Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran has two versions, namely print and online, all of which are registered with the ISSN established by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) e-ISSN 2721-1169 (online) and ISSN 2721-1150 (print). Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a medium for publishing research results related to the thoughts and research of experts, scientists, practitioners and reviewers in the field of education and learning
Articles
1,797 Documents
Penggunaan Aplikasi Quiziz dan Relevansinya dengan Rekognisi Pembelajaran Daring Matematika di MAN 1 Model Bojonegoro
Agustinayanti
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.38
Abstract: This study reveals online Mathematics learning in the MAN 1 Bojonegoro Model on the pandemic table. Data with descriptive quantitative retrieval to comprehensively describe the bold pinking problem of how it is analyzed to optimize through the Applique Quiz. Some of the learning problems of courage that were found were: 1) Weaknesses of teachers and rumpy participants in utilizing information technology in courageous learning, 2) Teachers and schools/madrasahs are limited by the distance in controlling the bell for development of play abilities, hash control the pink learning platform, 4) School / Madrasah has not controlled the platform has a unique platform as a medium for pink evaluation of lessons. The presence of Quiz applique as an efficient solution to solve all problems that are evaluative exercises. In addition to free access and free users, Quiz also has exclusive features in doing questions and has fish bait for teachers that can be used as a reference for the development of students' abilities. Interested meandering participants, interactive from the fun. Abstrak: Penelitian ini mengungkap rekognisi pembelajaran Matematika secara online di MAN 1 Model Bojonegoro pada masa pandemi ini. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara komprehensif mengenai problem pembelajaran daring dan cara untuk mengoptimalkan melalui aplikasi Quiziz. Beberapa probelematika pembelajaran daring yang ditemukan adalah: 1) Kelemahan guru dan peserta didik memanfaatkan tekhnologi informasi pada pembelajaran daring, 2) Guru dan sekolah/Madrasah terbatasi oleh jarak dalam mengontrol perkembangan kemampuan pelajaran Matematika, 3) belum memiliki platform model latihan soal untuk mengevaluasi hasil pembelajaran, 4) Sekolah/Madrasah belum memiliki platform khusus sebagai mediai pembelajaran dan evaluasi. Kehadiran aplikasi Quiziz sebagai solusi efektif dan efisien untuk menyelesaikan segala problem yang bersifat latihan evaluatif. Selain free acces dan free user, Quiziz juga memiliki fitur yang lengkap dalam mengerjakan soal, dan memiliki umpan balik kepada guru yang dapat dijadikan rujukan pengetahuan perkembangan kemampuan peserta didik. Peserta didik merasa tertarik, menyenangkan dan interaktif. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.38
Optimalisasi Game Learning Kahoot dalam Evaluasi Pembelajaran Daring Matematika di SMKN 1 Singgahan Tuban
Hidayat Rahman
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.39
Abstract: This descriptive qualitative research offers an evaluation model for Mathematics learning problems that have stagnated due to the rigidity of manual exams and exercises with the Kahoot application. This Kahoot application is equipped with tutorials, pictures, and practical testing tools and their feedback. At least there are some problems in Mathematics learning faced by teachers at SMKN 1 Singgahan Tuban, namely, difficulties in utilizing technological devices, 2) there are limitations in making learning evaluation questions with virtual applications. 3) learning evaluation is still carried out in a monotone. The Kahoot application is an appropriate evaluation model to answer three mathematics learning problems. That is because Kahoot has a small difficulty level, making it easy to practice. Apart from being virtual based and having direct feedback, the Kahoot evaluation model can save all test results into Google Drive. Kahoot application, teachers/educators can offer some questions to answer. Students are more interactive and happy. Moreover, this application is equipped with a rating system as feedback. Abstrak: Penelitian kualitatif deskriptif ini menawarkan model evaluasi atas problem pembelajaran Matematika yang mengalami stagnasi akibat kekakuan dari ujian dan latihan yang bersifat manual dengan aplikasi Kahoot. Aplikasi Kahoot ini dilengkapi dengan tutorial, gambar dan perangkat alat uji praksis beserta umpan baliknya. Setidaknya ada beberapa problematika pembelajaran Matematika yang dihadapi guru terjadi di SMKN 1 Singgahan Tuban yakni, kesulitan dalam memanfaatkan perangkat teknologi, 2) adanya keterbatasan dalam membuat soal evaluasi pembelajaran dengan aplikasi virtual. 3) evaluasi pembelajaran masih dilakukan dengan monoton. Aplikasi Kahoot adalah model evaluasi tepat untuk menjawab tiga problem pembelajaran Matematika. Hal ini karena Kahoot memiliki tingkat kesulitan yang kecil, sehingga mudah untuk dipraktikan. Selain juga berbasis virtual dan terdapat umpan balik (feedback) langsung, model evaluasi Kahoot dapat menyimpan segala hasil tes ke dalam Google Drive. Aplikasi Kahoot, guru/pendidik dapat menyodorkan beberapa soal untuk dijawab. Peserta didik lebih interaktif dan senang, apalagi aplikasi ini dilengkapi dengan sistem peringkat sebagai umpan balik. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.39
IQRO' BIL QOLAM CURRICULUM AND LEARNING PROCESS: Its Use Within Teaching and Learning Activities
Mukni'ah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.40
