cover
Contact Name
Abdul Mujib
Contact Email
jurnalrealita@gmail.com
Phone
+6281233708946
Journal Mail Official
jurnalrealita@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
ISSN : 18299571     EISSN : 2502860X     DOI : https://doi.org/10.30762/realita
Realita : jurnal penelitian dan kebudayaan islam menerbitkan artikel tentang hasil-hasil penelitian di bidang keislaman, kebudayaan islam, dan manajemen pendidikan islam yang mencakup manajemen kurikumlum dan pembelajaran, sumberdaya manusia, kepemimpinan, sarana prasarana, peserta didik dan layanan khusus. Realita: jurnal penelitian dan Kebudayaan islam diterbitkan oleh LP2M Institut Agama Islam Negeri Kediri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 174 Documents
Rekonstruksi Makna Tradisi Suroan Bagi Umat Islam di Petilasan Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri Ammar Kukuh Wicaksono; Nailal Muna
Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.127

Abstract

Suroan is a tradition that is commonly practiced by Javanese people, such as the Suroan tradition in Petilasan Sri Aji Jayabaya, the King of Kediri who is famous for the Jayabaya term. The suroan tradition has been passed down for a long time. The Qur'an is the holy book of Muslims which also talks about tradition, culture, and multiculturalism. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach that will examine the ritual process of one Suro at Petilasan Sri Aji Jayabaya with the approach of the Qur'an as the sacred text of Muslims. The results of the study stated that the suroan tradition is an acculturation of Islamic and Javanese culture. And culture is something that is allowed in the Koran as long as it does not conflict with divine values ​​and monotheism.
Arab Sebagai Pilihan Tuhan: Studi Analisis Pemilihan Bahasa al-Qur’an dan Geografis Semenanjung Arab Abdur Rohman
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.128

Abstract

This article aims to reveal why the Qur'an was revealed in Arabia, not in Java or other regions. Some people claim that if the prophet Muhammad descended in Java, the Qur'an would also be in Javanese. The argument, at first glance, has some truth. However, God chose the Arabian Peninsula, where the last revelation was revealed, and the language used to immortalize His revelation was not without reason. This qualitative-library research uses data from books, journals or other written references. God chose Arabia because of several factors: First, geographically, the Arab region was in a strategic position at the midpoint between the Persian and Roman powers and the middle lane, which became the meeting point for caravans from the West, East, South and North. The Kaaba, the center of worship and pilgrimage, supports this strategic location. In addition, another Zam-zam well can still be used for the drinking needs of residents and migrants from ancient times. Secondly, in terms of language selection, Arabic was chosen because it has a natural style that is not possessed by any other language. In addition to language, the diction chosen by the Qur'an is very difficult to match because it provides a pleasing rhythm to the ear. At the end of the verse, the average uses rhyme and rhyme in poetry or rhyme. Some of these advantages are not owned by the language in any book. Thus it is not surprising that the Qur'an is easy to memorize because it has a rhyme like a song. In addition, Arabic has the most vocabulary, so it 'does not need' other languages to explain its language. Third, the translation of the Qur'an cannot be called the Qur'an because the translation will not be able to absorb 100% of the original language's meaning. In addition, the translation of the Qur'an eliminates the miraculous side of the Qur'an itself, including language, diction, rhyme and sentence structure.
Mitos Larangan Menikah Etan-Kulon Kali Brantas Kediri: Tinjauan Strukturalisme Lévi-Strauss M. Syahrul Ulum; Umi Colbyatul Khasanah
Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.130

Abstract

Mitos merupakan cerita tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi yang di dalamnya membahas suatu kepercayaan manusia tentang peristiwa ataupun kejadian. Mitos akan berkembang sesuai dengan kepercayaan masyarakat dan mereka yang berpikiran modern akan memungkinkan meninggalkan mitos tersebut karena dianggap tidak logis. Kediri memiliki banyak mitos yang berkaitan erat dengan norma keyakinan masyarakat. Mitos yang beredar dan dipercaya oleh masyarakat Kediri salah satunya adalah larangan menikah antara seseorang yang berasal dari etan-kulon Sungai Brantas. Penelitian kualitatif studi kasus ini berupaya untuk membedah mitos larangan menikah etan-kulon Kali Brantas dengan menggunakan pola pemikiran Strukturalisme Lévi-Strauss. Konsep utama Lévi-Strauss tentang larangan incest membahas dan menjelaskan tentang pranata pernikahan yang tidak dapat dilepaskan dari fenomena-fenomena yang lain seperti larangan incest taboo, perilaku kekerabatan, dan pranata pertukaran dalam kehidupan manusia. Incest atau endogami dilarang dan ini bersifat menyeluruh bagi masyarakat di wilayah aliran Sungai Brantas yang “dikemas” dengan penggunaan sanepan larangan menikah antar etan-kulon Kali Brantas. Dengan adanya incest tersebut maka lahirlah kebudayaan.
Dampak Moderasi pada Kehidupan Beragama Krisis Akhlak Remaja di Era Modern Luthfiana Devi Erica Rahmasari
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.131

