cover
Contact Name
Imam Basori
Contact Email
unj.jptv@gmail.com
Phone
+6285274624665
Journal Mail Official
unj.jptv@gmail.com
Editorial Address
L Building, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, RT 11/RW 14, Rawamangun, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
ISSN : 25021605     EISSN : 26203065     DOI : https://doi.org/10.21009
JPTV (Jurnal Pendidikan Teknik dan Kejuruan) adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Negeri Jakarta. JPTV adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian asli dan artikel hasil ulasan yang relevan dengan Pendidikan Teknik dan Kejuruan.
Articles 119 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN MODUL ILUSTRASI BAGIAN-BAGIAN BUSANA DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DESAIN MODE Nasta Irena Savela; Arrsy, Esty Nurbaity; Prabawati, Melly
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.43

Abstract

This study aims to evaluate the quality of teaching materials in the form of a fashion illustration module, specifically focusing on collar and sleeve materials, designed to support students' independent learning in the Fashion Drawing course within the Fashion Design Education Study Program. The module was developed in accordance with the principles of vocational learning, which emphasize the integration of theory and practice, as well as the characteristics of modern learning modules. The research method employed a quantitative approach, utilizing a pre-experimental one-shot case study design and quantitative descriptive data analysis. The assessment was conducted by four expert panelists using an assessment scale instrument that encompassed aspects of the teaching materials (material, presentation, and language) and module characteristics (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly). The results showed that the module was in the "Good" category with an average score of 89.86%. The module characteristics obtained the highest score of 93.75%, while the teaching materials aspect obtained a score of 86.64%. The highest indicators were stand-alone and user-friendly, achieving a perfect score of 100%, which confirms that the module can be used independently and is easily understood by students. In contrast, the adaptive indicator scored the lowest at 83.33%, indicating the module's limitations in adapting to technological developments and diverse learning styles. Overall, this fashion illustration module meets the criteria for effective teaching materials and is suitable for use in vocational learning. The module not only presents material systematically and comprehensively but also supports student independence in learning. These findings suggest that developing similar modules could be a crucial strategy for enhancing the quality of vocational learning, with the caveat that further development of the adaptability aspect is necessary through the integration of digital technology and interactive media.   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas bahan ajar berupa modul ilustrasi bagian-bagian busana, khususnya materi kerah dan lengan, yang dirancang untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa pada mata kuliah Menggambar Mode di Program Studi Pendidikan Tata Busana. Modul dikembangkan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran vokasional yang menekankan keterpaduan teori dan praktik, serta karakteristik modul pembelajaran modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one shot case study dan analisis data deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh empat panelis ahli menggunakan instrumen skala penilaian yang mencakup aspek bahan ajar (materi, penyajian, kebahasaan) dan karakteristik modul (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, user-friendly). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berada dalam kategori “Baik” dengan skor rata-rata 89,86%. Karakteristik modul memperoleh skor tertinggi sebesar 93,75%, sedangkan aspek bahan ajar memperoleh skor 86,64%. Indikator tertinggi adalah stand-alone dan user-friendly dengan skor sempurna 100%, yang menegaskan bahwa modul dapat digunakan secara mandiri dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Sebaliknya, indikator adaptive memperoleh skor terendah sebesar 83,33%, menunjukkan keterbatasan modul dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan gaya belajar yang beragam. Secara keseluruhan, modul ilustrasi bagian-bagian busana ini telah memenuhi kriteria bahan ajar yang efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran vokasional. Modul tidak hanya menyajikan materi secara sistematis dan komprehensif, tetapi juga mendukung kemandirian belajar mahasiswa. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan modul serupa dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran vokasional, dengan catatan perlunya pengembangan lebih lanjut pada aspek adaptivitas melalui integrasi teknologi digital dan media interaktif.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERDASARKAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DI INDONESIA C. Rudy Prihantoro
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.10

