cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
Studi Perencanaan Perluasan Struktur Dermaga PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik Eka Tsamrotul Fikriyyah; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.662 KB)

Abstract

PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik adalah perusahaan joint venture antara PT Pelindo III melalui anak usahanya yaitu PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) sebagai salah satu penyedia fasilitas jasa bongkar muat terbesar di Jawa Timur yang juga memiliki peran mengurai kongesti di Tanjung Perak maupun daerah Manyar Gresik agar  perekonomian di Jawa Timur tetap stabil. Namun sejak beroperasi pada tahun 2016, produktiftas logistik pada demaga PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik semakin meningkat sehingga perlu dilakukan pengembangan demaga berupa perluasan dermaga untuk kapal maksimum 100000 DWT.Pada dermaga tersebut memiliki tipe dermaga terbuka dengan struktur atas berupa plat dan balok cor in-situ dan tiang pancang sebagai struktur bawah. Perancanaan struktur dermaga dimulai dengan perhitungan layout perairan dan daratan dermaga  kemudian analisis beban - beban yang terjadi pada dermaga. Setiap beban akan memengaruhi perhitungan struktur dermaga yaitu plat, balok, dan tiang pancang yang di analisis menggunakan aplikasi SAP 2000.Dari perhitungan ini, diperoleh penambahan panjang dermaga adalah 307 m dengan kedalaman dermaga -17mLWS. Beban bentur kapal yang terjadi  pada dermaga adalah beban berthing 1123.8 kN dengan fender SCN 1200 F1.5dan beban mooring 50 ton dengan bollard kapasistas 50 ton. Sedangkan pada perencanaan struktur diperoleh dimensi plat t=400 mm, dimensi balok crane memanjang dan melintang = 1100 x 1200 mm, balok tepi = 900x1000mm. Untuk struktur bawah dermaga menggunakan tiang pancang Steel Pile Pipe (SPP) dengan diameter tiang pancang SPP adalah 1800 mm (tipe tiang tegak) serta direncanakan diameter concrete filler (kolom virtual) adalah 1750 mm dengan panjang 2.5m. Kata Kunci : Struktur dermaga,in-situ, SAP 2000 
Neraca Air Dengan Metode Thornwhaite & Mather di DAS Martapura Kalimantan Selatan M. Taufik Rambang
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.615 KB)

Abstract

DAS Martapura merupakan sungai yang membentang dari hulu ke hilir melewati kota Banjarmasin dan melewati beberapa kota di Kalimantan Selatan yang sering digunakan sebagai trasportasi sungai untuk aktifitas masyarakat setempat dari berbagai sektor perdagangan dan pengangkutatan Berkaitan dengan kerusakan hampir semua DAS di Kalimantan baik pada saat-saat debit tinggi maupun debit rendah terutama pada  DAS Martapura  dimana debit air pada saat musim penghujan sangat tinggi,tetapi pada saat musim kemarau sangat rendah sehingga mempengaruhi ketersediaan air, oleh karena itulah perlu analisa debit air untuk kenyamanan masyarakat disekitar bantaran  DAS Martapura.                                                              Studi ini dilaksanakan pada DAS Martapura di Propinsi Kalimantan Selatan. Dimana secara geografis, DAS Martapura terletak antara 3°18′51,78″LU dan 114°35′33,05″BT. DAS Martapura mempunyai luas sebesar 552,99 km², sedangkan panjang DAS Martapura secara keseluruhan adalah 149 km. Analisa Hujan Rata-rata Daerah  mengunakan cara Poligon thiessen, sedang Neraca Air menggunakan Metode Thornwhaite & Mather dengan Program Qbasic. Untuk menganalisa Evapotranspirasi menggunakan Metode Penman. Besarnya curah hujan rata-rata di DAS Martapura adalah bulan Januari 216 mm, Februari 174 mm, Maret 384 mm, April 301 mm, Mei 128 mm, Juni 41 mm, Juli 5 mm, Agustus 4 mm, September 28 mm, Oktober  49 mm, November 237 mm, Desember 301 mm. Besarnya Evapotranspirasi DAS Martapura tahun 2011 adalah  bulan Januari 5,0149 mm/hr, Februari 5,1887 mm/hr, Maret 4,7403 mm/hr, April 4,2138 mm/hr, Mei 4,4037 mm/hr, Juni 4,9266 mm/hr, Juli 5,3059 mm/hr, Agustus 7,2247 mm/hr, September 6,2887 mm/hr, Oktober 7,194 mm/hr, November 5,8763 mm/hr, Desember 4,7276 mm/hr. Defisit air terjadi selama 6 bulan yaitu mulai bulan Mei sampai Oktober dengan total sebesar 417,6 mm. Sedangkan pada bulan Desember sampai April terjadi surplus air sebesar 563,7 mm. Total Defisit air selama setahun bila dibandingkan dengan total Surplus selama setahun masih terdapat perbedaan yang cukup besar sehingga untuk mengantisipasi agar ketersediaan air DAS seimbang maka perlu penataan kawasan di DAS Martapura. Kata Kunci : Analisa Neraca Air, Metode Penman, Metode Thornwhaite & Mather.
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI ABU AMPAS TEBU DENGAN SERAT BAMBU TERHADAP UJI TEKAN BETON kholifatul roziqin
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.539 KB)

