Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles
237 Documents
Analisis Teknologi Bangunan Rumah Panggung pada Desain Rumah Sederhana Studi Kasus Cluster Bukit Palem Perumahan CitraIndah Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor
Rita Laksmitasari Rahayu
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.2.88
Beberapa Rumah sederhana Sehat (RsS) tipe kurang dari 30m2 telah sesuai dengan Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RsSehat), tetapi berkembangnya kebutuhan ruang pada RsS tersebut membuat luas rumah menjadi ikut bertambah. Hal ini hampir menutup seluruh persil yang tersedia dan membuat ketidaknyamanan bagi penghuni. Penelitian dilakukan terkait aspek lingkungan alami dan buatan, dengan memperhatikan faktor-faktor kenyamanan thermal, resapan air pada persil (KDB), dan jalur evakuasi kebakaran. Observasi langsung pada landed house di kluster Bukit Palem Citra Indah Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor dengan membandingkan terhadap beberapa data rumah panggung di Kabupaten Bogor. Model analisis data yang digunakan adalah metode perbandingan tetap (constant comparative method). Pada landed house kenyamanan thermal kurang memenuhi syarat, luas resapan air sangat buruk, dan tidak memperhatikan jalur evakuasi kebakaran. Seluruh rumah panggung memiliki KDB dibawah 40%, terdapat jalur evakuasi kebakaran, dan kenyamanan thermal baik.
Makna Kesakralan Gereja Katolik
Nita Dwi Estika;
Feni Kurniati;
Hanson E. Kusuma;
F. B. Widyawan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.195
Gereja Katolik merupakan tempat beribadah bagi umat Katolik. Gereja Katolik memiliki konsep sacred space. Manusia merasakan sacred space sebagai “kehadiran Tuhan” yang mengisi “kekosongan”. Persepsi umat sebagai pengguna mengenai kesakralan gereja Katolik merupakan lubang pengetahuan penting, namun belum terungkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali hal-hal pokok terkait kesakralan gereja Katolik menurut persepsi umat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif. Pengumpulan data melalui kuesioner daring terbuka. Metode analisis menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil analisis ditemukan tiga makna kesakralan gereja, yaitu makna arsitektural, makna peribadatan, dan makna lingkungan.
Studi Kenyamanan Panas dan Hubungannya dengan Tingkat Produktivitas di Ruang Kantor
Johansen C. Mandey;
Jefrey I. Kindangen
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.188
Kenyamanan panas merupakan salah satu faktor penentu untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur kondisi fisik seperti suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan aliran udara dalam ruang administrasi akademik Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan dalam tiga interval waktu: pagi-siang-sore, sesuai dengan jam kerja. Untuk menghitung indeks PMV dan PPD, digunakan nilai tingkat metabolisme 1 met dan nilai insulasi pakaian sebesar 0,57 clo yang kemudian dibandingkan dengan hasil kuesioner. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik dan respon karyawan yang ditunjukkan oleh sensasi panas dan preferensi panas dengan perhitungan PMV dan PPD. Dalam tiga interval waktu, ditemukan bahwa sensasi termal rata-rata dari para karyawan berada dalam kategori nyaman, dengan persentase yang bervariasi yang menurun di siang dan sore hari. Preferensi termal karyawan menunjukkan keselarasan dengan sensasi termalnya. Kendati demikian, beberapa karyawan pernah mengalami ketidaknyamanan dengan ruang kerja yang menyebabkan mereka mengalihkan konsentrasi ke pekerjaan lain atau keluar dari ruangan; yang pada gilirannya menurunkan tingkat produktivitas kerja.
