cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
perumahan taman alamanda iii blok t no 3 karang pule mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Mandiri
Published by bajang Institute
ISSN : 28098889     EISSN : 28098579     DOI : 10.53625
Jurnal Pengabdian Mandiri and with printed version of ISSN:2809-8889 and the online version of ISSN:2809-8579 accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches that include: Economics Tourism Education Economics Tourism Education Health IT Education Social Humanities Art
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 984 Documents
MODEL PENDAMPINGAN PETUGAS MTBS DALAM PENGISIAN FORMAT MTBS DI PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG Yulianti K. Banhae; Agustina Ina; Maria A. Making; Yohanes M. Abanit
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita maka diharapkan petugas kesehatan perlu menerapkan tatalaksana MTBS secara baik dan benar di Puskesmassesuai dengan buku bagan MTBS. Penerapan MTBS yang baik dan benar dipengaruhi oleh pengetahuan, ketrampilan sikap dan motivasi petugas kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat: untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta motivasi petugas dalam pengisian format MTBS. Metode pelatihan/penyegaran materi MTBS melalui ceramah dan pendampingan petugas MTBS melalui demonstrasi dan problem base learning. Penelitian Banhae (2021) menunjukkan hasil bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam melakukan pengisian tindakan/pengobatan sebanyak 8 responden (80%) dan tidak patuh dalam melakukan pengisian nasehat kapan kembali segera dan kunjungan ulang sebanyak 9 responden (90%). Hasil: hasil pretest dan posttest terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan serta motivasi petugas MTBS tentang cara pengisian format MTBS usia 2 sampai 5 tahunyang baik dan benar sesuai buku bagan MTBS.
DIGITAL MARKETING DAN BRANDING PRODUK PADA UMKM DE’SNACK R&R DESA BANJARSARI KABUPATEN BOGOR Yuppy Triwidatin; Azhirni Alpha Khasanah; Desi Yusefa; Silviana Marwa Hadi; Sulastri Aulia
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah atau dikenal dengan UMKM yang memiliki banyak peran dalam anggota yang miskin, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mandiri dalam menopang ekonominya. Pelaku UMKM harus mampu berkembang dan bertahan seiring dengan persaingan usaha yang ketatnya. Kemampuan bersaing dalam perdagangan merupakan hal penting agar perekonomian Indonesia tetap kuat terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Oleh sebab itu pemerintah terus berupaya agar UMKM di berbagai daerah dapat berkembang sehingga menopang perekonomian masyarakat kecil dengan memberikan berbagai hal baik dari segi segi, pemasaran, fasilitas-fasilitas lain yang mendukung. Hadirnya revolusi industri 4.0 menimbulan dampak persaingan yang ketat, UMKM harus mampu mengatasi tandangan itu dengan kreatif, inovasi produk, pemasaran, kemasan produk, pengembangan sumberdaya manusia dan teknologi. Strategi pemberdayaan UMKM dapat dicapai melalui peran Pemerintah mengeluarka kebijakan fiskal maupun non fiskal, perguruan tinggi perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat dan peran pendukung mendoron UMKM semakin madiri dan inovatif. Hal ini merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman agar UMKM dapat bersaing, dan meningkatkan brand image usaha yang dijalani. Jenis pengabdian yang dilakukan adalah survey, Study Kasus dengan Metode Deskriptif. Ada beberapa permasalahan di tempat UMKM diantaranya tidak adanya logo produk, tidak adanya laporan pencatatan keuangan, kurang luasnya target pasar dan inovasi produk. Dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini kami membantu dan membuat beberapa program diantaranya memberikan inovasi produk yang bertujuan untuk mengembangkan produk agar variasi produk lebih berkembang dan dapat bersaing dengan produk lain.
