cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2024)" : 14 Documents clear
Pemberian Terapi Mindfulness Menurunkan Insomnia dan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Dewi, Ni Kadek Windyana; Suardani, Ni Nyoman; Purwaningsih, Ni Komang
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.145

Abstract

Salah satu, gangguan fisik yang paling sering terjadi pada lansia adalah peningkatan tekanan darah atau biasa disebut hipertensi, gejala yang sering dialami pada lansia dengan hipertensi adalah kesulitan tidur atau yang disebut insomnia. Insomnia merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami sulit tidur atau tidur sering terbangun dimalam hari atau terbangun terlalu pagi. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan darah yang meningkat dan gangguan insomnia yang buruk salah satunya dengan pemberian terapi mindfulness. Terapi Mindfulness merupakan intervensi berdasarkan kesadaran dan relaksasi, praktik mindfulness serta metode relaksasi menghasilkan respons relaksasi. Penilaian insomnia pada penelitian ini menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (IRS). Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap insomnia dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Banjar Sengguan Pasekan Desa Sading. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design dengan jumlah responden sebanyak 20 orang lanjut usia yang mengalami tekanan darah yang meningkat dan gangguan insomnia. Responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil pretest dan posttest . Ada perbedaan yang signifikan pada insomnia lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi terapi mindfulness dengan Z hitung sebesar 4,472 dan nilai p = 0,000 ( p value <0,005). Sedangkan perbedaan yang signifikan pada tekanan darah Pretest-posttest sistolik diberikan intervensi terapi mindfulness dengan Z hitung sebesar 3,974, pada Pretest-posttest d iastolik 3,983. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap insomnia dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Banjar Sengguan Pasekan Desa Sading.
Pemberian Senam Kegel terhadap Penurunan Derajat Inkontinensia Urin pada Lansia Ni Kadek Silvia Wulandari; dr. I Nyoman Sutresna, M.Kes; Ns. Ni Komang Matalia Gandari, S.Kep, MH; Ns. IGAA Sherlyna Prihandhani, S.Kep., M.Kes
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.154

Abstract

Inkontinensia urin merupakan gangguan dalam berkemih dimana urin keluar tidak dapat terkontrol. Inkontinensia urin dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Keadaan ini menimbulkan berbagai masalah medis, sosial maupun ekonomi. Beberapa penatalaksanaan non farmakologis dapat diberikan salah satunya dengan pemberian senam kegel. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian senam kegel terhadap penurunan derajat inkontinensia urin pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre-Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design dengan jumlah sampel 36 orang lansia yang mengalami inkontinensia urin, yang dipilih melalui teknik Purposive Sampling menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan standar operasional prosedur pelaksanaan senam kegel dan International Consultation on Incontinence Questionnaire Short Form (ICIQ-SF). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Ada perbedaan derajat inkontinensia urin sebelum dan setelah pemberian senam kegel dengan nilai Z hitung sebesar -4,284 dan p value = 0,000 yang artinya bahwa p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian senam kegel terhadap penurunan derajat inkontinensia urin pada lansia di Banjar Samuan Kangin, Desa Carangsari, Kec. Petang Badung. Disarankan agar kedepannya lansia yang mengalami inkontinensia urin menerapkan senam kegel sebagai pengobatan alternatif dalam membantu mengatasi masalah inkontinensia urin.
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Ni Nyoman Nuri Tri Laksmi; Ni Komang Matalia Gandari; Nyoman Sutresna; I Putu Artha Wijaya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.155

Abstract

Lansia merupakan kelompok individu yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupan, dimana banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi para lansia salah satunya adalah menurunnya fungsi kognitif. Fungsi kognitif merupakan proses mental yang memperoleh pengetahuan serta kemampuan kecerdasan yang meliputi aspek yang dikenal dengan domain kognitif yaitu atensi, memori, bahasa, kemampuan visual dan fungsi eksekutif. Lansia dengan menurunnya fungsi kognitif jika tidak segera ditangani akan berdampak pada aktivitas sehari-hari yang tidak normal seperti ketergantungan dan sulit berinteraksi. Salah satu terapi yang dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi memori . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan Design Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling . Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner MMSE ( Mini Mental Status Examation ). Data dianalisis menggunakan uji Wilxocon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 17 orang (44,7%) dan setelah diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 18 orang (47,4%). ). ) meningkat (3,3%). Hasil analisis data diperoleh nilai p value 0,000<0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia di Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Kab. Badung. Disarankan agar nantinya lansia yang mengalami masalah penurunan fungsi kognitif dapat melakukan terapi memori sebagai pengobatan alternatif dalam meningkatkan fungsi kognitif.
Aplikasi Modern Dressing pada Pasien Ullkus Diabetikum Wulandari, Tri Suraning; Kurniawait, Ratna; Asriyanto, Luthfy Fauzi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.156

