan kelembagaan desa dan kegiatan lainnya yang dibutuhkan masyarakat desa yang diputuskan melalui Musrenbang Desa. Tetapi dengan adanya Dana Desa juga memunculkan permasalahan baru, yaitu tak sedikit masyarakat yang mengkhawatirkan tentang pengelolaan Dana Desa. Hal ini berkaitan dengan kondisi perangkat desa yang dianggap masih rendah kualitas SDM-nya, dan belum kritisnya masyarakat atas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa) sehingga bentuk pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat tidak dapat maksimal. Meskipun Penyusunan APBDes Desa Cisaat sudah melibatkan unsur masyarakat, akan tetapi dampaknya belum dirasakan secara maksimal sehingga masih diperlukan perbaikan dan peningkatan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa
SOSIALISASI SPORT RECOVERY PADA KSR PMI UNIT UNJ Ruliando Hasea Purba; Mansur Jauhari; Tridinda Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The KSR-PMI unit of UNJ is one of the fields to channel talents in organizations and communities that often serve in the health sector. The purpose of holding this event is to increase the knowledge of sports recovery KSR-PMI units of UNJ. 55 members of the KSR-PMI unit of UNJ participated in this activity. The method of implementing this activity begins with the provision of Pre- Test questions, then the explanation of the material, followed by a discussion, after which the Post-Test questions are given, and then data analysis is carried out using IBM SPSS Statistics 26 and Ms Excel. The results of the data analysis showed that the post-test mean (26.63) > the pre-test mean (58.45). Participants experienced an increase in knowledge about recovery by 119% after participating in this activity. The motivation and enthusiasm of the participants are very high marked by activeness during discussions. Efforts that can be made by members of the Indonesian Red Cross Voluntary Corps (KSR PMI) UNIT UNJ after this activity, namely being able to take preventive measures so that the potential for injury decreases and have sufficient knowledge to be able to implement it to the community and provide sports recovery information to the community. Abstrak. KSR-PMI unit UNJ adalah salah satu bidang untuk menyalurkan bakat dalam organisasi maupun kemasyarakatan yang sering bertugas di bidang Kesehatan. Tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan sport recovery KSR-PMI unit UNJ. Anggota KSR-PMI unit UNJ yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 55 orang. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu diawali dari pemberian soal Pre-Test, lalu penjelasan materi, dilanjutkan diskusi, setelah itu diberikan soal Post-Test, lalu dilakukan analisis data dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 26 dan Ms. Excel. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa mean post-test (26,63) > mean pre-test (58,45). Peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang recovery sebesar 119% setelah mengikuti kegiatan ini. Motivasi dan antusiasme dari para peserta sangat tinggi ditandai dengan keaktifan saat diskusi. Upaya yang dapat dilakukan oleh anggota Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit UNJ setelah kegiatan ini, yaitu dapat melakukan tindakan pencegahan agar potensi cedera menurun serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat mengimplementasikannya kepada masyarakat dan memberi informasi sport recovery kepada masyarakat.
