cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 245 Documents
Preferensi Tempat Bekerja dan Belajar Produktif Rhamadana, Vebryan; Bachtiar, Jasmine C. U.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.79 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i01.97

Abstract

Kegiatan produktif seperti bekerja dan belajar dewasa ini mengalami perubahan. Dalam dunia pendidikan, belajar mandiri memiliki peran penting sebagai inti dari proses belajar sehingga membutuhkan ruang-ruang lain di luar ruang formal. Perubahan kecenderungan juga terjadi dalam dunia kerja seperti bekerja yang dapat dilakukan tanpa terikat dengan tempat dan waktu. Kecenderungan tersebut memunculkan kebutuhan yang lebih besar terhadap tempat bekerja dan belajar. Penelitian ini merupakan studi awal untuk melihat preferensi tempat bekerja dan belajar. Preferensi tersebut penting untuk dilihat oleh arsitek sebagai dasar dalam menyediakan tempat bekerja dan belajar yang baik. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode grounded theory. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner daring kepada responden (N=108). Selanjutnya, data diolah dengan open coding, axial coding, dan selective coding. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat empat kelompok preferensi tempat bekerja dan belajar yakni kelompok formal, rekreatif, kondusif, dan personal. Arsitek dapat merancang ruang bekerja dan belajar dengan melihat karakteristik dari kelompok yang akan diwadahi berdasarkan keempat kelompok preferensi tersebut. Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan yang ada sehingga menguatkan teori yang muncul tentang empat kelompok preferensi tempat bekerja dan belajar. Working and learning are two productive activities that are evolving. Independent learning is an essential part of the educational process that necessitates alternative venues outside the official classroom. Trends shift in the workplace, where work can be done without location or time constraints. This disposition has a stronger desire to work and learn. This study offers a preliminary look at people's preferences for working and learning spaces. These preferences are fundamental for architects when designing a healthy work and study environment—choosing the grounded theory method to produce qualitative research. First, respondents (N = 108) received an online questionnaire to fill out. Then, the data processing process uses open, axial, and selective coding. According to the findings, there are four types of virtual working and learning settings: formal, recreational, conducive, and personal. Architects may create working and learning environments that consider the unique characteristics of the various groups that will be accommodated based on the four preferences groups. Further research is needed to validate the findings—study options—to improve the hypothesis surrounding the four categories of work and study options.
Strategi Permukiman Tangguh Bencana berdasarkan Studi Morfologi Kampung Pengok Kidul, Yogyakarta Kusuma, Ajeng; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.581 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i01.67

Abstract

Frekuensi terjadinya bencana vulkanis di Kota Yogyakarta cukup signifikan, material Gunung Merapi yang terbawa aliran air juga berdampak terhadap pendangkalan sungai. Realitas lain mengindikasikan bahwa faktor alam tidak hanya menjadi penyebab tunggal, kendati ulah manusia yang mampu memicu bencana. Fenomena permukiman padat dengan orientasi morfologi dekat aliran sungai, menggiring problematika baru. Alih-alih menjadikan sungai sebagai halaman depan (front-yard) hunian, mayoritas masyarakat masih beranggapan sungai sebagai halaman belakang (back-yard). Paradigma seperti ini masih ditemukan di Kampung Pengok Kidul, Kecamatan Gondokusuman, Kelurahan Baciro. Dilema ini mengantar pada pertanyaan kesiapsiagaan serta bagaimana kelayakan kondisi lingkungan bermukim dalam konteks tangguh bencana. Observasi empiris dinilai mampu mengungkap kondisi yang senyatanya serta teori studi morfologi permukiman dengan mengidentifikasi periodisasi permukiman guna meninjau sejauh mana terjadinya perubahan. Urgensi riset bernaksud mengkaji ulang kelayakan hunian serta menjadi panduan bentuk permukiman padat huni di bantaran sungai tangguh bencana. Hasil penelitian berupa strategi morfologi permukiman yang ideal, ditinjau dari eksplorasi objek dan studi literatur. The frequency of volcanic disasters in Yogyakarta is quite significant; Mount Merapi material carried by water flows also impacts river silting. Another reality indicates that natural factors are not the only cause, although human activities can trigger disasters. The dense settlements phenomenon with a morphological orientation near river flows leads to new problems. Instead of using the river as a residential front yard, the people still think of the river as a backyard. This paradigm is still found in Pengok Kidul Village, Gondokusuman District, Baciro Village. This dilemma leads to the question of preparedness and how appropriate the environmental conditions are to live in the context of disaster resilience. Empirical observations are considered capable of revealing the actual needs and the theory of settlement morphology by identifying the periodization of settlements to review the extent of changes. The urgency of the research aims to feasibility review of housing and become a guide for the form of densely inhabited settlements on disaster-resilient riverbanks—the research results of ideal settlement morphology strategy, object exploration, and literature study.
Faktor yang Mempengaruhi Kelompok Usia Muda Mengunjungi Kafe Selama Pandemi Covid-19 Meilinda Helza Putri; Hanson E. Kusuma; Allis Nurdini
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i4.02

