cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6285740947996
Journal Mail Official
gjec@live.undip.ac.id
Editorial Address
Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika UNDIP Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27770664     DOI : -
Core Subject : Science,
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen Kimia, Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Jurnal Greensphere: Journal of Environmental Chemistry mempubliksikankan hasil penelitian dan telaah (review) bidang Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Fisik, Biokimia dan Kimia Analitik yang mendukung greenchemistry dan kesehatan.
Articles 59 Documents
Fabrikasi, Karakterisasi, dan Uji Antibakteri Nanopartikel Triterpenoid dari Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) Huda, Muhammad Badrul; Fachriyah, Enny; Wibawa, Pratama Jujur
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.27478

Abstract

Gynura procumbens (sambung nyawa) tergolong dalam famili Compositae atau Asteraceae, merupakan salah satu tanaman obat yang secara tradisional digunakan di beberapa negara di Asia Tenggara terutama Indonesia, Malaysia dan Thailand. Kajian fitokimia ekstrak etanol G. procumbens menunjukkan adanya flavonoid kuersetin, tanin, saponin, steroid, triterpenoid, asam kafeat, asam vanilat, asam parakumarat, asam klorogenat dan asam parahidroksi benzoat. Dalam hal ini senyawa triterpenoid secara khusus mempunyai nilai ekologi karena senyawa ini bekerja sebagai antifungi, insektisida, antibakteri dan antivirus. Fakta ini mendorong perlunya peningkatan sifat bioaktif triterpenoid agar dapat digunakan dalam bidang-bidang tersebut secara lebih efektif dan efesien. Salah satu cara untuk meningkatkan bioaktifitas suatu senyawa adalah dengan membuat nanopartikel. Oleh karena itu, penelitian ini betujuan untuk memperoleh isolat triterpenoid dari ekstrak n-heksana daun sambung nyawa dan memperoleh nanopartikel triterpenoid untuk meningkatkan sifat bioaktifitasnya. Secara garis besar penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, pertama adalah isolasi dan karakterisasi triterpenoid dari ekstrak n-heksana daun sambung nyawa. Kedua adalah sintesis dan karakterisasi nanopartikel triterpenoid. Ketiga adalah uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk daun sambung nyawa memiliki komponen aktif triterpenoid. Ekstrak kental n-heksana diperoleh sebanyak 9.75 gram dengan rendeman sebesar 3.58%. Uji triterpenoid pada ekstrak kental n-heksana menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna hijau-biru. Hasil kromatografi kolom diperoleh 10 fraksi (A-J), dimana fraksi I positif triterpenoid. Hasil pemisahan fraksi I dengan KLT preparatif menghasilkan 5 pita pada lampu uv 365, dengan pita I4 positif triterpenoid sehingga dilakukan analisis dengan GC-MS. Hasil data analisis GC-MS menunjukkan isolat belum murni karena terdapat 2 peak yang menunjukkan senyawa triterpenoid. Puncak kedua diduga merupakan  senyawa Lup-20(29)-en-3-ol.  Berdasarkan analisa PSA triterpenoid telah berukuran 216.3 nm. Hasil uji  aktivitas antibakteri menunjukkan nanopartikel bersifat selektif terhadap bakteri S.aureus dengan daya hambat yang lebih baik jika dibandingkan dengan isolat tanpa sonikasi.
Pengambilan Logam Pb dengan Metode Elektrokoagulasi dalam Sistem Al(s) | Pb(NO3)2(aq), EDTA(aq) || H2O(aq) | C(s) Rianasari, Ajeng Dyah; Suyati, Linda; Gunawan, Gunawan
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.27083

Abstract

Timbal adalah logam berat yang sering digunakan dalam industri otomotif yang mencemari lingkungan yang berbahaya pada manusia karena toksik dan karsinogenik, oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan proses elektrokoagulasi untuk mengurangi limbah timbal pada lingkungan perairan. Elektrokoagulasi menggunakan elektroda alumunium pada anoda dan karbon pada katoda. Penelitian ini dilakukan variasi tegangan, pH, waktu serta penambahan ligan EDTA untuk menentukan kondisi optimum. Konsentrasi timbal dianalisa menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan bahwa elektrokoagulasi mampu untuk mengurangi limbah timbal di perairan dengan efisiensi pengurangan timbal sebesar 91,53% dengan kondisi optimum elektrokoagulasi yaitu pada tegangan 9 Volt, pH 7, selama 60 menit tanpa penambahan ligan EDTA. Bersadarkan hasil yang didapatkan, elektrokoagulasi memiliki potensi untuk mengurangi timbal dari air limbah dengan biaya operasi yang ekonomis serta efisiensi penghilangan logam timbal yang tinggi. 
Preparasi Adsorben Logam Berat Berbasis Senyawa Kalsium Fosfat: Studi Transformasi Struktur Kalsium Fosfat Amorf Menjadi β-Trikalsium Fosfat Windarti, Tri
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.26625