Abstract

Beton merupakan suatu material yang secara umum menjadi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur konstruksi yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman, oleh sebab itu pemilihan beton sebagai bahan baku utama konstruksi bangunan sangatlah penting. Abu Ampas Tebu (AAT) adalah sisa hasil pembakaran dari ampas tebu. Ampas tebu sendiri merupakan hasil limbah buangan yang berlimpah dari proses pembuatan gula. Pembakaran ampas tebu memiliki unsur yang bermanfaat untuk peningkatan kekuatan beton. Karena Abu Ampas Tebu (AAT) bersifat pozzolan dan mengandung silica. Penambahan serat alami (natural fiber), khususnya serat bambu juga menjadi pilihan karena merupakan produk hasil alam yang mudah dibudidayakan.Fungsi dari Abu Ampas Tebu (AAT) sendiri adalah bahan penambahan semen guna mengurangi penggunaan semen, sedangakan Serat Bambu (SB) sendiri adalah bahan tambahan sebagai agregat kasar (kerikil). Pengaruh penambahan abu ampas tebu dan serat bambu semakin banyak penambahan abu ampas tebu dan serat bambu maka nilai kuat tekan tidak akan memenuhi syarat yang di tentukan, hanya beberapa persentase yang memenuhi syarat yaitu AAT 0%-SB 0%, AAT 0%- SB 1,5%, AAT 10%-SB 0%, dan, AAT 10%- SB 3% yaitu (K 210, K 182, K194, dan K 179) Kata Kunci : Abu Ampas Tebu (AAT), Serat Bambu (SB), Kuat tekan Beton
Studi Perencanaan Tanggul Untuk Pengendalian Banjir Di Sungai Ciberes Muhammad Fikri Alim; Eko Noerhayati; Warsito Warsito
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.105 KB)

Abstract

Muhammad Fikri Alim, 216.01.05.10.78. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang, Studi Perencanaan Tanggul Untuk Pengendalian Banjir Di Sungai Ciberes Kabupaten Cirebon, Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Hj. Eko Noerhayati, M.T. dan Ir. H. warsito, M.T.Hampir setiap musim penghujan tiba, luapan air Sungai Ciberes senantiasa menggenangi beberapa kawasan. Terkhusus di patok 39 – patok 54, dimana aliran sungai tersebut sangai berdekatan dengan pemukiman warga. Terjadinya banjir ini disebabkan beberapa faktor antara lain intensitas hujan yang tinggi, sedimentasi sungai yang tinggi, tanggul yang sudah banyak yang rusak dan lain sebagainya. Kondisi eksisting yang ada pada sungai Ciberes sudah tidak mampu menampung debit banjir. Dari masalah yang ada maka salah satu cara meminimalisir terjadi nya banjir yaitu merencanakan bangunan pengendalian banjir, yang mana bangunan pengendalian banjir ini adalah suatu bangunan tanggul sungai yang direncanakan sepanjang bantaran sungai yang di nilai memiliki resiko tinggi banjir. Di dalam perhitungan debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu dalam kala ulang 10 tahun di dapat debit sebesar 116,518 m3/det. Berdasarkan dari hasil di atas maka sungai Ciberes perlu di normalisasi dengan merencanakan tanggul sungai dengan kemiringan 1:3 serta mempunyai tinggi jagaan 0,6 meter dan lebar mercu 3 meter. Sehingga dengan peningkatan efisiensi bangunan tanggul dan perbaikan dimensi saluran sungai Ciberes khususnya di patok 39 – patok 54 untuk segera dilakukan normalisasi agar permasalahan banjir di sungai Ciberes dapat diatasi.Kata kunci : Banjir sungai, Sungai Ciberes, Tanggul sungai
Studi Evaluasi Saluran Pembuang Pada Daerah Irigasi Kebonagung Kabupaten Sumenep Riska Riska; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.716 KB)

