cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 237 Documents
Struktur Unik Candi Muaro Takus, Riau Ari Siswanto; Ardiansyah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 4 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.676 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.75

Abstract

Kompleks percandian Muara Takus memiliki empat candi yang berdekatan tetapi mempunyai langgam arsitektur dan dimensi yang berbeda. Material utama candi adalah batu bata dan batu pasir dengan menggunakan kombinasi yang berbeda sehingga dapat menghasilkan struktur candi yang berbeda dengan candi lainnya di Sumatera. Penggunaan material batu bata dan batu pasir yang memiliki karakter dan ukuran yang berbeda selain memunculkan permasalahan tetapi juga menciptakan suatu keunikan pada bentuk dan detail candi. Metode studi kasus yang dipergunakan dengan kegiatan penelitian yang meliputi observasi, pengukuran, penggambaran serta wawancara. Keempat candi yaitu Tuo, Bungsu, Mahligai dan Palangka menggunakan kombinasi batu bata dan batu pasir yang berbeda serta pada bagian candi yang berbeda. Bentukan stupa menara dari candi Mahligai yang menggunakan sebagian besar batu bata dan sedikit batu pasir menimbulkan kesan unik yang elegan. Penggunaan batu bata dan batu pasir secara bersamaan atau terpisah di kompleks percandian Muaro Takus telah menghadirkan karya arsitektur candi Buddha dengan struktur yang unik dan menawan.
Pemindahan Ibu Kota Baru Jawa Barat: Altruisme versus Non-Altruisme Asterina Nurhermaya; Marisa Sugangga
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 4 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.639 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.50

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memindahkan ibu kota Provinsi Jawa Barat dari kota Bandung ke tempat lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai kota Bandung sudah terlalu padat dan tidak layak menjadi pusat pemerintahan. Namun, masyarakat pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemikiran masyarakat yang setuju dan tidak setuju, serta menyusun model hipotesis pengelompokan pendapat tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner daring yang berisi pertanyaan terbuka. Data teks yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis konten konvensional (conventional content analysis). Dari hasil analisis terungkap dua kelompok pendapat. Pendapat yang setuju cenderung altruisme dan pendapat yang tidak setuju cenderung non- altruisme. Altruisme adalah kelompok yang mengutamakan kemajuan kota lain. Non-altruisme adalah kelompok yang mengutamakan kemajuan kota Bandung.
Penomoran Rumah dan Pembagian Wilayah: Studi Kasus Karangmalang Yogyakarta Lya Dewi Anggraini
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.55 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.132

Abstract

Perkembangan wilayah urban di Yogyakarta dipicu oleh pembangunan beragam kampus perguruan tinggi. Perubahan ini menimbulkan masalah terkait sosial dan budaya yang salah satunya adalah penomoran dan alamat rumah yang tampaknya tidak teratur. Studi yang dilakukan di Karangmalang ini menggunakan metode kualitatif observasi lapangan teknik snowball sampling dan wawancara open-ended dengan tujuan mendalami kejadian seputar awal mula terbentuknya penomoran dan alamat rumah hingga menjadi yang sekarang. Tematema disusun dalam bentuk matriks unit-unit amatan yang didalami, dari penomoran rumah yang terkesan rumit dan tidak teratur ini menghasilkan jaringan alur pemahaman tentang pembagian wilayah di Karangmalang. Dari awal pembentukan blok karena kebutuhan pos, atau surat-menyurat, terhadap identifikasi lokasi yang lebih sekadar nama dusun dan nama pemiliknya, yang kemudian berkembang menjadi pembagian RT/RW, dengan perkembangan nomor rumah seiring bertumbuhnya bangunan. Penomoran rumah secara konsensus ini oleh pemerintah digabungkan dengan pembagian wilayah berdasarkan RT/RW tidak hanya bermanfaat untuk urusan administratif, namun berpotensi tinggi dalam mendukung kehidupan bermasyarakat yang berkelanjutan.
Kajian Pola Kegiatan Bertamu pada Era New Normal Gabriela Geraldine Angel Winata; Samsu Hendra Siwi; Titin Fatimah; Naniek Widayati Priyomarsono
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.496 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.125

