cover
Contact Name
Mukhibat
Contact Email
edukasiajurnal@gmail.com
Phone
+6289222090123
Journal Mail Official
edukasiajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Durian, Janggan, Poncol, Magetan,Indonesia
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27211150     EISSN : 27211169     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Education,
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran has two versions, namely print and online, all of which are registered with the ISSN established by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) e-ISSN 2721-1169 (online) and ISSN 2721-1150 (print). Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a medium for publishing research results related to the thoughts and research of experts, scientists, practitioners and reviewers in the field of education and learning
Articles 1,797 Documents
Peningkatan Pemahaman Konsep Akar dan Perpangkatan dengan Model Pembelajaran Take and Give di Kelas V SDN Bendogerit 2 Kota Blitar Lina Krisnawati
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.49

Abstract

Mathematics learning basically has abstract characteristics, as well as tiered concepts and principles. This causes many students to find it difficult to learn mathematics. The success of learning mathematics in elementary schools is shown by the mastery of the material by students. Mathematics students about roots and powers in class V SDN Bendogerit 2 Blitar City can be seen that they have not yet achieved the expected completeness. The results obtained in learning from 20 students who achieved completeness were only 5 students or 25%. With these results, the researchers conducted qualitative research on mathematics learning. The type of research conducted is Classroom Action (CAR), with data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The learning model used is Take and Give, which is a learning model that has a learning syntax using media cards that contain student names, study materials, and given names, inform competencies, presentation materials.
Metode Fun Learning Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Perkenalan Diri Siswa Kelas 1 SDN Sawentar 02 Kabupaten Blitar Eny Rosidah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.50

Abstract

Abtract: Learning in the lower class is carried out based on the lesson plans that have been developed by the teacher. The learning process must be designed by the teacher so that students' abilities, teaching materials, learning processes, and assessment systems are in accordance with the stages of student development. Another thing that must be understood is that the learning process must be developed interactively and fun. At SDN Sawentar 02 Kanigoro District, Blitar Regency, learning in grade 1 in terms of online self-introduction, it can be seen that it has not yet reached completeness. Of the 20 students who achieved completeness only 6 students or 30%, of this there needs to be an improvement in learning. For this reason, researchers conducted classroom action research quantitatively and qualitatively, to solve these problems. Researchers use the Fun Learning learning method, which is a strategy used to create an effective learning environment, implement curriculum, deliver material, facilitate the learning process which results in improved student learning achievement. Abstrak: Pembelajaran di kelas rendah dilaksanakan berdasarkan rencana pelajaran yang telah dikembangkan oleh guru. Proses pembelajaran harus dirancang guru sehingga kemampuan siswa, bahan ajar, proses belajar, dan sistem penilaian sesuai dengan tahapan perkembangan siswa. Hal lain yang harus dipahami, yaitu proses belajar harus dikembangkan secara interaktif dan memyenangkan. Di SDN Sawentar 02 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, pembelajaran di kelas 1 dalam hal pengenalan diri secara online, dapat diketahui masih belum mencapai ketuntasan. Dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan hanya sebesar 6 siswa atau sebesar 30%, dari hal tersebut perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran. Untuk itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas secara kuantitatif dan kualitiatif, untuk memecahkan permasalahan tersebut. Peneliti menggunakan metode pembelajaran Fun Learning, yaitu strategi yang digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menerapkan kurikulum, menyampaikan materi, memudahkan proses belajar yang mengakibatkan prestasi belajar peserta didik mengalami perbaikan.
Peningkatan Pemahaman Konsep Merawat Diri Sendiri Dengan Metode Demonstrasi di Kelas 1 SDN Bendogerit 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Tanjung Anugrah Widhi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.51

