cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023)" : 32 Documents clear
THE PHILOSOPHICAL BASIS OF GREBEG PANCASILA IN THEMATIC LEARNING OF ELEMENTARY STUDENTS Septinaningrum
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.3889

Abstract

Grebeg Pancasila is a local culture of Blitar, East Jawa, which is rich in symbols and meanings. However, the study of the meaning of Grebeg Pancasila is not understood in depth and is only limited in knowing, not yet reaching the feeling and acting stage. This study aims to analyze 1) the essence of Grebeg Pancasila; 2) The form of Grebeg Pancasila; 3) Stages of Grebeg Pancasila; 4) the meaning of thematic learning; and 5) learning implementation in Elementary Schools. Descriptive research using qualitative approach was used to conduct this study. Some participants such as the head of education and culture office, society, and elementary teachers and students were involved in this study. Several open questions were listed to interview the participants. Meanwhile, field notes were written when observing the Grebeg Pancasila rites and thematic learning activities in elementary schools. The data got from the interview and observation was analyzed qualitatively by using thematic analysis.. The results of the study show that Grebeg Pancasila is a tradition of people in Blitar Town, East Jawa which is intended to commemorate the birthday of Pancasila as the noble cultural value in Indonesian nation. In Grebeg Pancasila, there are several series of activities which include the Bedhol Pusaka Nagari, Malam Tirakatan, Cultural Ceremonies, and Kirab Gunungan Lima, and ended by Kenduri Pancasila. The series of activities and values contained in Grebeg Pancasila can be used as a basis for developing a value learning model, especially in the context of thematic learning at the elementary school level. Grebeg Pancasila merupakan salah satu budaya lokal Blitar Jawa Timur yang kaya simbol dan makna. Akan tetapi, kajian mengenai makna setiap ritus Grebeg Pancasila kurang dipahami secara mendalam dan hanya sebatas knowing belum sampai pada tahap feeling dan acting. Studi ini bertujuan menganalisis tentang (1) Hakikat ritus Grebeg Pancasila; (2) Bentuk ritus Grebeg Pancasila; (3) Tahapan ritus Grebeg Pancasila; (4) makna pembelajaran tematik; serta (5) Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk melakukan studi ini. Beberapa partisipan seperti: Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, masyarakat, dan guru dan siswa SD dilibatkan dalam studi ini. Beberapa pertanyaan terbuka didaftar untuk melakukan wawancara dengan partisipan. Sementara itu, beberapa catatan lapangan dibuat ketika melakukan observasi terhadap ritus Grebeg Pancasila dan aktivitas pembelajaran tematik di SD Kota Blitar. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif dengan tematik analisis. . Hasil penelitian menunjukan bahwa Gerebeg Pancasila merupakan tradisi masyarakat Blitar Jawa Timur yang ditujukan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Pada kegiatan Grebeg Pancasila terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang meliputi bedhol pusaka nagari, malam tirakatan, upacara budaya, kirab gunungan lima, dan diakhiri dengan kenduri pancasila. Rangkaian kegiatan dan nilai yang terdapat pada ritus Grebeg Pancasila dapat dijadikan landasan pengembangan model pembelajaran nilai, terutama dalam konteks pembelajaran tematik di jenjang sekolah dasar.
DEVELOPMENT OF FBPSS TEACHING MATERIALS AS SEXUAL VIOLENCE EDUCATIONAL MEDIA FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Laily Saharani; R Rusnilawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4420