Abstract

Daerah Irigasi kebonagung adalah salah satu Daerah Irigasi di kabupaten Sumenep yang memiliki luas baku sawah 767 Ha. Daerah Irigasi Kebonagung meliputi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Kota Sumenep, Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Batuan.Salah satu Kecamatan yang memiliki permasalahan pengaturan salran pembuang di areal persawahan yaitu kecamatan Batuan, tepatnya di desa Patean.Areal persawahan di desa Patean selalu terjadi banjir apabila intensitas hujan tinggi. Evaluasi saluran pembuang di areal persawahan ini perlu dilakukan dengan harapan permasalahan banjir saat ini dapat segera diatasi.Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Kebonagung, mengetahui besar debit buangan dari lahan dengan kala ulang 5 tahun, menganalisa kondisi saluran pembuang eksisting pada Daerah Irigasi Kebonagung di desa Patean,mengetahui dimensi saluran pembuang rencana pada Daerah Irigasi Kebonagung di desa Patean. Debit rencana diperoleh dari Hasil perhitungan modulus pembuang dan data topografi Daerah Irigasi Kebonagung. Debit rencana digunakan untuk merencanakan saluran pembuang. Pembuang 1 tidak mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dibuang sehingga diperlukan perencanaan ulang karena debit saluran pembuang 1 eksisting sebesar 0,202 m3/dtsedangkan debit rencana sebesar 1,353 m3/dt. Debit saluran pembuang 2 eksisting sebesar 4,418 m3/dtsedangkan debit rencana sebesar 2,631 m3/dt, dengan demikian dimensi saluran eksisting mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dibuang sehingga tidak diperlukan perencanaan ulang.Debit saluran pembuang 3 eksisting sebesar 1,924 m3/det sedangkan debit rencana sebesar 2,631 m3/det, dengan demikian dimensi saluran eksisting tidak mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dibuang.Kata Kunci :Daerah Irigasi Kebonagung, Saluran Pembuang, Modulus Pembuang
Studi Alternatif Perencanaan Ulang Sistem Drainase Lapangan Sepak Bola Stadion Surajaya Lamongan Buchori Muslim; Bambang Suprapto; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.597 KB)

Abstract

Kabupaten Lamongan  membutuhkan stadion moderen berkelas internasional, dikarenakan stadion saat ini masih belum bekerja dengan baik, lapangan Sepak Bola Stadion Surajaya Lamongan ini direncanakan memadai dengan standart FIFA agar genangan air yang turun dapat dialirkan dan diresap oleh pipa subdrain dengan lancar, agar tidak terjadi genangan air di pusat lapangan, sistem drainase yang akan di rencanakan adalah type Sub Survace (bawah permukaan), dasar dari drainase tipe ini adalah mengalirkan dan meresap air ke bawah permukaan (Vertikal). Dalam perencaan drainase bawah permukaan ada beberapa urutan prosedur yaitu, analisa hidrologi, analisa tanah, analisa hidolika. Analisa hidrologi untuk menghitung Probabilitas Curah Huja, Distribusi Hujan Jam-jaman, dan Debit Banjir Rencana. Analisa tanah guna menentukan Porositas Tanah, Laju Infiltrasi, dan Permeabiltas Tanah, Analisa Hidrolika, untuk menentukan dimensi pipa Subdrain, jarak pipa, dan Drainase Permukaan. Berikut hasil perencaan ulang drainase lapangan sepak bola stadion surajaya Lamongan, didapat hasil untuk pipa Subdrain Ø4 ( 10 cm ), jarak pipa Subdrain 1000 mm ( 1 m ), Dimensi Drainase Permukaan h = 50 cm, b = 65 cm, debit maksimum kalah ulang 10 tahun 0,3809x108  mm3/menit.                                                        Kata Kunci : Studi Evaluasi, Perencanaan Ulang, Drainase Bawah Permukaan, Drainase Permukaan, Stadion Surajaya Lamongan.
STUDI ALTERNATIF BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) BENDUNGAN JLANTAH KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH Reza Affandi Sameth; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.073 KB)

