cover
Contact Name
Neila Sulung
Contact Email
endurance.lldikti10@gmail.com
Phone
+628116658362
Journal Mail Official
endurance.lldikti10@gmail.com
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24777862     DOI : https://doi.org/10.22216/jen
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X. This Journal Endurance focuses on addressing issues emerging in the community both in the field of health science development and to apply some research results based on individual groups and communities in enhancing community participation and healthy freedom of life. And as an alternative problem solving with Interprofessional Professional Education (IPE) approach. Nursing Science (Child, Maternity, Medical Surgical,Menthal Health, Management, (Community dan Family), Public Health, Medical Science, Pharmacy, Physioterapy, Nutrition
Articles 119 Documents
ANALISIS RISIKO PENYEBAB STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS RAMBATAN II KABUPATEN TANAH DATAR Tika Ramadanti; Cici Apriza Yanti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2498

Abstract

ABSTRACT The prevalence of cases in Indonesia is 37.2%. Stunting means one of indicators of cronic nutrion status that describe barrier of growing because malnutrion in long period. Community health centre of Rambatan experiences of stunting. The objective of this research is to know factors of causes stunting on baby in community health centre rambatan II tanah datar regency in 2018. Type of this research is analytic survey with case control design. The sample of this research is stunting baby and not stunting baby.Analyzing data is done by using univariate and bivariate with chi-square test with 95% degree reliance. The result of the research shows that 54 respondents (58.7%) high knowledge, 50 respondents (54.3%) have infection story, 55 respondents (59.8%) have bad on diet, 59 respondents (64.1%) exclusive breast, 46 respondents (50.0%) have stunting baby. There is correlation between meaningful knowledge with stunting occurrence (p=0.005). there is correlation between infection history with stunting occurrence (p=0.005). there is correlation between diet with stunting occurrence (p=0.005). and there is correation between exclusive breast and stunting occurrence (p=0.005). Based on the resul of the research, it can be concluded that stunting occurrence causes bad on diet. It is expected to health workers in order to give training about the importance on diet to avoid stunting. Keywords: knowledge, infection diseases history, diet, breast feeding, stunting ABSTRAK Prevalensi kasus stunting di Indonesia 37,2%. Stunting merupakan indikator status gizi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi yang jangka panjang. Puskesmas Rambatan II tersebut banyak yang mengalami Stunting. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui ” Faktor-Faktor Penyebab Stunting Pada Balita di Puskesmas Rambatan II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2018. Jenis penelitian survey analitik dengan desain case control. Objek penelitian adalah balita yang mengalami stunting 46 responden dan balita yang tidak mengalami stunting 46 responden. Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian 54 responden (58,7%) pengetahuan tinggi. 50 responden (54,3%) memiliki riwayat infeksi, 55 responden (59,8%) memiliki pola makan kurang baik. 59 responden (64,1%) ASI Ekslusif. 46 responden (50,0%) memiliki balita stunting. Ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian stunting (p= 0,005). Terdapat hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p= 0,005), Terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting (p= 0,005). Terdapat hubungan ASI Ekslusif dengan kejadian stunting (p= 0,005). Disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan,riwayat penyakit infeksi, pola makan dan ASI Ekslusif dengan Stunting. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberi penyuluhan tentang pentingnya pola makan untuk mencegah stunting. Kata Kunci: Pengetahuan, Riwayat Penyakit Infeksi, Pola Makan, ASI Ekslusif, Stunting
FAKTOR KETIDAKPATUHAN ODHA MENGKONSUMSI ANTIRETROVIRAL THERAPY DI SUMATERA BARAT Adriani Mahdarlis; Ikhwana Elfitri; Afriwardi Yusri; Arina widya; Evi Hasnita
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2507