Abstract

Kelompok usia muda mengalami perubahan pola aktivitas di luar rumah sejak adanya pandemi Covid-19, salah satunya adalah aktivitas mengunjungi kafe. Pertimbangan terhadap kafe yang akan dikunjungi pun dipertimbangkan demi memenuhi kebutuhan ruang mereka saat berada di dalamnya. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap penelitian, pada tahap pertama menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring yang bersifat terbuka (open-ended) dan pemilihan sampel dilakukan secara bebas (non-random sampling), dengan hasil yang didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang merupakan preferensi kelompok usia muda saat hendak mengunjungi kafe selama pandemi Covid-19, dan digunakan sebagai variabel penelitian kedua. Tahap kedua dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis distribusi, faktor analisis, dan korelasi multivariat, Hasil analisis pada penelitian ini didapatkan bahwa kebutuhan ruang kelompok usia muda terhadap kafe selama pandemi Covid-19 dipengaruhi oleh kategori fisik dan kategori kegiatan. Aspek yang berpengaruh terhadap kategori fisik adalah aspek ruang dan aspek yang berpengaruh terhadap kategori kegiatan merupakan aspek perilaku.
Implementasi Sistem Struktur Soko Guru pada Masjid Berkubah Beton Kusyanto, Mohhamad; Sofyan, Afriyanto; Koesmartadi, Cristophorus
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.155

Abstract

Pengembangan masjid sebagai tempat ibadah untuk menampung jamaah yang lebih banyak dan mengikuti perkembangan teknologi mendasari masyarakat membangun masjid berkubah yang megah dengan konstruksi beton. Struktur soko guru dipertahankan untuk menopang beban kubah beton masjid. Keterbatasan pendanaan dan pengetahuan memunculkan permasalahan dalam implementasi sistem struktur soko guru yang digunakan dalam bangunan masjid. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan implementasi sistem struktur soko guru dalam kaitannya dengan sistem struktur lain pada masjid berkubah beton. Metode penelitian dengan kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu masjid berkubah beton. Metode pengumpulan data dengan survei dan wawancara kepada panitia pembangunan.  Analisis sistem struktur meliputi kolom, balok (balok induk dan balok anak), joint kolom-balok, dan balok kubah pada masjid. Analisis perbandingan dimensi balok dan kolom dengan menggunakan panduan rumus kaidah praktis serta dikuatkan dengan analisis momen dan cek desain struktur dengan menggunakan software ETABS versi 9.6.  Hasil penelitian menunjukkan adanya implementasi sistem struktur soko guru penopang kubah yang dapat menimbulkan beban tekuk (buckling) tanpa perkuatan balok terhadap kolom. Balok kantilever yang menopang balok kubah tanpa pengaku/bracing rentan terhadap retak dan patah pada sistem struktur tersebut. Kombinasi sistem struktur balok kantilever dan soko guru secara keseluruhan lebih aman sistem strukturnya.  
Andra Matin: Kreativitas dalam Eksplorasi Material pada Karakter Arsitektur Modern Hajaria, Nirmala; Agus S. Ekomadyo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i4.08

