cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
ISSN : 28097998     EISSN : 28097998     DOI : https://doi.org/10.55784/jupeis
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial menerbitkan artikel ilmiah pendidikan dan ilmu sosial berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Terbit 4 kali setiap tahun pada bulan Januari, Maret, Juli, dan November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 356 Documents
Transformasi Sungai Avour menjadi Sumber Irigasi Berkelanjutan di Desa Ganggangpanjang Arfindi Yunanda Santoso; Isa Elfianto; Adhelia Hasri Miracahyani
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2761

Abstract

Perubahan iklim meningkatkan kerentanan sektor pertanian, khususnya melalui ketidakpastian musim dan menurunnya ketersediaan air irigasi. Kondisi ini dialami petani di Desa Ganggangpanjang yang mengalami penurunan intensitas masa tanam dari tiga kali menjadi satu kali dalam setahun. Penelitian dilakukan di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pemanfaatan aset desa melalui integrasi pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) dan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam penanganan permasalahan irigasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Avour berhasil dioptimalkan sebagai sumber irigasi melalui sistem pompa dan jaringan pipa PVC berbasis partisipasi masyarakat. Intervensi ini meningkatkan efektivitas distribusi air, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset lokal melalui pendekatan SLA dan ABCD efektif dalam mendukung keberlanjutan penghidupan petani dan ketahanan pertanian.
Persepsi Dosen terhadap Penggunaan ChatGPT sebagai Asisten Virtual dalam Mendukung Pembelajaran Sony Junaedi; Dina Prasetyowati
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2763

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pembelajaran di pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dosen terhadap penggunaan ChatGPT sebagai asisten virtual dalam mendukung pembelajaran di Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap 10 dosen yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen memiliki persepsi yang cenderung positif terhadap penggunaan ChatGPT, terutama dalam meningkatkan efisiensi, kreativitas, serta variasi metode pembelajaran. ChatGPT juga dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam penyusunan materi, pembuatan soal, dan penulisan akademik. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang menjadi perhatian, seperti potensi pelanggaran integritas akademik, ketergantungan mahasiswa, serta keakuratan informasi yang perlu diverifikasi. Oleh karena itu, penggunaan ChatGPT perlu diintegrasikan secara bijak dengan mempertimbangkan aspek pedagogis dan etika akademik agar dapat mendukung pembelajaran secara optimal.
Peran Panglima Laot sebagai Agen Pengendalian Sosial terhadap Penggunaan Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan di Gampong Ujong Drien Aldy Maulidi; Fazillah Baihaqi; Ahlun Nazar; Susila Fitri; Nisrina Nisrina; Ulan Alwi; Tio Rindu; Sopar Sopar
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Panglima Laot dalam pengendalian penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan di Gampong Ujong Drien. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi dan perkembangan teknologi perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 6 orang yang terdiri atas Panglima Laot dan nelayan setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat tangkap di Gampong Ujong Drien masih didominasi oleh alat tangkap tradisional yang relatif ramah lingkungan. Nelayan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, meskipun dalam kondisi tertentu masih terdapat potensi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan akibat tekanan ekonomi. Panglima Laot berperan sebagai agen pengendalian sosial melalui pendekatan preventif dan persuasif, seperti pemberian nasihat, musyawarah, serta pengawasan terhadap aktivitas nelayan. Mekanisme tersebut terbukti efektif dalam menciptakan kepatuhan tanpa menimbulkan konflik sosial. Namun, pengendalian penggunaan alat tangkap masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan alternatif alat tangkap, kondisi lingkungan, dan kebutuhan ekonomi nelayan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kelembagaan adat Panglima Laot dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis masyarakat serta sebagai model pengendalian sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Transformasi Industri Perak Kotagede: Faktor Perubahan Produksi dan Keberlangsungan Usaha Pengrajin Afiv Helwabima; Fitri Nur Fadlilah; Khoirul Fikri; Mawarsari Mawarsari; Natasya Vaninda Febiasari; Nanda Fitri Novianti; Nastiti Mufidah
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2816

Abstract

Industri kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta, mengalami perubahan akibat globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab perubahan, bentuk transformasi produksi, serta dampaknya terhadap keberlangsungan usaha pengrajin. Metode yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di kawasan Kotagede, Yogyakarta, dengan empat informan yang terdiri dari pengrajin perak dan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi industri terjadi pada aspek desain produk, penggunaan teknologi, dan sistem pemasaran digital. Penggunaan mesin modern mampu meningkatkan efisiensi produksi dari sekitar 63,6% menjadi 72–76%. Selain itu, seluruh informan penelitian (100%) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi produksi dan pemasaran digital menjadi strategi utama dalam mempertahankan keberlangsungan usaha kerajinan perak di Kotagede. Selain itu, rendahnya penerus pengrajin menjadi tantangan utama. Untuk bertahan, pengrajin melakukan adaptasi melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan menjaga kualitas produk. Keberlangsungan industri perak di Kotagede bergantung pada kemampuan adaptasi pengrajin terhadap perubahan tanpa meninggalkan nilai tradisional. Transformasi industri perak di Kotagede dipengaruhi oleh perubahan selera konsumen, teknologi, globalisasi, dan digitalisasi pemasaran yang berdampak pada menurunnya pendapatanKemampuan adaptasi pengrajin menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi industri.
Efektivitas Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Pemahaman Konsep Globalisasi Siswa Kelas VIII di SMPN 20 Surabaya Aninda Najma Agustina; Silvi Nur Afifah
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2919

