cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
+6282187771382
Journal Mail Official
serina@untar.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjen S Parman No 1 Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung M Lt 5
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seri Seminar Nasional
ISSN : 2809509x     EISSN : -     DOI : 10.24912/pserina
Prosiding SERINA merupakan wadah publikasi hasil penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan Pada Seri Seminar Nasional (SERINA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 211 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022" : 211 Documents clear
PENGGUNAAN BILINGUAL DALAM PERJANJIAN KREDIT ANTARA PERUSAHAAN INDONESIA DENGAN LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL Suwinto Johan
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.888 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18476

Abstract

Transaksi bisnis global telah berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. Transaksi bisnis memerlukan perjanjian antara para pihak. Perjanjian ini pada umumnya ditulis dalam dual bahasa. Penggunaan bahasa menjadi isu penting dalam sebuah kontrak atau perjanjian. Penelitian ini mempergunakan metode legal normatif. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penggunaan bilingual dalam perjanjian bisnis terutama kredit antara perusahaan Indonesia dengan lembaga keuangan asing. Penelitian menyimpulkan bahwa pengunaan bahasa Indonesia merupakan hal yang wajib dalam sebuah perjanjian sesuai dengan Undang Undang di Indonesia. Sebagai akibatnya, perjanjian antara pihak asing dengan pihak Indonesia mempergunakan bilingual. Namun, dalam perjanjian ini terdapat satu klausula (governing language) yang menyatakan bahwa jika terjadi perbedaan pengertian antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing, maka bahasa yang dipergunakan adalah bahasa asing. Hal ini dikatikan dengan choice of law dan choice of forum. Jika choice of law adalah peraturan perundang-undangan di Indonesia, maka bahasa Indonesia menjadi pilihan, sebaliknya jika hukum yang dipergunakan bukan hukum Indonesia, maka bahasa English menjadi pilihan. Sehingga penggunaan bahasa Indonesia tidak semata-mata merupakan hal berdiri sendiri, namun dikaitkan dengan isi perjanjian lainnya. Banyak perjanjian transaksi bisnis international memilih choice of law dan choice of forum bukan hukum Indonesia, sehingga penggunaan bahasa English menjadi sebuah hal yang penting. Sebagai pemenuhan undang undang di Indonesia dan pemenuhan permintaan penggunaan bahasa English, maka governing language clause menjadi hal yang sangat penting. Global commercial transactions have increased at a rapid pace in response to technological advancements. A contract between the parties is required for business transactions. This agreement is usually written in both English and Spanish. In a contract or agreement, the usage of wording is critical. This study employs a normative legal approach. The purpose of this study is know how bilingualism is used in commercial agreements, particularly loan agreements between Indonesian enterprises and foreign financial institutions. The study concludes that, under Indonesian law, the use of the Bahasa Indonesian is required in an agreement. As a result, bilingualism is used in negotiations between foreign and Indonesian parties. However, there is a condition in the agreement that stipulates that if there is a discrepancy in comprehension between Indonesian and a foreign language, the foreign language will be used. This has anything to do with the choice of legislation and forum. If the legislation in question is a statutory regulation in Indonesia, Indonesian is the preferred option; otherwise, if the law in question is not Indonesian law, English is the preferred option. As a result, the usage of the Indonesian language is linked to the substance of other agreements, rather than being a stand-alone phenomenon. Because many international commercial transaction agreements choose for choice of law and forum above Indonesian law, the use of English is critical. The ruling language clause is crucial since it ensures that Indonesian laws are followed and that requests for the use of English are met. 
PENYELESAIAN PERSELISIHAN PENANAMAN MODAL BISNIS ASING DENGAN PEMERINTAH MELALUI ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA Shrishti Shrishti; Rheannen Cariena; Urbanisasi Urbanisasi
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.088 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18477

