cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 4 Documents clear
Cerita Anak Mamlakah Al-’Adl Karya Ismail Abdul Fatah: Analisis Struktural Sholikhah, Istatik Hidayatus; Huda, Ibnu Samsul
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i32024p272-287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendiskripsikan unsur-unsur intrinsik yang membangun cerita anak Mamlakah Al-’adl karya Ismail Abdul Fatah beserta keterkaitan antar unsurnya.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kajian struktural. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) tema mayor dalam cerita ini adalah kebaikan yang membawa keberkahan, yang dapat melahirkan kebaikan-kebaikan yang lain, adapun tema minornya adalah tanggung jawab, kemiskinan, tolong menolong, keserakahan, dan keajaiban. (b) pada cerita ini menggunakan alur campuran. (c) tokoh utamanya adalah Mansur, sedangkan tokoh tambahannya adalah Syekh Mas’ud, Kahramanah, Murjanah, Bahiyyah, Bahlul, Induk Burung, dan Burung Yasmin. (d) latar tempatnya berada di gubuk, tepi sungai, pinggiran hutan, rumah Bahiyyah, hutan, tengah jalan, tempat kuno, dan Istana dengan berlatar waktu pada pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari, serta berlatar sosial tentang tentang di suatu kerajaan yang dahulunya dipimpin oleh seorang raja yang adil, hingga suatu hari kerajaan tersebut menghilang karena perbuatan orang-orang jahat yang telah merebut kekuasaan kerajaan secara paksa (e) sudut pandangnya adalah orang ketiga. Pada unsur-unsur intrinsik dalam cerpen ini memiliki keterkaitan yang padu antara satu dengan yang lainnya dalam membangun cerita.
Desain Visual Google Doodle yang Bertema Seniman Indonesia Pratama, Deryan Angger; Rohman, Moch. Abdul; Prasetyo, Abdul Rahman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i32024p245-264

Abstract

Setelah mengamati banyaknya karya Google Doodles yang mengangkat tema bu­daya Indonesia, terlihat bahwa beberapa di antaranya secara khusus meng­ilus­trasikan para seniman-seniman Indonesia terkemuka. Salah satu contohnya adalah karya Google Doodle yang mengangkat tema ilustrasi dari seniman seperti Bagong Kussudiardja, Tino Sidin, dan Affandi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mem­visualisasikan tiga karya visual ilustrasi Google Doodle dari Bagong Kus­sudiardja, Tino Sidin, dan Affandi dengan meninjau bentuk ilustrasi, warna, dan tipografi yang digunakan. 2) Mengkaji keterkaitan ilustrasi Google Doodle Bagong Kussudiardja, Tino Sidin, dan Affandi dengan makna dan isi yang ingin disam­paikan. Jenis pene­litian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan un­tuk mengkaji secara mendalam dan mendeskripsikan visual Google Doodle ber­temakan seniman Indonesia. Teknik analisis data yang diguna­kan adalah metode model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah beberapa visual gambar ilustrasi dari tiga karya ilustrasi Google Doodle, yaitu karya yang menggambarkan Bagong Kussudiardja, Affandi, dan Tino Sidin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis ilustrasi yang dapat diidentifikasi: per­tama, Google Doodle Bagong Kussudiardja dan Affandi termasuk dalam jenis ilus­trasi khayalan, yang menggambarkan karakter dan suasana yang lebih imajinatif dan ekspresif. Kedua, Google Doodle Tino Sidin termasuk dalam jenis ilustrasi gam­bar kartun, yang lebih sederhana dan cenderung menampilkan karakter dengan ciri khas kartun yang mudah dikenali oleh berbagai kalangan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana visualisasi seni dan budaya Indonesia diangkat melalui platform digital seperti Google Doodle, serta Bagai­mana ilustrasi tersebut dapat mengkomunikasikan makna dan pesan budaya yang mendalam kepada audiens global.
Resepsi Mahasiswa Sastra Jerman terhadap Nilai Moral yang Terdapat dalam Film Almanya: Willkommen In Deutschland Taqilla, Firstyera; Afifah, Lilis
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i32024p231-244

Abstract

Nowadays, film is one of educational media that brings valuable messages to their viewers. This research aimed to elaborate receptions of German Department students’ class of 2017 and 2018 about moral value figured on Almanya: Willkommen in Deutschland film. There were three purposes of this research. Firstly, was to categorize the German Department students’ reception and reaction to the film which were divided into several meanings and readings, secondly was to identify moral value in film, and the last one was to find out the positive values figured on Almanya: Willkommen in Deutschland film. This research used qualitative method with descriptive approaches. The data were taken from semi structured interview with ten students of German Department. The gathered data were then analyzed qualitatively. The results show that German Department students have good receptions and reactions about this film and each of them being placed either dominant-hegemonic reading, negotiable reading, or oppositional reading according to their point of view. In particular, the moral values figured on this film are honesty, bravery, hard work, trustworthy, togetherness, tolerance, wisdom, and religious. Lastly, German Department students believe that this film is suitable for educational purposes since it has plenty of positive values.
Edukasi Batik di PKBM Darul Ulum Widang Untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Tuban Sun'an, Siti Habiballah; Hariyanto, Hariyanto; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i32024p295-313

Abstract

Sebagai warisan budaya Indonesia, batik memiliki nilai historis dan artistik yang penting serta perlu dijaga keberlanjutannya. Batik bukan hanya sekadar kain bermotif indah, tetapi juga identitas bangsa dan simbol kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menyadari pentingnya melestarikan batik, PKBM Darul Ulum Widang, sebuah lembaga seni ternama di Tuban, berupaya melestarikan seni batik dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Lembaga ini menyediakan fasilitas dan tenaga pengajar kompeten untuk pembelajaran seni batik. Penelitian ini berfokus pada sistem pembelajaran yang diterapkan di Pusat Edukasi Batik PKBM Darul Ulum Widang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan instruktur dan peserta pelatihan, serta dokumentasi yang mencakup pengkajian dokumen tertulis, catatan pribadi, catatan resmi, catatan sejarah, serta gambar atau video yang mendokumentasikan proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran batik yang diterapkan di PKBM Darul Ulum Widang sangat berhasil dalam melestarikan seni batik dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Peserta pelatihan tidak hanya belajar teknik membatik tetapi juga memahami filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap motif batik yang mereka buat. Dengan demikian, PKBM Darul Ulum Widang berperan sebagai pusat pembelajaran dan penjaga warisan budaya yang berharga ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 4