cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6281375137136
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kapten Muslim No.79 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
ISSN : ""     EISSN : 26153378     DOI : https://doi.org/10.51544/kimia.v6i1
Focus on results study and literature review in the scope of chemistry education and chemistry sciences in the world. Scope: Chemistry Education Analytical chemistry, including new techniques and instrumentation Biochemistry and medicinal chemistry Inorganic chemistry, including main group, transition metal, and f-block compounds, as well as coordination, organometallic, and solid-state chemistry Materials chemistry of hard and soft matter, from the nanoscale upwards Nuclear chemistry and radioactivity Organic chemistry, including synthesis, characterization, and properties of organic compounds, as well as a study of organic reactions and their mechanisms Physical chemistry and chemical physics Sustainable, green, and environmental chemistry Theoretical and computational chemistry
Articles 152 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG BATAK (ALLIUM CHINENSE G.DON) TERHADAP CANDIDA ALBICANS DAN MALASSEZIA FURFUR Rufina Pramudita; Azri Rahmad; Ervina Syafitri; Riska Hazmi Nasution; Cut Amelia Sofia Zahra; Adi Franciscus
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun bawang batak (Allium chinense G. Don) memiliki manfaat untuk kesehatan mata, meningkatkan kesuburan, mencegah sariawan, menetralisir racun, menyeimbangkan kadar gula darah, membantu mengatasi sembelit, mencegah kanker, serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, dan parasit. Tujuan: untuk mengeksplorasi aktivitas antijamur dari ekstrak etanol daun bawang batak dan menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur. Metode: penelitian eksperimental dengan mengamati variabel bebas berupa ekstrak daun bawang batak dalam berbagai variasi konsentrasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur serta zona hambatnya. Hasil: Diameter zona hambat yang dihasilkan terhadap jamur Candida albicans pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif masing-masing adalah 7,73 mm; 8,91 mm; 12,11 mm; dan 16,76 mm. Untuk Malassezia furfur, dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif menunjukkan diameter masing-masing 8,43 mm; 10,15 mm; 13,88 mm; dan 15,38 mm. Sementara itu, DMSO yang digunakan sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Kesimpulan: bahwa konsentrasi terbaik untuk menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur terbentuk pada perlakuan dengan ekstrak etanol daun bawang batak (Allium chinense G. Don) pada konsentrasi 30%, masing-masing sebesar 12,11 mm dan 13,88 mm dengan kategori kuat.
PERHITUNGAN KAJIAN KOMPUTASI INTERAKSI ANTARA LOW-DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) DENGAN POLIKAPROLAKTON (PCL) Irfan Aldi; Muhammad Yusuf; Rafiqa Hani; Fitri Amorita Agritina Purba; Elly Maretha Samosir; Bella Junita Sari Br Tamba; Mhd. Aldy Rivaldi
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis interaksi antara Low-Density Polyethylene (LDPE) dan Polikaprolakton (PCL) melalui kimia komputasi menggunakan metode semi-empiris CNDO. Optimasi geometri dan perhitungan energi interaksi (ΔEdimer) dilakukan untuk menilai stabilitas dan reaktivitas kompleks senyawa yang terbentuk. Jarak antar atom H LDPE dengan atom O pada gugus hidroksil dan karbonil PCL masing-masing 3,09 Å dan 2,96 Å mengindikasikan interaksi non-kovalen seperti ikatan hidrogen dan gaya van der Waals. Muatan atom menunjukkan redistribusi elektron signifikan, menandakan tarikan elektrostatik kuat antar atom. Energi interaksi total -459,8 kJ/mol menunjukkan pembentukan kompleks yang spontan dan stabil. Temuan ini mendukung pengembangan material plastik yang lebih ramah lingkungan dengan meningkatkan sifat biodegradabilitas dan mekanik melalui pencampuran LDPE dan PCL. Studi ini menegaskan peran penting kimia komputasi dalam memprediksi sifat dan interaksi molekuler bahan polimer sebelum eksperimen laboratorium lebih lanjut.