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap gaya kepemimpinan, iklim organisasi, motivasi, dan kepuasan kerja yang memengaruhi implementasi kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. OCB umumnya digunakan untuk mengevaluasi perilaku organisasi dalam manajemen bisnis terhadap kinerja karyawan, namun belum banyak diterapkan untuk menilai manajemen sekolah, khususnya SMK, terkait kinerja guru dalam implementasi kurikulum. Populasi penelitian mencakup seluruh guru SMK di Indonesia, dengan sampel sebanyak 292 responden dari 30 provinsi. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik multistage purposive sampling. Variabel penelitian terdiri atas variabel dependen (OCB), variabel independen (kepemimpinan dan iklim organisasi), serta variabel mediasi (motivasi dan kepuasan kerja). Hasil penelitian menunjukkan: (1) iklim organisasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap OCB; (2) kepemimpinan, iklim organisasi, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) kepemimpinan dan iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi; (4) kepemimpinan dan kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap OCB. Temuan ini memberikan implikasi bagi kebijakan penataan organisasi SMK di Indonesia, khususnya dalam pemilihan pimpinan sekolah dan penciptaan iklim organisasi yang nyaman dan adaptif bagi guru dalam mengimplementasikan kurikulum. Abstract: This study aims to analyze the factors of Organizational Citizenship Behavior (OCB) in relation to leadership style, organizational climate, motivation, and job satisfaction that influence curriculum implementation in Vocational High Schools (SMK) in Indonesia. OCB is commonly used to evaluate organizational behavior in business management regarding employee performance; however, it has rarely been applied to assess school management, particularly in SMKs, concerning teachers’ performance in curriculum implementation. The research population comprises all SMK teachers in Indonesia, with a sample of 292 respondents from 30 provinces. The sample was determined using a multistage purposive sampling technique. The operational variables include the dependent variable (OCB), independent variables (leadership and organizational climate), and mediating variables (motivation and job satisfaction). The findings reveal that: (1) organizational climate and motivation significantly influence OCB; (2) leadership, organizational climate, and motivation significantly affect job satisfaction; (3) leadership and organizational climate significantly influence motivation; (4) leadership and job satisfaction do not affect OCB. These findings have implications for policy-making in structuring SMK organizations in Indonesia, particularly in selecting school leaders and creating an organizational climate that is comfortable and adaptive for teachers in implementing the curriculum.
IMPLEMENTASI STUDENT-CENTERED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DI SMKN 38 JAKARTA Radhika Achsan Iismail; Nabilah, Khansa; Khairani, Amanda Jelita Putri; Pratama, Rena Putri; Christine, Johanna Mariauli
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.1

Abstract

Abstrak: Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lembaga pendidikan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami banyak tantangan dan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya peran serta pemerintah dalam menjamin peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menemukan permasalahan, kendala, dan tantangan penerapan teori belajar dalam pembelajaran, implementasi student-centered learning dan jenis penilaian yang digunakan oleh guru di sekolah. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif melalui pengisian angket atau lembar penilaian yang meliputi lima aspek penilaian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 di SMKN 38 Jakarta. Sumber data dalam penelitian berupa data primer dengan melibatkan lima orang guru di SMKN 38 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan student-centered learning. Dimana dalam proses pembelajaran, guru juga akan memberikan motivasi serta memberikan tugas, baik dalam bentuk tugas individu maupun kelompok. Peserta didik juga terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan tanya jawab dan presentasi hasil diskusi serta kegiatan belajar lainnya yang mengasah pemikiran dan ide peserta didik. Dalam melakukan penilaian, guru memiliki rubrik penilaian.   Abstract: Education plays an important role in improving the quality of human resources. Educational institutions must keep up with the rapid development of science and technology. Education in Indonesia is currently experiencing many challenges and problems. Therefore, the government's role is needed to ensure the improvement of the quality of education in Indonesia. This study aims to find problems, obstacles, and challenges in applying learning theory in learning, implementing student-centered learning, and the types of assessments teachers use in schools. The method used is a quantitative approach, which involves filling out questionnaires or assessment sheets covering five aspects of assessment. This research was conducted in November 2022 at SMKN 38 Jakarta. The primary data source in the study was data from five teachers at SMKN 38 Jakarta. The results of the study showed that teachers had implemented student-centered learning. Teachers will also provide motivation in the learning process and give individual and group assignments. Students are also directly involved in learning activities, and this can be seen from the question and answer activities, presentations of discussion results, and other learning activities that hone students' thoughts and ideas. Teachers have an assessment rubric for conducting assessments.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL MENGGUNAKAN APLIKASI ARTICULATE STORYLINE 3 PADA MATA PELAJARAN PERENCANAAN DAN INSTALASI SISTEM AUDIO VIDEO KELAS XI DI SMK NEGERI 39 JAKARTA Nurida Irmadania; Setyowati, Arum; Bintoro, Jusuf
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.32

