cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENCEGAHAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL MELALUI EDUKASI PASSIVE STRETCHING BAGI MASYARAKAT DESA BOJONG KONENG Ela Yuliana; Yuliasih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aim of this community service is to provide education to the people of Bojong Koneng Village, Babakan Madang District, Bogor, West Java about the benefits of doing passive stretching to prevent musculoskeletal disorders. Community service begins with discussions with partners, continues with designing community service activities, then implementing community service activities, and finally conducting an evaluation. Community service activities were carried out at SMP Negeri 2 Babakan Madang and were attended by 35 people consisting of active members of the Pancar Urang Youth Organization and Paud teachers in the Bojong Koneng Village environment, Babakan Madang District, Bogor, West Java. The methods used in community service are lectures and demonstrations packaged in the form of outreach. As a result of this service activity, there was a change in participants' knowledge and understanding. Participants in service activities become more knowledgeable and understand that doing passive stretching can provide benefits for preventing musculoskeletal disorders. In addition, it can be used as an alternative treatment related to musculoskeletal disorders. Keywords: passive stretching, musculoskeletal disorders Abstrak Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat tentang manfaat melakukan passive stretching untuk mencegah gangguan musculoskeletal. Pengabdian masyarakat dimulai dengan berdiskusi dengan mitra, dilanjutkan dengan merancang kegiatan pengabdian, kemudian pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan terkahir melakukan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMP Negeri 2 Babakan Madang, dan diikuti sebanyak 35 orang terdiri atas, anggota aktif Karang Taruna Pancar Urang dan guru Paud di lingkungan Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu ceramah dan demonstrasi yang dikemas dalam bentuk sosialisasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, terdapat perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta. Peserta kegiatan pengabdian menjadi lebih tahu dan paham bahwa, dengan melakukan passive stretching dapat memberikan manfaat untuk mencegah gangguan musculoskeletal. Selain itu, dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif terkait dengan gangguan musculoskeletal.. Kata Kunci: passive stretching, gangguan musculoskeletal
PSIKOEDUKASI KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER PASIEN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA PASUNG DESA TAMBAK MADURA Wahyuningsih, Sri; Misnadin; Nur Ardini, Fadia; Uzma Putri V, Safira; Haykal Ardiansyach, Fikri; Fitro Asmarani, Linda; Nur Afni, Shinta
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The high number of ODGJ in Madura is of particular concern to the authors and the UTM community service team. One of them is the case of ODGJ who was shackled in Sampang district, even though as many as 1333 ODGJ patients have been free from shackling. But there are still ODGJ who are shackled, namely in Tambak village there are 7 people released from shackles, and 2 people who are still shackled. The existing problem solving method is that the author together with the UTM community service team and Posyandu Jiwa Omben Community Health Center held a home visit to educate about activity daily learning (ADL) and provide drug therapy and injections to ODGJ and their families continuously or repeatedly. Injection therapy will be given once a month, but drug therapy will be given to ODGJ every day under family control. Psychoeducation using a therapeutic communication method approach is provided when the author and the community service team visit 2 to 3 times a month. The results of the methods provided by the community service team to families and patients with ODGJ have experienced significant changes, namely that ODGJ patients can carry out their daily activities independently, without relapse, although sometimes they are still under family control. The family also cares more and knows more about the therapy that should be given to family members with ODGJ. Because the support from the family is very influential for his recovery. Keywords: caregivers; Family; ODGJ; Psychoeducation. Abstrak Tingginya angka ODGJ yang ada di Madura menjadi perhatian khusus bagi penulis bersama tim abdimas UTM. Salah satunya kasus ODGJ yang dipasung di kabupaten Sampang, walaupun sudah sebanyak 1333 pasien ODGJ terbebas dari pasung. Tetapi masih ada ODGJ yang dipasung, yaitu di desa Tambak ada 7 orang terlepas dari pasung, dan 2 orang yang masih dipasung. Metode pemecahan masalah yang ada adalah penulis bersama tim abdimas UTM dan Posyandu Jiwa Puskesmas Omben mengadakan home visit atau kunjungan kerumah untuk mengedukasi tentang activity dayly learning (ADL) dan memberikan terapi obat maupun suntik kepada ODGJ beserta keluarganya secara terus menerus atau berulang. Terapi suntik akan diberikan setiap bulan sekali, tetapi terapi obat akan diberikan kepada ODGJ pada setiap harinya dibawah kendali keluarga. Untuk psikoedukasi dengan pendekatan metode komunikasi terapeutik diberikan, ketika penulis maupun tim abdimas visit dalam satu bulan 2 sampai 3 kali. Hasil dari metode yang diberikan oleh tim abdimas kepada keluarga dan pasien ODGJ mengalami perubahan secara significant yaitu pasien ODGJ sudah bisa melakukan aktivitas kesehariannya secara mandiri, tidak relaps, walau terkadang masih dibawah kontrol keluarga. Keluargapun lebih peduli dan lebih tahu tentang terapi yang harus diberikan kepada anggota keluarganya yang ODGJ. Karena dukungan dari keluarga sangat berpengaruh besar untuk kesembuhannya. Kata Kunci: Caregiver; Keluarga; ODGJ; Psikoedukasi.
