cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 417 Documents
Pengaruh Modifikasi Puli Primer CVT Terhadap Performa Sepeda Motor Matic 110 cc Yuniarto Agus Winoko; Theo Aprianto Rantetampang
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.424 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3385

Abstract

Tujuan penelitian ini guna mengetahui pengaruh modifikasi puli primer Continuously Variable Transmission (CVT)  terhadap daya, torsi serta konsumsi bahan bakar spesifik atau Specific Fuel Consumption (SFC) pada tiap sudut yang hendak diuji. oleh sebab itu dibutuhkan pengujian dynotest agar memperoleh hasil pengujiannya, dengan beberapa modifikasi sudut puli primer  yang digunakan ialah 14°(standar), 13,5° serta 13°. Penelitian ini memakai metode eksperimen dimana sepeda motor yang digunakan ialah matic 110cc. Pada pengujian daya dan torsi memakai alat dynotest, untuk konsumsi bahan bakar spesifik memakai alat uji alat konsumsi bahan bakar. Setelah itu data diolah berbentuk tabel serta grafik sehingga bisa diambil kesimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan daya, torsi serta SFC pada puli yang telah dimodifikasi. Daya paling tinggi dihasilkan pada sudut puli 13° sebesar 6,63 HP, kemudian torsi paling tinggi dihasilkan pada sudut puli 13° sebesar 5,45 Nm, serta SFC paling tinggi dihasilkan pada sudut puli 13° sebesar 0,3103 kg/HP.jam. Dari data yang sudah didapatkan bisa ditarik kesimpulan, bahwa puli primer yang sudah dimodifikasi mengalami peningkatan performa. Kata kunci : Modifikasi Puli Primer, Continuously Variable Transmission, Performa
Analisa Emisi Gas Buang Mesin EFI dan Mesin Konvensional pada Kendaraan Roda Empat Muhammad Arsyad Habe; A. M. Anzarih; Yosrihard Basongan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.178 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v9i2.1073

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisa emisi gas buang pada mobil yang mengunakan mesin EFI, dan mesin konvensional. Emisi gas buang mengandung beberapa gas beracun yang berbahaya, seperti:gas karbon monoksida (CO), gas hidrokarbon (HC), nitrogen okside (NOx).Emisi gas yang dianalisa yaitu gas CO, dan gas HC. Data-data diperoleh melalui pengukuran langsung emisa gas buang dengan menggunakan examinator pada mesin 1000 cc, dan 1500 cc. Hasil yang diperoleh untuk mesin 1000 cc, emisi gas buang tipe EFI sebelum dan sesudah diservis yaitu 0% CO dan HC, sedangkan emisi gas tipe konvensional sebelum diservis 5,2% CO, 1340 ppm HC dan sesudah diservis 2,43% CO, 367 ppm HC. Sedangkan untuk mesin 1500 cc, emisi gas buang tipe EFI sebelum 2,75% CO, 387 ppm HC dan sesudah diservis 0,48% CO, 157 ppm HC. Untuk mesin 1500 cc tipe konvensional sebelum diservis 4,61 % CO, 296 ppm HC dan sesudah diservis 2,8% CO, 378 ppm HC. Disimpulkan bahwa kadar emisi gas buang mesin yang menggunakan sistem EFI lebih rendah dibandingkan dengan mesin yang konvensional, kegiatan perawatan rutin salah satu kegiatan untuk mengurangi dan mengontrol emisi gas buang
Simulasi Pengaruh Variasi Konduktor Berkas Terhadap Gangguan Berisik Dan Radio Interferensi Pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275kV Sonong Sonong; Herman Nawir; Fitrawati Suharti; Insan Kamil
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.642 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i2.2076