Abstract

Kegiatan Penanaman Modal atau dapat disebut sebagai investasi merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Penanaman modal merupakan bentuk kegiatan investasi yang dapat dilakukan dalam maupun luar negeri. Dalam hal ini, pemberi modal wajib diberi perlindungan hukum dan kepastian oleh penerima modal agar dapat menjaminkan investor keamanan atas investasinya. Penulisan artikel jurnal ilmiah hukum ini bertujuan untuk melakukan tinjauan yuridis berkaitan perselisihan kontrak bisnis yang diselesaikan dengan jalur arbitrase dan alternatif penyelesaian perselisihan. Penulis menggunakan metode yuridis normatif sebagai metode pemecah masalah yang dimana memakai bahan hukum primer dan sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa kontrak dapat menghasilkan pengaruh hukum antara satu subjek hukum dengan yang lainnya sehingga melahirkan sebuah hak dan kewajiban, begitu pula juga dengan kontrak yang sudah disetujui oleh penanam modal asing dengan Indonesia. Kian kini banyak permasalahan kontrak bisnis yang terjadi namun sering kali diselesaikan melalui jalur litigasi, dengan terjadinya globalisasi, masyarakat menilai jalur tersebut tidak efektif lagi dalam menyelesaikan perselisihan penanaman modal. Hal tersebut mengakibatkan transisi dari jalur litigasi kepada non litigasi untuk mencegah maupun mengakhiri perselisihan kontrak bisnis yang dialami para investor asing maupun nasional melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian perselisihan. Sehingga dapat disimpulkan menyelesaikan perperselisihanan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian perselisihan lebih murah dan praktis dibanding melalui jalur litigasi
ASPEK HUKUM ADMINISTRASI NEGARA TERHADAP PERTAMBANGAN ILEGAL PADA MASA COVID-19: STUDI KASUS GUNUNG BOTAK Rheannen Cariena; Shrishti Shrishti; Tasya Patricia Winata; Rasji Rasji
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.037 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18478

Abstract

Dengan berjalannya waktu, Indonesia semakin dikenal sebagai negara yang memiliki kuantitas sumber daya alam berlimpah. Tidak diragukan lagi bahwa kekayaan alam tersebut tersebar di berbagai kawasan terutama di sektor pertambangan. Mineral logam yaitu emas menjadikan salah satu sumber upah negara dari segi pajak, ekspor maupun penciptaan lapangan kerja dan lainnya. Sesuai amanat UUD 1945, pemerintah perlu menyetujui tingkat penggunaan dari penguasaan sumber daya alam guna mencegah terjadinya potensi pemborosan. Sehingga sumber daya alam yang dikuasai, dapat diakses rakyat agar memperoleh manfaat yang besar untuk kebutuhannya. Sebagai negara hukum, Indonesia seharusnya dapat menetapkan peraturan yang menjamin pelestarian sumber daya alamnya guna jika pada kondisi kesulitan ekonomi, negara tidak mengalami kerugian berlebih sebagai dampak pertambangan emas ilegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan melakukan penelitian bahan pustaka atau data sekunder. Penelitian ini menghasilkan bahwa Gunung Botak sebagai lokasi tambang emas berada ditutup sejak 2015 akibat penggunaan bahan kimia oleh para penambang yang merugikan masyarakat setempat. Masyarakat yang kurang kesadaran hukum serta oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan Gunung Botak sebagai lahan tambang liar, terlebih saat Pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis ekonomi para penambang liar semakin banyak terjadi, dimana penambang liar berbondong-bondong untuk mengambil emas tanpa memperhatikan protokol kesehatan.
PENETAPAN JAMINAN PERLINDUNGAN KERJA BURUH YANG BEKERJA KETIKA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT LEVEL 4 Aurelia Meagan Tan; Tundjung Herning Sitabuana
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.219 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18480

Abstract

Unsur kesehatan dan keselamatan kerja menjadi instrumen yang sangat penting dalam industri kerja. Dengan adanya kesehatan dan keselamatan kerja maka kesejahteraan buruh dan kualitas perusahaan akan meningkat. Merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia menimbulkan beberapa permasalahan. Dengan merebaknya kasus Covid-19 ini, Presiden JokoWidodo secara resmi menetapkan Pandemi sebagai bencana nasional. Dengan adanya bencana nasional, maka pandemi khususnya PPKM level 4 dapat dikategorikan sebagai salah satu resiko kerja. Resiko kerja yang ditimbulan pada masa PPKM level 4 ini yaitu terjangkitnya buruh oleh Covid-19 yang mana mereka tetap harus bekerja secara penuh di lapangan. Hal ini tentunya akan sangat mengancam kesejahteraan para buruh yang bekerja pada masa tersebut. Dengan besarnya resiko kerja, maka haruslah adanya urgensi peningkatan jaminan perlindungan kerja bagi para buruh di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk resiko kerja ketika PPKM level 4 dan untuk menjelaskan urgensi peningkatan jaminan kerja buruh ketika PPKM level 4 ini. Dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, karena jika dilihat dari peraturannya sendiri masih kurang dijadikan pegangan oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya di masa PPKM level 4 ini. Dengan adanya jaminan kerja bagi para buruh maka kualitas perusahaan akan meningkat. Lalu, cara yang dapat dilakukan adalah seperti memberikan dana tambahan bagi buruh yang bekerja secara langsung di masa PPKM level 4 apalagi sampai lembur. Dengan adanya tulisan ini diharapkan agar terlaksananya peningkatan jaminan kerja buruh yang dapat mengurangi resiko kerja yang ada ketika masa PPKM level 4 dan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia serta kesejahteraan para buruh.
RISIKO PENGGUNAAN BERLEBIH DARI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI AREA YANG MENGALAMI PEMBATASAN TEMPORER (STUDI PADA SEKTOR PERGURUAN TINGGI) Richard Andrew; Vania Griselda Cudivia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.701 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18481