Abstract

This study aims to develop digital learning media for the subject of Planning and Installation of Audio Systems for class XI using the Articulate Storyline 3 application at SMKN 39 Jakarta, and to determine the level of feasibility of digital learning media for the subject of Planning and Installation of Audio Systems for class XI using the Articulate Storyline 3 application based on the results of assessments by instructional design experts, media experts, material experts, and language experts. The method used in this study is the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model which is limited to three stages, namely Analysis, Design, and Development. The final product produced is an Android application that has been validated by instructional design experts, media experts, material experts, and language experts. The results of the feasibility test by instructional design experts were 83.33%, media experts 93.75%, material experts 70.45%, and language experts 90.00%. So that the learning media using Articulate Storyline 3 is feasible for use by students in learning activities.   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital mata pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio kelas XI menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 di SMKN 39 Jakarta, serta mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran digital mata pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio kelas XI menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 berdasarkan hasil penilaian oleh ahli desain instruksional, ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terbatas sampai tiga tahap yaitu, Analysis (Analisis), Design (Desain), dan Development (Pengembangan). Produk akhir yang dihasilkan berupa aplikasi Android yang telah divalidasi oleh ahli desain instruksional, ahli media, ahli materi, serta ahli bahasa. Hasil uji kelayakan oleh ahli desain instruksional sebesar 83,33%, ahli media sebesar 93,75%, ahli materi sebesar 70,45%, dan ahli bahasa 90,00%. Sehingga media pembelajaran menggunakan Articulate Storyline 3 secara keseluruhan layak untuk digunakan oleh peserta didik pada kegiatan pembelajaran.
ANALISIS IDENTITAS DIRI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERDASARKAN TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL Syamsidar, Abdullah; Ariyanto, Dinda Larasati; Ishak, Junta Rachmayandy; Tuela, Muhammad Qioravansyah Drysa; Rahmadini, Shakilla; Oktaviani, Maya
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.2.150

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas diri siswa Sekolah Menengah Kejuruan berdasarkan teori perkembangan psikososial Erikson, khususnya tahap identity versus role confusion yang menjadi tugas perkembangan utama pada masa remaja. Kajian ini menelusuri bagaimana konsep diri, hubungan teman sebaya, dukungan sosial, serta dinamika lingkungan sekolah berkontribusi terhadap pembentukan identitas diri siswa di SMKN 51 Jakarta. Menggunakan metode cluster sampling, sebanyak 30 siswa berusia 16–19 tahun berpartisipasi sebagai responden melalui pengisian kuesioner psikososial yang dirancang untuk mengukur aspek identitas diri dan faktor-faktor psikososial yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki konsep diri positif, relasi sosial yang baik, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah cenderung menunjukkan identitas diri yang lebih matang, tercermin dari kemampuan memahami diri, mengenali minat dan potensi, serta merencanakan masa depan secara lebih terarah, baik dalam hal pendidikan lanjutan maupun pilihan karier. Sebaliknya, siswa yang menghadapi hambatan dalam hubungan sosial atau memiliki konsep diri negatif lebih rentan mengalami kebingungan identitas dan kesulitan dalam melakukan penyesuaian diri di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah yang suportif, termasuk peran guru, konselor, dan teman sebaya, sangat penting dalam memfasilitasi proses eksplorasi dan pembentukan identitas diri remaja. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan program yang mendorong refleksi diri, eksplorasi peran, serta penguatan hubungan sosial sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan psikososial siswa di pendidikan kejuruan. Abstract: This study aims to analyze the self-identity of Vocational High School students based on Erikson’s psychosocial development theory, particularly the stage of identity versus role confusion, which represents a central developmental task during adolescence. This research explores how self-concept, peer relationships, social support, and school environmental dynamics contribute to the formation of students’ self-identity at SMKN 51 Jakarta. Using a cluster sampling method, a total of 30 students aged 16–19 years participated as respondents by completing a psychosocial questionnaire designed to assess aspects of self-identity and the psychosocial factors influencing it. The findings indicate that students who possess a positive self-concept, maintain strong social relationships, and actively participate in school activities tend to demonstrate a more mature sense of identity, as reflected in their ability to understand themselves, recognize their interests and strengths, and develop clearer plans for their future in terms of continuing education or choosing a career path. Conversely, students who experience difficulties in social relationships or hold a negative self-concept are more vulnerable to identity confusion and face challenges in adjusting to the school environment. These results highlight the essential role of a supportive school environment—including the involvement of teachers, counselors, and peers—in facilitating the exploration and formation of adolescent identity. Therefore, schools need to implement programs that foster self-reflection, role exploration, and the strengthening of social relationships as part of efforts to support students’ psychosocial development in vocational education settings.
TINJAUAN SARANA DAN PRASARANA BENGKEL PADA BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI DAN PERUMAHAN DI SMK NEGERI 3 GORONTALO Badolo, Renita Viladewi A.; Naini, Ulin; Kadir, Yuliyanti
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.2.96