SOSIALISASI DAMPAK EKSPLOITASI SEKSUALITAS DAN EKONOMI ANAK MENJADI PENJUAL GORENGAN DI KOTA MAKASSAR INDONESIA Ramlan, Herdianty; Kasnawi, Tahir; Manda, Darman; Kamaruddin, Syamsu; Syukur, Muhammad; Suardi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Exploitation in any form always leads to harmful consequences or, at the very least, does not provide significant benefits. This includes exploitation of children. This service provides an explanation to parents and children about the various forms, internal and external factors, and mechanisms of child exploitation, particularly in the aspects of sexual and economic exploitation. Furthermore, it addresses exploitation carried out by parents against their own children. The results of this service show that parents and children have responded positively to the information regarding the forms, internal and external factors, and mechanisms of parental exploitation of children, as provided by the outreach team to the community. The information shared during this outreach covers various forms of child exploitation, including sexual exploitation of children, commercial exploitation of children, criminal exploitation of children, and economic exploitation of children. The socialization materials also address the internal and external factors that lead parents to exploit their children. Internal factors include parental fear, a child's willingness to help their parents, awareness, and the desire to meet personal needs, as well as the ease of finding work. External factors include social environments, parental motivations and coercion, lack of parental concern, and low socioeconomic status. The socialization materials cover the mechanisms of child exploitation, including physical and psychological violence, threats, rewards, and freedom of association. These are considered crucial for parents and children to understand to prevent parents from becoming perpetrators of child exploitation and children from becoming victims of their parents while trying to support their families, such as by selling fried snacks. Abstrak Eksploitasi dalam bentuk apapun selalu akan berujung pada hal – hal yang merugikan atau setidaknya tidak memberikan manfaat yang besar termasuk eksploitasi terhadap anak, pengabdian ini memberikan penjelasan kepada orang tua dan anak terkait dengan bentuk-bentuk, factor internal dan eksternal serta mekanisme eksploitasi anak dalam aspek eksploitasi seksual dan ekonomi, selain itu eksploitasi dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Hasil pengabdian menunjukkan terkait dengan bentuk-bentuk, factor internal dan eksternal dan mekanisme eksploitasi orang tua terhadap anak mendapatkan respon positif dari orang tua dan anak yang mendapatkan sosialisasi dari tim pengabdian kepada masyarakat. Materi sosialisasi yang diberikan mencakup bentuk-bentuk eksploitasi terhadap anak yang terdiri dari eksploitasi seksualitas anak, ekspolitasi komersial anak, eksploitasi kriminalitas anak, eksploitasi ekonomi anak. Materi sosialisasi terkait factor internal dan eksternal orang tua melakukan eksploitasi terhadap anak mencakup ketakutan orang tua, kemauan anak membantu orang tua, kesadaran dan keinginan memenuhi kebutuhan pribadi dan pekerjaan yang mudah sebagai factor internal, sedangkan factor ekternalnya adalah lingkungan pergaulan, motivasi dan paksaan orang tua, kurangnya kepedulian orang tua dan rendahnya status sosial ekonomi orng tau. Materi sosialisasi mekanisme eksploitasi terhadap anak mencakup kekerasan fisik dan psikis, ancaman, pemberian hadiah dan kebebasan bergaul. Dianggap oleh orang tua dan anak merupakan hal yang sangat penting diketahui agar setiap orang tua tidak menjadi pelaku eksploitasi terhadap anak dan anak tidak menjadi korban dari orang tua dalam mecari nafkah menjadi penjual gorengan.
PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT DIVERSIFIKASI PRODUK BATIK PADA KELOMPOK BATIK KARISMA AGUNG DESA SUMBERAGUNG MALANG Annisau Nafiah; Hapsari Kusumawardani; Nurul Aini; Agus Hery Supadmi Irianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In order to turn batik into apparel, the Karisma batik group really needs training on how to sew clothes. This sewing training is very important to equip human resources to be skilled in making clothes so that batik, which was previously in the form of sheets of clothing material, can become ready-made and ready-to-wear clothes. The limited human resources we have to explore batik products inspired us. The PKM UM TEAM gave training to the Karisma Batik group to make fashion products made from Ngantang Agung typical batik. The stages of the community service program carried out in the Ngantang Agung batik village are surveys to partners, analysis, solving, training, output products, and evaluation. The sewing training activity was attended by 30 participants. This activity succeeded in making fashion products in the form of tunics and shirts of various sizes with batik materials in Sumberagung Village. All participants were considered very enthusiastic about participating in the training from start to finish and it is hoped that the participants will gain knowledge in the form of sewing skills which will become the provision for the development of the Karisma Agung batik team in the future. Keywords : training, skills, sewing, batik Abstrak Guna menjadikan batik menjadi pakaian jadi, kelompok batik karisma sangat membutuhkan pelatihan tentang bagaimana cara menjahit busana. Pelatihan menjahit ini sangat penting untuk membekali sumber daya manusia untuk terampil dalam membuat busana guna menjadikan batik yang tadinya berupa lembaran bahan sandang bisa menjadi bentuk busana jadi dan siap pakai. Keterbatasan sumberdaya manusia yang dimiliki untuk mengeksplor produk batik menginpirasi kami TIM PKM UM guna memberikan pelatihan kepada kelompok karisma batik untuk membuat produk busana berbahan batik khas ngantang agung. Tahapan dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di kampung batik ngantang agung adalah Survey ke mitra, menganalisa, pemecahan, pelatihan, produk luaran, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan menjahit telah diikuti oleh 30 peserta. Kegiatan ini berhasil membuat produk busana berupa tunik dan kemeja berbagai ukuran dengan bahan batik di Desa Sumberagung. Seluruh peserta dinilai sangat antusias mengikuti pelatihan mulai dari awal hingga akhir dan diharapakan peserta mendapatkan ilmu berupa ketrampilan menjahit yang menjadi bekal pengembangan tim batik karisma agung di masa depan. Kata kunci : pelatihan, ketrampilan, menjahit, batik
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN BAGI MASYARAKAT DESA BOJONG KONENG Ihsani, Sri Indah; Diyananda, Dzulfiqar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Haemorrhage can occur anywhere, at any time, and to anyone. Basic Life Aid (BHD) is the appropriate treatment for haemorrhage. Every level of the community should already be knowledgeable about BHD. Heart attacks frequently strike unexpectedly and without warning. It is the health officer's responsibility to deal with the problem, but this does not rule out the possibility of emergency conditions occurring in areas accessible to health officers, so in such cases, the role of the community as well as the victims to help the victims before being found by the health care officer becomes critical. As a result, Karang Taruna Bojong Koneng is dedicated to improving the skills of the communities surrounding Bojong Koneng. Because of the land contours in the hills, the village of Bojong Koneng, Bogor is a tourist village that is frequently visited by tourists who are just searching for scenery or who are exercising like running or cycling. The dedication to this community will take place on August 26-27, 2023, at SMPN 2 Babakan Madang, with 33 persons in attendance and accompanied by a trained trainer, the Official Great Nurse. This is the hope of BHD's capabilities in the Bojong Koneng community, to be able to assist in dealing with emergency circumstances using the appropriate methods. Abstrak Kondisi kegawat-daruratan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Pertolongan yang tepat dalam menangani kasus kegawatdaruratan adalah Bantuan Hidup Dasar (BHD). Semua lapisan masyarakat seharusnya sudah mempunyai keterampilan tentang BHD. Henti jantung sering terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal. Sudah menjadi tugas petugas kesehatan untuk menangani masalah tersebut, namun tidak menutup kemungkinan kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi pada daerah yang suit dijangkau petugas kesehatan, maka pada kondisi tersebut, peran serta masyarakat untuk membantu korban sebelum ditemukan oleh petugas kesehatan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Karang Taruna Bojong Koneng untuk meningkatkan keterampilan para masyarakat sekitar Bojong Koneng. Desa Bojong Koneng, Bogor ini merupakan desa wisata yang sering didatangi oleh para wisatawan yang sekedar mencari pemandangan bahkan berolahraga seperti lari atau bersepeda karena kontur tanah yang berada di perbukitan. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 26-27 Agustus 2023 di SMPN 2 Babakan Madang dan dihadiri oleh 33 orang serta didampingi oleh trainer bersertifikasi yaitu Perawat Hebat Official. Harapan keterampilan BHD ini pada masyarakat Bojong Koneng agar dapat memberikan bantuan saat menghadapi keadaan kegawatdaruratan dengan prosedur yang benar.
