cover
Contact Name
Bayu Brahma
Contact Email
journal.cancer@gmail.com
Phone
+628176389956
Journal Mail Official
admin@indonesianjournalofcancer.or.id
Editorial Address
National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital Research and Development Building, 3rd-floor Jl. Letjen S. Parman Kav. 84-86, Slipi West Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Cancer
ISSN : 19783744     EISSN : 23556811     DOI : https://www.doi.org/ 10.33371
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Cancer is a peer-reviewed and open-access journal. This journal is published quarterly (in March, June, September, and December) by Dharmais Cancer Hospital - National Cancer Center. Submissions are reviewed under a broad scope of topics relevant to experimental and clinical cancer research. Articles are original research that needs to be disseminated and written in English. All submitted manuscripts will go through the double-blind peer review and editorial review before being granted acceptance for publication. The journal publishes original research articles, case reports, and review articles under the following categories: cancer management, cancer prevention, cancer etiology, epidemiology, molecular oncology, cancer diagnosis and therapy, tumor pathology, surgical oncology, medical oncology, radiation oncology, interventional radiology, as well as early detection.
Arjuna Subject : Kedokteran - Onkologi
Articles 562 Documents
Keganasan Kelenjar Adrenal Dukut Respati Kastomo
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.676 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v3i3.126

Abstract

Kelenjar adrenal merupakan organ bilateral retroperitoneal pada kutub atas masing-masing ginjal dengan berat empat gram. Kelenjar ini terdiri dari dua bagian, yaitu korteks dan medula, dalam satu kesatuan jaringan berkapsul dan berfungsi menghasilkan hormon endokrin. Jumlah komponen medula kira-kira 10% dari kelenjar total dan memproduksi catecholamine. Bagian korteks menghasikan aldosteron dan merupakan human mineralcorticoid yang penting keberadaannya di plasma bersama transcortin dan albumin.Keganasan adrenal sangat jarang dijumpai, di bawah 2% dari seluruh keganasan umumnya. Insidennya kira-kira 1 kasus dari 1.700.000 populasi (0,02% dari seluruh kanker). Terdeteksi apabila ukuran sudah besar dan jarang dapat disembuhkan. Pada penelitian secara retrospektif observasional terhadap data di rekam medis RSK Dharmais selama 2002 sampai 2008, dijumpai dua malignant phaeochromocytoma dari medula dan dua adrenal cortical carcinoma dari korteks adrenal. Keganasan ini merupakan 0,04% dari 8687 kasus keganasan di RSKD. Diagnosis pra-bedah klinis dilakukan dengan CT scan dan dipastikan dengan pemeriksaan histopatologi pasca-bedah. Tindakan bedah merupakan pilihan terapi utama.Kata kunci: adrenal, keganasan, operasi.
Characteristics of Mediastinal Tumor Patients in Cipto Mangunkusumo National Hospital Jakarta Zulkifli Amin
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.001 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v7i2.297

