cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6285740947996
Journal Mail Official
gjec@live.undip.ac.id
Editorial Address
Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika UNDIP Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27770664     DOI : -
Core Subject : Science,
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen Kimia, Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Jurnal Greensphere: Journal of Environmental Chemistry mempubliksikankan hasil penelitian dan telaah (review) bidang Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Fisik, Biokimia dan Kimia Analitik yang mendukung greenchemistry dan kesehatan.
Articles 59 Documents
Sintesis Silika Gel-Cu(II) dari Limbah Geothermal dengan Metode Sol-Gel sebagai Antibakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Nabilah, Wardah; Pardoyo, Pardoyo; Azmiyawati, Choiril
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29633

Abstract

Sintesis material silika gel-Cu(II) telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis silika gel-Cu(II) berbasis limbah geothermal PLTPB Dieng serta menentukan pengaruh variasi konsentrasi Cu(II) dan waktu aging terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Natrium silikat diperoleh dari limbah geothermal melalui ekstraksi alkali dan selanjutnya dilakukan sintesis silika gel-Cu(II) melalui metode sol-gel dengan adanya penambahan CuSO4 dalam berbagai variasi konsentrasi dan waktu aging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika gel-Cu(II) telah berhasil disintesis. Material katalis memiliki ukuran <10 µm dan berwarna biru muda. Studi aktivitas antibakteri menunjukkan silika gel-Cu(II) dengan konsentrasi CuSO4 0,5 M dan waktu aging 84 jam memiliki aktivitas antibakteri paling baik. Berdasarkan pengamatan diameter zona bening, diketahui bahwa efektifitas silika gel-Cu(II) 0,5 M dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus lebih tinggi dibandingkan dengan Escherichia coli. 
Inovasi Citracanum Sunspray: Proteksi Sinar UV dan Penyakit DBD di Gorontalo rivai, mohamad fajar; rivai, sitty nurqomariah; Bua, Putriani
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29329

Abstract

Sinar ultraviolet (UV) selain memiliki efek menguntungkan seperti membunuh bakteri, tetapi jika paparannya terlalu lama dapat menyebabkan efek berbahaya seperti kanker kulit non-melanoma. Waktu aman untuk terpapar sinar matahari adalah antara pukul 07.00 dan 09.00, sementara paparan antara pukul 10.00 dan 16.00 harus dihindari. Namun, kebanyakan orang sering melakukan aktivitas di luar ruangan selama periode ini sehingga berpotensi terpapar radiasi UV yang berlebihan. Selain itu, demam berdarah, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di siang hari, merupakan masalah kesehatan yang signifikan. Penelitian ini menggunakan serai dan kemangi, keduanya dikenal karena sifat anti-nyamuk alami dan antioksidannya, untuk meningkatkan faktor perlindungan matahari (SPF) dan perlindungan terhadap nyamuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi semprot tabir surya tubuh yang tidak hanya memberikan perlindungan UV tetapi juga mengusir nyamuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan laboratorium kuantitatif. Formula semprot diuji uji organoleptik, homogenitas, viskositas, dan pH .Hasilnya menunjukkan bahwa formulasi semprot tabir surya aman untuk digunakan setelah menjalani uji. Formulasi F3 menunjukkan nilai SPF tertinggi, yaitu 10,41, yang menawarkan perlindungan UV optimal dan aktivitas penolakan terkuat. Semprotan tabir surya tubuh formula serai dan kemangi berpotensi sebagai produk yang melindungi kulit dari paparan UV sekaligus mencegah gigitan nyamuk saat beraktivitas di luar ruangan.
Sintesis ZrO₂ dan ZnO Berbasis Templat Metal-Organic Frameworks serta CQDs sebagai Fotokatalis untuk Degradasi Limbah Organik Hidayat, Alvin Romadhoni Putra; Suyati, Linda; Rukmi, Pramastuti Adiar; Salsabila, Salsabila; Wulandari, Chintami Aurora
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29744