Abstract

Banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi berkembang lebih pesat dalam beberapa tahun terakhir.  Hal ini terjadi di berbagai kawasan di beberapa belahan dunia dan salah satu hal yang mendorong hal ini adalah kebijakan pembatasan temporer yang dijalankan oleh sejumlah negara.  Kebijakan ini dilakukan dengan sistem yang bertingkat pada beberapa daerah atau negara namun ada juga negara yang menetapkan kondisi yang sama untuk seluruh wilayahnya.  Satu hal yang sama dari jenis kebijakan ini adalah membatasi mobilitas langsung dari banyak orang sehingga hal ini tidak hanya berdampak pada sektor bisnis yang menargetkan keuntungan berkelanjutan tetapi juga berefek pada sektor nirlaba seperti sektor pendidikan tinggi.  Perubahan ini juga terjadi di Perguruan Tinggi karena banyak dari kampus itu tidak memiliki pengalaman untuk melakukan pembelajaran daring secara penuh namun dipaksa hampir dua tahun untuk menjalankan hal tersebut untuk ditawarkan kepada peserta didik mereka.  Dalam riset ini, tim peneliti juga menemukan bahwa ada banyak keunggulan dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi selama masa pembatasan temporer berlangsung.  Hanya saja, tim yang sama juga menemukan bahwa penggunaan berlebih dari hal ini dapat memberikan masalah yang lebih besar terutama jika dilakukan dalam jangka yang lebih panjang bagi banyak civitas akademika yang terkait di dalamnya dan oleh sebab itu hal ini harus dimitigasi di masa mendatang agar risikonya tidak terlalu tinggi.
EKSPLORASI KEARIFAN LOKAL DESA KADUGENEP MELALUI PERANCANGAN KREATIF VIDEO PROFILE Nuryadi Nuryadi; Edy Chandra
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.832 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18482

Abstract

Merujuk, mendukung, serta melanjutkan program-program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam membantu pengembangan pengusaha kecil menengah yang banyak tersebar di wilayah Indonesia saat ini. Dimana pengembangan program-program yang sukses diimplementasikan hingga meraih Rekor MURI, yaitu Business Matching 2022 di Nusa Dua Bali. Rekor kebangkitan ekonomi kreatif dengan nilai income 214 Trilyun dalam transaksi selama 3 hari. Atas dasar fakta-fakta tersebut, proses pengembangan tersebut masih belum merata dilakukan. Jika mendengar produsen lokal berupa tas, maka akan merujuk kepada wilayah Kota Bandung dan Kota Tasikmalaya di Jawa Barat. Tentunya Kawasan pengerajin tas masih dapat ditemukan di wilayah Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Dikenal dengan nama “desa kecil seribu mesin”. Kualitas produk-produk yang dihasilkan tidak kalah dengan produsen-produsen dari kota Bandung dan kota Tasikmalaya. Fakta saat ini dari potensi perekonomian di wilayah Desa Kadugenep belum maksimal dikenal secara luas. Fakta ini menjadi poin rencana penelitian terapan dan usulan konsep kreatif memilk tujuan untuk mengangkat kembali ciri khas kearifan lokal di kawasan Desa Kadugenep melalui pemikiran dan perencanaan kreatif perancangan video profile. Metode penelitian observasi dan wawancara dilakukan dengan informan di pengurus dan pengerajin Desa Kadugenep. Paradigma dalam penelitan ini adalah nonpositivisme studi literatur untuk meneliti pembahasan dalam konsep tertentu dalam sebuah literatur atau wacana situasi pada Desa Kadugenep. Asumsi yang diharapkan kepada Desa Kadugenep adalah terciptanya solusi kreatif tayangan video profile yang menjadi indikator perkembangan informasi kerajinan tas di Desa Kadungenep melalui media video profile dimasa mendatang.
KRITIK PEDAGOGI KRITIS TERHADAP POLITIK DAN PRAKTIK PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IVAN ILLICH DAN HENRY GIROUX Urbanus Ura Weruin; Tony Sudirgo
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.851 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18483

