cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 8 (2023)" : 10 Documents clear
Pengaruh penerapan komponen membuka dan menutup pelajaran terhadap keberhasilan pembelajaran Hadi Soekamto; Selfiana Dhenti; Sintha Nuria; Sonia Nabila; Theresya Yozha Delima; Umi Fadhila Marshanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p809-816

Abstract

One of the basic teaching skills that play an important role in the continuity of the teaching and learning process is the skill of opening and closing lessons. The research aims to determine the impact of using fundamental skills to begin and end classes on student learning. Descriptive quantitative research is the type of study being conducted. Interviews and observation logs are two data collection methods. Thirty teachers from various educational institutes made up the samples that were collected. In this study, teaching experience is the independent variable (X), and the ability to start and close lessons is the dependent variable (Y). A simple linear regression test was one of the SPSS tests utilized by the researchers. The significance value (Sign.) for this study, which is greater than 0.05, is 0.577, according to the findings. This seal's foundation is the t value, which is known to be -0.564. This seal is based on the t value: since the t value is known to be -0.564 t table 2.048, it can be concluded that the teaching experience variable (X) has no effect on the opening and closing skills variable (Y). Keterampilan dasar mengajar yang berperan penting terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat bagaimana ada tidaknya pengaruh penerapan keterampilan dasar membuka dan menutup pelajaran terhadap keberhasilan belajar. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik lembar observasi dan wawancara. Sampel berupa 30 guru dengan instansi mengajar yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan variabel bebas (X) yaitu pengalaman mengajar, sementara itu untuk variabel terikat (Y) adalah keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Peneliti menggunakan berbagai uji SPSS salah satunya adalah uji regresi linear sederhana. Hasil dalam perhitungan yang dilakukan dengan diketahui nilai signifikansi (Sign.) diperoleh sebesar 0,577 yang berarti lebih besar dari 0,05. Selain itu, berdasarkan perhitungan nilai (t) diketahui bahwa nilai t hitung adalah -0,564, t tabel 2.048, dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman mengajar (X) tidak berpengaruh terhadap variabel keterampilan membuka dan menutup pelajaran (Y).
Pengembangan modul geografi berbasis pendekatan saintifik pada materi dinamika hidrosfer Muhammad Sultoni; Budijanto Budijanto; Sugeng Utaya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p817-827

Abstract

Learning in the 2013 curriculum scientific learning process through 5 activities: observing, asking, gathering information, associating, and communicating. Modules are one of the teaching materials that can help scientific learning. This study aims to develop a geography module based on a scientific approach to the hydrosphere dynamics material. The development procedure adopts the ADDIE model with five stages of analysis, design, and development, implementation, and evaluation. However, the research and development of this module has only reached the development stage due to limited time, effort and cost. The subjects of this study were experts (material, media, and language) to determine the level of module validity and prospective users (teachers and students) to determine the response to the module. Data collection using a validation questionnaire to obtain quantitative data and qualitative data. The results of the research and development of the module are very valid/feasible to use with a score from the material validator of 91.4 percent, 100 percent media, and 100 percent language. Prospective users (teachers and students) respond to the module, which shows the module "very good" with the total score obtained from the teacher is 100 percent and the student is 88.5 percent. Pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan proses pembelajaran saintifik melalui kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dapat membantu pembelajaran saintifik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan modul geografi berbasis pendekatan saintifik pada materi dinamika hidrosfer. Prosedur pengembangan mengadopsi model ADDIE dengan 5 tahapan analize, design, dan development, implementation, dan evaluation. Namun pada penelitian dan pengembangan modul ini hanya sampai pada tahap develompent dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. Subjek penelitian ini adalah ahli (materi, media, dan bahasa) untuk mengetahui tingkat validitas modul, dan calon pengguna (guru dan siswa) untuk mengetahui respon terhadap modul. Pengumpulan data menggunakan angket validasi, untuk memeroleh data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan modul sangat valid/layak digunakan dengan perolehan skor dari validator materi sebesar 91,4 persen, media 100 persen, bahasa 100 persen. Calon pengguna (guru dan siswa) memberikan respon terhadap modul yang menujukkan modul “sangat baik” dengan jumlah skor yang didapat dari guru sebesar 100 persen dan siswa sebesar 88,5 persen.
Pengembangan bahan ajar digital berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) pada sub materi mitigasi bencana alam di Indonesia Indana Zulfiya; Sumarmi Sumarmi; Satti Wagistina; Fatiya Rosyida
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p828-848

