cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6285740947996
Journal Mail Official
gjec@live.undip.ac.id
Editorial Address
Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika UNDIP Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27770664     DOI : -
Core Subject : Science,
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen Kimia, Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Jurnal Greensphere: Journal of Environmental Chemistry mempubliksikankan hasil penelitian dan telaah (review) bidang Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Fisik, Biokimia dan Kimia Analitik yang mendukung greenchemistry dan kesehatan.
Articles 59 Documents
Pengaruh Penambahan ZnO pada Kitosan Bead sebagai Adsorben Pencemar Ion Logam Berat Pb (II)I) Wulandari, Aulia; Khabibi, Khabibi
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.19263

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan ZnO pada kitosan beads terhadap adsorbsi ion logam Pb(II) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh modifikasi kitosan dengan menambahkan ZnO terhadap kemampuan adsorbsi ion logam Pb(II). Pada tahap pertama dibuat adsorben: kitosan bead (butiran) dan komposit kitosan-ZnO dengan variasi penambahan ZnO 0,25; 0,50; 0,75 ; 1,00 dan 1,25 gram. Adsorben hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi dan morfologi permukaan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan diaplikasikan untuk adsorpsi logam Pb(II). Optimasi adsorpsi dengan variasi massa ZnO, pH dan waktu kontak. Semua konsentrasi logam dianalisis menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA).. Adsorpsi logam Pb(II) maksimal diperoleh pada penambahan ZnO 0,25 gram pada pH 4 untuk kedua adsorben. Waktu kontak optimum adsorpsi pada 6 jam untuk kitosan bead dan 9 jam untuk kitosan- ZnO. Penambahan ZnO tidak meningkatkan mampu meningkatkan adsorbsi ion Pb(II).
Pembuatan Karbon Aktif Berbahan Dasar Sabut Kelapa dengan Aktivator H2SO4 dan NaOH sebagai Adsorben Kation Fe dan Cu dalam Limbah Cair Batik Kebumen Fatimah, Siti; Arnelli, Arnelli; Astuti, Yayuk
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.16300

Abstract

Perkembangan batik di Indonesia meningkat seiring meningkatnya volume limbah cair batik yang dihasilkan dan mengandung ion logam berat  seperti Fe dan Cu sebagai parameter pencemar lingkungan karena memiliki sifat toksisitas dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan sampai ke organisme lainnya termasuk manusia walaupun pada konsentrasi yang sangat rendah. Telah dilakukan penelitian pembuatan karbon aktif berbahan dasar sabut kelapa dengan dengan aktivator H2SO4 (K-H) dan NaOH (K-Na) pada konsentrasi 3, 4, dan 5 N sebagai adsorben kation Fe dan Cu. Waktu kontak adsorpsi juga divariasi 1 – 60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi adsorpsi kation Fe dan Cu terlarut dalam limbah cair batik Kebumen serta menentukan kinetika adsorpsi. Proses adsorpsi kation Fe dan Cu dilakukan dengan metode adsorpsi secara batch menggunakan karbon aktif dari sabut kelapa Analisis kandungan kation Fe dan Cu dilakukan menggunakan AAS. Konsentrasi kation Fe dan Cu sebelum adsorpsi masing-masing sebesar 27.27 ppm dan 25.42 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel K-H 3 dan K-Na 4 merupakan karbon aktif terbaik.  Efisiensi adsorpsi kation Fe dan Cu menggunakan K-H 3 masing-masing sebesar 56,37% (b/b) dan 44,93% (b/b) sedangkan menggunakan K-Na 4 berturut-turut sebesar 71,54% (b/b) dan 70,89% (b/b).Waktu kontak optimum K-H 3 dan K-Na 4 adalah 30 menit untuk kation Fe dan 45 menit untuk kation Cu. Model kinetika adsorpsi kation Fe dan Cu yang sesuai oleh K-H 3 dan K-Na 4 adalah pseudo orde dua.
Pelapisan Superhidrofobik Metiltrimetoksisilan-Silika-Titania (MTMS-SIO2-TIO2) pada Batu Andesit Widati, Alfa Akustia; WAHYUNI, SITI NUR; ILHAMI, MUHAMMAD HAEKAL NUR
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Issue 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.20949