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis data statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat pemenuhan sarana praktik bengkel, dengan cara menabulasi data dan menghitung persentase pemenuhan melalui perbandingan antara skor riil dan skor acuan yang dikalikan seratus persen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan melibatkan dua orang teknisi kepala bengkel sebagai responden, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung terstruktur yang terdiri atas 13 pertanyaan terkait pemenuhan sarana praktik bengkel. Hasil analisis menunjukkan bahwa sarana praktik bengkel Kompetensi Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMK Negeri 3 Gorontalo secara umum telah mampu menunjang proses pembelajaran praktik, dengan tingkat kelayakan perabot berada pada kategori sangat layak dan mencapai persentase 100%, peralatan praktik berada pada kategori layak dengan tingkat pencapaian peralatan utama sebesar 70,83% dan peralatan pendukung sebesar 95%, serta media pembelajaran dan perlengkapan lain berada pada kategori layak dengan tingkat pencapaian 100%, yang secara keseluruhan mengindikasikan bahwa sarana praktik telah memenuhi standar dan mendukung pelaksanaan pembelajaran praktik secara efektif. Abstract: In this study, a descriptive statistical analysis was employed to describe the level of fulfillment of workshop practice facilities by tabulating the data and calculating the percentage of fulfillment through a comparison between the actual score and the reference score multiplied by one hundred percent. The sampling technique used was total sampling, involving two chief workshop technicians as respondents, while data were collected through structured face-to-face interviews consisting of 13 questions related to the fulfillment of workshop practice facilities. The results indicate that the workshop practice facilities for the Construction and Housing Engineering Competency at Public Vocational High School 3 Gorontalo generally have been able to support the practical learning process, with the feasibility level of workshop furniture categorized as very feasible and achieving 100%, practical equipment categorized as feasible with an achievement level of 70.83% for main equipment and 95% for supporting equipment, and learning media as well as other supporting facilities categorized as feasible with an achievement level of 100%, which overall suggests that the available facilities meet the required standards and effectively support the implementation of practical learning.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN TERHADAP PEMANFAATAN VIDEO PENDEK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH PERAWATAN GEDUNG Subakti, Kinsan Arya; Ramadhan, M. Agphin; Anisah, Anisah
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.2.117

