cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2022)" : 38 Documents clear
BUDAYA MEMBACA DI KALANGAN MAHASISWA PGSD (SEBUAH STUDI KASUS DI KABUPATEN SUMEDANG) Avi Andini Pradita
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.58 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.1976

Abstract

Membaca merupakan kunci utama dalam proses belajar. Sebagai seorang pelajar, mahasiswa harus memiliki pengetahuan yang luas. Untuk mendapatkan wawasan atau pengetahuan yang luas yaitu dengan membaca, semakin banyak membaca maka akan semakin banyak pula pengetahuan baru yang didapatnya. Oleh akrena itu, mahasiswa harus memiliki kebiasaan membaca yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebiasaan membaca dikalangan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sumber datanya yaitu 30 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca dapat menambah wawasan baru yaitu berupa kosa kata baru hingga informasi-informasi yang belum pernah diketahui. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membangun kebiasaan membaca yaitu dengan mengatur jadwal kegiatan harian. Selain itu juga, kegiatan membaca dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang sehingga waktu luang yang dimiliki dapat bermanfaat. Kebanyakan orang tidak suka membaca karena membaca itu merupakan kegiatan yang membosankan dan dapat membuat mengantuk ditambah dengan isi bacaan yang kurang diminati dan tampilannya kurang menarik. Hal tersebut membuat mahasiswa tidak memiliki motivasi untuk membaca.
STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNISI MENYUSUN RPP MAHASISWA PGSD Widia Nur Jannah; Asih Wahyuningsih; Fachrurrozi Fachrurrozi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.993 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2063

Abstract

Kemampuan metakognisi yang dimiliki mahasiswa memiliki hubungan dengan pencapaian pembelajaran. Mahasasiswa diarahkan untuk mengobservasi tentang apa yang mereka ketahui dan kerjakan, dan untuk merefleksi tentang apa yang dia obsevasi. Dalam mengkaji dan menganalisis RPP mahasiswa belum memiliki pemikiran yang kritis terhadap suatu persoalan, copy paste yang selalu mereka lakukan. Masalah tersebut terkait dengan kemampuan metakognisi mahasiswa calon guru SD masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konjektur secara komprehensif kaitannya dengan kemampuan metakognisi mahasiswa PGSD UMC dalam menyusun RPP Tematik (K13) melalui strategi Problem Based Learning (PBL) dan strategi Discovery Learning (DL). Penelitian menggunakan rancangan penelitian Mixed Method dengan desain sequential eksplanatori. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa PGSD semester IV Universitas Muhammadiyah Cirebon sebanyak 30 mahasiswa. Teknik sampling sampling yang digunakan non-probability karena jumlah sampel yang digunakan sebanyak populasi. Instrumen pedoman penilaian penyusunan RPP mahasiswa yang mengacu kepada dua indikator alat ukur yakni pengetahuan tentang kognisi dan regulasi kognisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan metakognisi mahasiswa dalam menysusun RPP antara PBL dan Strategi DL signifikan menunjukkan 0,000<0,05. Kemampuan metakognisi mahasiswa dalam Menyusun RPP berdasarkan berdasakran tingkat kepercayaan diri signifikan menunjukkan 0,000<0,05. Terdapat pengaruh interaksi TKD mahasiswa dan implementasi Strategi PBL dan DL terhadap kemampuan metakognisi mahasiswa dalam Menyusun RPP menunjukkan dengan taraf siginifikan 0,707<0,05.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 2 DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK Dwi Noerbella
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.496 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2087

