cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
MEWUJUDKAN ARGODADI SEBAGAI DESA INKLUSI BAGI DISABILITAS Arni Surwanti; Eni Istianti2 Istianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Development of Disadvantaged Regions and Transmigration has issued Guidelines for Facilitation ofInclusive Villages or disability-friendly villages, so that persons with disabilities can have the same opportunity to participate in development. The problem at this time argodadi village does not have data and perspectives on disability in its development, the community has not given attention and support to persons with disabilities, there are no village disability groups, people with disabilities are still low in welfare because it is difficult to access work, there are no policies at the village level related to the protection and fulfillment of disability rights. Through the inclusion movement from the village, it is hoped that the parties can play a role and encourage awareness for every member of the community about the importance of protection for persons with disabilities. The implementation method is to prepare Argodadi village to become an inclusion village by running 5 (four) stages of 9 (nine) stages to become an inclusion village. The result of this community service activity is the formation of 1 (one) community-based rehabilitation group in the village. There is a data base for people with disabilities at the village level, and 190 total data on persons with disabilities have been recorded. 1 (one) village disability group (KDD) wasformed, named Argodadi Pinilih. Training in the skills of persons with disabilities in mushroom cultivation and processed foods made from mushrooms. the composition of 1 (one) draft village regulation on the protection and empowerment of persons with disabilities. In order to achieve inclusion villages, the role ofthe government, the community, and persons with disabilities is needed. Abstrak Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mengeluarkan Panduan Fasilitasi Desa Inklusif atau desa yang ramah pada disabilitas, sehingga penyandang disabilitas dapat memiliki kesempatan yang sama berpartisipasi dalam pembangunan. Permasalahan pada saat ini Desa Argodadi belum memiliki data dan perspektif disabilitas dalam pembangunannya, masyarakat belum memberikan perhatian dan dukungan pada penyandang disabilitas, belum ada kelompok disabilitas desa, penyandang disabilitas masih rendah kesejahteraannya karena sulit mengkases pekerjaan, belum ada kebijakan di tingkat desa terkait perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas. Melalui gerakan inklusi dari desa diharapkan para pihak dapat berperan dan mendorong kesadaran bagi setiap anggota masyarakat akan pentingnya perlindungan pada penyandang disabilitas. Metode pelaksanaan adalah mempersiapkan desa Argodadi ini menjadi desa inklusi dengan menjalankan 5 (empat) tahapan dari 9 (Sembilan) tahapan untuk menjadi desa inklusi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya 1 (satu) kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat di desa. Adanya data base penyandang disabilitas tingkat desa, dan telah terdata 190 jumlah data penyandang disabilitas. Terbentuk 1 (satu) kelompok disabilitas desa (KDD), bernama Argodadi Pinilih. Pelatihan ketrampilan penyandang disabilitas dalam budidaya jamur dan makanan olahan dari berbahan dasar jamur. tersusunnya 1 (satu) draft peraturan desa tentang perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Guna menujudkan desa inklusi diperlukan peran pemerintah, masyarakat, dan penyandang disabilitas.