Abstract

Abstract: Low grade children in elementary school are children who are in the early age range. This early age is a short period but it is an important period for a person's life. Therefore, at this time all the potential of children must be encouraged so that they will develop optimally. The learning carried out in class 1 Theme 1 for the 2021/2022 academic year is carried out online, due to the Covid-19 pandemic. In the learning material on how to take care of yourself in grade 1 students, most students still cannot be independent, according to the theme 1 Myself, is an opportunity for teachers to instill concepts and experiences for students. Learning outcomes achieved before the implementation of learning, it can be seen from 19 students who achieved completeness only 6 children or 32%. Thus the teacher conducts qualitative classroom action research to improve students' conceptual understanding with an appropriate method, namely the Demonstration method. Demonstration method is the presentation of lessons by demonstrating and showing students about a certain process, situation or object, either actual or just an imitation. Abstrak: Anak kelas rendah di sd adalah anak yang berada pada rentangan usia dini.Masa usia dini ini adalah masa yang pendek tetapi merupakan masa yang penting bagi kehidupan seseorang.Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi anak harus di dorong sehingga akan berkembang secara optimal. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas 1 Tema 1 Tahun pelajaran 2021/2022 ini dilakukan secara online, karena adanya pandemic Covid-19 ini. Pada materi pembelajaran cara merawat diri di siswa kelas 1 kebanyakan siswa masih belum bisa mandiri, sesuai dengan tema 1 Diriku, merupakan kesempatan bai guru untuk menanamkan konsep serta pengalaman bagi siswa. Hasil belajar yang dicapai sebelum pelaksanaan pembelajaran, dapat diketahui dari 19 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 6 anak atau sebesar 32%. Dengan demikian guru melakukan penelitian tindakan kelas secara kualitatif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan sebuah metode yang sesuai yaitu metode Demonstrasi. Metode Demonstrasi adalah penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.
Model Pembelajaran Open-Ended Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Debit di Kelas V SDN Rembang 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Wiwit Rahmawati
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.52

Abstract

Abstract: Mathematics is a universal science that underlies the development of modern technology, has an important role in various disciplines and advances the power of human thought. In Class V SDN Rembang 2, Sananwetan District, Blitar City, learning Mathematics still requires appropriate methods so that students can solve mathematical problems in their own way with the correct answers. The results obtained by class V in learning Mathematics for Debit material still obtained a very low completeness score. Of the 27 students who can solve Debit questions, only 10 students or 37%, while the limit for the completeness value is 75. As a result of such learning, the teacher conducts research using the Open Ended method, namely learning that allows students to develop a mindset according to their interests and abilities. the ability of each in various solutions and various answers. Abstrak: Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Di Kelas V SDN Rembang 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, pembelajaran Matematika masih memerlukan metode yang sesuai agar siswa dapat memecahkan permasalahan matematika berdasarkan caranya sendiri dengan jawaban yang benar. Hasil yang diperoleh kelas V dalam pembelajaran Matematika materi Debit masih memperoleh nilai ketuntasan yang sangat rendah. Dari 27 siswa yang dapat menyelesaikan soal Debit hanya 10 siswa atau sebesar 37%, sedangkan batas nilai ketuntasannya adalah nilai 75. Hasil belajar demikian maka guru melakukan penelitian dengan menggunakan metode Open Ended, yaitu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan pola pikir sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing dalam berbagai penyelesaian dan jawaban yang beragam.
Peningkatan Pemahaman Konsep Perambatan Bunyi Dengan Karya Telepon Sederhana Melalui Metode Keterampilan Proses di Kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar Ririn Setyowati
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.53

Abstract

Abstract: Science learning is expected to be a vehicle for students to learn about themselves and the natural surroundings, so that the prospect of further development in applying it in everyday life. The learning process emphasizes providing hands-on experience to develop competencies in order to explore and understand the natural surroundings scientifically. In class IV science content learning, teachers are less collaborative in learning in knowledge and skills. In fact, student learning outcomes tend to be less than the KKM content of the lesson, namely from 25 students who achieve completeness only 7 students or 28%. For this reason, research on science learning in grade IV is needed and a method that is more fun for students. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The method used is Process Skills, which is a learning method that emphasizes the learning process, activities and creativity of students in acquiring knowledge, skills, values and attitudes, and applying them in everyday life. Abstrak: Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, sehingga prospek perkembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pada pembelajaran muatan IPA kelas IV guru kurang mengkolaborasikan pembelajaran dalam pengetahuan dan keterampilan. Pada kenyataannya hasil belajar siswa cenderung kurang dari KKM muatan pelajaran, yaitu dari 25 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 7 siswa atau 28%. Untuk itu perlu penelitian pada pembelajaran IPA di kelas IV dan adanya metode yang lebih menyenangkan bagi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode yang digunakan adalah Keterampilan proses, yaitu metode pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perubahan Bentuk Benda di Kelas 2 SDN Kepanjen Kidul Kota Blitar Ida Nurul Laila
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.54

