cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PEMBERDAYAAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM ISU PERUBAHAN IKLIM MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI SMK YAPINUH MUARA GEMBONG BEKASI Hadi, Winoto; Henita Rahmayanti; Fanny Aulia N; Rizki Hamdallah Habel; Al Jallaludin Rumi; Inas Hanifah; Muhammad Saddam Widodo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Environmental problems are problems that must be faced from time to time. The environmental problem that must be faced at this time is climate change. Climate change is a condition where there is a change in weather patterns on a global scale in the long term. Many of the triggers for climate change are caused by human activities and lifestyles themselves. Education is urgently needed regarding environmental management to prevent climate change, especially for students at Yapinuh Vocational School, Muara Gembong District, Bekasi. The methods used in this activity are lectures, demonstrations, and discussions. The results found were that Yapinuh Vocational School students lacked knowledge about climate change prior to holding educational activities related to empowering knowledge on climate change issues. After holding education related to empowering knowledge on the issue of climate change, the knowledge of Yapinuh Vocational School students, Muara Gembong District, Bekasi, began to increase. The results showed that there was an average increase between the pre-test and post-test, namely 0.088 and 0.28. Thus the material presented is clear and can be understood by Yapinuh Vocational High School students related to climate change issues. Abstrak Permasalahan lingkungan merupakan permasalahan yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Permasalahan lingkungan yang harus dihadapi pada saat ini adalah perubahan iklim. Perubahan iklim adalah kondisi dimana terjadi perubahan pola cuaca pada skala global secara jangka panjang. Pemicu perubahan iklim sendiri banyak dilakukan oleh aktivitas dan gaya hidup manusia itu sendiri. Sangat diperlukan edukasi terkait pengelolaan lingkungan untuk mencengah perubahan iklim yang terjadi khusunya pada siwa siswi SMK Yapinuh Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, dan diskusi. Hasil yang didapati adalah masih kurangnya pengetahuan tentang perubahan iklim pada siswa siswi SMK Yapinuh sebelum diadakannya kegiatan edukasi terkait pemberdayaan pengetahuan dalam isu perubahan iklim. Setelah diadakannya edukasi terkait pemberdayaan pengetahuan dalam isu perubahan iklim pengetahuan siswa siswi SMK Yapinuh Kecamatan Muara Gembong, Bekasi mulai meningkat. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata antara pre-test dan post-test, yaitu 0,088 dan 0,28. Dengan demikian materi yang disampaikan jelas dan dapat dipahami oleh para peserta didik SMK Yapinuh terkait dengan isu perubahan iklim.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PRODUK TANAMAN HERBAL UNTUK PERPUSTAKAAN DESA PANTAI MEKAR KECAMATAN MUARA GEMBONG BEKASI JAWA BARAT Hamiyati; Shinta Doriza; Dewi Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Back to nature is a healthy lifestyle that is widely practiced among the public by reducing the consumption of materials that harm the body and replacing them with natural ingredients. The target of this community service is students of SD Negeri Pantai Mekar 03, Muara Gembong sub-district, Bekasi, West Java. The lack of knowledge of the residents of Pantai Mekar village about herbal plants is one of the reasons why there is still a lot of empty land such as in people's yards or in schoolyards that have not been utilized properly and effectively. The solution to these problems is to create teaching materials for learning about herbal plants for the library so the residents gain knowledge about herbal plants and can make products from herbal plants. The method of implementation is to provide material through lectures, discussions, and practice of making beverage products from herbal plants, namely herbal medicine. The entire series of implementation was followed by students and the results were that students could understand the various basic ingredients, products, and how to make drinks from herbal plants. Students also experienced an increase in learning outcomes and proved to be able to practice making beverage products from herbal plants. Learning products from herbal plants provided can be a source of knowledge for the mini library of Pantai Mekar village, especially at SD Negeri Pantai Mekar 03, as well as having an impact on maintaining family immunity