PROGRAM PELATIHAN BUSSINESS PLAN PADA BUMDes RUKUN SANTOSO, DESA BUGISAN, KEC. PRAMBANAN, KAB. KLATEN, JAWA TENGAH Lila Retnani Utami; V. Wiratna Sujarweni; Pangestuti Rahayu
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bugisan terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi sebuah Desa Wisata. Kegiatan perekonomian warga yang selama ini hanya sebagai petani, dengan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Belum adanya pengetahuan tentang perencanaan usaha selama ini menyebabkan perkembangan BUMDES setempat yakni BUMDES Rukun Santoso belum sesuai dengan harapan desa. Oleh karena itu, peluang bagi akademisi untuk melakukan pendampingan bagi BUMDES Rukun Santoso baik dalam perencanaan usaha maupun pengelolaan usaha usaha yang dimiliki, dengan harapan BUMDES Rukun Santoso bisa berkembang dengan pesat dan bisa menjalankan fungsinya untuk lebih mensejahterakan warga Desa Bugisan. Metode yang digunakan yaitu sharing, diskusi, pemaparan materi. dan praktek melakukan perencanaan usaha dan digital marketing. Hasil pengabdian ini menjadikan warga setempat bersama dengan BUMDES lebih maju dalam mengembangkan potensi usaha di desa wisata, melakukan inovasi produk khas daerah, dan penataan desa wisata menjadi lebih baik.
PENGUATAN LEMBAGA BUMNAG PURO NAGARI KOTO LAWEH, KECAMATAN LEMBANG JAYA, KABUPATEN SOLOK Nidia Anggreni Das; Edi Firnando; Yulhan Yuhan; Yendi Putra; Rita Dwi Putri; Witra Maison; Lili Wahyuni; Siska Yulia Defitri; Juita Sukraini; Aldo Sofari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to PP 11 of 2021, Village-Owned Enterprises, hereinafter referred to as Village BUM, are legal entities established by villages and/or together with villages to manage businesses, utilize assets, develop investment and productivity, provide services, and/or provide other types of businesses for the maximum welfare of the village community. BUM-Nag is a form of alternative business entity that needs special attention and is developed to improve the nagari economy, with the aim that the birth of Bum-Nag can create new economic resources for Nagari that are used for the economic welfare of the Nagari people. The service activity aims to contribute thoughts and counseling on strengthening the BUM-Nag institution as a form of effort in improving the nagari economy. Service activities were carried out in Nagari Koto Laweh, Lembang Jaya District, Solok Regency. Community service uses the Group Discussion Forum (FGD) method, assistance and counseling carried out by delivering BUMNag Institutional material by UMMY Solok Lecturers. The result to be achieved in this service activity is to improve science, understanding and and the ability or capacity of Nagari's apparatus to strengthen the institution and management of BUM-Nag as a form of efforts to improve the Nagari economy.
TRAINING AND ASSISTANCE FOR MENTAL HEALTH CADRES IN IMPROVING KNOWLEDGE AND SKILLS OF FAMILY OF ODGJ PATIENTS IN THE MANGASA COMMUNITY HEALTH CENTER, MAKASSAR CITY Maryati Tombokan; Sri Angriani; Naharia Laubo; Subriah Subriah
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas as a first-level service facility that can provide mental health services for the community is very important, especially in monitoring families in increasing the coverage of mental treatment for patients with schizophrenia in their work area where data is found for relapses of schizophrenia patients because the coverage of mental patients who do not seek treatment regularly is found to be 51.1% do not seek treatment regularly (Riskesdas 2018). The limited ability of families and the community, especially in understanding the care of patients with ODGJ (People With Mental Disorders), this is due to the diversity of population characteristics based on demographics, both in terms of education, age, gender, culture and occupation, which can affect different knowledge and perceptions about patients. with mental disorders. Purpose: The purpose of community service activities is to improve the skills of family members, mental health cadres in identifying and recognizing signs and symptoms of mental disorders in people with mental disorders in the community and how to provide care and treatment as well as follow-up in terms of providing health services. referral through the mangasa health center and then forwarded to a mental hospital as the right hospital in handling mental patients, especially for ODGJ patients. Methods: consisting of a pre test, providing training materials and followed by a post test to identify the level of knowledge and skills of cadres in early detection of family members identified as ODMK or ODGJ by using the mentoring process in using the cadre pocket book that has been given. Results: After being given training and the process of mentoring and guidance, most of the respondents' knowledge and skills are getting better, especially in increasing their ability to carry out early detection to identify family members who are at risk of suffering from mental disorders (ODMK) and recognize the signs and symptoms of family members who suffer from mental disorders. soul (ODGJ) using the format provided. Conclusion: With training and mentoring mental health cadres can improve the knowledge and skills of families in caring for ODGJ patients in the Mangasa Health Center area of ​​Makassar City. Suggestion: For mental health cadres who have been trained, it is hoped that they can disseminate information, knowledge and skills about early detection of family members who are at risk of mental health problems (ODMK) and can identify signs and symptoms of ODGJ patients in the community.