PENGABDIAN PERANAN LITERASI FISIK SEBAGAI PENGABDIAN MASYARAKAT BERBUDAYA OLAHRAGA DI DESA CISAAT, JAWA BARAT Aryati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service activity aims to provide socialization of the role of physical literacy on sports culture for kindergarten teachers in the Cisaat Village area, Ciater District, Subang Regency, West Java. Early Childhood requires active movement 3 hours a day (WHO2019). Cultivating sports by providing knowledge and practicing physical literacy will show many positive influences in early childhood where teachers as friends, models, motivators, facilitators are the spearhead of the implementation of learning by playing. Teachers who still need a lot of support such as teacher clothes that help movement more freely. Learning through movement is highly recommended and plus hours of activity. A good change in the level of development of early childhood as the "golden age" of cultivating sports with a variety simple games of physical literacy. The Quality of early childhood teachers create early childhood to do independently. Obtaining the game facilities and infrastructure provided with teachers and early childhood better opportunity. The beautiful environment and early childhood being able to travel to school on foot is an extraordinary culture shared by students in Cisaat Village. The method used is a method of demonstration and practice in the field as well as discussion in class. This activity is in partnership with the Cisaat Village apparatus as a form of community service. The results of the service activities obtained the level of knowledge of kindergarten teachers of physical literacy is high level of participants. The realization of the results of sports culture provides a success on the influence of daily life through discipline, maintaining health, understanding physical literacy in practice both have motivation, confidence, physical skills, knowledge and support the social environment by carrying out activities is a very useful and positive physical literacy concept from teachers giving postive feedback after discussion and demonstration. Kindergarten teachers are very important at the early childhood level, it takes character in sports culture, not only given to early childhood, also needs the support of parents, and an environment is a key. Further research on physical literacy needed on a scientific point of view while time has limited on it.. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi peranan literasi fisik berbudaya olahraga kepada guru taman kanak-kanak di wilayah Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Anak Usia Dini membutuhkan gerak aktif 3 jam sehari (WHO2019). Membudayakan olahraga dengan memberikan pengetahuan dan mempraktekan literasi fisk sangat tentu akan menunjukan banyak pengaruh positif pada anak usia dini yang mana guru sebagai teman, model, motivator, fasilitator merupakan ujung tombak dari pelaksanaan pembelajaran dengan bermain akan lebih terwujud dengan baik. Sehingga dari kebanyakan guru yang masih membutuhkan banyak dukungan seperti pakaian guru yang membantu gerak lebih leluasa dengan lingkungan anak yang memang cara belajar melalui gerak sangat dianjurkan dan ditambah jam aktifitasnya. Perubahan yang baik pada tingkat perkembangan anak usai dini sebagai “golden age” dari membudayakan olahraga dengan berbagai macam permainan literasi fisik pada permaianan sederhana yang disuguhkan akan mempermudah anak usia dini melakukan secara mandiri setelah mndapatkan sarana dan prasarana permainan yang diberikan Bersama guru dan anak usia dini. lingkungan yang asri dan anak usia dini dapat melakukan perjalanan kesekolah dengan berjalan kaki merupakan budaya yang luar biasa dimiliki oleh murid-murid di Desa Cisaat. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan praktek dilapangan serta diskusi dikelas. Kemitraan yang bergabung pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan hasil yang sangat baik pada diskusi dan antusias para peserta pada pelaksanaan demostrasi sangat baik, dimana peserta yang terlibat adalah guru dan orang tua. Kegiatan ini bermitra dengan perangkat Desa Cisaat sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian didapatkan tingkat pengetahuan guru taman kanak- tentang literasi fisik berbudaya olahraga. Terwujudnya hasil berbudaya olaharaga memberikan suatu keberhasilan pada pengaruh kehidupan sehari-hari melalui displin, menjaga Kesehatan, memahami literasi fisik secara praktek baik memiliki motivasi, percaya diri, ketrampilan fisik ,pengetahuan serta mndukung social lingkungan dengan melakukan kegiatan merupakan konsep literasi fisik yang sangat bermanfaat dan positif dari guru-guru meberikan pertanyaan-pertanyaan semangat terlihat. Guru TK adalah profesional yang sangat penting pada tingkat anak usia dini, dibutuhkan karakter dan berbudaya olahraga, tidak hanya diberikan pada anak usia dini, namu juga membutuhkan dukungan dari orang tua, dan lingkungan yang dapat memfasilitasi. Masih diperlukan penelitan selanjutnya pada litrasi fisik dari sudut keilmuan yang memang dibutuhkan dengan waktu terbatas ini.
