cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 237 Documents
Telaah Karya Arsitektur Brutalisme pada Masa Modern Islamy, Muhammad Raufal; Shobri, Fariz Amin; An Nazmi, Muhammad Faiq; Fadillah, Abimanyu Akbar; Anisa, Anisa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.253

Abstract

Salah satu konsep yang muncul pada masa modern adalah brutalisme. Dalam sejarah arsitektur dikenal konsep arsitektur brutalisme yang berkembang sekitar pertengahan abad ke-20 di Inggris. Brutalisme dalam arsitektur dimaknai pada dua hal, yaitu karya arsitektur yang menggunakan beton ekspos (brut), dan karya arsitektur dengan bentuk yang berbeda atau tidak lazim pada masa itu. Kedua hal ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi karya arsitektur brutalisme. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menafsirkan konsep arsitektur brutalisme pada karya arsitektur modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder untuk mengenali ciri brutalisme pada karya arsitektur. Telaah brutalisme pada karya arsitektur di masa modern ini mendapatkan hasil sebagai berikut: karya arsitektur brutalisme menampilkan struktur asli ekspos beton, sehingga terkesan kaku, sederhana, dan warna terbatas tergantung pada warna beton. Selain itu karya arsitektur brutalisme terbukti memiki efisiensi ruang dan estetis.
Analisis Kelayakan Waterfront City (Studi Kasus Daerah Ongkoliong Desa Batu Merah) Talanila, Gledy Christalia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.256

Abstract

Air merupakan sumber daya alam sangat penting bagi kehidupan manusia, baik dari segi pertanian, industri, pembangkit energi, rumah tangga, bahkan transportasi dan rekreasi. Kota Ambon sandiri ada kota yang dikelilingi oleh air potensi ini mendorong pemerintah Kota Ambon untuk mengembakan kota ambon lebih berkembang lagi dengan membuat perencanaan Ambon Waterfront City. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perencanaan ulang kota ambon agar terlaksana Ambon Waterfront City, agar menjadi komoditas yang menguntungkan bagi pemerintah maupun Masyarakat sekitar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi eksploratif dan komparatif. Kota Ambon memiliki karakteristik topografi yang berbukit dan berlereng. Akibat dari pertumbuhan ekonomi yang pesat, pengembangan Waterfront City Ambon menjadi terkendala, dimana perubahan fungsi lahan di pesisir pantai yang menjadi permukiman, dan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, mengakibatkan kota Ambon dengan demikian membelakangi pantai. Untuk menjadikan Kota Ambon sebagai Waterfront City, diperlukan perbaikan kondisi ini melalui pengaturan perencanaan Kota dan perlu adanya perbaikan infrastruktur. Perkembangan ini harus memperhatikan faktor ekologi kota. Kata-kunci : Perencanaan Kota, Waterfront city, Ekologi, Komoditas
Potensi Pola Proporsi Golden Section Rumah Tongkanan Salassa (Toraja): Golden section Proportion Pattern Potential of Tongkonan Salassa (Toraja) Kahir, Shapardi; fachri, Fachri awal
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.257

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi potensi pola proporsi golden section Phi Ф (1.618) pada fasade rumah Tongkonan Salassa di Toraja. Pola golden section dipilih karena dinilai sebagai bagian kaidah estetika bentuk yang tak memihak karena sifat ke-universal-annya (fenomena harmoni alam). Penelitian ini juga membuktikan sebuah kualitas estetika bentuk arsitektur yang dipengaruhi oleh proporsi. Rumah Tongkonan memiliki potensi golden section dalam penataan pola elemen bangunannya walaupun Tongkonan dibangun berdasarkan kepercayaan aturan Aluk Todolo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan observasi terstruktur dimana pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung terhadap fasade Tongkonan. kemudian dikonversi secara digital untuk dianlisis berdasarkan pola golden section yang terbentuk yaitu golden rectangle, golden ratio, golden spiral, golden ellipse dan golden triangle. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasade rumah Tongkonan Salassa memiliki/menyimpan pola dan nilai-nilai ‘potensial’ ke-pola proporsi-an golden section terhadap Phi (Ф). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan awal bagi penelitian selanjutnya terutama proporsi rumah tradisional atau melakukan studi sejenis.
Pengaruh Karakteristik Jalur Pedestrian di Indonesia terhadap Penilaian Walkability Wardiana, Indra Yuda; Kusuma, Hanson E.; Rahmawati, Putri Annisa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i1.258

