cover
Contact Name
imam khowim
Contact Email
alathfal@iaipd-nganjuk.ac.id
Phone
+6281232576146
Journal Mail Official
alathfal@iaipd-nganjuk.ac.id
Editorial Address
jln wilis kramat
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Athfal: Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 2774793X     EISSN : 2774793X     DOI : 10.53429
Core Subject : Science, Education,
Al-Athfal (Pendidikan anak usia Dini) yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk. Jurnal ini memuat kajian-kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini artikel penelitian konten dan/atau kajian kritis-analitis di bidang pendidikan anak usia dini. Tujuan jurnal ini adalah untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menjelaskan pengetahuan tentang pendidikan anak, perkembangan anak, masalah dan masalah anak. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 15-20 halaman, 4000-5000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Alamat Redaksi: Jl.Wilis Kramat nganjuk Telp/Fax. (0358) 324737 Kode Pos 64419 Nganjuk, journal ini merupakan versi cetak yang diterbitkan Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk.
Articles 104 Documents
Pengembangan Aspek Nilai Agama Dan Moral Pada Anak Usia Dini Miftah Kusuma Dewi, M.Pd.I
Bahasa Indonesia Vol 2 No 01 (2022): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v2i01.460

Abstract

Perkembangan aspek nilai-nilai moral dan agama adalah kemampuan anak untuk bersikap dan bertingah laku. Mengajarkan nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat adalah tanggung jawab pendidik, orang tua dan orang dewasa disekitar anak. Hal ini menyebabkan perlunya pengembangan pembelajaran terkait nilai nilai moral dan agama. Pendidikan moral dan nilai-nilai agama, sebagaimana dijabarkan oleh kurikulum pendidikan anak usia dini menunjukkan bahwa pendidikan moral dan nilai-nilai agama ditanamkan tidak hanya dalam kegiatan ibadah agama yang sifatnya rutinitas tetapi melalui secara luas dalam berbagai aktifitas anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, data yang diambil dari naskah-naskah, buku-buku yang bersumber dari khazanah kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, jurnal, web (internet). Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dipergunakan untuk menarik kesimpulan dari berbagai sumber yang berhubungan dengan topik yang diangkat dalam penulisan ini. Hasil dari penelitian ini adalah ara mengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini dapat dilakukan dengan berapa pembiasaan yang ada disekolah, diantaranya adalah (1) Cerita keteladanan melalui cerita-cerita Nabi atau cerita yang lain mengenai ketuhaan dapat diberikan kepada anak setiap hari saat kegiatan pembiasaan sebelum melakukan kegiatan main. (2) Membiasakan berperilaku terpuji disekolah adalah berdo’a, mengucap dan menjawab salam, berperilaku jujur, saling tolong menolong, bersikap sopan dan hormat, mencium tangan orang yang lebih tua, meminta maaf jika melakukan kesalahan, berkata yang baik, menghargai orang ketika sedang ada yang berbicara, menghormati orangtua dan mengucapkan terima kasih. (3) Pembiasaan beribadah mulai praktek ibadah sesuai agama anak
Refleksi Gaya Parenting: Pembelajaran Daring Pada Anak Usia Dini Selama Pandemi Covid 19 Udin Erawanto; Miranu Triantoro
Bahasa Indonesia Vol 2 No 01 (2022): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v2i01.461