Abstract

Pencemaran limbah organik, terutama dari zat warna sintetis, merupakan permasalahan lingkungan yang memerlukan metode efektif untuk degradasi. Fotokatalisis berbasis semikonduktor menawarkan solusi berkelanjutan karena mampu menguraikan polutan menjadi senyawa tidak berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah sintesis dan karakterisasi fotokatalis berbasis ZrO₂, ZnO, serta CQDs yang diperoleh dari template MOFs serta mengevaluasi aktivitas fotokatalitiknya dalam degradasi metilen biru. Penelitian ini melaporkan sintesis material fotokatalis berbasis Metal-Organic Frameworks (MOFs) sebagai template untuk menghasilkan oksida logam ZrO₂ dan ZnO, serta sintesis terpisah Carbon Quantum Dots (CQDs). CQDs disintesis menggunakan metode microwave-assisted, sedangkan ZrO₂ diperoleh melalui kalsinasi material UiO-66 yang disintesis menggunakan metode solvotermal. Sementara itu, ZnO disintesis melalui kalsinasi material ZIF-8 yang diperoleh pada kondisi suhu ruang. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa UIO-66 dan ZIF-8 berhasil terbentuk dengan pola difraksi khas masing-masing struktur kristalnya. Hasil FTIR memperlihatkan keberadaan gugus fungsi khas pada UIO-66, ZIF-8, ZrO₂, dan ZnO yang menandakan keberhasilan proses sintesis dan transformasi struktur MOF menjadi oksida logam. Uji fotokatalitik dilakukan menggunakan larutan metilen biru di bawah iradiasi UV dengan variasi waktu kontak 5–25 menit. Hasil degradasi menunjukkan bahwa ZnO memiliki aktivitas fotokatalitik lebih tinggi (efisiensi degradasi 66,4%) dibandingkan ZrO₂ (7,5%). Penelitian ini mengonfirmasi potensi ZnO berbasis template MOF dan CQDs sebagai kandidat fotokatalis untuk pengolahan limbah organik.
Pengaruh Jenis Kulit Pisang Terhadap Kandungan Kalium dalam Pembuatan Pupuk Nano Kalium Sulfat Rosanti, Aulia Dewi; hidayat, Fahmi; Qumillaila, Qumillaila
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29686

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah organik yang berpotensi tinggi sebagai sumber kalium alami untuk pembuatan pupuk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kulit pisang terhadap kandungan kalium yang dihasilkan pada proses sintesis pupuk nano kalium sulfat (K₂SO₄). Bahan yang digunakan terdiri atas tiga jenis kulit pisang, yaitu kulit pisang kepok, pisang raja, dan pisang raja nangka. Masing-masing sampel diekstraksi dan disintesis menjadi nano K₂SO₄ melalui proses presipitasi, kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menentukan komposisi unsur, serta didukung dengan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi partikel. Hasil analisa XRF menunjukkan bahwa kulit pisang kepok memiliki kandungan kalium tertinggi sebesar 50,6% dan sulfur sebesar 49%, dengan kadar pengotor logam yang rendah (Fe 0,07% dan Cu 0,2%). Kulit pisang raja dan pisang raja nangka menunjukkan kandungan kalium masing-masing 29,1% dan 37%, disertai adanya unsur molibdenum (Mo) yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis kulit pisang kepok menghasilkan pupuk nano kalium sulfat dengan kandungan kalium paling tinggi dan kemurnian terbaik, sehingga paling potensial digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk nano berbasis K₂SO₄.
Sintesis dan Karakterisasi CuO sebagai Fotokatalis untuk Degradasi Methylene Blue dan Methyl Orange Suyati, Linda; Rukmi, Pramastuti Adiar; Salsabila, Salsabila
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29496

