cover
Contact Name
Sulung rahmawan wira ghani
Contact Email
invantri.unhasy@gmail.com
Phone
+628563087058
Journal Mail Official
invantri.unhasy@gmail.com
Editorial Address
Jalan Irian Jaya No. 55, Tebuireng, Cukir, Kecamatan Diwek, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur, 61471
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Bidang Inovasi & Pengelolaan Industri (Invantri)
ISSN : -     EISSN : 28086740     DOI : https://doi.org/10.33752/invantri
INVANTRI adalah Jurnal Ilmiah Teknik Industri Unhasy Tebuireng Jombang. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan menjadi wadah sekaligus media publikasi artikel berbasis riset penelitian dan pengabdian bagi para mahasiswa, akademisi dan praktisi di bidang Teknik Industri. Secara khusus INVANTRI menerima artikel ilmiah Bahasa Indonesia & Bahasa inggris terkait perkembangan pemanfaatan teknologi di segala bidang fungsional industri. Jurnal ini terbit 1 tahun 2 kali. Jurnal INVANTRI menerima karya asli yang belum pernah dipublikasikan pada jurnal lain. Yang terdiri dari: Green Industry and Eco Industrial Park, Green & Lean Manufacturing, Logistic dan Supply Chain, Innovation Product Design & Eco Product, Optimation process, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Ergonomics, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Safety Engineering, Industrial Operational Research, Industrial Halal Product, dan Marketing strategy
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2026): Februari" : 8 Documents clear
ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOT SIZING EOQ, POQ, DAN LUC DALAM PERENCANAAN MATERIAL BERBASIS MRP PADA INDUSTRI PLASTIK Ardiansyah, Ahmad; Sumarsono; Mayasari, Andhika; Muflihah, Nur
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9518

Abstract

Ketidaktepatan dalam perencanaan bahan baku dapat menyebabkan overstock atau kekurangan stok, yang berdampak pada meningkatnya biaya dan terganggunya produksi. PT. X menghadapi tantangan serupa karena belum sepenuhnya mengimplementasikan sistem perencanaan material berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tiga metode lot sizing Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Least Unit Cost (LUC) dalam sistem Material Requirement Planning (MRP) guna menentukan metode optimal dalam pengadaan bahan baku. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengintegrasikan data hasil peramalan bulanan ke dalam sistem MRP, kemudian membandingkan masing-masing metode berdasarkan total biaya dan frekuensi pemesanan. Hasil menunjukkan bahwa LUC memberikan total biaya terendah sebesar Rp19,70 miliar, diikuti POQ Rp20,24 miliar dan EOQ Rp20,84 miliar. Integrasi MRP dan lot sizing terbukti efektif untuk mengoptimalkan pengadaan bahan baku.
ANALISIS RISIKO DALAM MENENTUKAN STRATEGI INSPEKSI DAN MITIGASI PADA PIPELINE DI PERUSAHAAN MIGAS Imam Hilman Fathoni; Minto; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9760