Abstract

Sexual violence against children is one of the cases that continues every year. This is because public awareness of the importance of education on sexual violence against childrennis still very weak. Not only that, the policies made by the government are still not strong enough to provide a deterrent effect on the perpetrators of crimes. The settlement in this case is very necessary because sexual violence will have an extraordinary impact on victims of violence including depression and death. This study aims to figure out the effectiveness of Personal Safety Skill-based Flipbook media on knowledge and ways to protect themselves from sexual violence in grade 5 students at SDN Tunggulsari II. This study had subjects in the form of 5th grade students at SDN Tunggulsari II which included 10 female students and 8 male students. The type of research method used is Research and Development (R&D) research and development with the ADDIE development model. With this research it is intended that students have knowledge and attitudes about how to protect themselves from sexual violence. so that the number of sexual violence against children does not increase. This is evidenced by the results of the study, namely 57.1 with a percentage of 29% before getting education and an average score of 84.8 with a percentage of 71% after getting Flipbook media education. Kekerasan seksual yang terjadi pada anak merupakan salah satu kasus yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya edukasi kekerasan seksual terhadap anak masih sangat lemah. Tidak hanya itu saja kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah masih belum cukup kuat untuk memberikan efek jera pada pelaku tindak kejahatan. Penyelesaian dalam kasus ini sangat diperlukan karena kekerasan seksual akan menimbulkan dampak yang luar biasa pada korban kekerasan diantaranya depresi hingga kematian. Oleh karena itu edukasi kepada anak melalui bahan ajar Flipbook berbasis Personal Safety Skill sangat diperlukan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui keefektifan media Flipbook berbasis Personal Safety Skill terhadap pengetahuan dan cara melindungi diri dari kekerasan seksual siswa kelas 5 SDN Tunggulsari II. Penelitian ini mempunyai subyek berupa murid kelas 5 SDN Tunggulsari II yang meliputi 10 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Dengan adanya penelitian ini bertujuan agar siswa memiliki pengetahuan dan sikap tentang bagaimana cara untuk melindungi diri dari kekerasan seksual. sehingga angka kekerasan seksual pada anak tidak mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu 57,1 dengan presentase 29% sebelum mendapatkan edukasi dan rata-rata skor 84,8 dengan presentase 71% setelah mendapatkan edukasi media Flipbook.
DEVELOPMENT OF DOMINO CARD MEDIA IN SCIENCE LEARNING IN GRADE VI ELEMENTARY SCHOOL Imam Khairurrijal; Bambang Hermansah; Puji Ayurachmawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4523

Abstract

This research is based on gathering information in the field that educators in learning have not presented many game activities. This study aims to produce domino card media in science learning in class VI SD with a valid, practical, and potential effect. This type of research is development research using the Borg & Gall model including 8 stages of research and information gathering, planning, initial product development, preliminary trials, revision of preliminary trial results, limited trials, extensive trials, final product revisions. This research was conducted in class VI of SD Negeri 235 Palembang. The results showed that the domino card media was in the "very valid" category, namely 86.6% of the average results of the validators. The practicality tested on a limited basis is categorized as "very practical" which is 98%. The potential effect obtained from the distribution of student learning outcomes tests in the trial is broadly categorized as "very potential effect" which is 90.6%. Based on the results obtained, the domino card media is very feasible and can provide variations in presenting game activities, especially in learning science about the solar system. Dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Guna menfasilitasi peserta didik pada kegiatan pembelajaran lebih antusias dan berkesan dengan bermain namun belum sering dihadirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media kartu domino pada pembelajaran IPA dikelas VI sekolah dasar dengan yang valid, praktis, dan efek potensial. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg & Gall dari 10 langkah hanya 8 tahap yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba pendahuluan, 5) revisi hasil uji coba pendahuluan, 6) uji coba secara terbatas, 7) uji coba secara luas, 8) revisi produk final. Penelitian ini dilaksanakan  di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 235 Palembang dengan hasil penelitian menunjukkan media kartu dalam kategori “sangat valid” yaitu 86,6%  dari hasil rata-rata para validator. Kepraktisan yang diuji coba dengan delapan peserta didik dengan nilai 95%. dan tanggapan pendidik dengan nilai 98% dalam kategori “sangat praktis”. Efek potensial yang didapat dari penyebaran tes hasil belajar peserta didik pada uji coba di kelas VI A dikategorikan “sangat efek potensial” yaitu 90,6% . Berdasarkan hasil yang diperoleh media kartu domino sangat layak dan dapat memberikan variasi dalam menghadirkan kegiatan permainan khususnya pada pembelajaran IPA materi tata surya.
THE DEVELOPMENT OF ASSISTED WORKSHEETS DIFFERENTIATION LEARNING BASED ON LEARNING STYLE: HOW GREAT IT CAN HELP STUDENTS’ MATHEMATICAL UNDERSTANDING ABILITY? Cucun Sutinah; Muhammad Ghiyats Ristiana
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4541