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia menyebabkan pola kebiasaan tidak sama seperti sebelumnya. Salah satu perilaku yang berubah adalah pola interaksi pada saat melakukan kegiatan bertamu. Pola kegiatan bertamu tentunya membentuk pola yang baru demi memenuhi protokol kesehatan sebagai salah satu upaya mencegah persebaran virus COVID-19. Perubahan pola kegiatan bertamu menjadi fenomena menarik untuk diteliti guna mengetahui pola baru atau trend yang ada pada era new normal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola kegiatan bertamu pada era new normal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengambilan data berupa observasi dan wawancara terhadap adaptasi kegiatan bertamu pada era new normal. Hasil yang didapatkan dari peneltiian ini adalah adanya perubahan aktivitas, dialami oleh beberapa orang dalam menjalankan kegiatan bertamu, seperti menerapkan protokol kesehatan. Faktor dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut dipengaruhi oleh rasa kedekatan yang menghasilkan perilaku lebih menerima dan kurang tegas terhadap protokol kesehatan. Selain dari adanya perubahan perilaku, terdapat perubahan ruang yang juga dilakukan untuk memenuhi protokol kesehatan.
Teknik Convex Mapping: Analisis Visual Space Syntax yang Bermanfaat bagi Pemula Gierlang Bhakti Putra
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.359 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.31

Abstract

Space syntax adalah perangkat teknik analisis ruang yang dikembangkan untuk mempelajari hubungan antara tatanan masyarakat dengan konfigurasi ruang. Metode analisis yang digunakan fokus pada kualitas topologis ruang dengan mereduksi denah bangunan atau ruang menjadi diagram yang mengidentifikasi keberadaan ruangan dan koneksi antarruangan. Walaupun space syntax telah diperkenalkan sejak tahun 1982, penggunaannya terbatas karena pemula tidak memiliki panduan praktis untuk memahami proses analisis langkah demi langkah. Penjelasan teori space syntax juga memiliki inkonsistensi teori sehingga sulit dimengerti. Tulisan ini ditujukan sebagai pengenalan dasar pada pemula yang ingin mempelajari space syntax. Konsep dasar mengenai teori space syntax akan dijelaskan lalu dilanjutkan dengan studi kasus untuk menjabarkan teknik analisis yang digunakan. Dengan fokus pada teknik convex mapping, proses analisis akan dijelaskan langkah demi langkah untuk memperkenalkan pemula pada konsep dasar analisis dan interpretasi visual terhadap hasil analisis. Proses analisis yang digunakan mencakup tiga bagian: abstraksi, analisis, dan interpretasi. Pada tulisan ini, fokus bahasan hanya pada analisis visual tanpa membahas analisis secara matematis.
Adaptasi Berhuni Mahasiswa pada Hunian Indekos di Kota Malang Damayanti Asikin; Rinawati P. Handajani; Jenny Ernawati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.113 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.158

Abstract

Kota Malang merupakan “Kota Pendidikan” yang menarik sebagai tempat untuk menempuh pendidikan tinggi bagi pemuda dari luar kota Malang. Hunian indekos sebagai tempat tinggal banyak dipilih selama mereka menempuh pendidikan. Tempat tinggal baru tersebut menuntut mahasiswa dapat menyesuaikan diri agar tujuan dan harapan selama menempuh pendidikan bisa tercapai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui elemen adaptasi berhuni mahasiswa dan penerapannya pada hunian indekos sebagai tempat tinggal selama menempuh pendidikan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil kuesioner 135 responden yang dikumpulkan dalam kurun waktu tiga minggu. Adaptasi pada hunian indekos dijumpai pada elemen lingkungan fisik, elemen lingkungan sosial budaya, dan elemen perilaku dalam membentuk teritori personal dan komunal. Elemen adaptasi diterapkan pada aspek non struktural dan aspek struktural, dengan strategi penyesuaian, strategi mengubah, serta menarik diri atau meninggalkan lingkungannya. Konsep adaptasi berhuni mahasiswa mencakup aspek non struktural berupa perilaku dan fungsional pada elemen adaptasi lingkungan sosial budaya dan perilaku dalam skala meso hunian kos, serta aspek struktural pada elemen adaptasi lingkungan fisik dan perilaku dalam skala mikro kamar kos.
Analisis dan Pemetaan Integrasi Spasial pada Konteks Shrinking Cities berdasarkan Fitur Street Network, Space Syntax Noor Fajrina Farah Istiani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.848 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.154