Abstract

Tulisan ini menjelaskan bagaimana dampak yang ada pada moderasi beragama khususnya pada akhlak remaja, yang saat ini tidak sedikit yang mulai melenceng dan jauh dari nilai agama. Disebutkan beberapa ayat Alquran yang membahas tentang akhlak dan bagaimana seharunya individu khususnya remaja berakhlak dilingkungan sosial dengan tuntunan agama baik Alquran maupun sunnah. Tulisan ini menerangkan bagaimana akhlak dalam Alquran seperti di Q.S Al-Qalam ayat 4 dan bagaimana dampak moderasi yang tercermin pada akhlak remaja, apa yang menyebabkan krisis akhlak terjadi pada remaja dan bagaimana kehidupan beragama remaja saat ini, serta solusi apa yang sebaiknya diperbaiki dalam diri remaja maupun lingkungan seperti apa yang dapat menjadi pendukung rusaknya akhlak pada remaja.
Tradisi Hizib Hirzul Jausyan di Pondok Pesantren; Sejarah dan Motif Pelaksanaannya Kadi Kadi; Khairul Fitrin
Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.132

Abstract

This article aims to find out how the hizib hirzul jausyan tradition developed in Islamic boarding schools to achieve a problem goal, which includes the history of hizib hirzul jausyan and how the motifs used in the Al-Mahrusiyah Islamic boarding school with this type of research are descriptive analysis and use a phenomenological approach. By collecting data in the form of in-depth interviews with informants in the form of boarding school caregivers, students, and alumni of the Hidayatul Mubtadi-Ien Madrasah Parent (MHM) as teachers at the Dinah Putri Madrasah, and active advisors, in addition, researchers conducted observations and documentation. The data analysis process uses a flow model: data reduction, data presentation, and conclusions. The researcher aims to find out how we know the development of the hizib hirzul jausyan tradition which has developed from being certified to students until now making it a routine for students. In the motive of the implementation of the hiziban tradition, students are emphasized to take part in the reading of hizib hirzul jausyan with the aim that the students are motivated so that they can takarrub ilallah, in this case the students have been taught to always remember Allah.
Analisis Modal Sosial dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Program E-Warung Di Kota Kediri Taufik Alamin; Ade Abizar Uyun
Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.137

Abstract

Poverty is one of the main problems in a government, not only developing countries, developed countries also have poverty problems even though the poverty rate is of course very different. Responding to President Joko Widodo's direction, the Ministry of Social Affairs formulated an e-Warung policy as a place for taking non-cash Food Assistance through collaboration with other parties (Bulog and Banks). The purpose of non-cash assistance is indeed directed at efforts to fulfill nutrition. In addition, the purpose of holding an e-Warung is an attempt to facilitate empowerment for beneficiary families (KPM) through joint group efforts (KUBE). Kediri City, which includes three sub-districts (Kota, Islamic Boarding School, Mojoroto) has sixteen e-Warung points. Each e-Warung has a different management system. This research is within the scope of the City of Kediri, is a qualitative research, using a case study approach that uses a conceptual framework to describe and fully understand e-Warung to find problems to produce solutions. The goal to be achieved in this research is the realization of the functions and objectives of the e-Warung as a policy in the form of empowerment.
Pendekatan Sosiologis Terhadap Peraturan Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi Perspektif Feminisme Kontemporer Abd Hannan
Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.138