Abstract

Gaya parenting selama pembelajaran daring dimasa pandemi Covid 19 menarik perhatian peneliti secara global. Setelah pandemi Covid-19, orang tua mendapatkan tantangan baru dalam parenting pada proses pembelajaran daring.terdapat perubahan pola asuh yang terjadi sebelum pandemi dengan selama pandemic Covid-19. Fenomena ini menjadi realitas global yang dirasakan secara luas. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring anak usia dini selama covid 19 dilihat dari refleksi gaya parenting. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Adapun sampel dalam penelitian menggunakan sampling jenuh yang berjumlah sebanyak 32 orang tua yang memiliki anak bersekolah di PAUD. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gaya pola asuh orang tua terhadap pembelajaran daring pada AUD di Masa Pandemi Covid 19 mayoritas orang tua masih ragu-ragu. Sebagaimana telah dikemukakan gaya pola asuh orang tua terbagi menjadi dua yakni permisif dan otoriter. Baik orang tua yang otoriter maupun permisif sama-sama memiliki gaya pola asuh yang belum siap dalam menghadapi pembelajaran secara daring. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran daring pada anak AUD sebaiknya disesuaikan dengan materi yang mudah dipahami orang tua dan berfokus pada perubahan yang baik dalam belajar anak atau membuka wawasan diri untuk menerima pembelajaran daring tersebut.
PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER DI ERA PANDEMI COVID -19 Miftah Kasuma Dewi
Bahasa Indonesia Vol 2 No 02 (2022): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v2i02.570

Abstract

Abstrack Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang dilakukan oleh pendidik baik guru, orang tua, dan lingkungan sekitar nutuk menanamkan nilai-nilai pendidikan baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Proses pendidikan pada anak dimulai dari keluarga. Ibu sebagai seseorang yang pertama di kenal oleh anak memiliki peran utama dalam proses pendidikan. Tidak hanya ibu, namun ayah juga sangat mempengaruh keberhasikan pendidikan dalam keluarga.ADHD adalah istilah popular, kependekan dari attention deficit hyperactivity Disorder (Attention = perhatian, Deficit, berkurang, Hiperactivity = hiperaktif, dan disorder = gangguan). Atau dalam bahasa Indonesia ADHD berarti gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif. Saat ini banyak di jumpai berbagai macam gangguan psikologis yang terjadi pada anak-anak, diantaranya adalah gangguan konsentrasi, attention deficit hyperactivity disorder atau bisa disebut dengan ADHD, Autis, disleksia, ganguan komunikasi dan lain sebagainya.Diantara ganguan tersebut seringkali mengalami tumpang tindih dalam pemaknaanya. Metode mendidik anak attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD dibagi menjadi dua yaitu metode mendidik selama di rumah dan di tempat terapi. Peran orang tua dalam mendidik anak ADHD adalah sebagai pengasuh yang memberikan kasih saying. Orang tua dalam mendidik anak ADHD dimasa pandemi covid ada empat yaitu Pengasuh dan pendidik, pembimbing, motivator, dan fasilitator. Metode penelitian ini mengunakan kajian pustaka yang memiliki tujuan mengumpulkan data dan informasi ilmiah, berupa teori-teori, metode, atau pendekatan yang pernah berkembang dan telah didokumentasikan dalam bentuk buku, jurnal, naskah, catatan, rekaman sejarah, dokumen-dokumen, dan lain-lain yang terdapat di perpustakaan
PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMANFAATAN LINGKUNGAN DAN BAHAN BEKAS SEBAGAI ALAT PERAGA EDUKATIF Nilam Nurrohmah
Bahasa Indonesia Vol 2 No 02 (2022): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v2i02.571

