cover
Contact Name
Sariaman Gultom
Contact Email
jurnal.moralita@gmail.com
Phone
+6281370714478
Journal Mail Official
jurnal.moralita@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja No 1 Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Universitas Simalungun
ISSN : 22525629     EISSN : 23026561     DOI : https://doi.org/10.36985/jurnalmoralita
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun Pematangsiantar. Jurnal ini sebagai media informasi dan publikasi hasil penelitian, perkembangan teoritis, dan karya ilmiah mengenai pendidikan, pancasila dan kewarganegaraan, hukum, sosial politik dan pembelajarannya, khususnya pada bidang Pancasila dan Kewarganegaraan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN:MENINGKATKAN KESADARAN BELA NEGARA DARI KEPEDULIAN SOSIAL GENERASI MUDA Muhammad Abdilah; Shafwan Shauri Nasution; Hari Samudra; Nurul Khasanah; Aisyah Putri Ayu; Syifa Az-Zahra
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2025): Vol 6 No. 1 April 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ezrdhw08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran kepedulian sosial dalam meningkatkan kesadaran bela negara pada generasi muda. Kesadaran bela negara memiliki peran krusial dalam membangun dan mempertahankan keutuhan suatu negara. Namun, dalam era globalisasi ini, tantangan terkait kesadaran bela negara semakin kompleks, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung terpapar pada pengaruh global.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara tingkat kepedulian sosial generasi muda dan tingkat kesadaran bela negara mereka. Generasi muda yang terlibat dalam kegiatan sosial, seperti pengabdian masyarakat, relawan, atau partisipasi dalam program-program sosial, cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tanggung jawab mereka terhadap negara.Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan kepedulian sosial dan, pada gilirannya, meningkatkan kesadaran bela negara. Faktor-faktor tersebut meliputi pendidikan karakter, pengembangan keterampilan sosial, dan promosi nilai-nilai kebangsaan melalui media massa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program-program pendidikan dan sosialisasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kesadaran bela negara pada generasi muda. Dengan demikian, negara dapat memastikan bahwa generasi muda memiliki kesiapan dan komitmen untuk berperan aktif dalam memajukan dan melindungi keutuhan negara mereka.
PERAN AMANDEMEN UUD 1945 DALAM MEMPERKUAT SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA Asti Cahya Dewi; Zaenul Slam
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/dzyy0743

Abstract

Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah membawa perubahan signifikan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, khususnya dalam memperkuat sistem demokrasi. Melalui empat tahap amandemen yang berlangsung antara tahun 1999 hingga 2002, terjadi pembatasan kekuasaan Presiden, penguatan peran lembaga legislatif dan yudikatif, serta pengakuan hak asasi manusia secara lebih jelas. Amandemen ini juga memperkenalkan mekanisme checks and balances yang lebih efektif, mengatur pemilihan umum langsung, dan memberikan otonomi yang lebih luas kepada daerah. Artikel ini menganalisis bagaimana amandemen UUD 1945 mencerminkan kebutuhan demokratisasi Indonesia pasca Orde Baru dan dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa amandemen tersebut berhasil memperkuat kedaulatan rakyat dan memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia, meskipun masih terdapat tantangan dalam implementasinya.
MEMPERTIMBANGKAN ULANG STATUS PATRIOTISME FENOMENA #KABURAJADULU Messiya Dama, Euaggelin Valentin; Bassang, Alfred Brilian; Khairi, Muhammad Hashbal; Br Sebayang, Dea Kristi; Wiantasya, Azzahra Pramitha; Harjiyo, Faqih
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/b2kzh514

Abstract

Fenomena diaspora dalam seruan #KaburAjaDulu berada pada ketegangan antara patriotisme— cinta tanah air -— dengan sikap sebaliknya yang sering kali dilabeli sebagai pengkhianat. Polemik tersebut didasarkan pada orientasi dalam melihat sisi positif dan negatif yang dapat berdampak pada Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah memberikan perspektif baru dalam menanggapi ketegangan status pengkhianat atau patriot dalam gerakan #KaburAjaDulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui metode observasi non partisipatif dan kajian literatur dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa cara pandang negatif gerakan #KaburAjaDulu tidak mapan dan pelabelan “Pengkhianat” atau “Patriot” dalam konteks ini tidak relevan serta tidak memiliki justifikasi yang kuat.
HAK ATAS KEBEBASAN BERAGAMA SEBAGAI NON DEROGABLE RIGHTS DALAM PERSPEKTIF KONSTITUSI INDONESIA S.M, Probo Pribadi
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/n3xc8d52

Abstract

Hak atas kebebasan beragama merupakan salah satu hak asasi manusia paling mendasar dan tidak dapat dikurangi dalam kondisi apapun, termasuk saat keadaan darurat. Artikel ini membahas posisi strategis hak tersebut dalam konstitusi Indonesia serta tantangan aktual dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, teori hukum, praktik perbandingan internasional, dan putusan Mahkamah Konstitusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa jaminan konstitusional dalam Pasal 28E, 28I, dan Pasal 29 UUD 1945, yang diperkuat melalui ratifikasi ICCPR, belum sepenuhnya terlaksana secara merata. Masih terdapat kendala berupa regulasi yang eksklusif, praktik birokrasi yang diskriminatif, serta tekanan sosial terhadap kelompok minoritas. Oleh karena itu, perlu langkah konkret dari negara untuk menghadirkan perlindungan hukum yang inklusif, selaras dengan semangat konstitusi dan nilai-nilai Pancasila. Kajian ini diharapkan menjadi kontribusi akademik dalam memperkuat jaminan kebebasan beragama di Indonesia secara berkelanjutan dan berkeadilan.
INTEGRASI NILAI DEMOKRASI DALAM PENDIDIKAN PANCASILA BAGI GENERASI ALPHA Alifia Hesty Yulita Putri; Ambiro Puji Asmaroini; Hadi Cahyono
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/g047x469