Abstract

Teaching materials are essential in teaching and learning activities that help students achieve learning goals. STEM-based teaching materials can support geography learning, encouraging students to solve problems actively, creatively, and innovatively because they use various scientific perspectives. The aim of this research is to produce STEM (science, technology, engineering, and mathematics)-based digital teaching material development products in the sub-material natural disaster mitigation in Indonesia. The development research model uses the ADDIE procedure and is limited to the development stage, which focuses on making product development. The quality of teaching materials is measured by the level of validity and feasibility when used in learning. Based on the results of the assessment by experts, it proves that digital teaching materials are very valid for use in learning. The feasibility test that has been carried out on geography teachers and 32 class XII students at MAN Batu City states that the development product is very feasible to use. Based on the results of this study it can be concluded that STEM-based digital teaching materials with a high level of feasibility can be used for learning Geography. Bahan ajar adalah komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Bahan ajar berbasis STEM dapat menunjang pembelajaran geografi yang mampu mendorong siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan aktif, kreatif, dan inovatif dikarenakan menggunakan berbagai sudut pandang keilmuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menghasilkan produk pengembangan bahan ajar digital berbasis STEM (science, technology, engineering, and mathematic) pada sub materi mitigasi bencana alam di Indonesia. Model penelitian pengembangan menggunakan prosedur ADDIE dan dibatasi sampai tahap development yang fokus pada pembuatan produk pengembangan. Kualitas bahan ajar diukur dari tingkat validitas dan kelayakan jika digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli membuktikan bahwa bahan ajar digital sangat valid untuk digunakan dalam pembelajaran. Uji kelayakan yang telah dilakukan pada guru geografi dan 32 siswa kelas XII di MAN Kota Batu menyatakan bahwa produk pengembangan sangat layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bahan ajar digital berbasis STEM dengan tingkat kelayakan yang tinggi dapat digunakan untuk pembelajaran Geografi.
Representasi kekerasan seksual terhadap perempuan dalam Film “2037” (studi analisis semiotika Ferdinand de Saussure) Ika Amiliya Nurhidayah; Syamsul Bakhri; M. Achwan Baharuddin
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p849-858

Abstract

One of the developments in communication technology that occurs today is the presence of various communication channels or 'media' in the process of delivering ideas, messages, or ideas. The variety of communication media has become the most effective method today in the formation of a person's point of view and behavior. In this study, researchers are interested in making one of the three types of communication media, namely audio-visual communication media in the form of films. Film is claimed to be a mass media that has a dominant influence than other media, this is due to the influence of psychology on films which is fundamental in the formation of opinions and people's psyche. Researchers are interested in examining a film entitled "2037" as a medium of representation of sexual violence against women. This study aims to identify signs or symbols that represent sexual violence against women in the 2037 film using Ferdinand de Saussure's semiotic theory as his analysis knife. The method applied in this study is qualitative with a data analysis model using semiotic analysis by Ferdinand de Saussure, which is based on signifiers and signified. The results and discussion showed that there were three types of sexual violence against women represented in the film "2037" based on markers and markers that had been found, including forced marriage, verbal abuse, and sexual harassment. Salah satu perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi saat ini adalah hadirnya alat saluran komunikasi atau 'media' yang beragam dalam proses penyampaian ide, pesan, ataupun gagasan. Beragamnya media komunikasi telah menjadi metode paling efektif saat ini dalam pembentukan sudut pandang dan perilaku seseorang. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk menjadikan salah satu dari ketiga jenis media komunikasi tersebut yaitu media komunikasi audio-visual berupa film. Film diklaim sebagai media massa yang memiliki pengaruh dominan daripada media lain, hal tersebut disebabkan karena adanya pengaruh psikologi pada film yang fundamental dalam pembentukan opini dan jiwa masyarakat. Peneliti tertarik untuk mengkaji sebuah film berjudul "2037" sebagai media representasi dari kekerasan seksual terhadap perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tanda-tanda atau simbol-simbol yang merepresentasikan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam film 2037 dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure sebagai pisau analisisnya. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model analisis data menggunakan analisa semiotika oleh Ferdinand de Saussure yang berprinsip pada penanda (signifier) dan pertanda (signified). Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya 3 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan yang direpresentasikan dalam film "2037” berdasarkan penanda dan petanda yang telah ditemukan, diantaranya adalah pemaksaan perkawinan, pelecehan verbal, dan pelecehan seksual.
Studi komparasi model guided discovery learning dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p859-870

