cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 10 (2022)" : 10 Documents clear
Peningkatan kompetisi PEMIRA kampus melalui calon independen Michael Aprillino Fernandes; Abi Ahmad Yusuf; Ismail Lutfi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The campus general election (PEMIRA) is one of the real lessons of good democracy for students. This is because through PEMIRA, students can understand all the roles and functions of components that exist in a democratic party (general elections). In the PEMIRA campus, of course, there will be many candidates from various backgrounds, including candidates who have an independent background (non-noxious and non-anti-nightmare). The participation of Independent candidates who are not from or anti-omek is a very good thing for democratic life on campus. Because in the election of the Indonesian state itself, independent candidates also get the same opportunity as party candidates to participate in the elections. In addition, the large number of independent candidates participating in the campus PEMIRA will certainly create new ideas and thoughts in campus democracy which is a miniature of the Indonesian state. However, in reality, there are many students with independent backgrounds who do not understand or still do not have the courage to advance in the campus PEMIRA as students with independent backgrounds (non-noxious and non-anti-nightmare). So that in this research, an innovation will be made that makes students with independent backgrounds dare to go forward and compete in the campus PEMIRA as students with independent backgrounds. Pemilu Raya (PEMIRA) kampus merupakan salah satu pembelajaran nyata demokrasi yang baik kepada mahasiswa. Hal ini dikarenakan melalui PEMIRA, mahasiswa dapat memahami segala bentuk peran dan fungsi komponen yang ada dalam suatu pesta demokrasi (pemilihan umum). Dalam PEMIRA kampus tentu akan banyak munculnya calon-calon dari berbagai latar belakang tak terkecuali calon yang memiliki latar belakang Independen (non omek dan non anti omek). Ikut sertanya calon Independen yang tidak berasal dari omek maupun anti omek merupakan suatu hal yang sangat baik bagi kehidupan demokrasi di kampus. Dikarenakan dalam PEMILU negara Indonesia sendiri, calon independen turut mendapatkan kesempatan yang sama dengan calon partai untuk ikut serta dalam PEMILU. Selain itu dengan banyaknya calon independen yang ikut serta dalam PEMIRA kampus tentu akan membuat munculnya gagasan dan pemikiran baru dalam demokrasi kampus yang merupakan miniatur dari negara Indonesia. Namun pada kenyataannya, banyak sekali mahasiswa berlatar belakang independen yang belum paham atau masih belum berani untuk maju dalam PEMIRA kampus sebagai mahasiswa berlatar belakang independen (non omek dan non anti omek). Sehingga dalam peneliti jam ini akan dibuatnya sebuah inovasi yang membuat mahasiswa berlatar belakang independen untuk berani maju dan berkompetisi dalam PEMIRA kampus sebagai mahasiswa berlatar belakang independen.
Kerjasama Indonesia-Kamboja dalam sektor pariwisata melalui hubungan bilateral dan organisasi wilayah ASEAN Tahun 1955-2018 Naufal Mubarok Akhmad; Yuliati Yuliati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism is an important sector to support the economy of a country because the contribution of foreign exchange from tourism is very high. Cambodia as one of the countries in the Southeast Asian region that is trying to provide the widest possible employment opportunities for its population and in order to improve the country's economy can certainly make tourism as a way out. Supported by the potential for abundant cultural diversity and attractive natural beauty, Cambodia must certainly advance the tourism sector. With the cooperation, one of which is from the ASEAN Tourism Forum (ATF) it is very helpful for Cambodia to promote its tourism. Indonesia, which is part of it, of course, intervenes in helping Cambodia advance the tourism sector through sharing cooperation. UNESCO’s cultural heritage in Cambodia and Indonesia, namely Angkor Wat Temple and Borobudur Temple, is used as a tourism sector cooperation to invite many tourists. The collaborations include labor training, cooperation between entrepreneurs, and tourism marketing cooperation between the two countries. Pariwisata menjadi sektor yang penting untuk menunjang perekonomian suatu negara karena sumbangan devisa negara dari pariwisata sangatlah tinggi. Kamboja sebagai salah satu negara dikawasan Asia Tenggara yang berusaha memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi penduduknya serta demi meningkatkan perekonomian negaranya tentu bisa menjadikan pariwisata sebagai jalan keluar. Dengan didukung oleh potensi keragaman budaya yang melimpah serta keindahan alam yang memikat tentunya harus menjadikan Kamboja untuk memajukkan sektor pariwisata. Dengan adanya kerjasama salah satunya dari ASEAN Tourism Forum (ATF) sangatlah membantu Kamboja dalam mempromosikan pariwisatanya. Indonesia yang jadi bagian di dalamnya tentunya ikut turun tangan dalam membantu Kamboja memajukan sektor pariwisata melalui berbagi kerjasama. Warisan budaya UNESCO di Kamboja dan Indonesia yaitu Candi Angkor Wat dan Candi Borobudur dijadikan sebagai kerjasama sektor pariwisata untuk mengundang banyak wisatawan. Kerjasama yang dijalin antara lain pelatihan tenaga kerja, menjalin kerjasama antar pengusaha, serta kerjasama pemasaran wisata kedua negara.