Abstract

Pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pewarna sintetis methylene blue (MB) dan methyl orange    (MO) menimbulkan masalah lingkungan yang serius karena toksisitas dan tak dapat terurai di alam. CuO adalah salah satu material yang bisa untuk menangani masalah limbah tersebut karena sifat adsorbsi dan fotokatalitiknya . Tujuan penelitian mensintesis CuO dengan metode presipitasi untuk  mendegradasi zat warna MB dan MO. Metode penelitian sebanyak 6,237 gram CuSO₄·5H₂O dilarutkan dalam 100 mL kemudian dipanaskan pada suhu 55°C hingga homogen. Selanjutnya ditambahkan NaOH sampai mencapai pH 9 dan dikalsinasi pada suhu 700°C. Produk dianalisis dengan FTIR dan XRD kemudian diaplikasikan untuk uji fotokatalitiknya. Berdasarkan hasil penelitian, tembaga(II) oksida (CuO) berhasil disintesis melalui metode presipitasi dan dikarakterisasi menggunakan XRD serta FTIR yang menunjukkan fase kristal monoklinik dengan ikatan Cu-O khas. Uji kinerja menunjukkan bahwa CuO memiliki aktivitas adsorptif maupun fotokatalitik terhadap zat warna sintesis methylene blue (MB) mencapai efisiensi hingga 66,5% dalam 5 menit pertama  dan methyl orange (MO) terjadi dengan cepat pada awal reaksi (±32%) . Hasil ini membuktikan bahwa CuO berpotensi sebagai material fotokatalis dan adsorben yang murah, sederhana dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah zat warna. 
Dekolorisasi Larutan Remazol Black B dengan Fenton-like Method menggunakan Modifier Oksida Timbal Hasil Sintesis dari Limbah Elektroda Aki Widodo, Didik Setiyo; Djunaidi, Muhammad Cholid; Kusumaningati, Marchelina One
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29906

Abstract

Penelitian mengenai dekolorisasi larutan remazol black B (RBB) menggunakan metode Fenton-like telah dilakukan dengan memanfaatkan timbal dioksida (PbO₂) sebagai material alternatif dalam metode Fenton. PbO2 diperoleh dari konversi limbah elektroda baterai dengan menggunakan oksidator kuat H2O2 dan NaOCl. Tujuan penelitian adalah mensintesis timbal dioksida dari Pb pada limbah baterai dan menguji potensi dekolorisasi larutan remazol black B. Timbal dioksida disintesis dengan menggunakan H₂O₂ dan NaOCl dan dilanjutkan dengan pengeringan pada suhu 200°C dan 300°C. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX untuk mengetahui morfologi serta komposisi unsur penyusun. Uji potensi timbal dioksida dalam proses dekolorisasi larutan RBB dilakukan dengan metode Fenton-like, yang ion Fe²⁺ pada metode Fenton konvensional digantikan oleh  Pb2+ dari timbal dioksida. Timbal dioksida dalam dekolorisasi bereaksi dengan H₂O₂ membentuk radikal •OH yang memiliki potensial oksidasi tinggi. Sejumlah PbO2 ditambahkan ke dalam 100 mL larutan remazol black B dengan konsentrasi 25 ppm, kemudian diproses mengikuti prosedur metode Fenton. Hasil dekolorisasi dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa unsur utama penyusun oksida adalah Pb dan O, sesuai dengan prediksi. Timbal dioksida yang disintesis menggunakan NaOCl mampu menghilangkan warna larutan hingga 99,37%, sedangkan produk yang disintesis menggunakan H₂O₂ menunjukkan kemampuan dekolorisasi sebesar 94,16%.
Sintesis Komposit Zeolit/Magnetit dan Penggunaannya sebagai Adsorben Ion Cu (II) daan Co (II) Sriatun, Sriatun; Hakim, U. Khairunnisa; Suhartana, Suhartana
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29911