Abstract: This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of 'iqro' bil qolam curriculum and learning process at the Ash-Shiddiqi Puteri Madrasah Aliyah of Jember. The method used in this study is descriptive qualitative using case study research. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was done interactively. The results of the study showed that; (1) 'iqro' bil qolam' curriculum planning and learning process in the Ash-Siddiqi Puteri Jember Islamic School have been applied based on the objectives and curriculum content through a learning strategy centered on Al-Qur'an; (2) the 'iqro' bil qolam' curriculum and learning have been implemented by thickening the Qur'anic writing that has been printed transparently and reading Al-Quran itself; (3) 'iqro' bil qolam' curriculum evaluation and the learning process have been implemented in the form of input, process, output evaluation in the form of graduations for students who have completed the learning process of 'iqro 'bil qolam'. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum dan pembelajaran iqro’ bil qolam di Madrasah Aliyah Ash-Shiddiqi Puteri Jember. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) perencanaan kurikulum dan pembelajaran iqro’ bil qolam di Madrasah Aliyah Ash-Shiddiqi Puteri Jember telah diterapkan sesuai dengan tujuan dan isi kurikulum melalui strategi pembelajaran yang berpusat pada al-Qur`an; (2) pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran iqro’ bil qolam telah diterapkan dengan menebalkan tulisan Al-quran yang sudah tercetak secara transparan dan membaca Al quran secara sentral; (3) evaluasi pada pembelajaran iqro’ bil qolam telah diterapkan dalam bentuk evaluasi input, proses, dan output dalam bentuk wisuda bagi peserta didik yang sudah menyelesaikan iqro’ bil qolam. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.40
Improving Students’ English Pronunciation by Using Hypermedia in E-Learning Activity
Madya Giri Aditama;
Prasetyawan Aji Sugiharto
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i1.41
Abstract: Hypermedia systems are computer-based multimedia systems that provide interactive and link-based navigation that allow the information in digital form. The researcher strives to know the effects of hypermedia in teaching English pronunciation whether or not it can enhance the pronunciation skills of 21st-century learners in e-learning activities. It is a descriptive qualitative study. The data were an average score of pre-test and post-test, also interview results of 20 students of international classes of Universitas Muhammadiyah Surakarta which chosen randomly. Data in the form of pre-test and post-test scores as well as the results of interviews with students about hypermedia. The results of the study show that the average score of the pre-test was 71,37, and the average score of the post-test was 77,62. The level of achievement of the students in the post-test was good. This study also concluded that hypermedia in teaching English pronunciation was one of the media to reinforce students’ motivation in enhancing English knowledge and skills, especially in pronunciation. Abstrak: Sistem hypermedia merupakan sistem multimedia berbasis komputer yang menyediakan navigasi yang interaktif dimana menyajikan informasi dalam bentuk digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hypermedia sebagai metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pelafalan bahasa Inggris (pronunciation) siswa dalam aktivitas e-learning. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data atau responden dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa kelas internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipilih secara acak sebagai sampel. Data berupa hasil nilai pre-test dan post-test serta hasil wawancara kepada siswa mengenai hypermedia. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai rata-rata dalam pre-test adalah 71,37; nilai rata-rata dalam post-test 77,62. Level pencapaian siswa dalam post-test adalah baik. Dan dapat disimpulkan bahwa hypermedia dapat memotivasi siswa untuk belajar pelafalan bahasa Inggris dengan baik. Dari hasil penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa hypermedia merupakan media yang dapat mendorong dan meningkatkan motivasi di dalam pengajaran pelafalan Bahasa Inggris. DOI: https://doi.org/10.33399/edukasia.v2i1.41
Penetapan Harga Jasa Pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
Mukhlison Effendi;
Nur Aini Latifah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.43
Pricing is a critical decision that supports the successful operation of profit and non-profit organizations. Price is the only element of the marketing mix that generates revenue for the organization. However, decisions regarding prices are not easy to make. All for-profit organizations and many non-profit organizations charge prices for their products or services. This study aims to determine the amount of single tuition fee (UKT) that is applied at State Universities in Indonesia. With the literature study method, it can be explained that the determination of the single tuition fee is a policy aimed at helping and reducing the cost of student education. No other additional fees will be charged for 8 semesters. The determination of a single tuition fee also makes it easy to predict student tuition expenses each semester. The size of the costs incurred also follow the size of the needs such as the cost of practicum in each study program
Kebijakan Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia
Oktiya Hayyu Liyandani;
Nur Kolis
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.44