Abstract

Ulkus diabetikum adalah luka terbuka yang terjadi pada kaki akibat diabetes mellitus yang disebabkan oleh tekanan berulang pada kaki yang disertai adanya neuropati perifer, kelainan bentuk kaki, perkembangan infeksi yang mempersulit penyembuhan akibat berkurangnya sirkulasi arteri. Dampak ulkus apabila tidak ditangani dengan tepat akan menjadi lama sembuh dan berdampak besar terhadap morbiditas, mortalitas dan kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Masalah keperawatan yang muncul pada pasien salah satunya adalah kerusakan integritas kulit yang merupakan kerusakan pada epidermis dan dermis. Penelitian ini bertujuan membuktikan efektifitas perawatan luka dengan modern dressing dalam memperbaiki integritas kulit. Metode penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest posttest) dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 10 dengan kriteria inklusi pasien diabetes melitus yang mempunyai luka stadium 1-4, usia 30-70 tahun, kesadaran compos mentis, dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil penelitian didapatkan bahwa aplikasi modern dressing dapat memperbaiki integritas kulit antara lain peningkatan (perfusi jaringan, hidrasi), penurunan (kerusakan jaringan, kerusakan lapisan kulit, nyeri, perdarahan, kemerahan, hematoma, nekrosis) dan membaik (sensasi, suhu kulit). Kesimpulan terdapat penurunan total scoring pengkajian luka, sehingga terjadi perbaikan integritas kulit
Penerapan Pendidikan Kesehatan Untuk Mengatasi Masalah Utama Defisit Pengetahuan Pada Pasien Kejang Demam Astuti, Wahyu Tri; Hastuti, Tulus Puji; Khusniyadi, Nida
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.159

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang pada anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh diatas 38°C, menyebabkan kerusakan sel otak karena aliran darah pada otak tidak lancar. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya orang tua dalam penanganan kejang demam diantaranya adalah pengetahuan, kemampuan orang tua dalam penanganan kejang demam harus didasari pengetahuan yang benar tentang kejang demam. Tingkat pengetahuan orang tua juga dipengaruhi kurangnya informasi yang diterima oleh orang tua. Tujuan : menggambarkan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pada pasien kejang demam. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian 2 pasien menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling pada pasien paska kejang demam di Ruang Aster 6 Rumah Sakit Umum Tidar Kota Magelang, instrumen digunakan SAP kejang demam, format pengkajian asuhan keperawatan, dan format penilaian tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang kejang demam. Hasil : kedua responden memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan subjek studi kasus, pengkajian keperawatan didapatkan hasil pada pasien ibu An. M menanyakan masalah yang dihadapi An. M, belum mengetahui tentang cara penanganan kejang demam demam, dan pada pasien ibu An. F tidak mengetahui penyebab dari kejang demam dan cara penanganan kejang demam. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Kondisi sebelum pelaksanaan tindakan pada ibu An. M dan ibu An. F didapatkan tingkat pengetahuan ibu An. M 50% (kurang) dan ibu An. F didapatkan tingkat pengetahuan 25% (kurang). Pelaksanaan tindakan berdasarkan perencanaan keperawatan yaitu edukasi kesehatan dengan penerapan pendidikan kesehatan. Simpulan : Kondisi setelah pelaksanaan pada ibu An. M dan ibu An. F didapatkan hasil mengalami tingkat pengetahuan meningakat, ibu An. M dari tingkat pengetahuan 50% menjadi 86% dan ibu An. F dari tingkat pengetahuan 25% menjadi 73%.
Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat Jahe Untuk Menurunkan Nyeri Akut Pada Lansia Penderita Hipertensi Indira Zulkarnain, Fahdina Nia; Anisah, Retno Lusmiati; Parmilah, Parmilah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.163