Abstract

Beta-trikalsium fosfat (β-TCP, β-Ca3(PO4)2) merupakan salah satu senyawa kalsium fosfat yang dapat digunakan sebagai adsorben logam berat. Pembentukan struktur β-TCP sangat dipengaruhi oleh temperatur. Pada penelitian ini β-TCP disintesis dengan metode sol-gel menggunakan prekursor kalsium dan fosfat berupa Ca(NO3)2. 4H2O dan KH2PO4 pada rasio Ca/P =1,2. Studi transformasi kalsium fosfat amorf menjadi kristal β-TCP dilakukan dengan proses firing temperatur 800 °C selama 30 menit. Analisis dengan FTIR menunjukkan adanya pergeseran puncak vibrasi gugus fosfat yang menandakan terjadinya penataan struktur menjadi lebih teratur. Difraktogram XRD membuktikan bahwa senyawa kalsium fosfat amorf berubah menjadi kristal β-TCP dengan kristalinitas tinggi. Ukuran kristal β-TCP yang dihasilkan lebih kecil dari ukuran kristal β-TCP pada JCPDS card no 090169. Proses firing juga menyebabkan berkurangnya jumlah H2O yang terjebak dan lepasnya gugus CO32- sehingga dihasilkan produk dengan kemurnian tinggi. Beta-TCP hasil sintesis dapat direkomendasikan untuk diaplikasikan sebagai adsorben logam berat.
Studi Kuat Tarik dan Biodegradasi Bioplastik Pati Jagung dengan Sorbitol dan Selulosa Serabut Kelapa Sari, Altara Dea Kumala; Fitri, Medya Ayunda; Sa’id, Muhammad Husen; Azizah, Zahrotul
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.27050

Abstract

Menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia dengan volume mencapai 70 juta ton. Sampah plastik konvensional, yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif ramah lingkungan seperti plastik biodegradable berbahan dasar pati dan selulosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu, perbedaan rasio selulosa dan pati terhadap waktu biodegradasi, dan kuat tarik plastik biodegradable. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama, pretreatment serabut kelapa untuk menghasilkan ukuran 50 mesh. Tahap kedua, mengekstraksi selulosa dari serabut kelapa dengan NaOH 98% dan 100 mL aquades dan tahap akhir yaitu pembuatan bioplastik. Hasil proses ektraksi dipanaskan sambil diaduk menggunakan magnetic strirer hotplate dan ditambahkan sorbitol, lalu dicetak membentuk film. Analisis yang dilakukan adalah uji kuat tarik menggunakan alat tensile system, serta uji biodegradasi yang bertujuan untuk mengetahui lama bioplastik terurai. Hasil kuat tarik terbaik didapatkan pada variabel pati 10 g, sorbitol 2,7 g dan pada suhu 65°C sebesar 48,550 N/mm2. Hasil uji kuat tarik tersebut sudah memenuhi standar SNI 7818:2014 tentang standar kuat tarik pada plastik biodegradable yaitu minimal 13,7 (N/mm2). Hasil biodegradasi terbaik didapatkan pada variabel pati 10 g, sorbitol 2,7 g dan suhu 75°C sebesar 92%. Pada hasil tersebut sesuai standard SNI 7818:2014 tentang standar biodegradasi plastik biodegradable yaitu tergradasi>60% selama 1 minggu (7 hari).
Penghilangan Limbah Kromium dengan Teknik Kombinasi Microbial Fuel Cell SV-30 dan Adsorpsi Zeolit Y Hierarki Hidayat, Alvin Romadhoni Putra; Rukmi, Pramastuti Adiar; Salsabila, Salsabila; Caralin, Irmariza Shafitri; Widyanto, Alvin Rahmad
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.27318