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menganalisis suatu bacaan maupun angka dalam berbagai konteks. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kompetensi literasi dan numerasi peserta didik di Indonesia masih sangat kurang. Oleh sebab itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mengadakan sebuah program bernama Kampus Mengajar, yang mana mengajak mahasiswa untuk berkontribusi dalam menguatkan pembelajaran literasi dan numerasi peserta didik, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar. Mahasiswa terjun langsung untuk membantu sekolah, guru, dan peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan yang ada. Sejalan dengan hal tersebut, maka mahasiswa Kampus Mengajar melakukan kegiatan bimbingan AKM kepada peserta didik kelas V untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi serta mempersiapkan mereka menghadapi Asesmen Nasional yang akan diselenggarakan. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana implementasi program kampus mengajar angkatan 2 di SDN Pasirangin 01 dengan merujuk pada model implementasi David C. Korten dalam kaitannya dengan peningkatan kompetensi literasi dan numerasi melalui bimbingan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). Jenis penelitian yang dilakukan ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Kampus Mengajar angkatan 2 di SDN Pasirangin 01 berjalan dengan baik dan lancar serta memperlihatkan adanya peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik kelas V.
IMPLEMENTASI POAC PADA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MASA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU Kustiarini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.968 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2103

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi POAC pada penerimaan peserta didik baru masa pandemi covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di SDIT Ar Risalah Surakarta tahun pelajaran 2021/2022. Adapun yang menjadi subjek penelitian ialah Ketua PPDB dengan informan Kepala Sekolah dan Wali Calon Peserta Didik Baru. Hasil dari penelitian ini ialah: 1) Planning meliputi kegiatan penetapan kuota peserta didik baru tahun pelajaran 2021/2022, penetapan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik baru, persiapan media sosialisasi PPBD secara online dan offline, persiapan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan PPDB, dan penyusunan rencana anggaran belanja kegiatan PPDB; 2) Organizing meliputi kegiatan pembentukan panitia PPDB, pembagian tugas masing-masing anggota panitia secara spesifik, pengaturan jadwal pendaftaran PPDB, penentuan waktu seleksi dan mengatur jadwal kerja masing-masing anggota panitia, dan penentuan waktu pengumunan hasil seleksi PPDB; 3) Actuating meliputi kegiatan sosialisasi PPDB secara online dan offline, pelaksanaan pendaftaran, proses seleksi, dan penyampaian hasil seleksi PPDB, datar ulang calon peserta didik baru, pengumuman penetapan peserta didik baru; 4) Controlling meliputi kegiatan pengawasan aktif (dekat) dan pasif. Pengawasan aktif dilakukan pada waktu dan tempat dilaksanakannya PPDB, sedangkan pengawasan pasif dilakukan dengan menganalisis laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan PPDB dari awal sampai akhir.
PENERAPAN PEMBUATAN PRESENSI SEKOLAH MENGGUNAKAN GOOGLE FORM BAGI GURU SEKOLAH DASAR Indri Puji Agustin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.744 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Google form untuk membuat presensi dan bertujuan lebih lanjut agar guru bisa menggunakan Google form untuk membuat dan memberikan latihan soal atau evaluasi kepada siswa. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di beberapa daerah masih tertinggal mengenai penggunaan aplikasi, bahkan di sekolah yang sedang diteliti oleh peneliti saja masih ada beberapa guru yang belum mengenal dan belum bisa menggunakan aplikasi Google form. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, kemudian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden untuk penelitian ini adalah guru kelas SDN Kujang Nagreg. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan angket. Wawancara yang dilakukan kepada guru dan orang tua siswa. Terdiri dari 6 guru kelas. Pengisian angket diberikan kepada guru di sekolah tersebut untuk mengetahui apakah guru sekolah tersebut sudah bisa menggunakan Google form dengan baik. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi yang digunakan merupakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini setelah melakukan pendampingan sebanyak 12 pertemuan, menunjukan bahwa penerapan Google form dalam pembuatan presensi di SDN Kujang Nagreg ditinjau dari beberapa persepsi, penerapan Google form sudah membantu guru dari yang awalnya tidak bisa membuat presensi di Google form menjadi bisa, beberapa guru pun sudah ada yang menerapkan Google form ini untuk membuat latihan soal dan evaluasi. Beberapa kendala yang ditemui adalah kesulitan sinyal dan gawai yang kurang mendukung dalam membuat Google form ini. Penerapan Google form dalam siswa sendiri pun masih perlu pendampingan dari orang tua, bahkan ada beberapa orang tua yang masih kebingungan untuk mengisi. Namun sudah teratasi karena sudah diarahkan.
PARTISIPASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR PADA BLENDED LEARNING Adisti Rizma Wihartanti
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.803 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya partisipasi peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar pada masa blended learning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui partisipasi peserta didik saat menjalankan proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar pada masa blended learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus untuk mengetahui secara mendalam. Subjek dalam penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV – A SDN Jatiwarna III Kota Bekasi. Berdasarkan hasil pembahasan, tingkat partisipasi peserta didik dalam mata pelajaran bahasa Inggris pada masa blended learning dilihat dari 3 aspek diantaranya partisipasi siswa dalam bertanya, partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan, dan partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas. Partisipan menyadari bahwa berpartisipasi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang penting dikarenakan hal tersebut merupakan kunci dari tercapainya tujuan pembelajaran. Hasil ditunjukan dari hasil wawancara yang diberikan kepada peserta didik bahwa peserta didik berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran meskipun belum sepenuhnya. Demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik aktif dalam berpartisipasi selama proses pembelajaran bahasa Inggris meskipun proses pembelajaran diadakan secara blended (daring dan tatap muka).
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD NEGERI DAN SWASTA PADA MASA PANDEMI Firmansyah; irfan Irnandi; Purwati Purwati; Haryanto Haryanto
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.067 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2132