Abstract

Fenomena perkotaan dalam konteks shrinking cities saat ini menjadi sebuah persoalan khususnya dalam hal penyusutan ekonomi, sosial, demografi, dan spasial kota. Permasalahan lebih lanjut dalam konteks shrinking cities juga terkait dengan pemandangan kota yang mengalami banyak kekosongan sehingga penduduk maupun pengunjung cenderung menghindari kawasan ini karena tidak aman, asing, terpencil dan terisolasi dari akses zona jalan yang sibuk atau padat. Penelitian ini secara khusus menyelidiki kualitas street network di Kota Delft pada dua area, yaitu Delft Centrum dan Delft Buitenhof, dengan menggunakan metode space syntax. Studi ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif konteks lingkungan yang terisolasi dan bagaimana hal itu mempengaruhi kegiatan manusia di dalamnya. Analisis fitur street Network dalam space syntax pada penelitian ini menggunakan DepthmapX dan QGIS untuk mendukung eksplorasi pengalaman ruang kota dan manusia. Tulisan ini terfokus pada tiga parameter utama studi kasus, yaitu: konfigurasi spasial antar jalan, hubungan antara fungsi bangunan dan jalan, dan aktivitas berjalan manusia di jalan pedestrian. Analisis ini dapat membantu arsitek dan desainer tata kota untuk merevitalisasi jalan secara spesifik terutama di dalam konteks shrinking cities. Pengembangan strategi desain baru dalam penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam inovasi bidang perencanaan dan desain kota dan juga dalam struktur teoritis pengembangan gagasan shrinking cities di masa depan.
Fasad Katedral Sebagai Model in Fill Perancangan Pengembangan Situs Randusari Semarang Rosalia Rachma Rihadiani; Dwi Lindarto
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.808 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.151

Abstract

Gedung Gereja Katedral adalah satu gedung yang menjadi ikon utama di situs Randusari dengan kategori bangunan cagar budaya kelas A di Semarang. Pihak pengelola Gereja Maria Ratu Rosari berencana membangun gedung baru sebagai pengganti gedung pendukung gereja Katedral. Perancangan gedung baru di area yang padat dan menjadi latar belakang gedung bertatus cagar budaya haruslah dilakukan dengan hati–hati dan mempertimbangkan aspek etika membangun di kawasan konservasi. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan alternatif metode dalam melakukan perancangan bangunan baru yang mempunyai posisi dibelakang gedung gereja Katedral yang berstatus cagar budaya. Penelitian dilakukan melalui kajian pustaka dan uji desain dengan penggambaran beberapa alternatif fasad. Hasil penelitian adalah adalah bahwa metode infill bentuk jendela lengkung dan kolaboratif selaras pada perancangan desain gedung baru sebagai latar belakang gedung gereja Katedral karya Van Oyen 1936 merupakan metode yang sesuai karena bisa menunjukkan dimensi waktu bangunan dirancang serta tidak mencuri perhatian terhadap ikon utama di situs sebagai wujud penghormatan dalam pelestarian yang beretika.
Model Tata Massa Arsitektur Sasak di Pulau Lombok Gatot Adi Susilo; B. Sri Umniati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1628.382 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i01.6

