cover
Contact Name
Imam Basori
Contact Email
unj.jptv@gmail.com
Phone
+6285274624665
Journal Mail Official
unj.jptv@gmail.com
Editorial Address
L Building, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, RT 11/RW 14, Rawamangun, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
ISSN : 25021605     EISSN : 26203065     DOI : https://doi.org/10.21009
JPTV (Jurnal Pendidikan Teknik dan Kejuruan) adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Negeri Jakarta. JPTV adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian asli dan artikel hasil ulasan yang relevan dengan Pendidikan Teknik dan Kejuruan.
Articles 94 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN MODUL ILUSTRASI BAGIAN-BAGIAN BUSANA DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DESAIN MODE Nasta Irena Savela; Arrsy, Esty Nurbaity; Prabawati, Melly
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.43

Abstract

This study aims to evaluate the quality of teaching materials in the form of a fashion illustration module, specifically focusing on collar and sleeve materials, designed to support students' independent learning in the Fashion Drawing course within the Fashion Design Education Study Program. The module was developed in accordance with the principles of vocational learning, which emphasize the integration of theory and practice, as well as the characteristics of modern learning modules. The research method employed a quantitative approach, utilizing a pre-experimental one-shot case study design and quantitative descriptive data analysis. The assessment was conducted by four expert panelists using an assessment scale instrument that encompassed aspects of the teaching materials (material, presentation, and language) and module characteristics (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly). The results showed that the module was in the "Good" category with an average score of 89.86%. The module characteristics obtained the highest score of 93.75%, while the teaching materials aspect obtained a score of 86.64%. The highest indicators were stand-alone and user-friendly, achieving a perfect score of 100%, which confirms that the module can be used independently and is easily understood by students. In contrast, the adaptive indicator scored the lowest at 83.33%, indicating the module's limitations in adapting to technological developments and diverse learning styles. Overall, this fashion illustration module meets the criteria for effective teaching materials and is suitable for use in vocational learning. The module not only presents material systematically and comprehensively but also supports student independence in learning. These findings suggest that developing similar modules could be a crucial strategy for enhancing the quality of vocational learning, with the caveat that further development of the adaptability aspect is necessary through the integration of digital technology and interactive media.   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas bahan ajar berupa modul ilustrasi bagian-bagian busana, khususnya materi kerah dan lengan, yang dirancang untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa pada mata kuliah Menggambar Mode di Program Studi Pendidikan Tata Busana. Modul dikembangkan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran vokasional yang menekankan keterpaduan teori dan praktik, serta karakteristik modul pembelajaran modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one shot case study dan analisis data deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh empat panelis ahli menggunakan instrumen skala penilaian yang mencakup aspek bahan ajar (materi, penyajian, kebahasaan) dan karakteristik modul (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, user-friendly). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berada dalam kategori “Baik” dengan skor rata-rata 89,86%. Karakteristik modul memperoleh skor tertinggi sebesar 93,75%, sedangkan aspek bahan ajar memperoleh skor 86,64%. Indikator tertinggi adalah stand-alone dan user-friendly dengan skor sempurna 100%, yang menegaskan bahwa modul dapat digunakan secara mandiri dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Sebaliknya, indikator adaptive memperoleh skor terendah sebesar 83,33%, menunjukkan keterbatasan modul dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan gaya belajar yang beragam. Secara keseluruhan, modul ilustrasi bagian-bagian busana ini telah memenuhi kriteria bahan ajar yang efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran vokasional. Modul tidak hanya menyajikan materi secara sistematis dan komprehensif, tetapi juga mendukung kemandirian belajar mahasiswa. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan modul serupa dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran vokasional, dengan catatan perlunya pengembangan lebih lanjut pada aspek adaptivitas melalui integrasi teknologi digital dan media interaktif.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERDASARKAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DI INDONESIA C. Rudy Prihantoro
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.10

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap gaya kepemimpinan, iklim organisasi, motivasi, dan kepuasan kerja yang memengaruhi implementasi kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. OCB umumnya digunakan untuk mengevaluasi perilaku organisasi dalam manajemen bisnis terhadap kinerja karyawan, namun belum banyak diterapkan untuk menilai manajemen sekolah, khususnya SMK, terkait kinerja guru dalam implementasi kurikulum. Populasi penelitian mencakup seluruh guru SMK di Indonesia, dengan sampel sebanyak 292 responden dari 30 provinsi. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik multistage purposive sampling. Variabel penelitian terdiri atas variabel dependen (OCB), variabel independen (kepemimpinan dan iklim organisasi), serta variabel mediasi (motivasi dan kepuasan kerja). Hasil penelitian menunjukkan: (1) iklim organisasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap OCB; (2) kepemimpinan, iklim organisasi, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) kepemimpinan dan iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi; (4) kepemimpinan dan kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap OCB. Temuan ini memberikan implikasi bagi kebijakan penataan organisasi SMK di Indonesia, khususnya dalam pemilihan pimpinan sekolah dan penciptaan iklim organisasi yang nyaman dan adaptif bagi guru dalam mengimplementasikan kurikulum. Abstract: This study aims to analyze the factors of Organizational Citizenship Behavior (OCB) in relation to leadership style, organizational climate, motivation, and job satisfaction that influence curriculum implementation in Vocational High Schools (SMK) in Indonesia. OCB is commonly used to evaluate organizational behavior in business management regarding employee performance; however, it has rarely been applied to assess school management, particularly in SMKs, concerning teachers’ performance in curriculum implementation. The research population comprises all SMK teachers in Indonesia, with a sample of 292 respondents from 30 provinces. The sample was determined using a multistage purposive sampling technique. The operational variables include the dependent variable (OCB), independent variables (leadership and organizational climate), and mediating variables (motivation and job satisfaction). The findings reveal that: (1) organizational climate and motivation significantly influence OCB; (2) leadership, organizational climate, and motivation significantly affect job satisfaction; (3) leadership and organizational climate significantly influence motivation; (4) leadership and job satisfaction do not affect OCB. These findings have implications for policy-making in structuring SMK organizations in Indonesia, particularly in selecting school leaders and creating an organizational climate that is comfortable and adaptive for teachers in implementing the curriculum.
IMPLEMENTASI STUDENT-CENTERED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DI SMKN 38 JAKARTA Radhika Achsan Iismail; Nabilah, Khansa; Khairani, Amanda Jelita Putri; Pratama, Rena Putri; Christine, Johanna Mariauli
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.1