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model in Geography subjects in high school. The ability to think analytically is essential for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest-only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously, the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning model. This was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 less than 0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem-Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1, which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While practical class 2 which received the learning treatment with the Problem-Based Learning Model, obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in practical class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Video scribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management are required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001 kurang dari 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Komparasi model guided discovery dan model guided inquiry: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Anggun Faradila Sandi; Hadi Soekamto; Syamsul Bachri; Yuswanti Ariani Wirahayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p871-879

Abstract

One of the Importance of analytical thinking skills is needed on 21st-century learning and is a higher order thinking ability required in the 20133 curriculum. So this ability is needed in geography learning to prepare students to face everyday life's challenges. Efforts to influence it can be done through guided discovery learning and guided inquiry learning. The two models require students to actively participate in learning activities in order to acquire analytical thinking skills. This research aims to compare which of the two models is superior for developing analytical thinking skills. Researchers use quasy experiments with design post-test only control group. The research subjects are 11 IPS 1 as experimental class 1 and 11 IPS 2 as experimental class 2. The research sites in SMAN 8 Malang. The students’ analytical thinking skills were measured using 11 essay questions that were valid and reliable. The data analysis using independent sample t-test. The t-test result shows significance 0,034 less than equal to 0,05 so that H0 was rejected, H1 was received. That matter concluded that there is a difference in analytical thinking skills of experimental student one and experimental student two. The result also shows the guided inquiry model is superior to the guided discovery model. The reason is that there is a syntax to formulate a hypothesis on the guided inquiry model so that affects students’ analytical thinking skills. Pentingnya kemampuan berpikir analitis salah satunya dibutuhkan pada pembelajaran abad 21 dan merupakan kemampuan tingkat tinggi yang diperlukan pada kurikulum geografi 2013. Sehingga kemampuan ini dibutuhkan dalam pembelajaran geografi untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Upaya dalam mempengaruhinya dapat dilakukan melalui model guided discovery dan model guided inquiry. Kedua model tersebut menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran guna memperoleh kemampuan berpikir analitis. Tujuan studi ini adalah mengkomparasikan kedua model tersebut mana yang lebih unggul untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Peneliti menggunakan Quasy Experiment dengan Design Posttest Only Control Group. Subjek penelitian adalah siswa kelas 11 IPS 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan 11 IPS 2 sebagai kelas eksperimen 2, adapun lokasi penelitian di SMAN 8 Malang. Kemampuan berpikir analitis siswa diukur dengan 11 soal esai yang telah valid serta reliabel. Analisis Data menggunakan uji independent sample t-test. hasil uji t-test menujukkan signifikansi 0,034 kurang dari sama dengan 0,05 sehingga H0 ditolak, H1 diterima. Hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa eksperimen 1 dan siswa Eksperimen 2. Hasil juga menjukkan model guided inquiry lebih unggul dibandingkan model guided discovery. Penyebabnya adalah terdapat sintak merumuskan hipotesis pada model guided inquiry sehingga lebih mempengaruhi kemampuan berpikir analitis siswa.
Pengembangan media pembelajaran Majalah Inspiratif Sejarah (Manis) pada materi peran Raden Tumenggung Sosrokusumo I dalam islamisasi masyarakat Kabupaten Nganjuk Tahun 1830-1832 M Didit Ditya Fritambiradi; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p880-892