in the Pantai Mekar village community. Abstrak Back to nature adalah gaya hidup sehat yang banyak dilakukan dikalangan masyarakat dengan mengurangi konsumsi bahan yang membahayakan tubuh dan menggantinya dengan bahan alami. Sasaran pada pengabdian masyarakat ini adalah siswa SD Negeri Pantai Mekar 03, kecamatan Muara Gembong, kabupaten Bekasi Jawa Barat. Kurangnya pengetahuan warga desa Pantai Mekar tentang tanaman herbal, menjadi salah satu penyebab masih banyaknya lahan kosong seperti di pekarangan rumah warga atau di halaman sekolah sehingga belum dimanfaatkan dengan baik dan efektif. Solusi untuk permasalahan tersebut salah satunya dengan membuat bahan ajar pembelajaran tanaman herbal untuk perpustakaan desa Pantai Mekar agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang tanaman herbal dan dapat membuat produk dari tanaman herbal. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan materi kepada siswa SD Negeri Pantai Mekar 03 melalui ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan produk minuman dari tanaman herbal, yaitu jamu. Seluruh rangkaian pelaksanaan diikuti oleh siswa dan hasilnya siswa dapat memahami menganai macam-macam bahan dasar, produk, dan cara membuat minuman dari tanaman herbal. Siswa juga mengalami kenaikan nilai hasil belajar dan terbukti sudah dapat mempraktikkan pembuatan produk minuman dari tanaman herbal. Pembelajaran produk dari tanaman herbal yang diberikan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi perpustakaan mini desa Pantai Mekar khususnya di SD Negeri Pantai Mekar 03, sekaligus berdampak untuk menjaga imunitas tubuh keluarga pada masyarakat desa Pantai Mekar.
TRANSFORMASI GREEN MELALUI PENGUATAN ECOLITERACY PADA SISWA DAN GURU-GURU SMP DI WILAYAH PESISIR PANTAI KEPULAUAN SERIBU 2023 Nadiroh; Vania Zulfa; Dian Alfia Purwandari; Shahibah Yuliani; Mohammad Fahmi Nugraha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In 2023 this is focused on the Green Transformation aspect through Strengthening Ecoliteracy. Ecoliteracy or Environmental Literacy Training was delivered in a planned manner to create a training atmosphere in preparing the integration of environmental concepts and values to 23 Junior High School students and teachers, both male and female teachers in Hybrid (Offline and Online). These teachers have the active potential to design independent learning modules by integrating concepts and values that are actualized in the form of real attitudes and behaviors in everyday life, starting from elementary education. He success of this activity is targeted to start with students and teachers at the basic education level, in this case at SMP 241. Improving thematic learning planning, integrated integration of ecoliteracy through green transformation (Only 1 person always does it 11.1% from 9 teachers). Meanwhile, 7 students (50%) are trying to get used to making lifestyle changes towards an environmentally friendly lifestyle. These results show that teachers at SMP 241 Tidung Island, Thousand Islands Coastal Area, continue to innovate learning models integrating environmental concepts and values, while Class 7 students have demonstrated adequate ecoliteracy. Abstrak Pada tahun 2023 ini difokuskan pada aspek Transformasi Green Melalui Penguatan Ecoliteracy. Pelatihan Ecoliteracy atau Literasi Lingkungan disampaikan secara terencana untuk mewujudkan suasana pelatihan dalam mempersiapkan integrasi konsep dan nilai lingkungan kepada 23 Siswa dan guru –guru SMP baik guru laki laki dan perempuan secara Hybrid (Luring dan Daring). Guru-guru ini berpotensi aktif untuk merancang model pembelajaran merdeka belajar dengan mengintegrasikan konsep dan nilai-nilai yang teraktualisasi dalam wujud sikap dan perilaku nyata dalam keseharian kehidupan mulai dari pendidikan dasar, dan masyarakat. Hal ini akan berdampak pada capaian green ekonomi dan transformasi hijau. Capaian keberhasilan kegiatan ini ditargetkan diawali dari pada siswa dan guru-guru pada jenjang pendidikan dasar, yang dalam hal ini di lingkungan SMP 241. Melakukan perbaikan perencanaan pembelajaran tematik, terpadu integrasi ecoliteracy melalui transformasi hijau (Hanya 1 orang yang selalu melakukan 11,1% dari 9 Orang Guru). Sedangkan siswa berusaha membiasakan melakukan perubahan gaya hidup kea rah gaya hidup yang ramah lingkungan 7 Orang Siswa (50%). Dari hasil ini menunjukkan bahwa Guru Guru SMP 241 Pulau Tidung Wilayah Pesisir Pantai Kepulauan Seribu, terus melakukan inovasi model pembelajaran integrasi konsep dan nilai lingkungan sedangkan Siswa Kelas 7 telah menunjukan ecoliteracy yang cukup memadai.