Abstract

Abstract: Children will find it difficult to solve problems by relying solely on their brain power without trying to do direct activities. One learning approach that can meet these needs is active learning which can be implemented in several learning methods. In class II learning at SDN Kepanjenkidul 1 Blitar City, it can be seen in practice that many students cannot understand a concept. Teachers are less creative in providing learning materials. It can be seen from the learning outcomes in the pre-action of 16 students who achieved completeness only as many as 5 students or 31%. With these results, the teacher conducted classroom action research with qualitative descriptive research, using the Experimental method. The experimental method is a way of presenting where students can experiment by experiencing and proving for themselves something they have learned Abstrak: Anak akan menemui kesulitan untuk memecahkan masalah dengan hanya mengandalkan daya otaknya tanpa mencoba melakukan kegiatan yang bersifat langsung. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut adalah pembelajaran aktif yang dapat diimplementasikan dalam beberapa metode pembelajaran. Pada pembelajaran kelas II SDN Kepanjenkidul 1 Kota Blitar dapat diketahui pada praktiknya banyak siswa yang belum bisa memahami suatu konsep. Guru kurang kraetif dalam memberikan materi pembelajaran. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil pembelajaran pada pra tindakan dari 16 siswa yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 5 siswa atau sebesar 31%. Dengan hasil tersebut, guru melakukan penelitian tindakan kelas dengan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan metode Eksperimen. Metode eksperimen merupakan cara penyajian dimana siswa dapat melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarinya
Peningkatan Hasil Belajar Operasi Hitung Perkalian Pecahan Biasa Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Bendo 2 Blitar Maidi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.55

Abstract

Abstract: School is one of the places where students get formal knowledge, a place to gather, play and a variety of fun between one student and another so that interaction occurs. School is also a place where teaching and learning activities take place and a place for interaction between teachers and students. In the UPT Education Unit of SDN Bendo 2, Blitar City, there is a lack of cooperation with peers, this causes a lack of improvement in learning outcomes for students who are less intelligent. It can be seen that in the initial learning, only 10 students got results from 32 students or 32% had not achieved mastery of the material according to the 75% KKM. For this reason, classroom action research is needed using appropriate learning methods. The method used is the Peer Tutor Method which is a learning strategy that utilizes students who have privileges, intelligence and skills in the classroom to help provide explanations, guidance and direction to other students whose intelligence is somewhat lacking or slow in accepting lessons of almost the same age or classmate. Abstrak: Sekolah merupakan salah satu tempat dimana siswa mendapatkan ilmu secara formal, tempat berkumpul, bermain dan berbagai keceriaan antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya sehingga terjadi interaksi. Sekolah juga merupakan tempat dimana kegiatan belajar mengajar berlangsung dan tempat terjadinya interaksi antara guru dan murid. Di UPT Satuan Pendidikan SDN Bendo 2 Kota Blitar pembelajaran kurang adanya kerja sama dengan teman sebaya, hal ini yang menyebabkan kurangnya peningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang pandai. Dapat diketahui pada pembelajaran awal mendapatkan hasil dari 32 siswa hanya 10 siswa atau 32% belum mencapai penguasaan materi sesuai KKM 75%. Untuk itu diperlukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai. Adapun metode yang digunakan adalah Metode Tutor Sebaya merupakan suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan kecakapan di dalam kelas untuk membantu memberikan penjelasan, bimbingan dan arahan kepada siswa lain yang kepandaiannya agak kurang atau lambat dalam menerima pelajaran yang usianya hampir sama atau sekelas.
Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Ciri Khusus Makhluk Hidup Dengan Model Pembelajaran Experiential Learning di Kelas VI SDN Bendogerit 2 Kota Blitar Ericca Retna Kusumawati
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.56