Abstract

Tumor mediastinum mewakili keragaman penyakit di berbagai negara. Di Indonesia, khususnya di Rumah Sakit Nasional Cipto Mangunkusumo, masih kekurangan karakteristik epidemiologi, klinis, radiologi, dan karakteristik histopatologi dari tumor mediastinal.Tujuan: untuk menentukan karakteristik kasus-kasus tumor mediastinum berbasis rekam medis. Metode: penelitian retrospektif ini didasarkan pada data yang telah dilaporkan dalamChest meetingsyang diselenggarakan oleh Divisi Pulmonologi Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dari Januari 2007 sampai Desember 2008. Saat penelitian, terdapat 27 kasus tumor mediastinum.Hasil: kebanyakan pasien didiagnosis tumor mediastinum pada usia di atas 40 tahun (56%) dan lebih dari separuh pasien berjenis kelamin laki-laki (67%). Dari 13 pasien (52%) telah dipastikan bahwa 9 dari mereka memiliki riwayat merokok. Tiga gejala yang paling umum ditemukan di antaranya batuk, terengah-engah, dan terjadinya penurunan berat badan. Jenis histologis yang paling umum dari tumor adalah thymoma (33%). Tujuh belas pasien (63%) di antaranya pernah menjalani pembedahan. Radioterapi oleh 44% pasien dan kemoterapi oleh 26% pasien.Kesimpulan: peneliti menangani 27 kasus tumor mediastinum dari Januari 2007 hingga Desember 2008. Lebih dari separuh kasus terjadi pada usia di atas 40 tahun dan thymoma adalah temuan histopatologis yang paling umum.Kata kunci: tumor mediastinum, thymoma.
Kegemukan dan Frekuensi Konsumsi Makanan Berlemak yang Tinggi Merupakan Faktor Risiko Perlemakan Hati pada Pasien Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Ultrasonografi di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta BAHRIYATUL MA'RIFAH; EVY DAMAYANTHI; KARDINAH KARDINAH
Indonesian Journal of Cancer Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.273 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v9i4.399

Abstract

ABSTRACTFatty liver is a term applied to wide spectrum of conditions characterized hispatologically by trigliseride accumulation within the cytoplasm of hepatocytes which is examined using ultrasound. This study was aimed to identify the risk factors affecting fatty liver in the patients with breast cancer on ultrasound examination at Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The design was a cross sectional study with 70 subjects, consisted of 37 fatty liver subjects and 33 normal subjects. The result showed that risk factors of fatty liver in patient with breast cancer were overweight and obesity (Body Mass Index ?25 kg/m2) (OR : 5.5, 95%CI : 1.881 16.243) and high frequency of dietary fat (OR: 3.8, 95%CI : 1.084 13.445).ABSTRAKPerlemakan hati merupakan akumulasi asam lemak dalam bentuk trigliserida di dalam sitoplasma hepatosit yang diperiksa dengan menggunakan alat ultrasonografi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian perlemakan hati pada pasien kanker payudara dengan pemeriksaan ultrasonografi di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional study, dengan subjek penelitianberjumlah 70 orang yang terdiri dari 37 contoh perlemakan hati dan 33 contoh normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko perlemakan hati pada pasien kanker payudara adalah kegemukan (overweight dan obes, Indeks Massa Tubuh ? 25 kg/m2) (OR=5.5, 95%CI : 1.881 16.243) dan tingginya frekuensi konsumsi makanan berlemak (OR=3.8, 95%CI : 1.084 13.455)
Three Acupoints of Acupressure Improve the Anxiety Level in Cancer Patients based on Types of Cancer Therapy Yesiana Dwi Wahyu Werdani
Indonesian Journal of Cancer Vol 13, No 4 (2019): December
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.099 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v13i4.654

Abstract

Background: Cancer and its therapeutic management trigger the multiorgans physical disorders, that can cause the patient to worry and become anxious about the condition. Three acupoints of acupressure therapy stimulates relaxation of the body and can reduce anxiety. The purpose was to determine the influence of three acupoints of acupressure therapy to improve the anxiety level in cancer patients based on types of cancer therapy.Methods: This was an interventional study using pre-experiment pre-test post-test design. Samples were 30 cancer patients living at the Indonesian Cancer Foundation East Java Branch Surabaya Indonesia, taken by purposive technique sampling based on inclusion criteria. The instrument was Beck Anxiety Inventory that it was valid and reliable based on the test. Ethical feasibility tests has been carried out. Acupressure therapy is given on acupoint St36, Li4 and Li11. It conducted 2 times per week for 4 weeks. Wilcoxon Signed Rank Test was applied to analyze this result with p < 0.05.Results: There was a significant effect of acupressure for improving anxiety levels in both groups with p value in the chemotherapy group 0.001 and in the chemoradiotherapy group 0.002. But a greater influence occurred in the chemotherapy group compared to chemoradiotherapy group.Conclusions: Acupressure therapy in three acupoints can stimulate relaxation condition, it can decrease the anxiety level for cancer patients with all types of cancer therapy.
Nyeri Sebelum Kemoterapi sebagai Prediktor Rendahnya Kualitas Hidup Penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Anak-Anak RIVAN DANUAJI; SRI MULATSIH; SRI SUTARNI
Indonesian Journal of Cancer Vol 4, No 2 (2010): Apr - Jun 2010
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v4i2.90

