cover
Contact Name
Dedi Wahyudi
Contact Email
akademikametro@gmail.com
Phone
+6282324480562
Journal Mail Official
akademikametro@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Akademika : Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 1693069X     EISSN : 23562420     DOI : https://doi.org/10.32332/akademika
Akademika provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. Akademika welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices
Articles 470 Documents
IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF DI SINGAPURA Suhairi, Suhairi
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 1 (2015): Studi Islam di Era Global
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Singapura sebagai negara sekuler, muslimnya merupakan minoritas, akan tetapi telah sukses mewujudkan pengembangan wakaf produktif. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah, bagaimana implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan wakaf produktif di Singapura? Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi praktisi pengelola wakaf sebagai rujukan bagaimana mewujudkan keberhasilan pengelolaan wakaf. Penelitian ini merupakan penelitian pranata ekonomi dalam hukum Islam. Data dikumpulkan melalui tiga cara, yakni dokumentasi, wawancara, dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan sistematisasi, membuat klasifikasi dan kategorisasi berdasarkan relevansinya dengan objek kajian dan dianalisis dengan teori-teori manajemen, terutama fungsi-fungsi manajemen dan manajemen wakaf produktif. Temuan penelitian ini adalah fungsi-fungsi manajemen telah diimplementasikan secara baik dalam pengelolaan wakaf produktif di Singapura. Telah diimplementasikan fungsi-fungsi manajemen secara baik tersebut dibuktikan dengan telah diterimanya sertifikat ISO9001 oleh MUIS dalam hal manajemen dan admininistrasi wakaf. As a secular country where Muslims are minority, Singapura has been a good model of productive waqf management. The question of this research, how is the implementation of management functions in productive waqf management within Singapore context? This resrach on the success of productive waqf management in Singapore is hoped develop waqf practitioners’ understanding on how to manage productive waqf successfully. This research is a kind of economic research in Islamic law. The data are collected through documentation, interview, and observation. The data analysis is conducted through systematic classification and categorization in the light of relevant theories on management particularly those related to management functions and productive waqf management.The findings of this study is the management functions have been well-implemented in productive waqf management in Singapore. The evidence of such implementation is shown through the achievement of ISO 9001 certificate by MUIS in term of waqf management and administration.
PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA GLOBAL Yuberti, Yuberti
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 1 (2015): Studi Islam di Era Global
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kemajuan bidang teknologi yang menjadi faktor penting bagi kemajuan dan peradaban. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan peran teknologi pendidikan Islam pada era global. Sasarannya adalah mengembangkan manusia yang berkepribadian Islam, menguasai tsaqofah Islam, dan menguasai ilmu kehidupan (sains teknologi dan seni) yang memadai, dan selalu menyelesaikan masalah kehidupan sesuai dengan syariat Islam. Kesimpulan artikel ini menunjukkan bahwa teknologi pendidikan akan semakin berperan dalam dunia pendidikan. Pendidikan pada masa mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan komunikasi yang memungkinkan berinteraksi dan berkolaborasi. Teknologi dapat meningkatkan kualitas belajar apabila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting dalam kesejahteraan ekonomi. Teknologi pendidikan hanya dapat diakui sebagai suatu disiplin keilmuan apabila memberikan kemungkinan untuk dilakukannya berbagai macam penelitian yang diselenggarakan dengan pendekatan yang bervariasi sesuai dengan perkembangan paradigma penelitian. This research discusses about the progression of technology which becomes an important factor for development and civilization. The purpose of this article is to describe the role of islamic technology in globalization. The goal is developing human resource who have high islamic value, mastering tsaqofah Islam, dominating islamic life skills ( science and art) and doing life’s problems accordance with islamic laws. The conclusion of this research shows that educational technology will play a vital role more in educational field. Educational in future will be considered by network of communication that enables for interacting and collaborating. Technology can upgrade learning quality, If those are used to be education and training wisely. Also, it has a role for prosperity. Technology of education can only be admited as a emperical study, If it gives possibility to be done through some researchs which held by variance of approachs accordance with paradigm research growth.