Pengaruh peralihan kekuasaan industri rokok di Kudus hingga modernisasi industri rokok Kudus Tahun 1918-1964 Naufal Mubarok Akhmad; Yuliati Yuliati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cigarette industry cannot be separated from the Kudus City which has been maintained since ancient times until now which has succeeded in prospering most of the people of Kudus City. The development of urban planning and supporting infrastructure in Kudus City, which is classified as very good, cannot be separated from the presence of the cigarette industry. Although there are many recommendations that smoking is prohibited because of its very bad impact on health, on the other hand, it is the situation of the cigarette industry that has moved the economy from the smallest sector, namely society, to the largest sector, namely the state. The author's purpose of discussing this is to introduce the history and dynamics of the cigarette industry in Kudus City so that it is successful for the welfare of the community, especially for the workers. This study uses the historical method in which observations are made through the results of the construction of past events to strengthen their conclusions from all kinds of observational sources. The results of the research are then used as a written paper as a reference for new learning sciences, especially regarding the cigarette industry. Industri rokok tidak bisa dipisahkan dengan Kota Kudus yang telah terjaga sejak dulu kala hingga sekarang ini yang telah berhasil menyejahterakan sebagian besar masyarakat Kota Kudus. Pembangunan tata kota dan infrastruktur pendukung di Kota Kudus yang tergolong sangat baik juga tidak terlepas karena hadirnya industri rokok. Walaupun banyak anjuran dilarang merokok karena dampaknya yang sangat buruk bagi kesehatan tetapi di lain situasi industri rokok inilah yang telah menggerakan perekonomian dari sektor terkecil yaitu masyarakat sampai sektor terbesar yaitu negara. Tujuan penulis membahas ini adalah untuk mengenalkan sejarah dan dinamika industri rokok di Kota Kudus hingga berhasil menyejahterakan masyarakat terutama bagi para buruhnya. Penelitian ini menggunakan metode historis dimana pengamatannya melalui hasil dari konstruksi peristiwa masa lalu untuk dikuatkan kesimpulannya dari segala macam sumber pengamatan. Hasil penelitian kemudian dijadikan suatu karya tulis sebagai referensi ilmu pembelajaran yang baru terutama mengenai industri rokok.
Penguatan model pendidikan ekonomi keluarga untuk membendung laju migrasi internasional penduduk di Malang Selatan Choirul Anam
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk yang bermigrasi internasional di Malang Selatan sejak abad 19 terus mengalami peningkatan, padahal sebenarnya Malang Selatan memiliki potensi pesisir dan pegunungan yang cukup menjanjikan dari sisi ekonomi jika bisa dimaksimalkan. Artikel ini ingin mengkaji lebih jauh tentang penguatan model pendidikan ekonomi di lingkup keluarga untuk membendung laju migrasi internasional di Malang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan observasi. Hasil penelitian adalah perlunya penguatan model pendidikan ekonomi dalam lingkup keluarga yang terdiri dari empat tahap, yaitu attentional processes, retention processes, production processes, dan motivational processes. Disadari atau tidak, model pendidikan ekonomi dalam keluarga sebenarnya sudah dilakukan, namun model ini perlu penguatan. Program ini perlu pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan di tiap keluarga melalui tutor yang berkompeten untuk memberikan pemahaman tentang pendidikan ekonomi dalam lingkup keluarga, mengakses pendanaan, dan digitalisasi ekonomi. Pada akhirnya, penguatan model pendidikan ekonomi dalam lingkup keluarga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membendung laju migrasi internasional penduduk di Malang Selatan.