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GERAK PADA OLAHRAGA MASYARAKAT DI DESA CISAAT SUBANG JAWA BARAT Heni Widyaningsih; Albert A. Tangkudung; Eva Julianti; Hernawan; Aan Wasan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community sports is one of the sports activity programs carried out by all Indonesian citizens. The characteristics of Indonesia's territory are quite adequate in providing open land that can be used for physical activities and can even be used as an alternative recreational sport for the community. Cisaat Village is an area that has good potential to develop community sports activity programs with the availability of sufficient green open space but has not been utilized optimally by the local community. The approach or method that will be used in this activity is an educative approach and a persuasive approach where the local community will gain knowledge about the use of green open spaces and invite them to carry out more beneficial community activities. Thus it is hoped that it can have an impact, can be a routine activity held and managed by the community which will eventually improve the Sport Development Index(SDI). Abstrak Olahraga masyarakat merupakan salah satu program kegiatan olahraga yang dilakukan oleh seluruh warga Indonesia. Karakteristik wilayah Indonesia cukup memadai dalam menyediakan lahan terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktifitas fisik bahkan dapat dijadikan sebagai alternatif olahraga rekreasi bagi masyarakat. Desa Cisaat merupakan wilayah yang memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan program kegiatan olehraga masyarakat dengan ketersediaan ruang terbuka hijau yang cukup namun belum dimanfaat secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui pendekatan atau metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode pendekatan edukatif dan metode pendekatan persuasif dimana masyarakat setempat akan mendapatkan pengetahuan tentang pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau serta mengajak mereka untuk melaksanakan kegiatan kemasyarakatan yang lebih bermanfaat. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan dampak dapat merupakan kegiatan rutin diadakan dan dikelola oleh masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan Sport Development Indeks (SDI).
PENDAMPINGAN KELEMBAGAAN MENUJU DESA WISATA EDUKASI BERBASIS POTENSI DURIAN (LOKASI DESA KAUMREJO, NGANTANG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR) Awan setia dharmawan; Vina Salviana; Aniek Iriany
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Kaumrejo Village which is located in Malang Regency, precisely in Ngantang has the potential in the form of a durian tree which is the largest commodity produced by the Kaumrejo Village, the problem experienced by partners is how the management system and plan for making a tourist village with an attraction in the form of the original Ngantang durian are indeed become the commodity of the Kaumrejo village, besides that durian management groups have not yet been formed which will later become the main support for the tourist village, while the output targets proclaimed by our group are the first to provide social mapping of the community's carrying capacity of plans for the formation of tourist villages and the formation of groups. -the group that will indeed become the main support for the durian tourism village, it can be said later that the concept of the tourism village is community based tourism. Abstrak Desa Kaumrejo yang terletak di Kabupaten Malang, tepatnya di Ngantang memiliki potensi berupa pohon durian yang merupakan komoditi terbanyak yang dihasilkan oleh Desa Kaumrejo tersebut, permasalahan yang dialami oleh mitra adalah bagaimana system pengelolaan dan rencana pembuatan desa wisata dengan daya Tarik berupa durian asli Ngantang yang memang menjadi komoditi desa Kaumrejo tersebut, selain itu belum terbentuknya kelompok – kelompok pengelola durian yang nantinya akan menjadi penopang utama desa wisata tersebut, sementara target luaran yang dicanangkan oleh kelompok kami adalah pertama pengadaan pemetaan sosial terhadap daya dukung masyarakat akan rencana pembentukan desa wisata dan pembentukan kelompok-kelompok yang memang akan menjadi penopang utama desa wisata durian itu, bisa dikatakan nanti konsep desa wisatanya adalah community based tourism.