ISLAM DAN GLOBALISASI: Studi Atas Gerakan Ideologisasi Agama Majelis Tafsir Al-Quran di Yogyakarta Yusdani, Yusdani; Machali, Imam
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 1 (2015): Studi Islam di Era Global
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena gerakan dakwah Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) yang tidak akomodatif terhadap tradisi, budaya, dan kearifan lokal menimbulkan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh ideologi gerakan pemurnian agama yang MTA lakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faham dan ekspresi keagamaan yang dikembangkan oleh MTA, Strategi MTA dalam memperjuangkan faham dan ekspresi keagamaannya, dan dampak sosial keagamaan yang muncul di masyarakat akibat dari faham, dan ekspresi keagamaan MTA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi dan faham Keagamaan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah eksklusif. Sedangkan faham keagamaan MTA masuk dalam katagori gerakan Islam puritan yang diidentikkan sebagai gerakan salafi. Strategi MTA dalam memperjuangkan faham dan ekspresi keagamaan di DIY dilakukan dengan tiga cara pertama, memperkuat hubungan, komunikasi, jaringan dan dukungan dengan kelompok (jamaah) yang seideologis dengan ajaran MTA, kedua, menguasai kelompok-kelompok pengajian (majelis ta’lim) dan ketiga, menguasi pengelolaan masjid dengan mendatangkan para penceramah, khatib, dan berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pendakwah MTA. Implikasi faham, ekspresi keagamaan dan strategi dakwah MTA di DIY adalah pertama menguatnya posisi orang Muhammadiyah dalam menghegemoni Masjid melalui dakwah-dakwah MTA. Kedua, peminggiran jamaah dalam berbagai aktivitas keagamaan, dan Ketiga, migrasi jamaah ke aktifitas keagamaan lain yang memiliki keyakinan islam budaya yang sama. The phenomenon of da’wah movement of Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) which does not accommodate the traditions, culture, and local wisdom raises many social problems in the community. This is caused by the ideology of religious purification movement that has been conducted by MTA. This study aimed to describe the ideology and religious expression developed by the MTA, MTA strategy in fighting the schools and religious expression, religious and social impacts that arise in society as a result of the schools, and religious expression MTA. These results indicate that the expression and Religious ideology of Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) in Yogyakarta is exclusive. While the MTA religious schools included in the category of puritanical Islamic movement that is identified as the Salafi movement. MTA strategy in the fight for religious expression in the schools and Special Province of Yogyakarta done in three ways, first, strengthen relationships, communication, networking and support groups (pilgrims) who have similar ideology with the teachings of the MTA, second, master study groups (informal gatherings) and third , in charge of the management of the mosque by bringing in speakers, preachers, and various religious activities of preachers MTA. Implications ideology, religious expression and propaganda strategy MTA in the province is the first strengthening the hegemonic position of the Muhammadiyah Mosque through propaganda-propaganda MTA. Second, the exclusion of pilgrims in various religious activities, and Third, pilgrims migration to other religious activities that have the same culture of Islamic beliefs.Keywords : Majelis Tafsir Alquran (MTA), relegious ideologization, puritan movement, and hegemony.
REFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI: Sebuah Tantangan dan Harapan Dacholfany, M Ihsan
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 1 (2015): Studi Islam di Era Global
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pendidikan Islam yang mendapat berbagai tantangan krusial di era globalisasi. Pendidikan Islam menempati posisi yang penting dalam kehidupan globalisasi, sebab globalisasi itu sendiri mempunyai pengaruh positif dan negatif pada pendidikan Islam. Untuk itu, reformasi pendidikan Islam dapat mengupayakan membangkitkan kembali visi pendidikan Islam yang lebih baik untuk membangun dan meningkatkan mutu manusia dan masyarakat Muslim di era globalisasi dengan tetap merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber ajarannya. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan reformasi pendidikan Islam dalam menghadapi era globalisasi. Data dalam tulisan ini merupakan data kepustakaan yang yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi dapat menjadi peluang dan menjelma sebagai tantangan bagi pendidikan Islam. Arus globalisasi bukan lawan atau kawan bagi pendidikan Islam, melainkan sebagai dinamisator. Jika pendidikan Islam mengambil posisi anti global, maka akan stagnan tidak bergerak dan pendidikan Islam akan mengalami penghambatan intelektual. Sebaliknya bila pendidikan Islam terseret oleh arus global, tanpa daya identitas keislaman sebagai sebuah proses pendidikan akan dilindas. Maka pendidikan Islam harus memposisikan diri dengan menakar arus global, dalam arti yang sesuai dengan pedoman dan ajaran nilai-nilai Islam agar bisa direformasi, diadopsi dan dikembangkan. This writing discusses about islamic education which gets some crusial challenges in globalization era. Islamic teaching plays important role in globalization. Since globalization itself has possitive also negative in islamic teaching and training. Thus, reformation of islamic teaching could strive for raising better vision of islamic teaching for building and upgrading quality of human being and moslem society in globalization that ought to refer to both Al Koran and Al Hadith as source of its teaching. The goal of this current research is to describe reformation of islamic teaching in facing globalization. Data of this paper is literature fact which is analyzed through descriptive. The result of this writing shows that globalization can be opportunity and also challenge for islamic teaching. The stream of globalization is not an opponent or companion for islamic teaching, on the other hand being as motivator. If islamic teaching takes position non global, it will not move and it will undergo blocking of intellectual. On the contrary, if islamic teaching involves to globaliztion era, islamic identities will be gone. Thus, islamic teaching ought to take part to measure globalization era, it means by oreintation and values of islamic teaching in order to could be reformed, adopted and developed.
EDUKASI PUBLIK UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL: STRATEGI LEMBAGA PENGEMBANGAN INSANI DOMPET DHUAFA MENINGKATKAN PERAN PUBLIK UNTUK PENDIDIKAN Fahrurrozi, Fahrurrozi
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 2 (2015): Islam dan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini diawali dengan uraian tentang Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa. Dijelaskan bahwa, salah satu lembaga yang concern terhadap masalah kesejahteraan sosial tersebut adalah Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), yang melakukan edukasi publik agar masyarakat turut serta dalam membangun masyarakat sejahtera melalui program pendidikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berupaya meneliti tentang sebuah subyek secara mendalam. Penelitian dilakukan pada tahun 2010. Data-data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Selanjutnya data-data tersebut dianalisis dengan cara melakukan kategorisasi- kategorisasi terhadap upaya-upaya edukasi publik untuk kesejahteraan sosial melalui jalur pendidikan, sehingga menghasilkan beberapa tipologi strategi edukasi publik yang dilakukan LPI-DD untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi edukasi publlik yang dilakukan LPI DD, yaitu: pertama, strategi fungsional, yang menekankan pada kekuatan dan kemampuan internal lembaga dalam melakukan komunikasi dengan publik dari segi penetapan sasaran, tujuan, pesan, media, sumber pesan, dan umpan balik. Kedua, strategi diferensiasi, yang menekankan pada keunikan dan kestrategisan program pendidikan untuk membangun masyarakat yang sejahtera. Ketiga, strategi korporat, yang menekankan pada kemampuan dalam membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sejahtera. This paper is begun with explaining about development of Dompet Dhuafa Foundation. It is clearly explained that one of foundation which concerns with social welfare is Dompet Dhuafa Foundation that does education to public in order to the people join in building social welfare through educational program. This study uses qualitative research to attempt examining about such a subject deeply. This study has been done in 2010. The data is collected by interviewing, observation and field note technique.Then, those data are analyzed by categorizing to some efforts of public education to social welfare through education, in order to get some typology strategies of public education is done by Dompet Dhuafa Foundation to actualize prosperous society. The achievement of current paper shows that there are three public education strategies which are done by Dompet Dhuafa Foundation, those are : first, functional strategy which emphasizes on force and internal capacity of institution in doing communication with publics from view of arragement of the target, purpose, message, media, source of information and feedback. Second, differentiation strategy emphasizes on the novelty and strategic educational program to build prosperous society. Thirdly, corporate strategy emphasizes on capacity in building collaboration with some parties to achieve prosperous society mutually.
OPTIMALISASI PERAN BAITULMAL DALAM PENINGKATAN PUNGUTAN ZAKAT: KAJIAN TERHADAP FAKTOR PENENTU PEMBAYARAN ZAKAT DI ACEH Wahid, Nazaruddin A.
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 2 (2015): Islam dan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peran baitulmal dalam peningkatan pungutan pajak, studi di Baitulmal Aceh. Baitulmal aceh merupakan punggung perekonomian masyarakat muslim dalam pengelolaan harta umat Islam dan juga mampu menjawab kebutuhan zaman moderen, terutama dalam hal pengelolaan zakat yang mengacu pada pertumbuhan ekonomi masyarakat miskin. Namun satu hal yang membuat peneliti merasa gelisah adalah dalam realitas didapati bahwa pungutan zakat oleh Baitulmal belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor penentu terhadap optimalisasi pungutan zakat, sehingga mencapai sasaran yang tepat dan sesuai dengan ketentuan syariat. Data diperoleh dari Batulmal kabupaten atau kota, responden yang terpilih dengan melakukan Focus GroupDiscution (FGD) dan responden bebas khususnya golongan penerima zakat, mereka tersebar di seluruh provinsi Aceh. Hasil kajian dapat ditemukan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya perolehan zakat, diantaranya faktor Qanun zakat, demografi atau lingkungan, keimanan, pengetahuan masyarakat tentang zakat, kepercayaan kepada Baitulmal dan faktor kemudahan cara membayar zakat. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan; (1) Penerapan qanun yang tegas dan jelas termasuk didalamnya sanksi hukum bagi yang lalai menunaikan kewajiban zakat. (2) Meningkatkan pelaksanaan pendidikan masyarakat mengenai manfaat zakat, dengan konsep-konsep tarbiyah yang pendekatannya lebih intensif untuk memberi pemahaman yang benar bagi muzakki, sehingga dapat memberikan kesadaran untuk membayar zakat melalui Baitulmal. Baitulmal Aceh has been established based on Indonesian Act No. 44/1999 and Act No. 11/2006 with technical rules based on Qanun No. 10/2007. The Government of Aceh expects that the Baitulmal is able to support Muslims economy, managing their wealth, and providing answer to common contemporary problems in Muslim society. Baitulmal also plays a role in zakat management to empower poor communities. Nevertheless, in practice, zakat collection is not yet optimized. This gap on potential and reality in zakat collection should be comprehensively studied. This research aims to explore factors that contribute to the zakat collection optimization. The data is collected from Batulmal in each Districts of Aceh Province. The respondents are classified between those who are invited for a Focus GroupDiscussion (FGD) and those who are not. This research found some factors that cause non-optimal zakat collection, such as Qanun on Zakat, demographic/environment, religiosity, people understanding on zakat, their confidence on Baitulmal dan facilities to pay zakat to Baitulmal. Therefore, this study recommends the following; (1) legislate a clear and comphensive Qanun on Zakat, including sanctions to those who are not paying zakat. (2) Improve people’s education and awareness on zakat with an intensive tarbiyyah so that muzakki could have a proper understanding on zakat and willingness to pay zakat through Baitulmal.