Abstract

The use of extra-high voltage lines can increase efficiency and reduce voltage drop but cause corona generation. Corona that occurs increases channeling losses and causes disruption to the environment in the form of Audible Noise (AN) and Radio Interference (RI). Audible Noise (AN) and Radio Interference (RI) that are too large will disturb the community around the transmission line. The use of a bundle conductor is a way to reduce the risk of corona. This paper discusses the effect of variations in the bundle conductor on noise interference and radio interference in 275kV extra-high-voltage air lines (SUTET). The types of variations include variations in the number of beams, variations in the distance between sub-conductors, and variations in diameter of the conductor. Next, the Audible Noise (AN) and Radio interference (RI) values are calculated for the Latuppa (Palopo) - Pomana channel planning. The results of the calculation of AN and RI values on SUTET 275kV are still included as safe criteria because the value is still below the criteria limits of Perry and SPLN 46-1-1981 concerning the Noise Level Limitation Guidelines and the IEEE Radio Noise Design Guide about the maximum limit of RI.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN TEGANGAN PERMUKAAN TANAH PADA PEMBUMIAN SISTEM GRID-ROD DALAM STRUKTUR TANAH DUA LAPIS (SUATU ANALISA KASUS) Tadjuddin Tadjuddin; Ahmad Gaffar; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.513 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v11i2.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi penyebab turun/ rendahnya nilai tegangan permukaan tanah khususnya tegangan sentuh sentuh yang timbul saat terjadi gangguan,Besarnya tegangan sentuh dipengaruhi banyak factor shingga dalam merencanakan sisatem pembumian perlu diketahui faktor yang dominan berpengaruh terhadap tegangan sentuh tersebut. Data-data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh pada P.T PLN khususnya PIKITRING SULMAPA antara lain nilai tahanan jenis tanah, ketebalan lapisan tanah bagian pertama, tegangan kerja sistem yang direncanakan. Kegiatan ini diawali dengan menghitung: Luas Daerah Pembumian, Ukuran Minimum Elektroda Pembumian, Jumlah Minimum Batang Konduktor serta seluruh panjang batang pembumian yang diperlukan untuk selanjutnya hasilnya digunakan menghitung Tegangan Sentuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor yang dominan berpengaruh terhadap rendahnya atau turunnya tegangan sentuh secara berturut turut adalah sbb: i). Perubahan jarak antara konduktor paralel(D). Semakin kecil jarak konduktor parallel maka semakin panjang elektroda grid yang dibutuhkan. Dengan semakin kecilnya nilai tahanan dari konduktor yang paralel tersebut berarti semakin memudahkan jalan arus gangguan ke tanah sehingga tegangan pada permukaan tanah menjadi semakin kecil. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 meter jarak konduktor paralel (dari 3 meter sampai dengan 12 meter) menyebabkan terjadinya perubaha rata-rata tegangan sentuh sebesar 11,36 %. Untuk ρ1 = 30,4 (Ω.m) dan ρ2 = 11,3 Ω.m ii), Perbandingan tahanan jenis tanah lapisan pertama dan lapisan kedua. Dan iii) kedalaman penanaman elektroda grid. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa semakin dalam elektroda tersebut tertanam dalam tanah (dari 0,5 meter sampai dengan kedalaman 1,0 meter) tegangan sentuh semakin kecil. Namun bila kedalaman penanaman elektroda ditambah terus melibihi 1,0 meter ternyata tegangan sentuh menjadi semakin besar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dalam IEEE, bahwa penanaman elektroda grid akan efektif menurunkan tegangan sentuh hanya sampai pada kedalaman 1,0 meter.
Perancangan Belt Konveyor Kapasitas 25 TPH (Studi Kasus : PT. Bumi Mineral Sulawesi) Muas M; Syaharuddin Rasyid; Arwin S; Alfian N
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.091 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui beban kerja dari sistem belt konveyor (2) Untuk mengetahui jarak antar idler (3) Untuk mengetahui kemiringan belt conveyor (4) Untuk mengetahui daya motor penggerak. Perancangan belt conveyor kapasitas 25 TPH ini menjadi permasalahan di PT[1]. Bumi Mineral Sulawesi. Hal tersebut disebabkan, salah satu komponen pada peralatan belt conveyor belum ada. Komponen yang dimaksud yakni motor penggerak pada semua lintasan belt conveyor (direncanakan ada 4 lintasan belt conveyor). Hasil dari kegiatan ini telah didapatkan pada belt conveyor 1 (BC 01) material yang akan dihancurakan adalah batu (rock crushed) dengan massa jenis 2 T/m3, panjang belt 17 meter, kapasitas belt conveyor 25 TPH, Kemiringan belt 170, lebar belt 500 mm, tegangan maksimum belt 7,806 kN/m jarak antar carrying idler 1200 mm, jarak antar return idler 3000 mm, dengan daya motor 5,5 kW. Pada belt conveyor 2 (BC 02) material yang akan dihancurakan adalah batu (rock crushed) dengan massa jenis 2 T/m3, panjang belt 13 meter, kapasitas belt conveyor 25 TPH, Kemiringan belt 170, lebar belt 500 mm, tegangan maksimum belt 7,806 kN/m jarak antar carrying idler 1200 mm, jarak antar return idler 3000 mm, dengan daya motor 5,5 kW. Pada belt conveyor 03 dan 04 (BC 03 dan BC 04) material yang akan dihancurakan adalah batu (rock crushed) dengan massa jenis 2 T/m3, panjang belt 10 meter, kapasitas belt conveyor 25 TPH, Kemiringan belt 170, lebar belt 500 mm, tegangan maksimum belt 7,806 kN/m jarak antar carrying idler 1200 mm, jarak antar return idler 3000 mm, dengan daya motor 5,5 kW. 
Analisis Pengaruh Tekanan dan Temperatur Udara Terhadap Kinerja Turbin Gas pada Sistem PLTGU pada PT. Consolidate Electric Power Asia Chandra Buana; Sri Suwasti; Arman Arman; Hafizh Hafizh
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.441 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1511