Abstract

The purpose of this study is to develop mathematics differentiation learning worksheets based on learning style and to know the impact for mathematics understanding ability in 4th grade. The method we used was R&D including 10 steps. The instruments were a validation test, questionnaire for teachers and students, and an understanding concept test. Validation and questionnaire data analyzed by descriptive quantitative. Although, mathematics understanding ability data analyzed by difference test and N-Gain test. The results of this study show that the differentiation learning worksheets fit with the criteria. Eligibility validation from experts gets an average of 91%. Practically based on teachers and students’ responses get an average 86%. It means that the learning materials are very valid. The learning materials in experiment class can increase the understanding concept with N-Gain 0,74. We can conclude that with mathematics differentiation learning worksheets can increase mathematics understanding ability. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Matematika Berdiferensiasi Gaya Belajar dan mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa di kelas IV SD. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RnD) yang terdiri atas 10 langkah. Instrumen pengumpul data meliputi lembar validasi, angket respon guru dan siswa, dan tes pemahaman konsep. Data validasi dan kepraktisan dianalisis secara kuantitatif deskriptif, sedangkan data kemampuan pemahaman matematis dianalisis dengan uji beda dan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berdiferensiasi yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan. Validasi kelayakan oleh ahli memperoleh rata-rata skor 91% (sangat layak). Kepraktisan mengacu pada respon guru dan siswa memperoleh rata-rata skor 86% (sangat baik). LKPD berdiferensiasi di kelas eksperimen mampu meningkatkan kemampuan pemahaman matematis secara efektif dibanding kelas kontrol dengan n-gain 0,74. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa sesuai gaya belajarnya dapat dipengaruhi oleh LKPD berdiferensiasi.
EDUCATING CHILDREN WITH HEART AND SELF-QUALITY: IMPLICATIONS OF KI HADJAR DEWANTARA'S THINKING ON PRIMARY SCHOOL CHARACTER EDUCATION Yusuf Siswantara; Ace Suryadi; Mupid Hidayat; Ganjar Muhammad Ganeswara; Asnita Sirait
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4566

Abstract

The problem of bad behavior of the younger generation in the form of juvenile delinquency is a major concern in character education in elementary schools. Using qualitative methods, this study aims to raise character education in the educational paradigm of Ki Hadjar Dewantara as a fundamental solution to the problem of juvenile delinquency. The results showed that both the inner interiority in Neng, Ning, Nung, and Nang, the person (will and heart) who is "antêp, mantêp, têtêp," the child's attitude that is "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (attitude area), and the educational method "Among" with spirit: "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani" can be an effective choice in developing character education. The recommendation for future research is to evaluate the effectiveness of the "Among, Momong, Ngemong" method by focusing on the factors of influence of family environment, peers, and school culture. The concrete solution for primary school education is the preparation of a curriculum that is more focused on building student character by incorporating eastern values and moral education as well as training and developing teacher competencies in carrying out character education in the daily learning process. Masalah perilaku buruk generasi muda dalam bentuk kenakalan remaja menjadi perhatian utama dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengangkat pendidikan karakter dalam paradigma pendidikan Ki Hadjar Dewantara sebagai solusi mendasar atas masalah kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter baik dalam interioritas batin dalam Neng, Ning, Nung, dan Nang, pribadi (kehendak dan hati) yang "antêp, mantêp, têtêp," sikap anak yang "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (area sikap), dan metode pendidikan “Among” dengan semangat: “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani” dapat menjadi pilihan efektif dalam mengembangkan pendidikan karakter. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengevaluasi efektivitas metode "Among, Momong, Ngemong" dengan memfokuskan pada faktor-faktor pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, dan budaya sekolah. Solusi konkret untuk pendidikan sekolah dasar adalah penyusunan kurikulum yang lebih terfokus pada pembentukan karakter siswa dengan memasukkan nilai-nilai ketimuran dan pendidikan moral serta pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dalam melaksanakan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran sehari-hari.
IMPROVING NUMERACY LITERACY SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS THROUGH THE KAMPUS MENGAJAR (KAMPUS MENGAJAR) PROGRAM POLICY Nurul Fatonah; Johar Permana; Ernawulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4597