Abstract

AbstrakHipertensi adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas tingkat normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Prevalensi global hipertensi tahun 2019 adalah mencapai 34,1%, meningkat dari 25,8% pada seorang dewasa (30-79 tahun). Dampak hipertensi adalah palpitasi, kelelahan, ansietas, tremor otot, nyeri kepala, epistaksis pandangan kabur atau ganda, sulit tidur, dan nyeri akut. Salah satu penyebab nyeri akut adalah tekanan darah meningkat. Salah satu tindakan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri yang berfokus pada terapi rendam kaki dengan air hangat jahe. Jahe merah mengandung berbagai komponen seperti lemak, protein, zat pati, oleoresin (gingerol), dan minyak atsiri, bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan memberikan efek relaksasi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran tentang efektivitas terapi rendam kaki dengan air hangat jahe untuk menurunkan nyeri akut pada lansia penderita hipertensi.Metode penelitian ini menggunakan studi kasus. Hasil penelitian kedua responden setelah diberikan terapi rendam kaki dengan air hangat jahe selama 7 hari, mengalami mengalami penurunan tekanan darah penurunan tingkat nyeri. Responden 1 dari tekanan darah 146/98 mmHg dengan skala nyeri 5 menjadi 125/85 mmHg dengan skala nyeri 2 sedangkan responden 2 dari tekanan darah dan 158/110 mmHg dengan skala nyeri 6 menjadi 112/85 mmHg dengan skala nyeri. Kesimpulannya, pemberian terapi rendam kaki dengan air hangat jahe efektif untuk menurunkan nyeri akut pada lansia penderita hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi; Lansia; Nyeri Akut; Rendam Kaki Air Hangat Jahe AbstractHypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal levels, namely exceeding 140/90 mmHg. The global prevalence of hypertension in 2019 was 34.1%, an increase from 25.8% in adults (30-79 years). The effects of hypertension are palpitations, fatigue, anxiety, muscle tremors, headaches, blurred or double vision epistaxis, difficulty sleeping, and acute pain. One of the causes of acute pain is increased blood pressure. One non-pharmacological action that can be taken is pain management which focuses on foot soak therapy with warm ginger water. Red ginger contains various components such as fat, protein, starch, oleoresin (gingerol), and essential oils, which are useful for lowering blood pressure and providing a relaxing effect so that it can reduce pain. The aim of the research is to provide an overview of the effectiveness of foot soak therapy with warm ginger water to reduce acute pain in elderly people with hypertension.This research method uses a case study. The research results of the two respondents, after being given foot soak therapy with warm ginger water for 7 days, experienced a decrease in blood pressure and a decrease in pain levels. Respondent 1 from blood pressure 146/98 mmHg with a pain scale of 5 to 125/85 mmHg with a pain scale of 2 while respondent 2 from blood pressure and 158/110 mmHg with a pain scale of 6 to 112/85 mmHg with a pain scale.In conclusion, providing foot soak therapy with warm ginger water is effective in reducing acute pain in elderly people with hypertension. Keyword : Hypertension; Elderly; Acute Pain; Ginger Warm Water Foot Soak Therapy
Pola Pemberian Makan Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Umur 24 – 59 Bulan Ardiansyah, Muhammad Ivan; Setyarini, Tri Kartika; Fuad, Wijayanti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.165