Abstract

Kabupaten Karanganyer merupakan sebuah daerah yang terletak di Jawa Tengah dengan meningkatnya perekonomian yang sebagian lahan dipergunakan sebagai hutan sawah, negara, rakyat, perairan dan bangunan air. Bendungan Jlantah ini terletak di Kabupaten Karanganyer, dimana pembahasan Bangunan Pelimpah (Spillway) yang merupakan bagian dari bendungan. Bangunan pelimpah berfungi untuk membuang kelebihan air ke hilir agar tidak terjadi overtopping pada bendungan. Tujuan penelitian kali ini untuk mengetahui apakah debit banjir rancangan Q1000 pada Bendungan Jlantah, tipe dan dimensi bangunan pelimpah serta apakah stabilitas sudah aman terhadap gempa. Metode yang adalah Kurva Masa Ganda, Poligon Thiessen, Log Person III dan HSS Nakayasu. Hasil analisis perhitungan hidrologi dan penulusuran banjir di dapat debit banjir rancangan inflow Q1000th = 291.607 m3/detik dan outflow = 198.787 m3/detik. Dimana dimensi ambang pelimpah di rencanakan menggunakan Ogge Tipe I lebar 25 m, tinggi 5 m, dan kedalaman air di atas pelimpah 2,41. Saluran Transisi, panjang saluran 16,65 m, Lebar hulu 25 dan hilir 15 m.  Saluran Peluncur, panjang Saluran 166,00 m, Lebar hulu dan hilir 15 m. Kolam Olak (Peredam Energi), direncanakan mengunakan USBR Tipe II dimana Kedalaman air di ujung hilir Kolam Olak 8,46 m, Panjang Kolam Olakan 35,532 m, dan analisa stabilitas pelimpah aman terhadap gempa.Kata Kunci : Bendungan, Pelimpah (Spillway), Bendungan Jlantah, Hidrolika, Satabilitas
STUDI EVALUASI DRAINASE DI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG nur alasow
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.159 KB)

Abstract

Pada Kota Kepanjen perkembangan infrastruktur pada saat ini berdampak pada perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan sitstem drainase menjadi kurang baik Sistem drainase yang kurang baik dan curah hujan yang tinggi menjadi penyebab terjadinya genangan pada Kecamatan Kepanjen.Pada penelitian ini dilakukan analisis dari aspek teknis yaitu dengan melakukan evaluasi sistem drainase. Hasil analisis dari aspek ini menunjukan bahwa beberapa saluran di kecamatan Kepanjen tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Adapun perhitungan tinggi hujan rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Log Person Type III dengan periode ulang 5 tahun yang didapatkan hasil curah hujan rancanganya adalah sebesar 112.6938 mm.Berdasarkan hasil evaluasi kapasitas saluran drainase terhadap debit rancangan kala ulang 5 tahun terdapat 23 saluran yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Hasil dari penellitian ini direkomendasikan 1 alternatif untuk mengatasi genangan, yaitu perencanaan sumur resapan, untuk menampung debit dari atap setiap rumah dan mengurangi limpasan permukaan air hujan yang masuk ke saluran drainase. Kata kunci: drainase, evaluasi saluran, genangan, Kepanjen.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN TEROWONGAN PENGELAK PADA BENDUNGAN TIU SUNTUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT Mega Dwi Putri; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terowongan Pengelak merupakan bangunan Pengelak pada Bendungan Tiu Suntuk. Diperlukannya konstruksi pembangunan bendungan perlu memperhatikan area pembebasan. Maka diperlukan bangunan pengelak. Terowongan pengelak dibangun sebelum pembangunan Bendungan Utama yang bertujuan untuk mengelakan aliran air sungai dari hulu ke bagian hilir bendungan untuk melindungi daerah pelaksanaan bendungan dari pengaruh aliran air agar tidak terganggu. Dari perencanaan bangunan pengelak yang sudah ada di desain berbentuk conduit, maka dicoba menganalisis perencanaan baru dengan alternatif berbentuk lingkaran. Pada studi ini. Hasil dari studi perencanaan terowongan pengelak ini yaitu Terowongan berbentuk lingkaran dengan dimensi 4 m. Beban yang bekerja dalam terowongan merupakan Tekanan Batuan Vertikal yaitu : 7,89 t/m, Berat Sendiri yaitu: 1,68 t/m, Tekanan Air Vertikal yaitu : 4m, Tekanan Air Horizontal yaitu : 4m, Tekanan Air Dalam Terowongan dengan hasil : 9,6 t/m2, Tekanan Batuan Horizontal (kondisi normal) yaitu : 3,95 t/m, Tekanan Batuan Horizontal (kondisi gempa) yaitu : 0,59 t/m, Tekanan Uplift yaitu : 9,4 t/m2. Stabilitas terowongan pada batuan keras yaitu : 2,3 kg/cm2. Kata Kunci: Studi Alternatif, Debit Rancangan, Terowongan Pengelak.
Studi Perencanaan Jembatan Warung Penceng Dengan Struktur Beton Pratekan Di Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Budi Laksono Setyo Bekti
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.973 KB)

