cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
ISSN : 28097998     EISSN : 28097998     DOI : https://doi.org/10.55784/jupeis
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial menerbitkan artikel ilmiah pendidikan dan ilmu sosial berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Terbit 4 kali setiap tahun pada bulan Januari, Maret, Juli, dan November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 356 Documents
Peran Media Pembelajaran Digital dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Kelas VI: Studi Kualitatif di Sekolah Dasar Muthia Khansa Fazzahra; Ima Mulyawati; Alexandra Fitrianov; Novanita Whindi Arini
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3122

Abstract

Rendahnya minat belajar matematika di tingkat sekolah dasar kerap dikaitkan dengan karakteristik materi yang bersifat abstrak serta penerapan strategi pembelajaran yang kurang bervariasi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media pembelajaran digital dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas VI sekaligus memperkuat kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Cawang, Jakarta Timur. Informan penelitian berjumlah 6 orang, 2 orang guru kelas VI dan 4 orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam pembelajaran matematika berbasis media digital. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Adapun media pembelajaran digital yang digunakan mencakup canva dan video pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran digital berkontribusi positif terhadap peningkatan perhatian, keaktifan, dan antusiasme siswa dalam pembelajaran matematika. Media digital juga membantu siswa memahami konsep matematika yang abstrak melalui penyajian visual yang lebih konkret dan interaktif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital yang dirancang secara sistematis berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Transformasi Motivasi dan Hasil Belajar Matematika melalui Penguatan Positif (Reward): Kajian Literatur Rif'atul Ajizah; Rika Rahayu; Muhammad Tohir; Mastika Mastika
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3125

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya disiplin, dan kecemasan siswa terhadap materi yang bersifat abstrak. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji efektivitas reward dalam pembelajaran matematika, hasilnya masih tersebar pada berbagai konteks, metode, dan bentuk penghargaan sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menyintesis temuan empiris mengenai bentuk reward, dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar matematika, serta implikasi penerapannya di sekolah dasar. Kebaruan penelitian terletak pada sintesis komprehensif berbagai desain penelitian untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai implementasi reward. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa 12 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2022–2026 dan dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kesesuaian topik, jenjang sekolah dasar, serta kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan content analysis melalui tahapan identifikasi, reduksi, komparasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk reward meliputi penguatan verbal, penghargaan simbolis, hadiah material, dan kombinasi reward dengan strategi pembelajaran. Penerapan reward terbukti meningkatkan motivasi, disiplin, efikasi diri, minat belajar, dan hasil belajar matematika siswa. Efektivitas reward dipengaruhi oleh jenis penghargaan, karakteristik siswa, serta cara guru mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reward merupakan strategi penguatan positif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar apabila diterapkan secara proporsional dan berorientasi pada proses belajar. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam merancang sistem penghargaan yang mendukung motivasi intrinsik siswa serta bagi peneliti dalam mengembangkan kajian tentang strategi penguatan positif dalam pembelajaran matematika.
Analysis of University Students' Digital Literacy Based on Five Dimensions of Digital Competence Auliya Rusmayanti; Jun Anas'ash Ritonga; Nezifa Qhayummi Zahra; Mawaddah Rahmah; Nurdalilah Nurdalilah; Desniarti Desniarti
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3163

Abstract

Information in the digital space. Using a quantitative descriptive survey design, 30 active undergraduate students from various Indonesian universities were selected through purposive sampling. Data were collected via a 30-item questionnaire based on five digital literacy dimensions: information access, information management and processing, digital communication and collaboration, digital security and privacy, and critical thinking and digital ethics, measured on a five-point Likert scale. Validity testing using corrected item-total correlation showed all items exceeded the 0.30 threshold, while reliability testing yielded a Cronbach's Alpha of 0.968, indicating excellent internal consistency. Descriptive statistics (mean scores and percentages) revealed that students' digital literacy generally falls into the high to very high category. The highest grand means were found in digital communication and collaboration (4.26) and digital security and privacy (4.26), both very high, followed by critical thinking and digital ethics (4.23). Information access (4.18) and information management and processing (4.15) fell into the high category. These findings indicate that while students are proficient in digital communication, collaboration, and security, further strengthening is needed in evaluating information credibility, using academic reference tools, and understanding copyright and data ethics.
Pengaruh Interaksi Petugas Pajak terhadap Kepercayaan dan Kepatuhan Wajib Pajak di Saumlaki Aidit Diego Miru; Norbertus Purnomolastu
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3222