PROMOSI KESEHATAN WISATA CHSE MENUJU HEALTY TOURSM DI DESA WISATA BALLEANGIN Rahman, Harpiana; Burhan, Zulkhair; Asis, Muhammad Arfah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The health promotion of CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) is skills improvement activities for Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) in developing health communication media about health risk control risks in tourist destinations. Health promotion activities located in Balleangin Tourism Village, Balocci District, Pangkep Regency, South Sulawesi Province. As a group of tourism actors engaged in the management of the Ballaengin Tourism Village, Pokdarwis needs to know the urgency of implementing CHSE and how to implement CHSE in tourist villages. Skills improvement for Pokdarwis is carried out by empowering Pokdarwis in designing CHSE communication media. The empowerment strategy was carried out by involving Pokdarwis in designing health promotion media at the need identification stage and the media creation stage. Evaluation of the community service program is carried out through quantitative measurements by comparing the promotional content of the destination before and after the community service. The results of the community service show that CHSE's health promotion activities improved Pokdarwis' skills in developing health information on social media. Abstrak Promosi kesehatan wisata CHSE adalah kegiatan peningkatan keterampilan kelompok sadar wisata dalam mengembangkan media komunikasi kesehatan tentang pengendalian perilaku pencegahan risiko kesehatan akibat aktivitas wisata di desa wisata Balleangin kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebagai kelompok pelaku wisata yang bergerak dalam pengelolaan Desa Wisata Ballaengin, Pokdarwis Pajokka Balocci perlu mengetahui urgensi penerapan CHSE dan cara menerapkan CHSE di desa wisata. Peningkatan keterampilan pada Pokdarwis dilakukan dengan memberdayakan Pokdarwis dalam perancangan media komunikasi CHSE. Bentuk pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan Pokdarwis dalam perancangan media promosi kesehatan pada tahap identifikasi kebutuha dan tahap pembuatan media . Penilaian keberhasilan program pengabdian masyarakat dilakukan melalui pengukuran secara kuanlitatif dengan membandingkan konten promosi detinasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan promosi kesehatan CHSE meningkatkan keterampilan mitra dalam mengembangkan informasi kesehatan pada media promosi destinasi yang digunakan. Hal ini Nampak pada laman sosial media mitra yang mulai memuat isu kesehatan pada media sosial mitra.
POLITIK IDENTITAS PADA MASYARAKAT BUTTA TURATEA JENEPONTO Syarifuddin; Jumadi; Syukur, Muhammad; Kamaruddin, Syamsu A
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This service aims to increase public knowledge in more depth regarding the phenomenon of identity politics that occurs in the Butta Turate community in Jeneponto, especially during regional head elections. The method offered in implementing the service that will be carried out is the sustainable community approach, an approach that focuses on increasing capacity at the non-individual community level, a sustainable community that has independence and social achievement, where the team is actively involved in providing persuasive assistance (inservice) as a solution in increasing public knowledge regarding the phenomenon of identity politics. The results of the service show an increase in public knowledge about identity politics as a basis for the struggle for power, including three types of identity, namely ethnic identity, religious identity and nobility identity. Apart from that, the public is also able to understand the factors that influence. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat lebih mendalam terkait dengan fenomena politik identitas yang terjadi pada masyarakat Butta Turate di Jeneponto utamanya saat terjadi pemilihan kepala daerah. Metode yang ditawarkan dalam pelaksanaan pengabdian yang akan dilakukan adalah pendekatan sustainable community, pendekatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas di tingkat komunitas non-individual, komunitas berkelanjutan yang memiliki kemandirian dan prestasi sosial, dimana tim terlibat aktif memberikan pendampingan (inservice) secara persuasif sebagai solusi dalam peningkatan pengetahuan Masyarakat terkait fenomena politik identitas. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan Masyarakat tentang politik identitas sebagai basis perebutan kekuasaan meliputi tiga jenis identitas yaitu identitas etnis, identitas agama, dan identitas kebangsawanan. Disamping itu Masyarakat juga mampu memahami faktor-faktor yang memengaruhi politik identitas pada masyarakat Butta Turatea Jeneponto ialah masyarakat yang hierarkis, polarisasi politik, dan regulasi dari pemerintah. identity politics in the Butta Turatea Jeneponto community, namely a hierarchical society, political polarization, and government regulations.