Abstract

Literacy and numeracy abilities are determining factors for individual success in learning. Currently, literacy and numeracy skills are the main subjects in the independent curriculum. As one of the programs of the independent curriculum in tertiary institutions, the kampus mengajar is intended to serve the purpose of increasing students' literacy and numeracy skills. This study aims to describe the results of research on improving literacy and numeracy skills in elementary schools. This research uses a qualitative approach. Data was collected through interviews and questionnaires. The object of this research is schools that run kampus mengajar programs in Garut Regency. The data were then analyzed using qualitative methods. The results of this study indicate that the kampus mengajar program has contribution in increasing students' literacy and numeracy in elementary schools, especially 3T schools. The kampus mengajar program contributes a lot to activities both in learning and activities outside the classroom. This is very possible for students to have good literacy skills. This is due to the existence of learning innovations offered by students in the target schools. Kemampuan literasi dan numerasi menjadi faktor penentu keberhasilan individu dalam belajar. Saat ini kemampuan literasi dan numerasi menjadi pembelajaran pokok di kurikulum merdeka. Sebagai salah satu program dari kurikulum merdeka di perguruan tinggi, kampus mengajar dimaksudkan untuk melakukan pengabdian pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Data diambil melalui wawancara dan angket. Objek penelitian ini yaitu sekolah-sekolah yang menjalankan program kampus mengajar di Kabupaten Garut. Data kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program kampus mengajar memiliki kontribusi dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di sekolah dasar terutama sekolah 3T. Program kampus mengajar memberikan banyak kontribusi kegiatan baik dalam pembelajaran ataupun kegiatan di luar kelas. Hal ini sangat memungkin siswa memiliki kemampuan literasi yang baik. Ini dikarenakan adanya inovasi pembelajaran yang ditawarkan oleh mahasiswa di sekolah sasaran.
OPTIMIZING MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING SKILLS AMONG STUDENT THROUGH METACOGNITIVE-BASED TEACHING MATERIALS DEVELOPMENT Liyana Sunanto; Mahpudin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4621

Abstract

This research was conducted to obtain lecture tools (syllabus, SAP, textbooks and worksheets) that use metacognitive strategies, and see the effectiveness of lecture tools in shaping students' abilities to solve mathematical problems. The research design used is ADDIE development research. This research will be conducted on third semester students of the PGSD study program, Faculty of Education and Humanities, Pelita Bangsa University, TA 2022/2023 in the Elementary Mathematics Learning course. This teaching material is declared valid based on the validation results of experts, practitioners and media experts which are marked by the acquisition of a hih score so that it is suitable for use. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan perangkat perkuliahan (silabus, SAP, buku ajar dan LKS) yang menggunakan strategi metakognitif, serta melihat keefektifan perangkat perkuliahan dalam membentuk kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan ADDIE. Penelitian ini akan dilakukan pada mahasiswa semester tiga program studi PGSD Fakultas Pendidikan dan Ilmu Budaya Universitas Pelita Bangsa TA 2022/2023 pada mata kuliah Pembelajaran Matematika SD. Bahan ajar ini dinyatakan valid berdasarkan hasil validasi ahli, praktisi dan ahli media yang ditandai dengan perolehan skor hih sehingga layak digunakan.
THE EFFECT OF GENDER ON ELEMENTARY STUDENTS' MATHEMATICAL COMMUNICATION ABILITY Sri Winggowati; Wahyudin; Tatang Herman
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4626