PEMBINAAN SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ADIWIYATA DI WILAYAH BALI BARAT Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi; Zulfaidah Penata Gama; Nia Kurniawan; Muhammad Imam; Elan Herlina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community service activities have been carried out in the West Bali Region. Several schools in the western part of Bali, including Buleleng and Jembrana Regencies, still have not received an Adiwiyata school award. Community service activities were carried out offline with the target group being biology teachers and students from Buleleng and Jembrana Regencies. This activity aims to a) Increase the understanding of teachers and students regarding environmental culture and the independent curriculum to support Adiwiyata schools; b) Increase teacher awareness for the implementation of an independent curriculum to support environmental culture. Participants in the activity consisted of teachers and students. The method of implementing the activities is carried out by surveiing and inventorying problems, interviews, lectures and discussions as well as simulations. Participants in the activity totaled 70 people divided into several topics. Of the 70, 20 of them studied the topic of Adiwiyata schools. The average age of the respondents is 41-50 years, with an undergraduate education level. The level of understanding from the majority knowing little (71%) increased to very knowing (57%). The satisfaction level reached more than 80%, and all participants were willing to follow up on the understanding that had been obtained to develop environmentally cultured schools in the West Bali region. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan di Wilayah Bali Barat. Bebeapa sekolah di wilayah Bali bagian barat termasuk Kabupaten Buleleng dan Jembrana, masih banyak yang belum mendapat penghargaan sekolah adiwiyata. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan secara luring dengan target kelompok sasarannya adalah guru bidang biologi dan siswa dari Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Kegiatan ini bertujuan untuk a) Meningkatkan pemahaman guru dan siswa mengenai mengenai budaya lingkungan dan kurikulum merdeka untuk mendukung sekolah adiwiyata; b) Meningkatkan kesadaran guru untuk penerapan kurikulum merdeka untuk mendukung budaya lingkungan. Peserta kegiatan terdiri dari guru dan siswa. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan survei dan inventarisasi masalah, wawancara, ceramah dan diskusi serta simulasi. Peserta kegiatan berjumlah 70 orang yang terbagi dalam beberapa topik. Dari 70, 20 diantaranya mendalami topik tentang sekolah adiwiyata. Usia responden rata-rata 41-50 tahun, dengan tingkat pendidikan sarjana. Tingkat pemahaman dari mayoritas sedikit tahu (71%) meningkat menjadi sangat mengetahui (57%). Tingkat kepuasan mencapai lebih dari 80%, dan seluruh perserta bersedia untuk menindaklanjuti pemahaman yang telah diperoleh untuk mengembangkan sekolah berbudaya lingkungan di wilayah Bali Barat.
ANALISIS WILAYAH RAWAN BANJIR PADA DAS PADANGE, KABUPATEN BARRU, SULAWESI SELATAN Cahyadi Nugroho; Ramli Umar; Mithen
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this study is to evaluate the flood risk in the Padange Watershed, Barru District, and South Sulawesi Province. GIS overlay analysis is the analytical approach used to evaluate the degree of flood susceptibility. Six flood-prone factors—rainfall, slope, soil type, land use, elevation, and river buffer—are entered to create the overlay. The study's findings indicate that the following places in the Padange watershed have the potential to flood: (1) Low category, with a surface area of 36.57 m2; (2) Medium category, with a surface area of 14,994.22 m2; and (3) High category, with a surface area of 10105.52 m2. With a potential area of 3518.93 m2, the Binuang village/kelurahan exhibits the highest level of vulnerability. The 5,198.95 m2 Siawung village/kelurahan offers potential despite its modest susceptibility. With a 3.69 m2 size and a low level of risk, the Sepee village/kelurahan offers potential. To build community resilience in flood-prone areas, there is an urgent need for collaboration between the community and academia, the government, and others. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerawanan bencana banjir pada Daerah Aliran Sungai Padange, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode analisis yang digunakan dalam menganalisis tingkat kerawanan banjir dengan pendekatan analisis overlay dengan memanfaatkan SIG. Overlay dilakukan dengan melakukan input dari 6 parameter rawan banjir yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, elevasi dan buffer sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas wilayah yang berpotensi terjadinya banjir pada DAS Padange secara berturut-turut adalah: (1) Kategori Rendah dengan luas wilayah sebesar 36.57 m2; (2) Kategori Sedang dengan luas wilayah sebesar 14994.22 m2; dan (3) Kategori Tinggi dengan luas wilayah sebesar 10105.52 m2. Tingkat kerawanan tertinggi dialami pada desa/kelurahan Binuang dengan luas potensi wilayah sebesar 3518.93 m2. Pada tingkat kerawanan sedang, desa/kelurahan Siawung memiliki potensi dengan luas wilayah sebesar 5198.95 m2. Pada tingkat kerawanan rendah, desa/kelurahan Sepee memiliki potensi dengan luas wilayah sebesar 3.69 m2. Sinergi masyarakat bersama dengan akademisi, pemerintah dan para stakeholders sangat dibutuhkan guna meningkatkan resiliensi masyarakat pada wilayah yang rawan banjir.
