cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 94 Documents
Sejarah Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita Di Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat: The History of the Church of Santa Maria Consoling the Grieving in Kempo Village, Mbeliling District, West Manggarai Regency Veronika Verliana Nesti; Ni Luh Putu Tejawati; I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran dari penelitian ini adalah bertujuan untuk untuk mengetahui bagaiamana Proses Berdirinya Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita di Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat, untuk mengetahui Struktur dari Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita di Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat, untuk mengetahui fungsi dari gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita di Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat serta untuk mengetahui dampak keberadaan Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Teori Sistem Religi, Tori Akulturasi, Teori Fungsional. Dari penelitian sejarah ini penulis menerapkan beberapa metode penenlitian sejarah yaitu metode heuristik, kritik sejarah, interprestasi, histiografi. Dari hasi penelitian dapat diperoleh sebagai berikut : latar belakang berdirinya Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita di Desa Kempo Kecamatan Mbeliling yaitu : pertama, masuknya Belanda ke Manggarai Flores NTT, kedatangan Belanda bertujuan untuk menjajahi Manggarai dan memberi pengaruh secara Sosial, ekonomi, dan politik. Kedua, memperkenalkan Agama Katolik dan mendirikan Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita di Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat. Sebelum berdirinya Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduk Cita, masyarakat Desa Kempo tidak bisa lepas dari kultur agraris yang memiliki keterkaitan erat dengan alam dan seluruh kehidupan ciptaan. Dari hasi penelitian Struktur Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita di Desa Kempo sebagai Berikut : pertama, bagian atap Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita. Kedua, bagian dalam Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita.bagian depan yaitu Altar, tempat berkotbah yang memimpin misa pada hari minggu, sementara yang bagian belakang merupakan tempat duduknya umat. Ketiga, bagian depan Gereja Santa Maria Penghibur Orang Berduka Cita.
Eksistensi Pedagang Kaki Lima Di Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar: The existence Of Street Vendors in the Village Of Tegal Kertha, West Denpasar District, Denpasar city Gabriel Sandri Susanto Lewa; Ni Luh Putu Tejawati; Ni Ketut Purawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) apa yang melatarbelakangi mereka berprofesi sebagai pedagang kaki lima; (2) bagaimana eksistensi pedagang kaki lima di Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar; (3) bagaimana dampak keberadaan pedagang kaki lima di Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pilihan Rasional karena pedagang kaki lima di Desa Tegal Kertha mempunyai alasan tersendiri sehingga mereka memilih berprofesi sebagai pedagang kaki lima. Teori Tindakan Sosial karena untuk mengetahui eksistensi pedagang kaki lima dapat dilihat dari strategi mendapatkan barang dagangan, strategi menggelar dagangan, strategi berjualan dan lain-lain. Teori Konflik karena keberadaan pedagang kaki lima di Desa Tegal Kerha membawa dampak dan dampak tersebut menimbulkan konflik terhadap masyarakat dan petugas keamanan. Penelitian ini menyimpulkan (1) alasan pedagang kaki lima di Desa Tegal Kertha memilih berprofesi sebagai pedagang kaki lima karena faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor Modal usaha, faktor jam kerja, dan faktor lokasi usaha yang strategis. (2) eksistensi pedagang kaki lima di Desa Tegal Kertha dapat dilihat dari; strategi mendapatkan barang, strategi menggelar dagangan, strategi berjualan, strategi menghadapi aparat. (3) dampak keberadaan pedagang kaki lima di Desa Tegal Kertha yaitu Kemacetan, semrawut, pengambilalihan fasilitas pejalan kaki dan terakhir adalah konflik.
Intervensi Pemerintah Hindia Belanda terhadap Kerajaan Klungkung tahun 1841-1849: The Dutch East Indies Government’s Intervention Againts the Klungkung Kingdom in 1841-1849 Tjokorda Istri Agung Rai Sintha Devi; Dewa Made Alit; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Intervensi Pemerintah Hindia Belanda terhadap Kerajaan Klungkung yang bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan bentuk-bentuk intervensi Pemerintah Hindia Belanda serta bagaimana dampaknya terhadap Kerajaan Klungkung. Sebagai penelitian sejarah maka didahului dengan pengumpulan data dengan data sekunder yang berasal dari berbagai buku. Dari data tersebut kemudian dikritik, diinterpretasikan dan dihubungkan antara fakta satu dengan fakta lainnya sehingga menjadi sebuah keterkaitan. Berdasarkan keterkaitan tersebut kemudian disusun menjadi peristiwa sejarah. Teori terkait penelitian ini adalah teori kekuasaan, teori hegemoni dan teori konflik. Kedatangan pemerintah Hindia Belanda ke Kerajaan Klungkung dengan tujuan penguasaan Bali dalam memonopoli perdagangan Nusantara menjadi tujuan bangsa Belanda. Kerajaan Klungkung sebagai sesuhunan raja di Bali dan Lombok memiliki kekuasaan yang cukup penting sehingga menarik perhatian Belanda untuk melakukan intervensi ke kerajaan tersebut. Melalui perjanjian kontrak pemerintah Hindia Belanda melakukan intervensi diplomasi untuk menguasai Klungkung. Keadaan yang terus intensif membuat intervensi militer juga dilakukan untuk merebut pelabuhan Kerajaan sehingga berdampak terhadap keadaan ekonomi dan politik Kerajaan Klungkung.