Abstract

Pemahaman konsep globalisasi merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep tersebut dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran guided inquiry terhadap pemahaman konsep globalisasi siswa kelas VIII SMPN 20 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa yang terdiri atas 31 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol, dipilih menggunakan teknik cluster purposive sampling. Instrumen penelitian berupa 20 soal pilihan ganda yang mengukur indikator pemahaman konsep globalisasi, meliputi kemampuan menjelaskan konsep, mengidentifikasi bentuk dan karakteristik globalisasi, menganalisis dampak globalisasi, serta menerapkan konsep dalam konteks kehidupan sehari-hari. Instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,880. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran guided inquiry secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep globalisasi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa guided inquiry merupakan model pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa membangun pemahaman konseptual secara lebih aktif, kritis, dan kontekstual sehingga layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran IPS pada materi globalisasi.
Efektivitas Model Pendampingan BK3S dalam Pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta Rodi Komba; Sebelom Kogoya
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2968

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pendampingan yang dijalankan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memberdayakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, karena fenomena yang dikaji bersifat kontekstual dan memerlukan pemahaman mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diperkuat triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian membuktikan bahwa BK3S DIY menerapkan model pendampingan multidimensional melalui empat tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan dan pengembangan kapasitas, fasilitasi jaringan kerja sama, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Model ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas manajerial, sumber daya manusia, kualitas program, dan jaringan kerja sama LKS, meskipun masih dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya dan sistem evaluasi yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem evaluasi berbasis indikator terukur dan peningkatan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk keberlanjutan program pendampingan LKS di masa mendatang.
Analisis Persepsi Siswa Kelas X-1 terhadap Pengelolaan Sampah di SMA Negeri 1 Baros Muhamad Nazibullah; Laila Rahma Susanto; Nasywaa Zakiyyah; Komala Amelia; Nopa Septiani
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3019

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat memengaruhi kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di SMA Negeri 1 Baros. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa kelas X-1 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri atas 15 butir pernyataan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan persentase pada setiap indikator. Hasil persentase kemudian diinterpretasikan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di SMA Negeri 1 Baros secara garis besar berada pada kategori baik. Ketersediaan sarana dan pengelolaan sampah memperoleh nilai tertinggi, sedangkan kondisi kebersihan lingkungan sekolah dan perilaku warga sekolah masih memerlukan peningkatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi sekolah dalam meningkatkan pengelolaan sampah melalui penguatan.
Pengaruh Kemampuan Bahasa Asing terhadap Keberhasilan Personel Kontingen Garuda dalam Operasi Perdamaian Togap Siburian; Indra Kristian; Budhi Achmadi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3077

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemampuan bahasa asing terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas personel Kontingen Garuda dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari 500 personel Kontingen Garuda, sedangkan data kualitatif diperoleh dari empat informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman dan kemampuan penyampaian bahasa asing berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas, baik secara parsial maupun simultan. Selain itu, kemampuan bahasa asing dipengaruhi oleh seleksi awal, pelatihan pra-tugas, pengalaman lapangan, penggunaan bahasa lokal, dukungan organisasi, dan strategi adaptasi komunikasi interkultural. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan bahasa asing merupakan kompetensi strategis yang perlu diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan untuk mendukung efektivitas tugas personel Kontingen Garuda di daerah misi.
Learning Environment Perceptions, Motivation, and Academic Performance among Nursing Students: A Cross-Sectional Study Rezki Yeti Yusra; Mutiara Pebriani
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3093

Abstract

Motivation plays an important role in nursing students’ academic success; however, its relationship with the learning environment remains complex. This study examined the relationships among nursing students’ perceptions of the learning environment, motivation to become a nurse, and grade point average (GPA). A cross-sectional study was conducted among 143 nursing students using questionnaires to assess perceptions of the learning environment and motivation, along with documented GPA records. Multiple linear regression analysis was performed. Students’ perceptions of the learning environment explained 37.8% of the variance in motivation to become a nurse (R² = 0.378, p < 0.001), although perceptions of lecturers showed the largest regression coefficient, the association was not statistically significant(p = 0.052). Motivation to become a nurse significantly predicted GPA (R² = 0.116, p < 0.001), while perceptions of the learning environment were not directly associated with GPA. These findings suggest that motivation may play an important role in linking students’ learning environment perceptions with academic performance. The results highlight.
Efektivitas Pendampingan Guru PAI Mengembangkan Konten Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di SDIT Chairul Huda; Junaidi Junaidi; Suerni Suerni; Atika Sadariah Nasution
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3118

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pendampingan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan konten pembelajaran berbasis teknologi informasi di SDIT Sahabat Al-Qur'an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang didukung data kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 5 guru PAI yang mengikuti enam sesi pendampingan. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kompetensi guru meningkat dari 48,2 menjadi 84,6 dengan peningkatan 36,4 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. = 0,000 (p < 0,05), sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,72 termasuk kategori tinggi. Selain itu, tingkat partisipasi guru mencapai 96% dan seluruh peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran digital berbasis Canva, Powtoon, Quizizz, serta RPP berbasis teknologi informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa program pendampingan efektif meningkatkan kompetensi guru dan dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk mendukung transformasi pembelajaran PAI di sekolah dasar.