Abstract

Pada tahun 2021, tingkat ketidakpatuhan pasien HIV/AIDS terhadap pengobatan antiretroviral di Sumatera Barat Indonesia, termasuk tinggi yaitu lebih kurang 30%, nilai normalya adalah dibawah 20%. Kurangnya kepatuhan dapat berdampak buruk pada produktivitas dan morbiditas dan kematian pasien HIV/AIDS. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketidakpatuhan ODHA dalam pengobatan antiretroviral. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. M. Djamil Padang, penelitian cross-sectional ini menggunakan analisis regresi multivariat dan melibatkan 128 pasien berusia ≥ 17 tahun, dengan kondisi hemodinamik stabil, responden berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari hingga 15 April 2022. Ditemukan lima faktor utama penyebab ketidakpatuhan meminum obat antiretroviral antara lain: lupa (p-value 0,000), bosan (p-value 0,001), sibuk (p-value 0,000), pengaruh adanya COVID-19 (nilai p 0,000), Ada atau tidaknya bantuan LSM (p-value 0,048) . Nilai prediksi (ß) untuk “Lupa” adalah 8,360, yang berarti risiko ketidakpatuhan pasien 8,36 kali lebih tinggi. Dampak kumulatifnya cukup besar yaitu sebesar 42,2%, yang menunjukkan pengaruh keseluruhan yang relatif kuat. Disimpulkan bahwa; lupa, bosan, sibuk, kondisi COVID-19 masih terasa mempengaruhi, sementara bantuan LSM sebagai faktor paling mendukung kepatuhan. Disarankan dukungan petugas dan peran keluarga juga dapat dimaksimalkan dalam membantu pasien patuh dalam pengobatan, sehingga tercapai tujuan yaitu mencegah kematian, sekaligus mendukung program dunia tentang HIV/AIDS.
GAMBARAN RISIKO JATUH PADA LANSIA MENGGUNAKAN TIME UP AND GO TEST Herma Desmillenia Bintari Lijang; Rika Sabri; Siti Yuliharni
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2508

Abstract

Falling is a problem that often occurs in the elderly as a result of a decrease in body functions associated with the aging process. Falls are also a major cause of morbidity and mortality in the elderly. The purpose of this study was to describe the risk of falling in the elderly using the time up and go test in the working area of ​​the Belimbing Health Center. This research is a quantitative research with a descriptive design and an observational approach. The sampling technique used is a non-probability sampling technique using purposive sampling with a sample size of 360 elderly. The analysis used in this research is univariate analysis. The results of the study showed that most of the elderly (77.2%) were aged 60-74 years, most (66.1%) were female, most (66.9%) suffered from hypertension, most (74.7% ) had no history of falling, most (86.9%) did not use walking aids, a small proportion (13.1%) used a cane when walking, and more than half (53.3%) had a history of high falls. In this study, it was found that more than half of the elderly in the working area of ​​the Belimbing Health Center had a high risk of falling. So it is necessary to do fall risk screening and provide balance training, especially in the elderly with a high risk of falling.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENERAPAN MANAJEMEN K3 DI RUANG RAWAT INAP rina diana sihombing; Daniel Ginting; Henny Arwina Bangun
Jurnal Endurance Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v7i3.1810

Abstract

Occupational Diseases in hospitals can attack all workers,both medical, and non-medical people who have the risk of being exposed to hazardous biological materials,contact with disposable medical devices. Efforts to control, minimize the risk of work accidents, it is necessary to have good management of Hospital K3 management.The purpose of the study was to analyze the factors that influence the behavior of nurses in the application of K3 management in the inpatient ward of RSUD RM. Djoelham Binjai. research is explanatory research. The time of the study was from January to July 2022.The population of all nurses in the RSUD was 111 people. The sample was taken using purposive sampling as many as 53 people in all inpatient rooms inpatient care.Enabling factors(safety, security facilities,rules/policies do not affect thebehavior of nurses in the application of K3management.Reinforcing (supervision) factors affect the behavior of nurses in the application of K3 management. It is recommended that the hospital director be able tomake SOPpolicies and guidelines and sanctions regarding K3 supervision. For officers to supervise theimplementation of K3 management for nurses to behave safely when providing medical services and following policies and SOPs, given awards in order to cultivate OSH behavior in their respective work units.
ANALISIS PROGRAM STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DI PUSKESMAS PADANG SIBUSUK : deteksi dini Wahyuni; yulia yesti; Husri Yanti
Jurnal Endurance Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v7i3.1940