Abstract

Industri elektroplating menghasilkan limbah berbahaya seperti kromium heksavalen (Cr(VI)) yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu metode potensial untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan microbial fuel cell biovolta-adsorpsi. Metode ini menggunakan konsorsium bakteri SV-30 sebagai biovolta untuk mereduksi Cr(VI) menjadi Cr(III), kemudian zeolit Y hierarki digunakan untuk mengadsorpsi Cr(VI) maupun Cr(III) hasil dari proses biovolta. Zeolit Y dimodifikasi menjadi zeolit Y hierarki dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 0,125 M, 0,25 M, dan 0,5 M guna meningkatkan kinerja adsorpsi, serta dikarakterisasi dengan XRD, FTIR, SEM, dan BET. Keunggulan dari metode ini adalah kemampuan bakteri SV-30 dalam mereduksi Cr(VI) sambil menghasilkan arus listrik. Setelah itu, kromium sepenuhnya diadsorpsi oleh zeolit Y dan zeolit Y hierarki. Hasil adsorpsi kromium menggunakan metode MFC berada di bawah ambang batas standar kualitas limbah cair sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. KEP-51/MENLH/10/1995. Selain itu, metode ini juga menghasilkan potensi listrik sebesar 32 mW/m². Kinerja adsorpsi terbaik diperoleh pada modifikasi zeolit dengan NaOH 0,25 M, dengan kadar total kromium sebesar 0,21 mg/L dan kadar Cr(VI) sebesar 0,01 mg/L. MFC juga mampu menurunkan nilai COD dan BOD yang terkandung dalam limbah.
Analisis Kandungan Logam berat Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) Dalam limbah Menggunakan reaksi Kation dan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Hadid, Mhd Annajmi Al; Khabibi, Khabibi; Srihapsari, Dwita
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No 2(2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.27310

Abstract

Pencemaran logam berat, seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg) menjadi isu lingkungan serius di Indonesia yang berdampak pada kesehatan manusia dan ekosistem. Limbah logam berat ini umumnya berasal dari sisa pengolahan industri dan aktivitas manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran Pb dan Hg dalam sampel air menggunakan metode kualitatif (reaksi kation) dan kuantitatif (Spektrofotometri Serapan Atom-Nyala/SSA-Nyala), serta memvalidasi metode analisisnya. Validasi metode meliputi penentuan linearitas, presisi, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Sampel air yang dianalisis berasal dari aliran limbah rumah tangga dan tidak digunakan untuk konsumsi. Dua sampel dilabeli sebagai sampel A dan B. Analisis kualitatif menunjukkan sampel tidak mengandung logam berat. Analisis kuantitatif dengan SSA-Nyala menghasilkan nilai koefisien determinasi yang baik pada kurva standar larutan Pb dan Hg sebesar 0,9998 dan 0,9999 serta diperoleh persamaan garis. Dari persamaan garis ini ditentukan konsentrasi masing-masing logam, yang mana konsentrasi Pb sebesar 6,301 ppm pada sampel air A dan 43,843 ppm pada sampel air B, serta konsentrasi Hg sebesar 1,55 ppm dan 0,859 ppm pada sampel yang sama. Nilai presisi, diukur sebagai % Relative Percentage Different (RPD) untuk Pb adalah 8,841% dan 2,745% serta untuk Hg sebesar 18,323% dan 5,55%. Limit deteksi dan kuantifikasi Pb adalah 1,125 ppm dan 3,75 ppm, sedangkan untuk Hg adalah 0,0327 ppm dan 0,109 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode analisis yang digunakan valid dan menghasilkan data yang reliabel. Setelah dibandingkan dengan standar baku mutu, keempat sampel melampaui ambang batas dan dikategorikan telah tercemar logam berat Pb dan Hg. 
EFEKTIVITAS KRIM FORMULASI TEH HIJAU (Camellia sinensis) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP PATOGEN KULIT Prayogo, Fitra Adi; Wijayanti, Heni; Rahmawati, Novita; Budiharjo, Anto; Wulandari, Dyah
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.26815

Abstract

This research aims to determine the effect of green tea extract cream 6%, 8%, and 10% w/w against Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acne. The method begins with making green tea extract using the maceration method, and qualitative flavonoid, alkaloid, saponin, and tannin tests are carried out. Next, S. epidermidis and P. acnes were rejuvenated on NA media and cultured at 37°C for 24 hours. Both bacteria were then inoculated into different test tubes containing 0.9% NaCl. The suspension was then vortexed, and the turbidity level was equalized with McFarland's solution. Both bacteria were then cultured on NA media, and paper disks that had previously been soaked in clindamycin (control +) and 0%, 6%, 8%, and 10% green tea extract cream were placed on the agar media. The culture was then incubated for 24 hours at 37°C, and the inhibition zone was checked with a caliper. Results show that green tea extract has positive tests for flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The optimum concentration of extract cream on antibacterial activity against S. epidermidis and P. acne is 10%. Inhibition zone comparison showed a significant difference between the diameter of the inhibition zone of S. epidermidis and P. acne, p = 0,00485 (p < 0,05), which means that green tea extract cream is better at fighting P. acne.
Pemetaan Bibliometrik (2020-2024) Senyawa Bioaktif Makroalga Laut sebagai Agen Antioksidan Terhadap Toksisitas Lingkungan Hening, Puspa; Dwinhoven, Ifhan
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.26790