Abstract

Abstrack Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah dan titipan yang Allah SWT berikan kepada orang tua. Setiap anak punya keistimewaan dan keunikan sendiri karena itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Pendidikan karakter adalah usaha yang disengaja untuk mengembangkan karakter yang baik berdasarkan nilai-nilai inti kebaikan untuk individu dan masyarakat. Penanaman karakter merupakan suatu upaya untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menempatkan dirinya dalam situasi apapun. Karakter yang kuat merupakan prasyarat untuk menjadi seorang pemenang dalam medan kompetisi. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan dan bahan bekas sebagai alat peraga edukatif, hasil yang didapatkan dari penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan dan bahan bekas sebagai alat peraga edukatif. Metode penelitian ini menggunakan kajian pustaka, dimana kegiatan ini (penyusunan kajian pustaka) bertujuan mengumpulkan data dan informasi ilmiah, berupa teori-teori, metode, atau pendekatan yang pernah berkembang dan telah di dokumentasikan dalam bentuk buku, jurnal, naskah, catatan, rekaman sejarah, dokumen-dokumen, dan lain-lain yang terdapat di perpustakaan. Selain itu, kajian ini dilakukan dengan tujuan menghindarkan terjadinya pengulangan, peniruan, plagiat, termasuk suaplagiat. Hasil dari penelitian ini Sikap kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dibuktikan dengan melaksanakan dan mengikuti berbagai kegiatan seperti, kegiatan budaya peduli lingkungan di sekolah, perilaku membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah pribadi dan bertanggung jawab merawat dan tidak merusak tanaman yang ada disekitar lingkungan sekolah
Metafisika sebagai sebuah disiplin ilmu Pendik Hanafi
Bahasa Indonesia Vol 2 No 01 (2022): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v2i01.573

Abstract

Metafisika berusaha memfokuskan diri pada prinsip dasar yang terletak pada berbagaipertanyaan atau yang diasumsikan melalui berbagai pendekatan intelektual. Setiap prinsip dinamakan “pertama”, sebab prinsip-prinsip itu tidak dapat dirumuskan kedalam istilah lain yang mendahuluinya. Sebagai contoh: istilah prinsip pertama yang dipergunakan Aristoteles merupakn penjelasan mengenai alam semesta yakni”penggerak yang tidak digerakkan”, dikatakan menjadi sebab dari segala gerak tanpa dirinya digerakkan oleh hal ada yang lain. Itu berarti istilah tersebut mebjelaskan semua gerak, tetapi ia sendiri tidak membutuhkan penjelasan tentang dirinya sendiri. Persoalan yang timbul di seputar metafisika terutama di kalangan ilmuan yaitu: dapatkah metafisika dikategorikan sebagai sebuah disiplin ilmu
PENANAMAN AQIDAH ISLAMIAH SEJAK USIA DINI Pendik Hanafi
Bahasa Indonesia Vol 2 No 02 (2022): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v2i02.574