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika sangat penting dikuasai sejak dini khususnya pada jenjang sekolah dasar. Hasil observasi awal, Kemampuan pemecahan masalah di masa pandemi tergolong rendah dikarenankan pembelajaran selama masa pandemi dianggap sangat menyulitkan bagi siswa, guru dan orang tua siswa. Sehingga diperlukan data kemampuan pemecahan masalah siswa SD baik negeri maupun swasta agar pembealjaran matematika selama masa pandemic dapat dievaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI SD Negeri dan Swasta Kabupaten Manokwari pada masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SD kelas VI kabupaten manokwari. Sampel penelitian terdiri dari 3 SD negeri dan 3 SD swasta. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Tes tertulis, Wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi Uji perbedaan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematika SD negeri dan swasta menggunakaan Uji t berbantuan SPSS. Hasil Penelitian a) Instrument Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM) memperoleh rata-rata 3,78 dari validator. Rata-rata skor validasi lembar observasi karakter rasa ingin tahu berada pada kategori sangat baik. Sedangkan pedoman wawancara memperoleh rata-rata 3,67 dari validator. Rata-rata pedoman wawancara berada pada kategori sangat baik. Beradasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua instrument penelitian yang akan digunakan valid. Berdasarkan analisis uji perbedaan rata-tata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SD Negeri dan SD Swasta diperoleh nilai signifikansi 0,014 < daripada 0,05 sehingga H0 ditolak Artinya kemampuan pemecahan maslaah siswa SD Negeri lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa SD Swasta.
PENINGKATAN CREATIVE THINKING SKILLS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PEMBELAJARAN IPA SD SELAMA PANDEMI Monika Handayani
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.75 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2192