Abstract

Sistem perpipaan pada industri migas memiliki peran vital dalam proses distribusi fluida hidrokarbon. Namun, sistem ini juga memiliki risiko kegagalan yang tinggi akibat korosi, tekanan operasional, kondisi lingkungan, serta minimnya inspeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kegagalan pipa migas menggunakan tiga pendekatan utama yaitu, Thickness Requirement yang digunakan untuk mengetahui standar kemanan ketebalan minimum pipa dan juga laju korosi serta perkiraaan masa umur pipa. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan memprioritaskan risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengetahui akar penyebab dari terjadinya mode kegagalan dengan RPN terbesar pada metode FMEA. Melalui analisis Thickness Requirement diperoleh minimum required wall thickness sebesar 3,413 mm, dengan laju korosi terbesar 0,18 mm/tahun, terkecil 0,03 mm/tahun dan rata-rata 0,135/tahun dan didapatkan juga perkiraan umur pipa terkecil selama 27,42 tahun, terlama 46,31 tahun dan rata-rata 33,53 tahun. Kemudian hasil dari menunjukkan bahwa penurunan ketebalan pipa di bawah batas minimum merupakan mode kegagalan paling kritis dengan RPN sebesar 360. Sementara itu, Fault Tree Analysis digunakan untuk memetakan penyebab kegagalan secara sistematis. Hasil dari metode FTA menunjukkan bahwa terdapat 27 basic events yang dapat memicu penurunan ketebalan pipa hingga menyebabkan kegagalan. Ketiga metode ini saling melengkapi dalam mengevaluasi kondisi teknis pipa, memetakan akar penyebab kegagalan, dan memberikan strategi mitigasi risiko yang lebih efektif.
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DENGAN PERBANDINGAN BEBERAPA LOT SIZING: STUDI KASUS UKM TAHU Hermawan, Faris; Sumarsono; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning Farida Afiatna
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kebutuhan bahan baku dan menyusun penjadwalan pengadaan bahan baku secara optimal menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) pada UKM Tahu Pak Miaji. UKM Tahu masih menggunakan sistem pemesanan bahan baku kedelai secara harian tanpa perencanaan jangka panjang, yang menyebabkan tingginya biaya pemesanan dan potensi ketidakefisienan dalam pengelolaan persediaan. Metode yang digunakan meliputi tahap peramalan kebutuhan bahan baku dengan Software Minitab dan analisis beberapa metode Forecasting seperti Holt-Winters, serta penentuan ukuran lot (Lot Sizing) menggunakan metode Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Least Unit Cost (LUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan terbaik adalah Holt-Winters Additive dengan nilai Mean Absolute Deviation (MAD) terendah sebesar 397. Berdasarkan 4 metode pendekatan untuk penentuan lot, yaitu LFL, EOQ, POQ, dan LUC. Metode POQ menghasilkan total biaya pengadaan paling rendah sebesar Rp. 2.553.128.168. Dibandingkan dengan sistem pemesanan harian UKM yang menghasilkan total biaya sebesar Rp. 2.629.536.668. Penerapan metode MRP mampu menekan biaya pengadaan bahan baku pada UKM Tahu. Dengan demikian, MRP terbukti efektif dalam mengoptimalkan pengadaan bahan baku, mengurangi biaya, dan mendukung kelancaran proses produksi di UKM Tahu.
PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DALAM MENYUSUN SISTEM PEMELIHARAAN PREVENTIF PADA BOILER Feriyono; Nur Muflihah; Minto; Andhika Mayasari
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9843

Abstract

PT. XYZ mengalami downtime produksi yang disebabkan oleh padamnya boiler, salah satu penyebabnya adalah kegagalan pada mesin Forced Draft Fan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mode-mode kegagalan, akibat dari kegagalan dan menyusun lembar kerja perawatan preventif mesin FDF berdasarkan metode RCM. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 8 mode kegagalan pada tahap FMEA yaitu keausan bearing, pelumasan tidak memadai, bearing retak, VFD terlalu panas, kipas pendingin VFD rusak, pressure transmitter tidak akurat, kerusakan power supply dan sensor rusak, 7 mode kegagalan diantaranya berdampak pada akibat operasional. Lembar kerja perawatan dapat disusun dengan mengacu pada hasil perhitungan fungsi keandalan dan hasil analisis RCM. Dari hasil perhitungan fungsi keandalan, nilai keandalan bearing pada 905,1 jam sebesar 47%, nilai keandalan VFD pada 1187,2 jam sebesar 29% dan nilai keandalan pressure transmitter pada 2082,6 jam sebesar 23%. Kemudian didapatkan pula waktu interval perawatan yang direkomendasikan yaitu setiap 788,2 jam untuk komponen bearing, setiap 663,6 jam untuk komponen VFD dan setiap 689,2 jam untuk komponen pressure transmitter dengan target probabilitas keandalan yang ditetapkan sebesar 70%.
ANALISIS PEMILIHAN VENDOR TRUCKING DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS DI KANTOR POS CABANG X Sifa Samrotu Zakiyyah; Ali Mohamad Rezza; Dera Thorfiani; Eduard Sondakh
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.10171