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RS NAIBONAT KABUPATEN KUPANG TAHUN 2022 Kori Limbong; Yulianti Kristiani Banhae
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengbdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan review format asuhan keperawatan serta pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan sesuai standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indinesia (SIKI). Setalah dilakukan kegiatan masyarakat selama di RS Naibonat Kupang, didapatkan hasil terupdatenya format diagnose Keperawatan, format intevensi sesuai standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indinesia (SIKI) serta dari aspek pengetahuan terdapat peningkatan pengetahuan perawat yang signifikan di mana nilai rata-rata sebelum workshop adalah 53 naik menjadi 76 setelah dilakukan workshop.
TRAINING ON GROWING VEGETABLES IN THE HYDROPONIC SYSTEM OF THE COMMUNITY AROUND THE UPR CAMPUS IN UTILIZING NARROW LAND AND FREE TIME Agus Sadono; Nuriman Wijaya
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang berdomisili di sekitar kampus UPR tidak mempunyai lahan pekarangan luas untuk menanam sayuran dan setiap hari bahan sayuran untuk dimasak. Mereka mempunyai waktu luang banyak yang belum dimanfaatkan. Keadaan tersebut merupakan potensi yang bisa diisi dengan kegiatan pelatihan yang produktif menanam sayuran menggunakan sistem hidroponik. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam rangka pengabdian pada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan menanam sayuran dengan sistem hidroponik. Kegiatan pelatihan menanam sayuran dengan sistem hidroponik ini di kerjakan melalui dua tahapan berikut :. Tahapan pertama adalah sosialisasi kepada masuarakat sekitar kampus UPR tentang cara bertanam sayuran dengan sistem hidroponik. Tahapan kedua adalah praktek tutorial bercocok tanam sayuran dengan sistem hidroponik, mulai dari cara membuat bibit tanaman sampai menanam dan memeliharanya sampai panen. Program ini menghasilkan luaran: terbentuknya keterampilan menanam sayuran dengan sistem hidroponik dan bertambahnya pengetahuan hidroponik. Proses pelaksanaannya melewati dua tahapan yaitu teori dan praktek menanam sayuran di pipa pralon yang sudah disiapkan. Pemanfaatan lahan sempit di sekitar rumah dan waktu luang dapat digunakan untuk usaha yang produktif dan dapat meningkatkan pengetahuan tentang budi daya sayuran dengan sistem hidroponik.