Abstract

Permasalahan polutan dan kondisi lingkungan seperti cahaya, kelembaban, sinar matahari dapat merusak dan memperpendek usia bangunan yang tersusun oleh bebatuan. Dengan demikian, perlu adanya teknologi self cleaning untuk melindungi bangunan dari kerusakan. Dalam penelitian ini, digunakan MTMS-nanosilika-nanotitania sebagai material self cleaning superhidrofobik yang dilapiskan pada batu andesit. Nanotitania disintesis menggunakan metode sol gel. Nanosilika disintesis menggunakan metode Stöber. Metiltrimetoksisilan (MTMS) ditambahkan sebagai coupling agent dan agen hidrofobik. Metode pelapisan yang digunakan adalah dip coating. Karakterisasi nanotitaniadan nanosilika hasil sintesis dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Particle Size Analyzer  (PSA). Batu andesit yang terlapisi di uji sudut kontak, dikarakterisasi menggunakan Spektroskopi Infra Merah (FTIR) dan Vickers, serta diuji kemampuan self cleaning. Penelitian menggunakan komposisi nanosilika/nanotitania 7:3 dan dengan waktu perendaman selama 5 menit. Kondisi optimum yang diperoleh untuk uji self cleaning adalah MTMS-nanosilika-nanotitaniakarena menghasilkan sifat superhidrofobik pada permukaan batu dengan sudut kontak 169,76˚. Batu andesit yang dilapisi MTMS-nanosilika-nanotitaniamemiliki kemampuan self cleaning dengan mendegradasi methyl orange sebesar 91,46%.
Pengaruh pH Terhadap Sintesis Silika Gel dari Limbah Geotermal dengan Penambahan Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) untuk Adsorpsi Rhodamine B Ekadenti, Aulia; Pardoyo, Pardoyo; Sriyanti, Sriyanti
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.16160

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pH gelasi terhadap karakteristik silika gel dari limbah geotermal telah dilakukan. Silika dari limbah geothermal diekstraksi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghasilkan larutan natrium silikat. Sintesis silika gel dilakukan menggunakan metode sol-gel dari natrium silikat dan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB). Kondisi sintesis dimodifikasi dengan memvariasikan pH gelasi pada 3, 5, 7, 9, dan 11 dengan menambahkan H2SO4  ke dalam campuran natrium silikat/CTAB. Silika hasil sintesis digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi rhodamine b. Kondisi adsorpsi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi awal pada 20, 40, 60, 80, 100 dan 120 ppm. Berdasarkan spektra FTIR (Fourier Transform Infra Red), silika gel hasil sintesis pada rentang pH gelasi yang diteliti (3-11) mengandung gugus silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si). Analisis GSA (Gas Sorption Analyzer) mengindikasikan silika gel yang diperoleh merupakan padatan mesopori dengan distribusi ukuran pori pada SM-3 diamati pada ukuran 2 nm. Silika hasil sintesis pH 3 memiliki luas permukaan paling tinggi 61,74 m2/g, volume pori total 0,07 cm3/g, dan diameter pori rata-rata 2,23 nm. Analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kemampuan adsorpsi tertinggi dicapai oleh SM-3 sebesar 89,28%. 
Adsorpsi Ion Cr (III) Menggunakan Zeolit Alam Termodifikasi Dietanolamin Isharyanti, Isharyanti; Sriatun, Sriatun; Azmiyawati, Choiril
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Issue 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.22833

Abstract

Krom merupakan salah satu logam berat berbahaya yang bersifat polutan di lingkungan perairan sehingga keberadaannya harus ditangani dengan baik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi polutan tersebut adalah adsorpsi menggunakan zeolit. Zeolit memiliki permukaan bermuatan negatif dalam struktur kristalnya membuat zeolit mampu mengikat kation. Untuk menambah kekuatan pengikatan ditambahkan Dietanolamin (DEA) sebagai agen pengompleks. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh zeolit termodifikasi Dietanolamin (DEA) (5, 10 dan 15% v/v) dan menentukan kemampuan adsorpsi zeolit termodifikasi DEA terhadap ion Cr (III) pada variasi pH (2, 3, 4, 6, dan 6) dan konsentrasi ion Cr (III) (750, 1000, 1500, 2000, dan 2500). Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 1303,88 dan 1381,03 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur –CN, serta 1543,05 cm-1 yang merupakan vibrasi tekuk –NH. Kemampuan adsorpsi terhadap ion krom (III) terbaik sebesar 50,73 mg/g oleh adsorben Zeolit DEA 10% pada pH = 5 dan konsentrasi ion Cr (III) 1000 ppm. 
Analisis Aktivitas Antiglikasi pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Etanol dari Produk Fermentasi Daun Matoa Putri, Adhina Choiri; Suzery, Meiny; Aminin, Agustin L.N.
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Issue 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.21369