Abstract

Zeolit alam dapat dimodifikasi untuk memperbaiki sifat fisika dan sifat kimianya. Salah satu modifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberi sifat kemagnetan. Modifikasi zeolit dengan sifat kemagnetan dapat dilakukakan melalui pembentukan komposit magnetit dan zeolit menggunakan PEG 6000 sebagai perekat. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan komposit zeolit/magnetit untuk adsorben ion logam Cu(II) dan Co(II). Karakterisasi material komposit menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) dan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) untuk mengetahui kemampuan adsorpsi komposit. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan sebagian besar komponen besi oksida adalah magnetit, data XRD juga menunjukkan perlakuan kalsinasi menyebabkan perubahan fasa dari magnetit menjadi hematit dan maghemit, sedamgkan XRD komposit menunjukkan keberadaan mineral magnetit dan zeolit. Pada rentang waktu 1-60 menit,  kemampuan adsorpsi komposit magnetit/zeolit terhadap ion logam Co(II) sebesar 96,26%  sedangkan untuk Cu(II)sebesar 77,21%. Kemampuan adsorpsi komposit meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi adsorbat (ion logam) dimana pada konsentrasi 500 ppm adsorpsinya sebesar 98,24% untuk Co(II) dan 90,14% untuk Cu(II).
Analisis Kadar Hidrokuinon dan Kandungan Merkuri pada Handbody Dosis Tinggi yang Beredar Di Market Place Menggunakan Metode HPLC dan Uji Warna Nurmasithoh, Juliana Umi; Kurniawati, Nurrizka; Putra, R.F.X Premihadi
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29442

Abstract

Kosmetik pemutih kulit banyak diminati masyarakat, khususnya handbody whitening yang sering dipasarkan melalui market place. Namun, beberapa produk diketahui mengandung bahan berbahaya seperti hidrokuinon dan merkuri yang dapat menimbulkan efek samping serius pada kesehatan kulit maupun organ tubuh. Penelitian ini menganalisis enam sampel handbody dosis tinggi (tiga berizin BPOM dan tiga tanpa izin). Kadar hidrokuinon dianalisis secara kuantitatif dengan kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC), sedangkan merkuri dideteksi secara kualitatif menggunakan uji waena dengan pereaksi KI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel (A–F) positif mengandung merkuri, ditandai dengan terbentuknya endapan merah dan butiran halus hitam pada uji warna. Uji KLT menunjukkan keenam sampel positif mengandung hidrokuinon dengan nilai Rf mendekati standar (0,69). Hasil analisis HPLC menunjukkan bahwa hidrokuinon terdeteksi pada semua sampel, padahal menrutu peraturan BPOM No.23 Tahun 2019, hidrokuinon dilarang digunakan dalam sedian kosmetik. Dapat disimpulkan bahwa keenam sampel handbody dosis tinggi yang diteliti mengandung hidrokuinon dan merkuri yang tidak sesuai dengan standar keamanan, sehingga tidak aman digunakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap produk kosmetik yang beredar di marketplace serta perlunya konsumen lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit.
Kombucha Herbal Pegagan-Melinjo: Optimasi Formulasi, Metode Ekstraksi, dan Mekanisme Sinergis Antioksidan Kurniawati, Nurrizka; Cahyaningrum, Yanuar As'hari; Febriana, Laela; Kusuma, Ilham Budi; Mukharomah, Muhimmatul
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi kombucha herbal menggunakan daun pegagan (Centella asiatica L.) dan melinjo (Gnetum gnemon L.) serta mengevaluasi efek sinergisnya terhadap aktivitas antioksidan. Dua belas formulasi dikembangkan dengan variasi basis teh (teh hijau dan teh hitam), ekstraksi (infus dan maserasi), dan komposisi herbal (tunggal dan kombinasi). Proses fermentasi dilakukan selama 14 hari, dan aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH. Hasilnya menunjukkan variasi aktivitas antioksidan yang signifikan di antara formulasi, dengan nilai IC50 berkisar antara 8,70 hingga 22,60 µg/mL. Kombinasi teh hijau dengan ekstrak daun pegagan dan melinjo (Formulasi FF) menunjukkan aktivitas antioksidan terkuat (IC50 8,70 µg/mL), yang 1,6 kali lebih kuat daripada asam askorbat (IC50 14,23 µg/mL) sebagai standar. Keempat formulasi teratas dengan aktivitas antioksidan tertinggi mengandung kombinasi kedua herbal tersebut menegaskan efek sinergis yang jernih. Metode maserasi secara konsisten menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih unggul dibandingkan dengan metode infus. Temuan ini menunjukkan bahwa formulasi kombucha herbal yang dioptimalkan memiliki potensi besar sebagai minuman fungsional berkadar antioksidan tinggi, dengan kombinasi pegagan dan daun melinjo yang menunjukkan peningkatan sinergis yang signifikan terhadap senyawa bioaktif.