Abstract

Jembatan Warung Penceng di Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban  ini adalah untuk penyediaan sarana trasportasi, mengingat bangunan lama yang sudah tidak layak pakai dan banyak kendaraan yang melewatinya sehingga harus mengurangi kecepatan yang mengakibatkan kemacetan, sehingga dibutuhkan jembatan baru yang memadai dan memenuhi syarat yaitu jembatan dengan metode pratekan pada struktur bangunan atasnya sedangkan bangunan bawahnya menggunakan pondasi sumuran (kaison). Analisa pembebanan yang dipakai berdasarkan pada peraturan Standar Pembebanan untuk Jembatan RSNI T-02-2005. Dari hasil analisa perhitungan perencanaan jembatan Warung Penceng dengan struktur beton pratekan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Data struktur perencanaan tipe gelagar jembatan adalah gelagar pratekan ; panjang total jembatan 40,00 m, lebar total jembatan 8,00 m, lebar trotoar 2 x 1,00 m, lebar lantai kendaraan 6,00 m, jarak gelagar memanjang 2 m, tebal plat lantai 40 cm, yang pertama hasil perencanaan perhitungan beban penampang komposit sebagai berikut. Beban primer ; berat balok pratekan 454894,8 kg/m, berat plat lantai kendaraan 347840 kg/m, berat  diafragma 41677,18 kg/m, beban hidup 567000 kg/m, dan beban Garis “P” 11466 kg/m. Beban sekunder ; beban angin 411835,6 kg/m, akibat gaya rem 9153 kgm. Ke dua hasil perencanaan dimensi gelagar tipe beton pratekan dimana dimensi atas panjang 106,7 cm, lebar 12,7 cm, untuk dimensi bawah panjang 71,1 cm, lebar 20,3 cm dan tinggi 149,9 cm, berdasarkan perhitungan yang ada penggunaan beton pratekan memiliki keunggulan lendutan yang kecil. Ke tiga ukuran abutment pada jembatan dari hasil perhitungan perencanaan adalah: Panjang (L)  8 m, lebar (B) 3,8 m, tinggi (h) 7,9 m, sudut geser tanah 20o,  1,900 t.m3,  2,500 t.m3. Ke empat pondasi yang dipakai adalah pondasi kaison karena penggunaan pondasi ini sesuai dengan keadaan tanah dilapangan dengan kedalaman 2,8 meter serta jumlah pondasi sebanyak 2 buah, dengan ukuran pondasi sebagai berikut; kedalaman kaison (Df) 2,80 m ,diameter luar 300 cm = 3,00 m, Diameter dalam = 240 cm = 2,40 m, mutu beton fc´ 30 Mpa = 300 kg/cm2, Bahan  0,33 . fc = 0,33 x 300 = 99 kg/cm2, jarak antar pondasi 100 cm = 1,00 m.Kata Kunci : Perencanaan jembatan, beton pratekan, Kabupaten Tuban

Page 2 of 24 | Total Record : 240


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue