cover
Contact Name
Purwani Istiana
Contact Email
mediainfoUGM@gmail.com
Phone
+628157936861
Journal Mail Official
mediainfoUGM@gmail.com
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Bulaksumur, PO BOX 16 Yogyakarta, 55281 Telp./ Fax. (0274) 513163 Email mediainfoUGM@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Informasi
ISSN : 08542066     EISSN : 28292707     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Artikel yang diterbitkan di Media Informasi mencakup karya ilmiah hasil pemikiran konseptual, best practice, literatur review dan hasil penelitian dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi dalam konteks perpustakaan dan kepustakawanan. Bidang Ilmu perpustakaan dan informasi yang dicakup antara lain: Layanan perpustakaan dan informasi Manajemen Perpustakaan dan Informasi Sumber Informasi Perpustakaan digital Bibliometrik Dan subjek lain yang terkait bidang ilmu perpustakaan dan informasi.
Articles 138 Documents
Webconference dengan webex mewujudkan pembelajaran abad 21 melalui penguatan keterampilan Pustakawan Endah Choiriyah
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.313 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4118

Abstract

Abad 21 dikenal sebagai abad millenial, yang ditandai dengan adanya revolusi industri 4.0. Pada abad ini, internet menjadi andalan dalam berbagai kehidupan manusia (internet of things/IoT), gojek, gofood, goPay sampai pada sistem pembelajaran daring (dalam jaringan). Sistem pembelajaran daring saat ini telah banyak diminati oleh institusi maupun perorangan, baik swasta maupun pemerintah. Webex sebagai salah satu aplikasi webconference (komunikasi berbasis teknologi internet) yang dapat didownload secara gratis dan digunakan sebagai komunikasi antar kota, antar negara dengan efisiensi waktu dan biaya. Aplikasi ini bisa dipakai untuk mengadakan pelatihan online, seminar online, rapat online dan bahkan kuliah online. Universitas Gadjah Mada telah mengembangkan perkuliahan secara online dengan menggunakan aplikasi yang ada, salah satunya Webex. Begitu juga yang ada di Fakultas Kedokteran Hewan, sebagian perkuliahan telah dilakukan secara online dengan aplikasi ini. Kuliah online ini memberi banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan kuliah secara regular. Kuliah online dapat dilakukan dimana saja baik di rumah, kantin, café dengan fleksibilitas jadwal belajar. Aplikasi Webex ini juga bisa digunakan untuk menguatkan peran pustakawan dalam mendukung sistem pembelajaran abad 21 dengan 1) memberi pelatihan kepada civitas akademika tentang pemanfaatan Webex; 2) Webinar penelusuran informasi ilmiah; 3) bekerja sama dengan dosen untuk meminta link kuliah online sehingga mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan di ruang telekonferensi di perpustakaan; 3) melalui Dekan, menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan di seluruh Indonesia mewujudkan kuliah bersama untuk mata kuliah tertentu dengan menggunakan webex. Penguatan keterampilan pustakawan dapat menjadi pioneer di dalam institusi dan masyarakat. Pustakawan menjadi contoh, teladan dan inovasi dalam memberikan layanan kepada pemustaka.
Pustakawan membangun masyarakat literat dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan Eti Sumiati
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.291 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4121

Abstract

Masyarakat literat dalam arti sempit merupakan masyarakat yang memiliki kemampuan membaca dan menulis. Dalam arti luas masyarakat literat merupakan masyarakat yang dapat berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Tingkat literasi Indonesia masih terbilang paling rendah., hal tersebut ditunjukan dengan data Central Connecticut State University tahun 2016 dimana Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 dunia. UNESCO pun pernah mempublikasikan data minat baca masyarakat Indonesia di angka 0,001 persen. Penelitian yang dilakukan oleh Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain menempatkan Finlandia sebagai negara paling literat atau terpelajar di dunia. Peran pustakawan saat ini sangat penting bagi terbentuknya masyarakat literat. Berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia dan perkembangan zaman saat ini dibutuhkan berbagai macam strategi untuk membuat masyarakat gemar membaca dan menulis. Pustakawan berperan sebagai marketing, sistem jemput bola dan sistem hadiah. Semoga dengan adanya strategi tersebut, pustakawan dapat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat literat demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan.
Pengembangan Perpustakaan Akademik Ida Fajar Priyanto
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.283 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4124