Abstract

Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, penanaman nilai-nilai demokrasi dalam pengajaran Pendidikan Pancasila menjadi sangat esensial untuk membangun karakter generasi Alpha yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana relevansi integrasi nilai-nilai demokrasi dalam pengajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya untuk menghasilkan warga negara yang baik. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis literatur dari jurnal akademik yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir (2019-2024). Teknik analisis data yang diaplikasikan dalam penelitian ini mencakup analisis konten untuk mengidentifikasi tema-tema kunci yang berkaitan dengan nilai-nilai demokrasi dalam pengajaran Pendidikan Pancasila, serta analisis naratif untuk memahami pengalaman dan pandangan siswa dalam proses pembelajaran yang demokratis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam pengajaran Pendidikan Pancasila, siswa berperan aktif dalam proses yang demokratis, yang mendukung mereka untuk mengembangkan kesadaran sosial, keterampilan berpikir kritis, dan sikap toleran terhadap perbedaan. Dengan demikian, pengajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya tertuju pada aspek pengetahuan, namun juga pada sikap dan keterampilan, untuk membentuk generasi yang paham dan menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai demokrasi dalam Pendidikan Pancasila merupakan langkah krusial untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR HUKUM NEGARA DI ERA MODERN Nuraini Nasdiyanti, Dzakiyya; Nuraini, Dzakiyya; Natalia, Khayla; Naila Ratu Azzahra; Salma Nur Asyifa; Supriyono
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rmcdnt16

Abstract

Pancasila sebagai simbol identitas Bangsa, Pancasila berfungsi sebagai landasan bagi semua prinsip hukum lainnya yang krusial bagi pengembangan sistem hukum nasional di Indonesia. Pada masa kini, penerapan prinsip-prinsip Pancasila dalam undang undang berfungsi sebagai sarana untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip keadilan, kemanusiaan, persatuan, ketuhanan, dan musyawarah sejalan satu sama lain dalam konteks perkembangan masyarakat dan global. Pancasila berfungsi sebagai acuan moral dan filosofis dalam pengembangan hukum, memastikan bahwa hukum sejalan dengan norma norma sosial dan kesejahteraan umum masyarakat. Penguatan implementasi Pancasila dalam sistem hukum negara menjadi strategis demi terciptanya negara hukum berwatak Pancasila, yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, meskipun dihadapkan pada tantangan politik dan ekonomi. Di era saat ini, penerapan prinsip-prinsip Pancasila mendorong kerja sama antara organisasi nasional dan masyarakat umum untuk membangun sistem hukum yang adil dan demokratis sesuai dengan cita-cita bangsa. 
UPAYA MENANAMKAN NILAI NASIONALIME DAN PATRIOTISME UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN DI KELAS VII SMP SWASTA AL-WASLIYAH 40 BAHAPAL Sariaman Gultom; Christian Daniel Hermes; Humala Sitinjak; Imman Yusuf Sitinjak
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w194zb84

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme pada peserta didik melalui proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana penelitian melakukan pengumpulan data dengan menggunakan observasi sekolah, angket pertanyaan, serta dokumentasi. Untuk menganalisis data dilakukan dengan merangkum hasil pengumpulan data untuk mencapai hasil kesimpulan jawaban penelitian. Upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme pada peserta didik melalui proses pembelajaran adalah dengan mengajarkan bertingkah laku didalam kelas, mengajarkan dan menerapkan norma norma dalam Pancasila, serta memberikan wejangan tetap sikap dan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan sehari hari untuk peserta didik.
PENGARUH MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE BERBASIS DILEMA MORAL TERHADAP KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA Kokom Komalasari; Iim Siti Masyitoh; Dhea Dzissalamah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ddncke79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis dilema moral terhadap karakter peduli sosial siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata karakter peduli sosial dari 58,08 menjadi 76,31 dengan peningkatan sebesar 18,23. Sementara itu, kelas kontrol hanya mengalami peningkatan dari 61,42 menjadi 68,34 dengan selisih 6,93. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,313 dengan signifikansi 0,025 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model VCT berbasis dilema moral berpengaruh secara signifikan dan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan karakter peduli sosial siswa.
PANCASILA DAN RASIONALITAS KOMUNIKATIF: KRITIK HABERMASIAN ATAS KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA Aluysius Hendra Wijaya; Katarina Krisjayanti
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6kksr187

Abstract

Artikel ini menganalisis krisis pendidikan nasional Indonesia sebagai krisis rasionalitas dan legitimasi kebijakan. Berbagai persoalan seperti komodifikasi pendidikan, ketimpangan akses, rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik, terbatasnya partisipasi publik, serta ancaman terhadap kebebasan akademik menunjukkan dominasi rasionalitas instrumental dalam kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan kerangka teori rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas dan nilai-nilai normatif Pancasila. Analisis menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan nasional cenderung didominasi oleh logika efisiensi, teknokratisasi, dan orientasi pasar yang berpotensi mengkolonisasi dunia-hidup pendidikan. Kondisi tersebut menyebabkan pendidikan kehilangan fungsi dialogis dan emansipatorisnya. Penelitian ini menawarkan integrasi teoretis antara Pancasila dan rasionalitas komunikatif sebagai paradigma alternatif untuk merekonstruksi kebijakan pendidikan nasional yang lebih dialogis, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat legitimasi kebijakan pendidikan sekaligus mengembalikan pendidikan sebagai ruang pembentukan warga negara yang kritis, bermartabat, dan demokratis.

Page 10 of 10 | Total Record : 99