Abstract

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, praktik pendidikan dan pengajaran dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi berubah. Di satu sisi seluruh proses pendidikan dan pengajaran dilakukan secara daring.  Di sisi yang lain, platform teknologi pendidikan semakin beragam dan promosi pembelajaran lembaga di luar sekolah semakin masif.  Sentralitas dan dominasi sekolah semakin dilucuti. Praktik pendidikan dan pembelajaran daring telah mentransformasi praktik pendidikan, mengubah peran guru, dan melucuti dominasi sekolah sebagai agen kemajuan masyarakat. Maka pertanyaan kritis yang perlu dimunculkan di sini adalah apa kritik pemikiran pedagogi kritis pada umumnya dan pemikiran Ivan Illich dan Henry Giroux pada khususnya tentang peran dan praktik pendidikan dalam masyarakat modern saat ini? Penelitian kualitatif dengan metode content analysis ini akan menjawab pertanyaan tersebut. Hasil penelusuran kepustakaan menunjukkan bahwa, sejalan dengan kritik para pemikir pedagogi kritis, Illich mengritik institusi pendidikan yang menginjeksi kesadaran palsu bahwa masyarakat membutuhkan sekolah untuk maju. Pada hal pendidikan yang formalistik, dilembagakan, politis, dan dikelola menurut ‘kurikulum tersembunyi’ pada dasarnya politis dan melayani kepentingan lain di luar pendidikan. Yang perlu dibangun bukanlah sekolah melainkan ‘jaringan pembelajaran’ yang luas dan terbuka. Karena latar belakang sosial, lingkungan keluarga, media massa dan jaringan sosialisasi informal, turut menentukan prilaku, nilai, dan penilaian kritis masyarakat. Sementara Giroux memperjuangkan liberalisasi dan demokratisasi pendidikan melalui ‘pedagogi publik’ karena pendidikan dan pengetahuan pada dasarnya politis dan bermuatan kekuasaan. Transformasi pendidikan terutama dimulai dari membongkar jebakan kekuasaan dan kepentingan ekonomi dan politik kelompok dominan dalam masyarakat. Karena bagi Illich dan Giroux, pengetahuan itu sendiri bermuatan politis. Perubahan kurikulum pendidikan bukan sekadar keputusan politik melainkan melayani kepentingan tertentu dalam masyarakat. Dengan mengungkap motif, tujuan, kepentingan, keuntungan, dan kekuasaan apa yang dihasilkan melalui produksi pengetahuan, model transformasinkan pendidikan dapat dirumuskan secara tepat. Tujuan artikel hasil studi kepustakaan ini adalah mengingkatkan kembali para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan agar merumuskan praktik pendidikan secara tepat. 
MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI RASIONALITAS EKONOMI DARI PERSPEKTIF EMBEDEDDNESS ECONOMICS Urbanus Ura Weruin; Febiana Rima Kainama2
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.433 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18484

Abstract

Riset kepustakaan (library research) dengan metode analisi isi ini bertujuan untuk menunjukkan pertimbangan terhadap rasionalitas ekonomi dari perspektif sosiologi ekonomi menurut konsep embededdness economics. Artikel ini dimulai dengan menunjukkan pengertian rasionalitas, memetakan rasionalitas ekonomi menurut pemikiran ekonomi neoklasik, merumuskan pemahaman tentang rasionalitas ekonomi menurut perspektif embededdness economics, untuk kemudian merumuskan karakteristik dan kritik terhadap rasionalitas ekonomi dari perspektif embededdness economics. Menurut konsep ‘ketertanaman’ ekonomi ini, asumsi dan gambaran tentang “manusia ekonomi” yang sepenuhnya rasional karena mampu mempertimbangkan semua prilaku ekonomi secara tepat dan holistik sebagaimana dianut oleh Rational Choice Theory (RCT) tak lagi memadai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika ekonomi neoklasik memahami rasionalitas prilaku ekonomi bersifat subjektif, mendasarkan diri pada penalaran, self-interest; mengedepankan kegunaan; holistik karena kemampuan rasional individu, serta bersifat pasti; pandangan sosiologi ekonomi dengan konsep embededdness rationality justru menunjukkan bahwa rasionalitas atau kalkulasi ekonomi tidak pernah hanya bersumber dari pikiran, idea, gagasan individual-subjektif yang steril dari pengaruh lingkungan atau jaringan sosial, melainkan bersumber pada jaringan  relasi sosial. Referensi bagi rasionalitas ekonomi bukan semata-mata pada individu yang rasional, self-interest, melainkan pada social-interest, altruism, atau demi kebaikan bersama. Karena pemikiran dan prilaku ekonomi tertanam dalam insititusi, relasi, dan jaringan sosial. Prilaku ekonomi tidak tercerabut dari institusi dan relasi sosial lain di luar ekonomi. Pasar sebagai institusi dan praktik ekonomi, ditentukan oleh ide, kalkulasi, pertimbangan, dan keputusan sosial, politik, dan kebudayaan. Rasionalitas ekonomi, menurut sosiologi ekonomi, merupakan blanded rationality; tertanam dalam lingkungan, insititusi, dan jaringan sosial (networking rationality); dan dengan demikian tidak pernah pasti dan komplet.
HUBUNGAN KESEPIAN DAN DELIBERATE SELF-HARM PADA REMAJA : RELATIONSHIP BETWEEN LONELINESS AND DELIBERATE SELF-HARM AMONG ADOLESCENCES Damara Agustin; Tenri Faradiba; Anindya Dewi Paramita
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.518 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18513