Kualitas Ruang Masjid Berkubah yang Dibangun Masyarakat Secara Swadaya dari Aspek Kenyamanan Termal di Kabupaten Demak
Mohhamad Kusyanto;
Sugeng Triyadi;
Surjamanto Wonorahardjo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.178
Pembangunan masjid secara swadaya masyarakat di Kabupaten Demak umumnya mengadopsi arsitektur atap kubah yang menggunakan beton. Kemampuan masyarakat untuk memperluas, meningkat atau membangun baru masjid, diduga mempengaruhi kualitas ruang masjid khususnya aspek kenyamanan termalnya. Tulisan ini membahas peran beberapa faktor fisik bangunan seperti lokasi geografis masjid, posisi dan luasan bukaan di bangunan serta jarak antar gedung diduga mempengaruhi kenyamanan termal ruang-ruang masjid berkubah di pusat kota dan pesisir. Untuk itu dilakukan perbandingan nilai temperatur udara bola kering (TDB °C), basah (TWB °C), kelajuan aliran udara (v m/s), temperatur bola hitam (TBG °C) dan kelembapan relatif udara (RH %) sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal (ET °C) kedua masjid tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan secara umum masjid memiliki ruang utama, serambi dan halaman yang diukur serentak temperaturnya pada hari Jumat antara pukul 06.00-18.00 di empat titik ukur kedua masjid. Hasil kajian menunjukkan perbedaan kualitas kenyamanan termal ruang masjid dipengaruhi oleh posisi Kabupaten Demak Jawa Tengah dekat dengan pantai Utara Jawa dan lingkungan sekitarnya menunjukkan : 1) faktor letak bukaan dan letak masjid mempengaruhi pola aliran udara di dalam ruang; 2) faktor luas bukaan dan jarak masjid dengan bangunan di sekitarnya mempengaruhi nilai kelembapan relatif udara di dalam ruang masjid
Perbandingan Tipologi Islamic Geometric Patterns Universitas Berideologi Islam di Yogyakarta
Hendra Frisky;
Muhammad Sani Roychansyah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.170
Islamic Geometric Patterns merupakan salah satu seni dengan tingkat kompleksitas tinggi dan tidak bisa dilepas-kan dari bidang ilmu arsitektur. Metode yang digunakan dalam perencanaan Islamic Geometric Patterns yaitu ruler/compass method, basic grid method, dan numerical method. Unsur pertamanya berupa lingkaran dan garis, membentuk dasar berupa four-fold, five-fold, dan six-fold. Lalu berkembang menjadi lebih kompleks berupa six-point, eight-point, dan ten-point. Kawasan yang menjadi objek merupakan universitas-universitas di Yogyakarta yang memiliki basis ideologi Islam, yaitu: Universitas Islam Indonesia, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi dan ri-wayat pemaknaan Islamic Geometric Patterns. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi pemaknaan yang sebenarnya, karena Islamic Geometric Patterns sekarang mulai cenderung bergeser menjadi simbol Islam.
Persoalan Ruang Terbuka Publik di Yogyakarta berdasarkan Persepsi Masyarakat
Melania A. Sumaryata;
Feni Kurniati;
M. Aziz Soelaiman
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.162
Ruang terbuka publik menjadi indikator perkembangan masyarakat dan kemajuan kota saat ini ditengah-tengah pembangunan yang pesat. Ruang terbuka menjadi kebutuhan yang harus disediakan sebuah kota maupun kawasan untuk memenuhi kegiatan bersama. Yogyakarta merupakan daerah yang sedang berkembang dari segi pembangunan dan menjadi tujuan wisata. Terdapat berbagai aktivitas publik yang perlu diwadahi dan diatur dalam suatu ruang. Dengan adanya kebutuhan akan wadah untuk aktifitas publik tersebut, artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menemukan dan memahami persoalan yang terjadi pada ruang terbuka publik di Yogyakarta berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan pengumpulan data kuesioner online (simple-random-sampling). Ditemukan kecenderungan persoalan mengenai kenyaman, penyediaan tempat aktivitas, adanya karakter Yogyakarta, ramah lingkungan, pengontrolan, dan pengelolaan. Hasil ini dapat mengantar perancangan kota menuju suatu kriteria ruang terbuka publik di Yogyakarta yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat didalamnya.
Kajian Hubungan Ketertarikan Pengunjung dengan Atmosphere Ruang Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus : Manado Town Square)
Frits O. P. Siregar;
Dwight M. Rondonuwu;
Hanny Poli
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.156
Fenomena menjamurnya pembangunan pusat perbelanjaan di Indonesia, lebih khususnya yang ada di kota Manado akan meningkatkan daya saing antar pusat perbelanjaan yang ada untuk menarik pengunjungnya. Manado Town Square Mal adalah salah satu pusat perbelanjaan yang sangat diminati oleh masyarakat kota Manado dan telah menjadi salah satu icon tujuan wisata belanja bagi turis local maupun domestic yang berkunjung ke Manado merupakan fenomena lain yang terbentuk di kota Manado. Atmosphere ruang pusat perbelanjaan Manado Town Square memiliki cirri khas dengan layout koridor tunggal yang memanjang yang diiringi dengan deretan retail sepanjang koridor tersebut serta atrium dengan plafond berupa awan buatan. Dari fenomena-fenomena tersebut maka diadakan suatu penelitian yang mengeksplorasi atmosphere ruang pusat perbelanjaan Manado Town Square di Manadountuk menganalisis hubungan ketertarikan pengunjung dengan atmosphere ruangnya untuk mengetahui faktor atmosphere ruang apa saja yang berhubungan dalam mempengaruhi ketertarikan pengunjung terhadap atmosphere ruang yang tercipta dan dirasakan oleh pengunjung. Pendekatan yang digunakan untuk memecahkan permasalahan penelitian adalah pendekatan rasionalistik. Teori utama yang digunakan adalah Teori Atribut Lingkungan dari Gerald D. Weisman (1981) dan Teori Dimensi Store Atmosphere dari Mary Jo Bitner (1992). Teknik analisis untuk obyek-spesifik menggunakan teknik analisis kuantitatif menggunakan filsafat rasionalisme (upaya mencari yang esensial) dan teknik analisis kuantitatif statistik yang menganalisis rerata. Hasil penelitian diharapkan akan menggambarkan pengaruh faktor penataan ruang pada pusat perbelanjaan terhadap karakteristik atmosphere-nya yang akan mempengaruhi reaksi yang dirasakan pengunjung pada saat datang dan berbelanja. Reaksi pengunjung terhadap karakteristik store atmosphere ini akan mempengaruhi pada ketertarikan pengunjung untuk mengunjungi ruang tersebut serta tingkat kepuasannya yang berdampak pada pembelian produk-produk yang ditawarkan. Urgensi hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya saing pusat-pusat perbelanjaan yang lain berupa masukan bagi para desainer pusat perbelanjaan dalam mendesain pusat perbelanjaan agar supaya tercipta suatu atmosphere ruang yang dapat meningkatkan ketertarikan pengunjungnya.