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari kinerja Turbin Gas GT12 Blok I pada sistem PLTGU pada       PT. Energi Sengkang. Metode penelitian adalah mengolah data menggunakan data sekunder dengan melakukan wawancara dan mengambil data dari industri. Hasil penelitian menunjukan bahwa Turbin Gas GT12 pada Blok I menghasilkan daya yang fluktuatif, berkisar antara 21,940 MW hingga 46,106 MW dan memiliki tingkat efisinsi turbin berkisar antara 46,75 hingga 76,85 %. Hasil lain yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan adalah tipe mesin turbin gas GT12 pada blok I adalah mesin GT8C (diproduksi oleh ABB Jerman) dengan daya terpasang hingga 60 MW, PT. Energi Sengkang terdiri dari dua blok total menghasilkan daya sebesar 350 MM, blok I daya terpasang total sebesar 135 MW, daya yang dihasilkan juga sudah masuk kedalam sistem grid kelistrikan di Sulawesi Selatan. Gas yang dihasilkan di prediksi bisa bertahan hingga 20 tahun kedepan, gas yang dihasilkan pada desa tersebut juga dialirkan ke rumah-rumah warga untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat.
Optimasi Keausan Pahat Pada Proses Penggurdian Benda Kerja Silindris Abdul Salam; Luther Sonda; Ardiansyah Herianto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.806 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v13i2.1148

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan kondisi variabel proses permesinan yang dapat menghasilkan keausan pahat yang paling minimal dan mengetahui hubungan antara variabel-variabel proses permesinan. Metode yang digunakan adalah melakukan pengujian pahat gurdi HSS yang dimodifikasi sudut outer cornernya pada beberapa tingkat variabel permesinan pada mesin bubut CNC Emco Tronic TM 02 (EM-242).Variasi putaran maesin(s): 500, 700, dan 900 rpm, sedangkan variasi gerak makan (f) adalah: 50, 70, dan 90 mm/min. Untuk pahat gurdi sendiri digunakan twist drill merk Nachi diameter 12 mm dengan 3 (tiga) jenis modifikasi pahat, yaitu 1180-700, 1180-750, dan 1180-800. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik untuk menentukan variabel permesinan yang paling berpengaruh. Hasil yang diperoleh menunjukan keausan paling minimum pada varibel permesinan putaran mesin 700 rpm, gerak makan 70 mm/min, dan modfikasi sudut 2Kr2 180°-75° keausannya sebesar 0.1100mm. ketiga parameter yang digunakan memberikan pengaruh terhadap keausan pahat yaitu 20,79% untuk putaran mesin, 0,326% untuk gerak makan, dan 0.262% untuk sudut modifikasi
Evaluasi Keandalan PLTA Bakaru Akbar Tanjung; Arman Jaya; Suryanto Suryanto; Apollo Apollo
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.552 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i1.2762