Abstract

Abstrak: Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lembaga pendidikan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami banyak tantangan dan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya peran serta pemerintah dalam menjamin peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menemukan permasalahan, kendala, dan tantangan penerapan teori belajar dalam pembelajaran, implementasi student-centered learning dan jenis penilaian yang digunakan oleh guru di sekolah. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif melalui pengisian angket atau lembar penilaian yang meliputi lima aspek penilaian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 di SMKN 38 Jakarta. Sumber data dalam penelitian berupa data primer dengan melibatkan lima orang guru di SMKN 38 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan student-centered learning. Dimana dalam proses pembelajaran, guru juga akan memberikan motivasi serta memberikan tugas, baik dalam bentuk tugas individu maupun kelompok. Peserta didik juga terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan tanya jawab dan presentasi hasil diskusi serta kegiatan belajar lainnya yang mengasah pemikiran dan ide peserta didik. Dalam melakukan penilaian, guru memiliki rubrik penilaian.   Abstract: Education plays an important role in improving the quality of human resources. Educational institutions must keep up with the rapid development of science and technology. Education in Indonesia is currently experiencing many challenges and problems. Therefore, the government's role is needed to ensure the improvement of the quality of education in Indonesia. This study aims to find problems, obstacles, and challenges in applying learning theory in learning, implementing student-centered learning, and the types of assessments teachers use in schools. The method used is a quantitative approach, which involves filling out questionnaires or assessment sheets covering five aspects of assessment. This research was conducted in November 2022 at SMKN 38 Jakarta. The primary data source in the study was data from five teachers at SMKN 38 Jakarta. The results of the study showed that teachers had implemented student-centered learning. Teachers will also provide motivation in the learning process and give individual and group assignments. Students are also directly involved in learning activities, and this can be seen from the question and answer activities, presentations of discussion results, and other learning activities that hone students' thoughts and ideas. Teachers have an assessment rubric for conducting assessments.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL MENGGUNAKAN APLIKASI ARTICULATE STORYLINE 3 PADA MATA PELAJARAN PERENCANAAN DAN INSTALASI SISTEM AUDIO VIDEO KELAS XI DI SMK NEGERI 39 JAKARTA Nurida Irmadania; Setyowati, Arum; Bintoro, Jusuf
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.32

Abstract

This study aims to develop digital learning media for the subject of Planning and Installation of Audio Systems for class XI using the Articulate Storyline 3 application at SMKN 39 Jakarta, and to determine the level of feasibility of digital learning media for the subject of Planning and Installation of Audio Systems for class XI using the Articulate Storyline 3 application based on the results of assessments by instructional design experts, media experts, material experts, and language experts. The method used in this study is the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model which is limited to three stages, namely Analysis, Design, and Development. The final product produced is an Android application that has been validated by instructional design experts, media experts, material experts, and language experts. The results of the feasibility test by instructional design experts were 83.33%, media experts 93.75%, material experts 70.45%, and language experts 90.00%. So that the learning media using Articulate Storyline 3 is feasible for use by students in learning activities.   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital mata pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio kelas XI menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 di SMKN 39 Jakarta, serta mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran digital mata pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio kelas XI menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 berdasarkan hasil penilaian oleh ahli desain instruksional, ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terbatas sampai tiga tahap yaitu, Analysis (Analisis), Design (Desain), dan Development (Pengembangan). Produk akhir yang dihasilkan berupa aplikasi Android yang telah divalidasi oleh ahli desain instruksional, ahli media, ahli materi, serta ahli bahasa. Hasil uji kelayakan oleh ahli desain instruksional sebesar 83,33%, ahli media sebesar 93,75%, ahli materi sebesar 70,45%, dan ahli bahasa 90,00%. Sehingga media pembelajaran menggunakan Articulate Storyline 3 secara keseluruhan layak untuk digunakan oleh peserta didik pada kegiatan pembelajaran.

Page 10 of 10 | Total Record : 94