Suite Gama Tirta Sebagai Organisasi Pergerakan Nasional di Bali: Suite Gama Tirta as a National Movement Organization in Bali Ni Luh Wika Kristina; Yizriel Pote Pasa; I Made Sugi Widyantara
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan nasional merupakan sebuah pergerakan yang dilakukan oleh masyarakat Hindia Belanda untuk melawan para penjajah. Pergerakan nasional dilakukan oleh daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Salah satu daerah yang melakukan pergerakan nasional adalah Bali. Salah satu organisasi pergerakan nasional di Bali adalah Suite Gama Tirta. Suite Gama Tirta merupakan organisasi pergerakan nasional yang fokus pada pendidikan agama. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peranan Suite Gama Tirta dalam pergerakan nasional di Bali dan (2) untuk mengetahui hubungan Suite Gama Tirta dengan organisasi pergerakan nasional Budi Utomo. Hasil penelitian ini adalah Suita Gama Tirta memiliki peranan dalam bidang pendidikan dan sosial. Dalam bidang pendidikan perkumpulan Suita Gama Tirta berusaha memperjuangkan agar pendidikan khususnya pendidikan agama dapat dipelajari oleh seluruh lapisan di Bali. Dalam bidang sosial Suita Gama Tirta dapat membuat masyarakat-masyarakat terpelajar dari seluruh lapisan masyarakat di Bali dapat menjadi seorang pegawai negeri dan membuat seluruh golongan yang ada di Bali menjalin hubungan yang harmonis tanpa memandang kasta mereka.Suita Gama Tirta dan Budi Utomo secara tidak langsung memiliki hubungan. Hubungan tersebut dapat dilihat dari peranan-peranan kedua organisasi tersebut sama-sama memperjuangkan pendidikan agar semua lapisan masyarakat dapat mengenyam pendidikan.
Pura Samuan Tiga : Napak Tilas Penyatuan Sekte di Bali: Samuan Tiga Temple : Tracing The Unification Of Sects in Bali Ngurah Yoga Narendra Putra; Ni Putu Rahayu Mahadewi; I Kadek Yuda Adi Arsana
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan pulau yang terkenal akan adat serta budayanya yang sangat kental. Kebudayaan dan tradisi di Bali sangat erat kaitannya dengan agama Hindu. Namun, kebudayaan Bali yang kita kenal saat ini tidaklah lahir begitu saja. Pada awal mula masuknya agama Hindu ke Pulau Bali, terdapat banyak aliran atau sekte yang ikut masuk. Setiap sekte memiliki tradisi tersendiri tergantung dari dewa apa yang dipuja. Banyaknya sekte yang seharusnya menambah keberagaman kebudayaan di Bali justru membawa pertikaian dan perpecahan dalam masyarakat. Untuk mendamaikan situasi tersebut, raja yang memerintah saat itu yaitu Raja Udayana sampai mendatangkan Mpu Kuturan ke Pulau Bali dengan maksud untuk memimpin pertemuan berbagai sekte tersebut. Pertemuaan tersebut dilaksanakan di lokasi yang sekarang kita kenal dengan Pura Samuan Tiga. Hasil dari pertemuan tersebut adalah konsep pemujaan yang dikenal masyarakat Bali saat ini yaitu Tri Murti yang berfokus pada pemujaan 3 dewa utama ( Brahma, Wisnu, Siwa ). Konsep inilah yang menjadi dasar dari pembangunan Pura Khayangan Tiga di setiap Desa Adat di Bali.