Abstract

Makroalga laut adalah sumber metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan alami dan agen protektif terhadap toksisitas lingkungan. Studi ini bertujuan untuk memetakan tren dan fokus riset global mengenai senyawa bioaktif dari makroalga laut melalui pendekatan bibliometrik. Data publikasi dikumpulkan dari basis data Scopus untuk periode 2020–2024 menggunakan kombinasi kata kunci yang relevan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Publish or Perish. Sebanyak 81 artikel terpilih dianalisis untuk mengidentifikasi tren publikasi, distribusi negara dan institusi, jurnal yang paling berkontribusi, serta visualisasi kata kunci dan klaster tematik. Hasil menunjukkan peningkatan tren publikasi dalam lima tahun terakhir, dengan fokus utama pada aktivitas antioksidan, stres oksidatif, dan toksisitas lingkungan. Kata kunci seperti seaweed, antioxidant activity, dan oxidative stress merupakan istilah yang paling dominan. Senyawa seperti alginate, phloroglucinol, phlorotannins, asam lemak, serta fenolik diidentifikasi sebagai komponen bioaktif utama yang menunjukkan potensi tinggi dalam melindungi sel dari stres oksidatif akibat paparan polutan lingkungan. Selain itu, metode analisis seperti 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan parameter enzimatik seperti superoxide dismutase (SOD) juga sering digunakan untuk mengevaluasi aktivitas biologis senyawa bioaktif makroalga laut. Pemetaan ini tidak hanya menegaskan relevansi makroalga dalam bidang kimia lingkungan, tetapi juga membuka peluang riset lanjutan seperti pengembangan sistem biosensor, aplikasi bioremediasi, serta eksplorasi senyawa baru dari makroalga lokal. Hasil studi ini diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan riset berkelanjutan berbasis sumber daya laut.
Fitoremediasi Logam Besi (Fe) dalam Lindi TPA Jatibarang Menggunakan Echinodorus palaefolius: Pengaruh Waktu Kontak terhadap Efisiensi Penyerapan Sonya Kirana Sari, Mellyaning Oktaviani; Prayogo, Fitra Adi
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No 2(2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.26909

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tanaman Echinodorus palaefolius dalam sistem lahan basah buatan untuk remediasi besi (Fe) dari lindi yang dihasilkan oleh tempat pembuangan akhir (TPA). Eksperimen dilakukan dalam kondisi terkendali dengan empat waktu kontak (0, 7, 14, dan 21 hari) menggunakan tiga ulangan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. palaefolius berhasil menghilangkan 95,98% Fe dari lindi, dengan konsentrasi Fe dalam tanah berkurang sebanyak 29,49% pada hari ke-7 (p < 0,01). Uji ANOVA dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) mengonfirmasi signifikansi statistik dari temuan ini. Dibandingkan dengan metode konvensional seperti presipitasi kimia, penggunaan E. palaefolius menawarkan biaya yang lebih rendah, efisiensi yang lebih tinggi, dan limbah sekunder yang minimal, menjadikannya solusi yang berkelanjutan untuk penanganan lindi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E. palaefoliusmerupakan biosorben yang efektif untuk remediasi Fe, dengan waktu kontak optimal pada hari ke-7, yang menghasilkan konsentrasi Fe akhir pada lindi yang memenuhi standar kualitas air untuk pembuangan ke Sungai Kreo sesuai Peraturan Daerah Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012. Temuan ini menyoroti potensi E. palaefolius sebagai metode fitoremediasi yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan dalam skala besar untuk pengelolaan limbah TPA.
Analisis In Silico Interaksi Enzim Esterase dari Enterobacter terhadap Berbagai Turunan Paraben sebagai Kajian Awal Potensi Biodegradasi Putri, Arina Amalia; Bachtiar, Zubaidi; Pratiwi, Dhea Ferda; Khotimah, Husnul
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.26997

Abstract

Paraben banyak digunakan sebagai pengawet pada industri kosmetik dan farmasi karena bersifat antimikroba dan stabil secara kimia.  Namun, senyawa ini tergolong sebagai endocrine disrupting chemicals (EDCs) yang mengganggu sistem hormonal dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Residu paraben yang terakumulasi di perairan dan tanah menunjukkan sifat ‘pseudo-persisten’, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang efektif. Studi ini menyajikan pendekatan inovatif melalui pemodelan in silico untuk mengeksplorasi potensi enzim esterase dari bakteri golongan Enterobacter dalam mendegradasi tiga turunan paraben: metilparaben, propilparaben, dan butilparaben. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa ketiga senyawa mampu berinteraksi dengan enzim esterase, namun Interaksi butilparaben menunjukkan profil paling stabil, ditandai oleh ikatan hidrogen kuat, dominasi ikatan hidrofobik, dan salt bridge yang paling rapat. Temuan dari studi ini menunjukan potensi dari enzim esterase sebagai agen biodegradasi pada senyawa golongan paraben dengan rantai alkil yang lebih kompleks seperti butilparaben.