Citra Kawasan Taman Kencana dalam Persepsi Masyarakat terhadap Ruang Kota Kolonial
Karya Widyawati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.6.3.147
Kawasan Taman Kencana saat ini hadir dengan taman aktif dan tujuan wisata kuliner. Hampir di akhir pekan daerah ini dipenuhi pengunjung dari Bogor dan luar Bogor. Namun, mereka hanya melihat kawasan Taman Kencana sebagai ruang publik kota dan taman pada umumnya tanpa mengetahui bagaimana Taman Kencana hadir di masa lalu. Taman Kencana, dirancang oleh Ir.Thomas Karsten sebagai titik temu pejabat pemerintah dan peneliti pada masa Kolonial Belanda yang masih memiliki cerita menarik. Bangunan bergaya Indo Eropa di sekitar taman kini banyak mengalami perubahan fungsidari bangunan rumah menjadi kedai makan, sehingga hal ini mendorong perubahan persepsi masyarakat terhadap kawasan sebagai salah satu bagian dari ruang kota kolonial. Tujuan penelitan ini adalah menyelidiki persepsi masyarakat saat ini terhadap ruang kota di kawasan kolonial yang sudah didesain untuk masyarakat Belanda.Hasil pengamatan dan wawancara lapangan akan dibandingkan dengan riset arsip kemudian diuraikan ke dalam mental map sehingga membantu peneliti mengungkap perubahan citra kawasan yang terjadi akibat persepsi dari aktor pengguna ruang kota. Kesimpulan Citra Kawasan Taman Kencana sebagai Kawasan Cagar Budaya Peninggalan Masa Hindia Belanda dengan Gaya Indische mulai mengalami pergeseran.Tuntutan pemenuhan kebutuhan secara pribadi dan brand image masing-masing pelaku ekonomi menyebabkan terjadinya dikotomi antara citra lama dan citra baru.
Model Tata Masa Bangunan Rumah Tradisional Ponorogo
Gatot Adi Susilo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.7.1.60
Penelitian ini dilakukan karena adanya kekhawatiran diakuinya arsitektur rumah tradisional Ponorogo sebagai produk budaya negara lain, sama halnya dengan reog Ponorogo. Tujuan penelitian adalah menetapkan model tata masa bangunan rumah tradisional Ponorogo. Model tata masa bangunan rumah tradisional Jawa yang bersumber dari literatur ditetapkan sebagai subyek penelitian dan data yang berupa foto dan grafis diposisikan sebagai obyek penelitian. Sampel penelitian dilakukan dialog kritis dengan subyek penelitian, apabila hasil dialog menunjukkan kesamaan dengan subyek penelitian berarti ada keterkaitan dengan subyek penelitian, sebaliknya bila ada perbedaan maka ini menunjukkan adanya arsitektur yang lain. Arah hadap rumah tradisional Ponorogo selalu menghadap ke utara dan ke selatan, macam gugus masa minimal terdiri dari griyo ngajeng, griyo wingking, pawon, sumur dan blandongan. Posisi griyo ngajeng terletak terdepan, dilanjutkan griyo wingking dan pawon yang posisinya selalu di sebelah timur. Dari beberapa sampel dijumpai beberapa masa bangunan lain yaitu regol, langgar, kandang, gandri, sesucen, kakus. Kemudian berdasarkan kecenderungan tersebut disusunlah sebuah model tatanan masa bangunan rumah tradisional Ponorogo.
Panel Plastik Bertulang Hemat Energi
Juhana;
Sungkono
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.7.1.54
Panel plastik bertulang dirancang sebagai bahan bangunan alternatif yang berbahan dasar sampah plastik dengan tulangan dari batang enceng gondok. Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah sampah plastik dan tanaman enceng gondok menjadi produk teknologi yang memiliki nilai jual. Material plastik termasuk kategori bahan bangunan ringan, yang memiliki sifat, tidak mudah pecah, tidak korosi, dan tahan terhadap cuaca. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan lebih mendalam terkait variasi tekanan pengepresan untuk memperoleh material yang dapat memaksimalkan penghematan energi. Dilakukan pengujian daya serap air untuk memberikan jaminan ketahanan bahan terhadap cuaca untuk mendukung fungsinya sebagai bahan bangunan yang berkualitas.