Abstract

Andra Matin adalah seorang arsitek dengan pendekatan modern dan clean dalam karya arsitekturnya. Setiap karya tentu menggambarkan kreativitas dan eksplorasi yang ada pada sang arsitek. Artikel ini membahas eksplorasi pada karya-karya Andra Matin dengan menggunakan teori dari buku Poetics of Architecture (1992) karya Anthony C. Antoniades untuk menemukan proses kreatif dalam merancang serta pertimbangan desain dari setiap karya Andra Matin. Observasi dilakukan melalui wawancara dengan Andra Matin terkait latar belakang serta proses perancangan karya-karya arsitekturnya disertai dengan interpretasi penulis berdasarkan gambar-gambar karya arsitektur dari sang arsitek. Hasil observasi dianalisis menggunakan teori kanal kreativitas dan ditemukan bahwa pemilihan material oleh Andra Matin disesuaikan dengan fungsi bangunan dan kondisi lingkungan sekitar sehingga tercipta harmoni antara konteks rancangan dengan material yang digunakan. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk menciptakan karakter arsitektur modern, Andra Matin melalui proses kreatif, yaitu mengeksplorasi material dengan memanfaatkan kanal kreativitas tak berwujud kemudian menghubungkannya dengan filosofi desain yang sudah dipegang sebelumnya.
Evaluasi Infrastruktur Hijau Pengendali Banjir berdasarkan Preferensi Stakeholder di Kelurahan Sempaja Selatan Rachmawati Safitri, Diah Putri; Jordan, Nadia Almira
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.179

Abstract

Kelurahan Sempaja Selatan termasuk daerah rawan banjir karena sistem resapan air pada wilayah utara mengalami hambatan akibat perubahan fungsi lahan, seperti pembebasan lahan untuk permukiman di daerah yang tidak sesuai peruntukkannya. Upaya pemerintah Kota Samarinda dalam penanggulangan banjir di tahun 2019 adalah perbaikan drainase, pembangunan drainase sub sistem, dan pembangunan kolam retensi sebagai solusi berkurangnya area resapan air. Berdasarkan kondisi eksisting di tahun 2021, kolam retensi hanya mereduksi banjir sebesar 3,76% dan tidak sepenuhnya menghilangkan genangan banjir, namun mengurangi lama genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur hijau pengendali banjir berdasarkan preferensi stakeholder. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara kepada stakeholder yang berpengaruh selaku pelaku pembangunan infrastruktur. Analisis konten pada penelitian menggunakan kode-kode yang ditemukan dalam transkrip wawancara dengan stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh elemen infrastuktur hijau dalam kondisi ketersediaan dan dikelola secara optimal, seperti infrastuktur drainase. Dibutuhkan informasi yang mendetail dari proses pembangunan infrastruktur secara menyeluruh tentang fisik ataupun keandalan elemen terkait. Diperlukannya penambahan infrastruktur dalam pengandalian banjir serta elemen untuk mengurangi sedimen dan polutan yang tinggi pada drainase.
Analisis Pencahayaan Alami Rumah Tinggal Menggunakan Simulasi Dialux Jannah, Mawar Zahratun
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.115

Abstract

Pencahayaan alami merupakan pencahayaan yang bersumber dari cahaya matahari, dan merupakan faktor yang sangat memberikan pengaruh terhadap karya arsitektural. Pencahayaan alami bagi penggunan bangunan akan dapat memberikan kenyamanan visual, sehingga memberikan kemudahan dalam menjalankan pekerjaan yang dilakukan. Pencahayaan alami pada suatu hunian harus disesuaikan dengan standar pencahayaan yang berlaku yang telah diatur dalam Standar Nasionan Indonesia (SNI) 03-6197-2000. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian pencahayaan alami dalam rumah tinggal dengan standar yang berlaku. Objek penelitian yang digunakan merupakan suatu rumah tinggal di daerah Gedebage Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan perolehan data melalui pengamatan secara langsung dan disimulasikan menggunakan aplikasi DiaLux. Data pengukuran kemudian dibandingkan dengan standar pencahayaan yang diatur dalam SNI. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pencahayaan alami pada ruangan-ruangan rumah di lokasi penelitian banyak yang melebihi standar dari SNI, dan ada pula beberapa ruangan yang belum memenuhi standar. Penilitian ini memiliki kesimpulan, bahwa hampir seluruh ruangan pada rumah tinggal ini memiliki pencahayaan alami yang tidak sesuai dengan standar SNI. Oleh karena itu, ruangan-ruangan dapat dinyatakan memerlukan penyesuaian. Kata-kunci: pencahayaan alami, rumah tinggal, kenyamanan visual
Analisis Konsep Tourism Business District di Kawasan Cikini Jakarta Prisca Bicawasti Budi Sutanty; Wiwik Dwi Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i4.17