DIALOG NABI MUHAMMAD DENGAN NON MUSLIM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN UMAT Arifinsyah, Arifinsyah
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 2 (2015): Islam dan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun sebuah tatanan dunia baru yang produktif dan sejahtera sangat ditentukan oleh kerjasama yang saling menyelamatkan antarumat beragama dan lintas peradaban melalui dialog. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dialog yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan non muslim yang humanis, saling menyelamatkan dan mensejahterakan, yang kemudian dapat dijadikan contoh membangun peradaban agama masa kini. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan literatur klasik Islam, yang kemudian dilakukan content analisis sesuai konteks kekinian. Hasil telaahan menunjukkan bahwa dialog di sini dipahami sebagai suatu cara berjumpa atau memahami diri sendiri dan dunia pada tingkatan yang terdalam, membuka kemungkinan-kemungkinan untuk memperoleh makna fundamental dari kehidupan secara individu maupun kolektif dan dalam berbagai dimensinya. Dialog dipahami dan dipraktikkan pada masa lalu oleh para manusia pilihan, terutama Nabi Muhammad adalah untuk mensejahterakan umat manusia. Dialog tersebut berisi kesimpulan bahwa tidak ada suatu tatanan dunia yang sukses jika tidak dilengkapi dengan etika dunia, tidak ada perdamaian antar negara-negara tanpa adanya perdamaian antar agama-agama. Inilah saat yang tepat untuk mengambil kekuatan dialog Nabi Muhammad dengan non muslim pada tingkatan yang baru di mana ia dapat membuat perbedaan struktural untuk menghadapi problem-problem dunia. Building such a new system of world which productive and prosperous is profoundly determined by collaborating that mutually save among religious communities and across civilization through dialogue. This article aims to know the dialogue has been done by the prophet Muhammad SAW with non muslim community humanely, mutually,saving and bringing welfare. Then, it can be created pattern of building religious civilization nowdays. The usedmethod is collecting clasical islamic literature which is done through analysis based-content on current context. The outcome of study shows that dialogue here is understood as a way encountering and understanding one self and earth on the deepest of level, exposing possibilities to get fundamental sense of living individually and collectively on various demensions. In the past, dialogue is understood and practiced by choice people mainly the prophet Muhammad SAW is to bring welfare to whole of people. The dialogue consists of inference that none of system of world that actually get success if it is not completed with world values, no reconciliation among countries without having peace between the beliefs. Right now is right time to remove the power of the prophet Muhammad’s dialogue with non muslim communities on such new level where he was able to make distinct of structural to face worlds’ issues.
KESEJAHTERAAN SOSIAL DI INDONESIA PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Kholis, Nur
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 2 (2015): Islam dan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kehidupan sejahtera yang menjadi tujuan dari seluruh manusia di muka bumi ini, juga merupakan tujuan, dan cita-cita pendiri negeri ini. Namun, kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud secara merata. Hal tersebut diperkuat oleh peneliti dengan menyampaikan data lapangan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia termasuk ke dalam kategori sedang yaitu pada peringkat 108. Kajian penelitian dalam tulisan ini merupakan kajian pustaka. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan maka kesimpulan penelitian ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan berbagai upaya, di antaranya mengeluarkan Undang-undang yang terkait kesejahteraan sosial dan berbagai peraturan derivasinya, termasuk penanganan fakir miskin, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dan lain-lain.Namun, Peneliti menemukan beberapa temuan diantaranya ternyata aplikasi program untuk mewujudkan kesejahteraan sosial belum sepenuhnya memenuhi konsep ideal jaminan sosial dalam Islam untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. Untuk itu, peneliti memberikan masukan bahwa perlu ada ikhtiar untuk merealisasikan kesejahteraan sosial yang sesuai dengan tujuan ekonomi Islam yang sekaligus tujuan manusia itu sendiri. Ikhtiar tersebut harus menggunakan dasar ekonomi Islam yaitu moral sebagai dasar sistem ekonomi, harus menjaga halal-haram dalam konsumsi, serta ekonomi yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan umat manusia. The article studies about prosperity which becomes aim for all human throughout the world, also it is hopes of founding father of this country. Yet, prosperity for whole indonesian do not realize yet. It is supported by a reseacher who was delivered the data which were coming from Human Development Index which proposes that Indonesia is on the intermediate category in 108 level. The research is literature review. Based on discussion which was done,the conclusion of this article is to actualize prosperity for all indonesian. Indonesia goverment has done by some ways, such as : issuing regulations which refer to social prosperity and sorts of its derivation includes handling the poor, National social warranty system and others. In spite of this, writer found several findings, such as the implementation of that program do not realize social prosperity wholly and do not complete the ideal consept of social warranty yet in islam to realize social prosperity. To be so, the writer confers inflows that there should be effort to actualize social prosperity which suits with the goal of islamic economy and humans’ hopes. The effort must use basic islamic economy that is morality as the foundation of economy system, care for halal and haram in comsumsing, as well as economy is having a goal to actualize prosperity for all human being.