PEMBENTUKAN PERATURAN DESA SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI DESA SOMA MALIFUT Sukitman Asgar; Sahrul Hi. Posi; Sahrestia Kartianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The low level of education of the Village Government coupled with weak regulatory support has an impact on policy making for the Village Head. Some of the basic problems that occur in Soma village are the high level of violence and delinquency in children, market traders who do not know the accounting calculations for every profit earned including village assets that are not organized. To solve these problems, it is necessary to support village level regulations, in this case Village Regulations. Village regulations are needed apart from overcoming and protecting the village head from legal risks as well as the basis for the village head to take policies for the progress and welfare of its citizens, so that counseling and training is needed for the village government and the village consultative body, the community and market traders. As for after the counseling was carried out, it was found. one, the Village Government has never received guidance related to the Preparation of Village Regulations. two, residents do not understand how to educate children with a humanistic existential pattern to prevent wear and tear and the importance of calculating Profit for Traders for Business Continuity and Contribution to Market Development. The conclusion from this Service Implementation is that the Village Head has the will to organize the market for a better, but collided with the absence of a legal umbrella for policy making in question, including in terms of child protection arrangements. Abstrak Rendahnya tingkat pendidikan Pemerintah Desa ditambah dengan dukungan regulasi yang lemah sangatlah berdampak pada Penyelenggaraan Pemerintahan di tingkat Desa. Beberapa persoalan mendasar yang terjadi di desa Soma yaitu tingginya tingkat Kekerasan dan Kenakalan pada Anak, pedagang pasar yang tidak mengetahui perhitungan akuntansi atas setiap laba yang diperoleh termasuk pula Aset desa yang tidak tertata. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu didukung dengan regulasi tingkat desa dalam hal ini Peraturan Desa. Peraturan Desa dibutuhkan selain melindungi kepala desa dari resiko hukum juga untuk mengatasi stagnisasi penyelenggaraan Pemerintahan serta sebagai dasar pengambilan kebijakan kepala desa demi kemajuan dan kesejahteraan warga desa, sehingga perlunya dilakukan Penyuluhan dan Pelatihan bagi Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa, masyarakat dan para Pedagang Pasar. Setelah dilaksanakan Penyuluhan ditemukan satu, Pemerintah Desa belum pernah mendapatkan bimbingan terkait dengan Penyusunan Peraturan Desa. dua, warga tidak memahami bagaimana mendidik anak dengan pola eksistensial humanistik untuk mencegah terjadinya kenakalan serta pentingnya perhitungan Laba bagi para Pedagang untuk Kelangsungan Usaha dan Konstribusi bagi Pengembangan Pasar. Kesimpulan dari Pelaksanaan Pengabdian ini adalah Kepala Desa memiliki kemauan untuk menata pasar agar lebih baik, namun terbentur dengan tidak adanya payung hukum untuk pengambilan kebijakan dimaksud, termasuk dalam hal pengaturan Perlindungan Anak.
BAHASA INGGRIS UNTUK KOMUNIKASI BUDAYA DAN WISATA DI DESA CISAAT KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT Dwi Linda Kusuma; Wiratri Anindhita; Ati Sumiati; Sigit Widiatmoko
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Human resource’s ability is one of the problems that relates to livelihood potential in terms of the field of tourism. It has relation with A group of tourist awareness (kelompok sadar wisata), homestay Owner, Interpretation media, and culture and local wisdom packaging and branding. Those problems require some solutions in order to give some impacts towards tourist village assistance may run well and support the villagers in increasing their quality and competitive standard of living. One of the ways to overcome the problem about human resource is giving English Training to support human resource management in managing tourism sector as both national and international destination. The English Training give positive and good impact towards Tourist Awareness Group and homestay Owner, namely participants showed significant improvement in English for the purpose of Tour Guide. Abstrak Kemampuan sumber daya manusia merupakan salah satu masalah yang berkaitan dengan potensi mata pencaharian di bidang pariwisata. Masalah- tersebut berkaitan dengan kelompok sadar wisata, pengelola home stay, media interperetasi, serta pengemasan budaya dan kearifan lokal. Masalah sumber daya manusia tersebut membutuhkan adanya solusi agar pendampingan desa wisata menjadi maksimal, sehingga mampu mendukung masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup yang berkualitas dan berdaya saing. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan terkait sumber daya manusia adalah dengan memberikan pelatihan bahasa Inggris dasar yang dapat mendukung dalam manajemen sumber daya manusia dalam mengelola sektor wisata menjadi destinasi nasional maupun internasional. Pelatihan bahasa Inggris ini dilakukan secara tatap muka untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pengelola Homestay telah memberikan dampak positif dan baik, yaitu peserta menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam bidang Bahasa Inggris untuk keperluan pemandu wisata.