Abstract

Perpustakaan akademik mengalami perkembangan yang cepat seiring perkembangan institusinya. Fasilitas yang tersedia berubah seiring perkembangan teknologi. Demikian juga pustakawan ikut berkembang secara profesional baik intern dan ekstern. Keberhasilan pustakawan dalam mengembangkan diri akan menjadi bagian keberhasilan lembaga akademiknya. Perpustakaan akademik memberikan layanan yang prima dari sisi organisasi dan profesional pustakawan akan memberikan dampak positif pemustaka.
Pustakawan Mandiri dalam Pengelolaan Perpustakaan Khusus Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Maniso Mustar; Achmad Syukur Albar
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.324 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4125

Abstract

Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) adalah bagian dari program pendidikan perguruan tinggi yang menjalankan proses belajar-mengajar yang berbasis Evidance Based Medicine (EBM). Untuk menunjang program tersebut, departemen memberikan berbagai solusi, salah satunya adalah program pelayanan perpustakaan ilmu kesehatan khususnya ilmu kebidanan dan kandungan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka pustakawan melakukan studi literasi dari berbagai sumber dengan tujuan dapat terselenggara proses layanan perpustakaan yang efektif sesuai bidang keilmuan. Program tersebut dintaranya integrasi perpustakaan, digitalisasi karya ilmiah, pemetaan sumber informasi dan melaksanakan difusi informasi secara cepat dan tepat. Dengan program tersebut diharapkan terbentuk peran penting dalam proses pengelolaan perpustakaan, yang mampu memenuhi kebutuhan pemustaka untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat dan dapat tercipta pustakawan yang terampil, cakap, dan inovatif dalam menghadirkan layanan-layanan yang memudahkan dalam proses temu kembali informasi secara cepat, tepat dan akurat.
Implementasi smart library dalam menghadapi generasi digital native di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat Dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Ngesti Gandini
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.316 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4127

Abstract

Di era digital native ini sudah banyak perpustakaan yang menerapkan dan menggunakan teknologi digital dalam kegiatan perpustakaan, baik itu pelayanan kepada pemustaka maupun kegiatan teknis sehari-hari. Perpustakaan dilengkapi dengan sistem aplikasi perpustakaan yang lengkap dan canggih seperti penggunaan sistem layanan mandiri dengan berbasis RFID (radio frequency identification), sistem teknologi komunikasi, dan lain sebagainya. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya pengembangan perpustakaan yang mendukung keberadaan generasi digital natives. Konsep Smart Library atau perpustakaan pintar yang berbasis teknologi merupakan jawaban bagi kebutuhan generasi digital natives di perpustakaan. Konsep Smart Library ini yang mulai diimplementasikan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.
Kode etik profesi: Asta etika Pustakawan Indonesia Sarwono
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.283 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4135

Abstract

Norma atau etika diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa adanya etika maka hubungan antar manusia tidak akan berjalan dengan baik. Demikian pula dalam kehidupan profesi seseorang diperlukan adanya pedoman dalam bertindak dan berbuat agar sesuai dengan tuntutan profesinya. Profesi pustakawan memiliki etika yang disebut dengan kode etik pustakawan. Kode etik ini disusun oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) sebagai organisasi profesi pustakawan di Indonesia. Dalam setiap kongresnya, kode etik pustakawan senantiasa dibahas. Pada kongres tahun 2018 kode etik pustakawan diganti namanya menjadi Asta Etika Pustakawan Indonesia, yaitu: melaksanakan tugas sesuai dengan harapan pemustaka, meningkatkan kompetensi setinggi-tingginya, membedakan antara pandangan pribadi dan tugas profesi, menjamin tindakan dan keputusannya berdasarkan profesionalisme, menjunjung tinggi hak informasi perseorangan dan menyediakan akses tak terbatas, melindungi hak privasi pemustaka dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan informasi, mengakui dan menghormati hak kekayaan intelektual, dan menjalin kerjasama dan menghargai teman sejawat.
Kompetensi Pustakawan dalam tata kelola jurnal elektronik Sri Junandi Junandi; Thoriq Tri Prabowo
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.332 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4136