SURVEYING STUDENTS’ LEARNING PREFERENCES: MEMORIZING VS UNDERSTANDING CHEMISTRY ENGLISH TERMS Keysha Rahma; Nazwa Syava; Wahyunengsih Wahyunengsih
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English words appear everywhere in chemistry classes. Even so, knowing the words on paper does not mean that students feel comfortable using them. Quite a few students say they can memorize terms for an exam, but the meaning slips away when they need to explain or apply the terms in actual writing. This situation led the researcher to examine how chemistry students study these terms, whether they mostly memorize definitions or try to understand their meanings and how they are used. Fifty chemistry students took part in an online questionnaire with a five-point Likert response scale. This study employed a quantitative descriptive survey design, and the answers were summarized descriptively to identify which learning pattern stood out most. The results show that memorization remains prevalent, especially during exam periods. The highest mean score was 3.76 for the statement, “I often memorize chemistry terms without understanding their use.” Understanding concepts, however, seemed more helpful for long-term retention, with a mean score of 3.63. The strongest finding highlights the role of repeated exposure and contextual use of chemistry terms, which showed the highest mean score of 3.91. Based on these results, memorization helps in the short term, but its effect fades if the terms are not used again. When students understand a term and later encounter it repeatedly in class activities, the vocabulary tends to remain in their memory and feels easier to use naturally. These findings may contribute to the development of learning strategies that encourage continuous vocabulary practice, allowing terms to be applied not only in exams, but also in honest academic communication.
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK CPKO DAN RBDPS SETELAH PROSES FRACTIONATION–DISTILLATION BERDASARKAN ANALISIS GC-FID Masdi Masdi; Hestina Hestina; Erdiana Gultom; Liver Iman Putra Zai; Vivi Purwandari
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) merupakan fraksi minyak sawit dengan karakteristik komposisi asam lemak yang berbeda dan berpotensi mengalami perubahan distribusi komponen selama proses pemisahan termal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan profil asam lemak CPKO dan RBDPS sebelum dan sesudah proses fractionation–distillation. Sampel dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) setelah derivatisasi menjadi fatty acid methyl esters (FAME), dengan parameter yang diamati berupa komposisi relatif asam lemak berdasarkan persentase luas area puncak kromatogram. Hasil menunjukkan bahwa sebelum distilasi CPKO didominasi asam laurat (48,39%), sedangkan RBDPS didominasi asam palmitat (60,90%). Setelah proses fractionation–distillation, komposisi CPKO berubah signifikan dengan dominasi asam oleat (59,83%) dan palmitat (21,20%), sedangkan RBDPS menunjukkan dominasi asam oleat (52,93%) dan palmitat (23,27%). Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses distilasi memperkaya fraksi dengan asam lemak rantai panjang akibat perbedaan volatilitas komponen. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai selektivitas pemisahan termal pada fraksi minyak sawit untuk mendukung optimasi proses industri.
EFEK TEMPERATUR KALSINASI PADA GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL ZnO MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN MANGGA Miessya Wardani; Muhammad Rahul Ihsan Rery
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seng oksida (ZnO) dikenal memiliki berbagai aplikasi yang luas. Pada aplikasi tertentu, dibutuhkan sifat material ZnO yang spesifik. Di sisi lain, daun mangga merupakan limbah biomassa yang berpotensi dimanfaatkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur kalsinasi pada proses green synthesis ZnO. ZnO disintesis menggunakan ekstrak daun mangga dengan metode green synthesis. Berdasarkan hasil karakterisasi, diketahui nanopartikel ZnO berhasil disintesis menggunakan ekstrak daun mangga pada semua variasi temperatur kalsinasi. Sifat optik menunjukkan perbedaan yang signifikan sesuai temperatur kalsinasi dengan rentang band gap 3,18 eV – 3,13 eV. Ukuran kristal ZnO berbeda pada setiap temperatur kalsinasi. Namun, ZnO hasil sintesis memiliki fasa kristal yang sama yaitu ZnO pada setiap variasi temperatur kalsinasi.