POHON LITERASI SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN ANAK DI MUARA GEMBONG Vania Zulfa; Prastiti Laras Nugraheni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Reading is a window to the world that makes people close to literary works, books, national characters and civilizations. Information Literacy is the ability to know the information needed to solve problems, develop ideas, ask essential questions using various information-gathering strategies, determine relevant and authentic suitable information, and effectively use that information for issues or problems faced so that people are literate. But literacy in SD Negeri 03 Pantai Mekar. This community service activity aims to develop children's environmental awareness in Muara Gembong Village through the media of the literacy tree. In the first year, literacy trees will be made as a source of children's learning, accompanied by education on environmental preservation through story books and mini demonstrations of tree planting for early childhood and school-age children. In the second year, education and assistance will be carried out regarding the reforestation of the land around the yard as a form of application of the knowledge obtained while making literacy trees a source of learning. Community service is also expected to increase children's awareness, knowledge, attitudes and even skills in preserving the environment; it will also create a clean and healthy environment and improve family and environmental welfare. Abstrak Membaca adalah jendela dunia yang membuat manusia dekat dengan karya sastra, buku, karakter bangsa, dan peradaban. Literasi Informasi sebagai kemampuan untuk mengetaui kebutuan informasi untuk memecahkan masalah, mengembangkan gagasan, mengajukan pertanyaan penting menggunakan berbagai strategi pengumpulan informasi, menetapkan informasi yang cocok relevan dan otentik secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi agar masyarakat melek pada sebuah informasi. Namun literasi di SD Negeri 03 Pantai Mekar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kepedulian lingkungan anak di Desa Muara Gembong melalui media pohon literasi. Pada tahun pertama akan dilakukan pembuatan pohon literasi sebagai sumber belajar anak disertai dengan edukasi pelestarian lingkungan melalui buku cerita dan demo mini penanaman pohon pada anak usia dini dan anak usia sekolah. Pada tahun kedua akan dilakukan edukasi dan pendampingan terkait penghijauan lahan sekitar pekarangan rumah sebagai bentuk aplikasi pengetahuan yang sudah didapatkan selama menjadikan pohon literasi sebagai sumber belajar. Dengan pengabdian masyarakat ini diharapkan pula dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, sikap bahkan keterampilan anak dalam melestarikan lingkungan, selain itu juga akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN MENGHIAS HANTARAN SEBAGAI SALAH SATU KETERMPILAN UNTUK MENAMBAH PENGHASILAN KELUARGA DI KECAMATAN MUARA GEMBONG BEKASI JAWA BARAT Eti Herawati; Lilies Yulastri; Safira Permata Wulandari; Sherlyka Kurniastiputri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The "hantaran" is a form of creative arrangement crafted with meticulous folding techniques, without cutting, driven by a high sense of artistry. It considers occasion, theme, and aesthetic elements, such as the color of the packaging, accessories like ribbons, flowers, and other adornments, as well as the arrangement and packaging style. These gifts can be placed in parcel-shaped containers. The purpose of educating the PKK (Family Welfare Movement) mothers in the Muara Gembong Subdistrict is to enhance their knowledge of creating and decorating "hantaran," change their mindset about this art form, and improve family income. The benefits of this Community Empowerment Program (P2M) for PKK mothers in the Muara Gembong Subdistrict include providing knowledge and skills to the community, with the aim of boosting family economic