Abstract

Women are often considered more talkative than men. But is it true that women have better communication skills than men? This study aims to analyze and obtain an overview of students' mathematical communication skills or called Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) in Bahasa Indonesia based on gender differences in comparative material. The method in this research is ex-post facto. The subjects in this study were 6th grade students at an elementary school in the city of Bandung with a total of 27 boys and 35 girls. The research instrument used was a test of mathematical communication skills (KKM), which measures the ability to solve word problems on comparative material. Data analysis in this study to see the mean difference test between the scores of mathematical communication skills (KKM) based on gender. The results of this study concluded that there was no difference in the effect of gender (male and female) on mathematical communication skills (KKM). Women and men have the same potential to have mathematical communication skills while practicing and learning. The results of this study can be used as a basis for educators to train mathematical communication skills to students in elementary schools fairly. Perempuan kerap kali dianggap lebih cerewet dibanding laki-laki. Tapi benarkah bahwa perempuan memiliki kemampuan komunikasi matematis yangg lebih baik dibanding laki-laki? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh gambaran tentang kemampuan komunikasi matematis(KKM) siswa berdasarkan perbedaan jenis kelamin pada materi perbandingan. Metode dalam penelitian ini adalah ex-post facto.Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 6 di sebuah sekolah dasar di Kota Bandung dengan jumlah, 27 orang laki-laki dan 35 orang perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes kemampuan kemampuan komunikasi matematis (KKM), yang mengukur kemampuan menyelesaikan soal cerita pada materi perbandingan.Analisis data pada penelitian ini untuk melihat uji perbedaan rerata antara skor kemampuan komunikasi matematis (KKM) berdasarkan jenis kelamin.Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) terhadap kemampuan komunikasi matematis (KKM). Perempuan maupun laki-laki berpotensi yang sama besar memiliki kemampuan komunikasi matematis selama berlatih dan berusaha. Hasil penelitian ini dapat dijadiakan landasan bagi para pendidikan untuk melatihkan kemampuan komunikasi matematis secara adil kepada siswa di sekolah dasar.
THE PRACTICALITY OF INTERACTIVE MULTIMEDIA SOFTWARE LECTORA INSPIRE TOWARDS LEARNING THEME 3 OF GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Mike Oktavia; Yanti Fitria
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4664