Abstract

Penyebab penyakit degeneratif salah satunya disebabkan oleh kondisi penurunan fungsi organ dalam tubuh yang dapat ditandai dari kerusakan struktur protein. Reaksi glikasi protein yang menghasilkan produk amadori mengarah pada pembentukan AGEs (Advanced Glycation End Products) yang bersifat radikal. Senyawa antiglikasi memiliki potensi menghambat kerusakan protein lebih lanjut. Metode solid state fermentation (SSF) menggunakan Aspergillus niger dapat menghasilkan enzim yang melimpah, yang berkontribusi terhadap degradasi makromolekul dan mampu meningkatkan bioaktivitasnya. Penelitian ini berfokus pada penentuan aktivitas antiglikasi produk fermentasi daun matoa. Variasi konsentrasi pada pengujian aktivitas antiglikasi dilakukan pada konsentrasi 50 hingga 1000 ppm. Data menunjukkan persen inhibisi produk fermentasi lebih rendah dibanding produk non-fermentasi. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin tinggi persen inhibisinya. Variasi konsentrasi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurunan aktivitas antiglikasi (p<0,05). Aktivitas antiglikasi daun matoa sebelum dan sesudah fermentasi masuk dalam kategori sedang (medium).
Pengaruh pH Terhadap Karakter Mesopori Silika Hasil Sintesis dengan Penambahan Zat Aditif D-glukosa L, Intan Dian; Sriyanti, Sriyanti; Suhartana, Suhartana
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.18166

Abstract

Abu sekam padi mengandung silika sekitar 90-95%, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku silika. Sintesis mesopori silika telah dilakukan dengan penambahan zat aditif D-glukosa sebagai agen pembentuk pori menggunakan metode sol-gel. Mesopori silika diperoleh dengan mereaksikan natrium silikat dengan D-glukosa kemudian ditambahkan katalis HCl secara bertahap sampai pH 2,4,6,8,dan 10. Selanjutnya, gel terbentuk menjadi hidrogel kemudian dikeringkan menjadi xerogel. D-glukosa dihilangkan dengan metode ekstraksi air menggunakan proses sentrifugasi. Hasil dari penelitian dikarakterisasi dengan FTIR dan GSA, serta diuji kemampuan adsorpsinya terhadap methylene blue. Berdasarkan hasil karakterisasi diperoleh silika yang mempunyai ukuran pori 2,89 nm dan 11,35 nm yang tergolong mesopori. Mesopori silika (MS) ini termasuk tipe IV dalam grafik isotermal penyerapan N2 dengan hysteresis loop berbeda yaitu pada MS-2 tipe H2 dan MS-10 tipe H1. Pada analisis FTIR dilakukan dekonvolusi terdapat puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanya gugus silanol (Si-OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si). Spektra FTIR membuktikan adanya zat aditif D-glukosa menunjukkan gugus aldehid (C-H) pada bilangan gelombang tertentu. Dalam uji adsorpsi mesopori silika (MS) mengadsorpsi zat warna methylene blue memperoleh hasil daya adsorpsi MS-10 lebih tinggi dibandingkan sampel MS lainnya yaitu 94.928%.
Skrining In Silico Potensi Essential oil Lengkuas Merah sebagai Agen Antibakteri melalui Mekanisme Inhibisi Enzim β-ketoacyl-ACP Synthase III (FabH) Khasanah, Septiatun; Asy'ari, Mukhammad; Sardjono, Purbowatiningrum Ria
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Issue 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.23167