Abstract

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merencanakan kawasan Cikini menjadi sebuah kawasan urban art center dan creative hub. Beberapa potensi daya tarik wisata mendukung rencana tersebut, antara lain bangunan bersejarah, fungsi bangunan edukasi dan budaya, serta berbagai macam program kesenian. Untuk itu dibutuhkan perencanaan kawasan yang matang serta penelusuran signifikansi atas kesiapan kawasan sehingga Cikini dapat menjadi kawasan pariwisata perkotaan unggulan. Prinsip dasar wisata perkotaan harus terdiri dari tiga pilar utama yaitu core attraction, central business district function, dan essential service yang disatukan oleh pedestrian access, sesuai dengan konsep Tourism Business District (TBD). Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kondisi kesiapan wisata perkotaan kawasan Cikini dengan metode analisis data deskriptif kualitatif dengan penggunaan indikator konsep Tourism Business District. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa kawasan Cikini sudah memenuhi tiga pilar penyusun Tourism Business District termasuk pedestrian access, namun masih diperlukan adanya pembaharuan dan penataan kembali pada aspek pedestrian access.
Transformasi Spasial Homestay di Desa Wisata, Kabupaten Subang Pratiwi, Wiwik Dwi; Priscilia, Kiki; Khairunnisa, Ayang; Amalia, Affrida
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i4.25

Abstract

Homestay menjadi pilihan akomodasi yang populer di desa wisata terutama di desa Cibeusi dan Nagrak, yang menyediakan fasilitas yang nyaman dan lengkap, dikelola langsung oleh penduduk lokal dan memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan penduduk lokal. Homestay akan mengalami transformasi dari segi kualitas spasial juga visual untuk bersaing dalam pasar wisata. Transformasi ini dapat berupa transformasi dimensi, penambahan, pengurangan, penggabungan, dan organisasi, di mana terlihat melalui skalanya, unsur bangunan, faktor eksternal, juga bentuk bangunan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi transformasi spasial homestay di desa wisata, dengan lingkup lokasi di desa Cibeusi dan Nagrak, dan faktor pendorong yang mempengaruhi transformasi tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif, di mana data diambil melalui observasi peneliti, dokumentasi berupa foto, dan wawancara mendalam dengan pengelola dari tiga homestay yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling.  Hasil penelitian yang didapatkan yaitu transformasi dari setiap bangunan yang terjadi dalam beberapa tahap, yaitu dari gambar bangunan, orientasi bangunan, area terbuka, material, dan penambahan ruang. Selain itu, faktor pendorong terjadinya transformasi tersebut adalah meningkatkan kualitas homestay dengan cara meningkatkan kenyamanan sehingga menarik minat wisatawan atau pengunjung. Hal itu merupakan inisiatif pemilik homestay dan permintaan yang datang secara langsung maupun tidak langsung dari pengunjung Desa Cibeusi dan Nagrak.
Korespondensi antara Tingkat Produktivitas dan Aspek Arsitektural pada Tempat Kerja Produktif Karima, Miftahul; Hanson E. Kusuma; R. D. Aprilian
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.176

Abstract

Salah satu tugas arsitekt adalah menciptakan ruang yang memiliki fungsi. Pada praktiknya sebuah ruang dapat memiliki multi-fungsi. Studi menunjukkan adanya fenomena multi fungsi pada ruang di setiap negara di dunia. Contohnya ruang tamu selain berfungsi sebagai untuk menjamu tamu, juga bisa digunakan untuk fungsi lain oleh anggota keluarga ketika tamu tidak ada. Pada masa kini, bekerja pun dapat dilakukan di mana saja. Tidak eksklusif hanya dapat dilakukan di perpustakaan, sekolah, ataupun kantor, tapi bisa juga di coffee shop yang sekarang dirancang dengan fasilitas tempat makan dan bekerja. Seseorang dapat memilih untuk bekerja di mana saja sesuai dengan preferensi mereka masing-masing. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji tempat kerja produktif masyarakat, serta alasan yang mempengaruhi tingkat produktivitasnya. Tempat kerja produktif merujuk pada tempat di mana seseorang dapat menjadi produktif, artinya tidak mesti harus di kantor, tapi dapat di mana saja. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Grounded Theory, metode pengumpulan data kuisioner daring, serta metode analisis data dan analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa (a) kenyamanan, (b) ketenangan, dan (c) fasilitas lengkap yang tersedia menjadi aspek paling tinggi dalam mempengaruhi tingkat produktivitas. Ketiga hal tersebut merupakan aspek-aspek tertinggi yang dapat diintervensi arsitek dalam upaya menciptakan ruang yang dapat merangsang produktivitas pengguna.

Page 5 of 25 | Total Record : 245