Abstract

Abstract: Science learning in SD/MI is a learning that must use my direct learning experience to form good understanding and cognitive. What has been conveyed in experience is that learning delivered to elementary/MI children must overcome problems by using a way of thinking and giving students gain. In learning science about the special characteristics of living things in class VI SDN Bendogerit 2, Sananwetan District, Blitar City, it can show poor learning outcomes, especially in online learning. Learning outcomes can be seen from 20 students who achieved completeness only 6 students or 30% with a classical average value of 47.5. This value is due to the lack of learning by doing separate experiences and the existence of barriers to online learning. In this case the sixth grade teacher conducts classroom action with qualitative descriptive research, with a learning method that seeks to improve students' conceptual understanding. Experience-Based Learning Method (Experiential Learning) is a model of the teaching and learning process that activates learners to build knowledge and skills through direct experience. Abstrak: Pembelajaran IPA di SD/MI merupakan suatu pembelajaran yang harus menggunakan pengalaman belajar langsung gua membentuk pemahaman dan kognitif yang baik. Dimana yang telah disampaikan piaget dimaksudkan bahwa pembelajaran yang disampaikan kepada anak usia SD/MI harus menekankan terhadap pemecahan masalah dengan menggunakan berpikir konkrit dan membawa siswa memperoleh pengalaman. Pada pembelajaran IPA tentang Ciri Khusus Makhluk Hidup di kelas VI SDN Bendogerit 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, dapat menunjukkan hasil belajar yang kurang bagus, terutama dalam pembelajaran online. Hasil belajar dapat diketahui dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 6 siswa atau sebesar 30% dengan nilai rata-rata klasikal 47,5. Nilai demikian disebabkan kurangnya pembelajaran dengan cara melakukan pengalaman tersendiri dan adanya hambatan pembelajaran secara online. Dalam hal ini guru kelas VI melakukan penelitian tindakan kelas dengan penelitian Deskriptif kualitatif, dengan sebuah metode pembelajaran yang diupayakan untuk meningkatkan peningkatan pemahaman konsep siswa. Metode Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Eksperiential Learning) merupakan suatu model proses belajar mengajar yang mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalamannya secara langsung.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Globalisasi Dengan Metode Pembelajaran Inovatif di Kelas VI SDN Sananwetan 2 Kota Blitar Wiwik Yuliani
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.57

Abstract

Abstract: Social studies learning is learning about humans and their world, humans as social beings who always live together with each other. In social life, humans will face challenges both in their own area and the entry of foreign cultures into our country. Social studies learning at the UPT Education Unit of SDN Sananwetan 2 Blitar City on Globalization, is still not carried out well and gets a score that is still less than the KKM. In this case the teacher must instill about the position of students in the era of globalization in order to filter the entry of foreign influences into Indonesia. Learning outcomes obtained from pre-action learning can be seen from 28 students who achieved completeness only as many as 8 students or 29%. Accordingly, the teacher conducts classroom action research, with qualitative descriptive research, using a learning method that can improve students' conceptual understanding. The method used is an innovative learning method, namely learning that provides more opportunities for students to construct knowledge independently (self-directed) and mediated by peers (peer mediated instruction). Abstrak: Pembelajaran IPS merupaka pembelajaran tentang manusia dengan dunianya, manusia sebagai makhluk sosial yang selalu hidup bersama dengan sesamanya. Dalam kehidupan sosial, manusia akan menghadapi tantangan-tantangannya baik di daerah sendiri maupun masukknya budaya asing ke negara kita. Pembelajarn IPS di UPT Satuan Pendidikan SDN Sananwetan 2 Kota Blitar tentang Globalisasi, masih belum terlaksana dengan baik dan mendapatkan nilai yang masih kurang dari KKM. Dalam hal ini guru harus menanamkan tentang kedudukan siswa dalam era Globalisasi agar dapat menyaring masuknya pengaruh asing yang masuk ke Indonesia. Hasil pembelajaran yang diperoleh dari pembelajaran pra tindakan dapat diketahui dari 28 siswa yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 8 siswa atau sebesar 29%. Sesuai dengan hal tersebut guru melakukan penelitian tindakan kelas, dengan penelitian Deskriptif kualitatif, dengan menggunakan sebuah metode pembelajaran yang dapat meningkatakan pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan adalah metode pembelajaran inovatif, yaitu pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction).
Peningkatan Pemahaman Konsep Sifat-Sifat Bangun Datar Dengan Metode Guided Discovery Learning di Kelas III SDN Sananwetan 2 Kota Blitar Ariadi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.59

Abstract

In learning mathematics, the teacher provides opportunities for students to carry out activities of finding and investigating patterns and to determine relationships. Activities can be carried out through experiments to find sequences, differences, comparisons, groupings, and so on and provide opportunities for students to find relationships between understanding one another. In fact, the Mathematics learning material on the Characteristics of Flat Shapes which was carried out in class III SDN Sananwetan 2 did not appear to have carried out activities related to investigation and discovery. This can be seen from the learning outcomes obtained by class III students, namely from 25 students who achieved completeness only 7 students or 28%. In this case the teacher must conduct a classroom action research so that students get the expected results. The research was conducted using a learning method, namely Guided Discovery Learning, which is a method where in the teaching and learning process the teacher allows students to find information for themselves without being told or lectured, and the teacher acts as a facilitator.

Page 97 of 180 | Total Record : 1797