Abstract

Chemotherapy and stem cell transplantation are the main therapy in childhood leukemia. Pain is one of symptom that may occur in acute lymphoblastic leukemia (ALL) and may influence quality of life (QOL). The aim of this study is to determine correlation between pain before chemotherapy and the QOL of children with ALL. A cohort retrospective study was conducted. Quality of life was measured by PedsQLTM 3,0 version. Univariate analysis showed 7 factors as predictor of QOL. There were age, fathers and mothers education, family income, risks group, pain after and before chemotherapy. Multivariate analysis showed family income (RR: 1,61; 95% CI: 1.50 17.29) and pain after chemotherapy (RR: 3.24, 95% CI: 1.36 7.68) were significantly influenced ALL childhoods QOL. Pain before chemotherapy could be used as a predictor of ALL childhoods QOL. Family income and pain after chemotherapy was independent predictor.
Karakteristik dan Terapi Penderita Keganasan Penis di RS Cipto Mangunkusumo dan RS Kanker Dharmais Untung Tranggono; Rainy Umbas
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2176.624 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v2i2.38

Abstract

Untuk mengetahui karakteristik dan terapi penderita keganasan penis. Data dikumpulkan dari rekam medik di Klinik Khusus Urologi RSCM dan RSKD, Jakarta, mulai Oktober 1994 sampai dengan September 2005. Faktor-faktor klinis yang diteliti adalah umur, suku, sirkumsisi, dan lesi primer. Faktor-faktor patologis yang diteliti adalah grade histologis, dan staging. Terapi meliputi tindakan terhadap lesi primer, diseksi kelenjar getah bening, radioterapi, dan kemoterapi. Hubungan antara umur dengan stadium penyakit, dan hubungan antara grade dengan stage T dan stage N dianalisis menggunakan Chi-Square Test.Dalam perioda Oktober 1994 sampai dengan September 2005, di RSCM dan RSKD dijumpai 69 orang penderita keganasan penis. Umur tersering pada perioda 40-50 tahun. Suku tersering pada Tionghoa, Betawi, dan Batak. Sedikit lebih banyak pada yang tidak sirkumsisi. Letak lesi primer tersering pada glans dan shaft, dan terjarang pada sulcus coronarius. Penektomi parsial dilakukan pada 33,3 %, penektomi total pada 49,3 %, dan 14,5 % nanya biopsi. Jenis histologis terbanyak aoalah squamous cell carcinoma, diikuti oleh verrucous carcinoma dan leiomyosarcoma. Grade histologis terbanyak adalah grade 1. Sebagian besar penderita dijumpai dalam stage T1 dan T2 (63,9 %), stage' N2-3 sebanyak 47,8 %, dan hanya 6,3 % dalam stage Ml. Tidak dijumpai perbedaan grade yang bermakna menurut stage T dan stage N (p>0,05). Tersering penderita dijumpai dalam stadium 4, dan tidak dijumpai perbedaan stadium yang bermakna menurut kelompok umur (p>0,05). Diseksi KGB yang dilakukan sebanyak 36,2 % bilateral dan 5,8 % unilateral.Kasus-kasus keganasan penis di RSCM dan RSKD mempunyai lesi primer terbanyak di glans dan shaft, dengan jenis histologis terbanyak squamous cell carcinoma dalam grade 1. Pada penelitian ini, grade tidak berhubungan dengan staging T dan N walaupun grade 2 dan 3 lebih sering ditemukan pada penderita T2-4 dan N+, dan usia tidak berhubungan dengan staaium penyakit.
Profil Sel Natural Killer (NK) dalam Darah Perifer dan Jaringan Tumor Penderita Lesi Prakanker dan Karsinoma Sel Skuamosa Serviks WITA SARASWATI
Indonesian Journal of Cancer Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3091.165 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v8i4.361