Makna Filosofi Motif Kain Tenun Songke Di Desa Ponng Lengor Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur: The Philosophical Meaning Of The Songke Wowen Fabric Motif In The Village of Pong Lengor North Rahong Utara Sub-district Manggarai District East Nusa Tenggara Teklasani Juita; Ni Luh Putu Tejawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujian untuk mengetahui (1) Bentuk-bentuk motif kain tenun Songke Manggarai; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motif kain tenun Songke Manggarai; (3) Makna filosofi motif pada kain tenun Songke di Desa Pong Lengor Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori simbol karena motif yang terkandung dalam towe songke di Desa Pong Lengor merupakan Simbol atau lambang sebagai sarana atau meditasi untuk membuat dan menyampaikan suatu pesan, menyusun sistem epistimologi dan keyakinan yang dianut. Teori budaya konsumen karena terjadinya perkembangan motif pada towe songke di desa Pong Lengor dikarenakan budaya dari konsumen yang tidak pernah merasa puas dan selalu ingin beruba-ubah dalam dunia fashion. Teori semiotika karena motif yang ada dalam towe songke di Desa Pong Lengor merupakan lambang-lambang yang memiliki makan yang sangat penting bagi masyarakat di desa Pong Lengor. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode penentuan informan, metode pengumpulan data, dan metose pengolahan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Bentuk-Bentuk Motif Kain Tenun Songke Manggarai meliputi Motif wela runu, Motif ranggong , Motif wela kaweng, Motif ntala, Motif su’I, Motif jok (2) Perkembangan Motif Kain Tenun Songke Di Desa Pong Lengor Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai dipengaruhi olehh beberapa faktor seperti; faktor kreativitas, faktor ekonomi, faktor konsumen, faktor budaya luar, dan faktor diversifikasi fungsi (3) Makna Filosofi Motif Kain Tenun Songke Di Desa Pong Lengor kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, kain tenun songke ini memiliki beberapa motif dan setiap motif tersebut memiliki makna yang sanat penting bagi masyarakat di desa Pong Lengor yaitu; Motif Wela Runu merupakan sebuah bunga yang berukuran kecil. Motif ini mengandung arti bahwa meskipun tampak tak berarti, namun setiap kehidupan didunia ini pasti memiliki manfaat. Motif Ranggong (laba-laba) merupakan simbol kejujuran dan kerja keras. Motif wela kaweng (bunga kaweng) bermakna bagaimana hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya. Motif ini mengajarkan masyarakat Manggarai bahwa, alam flora menunjang kehidupan manusia, baik sebagai makanan dan perumahan maupun untuk pengobatan. Motif su’i (Garis-Garis) motif ini berupa garis-garis yang seolah memberi batas antara satu motif dengan motif yang lain. Selain berfungsi sebagai pembatas antar motif garis-garis I ni memiliki makna yaitu segala sesuatu yang memiliki akhir. Motif ntala (Bintang) motif ini memiliki makna bahwa hidup tumbuh dan terbang
Pandangan Politik Mohammad Hatta Pada Tahun Pada Tahun 1945-1956: Mohammad Hatta's Political Views In The Year 1945-1956 Kalistus Stefen; Ni Luh Putu Tejawati; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana Pandangan politik Mohammad Hatta pada Tahun 1945-1956; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pandangan politik Mohammad Hatta pada tahun1945-1956; (3) nilai-nilai yang terkandung dalam pandagan politik Mohammad Hatta pada tahun 1945-1956. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode Herustik, kritik sejarah, interpretasi, dan Historiografi yaitu teknik pencatatan dokumen dengan mengumpulkan data-data penelitian dari sumber tertulis.Penelitian kajian pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kekuasaan karena hubungan antara politik dan kekuasaan tidak dipisahkan hal ini karena seseorang yang sudah terjun dalam politik tentu tujuannya untuk mencapai sebuah kekuasaan. Teori perilaku karena seseorang dalam membentuk perilaku berdasarkan faktor dari lingkungan keluarga, sekolah dan agama. Teori nilai karena nilai merupakan sebuah gambaran perilaku atau tingkah seseorang yang dapat mempengaruhi dalam periaku sosial. Penelitian ini menyimpulkan (1) pandanga politik Mohammad Hatta pada tahun 1945-1956 menganut sistem demokrasi. Demokrasi yang diharapkan oleh Mohammad Hatta yaitu demokrasi kita: demokrasi ekonomi dan pendidikan politik. Konsep ekonomi yang diterapkan oleh Mohammad Hatta adalah konsep ekonomi berdasarkan kerakyatan dengan koperasi yang sebagai instrumennya. Dengan koperasi rakyat seluruhnya dapat ikut serta membangun, berangsur-angsur maju dari yang kecil melalui yang yang sedang sampai akhirnya kelapangan ekonomi yang besar. Gagasan Hatta tentang pendidikan politik secara sistematis untuk rakyat agar tumbuh kesadaran dan tangung jawab besarnya yang kuat dalam memperjuangkan cita-cita bangsa pada saat ini. (2) latar belakang pandangan politik Mohammad Hatta yaitu faktor pendidikan melalui pendidikan dapat meningkatkan kemampuan seseorang baik dalam bidang pengetahuan maupun dalam berperilaku, fakor agama yaitu suatu keprcayaan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur tatanan kehidupan, faktor ekonomi Mohammad Hatta dibesarakan dari kalangan keluarga pengusaha sehingga pembincangan ekonomi Mohammad Hatta sangat kuat. (3) dalam pandangan politik Mohammad Hatta pada tahun 1945-1956 terdapat nilai-nilai yang bisa dijadikan teladan dan diamalkan dalam kehidupan seperti nilai nasionalisme, nilai kejujuran, nilai moralitas dan nilai demokratis