Abstract: Islamic Religious Education in Indonesia has developed since the Dutch colonial era. At that time Islamic education was carried out halaqah between “kyai” and “santri”. In the land of Islamic education institutions are called “pawiyatan”, which contains ki ajar and cantrik. All religious lessons are derived from the study of the yellow book. In the current era of Islamic Religious Education has been recognized as a sub-part of national education, but in public schools Islamic religious education every week is only given 2 hours of lessons, so religious education especially about ethics and morals does not have much effect on the formation of the religious character of students. This research uses a library research approach with data retrieval through investigation of books, literature, notes, and reports related to research problems to be solved. Therefore, this research is only limited to the discussion of Islamic Education Policy in Indonesia. Abstrak: Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia telah berkembang sejak masa kolonial Belanda. Pada masa tersebut pendidikan islam dilaksanakan secara halaqoh antara kyai dan santri. Ditanah jawa lembaga pendidikan islam disebut dengan pawiyatan, yang didalamnya terdapat ki ajar dan cantrik. Semua pelajaran agama bersumber dari kajian kitab kuning. Pada era sekarang Pendidikan Keagamaan Islam telah diakui menjadi sub bagian dari pendidikan nasional, namun di sekolah negeri pendidikan agama Islam setiap minggunya hanya diberikan 2 jam pelajaran, sehingga pendidikan agama terutama tentang etika dan akhlak tidak terlalu berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan pengambilan data melalui penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan yang berhubungan dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Oleh karena itu, penelitian ini hanya dibatasi pada pembahasan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia.
Efektivitas Model Pembelajaran Time Token Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Argumentasi Peserta Didik
Fanny Aullin Herlansyah;
Hanin Niswatul Fauziah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.45
Abstract: The aim of this research is to determine the effectiveness of time token model assisted by audio visual media to the argumentation skills of seventh grade MTsN 2 Ponorogo students. This research was quantitative descriptive by Pretest-Posttest Control Group Design. The samples of this research were VII C (experimental class) and VII D (control class) with a total 54 students. The instrument of this research was essay tes. Essay test was applied before and after using time token model assisted audio visual media. The data of the research were analyzed by t-test using software minitab. The result showed that the P-value was 0,001; due to P-value less than 0.05, so H0 was rejected. Its mean that, there was a significant differences between the students argumentation skills that used time token model assisted by audio visual media with the students argumentation skills that used conventional study. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran time token berbantuan media audio visual terhadap kemampuan argumentasi peserta didik kelas VII di MTs Negeri 2 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 54 peserta didik. Instrumen penelitian ini berupa soal essay yang diberikan kepada peserta didik sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran time token berbantuan media audio visual. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan uji-t menggunakan Minitab. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai P-value sebesar 0,001. Karena nilai P-value kurang dari 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan argumentasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran time token berbantuan media audio visual dengan kemampuan argumentasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Optimalisasi Manajemen Pesantren dalam UU No. 18 Tahun 2019
Zayyini Rusyda Mustarsyidah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.46
Abstract: Pesantren education is education that has been going on long before Indonesia's independence and has become an inseparable part of the life of its people. This is evidenced by the emergence of pesantren with all its variants that have survived to this day. The struggle of pesantren to maintain its existence is a long journey until it is finally recognized by the government as a whole as stipulated in Law no. 18 of 2019 concerning pesantren policies. Pesantren is recognized as a sub-part of the national education system and is given financial attention and is aligned with other educational institutions. The existence of Law no. 18 of 2019 concerning pesantren is a foothold in the management of education as well as a legal umbrella for the existence of Islamic boarding schools that take part in the continuity of education in Indonesia. Abstrak: Pendidikan pesantren merupakan pendidikan yang sudah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya. Hal ini terbukti dengan bermunculannya pesantren dengan segala variannya yang bertahan hingga saat ini. Perjuangan pesantren dalam mempertahankan eksistensinya merupakan perjalanan panjang hingga akhirnya diakui oleh pemerintah secara utuh yang tertuang dalam UU No. 18 tahun 2019 tentang kebijakan pesantren. Pesantren diakui sebagai sub bagian dari sistem pendidikan nasional dan diperhatikan secara finansial serta disejajarkan dengan lembaga pendidikan yang lain. Eksistensi UU No. 18 tahun 2019 tentang pesantren menjadi sebuah pijakan dalam pengelolaan pendidikan sekaligus payung hukum bagi keberadaan pesantren yang ikut ambil bagian dalam keberlangsungan pendidikan di Indonesia.
Kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia: Masa Kolonial Hingga Masa Reformasi
Eva Tri Cahyanti
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.47
Abstract: This article will examine the study of Islamic education policies in the archipelago from the colonial period to the present. The purpose of writing this article is to find out how the policies are implemented in Indonesia from time to time. This research is a descriptive study with library research methods. The conclusion from this research is that during the colonial period, Islamic education in Indonesia experienced discrimination and was always neglected. This can be seen from the goals of the colonizers who were none other than their interests. Islamic educational institutions also always accept distinctions, including the implementation of madrasas and Islamic boarding schools. The dualism of education in Indonesia was more clearly seen when visiting the Dutch colonials, developing missionary schools, and implementing Christianization efforts as a whole in the archipelago. After achieving independence, Islamic education in Indonesia began to experience many changes and progress. The existence of equalization of levels and status of schools, school curriculum, and learning strategies have also become more varied, modern, and even adopted from the western education system. Abstrak: Artikel ini akan mengkaji dinamika kebijakan Pendidikan Islam di Nusantara mulai masa penjajahan kolonial hingga saat ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan yang diterapkan di Indonesia dari masa ke masa. Penelitian ini merupakan penelitian lualitatif deskriptif dengan metode library research. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu pada masa penjajahan, pendidikan Islam di Indonesia mengalami diskriminasi dan selalu dianaktirikan. Hal tersebut terlihat dari tujuan bangsa penjajah yang tidak lain untuk kepentingan mereka sendiri. Lembaga pendidikan Islam juga selalu menerima pembedaan, termasuk upaya penyelenggaraan madrasah dan pesantren. Dualisme pendidikan di Indonesia semakin jelas terlihat saat dengan terangterangan penjajah Belanda mengembangkan sekolah misionaris dan menerapkan upaya kristenisasi secara menyeluruh di wilayah nusantara. Setelah mencapai kemerdekaan, pendidikan Islam di Indonesia mulai mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Adanya penyetaraan jenjang dan status sekolah, kurikulum pelajaran sekolah dan strategi pembelajaran juga menjadi lebih variatif, modern bahkan banyak mengadopsi dari sistem penyelenggaraan pendidikan barat.
Pelaksanaan Prodistik dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Pembelajaran Fiqih Berbasis Teknologi dan Informasi
Erwin Yudi Prahara
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.48
Abstract: The use of technology in the learning system gives rise to electronic-based learning as a result of technology. One application of technology is information and communication technology. Information technology-based learning has changed conventional learning systems into media patterns, including computer media with the internet that gave rise to elearning. Prodistik ITS is an educational program equivalent to Diploma 1 for several schools in East Java. This program is an education program based on Information and Communication Technology. With Prodistik, IT-based fiqh learning is not monotonous, learning is easier and more effective. Abstrak: Pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran menimbulkan pembelajaran berbasis elektronik sebagai hasil teknologi. Salah satu aplikasi teknologi adalah teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran berbasis teknologi informasi yang telah mengubah sistem pembelajaran pola konvensional atau tradisional menjadi pola bermedia, diantaranya media komputer dengan internetnya yang memunculkan e-learning. Prodistik ITS adalah program pendidikan setara dengan Diploma 1 untuk beberapa sekolah di Jawa Timur. Program ini adalah program pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan adanya prodistik, pembelajaran fiqih yang berbasis IT menjadi tidak monoton, pembelajaran menjadi lebih mudah dan efektif.