Abstract

This research was performed to investigate the profile of Natural Killer (NK) cells in peripheral blood and tumor tissues of cervical pre cancerous lesion and squamous cell carcinoma of cervix patients. This research was an observational analysis study with cross-sectional design of 47 subjects which comprises of 17 cervical pre cancerous lesion patients, 8 early stage squamous cell carcinoma of cervix patients and 22 late stage squamous cell carcinoma of cervix patients in Dr. Soetomo Hospital-Airlangga University teaching hospital, Surabaya. After clinical and histopatologic diagnosis was established, NK cell count was perfomed on the biopsies, and both NK cell count and percentage of activated NK cells was performed on the peripheral blood of those three groups. From this research, it was found that the average number and percentage of activated NK cells within peripheral blood of cervical pre cancerous lesion patients were lower (349.65 cell/?L; 15.13%) compared with early stage carcinoma (552 cell/?L; 18,40%) and late stage carcinoma (590.32 sel/?L; 23.29%). NK cell expression of cervical tumor tissues on three groups are very low, 0.29% on cervical pre cancerous lesion patients; 0.45% on early stage cervical cancer patients; and 0.04% on late stage cervical cancer patients. Significant differences was found in the number of NK cells (p=0.016) and percentage of activated NK cells (p=0.041) within peripheral blood between pre cancerous lesion patients and late stage squamous cell cervical cancer patients, no significant difference was found in the number of NK cells within tumor tissue (p=0.278).
Leukemia Myeloblastik Akut: Luaran Terapi di RSUP DR. Sardjito, Yogyakarta, 2004-2008 SITI AURELIA NURMALASARI; PUDJO HAGUNG WIDJAJANTO; SRI MULATSIH; IGNATIUS PURWANTO
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v6i2.163

Abstract

Latar belakang: insiden Leukemia Myeloblastik Akut (LMA) anak meningkat dari tahun ke tahun, namun keberhasilan terapi masih rendah. Tujuan: mengetahui overall survival pasien LMA anak dan faktor prognosis yang mempengaruhi luaran terapi di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta, Januari 2004 - Desember 2008. Metode: anak usia < 15 tahun dan baru terdiagnosis LMA dimasukkan dalam penelitian ini. Faktor prognosis meliputi jumlah lekosit saat diagnosis dan status gizi. Analisis overall survival menggunakan metode Kaplan-Meier. Faktor prognosis dianalisis menggunakan regresi Cox. Hasil: terdapat 56 (63,6%) pasien menjalani kemoterapi dengan modifikasi protokol NOPHO-AML 93. Didapatkan 19 (33,9%) pasien meninggal, 4 (7%) relaps, 32 (57%) drop out, dan 1 (2%) survive. Median survival 3,05 bulan (10 hari - 2,8 tahun). Overall survival 3 tahun adalah 19 10%. Kesimpulan: prognosis LMA anak di institusi kami masih buruk. Progresivitas penyakit, toksisitas obat, dan belum memadainya supportive care berperan dalam kematian pasien LMA anak.Kata kunci: LMA anak, faktor prognosis, overall survival.
Uji Proliferasi dan Ekspresi P53 Ekstrak Etanol Minyak Buah Merah terhadap Sel Kanker Serviks SiHa AGUNG WIWIEK INDRAYANI; IDA AYU IKA WAHYUNIARI; GUSTI AYU ARTINI
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 4 (2012): Oct - Dec 2012
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v6i4.288