Abstract

Dalam kegiatan pemilihan Vendor Trucking oleh tim penjualan korporat di Kantor Pos Cabang X, ditemukan fenomena ketidakefisienan dalam proses pemilihan Vendornya. Pemilihan dilakukan tanpa menggunakan metode terstruktur, melainkan hanya berdasarkan asumsi dan pengalaman subjektif. Hal ini dapat terlihat dari keluhan pelanggan yang diberikan kepada perusahaan terkait keterlamabatan, dan kurangnya komunikasi dengan pihak Vendor Trucking. untuk itu, perusahaan sebaiknya segera melakukan evaluasi lebih lajut mengenai masalah tersebut, dikarenakan masalah tersebut dapat mengurasi rasa kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Melalui pendekatan metode Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS), maka dapat mengetahui Vendor Trucking terbaik yang dapat dilanjutkan dalam proses pemilihan Vendor berikutnya. kombinasi metode AHP dan TOPSIS dipilih dengan alasan metode AHP memiliki kelebihan berdasar pada matriks perbandingan pasangan dan melakukan analisis konsistensi, sedangkan metode TOPSIS dapat menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis, karena konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien, serta memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan. Hasil akhir dari analisis perhitungan bobot alternatif terbaik menggunakan kombinasi metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) menunjukan bahwa Vendor A memperoleh bobot tertinggi, yaitu sebesar 1,798 atau 179,8%, sehingga tetap menjadi pilihan utama. Selanjutnya, Vendor C menempati posisi kedua dengan bobot sebesar -1,024 atau -102,4%. Sementara itu, Vendor B berada di posisi terakhir dengan bobot -0,003 atau -0,3%.
RANCANG BANGUN DAN EVALUASI MESIN PENCACAH DAUN KERING SEBAGAI PUPUK KOMPOS Dinang pratama, Defrian; Iri, Minto; Sumarsono; Muflihah, Nur
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.10701

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan mengevaluasi mesin pencacah daun kering sebagai solusi pengolahan sampah organik khususnya daun kering menjadi pupuk kompos. Permasalahan yang ditemukan adalah pada tempat penyimpanan kayu di Mojokerto yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan kebakaran akibat penumpukan daun. Penelitian ini menggunakan pendekatan design thinking melalui lima tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Mesin dirancang menggunakan motor AC 135 watt dengan sistem bilah putar dalam silinder vertikal. Hasil pengujian kinerja menunjukkan kapasitas pencacahan sebesar 13,17 kg/jam dengan ukuran partikel rata-rata 6 mm. Kehalusan pencacahan mencapai 88% dengan konsumsi daya sebesar 0,135 kWh/jam atau sekitar Rp182,75. Mesin ini mampu mencacah daun dengan kapasitas 13,17 kg/jam dengan efisiensi operasional sebesar 79% (berkategori “sangat baik”). Validasi dilakukan oleh dua orang validator yang masing-masing memberikan skor fungsional dan kelayakan berkisar antara 75%–83%. Mesin ini menggunakan motor berdaya 135 watt yang beroperasi pada 3000 RPM, yang dikonversi melalui sistem transmisi 2:3 untuk menghasilkan kecepatan poros 2000 RPM. Uji kapasitas dan evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa mesin ini efektif untuk digunakan masyarakat dalam mengolah limbah daun menjadi kompos yang bermanfaat.
PEMETAAN TREN DAN STRUKTUR PENGETAHUAN RISET MATERIAL BERKELANJUTAN UNTUK APLIKASI INDUSTRI: ANALISIS BIBLIOMETRIK Zaydan, Sadid
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.11382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan struktur pengetahuan riset material berkelanjutan untuk aplikasi industri menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan fitur Analyze Results, perangkat lunak VOSviewer, serta Biblioshiny. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tren publikasi tahunan, pola kolaborasi penulis, keterkaitan kata kunci, dan perkembangan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi riset material berkelanjutan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan membentuk struktur pengetahuan yang terorganisasi dalam beberapa klaster tema utama. Temuan ini menunjukkan bahwa riset material berkelanjutan berkembang secara aktif dan memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan aplikasi industri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti dan praktisi industri dalam memahami arah perkembangan riset material berkelanjutan.
IMPLEMENTASI METODE HIRADC DAN JSA DALAM PENGENDALIAN RISIKO K3 DI CV SAMUDERA INATECH SUKSES Syuhada, Muhammad Arya; Yuliawati, Evi
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.11390

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor krusial bagi produktivitas industri powder coating yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan kimia, panas, dan bahaya ergonomi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, serta merumuskan strategi pengendalian di CV Samudera Inatech Sukses menggunakan integrasi metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Job Safety Analysis (JSA). Melalui pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 17 responden, ditemukan risiko tertinggi pada proses heat strain (10,47), gangguan pernapasan (10,00), dan cedera otot (9,82) yang dipicu oleh fenomena dual strain serta paparan debu cat. Strategi pengendalian yang dirumuskan mencakup rekayasa teknik melalui pemasangan Local Exhaust Ventilation (LEV) dan platform ergonomis, pengendalian administratif melalui rotasi kerja serta inspeksi rutin, hingga standarisasi APD menggunakan respirator N95/P100 dan sarung tangan aramid. Implementasi mitigasi berlapis ini diharapkan mampu mereduksi tingkat risiko ke kategori rendah dan meningkatkan standar keselamatan operasional perusahaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8