Abstract

ABSTRAK Pada hakikatnya setiap individu dilahirkan kedunia ini dalam keadaan suci (Fitroh), yang diumpamakan sebagai kertas putih yang belum ditulisi (a sheet ot white paper avoid of all characters) yang mana baik buruknya tergantung dari orang tua, pendidikan, dan lingkunganya. Setiap orang tua mempunyai kewajiban mendidik anak menjadi manusia sholeh, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Selaras dengan itu, tujuan dari pendidikan adalah untuk membentuk, menyempurnakan, dan menyeimbangkan kepribadian anak sehingga manakala anak telah memasuki usia dewasa (Balig) sanggup melaksanakan kewajiban yang dibebankan pada dirinya.Akidah merupakan simpul atau tali, yang mana berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari agar memiliki keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat. Peran orang tua, guru, lingkungan dalam menanamkan nilai akidah islamiah untuk anak usia dini sangatlah penting, karena anak usia dini merupakan masa-masnya berkembang dari segala sisi(masa ini disebut masa keemasan). Disamping itu juga segala yang ditanamkan pada anak usia dini akan terus melekat pada anak hingga dewasa, masa ini merupakan masa pembentukan pondasi dasar untuk landasan dalam menjalani kehidupan dimasa yang akan datang, untuk itu di dalam pendidikan anak usia dini peran guru secara khusus dan orang tua serta lingkungan secara umum sangat penting dalam membangun dan membentuk Aqidah Islamiah yang kokoh pada diri individu anak. Peran seorang guru, orang tua, dan lingkungan dalam membangun akidah Islamiah yaitu dengan memberi suri tauladan yang baik, mendidik dan mengajarkan tentang ketauhidan, membimbing anak untuk mengenal siapa penciptannya, mengarahkan anak untuk berperilaku baik dan melatih anak untuk menjalankan ibadah sehari-hari yang mencakup dalam 5 rukun Islam. Sedangkan bentuk Kegiatan dalam penanaman atau membangun akidah islamah adalah dengan bimbingan dan mengajarkan hafalan 5 aspek rukun Islam dan 6 rukun iman, menghafalkan 2 kalimat syahadat beserta artinya, melaksanakan praktek sholat, praktek zakat fitrah dan puasa di bulan Ramadhan, serta praktek manasik haji setiap 2 tahun sekali, selain itu juga mengajarkan mengaji, membimbing hafalan doa sehari-hari, hadits hadits sederhana serta hafalan surat-surat pendek setiap hari. Dengan adanya penanaman aspek-aspek diatas diharapkan bisa membangun pondasi dan kekuatan Aqidah seorang anak dan bisa dibawa dikemudian hari (dimasa dewasanya kelak).
Penerapan Media Wayang Kardus Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Usia3 -4 Tahun di PAUD Citra Insani Panggungduwet Kademangan Blitar MIFTACHUS SHOLIKAH
Bahasa Indonesia Vol 3 No 01 (2023): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v3i01.740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model flipped classroom terhadap kemampuan pemahaman teknik penulisan karya ilmiah pada perkuliahan bahasa Indonesia di semester awal program studi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy experiment. Penelitian ini dilakukan pada Perkuliahan Bahasa Indonesia. Subyek penelitian adalah Mahasaiswa semester 1 A dan 1 C program studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk tahun akademik 2022/2023. Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh dan uji hipotesis menggunakan uji Anova one way dengan bantuan aplikasi SPSS.
Penerapan Pengajaran Metode Bilingual Pada Perkembangan Bahasa Inggris Anak Usia 3-4 Tahun Studi Kasus Dikelas Kelompok Bermain PAUD HappyFeet Tulungagung MIFTAH KUSUMA DEWI
Bahasa Indonesia Vol 3 No 01 (2023): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v3i01.741

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya, Implementasi nilai-nilai Pancasila pada Kurikulum Merdeka di jenjang Sekolah Menengah Pertama memiliki tujuan untuk membentuk karakter siswa yang kuat, memperkuat rasa nasionalisme dan kebangsaan, serta meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan. Melalui pembelajaran yang berbasis nilai-nilai Pancasila, siswa diharapkan dapat memahami makna dari setiap nilai Pancasila dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini penulis menggunakan : Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif
Penerapan Seni tari pada anak usia dini Di RA Al Khodijah Sumberagung Tulungagung FINA LUTFIANA RAHMAWATI
Bahasa Indonesia Vol 3 No 01 (2023): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v3i01.742

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya , Dalam satuan pendidikan jenjang SMP, manajemen sarana prasarana perlu dikelola secara profesional dan terstruktur agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.[1] Ketersediaan sarana prasarana yang memadai akan membantu meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar serta memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Selain itu, manajemen sarana prasarana juga berpengaruh terhadap citra sekolah dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan [1] Sudarsono, A. (2018). Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Yogyakarta: Deepublish.
Pengaruh Permainan Puzzle Angka Terhadap Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B di TK Kusuma Mulia Ngadiluwih Kediri MOH. SAFI`IL ANAM
Bahasa Indonesia Vol 3 No 01 (2023): Al-Athfal:Pendidikan Anak Usi Dini
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/al-athfal.v3i01.743

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya , Kepala sekolah perlu mampu mengarahkan dan mengelola seluruh aspek pendidikan, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka, agar dapat berjalan dengan baik dan efektif. Dalam hal ini, kepala sekolah harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, serta memahami dengan baik visi dan misi kurikulum Merdeka sehingga dapat memimpin dan mengelola implementasinya dengan tepat.. Dalam penelitian ini penulis menggunakan

Page 10 of 11 | Total Record : 104