Abstract

ABSTRACT Comprehensive and quality programs for fostering children's growth and development in toddlerhood are one of the Stimulation, Detection and Early Intervention Programs for Growth and Development (SDIDTK). In 2021 at the Padang Sibusuk health center the achievements of the SDIDTK toddler program are still below the target (55.89%). The purpose of this study was to analyze the SDIDTK toddler program at the Padang Sibusuk Health Center in 2021. Qualitative research methods using in-depth interview techniques, document review and observation. Selection of research informants with purposive sampling. The components studied are the input, process and output of the SDIDTK program. The results of the study found that for the input component there was no specific policy issued by the local government regarding the SDIDTK program. The regulations have not been disseminated to all related networks, the human resources managing and implementing the SDIDTK program are sufficient in quantity but inadequate in quality. Funds, facilities and infrastructure are not sufficient. The components of the planning and organizing process already exist, but the support across programs and sectors has not been maximized. SDIDTK Monitoring and evaluation implementation has not been maximized. The SDIDTK program achievement output component has not been successful.
PENGARUH KOMPRES HANGAT DAN PELVIC ROCKING EXERCISE TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH IBU HAMIL TRIMESTER III Riri Segita; Indriani Rusfah
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2339

Abstract

ABSTRACT Lower back pain is a common complaint felt by pregnant women, especially when entering the third trimester of pregnancy. The aim of this study was to determine the effect of warm compresses and pelvic rocking exercise on lower back pain in third trimester pregnant women. The design of this study was aquasi-experimental with the approach with one group pretest-posttest design. The population in this study was 87 third trimester pregnant women at BPM Rita, the sample in this study were 30 third trimester pregnant women. The sampling technique was carrier out by accidental sampling, which was in accordance with the inclusion and exclusion criteria. By using univariate analysis and bivariate analysis. The result showed that after being given 9 treatments of interfention, the mean pre value was 5.1 and the mean post was 4.13. And the value of α is 0.000. There is an effect of giving warm compresses and pelvic rocking exercise on lower back pain in third trimester pregnant women. In conclusion, giving warm compresses and pelvic rocking is effective in reducing lower back pain in third trimester pregnant women. Keywords: Low Back Pain, Warm Compres, Pelvic Rocking Exercise, Pregnant Women III Trimester ABSTRAK Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang umum dan dirasakan oleh ibu hamil, terlebih lagi ketika memasuki kehamilan trimester III. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat dan pelvic rocking exercise terhadap nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III.. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan with one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil trimester III di BPM Rita sebanyak 87 orang, sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang ibi hamil trimester III. Teknik dalam pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling, yaitu sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi sebanyak 9 kali perlakuan di dapatkan nilai mean pre 5,1 dan mean post 4,13. Dan nilai α 0,000. terdapat pengaruh pemberian pemberian kompres hangat dan pelvic rocking exercise terhadap nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III. Simpulan, pemberian kompres hangat dan pelvic rocking efektif menurunkan nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III. Kata Kunci : Nyeri punggung bawah, Kompres Hangat, pelvic rocking exercise, ibu hamil trimester III
INTERVENSI KOMUNIKASI TERHADAP MINAT UNTUK MELAKUKAN SKRINING IVA DI DESA MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR PROVINSI LAMPUNG Aan Oktavia yuman; Lolita Sary; Dhiny Easter Yanti; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2386