Interaksi Sosial Antara Masyarakat Pendatang Dengan Masyarakat Lokal Di Desa Tanambanas Kecamatan Umbu Ratu Nggay kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur: Social Interaction Between Immigrants and Local Communities in Tanambanas Village, Umbu Ratu Nnggay District, Central Sumba Regency, East Nusa Tenggara Jesno Tara Panjang; Riwanto; I Wayan Suana
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui mengapa terjalin interaksi sosial antara masyarakat pendatang dengan mayarakt lokal dan ingin melihat bagaimana proses interaksi sosial serta bagaimana dampak interaksi sosial di Desa Tanambanas. Penelitian ini menggunakan teori (1) Teori solidaritas sosial (2) Teori interaksionisme simbolik (3) Teori perubahan sosial. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Tanambanas karena di Desa tersebut telah memenuhi data penduduk dari berbagai suku yang menjadi objek kajian peneliti. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif, dimana penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hal-halyang akan akan diteliti. Dalam penelitian ini informan berjumlah 10 orang. 4 orang masyarakat pendatang, 4 orang masyarakat lokal, 1 perangkat Desa, dan 1 Ketua adat Desa Tanambanas. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan pencacatan dokumen, data yang di peroleh kemudian di analisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Dalam pengolahan data pada penelitian ini melalui 4 tahapan, yaitu: (1) Pengumpulan data, (2) Reduksi data, (3) Penyajian data, (4) Penarika kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Interaksi yang terjalin diantara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal terbilang sangat baik, hal ini terlihat dari kehidupan sehari-hari antara mayarakat pendatang dan mayarakat lokal saling terbuka untuk menerima kebiasaan masing-masing.(2) Prosesinteraksi yang digunakan oleh Masyarakat Pendatang dengan Masyarakat Lokal adalah kerjasama (Cooperation). (3) Dampak dari interaksi sosial masyarakat multietnik yaitu bertambahnya keanekaragaman budaya dan meningkatkan kebersamaan. Pertemuan masyarakat dan budaya yang berbeda ini oleh suatu kesadaran untuk menciptakan suasana hubungan sosial yang harmonis, saling menghargai dan mengakui keberadaan masing-masing etnis
Penerapan Strategi Perang Gerilya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta Sandyka Pratama
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai latar belakang dan strategi perang gerilya yang digunakan dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui dan menganalisa latar belakang Serangan Umum 1 Maret dan strategi perang gerilya yang digunakan dalam menghadapi Belanda. Hasil dari penelitian ini adalah strategi perang gerilya digunakan dalam melancarkan Serangan Umum 1 Maret 1949 ini. Seluruh komponen bangsa dilibatkan dalam serangan ini seperti TNI, Kepolisian, rakyat biasa, pejuang, keraton semuanya bersatu untuk menunjukan kepada dunia bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang berdaulat dan merdeka
JEJAK SIWA DI PURA MASCETI, KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI: Trails Of Siwa In Apuan Village, Susut District, Bangli District Ni Luh Wika Kristina; Ni Luh Putu Tejawati; Dewa Made Alit; Yizriel Pote Pasa; Imelda Yola
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebelum masuknya agama Hindu Ke Bali. Masyarakat Bali mengenal aliran-aliran atau sekte-sekte kepecayaan pada saat itu. Salah satu sekte yang paling dominan adalah Sekte Siwa Siddantha. Aliran Siwa Siddantha merupakan aliran merupakan ajaran hasil dari akulturasi dari banyak ajaran Agama Hindu yang ada di Bali yang menjadi satu sehingga menjadi terpadu yaitu dalam ajaran Tattwa yang menjadi intisari ajaran Agama Hindu. Tidak banyak peninggalan Siwa yang ada di Bali namun salah satu bukti yang bisa di jadikan jejak dari Siwa adalah lingga yang berada di Pura Masceti, Desa Apuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum dari Desa Apuan serta mengetahui jejak Siwa di Desa Apuan sebagai living Monument yang masih digunakan pada saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen) (2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Desa Apuan merupakan desa yang memiliki begitu banyak peninggalan sejarah salah satunya adalah Pura Masceti. Berbagai tinggalan ada di Pura Masceti mulai dari arca, hingga lingga yang membuktikan adanya jejek Siwa di Desa Apuan. Lingga yang disakralkan dan dikramatakan oleh warga Desa Apuan menjadi living Monument yang masih digunakan pada saat ini.

Page 4 of 10 | Total Record : 94