Abstract

The use of technology in the classroom today is still uneven because of teachers who prefer to use traditional media, such as the images found in student textbooks, rather than technology-assisted media. This leads to students becoming bored with their lessons, which results in less effective learning. In grade IV of an elementary school. The ADDIE methodology was applied in this research to generate interactive multimedia.Using the following methods: analysis, planning, development, application, and assessment. Response questionnaires, specifically those from students and teachers, are used to collect data. this study seeks to ascertain the usefulness of interactive multimedia development assisted by Lectora Inspire software. The research of the grade IV teachers at SDN 11 Tanjung Barulak's practicality test results showed that 91.66% of them met the requirements for being "extremely practical," and the examination of the student replies to the questionnaire showed that 89.94% of them did as well.As for the practicality of the class IV teacher response at SDN 02 Tanjung Barulak, 87.50% was included in the "very practical" criteria, and as for the practicality of the class IV student response at SDN 14 Tanjung Barulak, 96.38% was included in the "very practical" criteria, and as for the practicality of the class IV teacher response at SDN 02 Tanjung Barulak, 87.50% was included in the "very practical" criteria.and while the questionnaire for the practicality of student responses was 90.55% of the "very practical" criteria. By describing the effectiveness of interactive multimedia helped by lectora inspire software, a descriptive data analysis technique was utilized to analyze the data. The achieved practicality value reveals itself in extremely practical criteria, indicating that the interactive multimedia can be useful and make learning more convenient. Pada zaman sekarang ini dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran masih belum merata yang disebabkan oleh guru yang cenderung menggunakan media konvensional berupa media gambar yang terdapat dalam buku paket siswa dan masih kurang menggunakan media berbantuan teknologi dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa merasa bosan dalam kegiatan proses belajar sehingga pembelajaran menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kepraktisan dari pengembangan multimedia interaktif berbantuan software lectora inspire yang diimplementasikan di kelas IV SD. Dalam penelitian ini model yang digunakan adalah model ADDIE. Dengan langkah yaitu, analisis, perencanaan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan angket respon yaitu respon siswa dan guru. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik analisis data deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan kepraktisan multimedia interaktif  berbantuan software lectora inspire. Hasil analisis yang mendapatkan hasil uji kepraktisan guru Kelas IV SDN 11 Tanjung Barulak yang menunjukkan 91,66% dengan kriteria “sangat praktis”, dan angket kepraktisan respon dari siswa menunjukkan 89,94% dimana termasuk dengan kriteria “sangat praktis”. Sedangkan untuk respon guru Kelas IV SDN 14 Tanjung Barulak menunjukkan 93,66% dengan kategori “sangat praktis”, dan untuk angket kepraktisan siswa menunjukkann 96,38% yang termasuk kedalam kriteria “sangat praktis”, dan untuk kepraktisan dari respon guru Kelas IV SDN 02 Tanjung Barulak yaitu 87,50% termasuk ke dalam kriteria “sangat praktis”, dan sedangkan angket kepraktisan respon siswa yaitu 90,55%  kriteria “sangat praktis”. Nilai kepraktisan yang diperoleh menunjukkan dalam kriteria sangat praktis yang diartikan bahwa  multimedia interaktif  yang dikembangkan dapat memberikan kemudahan dan membantu dalam penggunaanya dalam proses pembelajaran.
THE INFLUENCE OF ROLE PARENTS IN HABITUATION GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IMPLEMENT CLEAN AND HEALTHY BEHAVIOR Isna Nurazmi; Diki Rukmana
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4675

Abstract

The fact that the educational role of parents is lacking in forming clean and healthy living habits is the background of this research. As subjects of formal education for students, parents must be able to develop practices that prioritize cleanliness and health. During the Covid-19 pandemic, instilling clean and healthy living habits became very important for students in the world of education. The study was conducted by involving fourth-grade elementary school students as participants to determine how effective parents' role was in influencing the development of clean and healthy living habits by using a quantitative cross-sectional design approach based on survey analysis. The research findings show that simple linear regression analysis shows a parental influence coefficient of 1.106 which gives a positive value. The t-test also showed that the parental role variable had a higher t count, namely 17.581, than t table 1.993, along with a Pearson value of 0.902 and a significance value of 0.000, less than 0.05. From the R2 test, parental influence gives a value of 0.813 or 81.3%, and other variables provide a value of 0.187 or 18.7%. Therefore, the conclusion is that the role of parents is very influential and has a strong relationship in forming clean and healthy living habits for fourth-grade elementary school students. Fakta bahwa peran edukatif orang tua yang kurang dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi latar belakang penelitian ini. Orang tua, sebagai subjek pendidikan formal bagi siswa, harus mampu membentuk kebiasaan yang memprioritaskan kebersihan dan kesehatan. Selama pandemi Covid-19, menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi sangat penting bagi siswa dalam dunia pendidikan. Penelitian dilakukan dengan melibatkan siswa kelas IV sekolah dasar sebagai partisipan untuk mengetahui seberapa efektif peran orang tua dalam mempengaruhi perkembangan kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional berbasis analisis survei. Temuan penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien pengaruh orang tua sebesar 1,106 yang memberikan nilai positif. Pada uji t juga dihasilkan bahwa variabel peran orang tua memiliki t hitung lebih besar yaitu 17,581 dari t tabel 1,993 beserta nilai pearson sebesar 0,902 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dari uji R2 bahwa pengaruh orang tua memberikan nilai sebesar 0,813 atau 81,3%, dan variabel lain memberikan nilai sebesar 0,187 atau 18,7%. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah bahwa peran orang tua sangat berpengaruh dan memiliki hubungan yang kuat dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi siswa kelas IV sekolah dasar.

Page 1 of 4 | Total Record : 32