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) secara empiris telah digunakan untuk pengobatan kanker. Buah merah mengandung -carotene dan ?-tocopherol, yang merupakan sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiproliferasi dan ekspresi tumor suppressor gene p53 ekstrak etanol minyak buah merah (EEMBM) pada sel kanker serviks SiHa.Uji proliferasi dan uji ekspresi p53 dilakukan secara in vitro. Uji proliferasi menggunakan enam variasi dosis EEMBM dan dievaluasi dengan metode tryphan blue staining setelah inkubasi selama 24, 48, dan 72 jam. Uji ekspresi tumor supresor gene p53 menggunakan tiga variasi dosis EEMBM dan dievaluasi dengan metode imunohsitokimia setelah inkubasi selama 24 jam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penghambatan proliferasi sel kanker servikss SiHa oleh EEMBM pada dosis tertinggi (0,125 ?g/mL) setelah inkubasi selama 24, 48, dan 72 jam berturut-turut adalah 97,97%; 100,0%; dan 100,0%. Bila dibandingkan dengan kontrol positif (doksorubisin), persentase penghambatan sel kanker pada dosis tertinggi setelah inkubasi 24, 48, dan 72 jam berturut-turut adalah 85,31%; 94,43%; dan 99,82%. Terdapat perbedaan bermakna pada persentase penghambatan proliferasi sel kanker serviks SiHa antar kelompok uji pada masing-masing waktu inkubasi (p<0,001). EEMBM juga meningkatkan ekspresi tumor suppressor gene p53 pada dosis 0,06250; 0,03125; dan 0,01562 ?g/mL berturut-turut sebesar 43,69%; 61,99%; dan 18,14%. Bila dibandingkan dengan kontrol positif, ekspresi p53 pada tiga variasi dosis (3,75; 1,875; 0,9375 ?g/mL) berturut-turut sebesar 42,63%; 41,88%; dan 35,94%. Terdapat perbedaan bermakna pada ekspresi p53 antar-kelompok uji (p<0,001).Kesimpulannya, ekstrak etanol minyak buah merah memiliki efek antiproliferasi dan dapat meningkatkan ekspresi tumor suppressor gene p53 pada sel kanker serviks SiHa in vitro.Kata kunci: Ekstrak etanol minyak buah merah, efek antiproliferasi, ekspresi tumor suppressor gene p53, sel kanker serviks SiHa
Hubungan Ekspresi p-53 dengan Gambaran Klinikopatologi pada Penderita Karsinoma Penis yang Dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar (2001-2005) Bowolaksono Sastrodihardjo; Gede Wirya Kusuma; Partama -
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.409 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v3i3.117

Abstract

Insiden karsinoma penis di daerah Bali, khususnya yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, cukup tinggi. Sampai saat ini, etiologi dari karsinoma penis multifaktorial, termasuk peran Human Papilloma Virus dalam mekanisme di tingkat selular. Penanganan karsinoma penis saat ini cenderung mengarah ke tissue preserving dan peningkatan kualitas hidup penderita, serta masih terjadi kontroversi. Faktor prediksi terhadap rekurensi, progresivitas, dan prognosis masih didasarkan pada faktor prognostik konvensional berupa gambaran klinikopatologi. Hasil penelitian marker molekuler yang memberikan hasil menjanjikan telah melaporkan mengenai overekspresi p-53 dan antigen skuamosa sel karsinoma untuk memprediksi pembesaran nodul, rekurensi, progresivitas, dan prognosis. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis meneliti hubungan antara ekspresi p-53 dengan gambaran klinikopatologi pada penderita karsinoma penis yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, periode 2001-2005.Studi ini merupakan penelitian observasional analitik yang dilakukan secara potong lintang (cross sectional) terhadap penderita karsinoma penis yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, periode Januari 2001 sampai Mei 2005. Sampel penelitian diambil dari blok parafin. Kemudian dilakukan pengecatan imunohistokimia dan dinilai ekspresi protein p-53. Hasil penilaian tersebut kemudian dihubungkan dengan stadium, diagnosis histopatologi, grading, dan hasil biopsi kelenjar getah bening. Kemudian dianalisis dengan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney U dan tabel 2 x 2 (crosstabs). Kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p< 0,05. Terdapat hubungan bermakna antara ekspresi p-53 dengan stadium klinis tumor (p = 0,030 ) dan hasil biopsi kelenjar getah bening inguinal (p = 0,040). Sedangkan hubungan antara ekspresi p-53 dengan diagnosis dan grading histopatologi didapatkan hasil yang tidak bermakna.Kesimpulannya, ekspresi p-53 pada karsinoma penis dapat dipakai sebagai salah satu faktor prognostik dan pertimbangan melakukan biopsi kelenjar getah bening inguinal, sehingga tindakan biopsi menjadi lebih selektif.Kata kunci: karsinoma penis, p-53, klinikopatologi