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan terhadap penggunaan video pendek sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Perawatan Gedung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, sehingga memungkinkan peneliti menggali pengalaman belajar mahasiswa secara lebih komprehensif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima mahasiswa yang sebelumnya telah menonton tiga video pendek bertema korosi pada bangunan. Video tersebut digunakan sebagai stimulus utama, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R) yang menekankan hubungan antara rangsangan, reaksi internal, dan respons yang ditunjukkan mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan video pendek. Mereka menilai kualitas visual dan audio yang ditampilkan cukup baik, durasi yang singkat (1–3 menit) dianggap ideal, serta penyajian materi jelas, runtut, dan mudah dipahami. Video juga dinilai menarik, mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta membantu mahasiswa memahami konsep secara cepat dan efisien. Walaupun demikian, sebagian responden memberikan masukan agar konten dilengkapi dengan contoh nyata, ilustrasi lapangan, atau studi kasus yang relevan sehingga lebih aplikatif dan membumi. Temuan ini menegaskan bahwa video pendek dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, terutama bila diintegrasikan dalam strategi blended learning yang mengombinasikan pemutaran video dengan diskusi, kuis interaktif, maupun sesi tanya jawab. Abstract: This study aims to provide an in-depth description of the perceptions of students in the Building Engineering Education Study Program regarding the use of short videos as a learning medium in the Building Maintenance course. The study employed a qualitative approach, utilizing a case study method, which enabled researchers to explore students' learning experiences more comprehensively. Data were collected through semi-structured interviews with five students who had previously watched three short videos on the topic of corrosion in buildings. The videos served as the primary stimulus and were then analyzed using the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) theoretical framework, which emphasizes the relationship between stimuli, internal reactions, and student responses. The results showed that students had positive perceptions of using short videos. They considered the visual and audio quality to be quite good, the short duration (1–3 minutes) was considered ideal, and the presentation of the material was clear, coherent, and easy to understand. Videos were also considered engaging, as they helped create a fun learning atmosphere and enabled students to grasp concepts quickly and efficiently. However, some respondents suggested supplementing the content with real-world examples, field illustrations, or relevant case studies to make it more applicable and down-to-earth. These findings confirm that short videos can be an effective learning medium, especially when integrated into blended learning strategies that combine video screenings with discussions, interactive quizzes, and question-and-answer sessions.
TANTANGAN GURU DAN SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA YANG BERORIENTASI PADA MASA DEPAN Alivia Salsabila; Isti’anah, Dhuhaa; Sabrina, Fadhilah; Zen, Iris Agripina; Hati, Rio Permata
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.62

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan Kurikulum Merdeka dalam mendukung pembelajaran berkelanjutan yang berorientasi pada masa depan. Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan kreativitas peserta didik dengan menempatkan mereka sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan kurikulum sebelumnya, seperti lebih sederhana, mendalam, efektif, dan interaktif, penerapannya di lapangan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan konsep Kurikulum Merdeka secara optimal, serta adaptasi siswa terhadap pola pembelajaran yang menuntut kemandirian dan partisipasi aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada peningkatan kompetensi guru, dukungan sarana prasarana, dan kesiapan siswa untuk belajar secara mandiri. Apabila hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi kurikulum jangka panjang karena mampu mengoptimalkan bakat peserta didik dan mendorong kontribusi mereka dalam berkarya bagi bangsa. Namun demikian, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan agar tujuan utama pendidikan tercapai. Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) in supporting sustainable learning oriented toward the future. The curriculum is designed to enhance students’ activeness and creativity by positioning them as the main subjects in the learning process, while teachers act as facilitators. Although it offers advantages over previous curricula—such as being simpler, more in-depth, effective, and interactive—its implementation in the field faces various challenges. The main challenge identified is the limited competence of teachers in understanding and applying the concepts of the Independent Curriculum optimally, as well as students’ adaptation to a learning pattern that requires independence and active participation. This research employs a qualitative approach with data collection methods including interviews and literature review. The analysis results indicate that the success of the Independent Curriculum largely depends on improving teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, and preparing students for independent learning. If these obstacles can be overcome, the Independent Curriculum has great potential to become a long-term curriculum because it optimizes students’ talents and encourages their contribution to national development. Nevertheless, every curriculum has its strengths and weaknesses; therefore, continuous evaluation and improvement are necessary to achieve the main goals of education.
ANALISIS PENGALAMAN PENGGUNA MELALUI UNMODERATED REMOTE USABILITY TESTING PADA PLATFORM E-LABS UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR SISWA SMA LABSCHOOL KEBAYORAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Andhika Putra Saefudin; Putra, Z.E. Ferdi Fauzan; Mumtas, Fuad
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.73