Abstract

This study aims to develop learning media in the form of an inspirational historical magazine 'MANIS' on the material of the role of Raden Tumenggung Sosrokusumo I in the Islamization of the people of Nganjuk Regency in 1830-1832 M in class XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk based on the results of an analysis of the potential and problems of the research subjects. This study uses the Research and Development (R&D) method with a model developed by Sugiyono, covering potentials and problems, collecting data, product design, design validation, design revision, product trials, product revisions, usage trials, product revisions and mass production. However, this research and development only used nine of the ten steps of the procedural model. The analysis technique in this study uses qualitative analysis and quantitative descriptive. Based on the data validation results, 95 percent was obtained for material validation and 90 percent for media validation, while the small group trial obtained 74.8 percent and the large group trial obtained 85.3 percent. Based on these percentage values, it can be concluded that historical inspirational magazine learning media are valid and effective as historical learning media in class XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa majalah inspiratif sejarah ‘MANIS’ pada materi peran Raden Tumenggung Sosrokusumo I dalam islamisasi masyarakat Kabupaten Nganjuk tahun 1830-1832 M pada kelas XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk yang berdasarkan hasil analisis potensi dan masalah subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model yang dikembangkan oleh Sugiyono, meliputi potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produksi massal. Penelitian dan pengembangan ini hanya menggunakan sembilan langkah dari sepuluh langkah model prosedural tersebut. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif serta deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil validasi data mendapatkan nilai persentase 95 persen untuk validasi materi dan 90 persen untuk validasi media, sedangkan untuk uji coba kelompok kecil mendapatkan hasil 74,8 persen dan uji coba kelompok besar mendapatkan hasil 85,3 persen. Berdasarkan nilai persentase tersebut mendapatkan kesimpulan bahwa media pembelajaran majalah inspiratif sejarah valid dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran sejarah di kelas XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk.
Hambatan serta upaya guru geografi dalam melaksanakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri Kota dan Kabupaten Pasuruan M. Syahidan Wahdin Wijaya; Fatiya Rosyida; Nailul Insani; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p893-905

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic in Indonesia has caused changes in the learning system. This creates obstacles for teachers, students, and guardians of students. The study aimed to obtain various information about barriers and the efforts made by teachers in the bold learning process (on the network) or online at SMAN Pasuruan. The method used in this research is a quantitative descriptive method. The population in the study were geography teachers at SMAN Kota and Kabupaten Pasuruan. The data collection technique used a closed questionnaire of 28 items to determine the obstacles experienced by the teacher and an open questionnaire of 28 items to determine the efforts made by the teacher. Data analysis used a descriptive percentage technique. Based on the results of research conducted, it can be seen that 70 percent of teachers are hampered. The obstacles experienced by teachers are divided into three indicators, namely: 1) learning planning, in learning planning, 26.6 percent of teachers are hampered, 2) learning implementation, in the implementation of learning, 63.3 percent are hampered teachers, 3) learning and learning evaluation in the assessment and evaluation of learning, it is known that 59.9 percent of teachers are hampered. Suggestions for further researchers to use data collection with interviews so that the results obtained are more in-depth and detailed. Kemunculan pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan perubahan sistem pembelajaran. Hal tersebut memunculkan hambatan bagi pengajar, murid, dan wali murid. Tujuan penelitian untuk mendapatkan berbagai informasi tentang hambatan serta upaya yang dilakukan pengajar dalam proses pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online di SMAN Pasuruan. Metode yang dipakai dalam penelitian berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah guru geografi SMAN Kota dan Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dan angket terbuka sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sebesar 70 persen guru yang terhambat. Hambatan yang dialami guru dibagi menjadi tiga indikator, yaitu: 1) perencanaan pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran diketahui sebesar 26,6 persen guru yang terhambat, 2) pelaksanaan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran diketahui sebesar 63,3 persen guru yang terhambat, 3) penilaian dan evaluasi pembelajaran, dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran diketahui sebesar 59,9 persen guru yang terhambat. Saran bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, supaya hasil yang diperoleh lebih mendalam dan detail.
Pengembangan media V-Poldynamics untuk pembelajaran geografi materi antroposfer Muhammad Zainul Muttaqin; Sumarmi Sumarmi; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p906-917