Abstract

Pemahaman nilai-nilai kearifan lokal terutama pada nilai tradisional, penting untuk dipaparkan, agar generasi mendatang tetap dapat menghargai kekayaan leluhurnya. Penelitian ini merupakan deskripsi mengenai model tata massa khususnya rumah adat, yaitu pada Arsitektur Sasak, Lombok. Metode pengamatan dilakukan di sembilan lokasi desa adat yang tersebar di Pulau Lombok, dan hanya enam lokasi yang dapat dijadikan sebagai sampel yaitu: rumah adat Sade, rumah adat Limbungan Barat, rumah adat Limbungan Timur, rumah adat Sembalun, rumah adat Senaru dan rumah adat Beleq Gumentar. Hasil penelitian menemukenali adanya dua jenis tipe penataan massa berdasarkan kondisi lokasi, yaitu pola tatanan massa di area berkontur dan di area yang datar. Tipe bangunan yang dipilih bersesuaian dengan jenis pola tatanan massanya, di mana tipe Bale Mengina diperuntukkan untuk daerah datar, sedangkan tipe Bale Tani diperuntukkan untuk daerah berkontur. Adapun tipe Geleng yang ditemui pada semua tipe tatanan massa, mengalami proses tranformasi bentuk. It is important to explain the values of local wisdom, especially the traditional values, so that the future generations can still appreciate the wealth of their ancestors. This research is a description of the mass system model, especially the traditional houses, in Sasak Architecture, Lombok. Observation was performed on nine location scattered throughout Lombok island. From those nine locations, there were six that could be qualified as samples. Those six are Sade traditional house, Limbungan Barat traditional house, Limbungan Timur traditional house, Sembalun traditional house, Senaru traditional house, and Beleq Gumentar traditional house. By assessing those six samples, it is found that there are two types of massing according to the land condition, which are massing on contoured land and on flat land. The building type are also selected according to the massing type, where Bale Mengina used in flat land and Bale Tani in contoured land. Geleng type, which could be found in all type of massing, experiences form transformation.
Rumah sebagai Helioterapi di Masa Pandemi Covid-19 Ariessa Khalista Pratami; Dwita Hadi Rahmi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.404 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i01.7

Abstract

Wabah Covid-19 mengubah dunia dari berbagai lini, penelitian ini berangkat dari lini spasial terkecil yaitu rumah. Rumah semakin krusial, dituntut semakin efisien, kompak, multifungsi, dan cepat beradaptasi. Tidak sekedar menjadi rumah sehat di masa pandemi Covid-19, namun mampu meningkatkan imunitas tubuh bagi penghuni yang karantina / isolasi mandiri di rumahnya masing-masing maupun penghuni yang rentan terhadap penyakit seperti lansia dan bayi. Disinilah helioterapi didialogkan dengan konteks rumah dimana sebagai terapi yang dapat meningkatkan imunitas penghuni. Lingkup penelitian ini berfokus terhadap bagaimana konsep helioterapi dapat diterapkan ke dalam rumah di masa pandemi Covid-19 ini. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai eksplorasi pemikiran kritis, pengetahuan dan fakta dari data-data terkait. Hal tersebut didialogkan bersama sehingga dapat ditarik kesimpulan berupa sumbangan pemikiran di lingkup keilmuan arsitektur. Helioterapi dapat diterapkan ke hunian dengan prinsip rumah aman selama pandemi dengan rekayasa bukaan pintu jendela. Dengan adanya pandemi ini, merupakan pemantik awal titik renungan kita semua sebagai arsitek untuk mampu mengembalikan kemurnian tujuan profesi arsitek yang sebenarnya. The Covid-19 outbreak changed the world from various sides, this research departs from the smallest spatial side, house. Houses are increasingly crucial, they are demanded to be more efficient, compact, multifunctional, and rapid to adapt. Not only being a healthy home during the outbreak, but being able to increase immunity for residents who are independent quarantine / isolation in their homes as well as residents who are vulnerable to diseases such as elderly and babies. House that integrated with heliotherapy can increase the immunity of the occupants. The scope of this research focuses on how the concept of heliotherapy can be applied to homes during the Covid-19 pandemic. The purpose of this research is to explore critical thinking, knowledge and facts from related data. This is being discussed together so that conclusions can be drawn in the form of contributions of thought in the scope of architectural scholarship. Heliotherapy can be applied to shelter based on the principle of safe housing during a pandemi with handling window openings. With this pandemi, it is the starting point of reflection for all of us as architects to be able to restore the purity of the true goals of the architectural profession.

Page 2 of 24 | Total Record : 237