KETERKAITAN FOMO TERHADAP MANAJEMEN WAKTU DAN EFEKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA Sari Nurrahmi; Gea Ramadhani; Dinda Rahmadani; Ade Indra Rean Agum Patwa; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kemajuan media sosial yang semakin intens telah memengaruhi kebiasaan belajar mahasiswa, termasuk munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang berpotensi mengganggu fokus serta pengaturan waktu belajar. Tujuan: untuk mengetahui sejauh mana FOMO berkaitan pada kemampuan manajemen waktu dan efektivitas belajar mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Jambi. Metode: menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner tertutup yang disebarkan melalui Google Form kepada 30 mahasiswa. Instrumen penelitian mencakup 21 pernyataan berskala Likert yang menilai tingkat FOMO, pengelolaan waktu belajar, dan efektivitas belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan persentase tiap variabel. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 47% responden tidak mengalami mengalami kecemasan digital. Sementara itu, 54% responden tidak setuju manajemen waktu belajar dan efektivitas belajar mereka yang baik dan buruk berkaitan dengan FOMO. Kesimpulan: bahwa FOMO memang memiliki keterkaitan dengan manajemen waktu dan efektivitas belajar, tetapi tidak menjadi faktor dominan yang menentukan keberhasilan akademik. Mahasiswa masih mampu beradaptasi dengan lingkungan digital dan tetap menjaga performa belajar secara optimal.
IMOBILISASI EM4 PADA KARBON AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DEGRADASI AMONIA DALAM AIR LIMBAH INDUSTRI PUPUK Rizky Ibnufaatih Arvianto; Muhammad Zulfikar Luthfi; Muhamad Iqbal Putra; Adna Ivan Ardian; Suhirman; Denanda Clarasati Puteri; Ihsan Wiratama; Muhammad Nasyarudin Iqbal; Dennis Farina Nury; Jerry; Firman Ayub
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6240

Abstract

Latar Belakang: Air limbah industri pupuk umumnya mengandung amonia dalam konsentrasi tinggi yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan. Pengolahan biologis menggunakan Effective Microorganisms-4 (EM4) merupakan metode yang ramah lingkungan, namun stabilitas mikroorganisme sering menurun akibat perubahan pH dan suhu. Imobilisasi pada karbon aktif berpotensi meningkatkan stabilitas dan efektivitas proses biodegradasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengimobilisasi EM4 pada karbon aktif dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mikroorganisme serta efisiensi degradasi amonia pada limbah industri pupuk. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan perlakuan EM4 bebas dan EM4 terimobilisasi pada karbon aktif. Keberhasilan imobilisasi dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Stabilitas mikroorganisme diuji pada kondisi pH asam, pH basa, dan suhu tinggi (45–50°C). Konsentrasi amonia dianalisis menggunakan metode Nessler dengan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan biomassa mikroorganisme dianalisis menggunakan parameter Volatile Suspended Solid (VSS). Hasil: Analisis FTIR menunjukkan keberhasilan pelekatan biomassa EM4 pada karbon aktif. Pada kondisi pH asam dan basa, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99%, sedangkan EM4 bebas masing-masing hanya mencapai 37% dan 35%. Pada suhu tinggi, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi 96%, sedangkan EM4 bebas 34%. Pada limbah industri pupuk, EM4 terimobilisasi mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99% pada hari ke-20, lebih tinggi dibandingkan EM4 bebas sebesar 68%. Kesimpulan: Imobilisasi EM4 pada karbon aktif meningkatkan stabilitas mikroorganisme dan efisiensi degradasi amonia melalui sinergi adsorpsi dan biodegradasi. Teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan limbah industri yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan
UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TANAMAN OBAT YANG ADA DI PASIR PENGARAIAN Eti Meirina Brahmana; Jismi Mubarrak; Muhammad Septiyono; Dela Mulyani
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6329

Abstract

Tanaman obat merupakan sumber daya hayati yang mudah diakses dan banyak dimanfaatkan sebagai alternatif perawatan kesehatan, terutama oleh masyarakat pedesaan. Khasiat tanaman obat berasal dari kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada beberapa tanaman obat yang tumbuh di Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanaman obat dari wilayah Pasir Pengaraian. Sampel diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat, kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam masing-masing ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Ketepeng Cina (Cassia alata) mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid pada pelarut n-heksana, serta steroid dan tanin pada pelarut etil asetat. Ekstrak daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) mengandung senyawa fenolik, steroid, triterpenoid, dan alkaloid pada pelarut n-heksana maupun etil asetat. Sementara itu, ekstrak daun Beluntas (Pluchea indica L.) mengandung flavonoid dan triterpenoid pada pelarut n-heksana, serta flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid pada pelarut etil asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tanaman obat tersebut memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan mengenai isolasi senyawa aktif dan pengujian aktivitas farmakologinya guna mendukung pengembangan obat berbasis bahan alam.