OPTIMALISASI MINDFUL PARENTING DAN MINDFUL DISCIPLINE PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI REMAJA USIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ernawati; Rahmadianty Gazadinda; Dwi Kencana Wulan; Fellianti Muzdalifah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mindful parenting is a parenting condition where parents give full attention to what is going on, act with purpose, and do not judge children when interacting. Based on the results of the needs analysis of the school and teachers, it was found that parents had difficulty implementing mindful parenting, especially for teenagers. This activity aims the purpose of this activity is to improve mindful parenting of parents who have junior high school-age children. The method used is giving a two-hour webinar. This webinar is divided into two major themes: mindful parenting and mindful discipline. At the end of the activity, the participants filled out a post-test about the evaluation of the activity. The results of this activity showed that as many as 12 respondents (all post-test respondents) stated that the material presented was interesting, useful, and applicable. Furthermore, all participants said that parenting materials need to be discussed next time. The recommendation from this activity is to conduct a replication study with a larger number of respondents to find out the effectiveness and impact of this activity more broadly. Abstrak Mindful parenting merupakan kondisi pengasuhan dimana orang tua memberikan perhatian penuh terhadap apa yang sedang terjadi, beraktifitas dengan tujuan, dan tidak menghakimi anak ketika berinteraksi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan kepada pihak sekolah dan guru, ditemukan bahwa para orang tua mengalami kesulitan untuk menerapkan mindful parenting, khususnya pada anak remaja. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan mindful parenting orang tua yang memiliki anak usia sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan yaitu pemberian webinar selama dua jam. Webinar ini dibagi menjadi dua tema besar, yaitu mindful parenting dan mindful discipline. Di akhir kegiatan, para peserta mengisi post-test tentang evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa sebanyak 12 responden (seluruh responden post-test) menyatakan materi yang disampaikan menarik, bermanfaat dan aplikatif. Lebih lanjut, seluruh peserta menyampaikan bahwa materi pengasuhan perlu dibahas di waktu yang mendatang. Rekomendasi dari kegiatan ini yaitu dilakukan penelitian replikasi dengan jumah responden yang lebih banyak untuk mengetahui efektifitas dan dampak kegiatan ini secara lebih luas.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN OBJEK WISATA MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DENGAN PENDEKATAN APPRECIATIVE COACHING Daddy Darmawan; Intan Purnama Dewi; Rahmat Syah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Several villages in Sukamakmur District may be used as tourist villages. Tourism villages can be the focus of development and a driving force for the community economy, especially in Sirnajaya Village. Sirnajaya village has several tourism developments, one of which is beautiful rural natural scenery, social activities and community crafts, all of which can be combined into a created tourist destination. Requires an effort to optimize tourism activities in Sirnajaya, the first thing that must be correct is the mastery of digital marketing, this has an important role as a medium of information and publication of village activities. This activity is carried out to optimize the use of digital or presenters from the world and activists to share their life stories and provide strategies for digitalizing tourist attractions. The PkM activity which 50 participants wanted to participate in, starting from the government elements of Sirnajaya Village, Pemuda to the community, gave new ideas to make Sirnajaya Village more developed by utilizing its local wisdom. This activity managed to get a positive response from the participants because in addition to digital marketing training, this activity also succeeded in providing understanding and education about the importance of digital marketing in the era of globalization. Abstrak Beberapa desa yang berada di Kecamatan Sukamakmur berpotensi sebagai desa wisata. Desa wisata dapat menjadi fokus pembangunan dan pendorong ekonomi kemasyarakatan terutamanya di Desa Sirnajaya. Desa Sirnajaya mempunyai beberapa pengembangan wisata salah satunya ialah pemandangan alam perdesaan yang cantik, aktivitas sosial dan kerajinan tangan masyarakat yang keseluruhnya bisa dipadukan menjadi tujuan wisata yang memikat. Memerlukan usaha optimasi aktivitas wisata di Sirnajaya, hal pertama kali yang harus benahi ialah kepenguasaan digital pemasaran, hal tersebut berperanan penting sebagai media informasi dan publikasi aktivitas wisata desa. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan optimalisasi penggunaan digital pemasaran atau mendatangkan pemateri dari dunia kampus dan pegiat untuk membagi kisah hidupnya dan memberikan strategi dalam membuat tempat wisata secara digitalisasi. Aktivitas PkM yang hendak dituruti oleh 50 peserta dimulai dari elemen pemerintahan Desa Sirnajaya, Pemuda sampai tokoh masyarakat ini memberi ide baru untuk membuat Desa Sirnajaya semakin berkembang dengan manfaatkan kearifan lokalnya. Hasil dari kegiatan pelatihan ini berhasil menuai tanggapan yang positif dari para peserta karena selain diajarkan pelatihan digital marketing, kegiatan ini juga berhasil memberikan pemahaman dan edukasi akan pentingnya digital marketing di era globalisasi.