Abstract

Masa remaja merupakan masa individu mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan keinginan untuk mencoba hal baru, serta munculnya kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikologis, pencarian identitas, dan membentuk hubungan baru. Banyaknya perubahan yang terjadi pada masa remaja dapat meningkatkan stres dan mempengaruhi kehidupan remaja di masa sekarang dan masa depan. Salah satu tanda stres pada remaja yang sering ditemui adalah melukai diri sendiri atau deliberate self-harm. Penelitian ini ingin melihat apakah ada hubungan antara kesepian dan perilaku deliberate self-harm. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah UCLA Loneliness Scale Revised 3 (Russel, 1996) untuk mengukur kesepian dan Deliberate Self-Harm Inventory (Gratz, 2001) untuk mengukur perilaku deliberate self-harm. Jumlah partisipan penelitian ini adalah 174 dengan rentang usia 14-20 tahun dengan metode pengambilan sampel berbasis internet self-selected polls. Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara kesepian dan deliberate self-harm dengan nilan r = .221, p = < .05. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kesepian semakin tinggi pula deliberate self-harm pada remaja.
PENGEMBANGAN UMKM DIGITAL SEBAGAI UPAYA KETAHANAN BISNIS PASCA PANDEMI COVID-19 Angeline Angeline; Davin Allister; Levira Leo Gunawan
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.695 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18514

Abstract

Selama pandemi COVID-19 terus berlangsung, UMKM mengalami kemunduran dan menghadapi berbagai permasalahan dan akan terus seperti itu apabila tidak ada adaptasi dari para pelakunya untuk kembali meningkatkan produktivitas mereka. Produktivitas UMKM yang rendah menyebabkan profit yang dihasilkan juga menurun. Hal ini menjadi ancaman tersendiri bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya dan strategi untuk menyelamatkan UMKM agar dapat terus bertahan di tengah pandemi COVID-19, bahkan sampai pasca pandemi nantinya. Strategi yang dapat digunakan contohnya adalah strategi pengembangan digitalisasi UMKM dari Kemenkop UMKM, yaitu: mempersiapkan para pelaku usaha UMKM untuk meningkatkan sumber daya manusia dan melakukan intervensi terhadap perbaikan proses bisnis pelaku UMKM yang nantinya akan diterapkan dalam beberapa program, serta 2 tahap lainnya. Agar strateginya berhasil, UMKM perlu melakukan transformasi bisnis melalui beberapa upaya nyata, seperti menggunakan digital marketing dan konten kreatif, serta meningkatkan kualitas dan pelayanan agar lebih banyak calon konsumen potensial yang terjaring dan diharapkan bisa terjadi pembelian berulang kedepannya. Terjadinya transaksi jual-beli berarti kesempatan UMKM untuk survive menjadi lebih besar dan perekonomian Indonesia dapat bergerak positif. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan sumber data empiris yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam artikel. Hasilnya adalah program digitalisasi memiliki beberapa strategi bagi UMKM untuk mempertahankan usahanya, antara lain: (1) Memanfaatkan digital platform semaksimal mungkin; (2) Menguasai kemampuan digital marketing; (3) Mempromosikan produk atau jasa melalui konten kreatif untuk menarik konsumen. Diterapkannya strategi tersebut diharapkan membuat para pelaku UMKM dapat bertahan menjalankan usahanya di tengah pandemi dan berdampak positif bagi ekonomi perekonomian digital Indonesia.

Page 1 of 22 | Total Record : 211