BANK SYARIAH DAN PEMBERDAYAAN COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: PERAN DAN FUNGSI BANK SYARIAH PERSPEKTIF FILOSOFI SOSIO-EKONOMI Nofrianto, Nofrianto; Suardi, Suardi
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 2 (2015): Islam dan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini diawali dengan penjelasan seputar Corporate Sosial Responsibility yang ada kaitannya dengan perbankan syariah. Peneliti menggunakan penelitian studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prinsip pokok operasional bank syari’ah tidak terfokus pada upaya memperoleh keuntungan demi pertumbuhan dan keberlangsungan usaha. Lebih dari itu, bank syari’ah juga dimaksudkan menjadi lembaga yang mampu merespon kebutuhan sosial masyarakat. Penulis juga menilai bahwa Corporate Social Responsibility (CSR)merupakan salah satu sarana bagi bank syari’ah agar dapat mencapai tujuan tersebut. Misalnya, dengan membuat program takaful sosial, menciptakan kluster ekonomi untuk kelompok usaha mikro dan kecil, serta berbagai kegiatan yang sasaran utamanya adalah pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, dan secara perlahan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia para dhu’afa dan mustadh’afin. The paper is began with elaborating around Corporate Social Responsibility deals with islamic banking. The researcher uses literature review. The inference of the current research is the fundamental operational principle of islamic banking does not focus on efforts in obtaining profits on behalf of growing and continuity the bussiness. Moreover, islamic banking is meant to be instution which is able to respond public social needs. The writer estimates Corporate Social Responsibility (CSR) is one of facilities for islamic bank in order to achieve the goals. For instance, making a program social tafakul, creating economic cluster to micro attempts.Also, some affairs that has such a main target is removing poverty, social warranty, and can increase the quality of human resources on dhu’afa andmustadh’afin.
TAFSIR KEADILAN SOSIAL DAN SEMANGAT GENDER Amin, Surahman
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 20 No 2 (2015): Islam dan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini diawali dengan penjelasan pengertian gender. Perbedaan istilah seks dan gender sangat mendasar yaitu seks lebih bersifat alamiah yang tidak dapat berubah sepanjang hidup, sedangkan gender mengambil peran dalam area sosial di masyarakat. Dalam hal gender, banyak persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, fenomena ketidakadilan gender, berkaitan erat dengan doktrin agama yang selama ini dipahami secara sempit oleh tokoh, dan sebagian besar masyarakat. Peneliti menggunakan studi pustaka untuk menjawab kegelisahan akademiknya seputar keadilan gender. Hasil penelitiannya disampaikan secara deskriptif analitis. Peneliti menemukan wacana gender semarak di dunia Barat, disebabkan karena perubahan pola sosial, terutama semenjak terjadinya revolusi industri. Sebuah perjuangan antar kelas (class struggle), yakni antara kaum perempuan sebagai sebuah kelompok sosial melawan kelompok sosial yang lainnya, yaitu kaum lelaki dengan tujuan untuk mencapai kesejajaran. Semangat gender ini sesungguhnya berkaitan dengan persoalan kemajuan perempuan dan tercapainya kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa melalui pemahaman gender maka dampak pembangunan terhadap kehidupan perempuan dan laki-laki tidak akan berbeda, sebab ketimpangan status sosial bukan sekedar bersumber pada persoalan seks tetapi seluruh nilai sosial budaya yang hidup dalam masyarakat turut memberikan andil. This article begins with introducing meaning of gender. Distinction both term of sex and gender, sex is more unadorned which could not change for long away, while gender plays role in social area in society. In the line of gender, gender’s problems profoundly close with daily life. For instance, injustice gender phenomenon deals with dogmas of religion which were understood narrowly by scholars and mostly the publics. The researcher uses literature review to answer his academic anxiety around justice of gender. The result of this paper is passed on by descriptive analysis. The writer finds gender discussion in western lively, it is caused since changging ofsocial patterns particulary at beggining of revolusion industry. A struglle betwen classes (class struggle), that is women as a social group opposes other social groups, namely men are having a goal to achieve alignment. Spirit of gender deals indeed with women progress and achieving alignment between women and men. The conclusion of this study is by understanding gender, a crash emerges toward development of women and men live would not differ, since dispropostion of social status does not originate from the matter of sex, but cultural social value which exists in society also gives the contribution.