PELATIHAN GROOMING DAN TEKNIK PRESENTASI BAGI MASYARAKAT DESA Maulana Amirul Adha; Henry Eryanto; Marsofiyati; Roni Faslah; Dedi Purwana; Ponco Dewi Karyaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The potential of Cisaat Village as a tourism village is expected to open up many opportunities for the local community to earn a better income by providing the best service for tourists. The problem of partners in this activity is the lack of understanding and skills of residents related to grooming and presentation techniques, therefore the purpose of implementing this community service activity is to provide grooming training and presentation techniques for village communities as a support in business activities in the field of village tourism. The training method is selected and carried out in this service activity, using a socialization, training, and evaluation approach. Based on the evaluation that has been carried out, the results of community service indicate an increase in the skills and understanding of participants related to grooming (self-appearance) and presentation techniques for participants. The success of the training activities that have been carried out is also shown by the active participation of the audience such as interactions between resource persons and participants, discussions, and questions during the training process, besides that participants are also quite enthusiastic to participate if training activities are held from the team in the future. Abstrak Potensi Desa Cisaat sebagai desa wisata, diharapkan dapat membuka banyak kesempatan bagi Masyarakat setempat untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik lagi dengan memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan. Permasalahan mitra dalam kegiatan ini yakni kurangnya pemahaman dan keterampilan warga terkait dengan grooming dan teknik Presentasi, oleh karena itu tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan grooming dan teknik presentasi bagi masyarakat desa sebagai penunjang dalam kegiatan usaha dibidang pariwisata desa. Metode pelatihan dipilih dan dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini, dengan menggunakan pendekatan sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan dan pemahaman peserta terkait dengan grooming (penampilan diri) dan teknik presentasi bagi peserta. Keberhasilan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan juga ditunjukkan oleh adanya partisipasi aktif dari audiens seperti interaksi antara narasumber dan peserta, berdiskusi, dan bertanya selama proses pelatihan, selain itu peserta juga cukup antusias untuk mengikuti jika diadakan kegiatan pelatihan dari tim pada masa selanjutnya.
PELATIHAN STRENGTH & CONDITIONING SE-WILAYAH III CIREBON, JAWA BARAT Heru Mifakhudin; Okki Yonda
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract PB Data. PELTI in March 2022 for the age category under 10-16 years, showed that there was only 1 player fromregion III Cirebon, a/n Fauzan Ahmad with a national rating of 4 in the 16 year old male age group, seeing thisdata it was considered that there was a deficiency in fostering and building regional athletes to be able to compete and have national rankings. Specific to the area of training and coach development in tennis, an area that must be improved Together is a matter of technical tactics and strength and conditioning, because this area is the foundation or wheel for carrying out how to implement athlete skills on the field. Techniques in tennis are not just being able to hit the ball just as much, but more like serve, return serve, rally, approaching and net game, and passing shot or lob, and even in terms of the most basic elements, namely balance, raquet face control and timing are indicators of tennis athletes that must be fulfilled perfect and must be able to do it effectively and efficiently, because these 5 things can deliver 50% help in creating a point. Tactics in tennis do not only talk about hitting consistency, but there are some things that must be mastered and stick to the 5 elements above, such as playing with an open court pattern, playing on weakness, playing variation, serve and volley, aggressive baseliner, counter puncher, behind the back, net rusher, 2 on 1, solid cross court, determining middle area, first taking initiative, high percentage. this tactic will help another 50% in creating points and of course victory. From the explanation above, not many coaches are aware that the supporting factor is strength and conditioning training so that players know which strength factors to strengthen, thus it is necessary to carry out community service activities with the title: Strength and Conditioning Training for Region III Cirebon, West