Abstract

Abstrak: Proses pembelajaran tatap muka terganggu setelah munculnya wabah Covid-19, sistem pembelajaran pun mulai mencari cara untuk terus berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar. Ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang sangat mengganggu proses pembelajaran, kehadiran E-Learning diharapkan dapat menutupi kekurangan yang terjadi pada pembelajaran tatap muka di kelas. SMA Labschool Kebayoran merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi covid-19. Salah satu metode yang digunakan selama PJJ adalah menggunakan E-Learning bernama E-labs.Akan tetapi selama penggunaan E-labs tidak selalu berjalan lancar, ada beberapa kendala yang dialami baik guru maupun siswa. Maka dari itu sangat diperlukan evaluasi terhadap E-labs, Metode yang digunakan untuk evaluasi E-labs adalah metode Usability Testing. Pada penelitian ini menggunakan metode Usability Testing, Unmoderated Remote Usability Testing karena penguji dan subjek tidak harus berada pada kawasan yang sama. Penelitian ini dengan total 167 responden mendapatkan hasil 81% dengan kualifikasi baik. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa E-labs SMA Labschool Kebayoran sudah baik bagi para penggunanya sebagai media pembelajaran online. Abstract: The emergence of the Covid-19 pandemic has significantly disrupted conventional face-to-face learning, compelling educators to explore alternative approaches that ensure the continuity of teaching and learning. E-Learning has emerged as one of the key solutions to overcome the limitations of in-person education. At SMA Labschool Kebayoran, distance learning was implemented using an E-Learning platform known as E-Labs. However, the adoption of E-Labs was not without challenges, as both teachers and students reported various difficulties in its use. Given these circumstances, it became crucial to conduct an evaluation of the platform to assess its usability. This research employed Unmoderated Remote Usability Testing, a method that enables evaluators and participants to conduct usability assessments without sharing the same physical space. Based on the responses of 167 participants, the study recorded an 81% usability score, which qualifies as “good.” The results suggest that E-Labs provides adequate support for online learning and can be considered a feasible instructional medium during periods of remote education.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR TEORI MESIN BUBUT Prasaja, Muhammad Ardian Dwi Darma; Dudung, Agus; Bambang A. K., Tri
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.53

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertolak dari permasalahan yang ada di SMK Jakarta 1. Berdasarkan pengamatan awal menunjukan adanya masalah dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teori mesin bubut. Salah satu penyebabnya yaitu metode yang digunakan pendidik dalam menyampaikan informasi dan materi tidak sesuai yang dikarenakan hanya memakai metode ceramah (teacher centered). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar siswa. Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan metode eksperimen (one group pretest-posttest design) dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari populasi berjumlah 27 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest 40 dan post test 84. Analisis uji hipotesis menggunakan uji-t dengan hasil t-hitung sebesar 21,36 dan t-tabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 1,708, maka t-hitung > t-tabel. Dengan demikian H0 ditolak yang berarti bahwa penggunaan model pembelajaran project based learning menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII pada mata pelajaran Teori Mesin Bubut. Abstract: This research departs from the problems that exist in SMK Jakarta 1. Based on initial observations, it shows that there are problems in improving student learning outcomes in lathe theory subjects. One of the reasons is that the method used by teachers in conveying information and material is not appropriate because it only uses the lecture method (teacher centered). This study aims to determine the effect of the project-based learning model on student learning outcomes. In this study, the researcher used an experimental method (one group pretest-posttest design) with a quantitative approach consisting of a population of 27 students. The results of this study indicate an increase in student learning outcomes. From the results of the study, the average value of the pre test was 40 and the post test was 84. Analysis of hypothesis testing using t-test with t-count results of 21.36 and t-table at a significant level of 0.05 of 1.708, then t-count > t- table. With the result, H0 is rejected, which means that the use of the project based learning model shows a significant influence on the learning outcomes of class XII students on Lathe Theory.

Page 10 of 12 | Total Record : 119