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi petugas pajak dan wajib pajak serta pengaruhnya terhadap kepercayaan dan kepatuhan di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan 7 informan yang terdiri atas tiga kategori, yaitu wajib pajak orang pribadi karyawan (3 orang), wajib pajak pelaku usaha/UMKM (2 orang), dan wajib pajak badan (2 orang), yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan komunikasi petugas pajak memengaruhi kenyamanan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan, tetapi belum mampu meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah yang tetap rendah akibat maraknya pemberitaan korupsi dan penyalahgunaan anggaran negara. Temuan utama mengungkapkan bahwa kepatuhan wajib pajak lebih didominasi oleh enforced compliance yang didorong oleh rasa takut terhadap sanksi dan risiko hukum, dibandingkan voluntary compliance yang bersumber dari kepercayaan sukarela terhadap otoritas pajak. Meskipun demikian, kesadaran wajib pajak akan pentingnya pajak bagi pembangunan negara tetap terjaga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan transparansi penggunaan anggaran negara, penguatan pengawasan terhadap oknum petugas pajak, serta pendampingan intensif penggunaan sistem Coretax bagi wajib pajak.
Peran Fear of Missing Out dan Paparan Media terhadap Hubungan Parasosial: Studi Kuantitatif pada Penggemar JKT48 Muhammad Ikbal Wahyu Sukron; Ervah Ayu Ningtias; Erik Erik
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media terhadap hubungan parasosial pada penggemar JKT48. Sebanyak 302 penggemar JKT48 berusia minimal 17 tahun, aktif menggunakan media sosial, dan memiliki ketertarikan terhadap JKT48 minimal tiga bulan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan parasosial pada penggemar JKT48, F(2,299) = 108,4, p < 0,001, R² = 0,420. Temuan ini menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media secara bersama-sama menjelaskan 42,0% varians hubungan parasosial. Fear of Missing Out (FoMO) memberikan kontribusi yang lebih besar (β = 0,578) dibandingkan paparan media (β = 0,141) dalam memprediksi hubungan parasosial. Dengan demikian, semakin tinggi Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media yang dimiliki penggemar, semakin tinggi pula hubungan parasosial yang terbentuk dengan member JKT48. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media dalam pembentukan hubungan parasosial pada penggemar JKT48. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran penggemar untuk membatasi diri dalam mengikuti perkembangan idola secara berlebihan, serta tetap memprioritaskan tanggung jawab dan hubungan sosial di kehidupan nyata.
Pengetahuan dan Pemanfaatan Chat GPT dalam Pembelajaran: Studi Kasus Mahasiswa PJKR Universitas Insan Budi Utomo Praharisti Kurniasari; Agusti Mardikaningsih; Johan Dwi Pradifta
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3226

Abstract

Chat GPT merupakan kecerdasan buatan yang saat ini semakin populer dan dipakai diberbagai bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Penelitian ini menganalis perilaku bagaimana pemanfaatan Chat GPT khususnya di kalangan mahasiswa PJKR Universitas Insan Budi Utomo. Penelitian ini menggunakan metode survei dimana data dikumpulkan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa menggunakan Chat GPT, selain itu juga menganalisis sejauh mana manfaat penggunaannya. Data dikumpulkan dari 250 mahasiswa PJKR angkatan 2024 melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas mahasiswa sebesar 74,9% mempunyai wawancara atau pengetahuan  yang luas mengenai Chat GPT. Sebesar 62,4 % responden juga memakai atau menggunakan Chat GPT. Mereka menggunakan sebagai sumber informasi tambahan diberbagai konteks. Misalnya untuk tugas akademis, komunikasi interpersonal dan juga hiburan. Temuan juga didapatkan bahwa pola perilaku dalam pengguanaan Chat GPT beragam. Sebagian besar dari responden sebesar 78,4% menggunakan Chat GPT sebagai sumber referensi tugas kuliah dan informasi tambahan. Sebanyak 21,6% menggunakan Chat GPT sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah mereka. Adapun implikasi sosial dari temuan ini adalah diperdebatkan dalam konteks evolusi teknologi komunikasi dan juga dampaknya terhadap bagaimana cara mahasiswa memperoleh, memproses dan berbagi informasi. Dalam penelitian ini mengkaji pentingnya mengetahui dan memahami bagaimana cara mahasiswa mengadopsi dan berinteraksi dengan teknologi seperti Chat GPT. Dengan adanya potensi implikasi bagi pendidikan diharapkan interaksi dan perkembangan teknologi lebih lanjut di masa mendatang.