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK PADA KELUARGA PEDAGANG GOGOS DI KAMPUNG JALANGE KABUPATEN BARRU Nismawati; Kamaruddin, Syamsu A; Said Ahmad, M Ridwan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The family serves as a child's first teacher as a means of supporting the development of the child's mind and character in preparation for life in society. This study's goal was to investigate how parents of gogos merchant families in Jalange, Barru Regency, contribute to their children's formal education. Utilizing a qualitative approach, this investigation. The informant is a gogos trading family from Jalange Village in the Barru Regency. Interviews and observation are used to gather data. This study employs a thematic approach to data analysis. The results of this study show how important parents of gogos traders are to their children's education. The average parent of a gogos trader is a junior high school graduate, based on their level of education. After delivering outreach on digital product marketing, the comprehension of Gogos merchants has gone from just 30% to 75%. To put the insight and knowledge gained from prior efforts to use, optimization in the form of marketing training must be carried out. Abstrak Pendidikan pertama anak diperoleh dari keluarga sebagai bekal pengembangan intelektual dan karakter anak dalam persiapan untuk hidup bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran orang tua dalam pendidikan formal anak pada keluarga pedagang gogos dan melakukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dalam pemasaran digital produk gogos di Jalange Kabupaten Barru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan merupakan keluarga pedagang gogos Desa Jalange Kabupaten Barru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan tematik. Hasil temuan dalam penelitian ini menggambarkan bahwa orang tua pedagang gogos memainkan peran yang signifikan dalam pendidikan anak-anak mereka. Dilihat dari tingkatan pendidikan, orang tua pedagang gogos hampir rata-rata merupakan tamatan SMP. Pemahaman pedagang gogos dalam pemasaran produk secara digital semakin meningkat yang semula hanya 30% menjadi 75% setelah dilakukan penyuluhan tentang pemasaran produk digital. Optimalisasi dalam bentuk pelatihan pemasaran perlu dilakukan guna mengaplikasikan pemahaman dan pengetahuan yang telah didapat dari kegiatan sebelumnya.
PENGAYAAN PEMAHAMAN HADIS SABAR UNTUK GURU-GURU PESANTREN MODERN NURUL HUDA- CIKARAGEMAN- SETU- BEKASI Siregar, Khairil Ikhsan; Sa'dullah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The partnership with Pesantren Modern Nurul Huda Cikaregenan Setu-Bekasi was agreed upon by the lecturers of the Islamic Education Department as the site for community service four years ago. The Faculty of Social Science at Universitas Negeri Jakarta facilitated the funding so that the Community Service Program runs smoothly. The current training topic revolves around understanding the content of the hadith on patience in the context of a teacher's character as part of our community service. The methods employed during the training include lectures, discussions, and enrichment material, such as enriching the content of the hadith on patience and applying thematic hadith analysis techniques. Furthering the study of patient hadith is essential and greatly pertains to the background of teachers/educators appointed by Mitra, who are participants in this community service training. As a result, the understanding of the teachers improves with the following cycle: a significant change occurs before and after the training. It is still necessary to share knowledge and experiences to understand the hadiths and become familiar with the method of syarh/explanation of the hadith. For instance, to assess whether training has improved the participants' understanding, a comparison was made. Before the training, 13% had a complete understanding, 57% had some understanding, and 30% had little understanding. After participating, 30% had a complete understanding, 65% had some understanding, and 13% had little understanding. This training aimed to motivate teachers to continuously understand the Hadiths by providing enrichment and discussing in-depth the patient Hadiths and steps to study themed Hadith. Abstrak Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama mitra Pesatren Modern Nurul Huda Cikaregenan Setu- Bekasi sebagaimana yang disepakati dari dosen-dosen Prodi Pendidikan Agama Islam menjadikannya tempat binaan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas sejak empat tahun lalu. Dan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta yang menjadi fasilitator pengadaan dana sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) berjalan lancar. Tema pelatihan yang diusung pada pengabdian kepada masyarakat pada kali ini memahami matan (isi) hadis sabar, konteksnya dengan karakter pendidik. Metode yang digunakan dalam pelatihan ceramah dan diskusi dan materi pengayaan diantaranya: pengayaan materi hadis sabar, pengayaan materi metode kajian hadis tematik. Pengayaan kajian memahami hadis-hadis sabar penting dan berhubungan sekali dengan latar belakan guru-guru/pendidik yang ditunjuk Mitra sebagai peserta dalam pelatihan pengabdian kepada masyarakat ini. masih perlu berbagi pengalaman ilmu dalam upaya memahami hadis dan mengenal metode syarh/penjelasan hadis. Maka hasilnya pemahaman guru-guru meningkat dengan gambaran siklus berikut: perubahan signifikan dari sebelum mengikuti pelatihan dan setelahnya. Misalnya untuk kuis apakah pelatihan telah menambah pemahaman peserta, dengan perbandingan, sebelumnya paham sekali 13 % , paham 57%, kurang paham 30%, dan setelah mengikuti, paham sekali 30%, paham 65 %, dan kurang paham 13%. Melalui pelatihan ini dengan memberikan pengayaan dan diskusi pendalaman materi hadis sabar dan langkah-langkah kajian hadis tematik diharapkan guru-guru semakin termotivasi memahami hadis- hadis secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN TANAH TERLANTAR DAN PROBLEMATIKA HUKUMNYA Sinjar, M Arafah; Yuli, Yuliana; Satino; Lewoleba, Kayus Kayowuan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Very idealistic is when we hear the expression "A piece of land should not be left abandoned on this earth." This proposition gives us the spirit to make use of vacant land that still presents an unsightly view due to its eerie and frightening appearance. Overgrown bushes and vegetation, besides being unproductive, are also unattractive. They are far from yielding economic benefits for both the landowner and the surrounding community. They even become obstacles to the passage of shortcut users because they are overgrown and filled with frightening creatures such as snakes or beehives and other wild animals. It might even become a place for vice, crime, or other criminal activities. The scenery described above has become a common sight in this country. It is possible that such neglect has occurred due to an accumulation of land abandonment from the past that remains unresolved. It could be due to the landowner's busy schedule or perhaps because of the vastness of the land they are managing. It could also be due to the loss of resources or maybe because of the uncertainty of ownership rights related to heirs. Or they may be waiting for the land's price and value to increase before selling it again at a more enticing price. Abstrak Sangat idealis bilamana kita mendengar ungkapan “Sejengkal tanah tidak boleh terlantar di bumi pertiwi ini”. Proposisi itu memberi kita semangat untuk memanfaatkan tanah kosong yang masih menjadi pemandangan tidak elok karena menyuguhkan pemandangan yang seram dan menakutkan. Semak belukar dan tumbuh-tumbuhan, di samping tidak produktif juga tidak estetik. Jauh dari hasil yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi oleh pemiliknya maupun warga sekitarnya. Bahkan menjadi penghalang untuk melintas pengguna jalan pintas karena tertutup dan banyak binatang yang menakutkan. Seperti ular atau sarang tawon dan binatang buas lainnya. Bahkan bisa saja lokasi tersebut hanya dijadikan tempat maksiat dan kejahatan atau kriminal lainnya. Pemandangan tersebut di atas sudah menjadi pemandangan umum di negeri ini. Bisa saja hal tersebut terlantar karena merupakan akumulasi penelantaran tanah yang terjadi pada masa lalu yang tidak terselesaikan. Kesibukan atau mungkin saja karena luasnya tanah yang ditangani pemiliknya. Atau karena kehilangan sumber daya penggerak. Atau mungkin karena ketidakpastian hak milik yang berkaitan dengan ahli waris. Atau menunggu harga dan nilai tanah tersebut meninggi. Untuk dijual kembali dengan harga yang cukup menggairahkan.