SOSIALISASI DAN PENGENALAN KONSEP SMART VILLAGE DI DESA SUNGAI PINANG KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN Januar Eko Aryansah; Raniasa Putra; Dedeng Dedeng
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatar belakangi oleh Kondisi belum dikenalnya konsep Smart Village sebagai Konsep terbaru dalam penyelenggraan tata kelola pemerintah Desa. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukan bahwa konsep Smart Village atau Desa cerdas ini merupakan sebuah konsep yang baru dan belum dikenal baik oleh Perangkat Desa Maupun oleh BPD Desa Sungai Pinang, Namun beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh perangkat desa sebanarnya sudah melaksankan salah satu ciri dari konsep ini. Dengan Pengenalan dan penjelasan konsep Smart Village ini Pemerintah desa Sungai Pinang Mewujudkan konsep tersebut terutama dalam kosep pertama yaitu Smart Governance yang telah diupayakan dengan menyediakan Internet di Kantor Desa serta lebih mengefektifkan medsos Sebagai sarana Komunikasi dan pemberian Informasi Pelayanan kepada Masyarakat. Adapun saran dalam pengabdian ini adalah, Pemerintahan Desa Sungai Pinangdapat menyusun perencanan dan anggaran tahun berikutnya untuk mendapatkan pembimbingan dan pembinaan terkait Smart Village dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, kemudianPemerintah Desa Sunagi Pinang dapat menerapkan beberapa konsep Smart Village yang mudah dan memiliki dukungan sumber daya yang sudah tersedia di desa
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN SENAM KAKI DIABETES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS MAMAJANG KOTA MAKASSAR Baharuddin. K; Muhammad Basri; Sitti Rahmatia
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam kaki diabetes melitus ini merupakan kegiatan atau latihan yang dilakuakn oleh masyarakat yang menderita diabetes melitus untuk membantu memperlancar peredaran darah bagian kaki yang mengalami penurunan neuropati yang bias menyebabkan terjadinya luka (Setyoadi & Kushariyadi, 2011). Penelitian Suhertini (2016) didapatkan rata-rata nilai sensasi kaki penderita neuropati diabetik. Pada kelompok intervensi sebelum senam kaki adalah 8.61dan sesudah senam kaki adalah 5.55 berarti nilai sensasi kaki penderita neuropati diabetik mengalami penurunan sebanyak 3.061 point yang berarti keluhan neuropati mengalami penurunan. Senam kaki efektif terhadap penurunan neuropati diabetik pada penderita diabetes melitus. Penelitian yang dilakukan Sigit Priyanto(2013) menyatakan ada pengaruh kadar gula darah dan sensitivitas kaki sebelum dengan sesudah dilakukan senam kaki pada yang mengalami diabetes melitus. Target khusus yang dicapai adalah (1). Peserta PROLANIS memiliki peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam melaksanakan senam kaki. (2). Peserta PROLANIS mampu mengimplementasikan senam kaki sebagai salah satu pencegahan luka pada kaki.(3) Didapatkan media dengan desain menarik tentang senam kaki. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah : (1). Melakukan sosialisasi pengetahuan dan pemahaman yang mendalam pada penderita Diabetes mellitus tentang pentingnya melakukan senam kaki,(2). Penyuluhan (3). Pendampingan dan pelaksanaan senam kaki. (4). Evaluasi dengan melakukan penilaian secara kuantitatif tingkat pemahaman peserta PROLANIS mengenai tujuan dilakukannya senam kaki, manfaat, indikasi dan kontraindikasi serta cara melaksanakan senam kaki. Realisasi kegiatan terdiri dari dua macam kegiatan pokok, yaitu (1) Kegiatan Penyuluhan: kegiatan ini dilakukan dengan memberikan materi tentang pentingnya melakukan senam kaki bagi penderita Diabetes Mellitus (2) Kegiatan Pendampingan: kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan senam kaki dengan pemutaran vidio vidio senam kaki sesuai SOP. Dengan mahirnya melakukan senam kaki diharapkan resiko timbulnya luka kaki pada pasien diabetes mellitus dapat diminimalisasi.
SOSIALISASI KURIKULUM PEMBINAAN SEPAKBOLA INDONESIA DI KABUPATEN SIAK Ricky Fernando; Tomi Erfando; Anggea Titania; Ade Irma
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian football coaching curriculum aims to serve as a guide for teachers and coaches at an early age and young age on how to provide appropriate and appropriate stages of training according to age levels. To strengthen and develop the philosophy of Indonesian football, it takes a touch of Sports Science that is thick in Indonesian football culture. The Indonesian football coaching curriculum also describes the stages of coaching in which each stage has systematic and specific training methods according to the needs of the age level. The stages of coaching in the Indonesian football curriculum prepare players who are capable of playing football. compose a logical and simple football to make it easier for players to understand the game of football. The coach's understanding of the football coaching curriculum is the key in shaping the character and development of players from an early age and young age, in essence, all phases that are passed in football coaching are designed as a contribution to print players in elite pro clubs and professional players. strong and able to compete at international level.