Abstract

Abstrak Stunting dapat disebabkan faktor langsung (bayi Berat Badan Lahir Rendah, penyakit infeksi, jenis kelamin, riwayat anemia ibu) serta faktor tidak langsung (imunisasi tidak lengkap, status ekonomi keluarga, pola pemberian makan anak). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat anemia ibu hamil dan pola pemberian makan anak terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di kelurahan Geneng kecamatan Batealit, Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 85 responden. Uji statistik menggunakan uji chi – square untuk analisis bivariat dan uji multiple logistic regression untuk analisi multivariat. Responden yang mengalami stunting sebesar 56,5%, dan ibu yang memiliki riwayat anemia sebesar 55,3%, sedangkan ibu dengan pola pemberian makan anak tidak baik sebesar 62,4%. Riwayat anemia ibu dan pola pemberian makan anak berpengaruh terhadap kejadian stunting anak umur 24–59 bulan di kelurahan Geneng, kecamatan Batealit, Jepara (p=0,002 dan p=0,000). Pola pemberian makan anak merupakan faktor yang lebih berpengaruh terhadap kejadian stunting dibandingkan riwayat anemia ibu. Terdapat hubungan antara riwayat anemia ibu dan pola pemberian makan anak terhadap kejadian stunting. Kata Kunci: Pola pemberian makan; Riwayat anemia ibu; Stunting Abstract Failure to achieve maximum growth is the definition of stunting, calculated based on height for age (TB/U) with a limit value of less than minus 2 SD. Globally, according to the United Nations Children's Fund, in 2018 there were 22.2% of children experiencing stunting, or 1 in 4 children aged 0 to 5 years in the world had a stunting problem. Stunting can be caused by direct factors (low birth weight babies, infectious diseases, gender, history of maternal anemia) and indirect factors (incomplete immunizations, family economic status, child feeding patterns). This study aims to analyze the relationship between a history of anemia in pregnant women and child feeding patterns to the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Geneng village, Batealit sub-district, Jepara. This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The sampling method is simple random sampling. The research sample used was 85 respondents. Statistical test using chi-square test for bivariate analysis and multiple logistic regression test for multivariate analysis. This study was conducted after obtaining ethical approval. Respondents who experienced stunting were 56.5%, and mothers who had a history of anemia were 55.3%, while mothers with poor child feeding patterns were 62.4%. History of maternal anemia and child feeding patterns affect the incidence of stunting in children aged 24–59 months in Geneng sub-district, Batealit sub-district, Jepara (p=0.002 and p=0.000). Child feeding pattern is a more influential factor on the incidence of stunting than the history of maternal anemia. There is a relationship between a history of maternal anemia and child feeding patterns on the incidence of stunting.. Keywords: Stunting; history of maternal anemia; feeding patterns.
Penerapan Pendidikan Kesehatan Tentang Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi Untuk Mengatasi Masalah Utama Defisit Pengetahuan Pada Ibu Postpartum Spontan Bulan Susanti, Evy Tri; Munayarokh; Dewi Nur Solikha
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.167