Java. This activity is designed in order to make a fundamental contribution to regional trainers, physical education teachers as the target. Providing insight, knowledge and direct drill to physical education trainers and teachers about the theory and practice of Strength and Conditioning so as to provide provisions and opportunities in order to develop the activities of their students in the best and directed manner. The targeted output is in the form of the competence of trainers and teachers in fostering game sports in order to improve the quality of athlete human resources and trainer knowledge about how to train properly targeting region III Cirebon Abstrak Data PB. PELTI pada bulan maret 2022 untuk kategori usia dibawah 10 – 16 tahun, menunjukkan hanya terdapat 1 orang pemain asal wilayah III Cirebon, a/n Fauzan ahmad dengan peringakat 4 nasional kelompok umur 16 Tahun putra, melihat data tersebut dinilai ada kekurangan dalam membina dan membangun atlet daerah untuk bisa berkompetisi dan memiliki peringkat nasional. Spesifik pada area kepelatihan dan pengembangan pelatih dalam olahraga tenis, area yang harus diperbaiki Bersama adalah persoalan taktik tehnik dan strength and conditioning, kerena area ini merupakan fondasi atau roda untuk menjalankan bagaimana implementasi kemampuan skill atlet dilapangan, Tehnik dalam tenis bukan hanya sekedar bisa memukul bola saja sebanyak banyaknya, tapi lebih seperti serve, return serve, rally, approaching and net game, dan passing shot or lob, dan bahkan untuk dari segi elemen paing dasar lagi yaitu balance, raquet face control dan timing merupakan indicator atlet tenis yang harus terpenuhi secara sempurna dan harus bisa melakukannya dengan efektif dan efisien, karena 5 hal ini bisa mengantarkan membantu 50% dalam menciptakan sebuah poin. Taktik dalam tenis bukan hanya berbicara konsistensi pukulan, namun ada beberapa yang harus dikuasai dan menempel dengan unsur 5 hal diatas, seperti, bermain dengan pola open court, playing on weakness, playing variation, serve and volley, aggressive baseliner, counter puncher, behind the back, net rusher, 2 on 1, solid cross court, determining middle area, first taking inisiative, high percentage. taktik ini akan membantu 50% lagi dalam menciptakan poin dan tentunya kemenangan. Penjelasan diatas tidak banyak pelatih yang sadar bahwa faktor pendukungya adalah latihan strength and conditioning sehingga pemain mengetahui faktor kekuatan mana yang harus kuatkan, dengan demikian perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul: Pelatihan Strength and Conditioning Se-wilayah III Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini dirancang dalam rangka memberikan kontribusi mendasar pada pelatih daerah, guru pendidikan jasmani sebagai sasaran. Pemberian wawasan, pengetahuan dan drill langsung terhadap pelatih dan guru-guru pendidikan jasmani tentang teori dan praktek Strength and Conditioning sehingga memberikan bekal dan peluang dalam rangka mengembangkan aktifitas muridnya dengan sebaik baiknya dan terarah. Luaran yang ditargetkan berupa kompetensi pelatih dan guru
PENERAPAN AUTOMATIC WATERING BERBASIS KELEMBABAN PADALAHAN PERTANIAN KELOMPOK TANI RT 8 TERITIP LAUT Rizky Amelia; Boby Mugi Pratama; Trifani Arella Putra; Alzarfandy Fadillah Uzlifad; Farhan Ramadhani; Muhammad Asfian; Muhammad Gozy Al Vaiz
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Information technology in agriculture that developed now leads to the study of control and automation systems. Artificial irrigation techniques are vital in Indonesian agriculture. The main disadvantage of conventional irrigation systems is the incalculable amount of water supplied to the plants; as a result, the plants do not receive the optimal amount of water for growth. Teritip Laut Village in East Balikpapan is one of the areas with high potential for plantations and agriculture due to its proximity to the coast and favorable natural conditions. The RT 8 Farmers Group took advantage of this circumstance by creating agricultural land that was planted with a variety of plants. Farmers face challenges in the irrigation process and the pump control system, which is still manual, resulting in lower crop yields due to less-than-optimal plant growth rates. This study was conducted to assist farmers in automatically monitoring soil moisture content in order to optimize crop yields. By allowing farmers to automate the process of irrigating their plants, an Arduinobased automatic watering system with a variable soil moisture sensor is applied on agricultural media belonging to the Farmers Group RT 8. Three FC-28 soil moisture sensors put in the agricultural area are coupled to an Arduino UNO-based microcontroller, which