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): September Vol 19, No 2 (2025): June Vol 19, No 1 (2025): March Vol 18, No 4 (2024): December Vol 18, No 3 (2024): September Vol 18, No 2 (2024): June Vol 18, No 1 (2024): March Vol 17, No 4 (2023): December Vol 17, No 3 (2023): September Vol 17, No 2 (2023): June Vol 17, No 1 (2023): March Vol 16, No 4 (2022): December Vol 16, No 3 (2022): September Vol 16, No 2 (2022): June Vol 16, No 1 (2022): March Vol 15, No 4 (2021): December Vol 15, No 3 (2021): September Vol 15, No 2 (2021): June Vol 15, No 1 (2021): March Vol 14, No 4 (2020): December Vol 14, No 3 (2020): September Vol 14, No 2 (2020): June Vol 14, No 1 (2020): March Vol 13, No 4 (2019): December Vol 13, No 3 (2019): September Vol 13, No 2 (2019): June Vol 13, No 1 (2019): March Vol 12, No 4 (2018): October-December Vol 12, No 3 (2018): July-September Vol 12, No 2 (2018): April-June Vol 12, No 1 (2018): Jan - Mar Vol 11, No 4 (2017): October- December 2017 Vol 11, No 3 (2017): July - September 2017 Vol 11, No 2 (2017): April - June Vol 11, No 1 (2017): Jan-Mar Vol 10, No 4 (2016): October - December 2016 Vol 10, No 3 (2016): July - September 2016 Vol 10, No 2 (2016): April - June 2016 Vol 10, No 1 (2016): Jan - Mar 2016 Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015 Vol 9, No 3 (2015): Jul - Sept 2015 Vol 9, No 2 (2015): April-Juni 2015 Vol 9, No 1 (2015): Jan - Mar 2015 Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014 Vol 8, No 3 (2014): Jul - Sep 2014 Vol 8, No 2 (2014): April-Juni 2014 Vol 8, No 1 (2014): Jan - Mar 2014 Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013 Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013 Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013 Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013 Vol 6, No 4 (2012): Oct - Dec 2012 Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012 Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012 Vol 6, No 1 (2012): Jan - Mar 2012 Vol 5, No 4 (2011): Oct - Dec 2011 Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011 Vol 5, No 2 (2011): Apr - Jun 2011 Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011 Vol 4, No 4 (2010): Oct - Dec 2010 Vol 4, No 3 (2010): Jul - Sep 2010 Vol 4, No 2 (2010): Apr - Jun 2010 Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010 Vol 3, No 4 (2009): Oct - Dec 2009 Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009 Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009 Vol 3, No 1 (2009): Jan - Mar 2009 Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008 Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008 Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008 Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008 Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007 Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007 Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007 Vol 1, No 1 (2007): Jan - Mar 2007 More Issue