Abstract

Latar Belakang: Postpartum spontan merupakan masa setelah plasenta dan janin lahir melalui pervaginam, dengan kekuatan ibu sendiri dan berakhir ketika alat kandungan kembali ke keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kurang lebih 6 minggu. Masalah yang timbul pada ibu postpartum spontan bisa beragam, salah satunya defisit pengetahuan tentang alat kontrasepsi. untuk meningkatkan masalah defisit pengetahuan dapat diatasi dengan memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan: Menggambarkan pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi dapar meningkatkan pengetahuan ibu postpartum spontan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian 2 pasien menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling pada ibu postpartum di Ruang Bougenville RSUD Tidar Kota Magelang. Instrumen yang digunakan SAP, leaflet, kuesioner untuk mengukur pengetahuan yang terdiri dari 15 pertanyaan, lembar balik, lembar observasi pre dan post test dan format asuhan keperawatan maternitas. Hasil: Kedua responden memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan subjek studi kasus, pengkajian keperawatan didapatkan hasil kedua responden Ny. S dan Ny. Y telah melahirkan secara spontan, belum menggunakan alat kontrasepsi, pengetahuan tentang alat kontrasepsi masih berada di kategori kurang, tidak mengalami perubahan psikologis postpartum. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Ny. S dan Ny. Y adalah defisit pengetahuan tentang jenis alat kontrasepsi berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Kondisi sebelum pelaksanaan tindakan tingkat pengetahuan Ny. S dan Ny. Y kategori kurang, dapat menjawab 8 dari 15 pertanyaan (53%). Pelaksanaan tindakan berdasarkan perencanaan keperawatan yaitu edukasi keluarga berencana dengan penerapan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kondisi setelah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan hasil responden mengalami tingkat pengetahuan meningkat, Ny. S tingkat pengetahuan cukup dengan mampu menjawab 11 dari 15 pertanyaan (73%) dan Ny. Y tingkat pengetahuan baik dengan mampu menjawab 13 dari 15 pertanyaan (87%). Background: Postpartum Spontaneous is the period after the placenta and fetus are born vaginally, by the mother's own strength and ends when the uterus returns to its pre-pregnancy state which lasts for approximately 6 weeks. The problems that arise in spontaneous postpartum mothers can be varied, one of which is a deficit in knowledge about contraceptives. To improve the problem of knowledge deficit, it can be overcome by providing health education. Objective: Describing health education about the types of contraceptives can increase knowledge of spontaneous postpartum mothers. Method: This research is a qualitative descriptive research with a case study approach. The research subjects were 2 patients using non probability sampling with approach purposive sampling on mother postpartum in the Bougenville Room of Tidar Regional Hospital, Magelang City. The instruments used by SAP are leaflets, questionnaires to measure knowledge consisting of 15 questions, feedback sheets, observation sheets pre and post test and format of maternity nursing care. Results: Both respondents met the inclusion criteria to be used as case study subjects. The results of the nursing assessment were obtained by the two respondents, Mrs. S and Mrs. Y has given birth spontaneously, has not used contraception, knowledge about contraceptives is still in the deficient category, has not experienced postpartum psychological changes. The nursing diagnosis made to Mrs. S and Mrs. Y is a knowledge deficit about types of contraception related to lack of exposure to information. Conditions before implementing the action Mrs. S and Mrs. Y in the poor category, can answer 8 of 15 questions (53%). Implementation of actions based on nursing planning, namely family planning education with the application of health education. Sconclusion: Conditions after being given health education showed that respondents experienced an increased level of knowledge, Mrs. S's level of knowledge was sufficient to be able to answer 11 of 15 questions (73%) and Mrs. Y has a good level of knowledge and was able to answer 13 of 15 questions (87%).
Penerapan Relaksasi Benson Untuk Mengatasi Masalah Utama Nyeri Akut Pada Pasien Post Apendiktomi Emah, Emah Marhamah; Sugiarto, Kurniawan Bagus; Kusumastuti, Rachma
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.174

Abstract

Nyeri post apendiktomi terjadi karena setiap prosedur pembedahan mengakibatkan terputusnya jaringan (luka) yang mengeluarkan prostaglandin dan leukotriens kemudian diteruskan ke spinal cord untuk menghasilkan impuls nyeri. Nyeri post apendiktomi dapat dikontrol dengan penatalaksanaan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis dengan melakukan relaksasi Benson. Tujuan : menggambarkan penerapan relaksasi Benson untuk mengatasi masalah nyeri akut pada pasien post apendiktomi. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian 2 pasien menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling pada pasien post apendiktomi di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Tidar Kota Magelang, Tindakan dilakukan selama 3 hari dengan melakukan pemberian relaksasi Benson selama 10-20 menit, mengukur skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Hasil : kedua responden memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan subjek studi kasus, pengkajian keperawatan didapatkan hasil pada pasien Ny. Z mengeluh nyeri setelah 6 jam post apendiktomi, nyeri terasa saat pasien berganti posisi dan berkurang saat berbaring, kualitas nyeri seperti tersayat-sayat, nyeri pada perut kanan bawah bekas operasi, nyeri skala 6 dan nyeri hilang timbul berdurasi kurang lebih 8 menit. Pada pasien Tn. M mengeluh nyeri post apendiktomi H+0, nyeri bertambah ketika pasien bergerak dan berkurang saat pasien istirahat, seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada perut kanan bawah bekas operasi, nyeri dengan skala 5 dan nyeri hilang timbul berdurasi selama kurang lebih 5 menit Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (prosedur operasi). Kondisi sebelum pelaksanaan tindakan pada Ny. Z nyeri dengan skala 6 dan Tn. M nyeri dengan skala 5. Pelaksanaan tindakan berdasarkan perencanaan keperawatan yaitu penerapan relaksasi Benson selama 3 hari berturut-turut, diberikan 2 kali dalam sehari dengan durasi waktu 10 sampai dengan 20 menit. Simpulan : Kondisi setelah pelaksanaan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat nyeri pada kedua responden mengalami penurunan. Ny. Z dari tingkat nyeri 6 menjadi 3 dan pada Tn. M mengalami penurunan tingkat nyeri dari 5 menjadi 3. Penerapan relaksasi Benson terbukti efektif karena mampu menurunkan tingkat nyeri pada kedua responden post apendiktomi.
Profil Status Gizi Dan Kualitas Hidup Anak Penderita Talasemia Purnamasari, Ika; Peperawati, Pratiwi Rita; Astuti, Wahyu Tri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.177