Abstract

Enzim FabH (Fatty Acid β-Ketoacyl ACP Synthase III) berperan penting dalam kehidupan bakteri yaitu sebagai biokatalis dalam biosintesis asam lemak. Inhibisi enzim FabH menyebabkan terhambatnya biosintesis asam lemak sehingga tidak terbentuk lipid bilayer membran sel, dan akhirnya menyebabkan kematian sel bakteri. Pada penelitian in silico dan in vitro enzim FabH sering menjadi protein target dari senyawa antibakteri. Beberapa senyawa Essential Oil (EO) dalam lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terbukti memiliki aktivitas antibakteri, tapi mekanisme antibakterinya belum diketahui. Pada penelitian ini telah dilakukan tahapan skrining dan prediksi mekanisme antibakteri senyawa bioaktif EO lengkuas merah dalam menginhibisi enzim FabH. Berdasarkan skrining in silico awal menggunakan parameter Rule of Five (RO5) Lipinski dan nilai binding affinity berhasil diperoleh 2 senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri terbaik yaitu α-selinene dan β-cariophyllene. Hasil docking acak menunjukkan adanya kecenderungan senyawa bioaktif menempati klaster 3 pada permukaan protein FabH. Mekanisme inhibisi senyawa bioaktif diprediksi terjadi pada klaster 3 dan membentuk 3 jalur menuju sisi aktif enzim FabH. Berdasarkan hasil docking terarah menunjukkan bahwa α-selinene memiliki pola posisi, orientasi dan interaksi terbaik pada sisi aktif enzim FabH. Kekuatan interaksi α-selinene pada enzim FabH bakteri Gram positif (-7,4 kkal/mol) lebih kuat daripada Gram negatif (-6,9 kkal/mol ). Berdasarkan nilai binding affinity yang lebih negatif dan kemampuan menginhibisi substrat lebih baik maka α-selinene diprediksi memiliki potensi sebagai agen antibakteri lebih kuat daripada β-cariophyllene. Berdasarkan hasil analisis boxplot dan statistika deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata binding affinity α-selinene lebih negatif dan pola distribusi lebih homogen dan representatif daripada β-cariophyllene.
Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatit dengan Metode Sol-Gel Sebagai Bahan Dasar Adsorben Windarti, Tri; Setiadi, Amalia Salsabila; Fibriani, Fadila; Azis, Ibrahim Mul Abdul; Putri, Syaira Adelia
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Issue 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.21071

Abstract

Adsorben berbasis hidroksiapatit (HA, Ca10(PO4)6(OH)2) mulai dikembangkan, khususnya untuk menyerap logam berat karena strukturnya memungkinkan terjadinya pertukaran ion. Pada penelitian ini HA disintesis dengan metode sol-gel menggunakan Ca(NO3).4H2O dan KH2PO4 sebagai prekursor kalsium dan fosfat. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya puncak-puncak vibrasi yang spesifik gugus fosfat (PO43-) dan hidroksil (-OH) milik HA. Difaktogram XRD menunjukkan hasil sintesis merupakan HA murni dengan kristalinitas tinggi. Analisi morfologi dengan SEM memperlihatkan partikel HA memiliki bentuk tidak beraturan dan ukurannya beragam (<1 μm sampai >10 μm). Ruang antar partikel yang luas menyebabkan HA memiliki peluang untuk digunakan sebagai adsorben. 
Modifikasi Kitosan melalui Reaksi Taut Silang Tripolifosfat pada Variasi Waktu Sonikasi Windarti, Tri; Marspianko, Fonisyah; Hanifah, Ulya; Elesta, Prisca Putri
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Issue 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.22736

Abstract

 Kitosan memiliki struktur kimia yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai material untuk remediasi lingkungan. Peningkatan sifat kitosan dapat dilakukan dengan modifikasi struktur menggunakan crosslinker tripolifosfat (TPP). Ikatan hidrogen intra dan inter molekul pada polimer kitosan, menghalangi difusi ion tripolifosfat sehingga menghambat reaksi taut silang. Tujuan penelitian untuk memodifikasi kitosan dengan agen penaut silang TPP pada perlakuan variasi waktu sonifikasi dan mengkarakterisasinya. Pada penelitian ini reaksi taut silang kitosan dan TPP dilakukan dengan metode sonikasi pada variasi waktu 10-25 menit. Lamanya proses sonikasi berpengaruh terhadap reaksi crosslinking TPP pada struktur kitosan. Pada variasi waktu  10 - 25 menit, berat produk fluktuatif terhadap waktu sonikasi, yang mengindikasikan adanya perbedaan jumlah air yang terjerap. Berat maksimal diperoleh pada sonikasi selama 20 menit. Hasil analisis dengan FTIR menunjukkan perbandingan transmitansi puncak OH/NH sebesar 0,60 – 0,81. Perbandingan paling rendah diperoleh pada sonikasi selama 25 menit. Semakin lama waktu sonikasi akan mengakibatkan semakin banyak taut silang yang terbentuk diantara molekul polimer kitosan.