Abstract

One form of water energy utilization is done by building a Hydroelectric Power Plant (PLTA) in Indonesia, the Bakaru PLTA is one of the projects within PT. PLN (Persero). This project is a Hydro Power Plant Master project with a SULSELRABAR transmission located 246 km from the city of Makassar. The operation of the Bakaru hydropower system is certainly expected to work optimally, reliably and efficiently. Therefore, evaluation or data on the performance of the generator itself is needed. This study was conducted to determine the condition of the Bakaru hydropower plant based on the equivalent availability factor (EAF) and Net Capacity Factor (NCF) and Cost of Production (BPP). The data used is operating data on the Bakaru hydropower plant for 1 year. The data was obtained by using the documentation technique, while the data analysis was carried out using the Microsoft Excel program. After conducting research, it can be concluded that the condition of the Bakaru hydropower plant in 2017 is considered normal, seen from the EAF value reaching 94.15% and the average EFOR value of 2.4% with the number of Service Hours (SH) of 16,912.93 hours from 2 units. with the percentage of Service Hours to Period Hours reaching 96.53%. Meanwhile, the Net Capacity Factor of the Bakaru hydropower plant in 2017 reached 85.83%, with a total gross energy production of 945,372.50 MWh. This value exceeds the target that has been set.
Mengubah Pola Aliran Fluida Dengan Variasi Jarak Vertikal Batang Pengganggu Untuk Meningkatkan Perpindahan Panas Konveksi Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.11 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v6i2.1030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jarak vertikal antar batang pengganggu silindris terhadap perpindahan panas konveksi dalam saluran segiempatpemasangan batang pengganggu silindris adalah untuk mengubah pola aliran fluidanya menjadi turbulen. Untuk menimbulkan efek turbulensi dilakukan dengan menempatkan batang pengganggu silindris yang disusun bersilangan ditengah saluran berpenampang segiempat. Perpindahan panas konveksi diperoleh dengan mengukur temperatur fluida masuk dan keluar saluran serta temperatur permukaan dinding dalam saluran. Variasi batang pengganggu yang diberikan adalah perbandingan jarak vertikal dengan diameter penghalang (B/D) sebesar 1 dan 1,5. Hasil yang diperoleh adalah semakin besar bilangan reynold bilangan Reyleigh dan Reynolds meningkat, penurunan perbandingan B/D dari 1,5 ke 1 menyebabkan bilangan Reyleigh menurun dan Reynolds meningkat, semakin kecil jarak vertikal antar batang pengganggu, menyebabkan perpindahan panas konveksi semakin meningkat.
ANALISIS TINGKAT KEANDALAN KELISTRIKAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS Muhammad Yusuf Yunus; Herman Nauwir; Ahmad Salleang; Fajar Hidayat
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.972 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i2.1171

Abstract

Keandalan menggambarkan suatu tingkat ketersediaan tenaga listrik dimana dipengaruhi oleh konfigurasi sistem mulai dari alat pengaman yang dipasang dan sistem proteksi. Konfigurasi yang tepat, peralatan yang handal serta pengoperasian sistem yang otomatis akan memberikan unjuk kerja sistem distribusi yang baik. Indeks keandalan titik beban yang biasanya digunakan meliputi laju pemutusan beban System Average Interruption Frequency Index (SAIFI), System Average Interruption Duration Index (SAIDI), Costumer Average Interruption Duration Index (CAIDI), Average Service Unavailability Index (ASUI), Average Service Availability Index (ASAI), Energy Not Supplied Index (ENS), dan Average Energy Not Supplied (AENS).Tujuan dari semuah itu adalah Untuk Mengetahui tingkat keandalan pada titik beban serta untuk mengetahui sejauh mana tingkat keandalan sistem kelistrikan yang ada pada rumah sakit pendidikan Unhas. Beberapa variabel yang mempengaruhi indeks adalah panjang penyulang dan kerapatan beban, konfigurasi saluran dan tegangan yang disalurkan. sehingga dalam penelitian ini membahas seberapa jauh tingkat keandalan titik beban dan indeks keandalan sistem pada Rumah Sakit Pendidikan Unhas.dimana dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode yang berdasarkan SAIDI dan SAIFI dengan mengumpulkan data-data langsung di lapangan. Apabila di bandingkan dengan standarisasi nilai SAIFI dan SAIDI IEEE, Nilai SAIFI tidak mencapai target andal Akan tetapi Nilai SAIDI sudah mencapai target. Untuk SAIFI target 1,0 kali pemutusan beban SAIDI 1,0 sampe 1,5 jam/pelanggan_tahun. Dari data di atas standar nilai SAIFI belum bisa mencapai target andal akan tetapi nilai SAIDI sudah mencapai target Andal. Adapun Beban yang mencapai Target Andal Secarah menyeluruh adalah beban yang mengunakan UPS yang tidak terpengaruh oleh gangguan namun hanya beban emergency.