Abstract

Penyakit kanker serviks merupakan masalah utama yang menyerang perempuan di dunia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi meningkatnya penderita kanker serviks dengan deteksi dini pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA). Pada tahun 2021 data capaian program skrining pemeriksaan IVA di Puskesmas Labuhan Maringgai sebesar 0,1% (6 orang). Capaian ini masih jauh dibawah target nasional sebanyak 70%. Sehingga perlu diketahui minat wanita untuk melakukan skrining pemeriksaan IVA melalui pendekatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi linier, interaksional dan transaksional terhadap minat wanita untuk melakukan skrining IVA. Penelitian penelitian quasi experimental design dengan pendekatan nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita usia 30-50 tahun yang berdomisili di Desa Maringgai. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling dimana dari delapan dusun dijadikan empat kelompok yang dirandom dalam menentukan intervensi komunikasinya. Sehingga jumlah sampel setiap kelompok intervensi sebanyak 10 orang maka jumlah keseluruhan sampel sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan yaitu univariate, bivariate (t-dependen) dan multivariate (kruskal wallis). Hasil uji univariate pada kelompo komunikasi linier rata-rata sebelum 42,60, sesudah 51,00. Pada kelompok komunikasi interaksional rata-rata sebelum 42,30, sesudah 46,40. Pada kelompok komunikasi transaksional rata-rata sebelum 46,70, sesudah 48,50. Pada kelompok kontrol rata-rata sebelum 43,9 sesudah 44. Hasil uji bivariate pada kelompok komunikasi linier terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (p-value 0.000). Pada kelompok komunikasi interaksional terdapat perbedaan minat sebelum dan sesudah (p-value 0.001). Pada kelompok komunikasi transaksional terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (-value 0.021). Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (p-value 0.343). Hasil multivariate komunikasi yang paling berpengaruh terhadap perubahan minat adalah komunikasi transaksional dengan nilai mean rank 33,45 dan p-value 0.0001. Disarankan kepada Tenaga Medis/Non medis Puskesmas diharapkan dapat menggunakan komunikasi linier dalam meiningkatkan minat untuk melakukan skrining IVA di Desa Maringgai Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Kemudian dimana komunikasi linier ini bersifat satu arah dan mampu mempengaruhi pendengar sebagai penerima pesan dalam tindakan ataupun narasi persuasif. Kata kunci : Komunikasi, Kanker Serviks, Minat, IVA
INTERVENSI HIRARKI BELAJAR TERHADAP SIKAP UNTUK MELAKUKAN SKRINING IVA DI KELURAHAN SUMBER REJO KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Hany Musliha; Lolita Sary; Nurul Aryastuti; Dessy Hermawan; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2391

Abstract

Secara global kanker serviks merupakan penyebab kematian keempat pada wanita dan di Indonesia menempati urutan ke dua dari kasus kanker yang menyerang wanita. Kebanyakan wanita mengetahui penyakit ini sudah dalam stadium lanjut yang berakibat kematian. Deteksi dini dengan IVA merupakan upaya efektif untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian. Cakupan program skrining IVA Puskesmas Rawat Inap Kemiling hanya mencapai 16,63% (251 orang) masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah 30 % pertahun (1509 orang). Penting untuk mengetahui sikap wanita usia subur sebagai tahap pendahulu sebelum terjadi perilaku rutin melakukan skirining IVA. Intervensi komunikasi hirarki belajar merupakan salah satu upaya komunikasi perubahan sikap di masyarakat, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan sikap dalam melakukan deteksi dini dengan metode IVA pada wanita usia 30-50 tahun diKelurahan Sumber Rejo wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental pendekatan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh wanita usia 30-50 tahun yang berdomisili di Kelurahan Sumber Rejo sebanyak 1958 orang.Teknik sampling menggunakan cluster sampling dari 26 RT dijadikan empat kelompok yang dirandom untuk menentukan masing-masing kelompok intervensi dengan jumlah sampel pada setiap kelompok sebanyak 11 orang, sehingga jumlah keseluruhan sampel sebanyak 44 orang. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik T dependent dan uji kruskall wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Pada kelompok hirarki belajar normal, rata-rata sebelum 59.45 sesudah 63.45. Pada kelompok komunikasi hirarki belajar atribusi disonans, rata-rata sebelum 59 sesudah 68.64. Pada kelompok komunikasi hirarki belajar keterlibatan rendah, rata-rata sebelum 59.45 sesudah 60.91. Pada kelompok kontrol, rata-rata sebelum 57 sesudah 57.36. Hasil uji bivariat terdapat perbedaan pada kelompok komunikasi hirarki belajar normal p-value 0.004, terdapat perbedaan pada kelompok komunikasi hirarki belajar atribusi disonans p-value 0.000, terdapat perbedaan pada kelompok komunikasi hirarki belajar keterlibatan rendah p-value 0.011, tidak terdapat perbedaan pada kelompok control p-value 0.167. Analisis multivariat menunjukkan variabel independent yang paling dominan pada kelompok komunikasi hirarki belajar atribusi disonans dengan nilai rata-rata rank sebesar 37,50 dan p-value 0.000. Dapat disimpulkan Hasil penelitian ini dapat menjadi upaya Puskesmas Rawat Inap Kemiling dalam meningkatkan capaian program dan menumbuhkan sikap positif wanita usia 30-50 tahun untuk melakukan pemeriksaan IVA menggunakan metode komunikasi hirarki belajar atribusi disonans.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH LANSIA DI PUSKESMAS IRINGMULYO KOTA METRO TAHUN 2023 Alek Iskandar; Achmad Farich; Christin Angelina; Wayan Aryawati; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2447