Abstract

Kebijakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas yang diterapkan di beberapa instansi Pendidikan selama masa pandemi covid-19 menuntut sistem pembelajaran baru bagi para guru dan siswa termasuk di SD Negeri 02 Penolih. Penerapan Pertemuan Tatap Muka Terbatas di kelas V kurang berjalan dengan baik karena guru hanya menitikberatkan pada beberapa mata pelajaran yang dianggap penting. Pembelajaran yang diterapkan cenderung lebih teacher centered karena guru berfokus hanya pada penyampaian materi. Hal ini menyebabkan siswa lebih pasif dan kurang mampu memunculkan ide-ide baru dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V di SD Negeri 02 Penolih dan bertujuan untuk meningkatkan creative thinking skills siswa melalui penggunaan model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan tahapan plan, act, dan reflect. Instrumen yang digunakan lembar observasi creative thinking skills siswa, tes creative thinking skills siswa, lembar wawancara siswa, dan lembar observasi model Problem Based Learning pada guru. Hasil observasi creative thinking skills siswa menunjukkan peningkatan dari tahap pratindakan sebesar 20,83%, siklus I sebesar 50% dan di siklus II mencapai 72,92%. Hasil wawancara diketahui bahwa siswa lebih terbuka terhadap ide-ide baru selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning mampu meningkatkan creative thinking skills siswa pada pembelajaran IPA dengan sistem Pertemuan Tatap Muka Terbatas.
STRATEGI PENGEMBANGAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Ani Siti Anisah; Sapriya Sapriya; Kama Abdul Hakam; Erna Wulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.356 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan sikap sosial peserta didik dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian tiga orang guru, dan 80 orang peserta didik kelas V SDIT Atikah Musaddad Kabupaten Garut. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara teknik Triangulasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis strategi pengembangan sikap sosial peserta didik, perencanaan pengembangan sikap sosial dilakukan melalui beberapa tahap, pertama tahap perencanaan, diawali dengan penyusunan RPP, menentukan indicator dan tujuan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran; kedua tahap pelaksanaan, melaksanakan pengembangan sikap melalui nasihat-nasihat pada awal pembelajaran (apersepsi), kegiatan inti, dan penutup pembelajaran dengan pembiasaan, dan keteladanan yang diintegrasikan dalam proses pembelajaran tematik melalui pendekatan scientific melalui tahap mengamati, menanya, mengumpulkan, informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan; dan ketiga tahap penilaian, dilakukan melalui proses pengamatan dengan menggunakan lembar observasi. Proses pelaksanaan pengembangan sikap sosial secara tidak langsung terintegrasi dalam proses pembelajaran, karena pengembangan kompetensi inti (sikap spiritual dan sosial) merupakan pengikat kompetensi dasar yang dilakukan secara indirect teaching pada saat peserta didik belajar tentang pengetahuan dan keterampilan.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BERPENDAPAT DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU Suci Al Muhayani; Fatmariza Fatmariza
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.982 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2201

Abstract

Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan kreativitas berpendapat dan hasil belajar dalam pembelajaran tematik terpadu yang dilatarbelakangi berdasarkan hasil observasi awal penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan suatu pencapaian kreativitas berpendapat serta prestasi belajar siswa dalam pembelajaran tematik terpadu berdasarkan model Problem Based Learning. penelitian yang dilaksanakan ialah penelitian tindakan kelas berdasarkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan penelitian didahului dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan serta perefleksian. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datanya ialah berupa hasil pengamatan, catatan lapangan, wawancara serta hasil tes. Penelitiannya dilakukan pada Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022. Subjek penelitian ialah teman sejawat di SDN 06 Kampung Baru Padusunan selaku observer, peneliti dan peserta didik kelas V berjumlah 21 orang yang terdiri dari 14 orang peserta didik laki-laki dan 7 orang peserta didik perempuan. Hasil penelitian tahap I dalam RPP rata-rata 79,16% (cukup), meningkat dalam tahap II menjadi 84,72% (baik) dan meningkat lagi dalam tahap III menjadi 91,67% (sangat baik). Pelaksanaan tahap I dalam kreativitas berpendapat siswa rata-ratanya 75% (sering), meningkat dalam tahap II menjadi 85% (selalu) dan meningkat lagi dalam tahap III menjadi 90% (selalu). Hasil belajar peserta didik dalam tahap I rata-ratanya 73,51 (cukup), meningkat dal tahap II menjadi 81,80 (baik) dan meningkat lagi dalam tahap III menjadi 85,36 (baik). Maka dari itu, dapat ditarik kesimpulannya bahwasanya model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan kreativitas berpendapat serta hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik terpadu di kelas V Sekolah Dasar.

Page 1 of 4 | Total Record : 38