controls the system. One of the humidity sensors will detect the soil moisture value at a specific threshold, which will cause the Arduino UNO to activate a relay, turn on the water pump, and switch on numerous sprinklers that have been installed. When the threshold value recorded on the analog data value of the FC-28 sensor module is greater than 400, the soil condition is considered to be dry. Although an analog data reading value of less than 400 is regarded as a damp soil condition, it doesn't call for spray irrigation. Abstrak Teknologi informasi dalam bidang pertanian saat ini mengarah pada studi tentang sistem kontrol dan otomatisasi. Teknik pengairan buatan memainkan peranan penting dalam pertanian di Indonesia. Kelemahan utama dari sistem irigasi konvensional adalah tidak terhitungnya jumlah air yang disuplai ke tanaman, akibatnya tanaman tidak menerima jumlah air yang optimal untuk pertumbuhan. Kelurahan Teritip Laut di Balikpapan Timur adalah salah satu wilayah dengan potensi perkebunan dan pertanian yang cukup baik, karena berdekatan dengan daerah pesisir pantai dan didukung dengan kondisi alam yang baik. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Kelompok Tani RT 8 dengan membuat lahan pertanian yang ditanami berbagai jenis tanaman. Dalam prosesnya, petani mendapati kendala pada proses pengairan dan sistem kendali pompa yang masih manual sehingga berpengaruh terhadap hasil panen sebagai akibat laju pertumbuhan tanaman yang kurang optimal. Studi ini dilakukan untuk membantu para petani agar dapat memantau kadar air tanah untuk mengoptimalkan hasil panen secara otomatis. Diterapkan automaticwatering system berbasis Arduino UNO dengan variabel sensor kelembaban tanah pada media pertanian milik Kelompok Tani RT 8 dengan memungkinkan para petani dapat mengotomatisasikan proses pengairan tanaman yang dimiliki. Sistem dikendalikan oleh sebuah mikrokontroler berbasis Arduino UNO yang terhubung dengan tiga buah sensor kelembaban tanah FC-28 yang dipasang di area pertanian. Pembacaan nilai kelembaban tanah yang berada pada nilai ambang tertentu pada salah satu sensor kelembaban akan membuat Arduino UNO memicu relay yang akan menghidupkan pompa air untuk mengalirkan air menujuke beberapa sprinkler yang telah terpasang. Kondisi tanah dikatakan kering ketika nilai ambang batas yang diperoleh pada nilai data analog modul sensor FC-28 lebih dari 400, sementara nilai bacaan data analog kurang dari 400 dianggap sebagai kondisi tanah yang basah sehingga tidak butuh penyiraman melalui sprinkler.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI JAHE DESA RASAU JAYA UMUM MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL Ari Widiyantoro; Muhammad Akib Yuswar; Uray Ristian; Nafsiatun
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Ginger Farmer Group in Rasau Jaya Umum Village is a ginger farmer group that only produces ginger rhizomes which are directly sold to collectors. This results in the farmers being less empowered to improve their welfare. Therefore, training and assistance is needed to improve the knowledge and skills of the Ginger Farmer Group in Rasau Jaya Umum Village in understanding various medicinal plants and their processing so as to increase the selling value of agricultural products. The implementation of activities is carried out in the form of training and assistance regarding medicinal plants and their processing. Based on observations made during the activity and then giving a questionnaire, data obtained that members of the ginger farmer group in Rasau Jaya Umum Village were enthusiastic about participating in the activity by 100%, increasing their knowledge by 30%, skills in processing medicinal plants increased by 40%. This condition is a trigger for improving the welfare of the ginger farmer group in Rasau Jaya Umum Village. Abstrak Kelompok Tani Jahe Desa Rasau Jaya Umum merupakan kelompok tani jahe yang hanya menghasilkan rimpang jahe yang langsung dijual ke pengepul. Hal ini mengakibatkan para petani kurang berdaya untuk meningkatkan kesejahteraannya. Oleh karena itu diperlukan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Jahe Desa Rasau Jaya Umum dalam memahami berbagai tanaman obat dan pengolahannya sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan mengenai tanaman obat dan pengolahannya. Berdasarkan observasi yang dilakukan selama kegiatan kemudian dilakukan pemberian kuisioner diperoleh data bahwa anggota Kelompok Tani Jahe Desa Rasau Jaya Umum antusias mengikuti kegiatan sebesar 100%, meningkat pengetahuannya sebesar 30%, dan keterampilan pengolahan tanaman obat meningkat 40%. Kondisi ini menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan Kelompok Tani Jahe Desa Rasau Jaya Umum.