Abstract

This article aims to examine the dynamics of sexual violence in Indonesia and the application of regulations to prevent sexual violence in universities. Methodologically, this research was conducted based on a qualitative approach. There are two types and sources of data used, primary data and secondary data. Based on the analysis of field data through the perspective of contemporary feminist theory, this study found two important findings; First, sexual crimes with motives for harassment and violence against students are currently becoming a crucial issue. This situation was triggered by weak regulatory mechanisms, unequal distribution of power, and the rootedness of a social hierarchical system that places women as a lower social group, so they tend to be treated arbitrarily. Second, efforts to deal with sexual crimes in the campus environment can be carried out through two approaches, cultural and structural. At the cultural level, there needs to be a transformation of values ​​in the cultural sector, especially in cultural systems that are biased toward patriarchal values. As for the structural level, efforts to deal with sexual crimes can be carried out by strengthening the law, both at the enforcement and protection levels. In the context of the dynamics of sexual violence on campus, a concrete form of structural effort is the implementation of Permendikbud No 30 of 2021, which contains the agenda for the Prevention and Handling of Sexual Violence (PPKS) in tertiary institutions.
Implementasi Pendidikan Multikultural Jurusan IPS SMA A.Wahid Hasyim melalui Wisata Edukasi ke Candi Penataran Kab. Blitar M. Ubaidillah Ridwanulloh; Nanda Shollu Anni’matul Armidha; Abdul Mujib; Agus Miftakus Surur
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pendidikan multicultural melalui observasi saat kegiatan wisata edukasi ke tempat bersejarah. Pelaksanaan pendidikan multicultural melalui wisata edukasi tidak harus mengubah kurikulum. Hanya saja diperlukan pedoman dan penyesuaian bagi guru untuk menerapkannya. Implementasi nilai multikultural melalui wisata edukasi pada hakikatnya strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan konsep wisata dan kecenderungan manusia secara umum, seperti: eksploring, bermain, dan tergalinya perasaan senang. Wisata edukasi merupakan suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan di dalamnya. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Tujuannya untuk menjelaskan dan mengungkap makna dari suatu fenomena yang diamati. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dan objek penelitian ialah coordinator kegiatan wisata edukasi, guru mata pelajaran sejarah, guru pendamping wisata edukasi serta siswa SMA A. Wahid Hasyim jurusan IPS sebanyak 6 kelas. Hasil penelitian adalah konsep implementasi pendidikan multicultural tidak hanya perlu diajarkan pada saat jam sekolah berlangsung akan tetapi bisa ditambah dengan kegiatan wisata edukasi. Dengan kegiatan wisata edukasi, siswa bisa langusng bertanya, mengamati dan akan lebih mudah menghayati dan menghormati peninggalan sejarah dari Candi Penataran. Oleh sebab itu dengan sendirinya akan tertancap karakter multikulturalisme pada dirinya.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Memperkuat Moderasi Beragama di Indonesia M. Ikhwan; Azhar; Dedi Wahyudi; Afif Alfiyanto
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 21 No. 1 (2023): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v21i1.148

Abstract

Moderasi beragama sebagai program pemerintah Indonesia berupaya memantapkan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akmodatif terhadap kebudayaan lokal. Program ini dinilai masih baru yang perlu pengembangan dan penguatan. Artikel ini bertujuan untuk memotret peran pendidikan agama Islam dalam memperkuat moderasi beragama tersebut. Penelitian ini dimulai dari mengungkap konsepsi moderatisme Islam dan tantangan implementasinya di Indonesia, kemudian didiskusikan dengan pendidikan agama Islam yang dinilai dapat memainkan peran dalam mempromosikan moderasi beragama menuju hidup berdampingan secara damai di negara ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Adapun jenis pengumpulan data dilakukan secara kepustakaan dengan membaca buku, jurnal, dan sumber lain yang diyakini kebenarannya. Data yang telah terkumpul tersebut dianalisis dan diinterpretasi hingga sampai pada tujuan-tujuan penelitian. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang potensi pendidikan agama Islam untuk menumbuhkan pemahaman Islam yang moderat dan inklusif di Indonesia. Melalui penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Islam merupakan bagian penting dalam penguatan moderasi beragama di Indonesia namun perlu didukung oleh pendekatan yang komprehensif seperti mengedepankan pemikiran kritis, mengahargai pluralitas dan pluralisme, serta menghormati keragaman untuk menumbuhkan budaya moderasi beragama di Indonesia.
Implementasi Pengendalian dan Penjaminan Mutu Internal Pendidikan pada Madrasah (Studi di MAN 01 Blitar) Mukodas Arif Subekti; Rugaiyah; Madhakomala
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 21 No. 1 (2023): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v21i1.154

Abstract

Kualitas pendidikan yang rendah berasal dari beberapa masalah yang berkaitan dengan manajemen para pemimpin pendidikan di madrasah, keterbatasan anggaran, fasilitas dan sarana pendidikan, media, sumber belajar, suasana di sekolah, lingkungan pendidikan, dan juga kurangnya dukungan dari pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan.  Maka dari itu penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan implementasi pengendalian mutu internal pendidikan di MAN 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Wawancara, dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data berasal dari kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dan wakil kepala bidang sarana prasarana, serta guru. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis melalui mengumpulkan, mereduksi, menyajikan, dan mengambil kesimpulan. Temuan penelitian menggambarkan, bahwa implementasi pengendalian mutu internal sudah dilakukan dengan berbagai usaha baik oleh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Delapan standar mutu pendidikan dilakukan tindakan-tindakan dalam menjaga kualitas madrasah agar memberikan pelayanan dan kepuasan kepada stakeholder secara maksimal. Madrasah perlu memberikan pelatihan dan pengembangan kompetensi kepada guru-guru agar mereka mampu melaksanakan tugas mereka dengan baik.