Abstract

Nowadays this learning is highly demanded for media literacy and utilizing technology in learning. Teachers must be able to adapt and utilize technology for an effective learning process. The development of V-Poldynamics learning media was carried out, there were deficiencies in the use of media during the direct learning process, especially material regarding population quality, human development index and demographic bonus. This research aims to produce video products and the feasibility of V-Poldynamics media in learning. The development research model uses the ADDIE method (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). This research data uses 2 data, namely qualitative and quantitative data. Qualitative data was generated from media experts and material experts. Quantitative data can be obtained from teachers and students from the distribution of criticism, suggestions and responses questionnaires. The results of the material expert validation stage which consists of 5 aspects of the assessment get an average value of 95 percent which indicates that this material is very feasible to use in making the product. The results of the media expert validation stage which consists of 6 aspects of the assessment get an average value of 96 percent which indicates that this media is very feasible to use in learning. Product trial activities were carried out in class XI IPS three MA Al-Ittihad. The results of this product trial received an average percentage value of 95 percent from the assessment of the material aspect, 96 percent of the results from the media aspect, and 89 percent came from the average assessment of teachers and students. The V-Poldynamics learning media is very feasible and can be used in the learning process. Saat ini, guru dituntut untuk memiliki kemampuan literasi media dan penggunaan teknologi pembelajaran. Guru harus mampu menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran yang efektif. Pengembangan media pembelajaran V-Poldynamics dilakukan karena kurangnya pemanfaatan media saat proses pembelajaran terutama materi kualitas penduduk, indeks pembangunan manusia dan bonus demografi. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk video dan kelayakan media V-Poldynamics dalam pembelajaran. Model penelitian pengembangan menggunakan metode ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian ini memakai 2 data yaitu data kualitatif serta kuantitatif. Data kualitatif dihasilkan dari para pakar media dan pakar materi. Data kuantitatif diperoleh dari guru dan peserta didik melalui persebaran angket kritik, saran dan tanggapan. Hasil dari tahap validasi pakar materi yang terdiri dari 5 aspek penilaian mendapat nilai rata-rata 95 persen, menunjukkan bahwa materi ini sangat layak digunakan dalam pembuatan produk tersebut. Hasil dari tahap validasi pakar media yang terdiri dari 6 aspek penilaian mendapat nilai rata-rata 96 persen, menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan uji coba produk dilakukan di kelas XI IPS tiga MA Al-Ittihad. Dari hasil uji coba tersebut, penilaian aspek materi mendapat nilai rata-rata 95 persen, 96 persen dari aspek media, dan penilaian rata-rata penilaian guru dan peserta didik sebesar 89 persen. Media pembelajaran V-Poldynamics tersebut dapat dikatakan sangat layak serta bisa dipergunakan pada proses pembelajaran.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Inaisya Putri Hartono; Yusuf Suharto; Alfi Sahrina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p918-931

Abstract

One of the essential skills in 21st-century learning is critical thinking skills. Critical thinking skills can be developed by using problem-based learning model. The low critical thinking ability of students is caused by teacher-centered learning. The problem-based learning (PBL) model is one way to enhance critical thinking skills. This research aims to investigate the effect of PBL model on the critical thinking skills of SMAN 1 Dander. Students of grades XI Sosial 1 were set as the experimental class and XI Social 2 were set as control class to perform a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group design. A total of 10 essay questions based of indicator of critical thinking skills were used as the research instrument. The results revealed that the gain score achieved by the experimental class was higher than the control class by 40.9 percent and 3.3 percent. Independent sample t-test data analysis technique was used in this research with a significance value of 0.00 less than 0.05 and the average value of experimental class was higher than the control class indicating that PBL model had an effect on students’ critical thinking skills, specifically on the topic of “Types and Natural Disaster Countermeasures”. Salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat kepada guru (teacher centered). Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Dander kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal essay dengan jumlah 10 soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, gain score kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu 40,9 persen dan 3,3 persen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah independent sample t-test dengan nilai signifikansi 0.00 kurang dari 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol sehingga dalam hal ini model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi jenis dan penanggulangan bencana alam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10