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia terjadi dalam waktu 50 tahun terakhir. Pada tahun 2021, proporsi lansia mencapai 10,82% atau sekitar 29,3 juta orang. Persentase lansia yang berobat jalan ketika mengalami keluhan sebesar 44,93 %, persentase lansia yang berobat jalan ketika mengalami keluhan kesehatan ke fasilitas kesehatan pada Puskesmas/Pustu 17,25%. Masih banyak lansia di Provinsi Lampung yang belum memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi lansia sangat penting karena selain dapat memantau status kesehatan lansia juga dapat meningkatan derajat kesehatan lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah populasi 1011 orang dan sampel 288 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian menggunakan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistic berganda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga (p value 0,000 dan OR 139,653), keyakinan (p value 0,000 dan OR 12,017), persepsi sakit (p value 0,000 dan OR 35,875), dan tidak ada hubungan pengetahuan (p value 0,182) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Faktor dominan yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia adalah variabel dukungan keluarga dengan OR 139,653. Saran bagi lansia adalah agar memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas secara rutin untuk mendeteksi dan mengontrol kesehatannya. Puskesmas melakukan pemberdayaan keluarga dalam rangka memandirikan keluarga dalam bidang kesehatan.
ASPECTS OF ECONOMIC, CULTURAL, AND SOCIAL ROLES RELATED TO EARLY MARRIAGE IN SERDANG VILLAGE, SOUTH BANGKA Amalia Addini; Fenny Etrawati; Ikhwanul Nurimansyah
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2485

Abstract

Bangka Belitung Province ranks first among 34 provinces with a percentage 18.76%. Serdang Village is a village in Toboali District, South Bangka Regency with a high percentage of early marriage, which is 29%. This study aims to examine more deeply about the economic, cultural, and resource aspects and social support related to adolescent decisions to get married at an early age in Serdang Village. This study uses a qualitative and sample approach selected by purposive sampling by involving 22 informants. Key informant consists of 8 teenagers of early marriage perpetrators and 8 parents or teenage relatives. While the expert key informant is the Head of DKPPKB, Head of Population Control, Customary Leaders, Religious Leaders, Community Leaders, and Youth Leaders. Researchers use triangulation techniques to obtain data validity. The results of this study show that the majority of teenagers want to get married factor is the limited cost of daily needs and education, as well as the divorce of parents which has impact on the economic resilience of children. In addition, the existence of a culture of mass marriage also attracts the incidence of early marriage and the lack of the role of parents and relatives in preventing early marriage.

Page 11 of 12 | Total Record : 119