Solidaritas sosial dalam ritual adat siraman Sedudo di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk Nefi Yulianti; Ihda Nur Sabila; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siraman Sedudo is a tradition that is preserved by the people of Ngliman Village. This tradition is closely related to the belief in supernatural powers and is believed to have properties, such as curing several diseases, making youth, longevity, and facilitating mate and offspring affairs which are carried out by bathing directly in the Sedudo waterfall. In addition, this tradition also represents social values in society. This study aims to analyze the practice of social solidarity in the implementation of the Siraman ritual which is held once a year. Using Emile Durkheim's theory of social solidarity, this article describes the traditional siraman ritual process, and analyzes the forms of social solidarity of the Siraman Sedudo Traditional Ritual. This study examines these social phenomena using descriptive qualitative research methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that this tradition is considered a sacred ritual and has an important position for the community so that it is still preserved today. In addition, the community has social values which are indicated by the attitude of mutual cooperation, high solidarity and the nature of the community in preparing the Siraman Sedudo Traditional Ritual procession. Siraman Sedudo adalah tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Ngliman. Tradisi ini lekat dengan kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan diyakini memiliki khasiat, seperti menyembuhkan beberapa penyakit, menjadikan awet muda, panjang umur, dan memperlancar urusan jodoh dan keturunan yang dilakukan dengan mandi langsung di air terjun Sedudo. Selain dinilai sakral, tradisi ini juga merepresentasikan nilai-nilai sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik solidaritas sosial dalam pelaksanaan ritual Siraman yang dilaksanakan setahun sekali. Dengan menggunakan teori solidaritas sosial Emile Durkheim, artikel ini mendeskripsikan proses ritual adat siraman, dan menganalisis bentuk-bentuk solidaritas sosial Ritual adat siraman Sedudo. Penelitian ini mengkaji fenomena sosial tersebut dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ini dianggap sebagai ritual sakral dan memiliki kedudukan penting bagi masyarakat sehingga masih dilestarikan hingga saat ini. selain itu, masyarakat memiliki nilai-nilai kolektif yang ditunjukkan dengan sikap gotong royong, kesetiakawanan yang tinggi dan sifat gotong royong dalam mempersiapkan prosesi Ritual adat siraman Sedudo.
Eksklusi sosial penyandang disabilitas terhadap mata pencaharian di Kecamatan Wlingi (studi kasus pada penyandang disabilitas di Kecamatan Wlingi) Nila Nandita Sari; Faiza Nisa Abida; Niswatul Azizah; Kun Sila Ananda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The physical limitations of persons with disabilities are the cause of the difficulty of persons with disabilities in obtaining employment. It is the limitations in carrying out activities and work that cause persons with disabilities to be considered less productive so that the presence of persons with disabilities in some communities is considered far from social and economic independence. The purpose of this study is to describe the role of disability in livelihoods using the theory of Normalization (Wolf Wolfsenberg) and to analyze more deeply the causes of social exclusion received by persons with disabilities on livelihoods in the Wlingi District environment using Marginal Janice Perlman theory. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques in this study by conducting observations, interviews, and documentation. In this study, data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. From the results of this study, it can be concluded that the role of persons with disabilities in livelihoods that previously had negative stigma in the community can be eliminated by work activities and works carried out by persons with disabilities. This can especially be seen from the activities carried out by a person with a disability who works as a masseuse, then is able to make salted eggs and sells the result of his skills, namely doormats. While the factors that cause social exclusion are internal factors, among others, from within oneself and the family, while external factors arise from the community's perspective regarding the existence of persons with disabilities. Keterbatasan fisik penyandang disabilitas menjadi penyebab akan sulitnya penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan. Keterbatasan dalam melakukan aktivitas dan pekerjaan itulah yang menyebabkan penyandang disabilitas dianggap kurang produktif sehingga keberadaan penyandang disabilitas di beberapa lingkungan masyarakat dianggap jauh dari kemandirian sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan peran disabilitas terhadap mata pencaharian dengan menggunakan teori Normalization serta untuk menganalisis lebih dalam penyebab terjadinya eksklusi sosial yang diterima oleh penyandang disabilitas terhadap mata pencaharian di lingkungan Kecamatan Wlingi dengan menggunakan teori Marjinal Janice Perlman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa peran penyandang disabilitas di mata pencaharian yang sebelumnya memiliki stigma negatif di masyarakat dapat dihilangkan dengan kegiatan pekerjaan dan karya yang dilakukan oleh penyandang disabilitas. Hal ini khususnya dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan seorang penyandang disabilitas yang berprofesi sebagai tukang pijat, kemudian mampu membuat telur asin serta menjual hasil keterampilan yaitu keset. Sedangkan faktor yang menyebabkan terjadinya eksklusi sosial adalah faktor internal yang antara lain dari dalam diri sendiri dan keluarga, sedangkan faktor eksternal timbul dari prespektif masyarakat mengenai keberadaan penyandang disabilitas.
Peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menyampaikan aspirasi terkait isu car free day di Kota Malang berbasis critical thinking skills Heppy Jundan Hendrawan; Septia Endriana; Talitha Syahda Anggraeni
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Car Free Day is a community activity in public spaces that seeks to maintain a balance between the environment and the recreational needs of the community at the same time. The policy of temporarily closing the CFD agenda in Malang City, related to the prohibition on crowding during the Covid 19 pandemic era, changed the behavior patterns of some people on Sunday Mornings. More than that, the policy finally reaped the pros and cons in the midst of uncertain conditions. In addition to the loss of space for expression and the existence of several arts and culture communities and other CFD activists. This condition also has a direct impact on the economic interests of MSME actors and their networks that rely on CFD. It is in this position that the role of the younger generation as agents of change is expected to be able to make a constructive contribution. Using a qualitative-descriptive approach, this article tries to describe in depth some of the issues that have developed. Facione's Critical Thinking Skills Model, was chosen to help describe several statements which were then revealed to be critical questions and their answers. However, from the resulting formulation it’s relevant to 6 of the 9 youth generation change strategies as defined as Theory of Change–Unicef Strategic Plan 2022-2025. Car Free Day menjadi aktivitas masyarakat pada ruang publik yang berupaya menjaga kesimbangan lingkungan hidup dan kebutuhan rekreasional masyarakat pada saat yang sama. Kebijakan penutupan sementara agenda CFD di Kota Malang, terkait larangan berkerumun di era pandemi Covid 19, mengubah pola perilaku sebagaian masyarakatnya di Hari Minggu Pagi. Labih dari itu, kebijakan tersebut akhirnya menuai pro dan kontra di tengah kondisi yang serba tak menentu. Selain faktor hilangnya ruang ekspresi dan eksistensi dari beberapa komunitas seni-budaya serta penggiat CFD lainnya. Kondisi tersebut, juga berdampak langsung pada kepentingan ekonomi para pelaku UMKM serta jejaringnya yang menyandarkan kebutuhanya pada CFD. Pada posisi inilah peran generasi muda sebagai agen perubahan, diharapkan mampu memberikan kontribusi yang bersifat konstruktif. Menggunakan pendekatan kualtitif–deskriptif, artikel ini mencoba mengurai secara mendalam terkait beberapa isu yang berkembang. Critical Thinking Skills model Facione, dipilih untuk membantu menguraikan beberapa pernyataan yang kemudian diturunkan menjadi pertanyaan kritis berikut jawabannnya. Dari rumusan yang dihasilkan tersebut relevan dengan 6 dari 9 strategi perubahan generasi muda seperti yang ditetapkan sebagai Theory of Change–Unicef Strategic Plan 2022-2025.
Pengembangan history e-magazine (histoemag) berbasis koleksi museum Kabupaten Pasuruan kelas X IBB SMAN 1 Bangil Muntiani Muntiani; Slamet Sujud Purnawan Jati; Ulfatun Nafi’ah
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of writing this article is to produce a product and to find out the effectiveness of using Adobe Flash-based History e-magazine (Histoemag) teaching materials for Hindu-Buddhist historical heritage materials in the Pasuruan Regency Museum Collection for class X IBB SMAN 1 Bangil students. Departing from the potential and problems found, namely the lack of use of innovative teaching materials in history learning, the researchers developed teaching materials in the form of History electronic magazine (Histoemag). The research used to develop this product uses a research and development model according to Sugiyono with 10 stages consisting of: 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, 5) design revision, 6) product trial, 7) product revision, 8) use trial, (9) product revision, and 10) mass production. The research and development of this product produces teaching materials in the form of historical electronic magazines containing Hindu-Buddhist historical heritage materials which are packaged into three parts accompanied by pictures, videos, game rubrics (crossword puzzles) and practice questions (quizzes) that support the delivery of material in teaching materials. The results of the validation of the material experts were 92.85 percent (very valid), 98.21 percent of the teaching materials experts (very valid), 91.83 percent of the small group trial results (very effective) and the large group trial results obtained 94.60 percent (very effective). Based on the results obtained, it shows that the History e-magazine teaching materials based on Adobe Flash are declared to be very valid and very effective by meeting the criteria of being very worthy as teaching materials. Tujuan penulisan artikel ini menghasilkan produk serta mengetahui keefektifan penggunaan bahan ajar History e-magazine (Histoemag) berbasis Adobe Flash materi peninggalan sejarah Hindu-Buddha pada Koleksi Museum Kabupaten Pasuruan untuk siswa kelas X IBB SMAN 1 Bangil. Berangkat dari potensi dan masalah yang ditemukan yakni minimnya penggunaan bahan ajar inovatif dalam pembelajaran sejarah, peneliti mengembangkan bahan ajar berupa History electronic magazine (Histoemag). Penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk ini menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono dengan 10 tahapan terdiri dari: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan 10) produksi massal. Penelitian dan pengembangan produk ini menghasilkan bahan ajar berbentuk majalah elektronik sejarah memuat materi peninggalan sejarah Hindu-Buddha yang dikemas menjadi tiga bagian disertai gambar, video, rubrik game (teka-teki silang) dan latihan soal (kuis) yang dapat mendukung penyampaian materi dalam bahan ajar. Adapun hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 92,85 persen (sangat valid), 98,21 persen dari ahli bahan ajar (sangat valid), 91,83 persen dari hasil uji coba kelompok kecil (sangat efektif) dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh sebesar 94,60 persen (sangat efektif). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan ajar History e-magazine berbasis Adobe Flash dinyatakan sangat valid dan sangat efektif dengan memenuhi kriteria sangat layak sebagai bahan ajar.
Gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup SMA Negeri 8 Malang Nur Aini; Sumarmi Sumarmi; Alfyananda Kurnia Putra; Budi Handoyo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the form of curriculum integration, the implementation of the environmental care and cultured movement, and its obstacles. This research was conducted at SMA Negeri 8 Malang with research subjects including: (1) Adiwiyata coordinator; (2) teachers with an interest in Adiwiyata; and (3) Adiwiyata cadres. Data was collected using three techniques, namely: participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis techniques are carried out by reducing, presenting data, and drawing conclusions or verification. The results showed that SMA Negeri 8 Malang implemented an environment-based curriculum, three indicators that excel in the implementation of the environmental care and culture movement include the habit of planting and maintaining trees/plants, water management, and energy management. Constraints faced include teachers have difficulty in preparing learning tools and funding problems. Penelitian ini bertujuan memaparkan wujud integrasi kurikulum, pelaksanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup, serta hambatannya. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Malang dengan subjek penelitian yang meliputi: (1) koordinator Adiwiyata; (2) guru yang berkepentingan dalam Adiwiyata; dan (3) kader Adiwiyata. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik yaitu: observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 8 Malang menerapkan kurikulum berbasis lingkungan, tiga indikator yang diunggulkan dalam pelaksanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup meliputi pembiasaan menanam dan memilihara pohon/tanaman, pengelolaan air, dan pengelolaan energi. Kendala yang dihadapi meliputi guru mengalami kesulitan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan masalah pendanaan.
Pengembangan media KISERA (Komik Sejarah Perjuangan) berbasis android materi peran Bung Tomo dalam pertempuran Surabaya pada Tahun 1945 untuk kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 4 Blitar Hilmi Novan Eldyansyah; Dewa Agung Gede Agung; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research uses research and development (R&D) methods, which will be broken down into four discussions, namely research and development models, research and development procedures, product trials, and data analysis techniques. This research and development aims to produce an android-based KISERA (Komik Sejarah Perjuangan) learning media as a medium that contains local material, especially related of Bung Tomo’s role in the Battle of Surabaya in 1945. Development of media used as an alternative in developing information technology and internet-based media. This research and development use the Sugiyono model which has gone through modifications, including: (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) trial product, (7) product revision, (8) use trial, (9) product revision, (10) final product. Based on the validity test and product trial to students, it was found that the KISERA learning media was very effective to be implemented as a good history learning media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D), yang akan diuraikan menjadi empat pembahasan yaitu model penelitian dan pengembangan, prosedur penelitian dan pengembangan, uji coba produk, dan teknik analisis data. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran KISERA (Komik Sejarah Perjuangan) berbasis android sebagai media yang memuat materi lokal, khususnya terkait peran Bung Tomo dalam pertempuran Surabaya pada tahun 1945. Pengembangan media digunakan sebagai alternatif dalam mengembangkan media berbasis teknologi informasi dan internet. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Sugiyono yang sudah melalui modifikasi antara lain: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produk akhir. Berdasarkan hasil uji validitas dan uji coba produk kepada siswa ditemukan bahwa media pembelajaran KISERA dikategorikan sangat efektif untuk diimplementasikan menjadi media pembelajaran sejarah yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10