well-being. One of the challenges faced by the Muara Gembong Subdistrict community is its coastal location, which necessitates training and education on creating and decorating "hantaran" as a means of increasing family income. To enhance the knowledge of PKK mothers in the Muara Gembong Subdistrict regarding the creation and decoration of "hantaran," the chosen method of approach is through informative sessions. This method is selected to ensure that PKK mothers in the Muara Gembong Subdistrict acquire a strong understanding of "hantaran.". Abstrak Hantaran itu adalah bentuk hasil karya dari penataan yang dirangkai atau disusun sedemikian rupa dengan teknik melipat, tanpa potong yang didasari dengan rasa seni yang tinggi, dengan memperhatikan kesempatan, tema serta unsur estetikanya, misalnya warna kemasan/pembungkusnya, perlengkapannya, seperti pita, bunga dan asesori lain serta susunan dan cara mengemasnya. Hadiah tersebut dapat ditempatkan dalam wadah yang diatur berbentuk parcel. Tujuan dari penyuluhan kepada ibu-ibu anggota PKK di Kecamatan Muara Gembong adalah untuk menambah pengetahuan ibu-ibu anggota PKK tentang pembuatan dan menghias hantaran, merubah pola pikir ibu-ibu anggota PKK tentang pembuatan dan menghias hantaran, dan meningkatkan penghasilan keluarga. Manfaat dari kegiatan P2M kepada ibu-ibu PKK di Kecamatan Muara Gembong adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, setelah mempunyai pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Permasalahan yang terjadi pada masyarakat Kecamatan Muara Gembong adalah Kecamatan Muara Gembong adalah daerah pesisir maka diperlukan adanya pelatihan/penyuluhan pembuatan dan menghias hantaran, sebagai salah satu usaha untuk menambah penghasilan keluarga. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu anggota PKK di Kecamatan Muara Gembong tentang pembuatan dan menghias hantaran, metode pendekatan yang dipilih adalah dalam bentuk penyuluhan. Metode ini dipilih agar ibu-ibu anggota PKK di Kecamatan Muara Gembong memiliki pengetahuan yang baik tentang hantaran.
PELATIHAN PERTANIAN PERKOTAAN SEDERHANA SKALA RUMAH TANGGA (URBAN FAMILY FARMING) DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI DARI SAYURAN SERTA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Yeney Widya Prihatiningtias; Nurkholis; Rizky Aditya Nugraha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service is carried out with the aim of increasing the motivation of the people in Malang City area to try simple farming in their homes (urban family farming) in the form of training. Through this activity, it is expected that the community will have simple basic provisions for growing vegetables in their own homes by utilizing existing yet limited home land so that the need of healthy food will be met. In addition, the fertilizers and pesticides that will be used will also come from household organic waste, which will reduce operational costs. In this way, nutritional needs from vegetables can be met without having to buy them, and in the end it is hoped that this can support the family economy where expenses for buying vegetables can be diverted to other needs. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan motivasi masyarakat di wilayah Kota Malang untuk mencoba bercocok tanam sederhana di rumah masing-masing (urban family farming) dalam bentuk pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memiliki bekal dasar sederhana dalam menanam sayuran di rumah masing-masing dengan memanfaatkan lahan rumah yang ada serta untuk memenuhi kebutuhan akan makanan sehat. Selain itu, pupuk dan pestisida yang akan digunakan juga berasal dari limbah organik rumah tangga sehingga akan menekan biaya operasional. Dengan demikian, kebutuhan gizi dari sayuran dapat terpenuhi tanpa harus membeli, dan pada akhirnya diharapkan hal ini dapat menopang ekonomi keluarga di mana pengeluaran untuk kebutuhan membeli sayuran dapat dialihkan untuk keperluan lainnya.
UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI DESA KARANGGONDANG KABUPATEN JEPARA MENUJU PERTANIAN ORGANIK Nindya Arini; Budi Gunawan; Arief Sudarmaji; Sri Mulyani; Fajar Nugraha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The increase in population is in line with the need for food. Fulfilling food needs needs to be followed by aspects that are carried out so that production can be increased while still maintaining the quality of agricultural products. One of the efforts that can be made towards good agricultural quality is to carry out agricultural practices towards organic farming which prioritizes the quality of agricultural products. Farmers as farming business managers need to obtain information on cultivation technologies and environmental modifications towards organic farming. The purpose of this service activity is to provide education towards empowering farmer groups in carrying out organic cultivation. Community service activities were carried out in Karanggondang Village, Mlonggo District, Jepara Regency in August 2023. This activity was actively participated in by 20 representative participants from farmer groups in Karanggondang Village. The method used in this activity is through socialization and mentoring activities in the practice of organic cultivation. Based on the activities that have been carried out, it shows that farmer group members have gained new knowledge about organic farming related to aspects of organic farming technologies. Abstrak Peningkatan jumlah penduduk sejalan dengan kebutuhan pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan tersebut perlu diikuti oleh aspek-aspek yang dilakukan sehingga dapat meningkatkan produksi namun tetap menjaga kualitas produk pertanian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menuju kualitas pertanian yang baik adalah melakukan praktik-praktik pertanian menuju pertanian organik yang mengedepankan kualitas produk hasil pertanian. Petani sebagai pengelola usaha tani perlu mendapatkan informasi teknologi-teknologi budidaya maupun modifikasi lingkungan menuju pertanian organik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi menuju pemberdayaan kelompok tani dalam melakukan budidaya secara organik. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara pada Agustus 2023. Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh 20 orang peserta perwakilan dari kelompok tani di Desa Karanggondang. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan dalam praktik budidaya organik. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilangsungkan menunjukkan bahwa anggota kelompok tani mendapatkan pengetahuan baru mengenai pertanian organik terkait aspek teknologi-teknologi pertanian organik.
CAPACITY BUILDING KELOMPOK WANITA TANI DESA BULU ULAWENG DALAM PENGOLAHAN COCOS NUCIFERA MENJADI KECAP Nining Wahyuni; Muhammad Jafar; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Nursyahira
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract So far, the use of coconut plants has only revolved around the pulp, husks and shells, while the coconut water (cocos nucifera) produced has not been used at all. In fact, old coconut water can be used as raw material for making soy sauce. The public is not yet aware of the activity of making soy sauce using coconut water due to the lack of knowledge and skills (capacity building) of partners regarding the use of coconut water. Through this service program, the Bulu Ulaweng Village Women's Farmers Group received comprehensive training and guidance in processing coconut water into sweet soy sauce. With in-depth training, partners are able to understand the entire process of producing soy sauce from coconut water, including processing, storing and marketing the product. Apart from that, converting old coconut water which is often thrown away into raw material for soy sauce is an environmentally friendly step while creating added value from natural resources that have previously been wasted. This service program was carried out to overcome partners' problems in processing coconut water into sweet soy sauce while improving the skills of partners, namely the Bulu Ulaweng Village Women's Farmers Group, in carrying out product differentiation. The results obtained in processing coconut water are more efficient and partners are able to make sweet soy sauce as a differentiated product. Abstrak Pemanfaatan tanaman kelapa selama ini hanya berkisar pada daging buah, sabut, dan batoknya saja, sementara air kelapa (cocos nucifera) yang dihasilkan tidak dimanfaatkan sama sekali. Padahal, air kelapa tua dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kecap. Penggiatan pembuatan kecap yang memanfaatkan air kelapa belum diketahui oleh masyarakat disebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan (capacity building) mitra akan pemanfaatan dari air kelapa tersebut. Melalui program pengabdian ini, Kelompok Wanita Tani Desa Bulu Ulaweng mendapatkan pelatihan dan bimbingan yang komprehensif dalam mengolah air kelapa menjadi kecap manis. Dengan pelatihan yang mendalam, mitra mampu memahami seluruh proses produksi kecap dari air kelapa, termasuk pengolahan, penyimpanan, dan pemasaran produk. Selain itu, mengubah air kelapa tua yang sering dibuang menjadi bahan baku kecap adalah langkah yang ramah lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang selama ini terbuang begitu saja. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan mitra dalam mengolah air kelapa menjadi kecap manis sekaligus meningkatkan keterampilan mitra yaitu Kelompok Wanita Tani Desa Bulu Ulaweng dalam melakukan diferensiasi produk. Hasil yang diperoleh dalam pengolahan air kelapa yaitu lebih efisien serta mitra mampu melakukan pembuatan kecap manis sebagai produk diferensiasi.