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui: (1) kompetensi Pustakawan dalam ekosistem digital; (2) deskripsi kegiatan tata kelola jurnal elektronik “best practice” Pustakawan; (3) tantangan Pustakawan sebagai manajer penerbitan jurnal elektronik; dan (4) upaya Pustakawan sebagai produsen pengetahuan. Sumber data kajian ini adalah studi literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Pustakawan perlu melakukan peran kolaborasi tata kelola jurnal ilmiah dalam peningkatan perannya untuk menjadi produsen pengetahuan. Dalam berkolaborasi, Pustakawan dituntut memiliki kompetensi tata kelola jurnal ilmiah yang memadai seperti mampu mengelola naskah, mengelola publikasi ilmiah, mengemas produk pengetahuan, berkomunikasi, dan inovatif dalam layanan publikasi di Perpustakaan. Sebagai rekomendasi, lembaga pembina Pustakawan dan asosiasi profesi Pustakawan perlu mengkonsep kebijakan nasional dan mengadvokasi tetang pentingnya kegiatan tata kelola jurnal ilmiah untuk peningkatan karir Pustakawan dan praktisi Perpustakaan.
Keterampilan sosial Pustakawan dalam membangun citra profesi Pustakawan Suwardi
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.34 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4138

Abstract

Usia profesi pustakawan Indonesia telah memasuki dekade ke 3, tetapi sampai saat ini usia dan citra yang terbentuk belum linear. Citra pustakawan ditengah masyarakat atau pengakuan pemerintah terhadap profesi pustakawan belum seperti citra atau pengakuan terhadap profesi lain. Membangun citra profesi membutuhkan ketrampilan dan hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berkecimpung didalamnya. Tiga alternatif pendekatan dalam membangun citra pustakawan yang dapat di buttom-up, top down atau kombinasi.
Mengaplikasikan teknologi holografi dan artificial intelligence (ai) di Perpustakaan digital Umi Sugiyanti
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.316 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4139

Abstract

Perpustakaan digital adalah salah satu inovasi di era Teknologi Informasi dan Komunikasi. Beberapa perpustakaan digital sudah menerapkan perpustakaan digital mobile. Perpustakaan digital yang mempunyai koleksi digital yang tersimpan dalam server dan dapat dibaca lewat peralatan komputer / desktop maupun mobile phone / gadget yang sudah terkoneksi Internet. Pemustaka bisa memanfaatkan perpustakaan digital di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Dalam ekosistem digital dan society 5.0, perpustakaan terus berinovasi dengan memberi gambaran tentang perpustakaan digital masa depan. Perpustakaan digital mobile sekarang ini akan diintegrasikan dengan teknologi holografi dan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Teknologi holografi yang memancarkan cahaya berupa tokoh gambar atau video berbentuk manusia akan berinteraksi dengan pemustaka. Dengan menggunakan smart phone berbasis android , IOS dan komputer yang dilengkapi dengan teknologi holografi dan terhubung Internet, pemustaka sudah bisa mengakses perpustakaan digital di manapun dan kapanpun. Pemustaka akan dimanjakan dengan fitur-fitur yang interaktif di dalam perpustakaan digital tersebut. Buku yang mereka pinjam tidak harus mereka baca, tetapi bisa dibacakan oleh aplikasi dan animasi tokoh manusia dengan fasilitas hologram yg sudah dipadukan dengan AI. Berbasiskan teknologi holografi dan AI tidak hanya membacakan isi buku, tetapi bisa berinteraksi dan dapat melakukan tanya jawab dengan pemustaka, lewat suara dan gestur tubuh pemustaka.
Pemanfaatan situs web Perpustakaan dalam mempromosikan layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi Uminurida Suciati
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4024.161 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4140

Abstract

Artikel ini mencoba menggambarkan penggunaan situs web perpustakaan sebagai alat untuk mempromosikan layanan perpustakaan di perpustakaan perguruan tinggi. Hampir semua perpustakaan perguruan tinggi memiliki situs web perpustakaan. perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah semua cara-cara tradisional ke arah teknologi informasi. Promosi layanan perpustakaan yang dilakukan menggunakan situs web perpustakaan mampu menjangkau pada lapisan generasi saat ini. Selain situs web perpustakaan, pemustaka perpustakaan juga menggunakan media sosial untuk menemukan informasi-informasi yang menarik dari perpustakaan. Perpustakaan harus melakukan gerakan cepat menangkap fenomena generasi milenial dalam mengakses informasi menggunakan web dan media sosial. Salah satu kegiatan promosi perpustakaan juga dilakukan menggunakan web perpustakaan dan media sosial di 12 perpustakaan perguruan tinggi yang dipilih. 12 Perpustakaan perguruan tinggi negeri dan swasta di Yogyakarta yang telah memiliki website perpustakaan. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada telah melakukan promosi menggunakan web perpustakaan dan media sosial. Humas perpustakaan berperan penting dalam mendesiminasikan kegiatan layanan perpustakaan kepada pemustaka.

Page 6 of 14 | Total Record : 138