PENGUATAN EKONOMI MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENERAPAN INTEGRATED FARMING SYSTEM BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KAMPUNG KALI MERAH DISTRIK MASNI KABUPATEN MANOKWARI Purwaningsih; Budi Santoso; Evi Warintan Saragih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Integrated farming system is a system that combines two or more agricultural activities, which are based on the concept of biological recycling, so that there is an input-output linkage between commodities that provide mutual benefits. This is expected to be an alternative solution for increasing land productivity, development programs, and environmental conservation as well as integrated village development. The abundance of palm frond waste from oil palm plantations and cow dung as farm-livestock waste is not utilized so it pollutes the environment. Therefore, it is necessary to empower the farmer-livestock community in utilizing and processing agricultural and livestock waste because farmers have limited knowledge and skills in utilizing waste to increase their productivity income. The method of implementing this activity is counseling and training by processing palm oil frond waste into silage for cattle feed and processing cow dung from biogas waste into organic fertilizer. The target of this activity is the MeJa farmer-livestock group consisting of a combination of OAP (Indigenous People of Papua) and non-Papuan residents. The participants of the activity were very enthusiastic and actively involved in counseling appropriate technology for the manufacture of organic fertilizers and silage from agricultural and livestock waste. The implementation of the activities has been running smoothly and can have a significant impact on the knowledge and skills of farmers in utilizing and processing waste so as to improve their economy. Abstrak Integrated farming system adalah sistem yang menggabungkan dua atau lebih kegiatan pertanian, berdasar konsep daur ulang biologis, sehingga terjadi keterkaitan input-output antar komoditas yang saling memberikan manfaat. Sistem ini diharapkan dapat sebagai salah satu solusi alternatif bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan serta pengembangan desa secara terpadu. Melimpahnya limbah pelepah kelapa sawit dari perkebunan kelapa sawit dan kotoran sapi sebagai limbah usaha tani-ternak tidak termanfaatkan sehingga mencemari lingkungan. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pemberdayaan masyarakat tani-ternak dalam memanfaatkan dan mengolah limbah pertanian dan peternakan karena petani-peternak memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah untuk menambah income. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan dengan mengolah limbah pelepah kelapa sawit menjadi silase untuk pakan ternak sapi dan mengolah kotoran sapi yang berasal dari limbah biogas menjadi pupuk organik. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok tani-ternak MeJa yang beranggotakan gabungan antara penduduk OAP (Orang Asli Papua) dan non-Papua. Peserta kegiatan sangat antusias dan secara aktif terlibat dalam penyuluhan teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik dan silase dari limbah pertanian dan peternakan. Pelaksanaan kegiatan telah berjalan dengan lancar dan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan petani-peternak dalam memanfaatkan dan mengolah limbah sehingga dapat meningkatkan ekonomi mereka.