Abstract

Abstrak Talasemia merupakan kelainan genetik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan dapat mempengaruhi aspek pertumbuhan dan kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil status gizi dan kualitas hidup anak penderita talasemia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan seluruh pasien anak talasemia di RSUD Temanggung berjumlah 15 pasien. Pengambilan data dengan kuesioner profil pertumbuhan dan instrumen Pediatric Quality of Life Inventory 4.0 Generic Core Scales (PedsQL). Data dianalisis secara deskriptif dengan distribusi frekuensi, penghitungan status gizi dan skoring instrumen PedsQL. Hasil penelitian menunjukkan responden berjumlah 15 pasien anak dengan usia sebagian besar pada kelompok usia sekolah (9,3 th). Kadar hemoglobin (Hb) pra tranfusi rata-rata 8,11 gr/dl dan 80% responden melakukan tranfusi setiap 4 minggu. Usia diagnosis paling banyak terjadi pada usia 3 tahun. Profil status gizi berdasarkan IMT dijumpai 20% status gizi gemuk, 20% status gizi kurus dan 60% status gizi normal. 80% responden memiliki riwayat berat dan panjang lahir normal. Berdasarkan analisis PedsQL laporan anak, terdapat 33,3% anak memiliki kualitas hidup buruk dengan skor rata-rata 56,1 dan 66,7% memiliki kualitas hidup baik dengan skor rata-rata 88,8. Sedangkan berdasarkan laporan orang tua, 26,7% memiliki kualitas hidup buruk dengan skor 63,9 dan 73,3 % memiliki kualitas hidup baik dengan skor 84,3. Adapun skor terendah berada pada fungsi sekolah yaitu sebesar 69,7 (buruk). Profil status gizi berdasarkan IMT sebagian besar anak berstatus gizi normal. Kualitas hidup anak talasemia pada kategori baik berdasarkan laporan anak dan orang tua. Hasil ini sebagai dasar bagi perawat dalam memberikan intervensi keperawatan. Kata Kunci: anak talasemia; kualitas hidup; profil status gizi Abstract Thalassemia is a genetic disorder that requires long-term treatment and can affect aspects of a child's growth and quality of life. This study aims at describing the nutritional status profile and quality of life of children with thalassemia. This research was a descriptive study with a cross-sectional approach involving all 15 thalassemia pediatric patients at Temanggung Regional Hospital. Data were collected using a growth profile questionnaire and the Pediatric Quality of Life Inventory 4.0 Generic Core Scales (PedsQL) instrument. Data were analyzed descriptively using frequency distribution, calculating nutritional status and scoring the PedsQL instrument. The research results showed that the respondents were 15 pediatric patients, most of them were in the school age group (9.3 years). Pre-transfusion hemoglobin (Hb) levels averaged 8.11 gr/dl and 80% of respondents underwent transfusions every 4 weeks. The most common age of diagnosis was 3 years old. The growth profile based on BMI found 20% fat nutritional status, 20% thin nutritional status and 60% normal nutritional status. 80% of respondents had a history of normal birth weight and length. Based on PedsQL analysis of children's reports, 33.3% of children had poor quality of life with an average score of 56.1 and 66.7% had good quality of life with an average score of 88.8. Meanwhile, based on parent reports, 26.7% had a poor quality of life with a score of 63.9 and 73.3% had a good quality of life with a score of 84.3. The lowest score was for school function, namely 69.7 (bad). The nutritional status profile based on BMI of most children has normal nutritional status. The quality of life of thalassemia children is in the good category based on child and parent reports. These results as the basis data for nurses in providing nursing interventions. Keywords : children with thalassemia, quality of life, profile of nutrition status

Page 1 of 2 | Total Record : 14