PERANCANGAN PERANGKAT KONVERSI UAP AIR MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN SEL HIDROELEKTRIK BERBASIS KITOSAN Muhammad Balyan; Mahyuni Harahap
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6353

Abstract

Latar belakang: Krisis energi global dan keterbatasan teknologi energi terbarukan konvensional mendorong pengembangan perangkat konversi uap air menjadi energi listrik berbasis kitosan, biopolimer terbarukan dari limbah cangkang krustasea yang memiliki gugus amino (–NH₂) reaktif, biodegradabel, dan berbiaya rendah. Tujuan:Merancang, memfabrikasi, dan mengevaluasi kerja perangkat konversi uap air menjadi energi listrik berbasis sel hidroelektrik kitosan berukuran 1 cm × 1 cm, serta mengoptimalkan unjuk kerjanya melalui variasi konfigurasi rangkaian sel. Metode: Film kitosan difabrikasi dengan melarutkan serbuk kitosan (Sigma-Aldrich, derajat deasetilasi 75– 85%) dalam asam asetat 1% pada 300 rpm selama 12 jam, kemudian dikeringkan pada 70 °C selama 24 jam. Karakterisasi material menggunakan FTIR (Perkin Elmer Spectrum One), FESEM (Supra 35vp), dan UV- Vis (Cary 50 Agilent). Pengujian unjuk kerja dilakukan pada tiga konfigurasi rangkaian dengan variasi kelembaban relatif (RH) 30–90% pada suhu 27°C selama 24 jam, dan data direkam menggunakan multimeter Fluke Hydra Series III. Hasil: Karakterisasi mengkonfirmasi keberadaan gugus –NH₂ sebagai gugus aktif konversi, morfologi permukaan halus dengan mikropori, dan energi celah pita optik 3,12 eV. Pada 90% RH, daya listrik maksimum mencapai 2,626 µW (sel tunggal), 5,451 µW (rangkaian seri), dan 6,107 µW (rangkaian paralel). Kesimpulan: Perangkat konversi uap air berbasis sel hidroelektrik kitosan dengan konfigurasi paralel paling efektif pada RH tinggi (≥ 90%), dan perangkat ini berpotensi dikembangkan menjadi panel konversi skala besar untuk daerah berkelembaban tinggi.
EVALUASI STABILITAS FISIK DAN EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN MASKER PEEL-OFF KITOSAN TERFORTIFIKASI EKSTRAK TEH HIJAU Harry Agusnar; Vivi Purwandari; Sovia Lenny; Hafizhah Az-Zahra; Sinta Artavia Waruwu; Liver Zai
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan gel peel-off mask berbasis kitosan dengan penambahan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) sebagai sumber antioksidan. Formulasi sediaan dibuat dengan variasi konsentrasi kitosan sebesar 0,5%, 1,0%, dan 1,5%. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji homogenitas, pH, viskositas, stabilitas fisik selama 12 minggu, uji hedonik, serta uji iritasi pada sukarelawan. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh formula memenuhi syarat homogenitas, aman digunakan (tidak menimbulkan iritasi), dan memiliki pH yang sesuai dengan fisiologis kulit (6,45–6,68). Formula dengan konsentrasi kitosan 0,5% menjadi sediaan yang paling disukai berdasarkan uji hedonik, sedangkan konsentrasi kitosan 1,5% memberikan aktivitas penangkalan radikal bebas tertinggi dengan persen inhibisi mencapai 87,89%.