Abstract

Berjalan kaki adalah aktivitas fisik yang mudah, murah, bisa dilakukan siapa saja, dan kapan saja. Berjalan kaki dapat menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, jalur pejalan kaki di Indonesia masih mengalami permasalahan yang dapat menganggu sampai mencelakai pejalan kaki. Jalur pejalan kaki yang dirancang dengan baik mampu meningkatkan walkability didalam sebuah komunitas atau kota. Namun, hubungan antara karakteristik jalur pedestrian di Indonesia dengan penilaian berdasarkan walkability masih kurang mendapat perhatian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik jalur pejalan kaki dan penilaian walkability-nya. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kualitatif-kuantitatif. Tahap pertama dilakukan penelitian kualitatif secara eksploratif untuk menggali atribut karakteristik jalur pejalan kaki di Indonesia. Tahap ke-dua, penelitian kuantitatif eksplanatori dilakukan untuk memahami hubungan korelasional antara karakteristik jalur pejalan kaki dengan penilaian walkability. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis faktor dan regresi bivariat untuk mencari hubungan antara karakteristik jalur pejalan kaki dengan penilaian walkability. Berdasarkan kajian yang dilakukan, ditemukan karakteristik jalur pejalan kaki yang mempengaruhi penilaian walkability. Kualitas udara dan tanpa hambatan, keselamatan, infrastruktur, dan kualitas visual memiliki pengaruh positif terhadap walkability. Fungsi komersial dan keterbatasan memiliki pengaruh negatif terhadap walkability. Kualitas visual, keselamatan, kualitas udara dan tanpa hambatan, dan kesejukan memiliki pengaruh positif terhadap daya tarik rute. Sedangkan keterbatasan memiliki pengaruh negatif terhadap daya tarik rute.
Makna Ekspresi Rumah Adat Rote Ndao: Studi Kasus Rumah Raja Thie Fanggidae, Dodi; Bahar, Yudi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.262

Abstract

Rumah Adat atau Rumah Raja Rote Ndao pada zaman dulu merupakan representasi masyarakat adatnya. Salah satu Rumah Raja Rote Ndao yang masih bertahan (Rumah Raja Thie), kini telah mengalami kerusakan dan belum ada tindakan baik oleh pemerintah maupun masyarakatnya. Hal ini dapat diasumsikan akibat rendahnya rasa kepemilikan atas warisan arsitektur yang dimiliki di Rote Ndao. Penelitian ini mengungkap makna arsitektur yang terkandung terhadap bentuk dan fungsi Rumah Raja Thie sebagai salah satu Rumah Adat yang masih bertahan. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis data adalah dengan mengkaji visual massa bentuk dan fungsi bangunan, untuk ditentukan makna yang terkandung dari aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rumah Raja Thie memiliki ekspresi yang didominasi pada bentuk atapnya dengan ornamen bubungan yang disebut toka dan bohani. Bentuk arsitektur rumah ini memiliki fasad yang tertutup dari segala arah sehingga terkesan sebagai rumah satu lantai padahal bagian dalamnya terdiri atas dua lantai dan berbentuk panggung, hal ini disesuaikan dengan fungsi area service bangunan pada bagian di bawah panggung yang dapat dimanfaatkan sebagai kandang ternak. Ornamen bubungan toka dan bohani menggambarkan kepemimpinan dan kewibawaan sebagaimana rumah ini sebagai tempat dilakukannya pertemuan dan pengambilan keputusan adat.
Meningkatkan Resiliensi Perkampungan terhadap Perubahan Iklim: Kasus Implementasi Program Kampung Iklim Pucangsawit, Surakarta Lathifa Putri Wiedhya Syahrani; Luthfia; Prabang Setyono; R. Muhammad Amin Sunarhadi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i1.265

Abstract

Artikel ini berkaitan dengan bagaimana implementasi pelaksanaan Program Kampung Iklim di Kota Surakarta yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sebagai salah satu wilayah yang terkena dampak perubahan iklim berupa perubahan suhu bulanan dan ancaman terhadap pertanian dan sumber daya air. Penerapan program ini dimulai sejak tahun 2014 di Kampung Pucangsawit RW 09 Kecamatan Jebres Kota Surakarta yang melibatkan berbagai kegiatan guna memberdayakan masyarakat dalam aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program kampung iklim dan peningkatan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara serta pendekatan triple helix untuk mengetahui interaksi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Pucangsawit RW 09 telah mengimplementasikan beberapa program meliputi program rumah pompa, pemanenan air hujan, budidaya hidroponik, dan pemanfaatan energi matahari pada lampu jalan. Perkampungan ini lebih resilien terhadap ancaman bencana banjir yang menjadi tantangan setiap tahun. Keberhasilan ini menunjukkan melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif masyarakat bersama pemerintah dan lembaga terkait berhasil meningkatkan resiliensi perkampungan terhadap perubahan iklim.
Preferensi Pemanfaatan Ruang pada Hunian Sederhana untuk Aktivitas Bermain Anak Usia Dini Rahmi Elsa Diana
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i1.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali preferensi aktivitas penghuni, khususnya menitikberatkan pada aktivitas bermain anak usia dini di dalam hunian sederhana. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan sampling terhadap 45 ibu yang merupakan anggota komunitas Institut Ibu Profesional. Ibu kelompok responden memiliki anak usia dini rentang 2-6 tahun. Terdapat dua variabel yang digali sebagai preferensi penghuni yaitu sistem aktivitas dan sistem ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ruang terbatas, seluruh area di dalam rumah berpotensi menjadi teritori bermain anak. Namun, terdapat preferensi yang berbeda baik itu terhadap ruang maupun jenis aktivitas bermain. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika pemanfaatan ruang untuk aktivitas bermain anak usia dini dalam hunian sederhana. Diharapkan temuan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman perancangan ruang ramah anak. Lebih lanjut, penelitian dapat dielaborasi dengan metode survei dan observasi lapangan serta dapat memperluas cakupan ruang selain ruang-ruang interior.
Analisis Elemen Pembentuk Citra Kota Kawasan Sukaasih Kecamatan Tangerang Berdasarkan Kajian Kevin Lynch Kusuma, Dhelvia Yudha; Ade Syoufa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i1.277

Abstract

Kota merupakan suatu wilayah pemukiman yang padat penduduknya, memiliki infrastruktur perkotaan, dan berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Elemen citra kota membantu membentuk identitas suatu kota. Landmark dan fitur visual lainnya menjadi bagian dari warisan dan kebanggaan kultural, yang dapat mempengaruhi cara masyarakat lokal dan pengunjung melihat dan mengidentifikasi diri mereka dengan kota tersebut. Lokasi dari penelitian ini berada di Kawasan Sukaasih Kecamatan Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen elemen pembentuk citra kota berdasarkan 5 elemen pembentuk citra kota menurut kajian Kevin Lynch yaitu path (jalur), edge (tepian), district (kawasan), node (simpul), landmark (penanda) dan mengetahui kualitas lingkungan Kawasan Sukaasih Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Deskriptif Kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan studi literatur berupa sumber-sumber tertulis seperti buku, jurnal, peta, lalu metode pengumpulan data dokumentasi, dan metode pengumpulan observasi langsung. Hasil dari penelitian ini berupa temuan seperti jalur pergerakan utama, jalur penghubung pusat kota dan jalur penghubung internal pada elemen path, sungai mookevart dan rel kerata api yang menjadi elemen edge, kawasan perdagangan jasa yang memiliki luas yang besar, persimpangan pada jembatan yang menghubungkan dua wilayah, pertigaan yang menjadi pusat aktivitas kuliner, dan penanda visual perkotaan yang diwakilkan oleh monument maupun bangunan.
Pengaruh Work From Home Terhadap Perubahan Fungsi dan Kebutuhan Ruangan Pada Rumah Tinggal di Cluster Catalina Yusuf Rizqullah, Akhsya; Ade Syoufa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i1.283

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak pandemi global COVID-19, khususnya kebijakan work from home (WFH) terhadap fungsi dan kebutuhan ruangan rumah tinggal di Cluster Catalina, Indonesia. Dengan adopsi gaya hidup WFH sebagai norma baru rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat tetapi juga sebagai ruang multifungsional untuk pekerjaan, belajar, dan kegiatan sehari-hari lainnya. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus penelitian ini menganalisis perubahan signifikan dalam ruangan seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan taman sebagai respons terhadap kebutuhan ruangan baru. Temuan menyoroti pentingnya ruangan yang sehat, privat, dan mendukung aktivitas WFH secara optimal. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya adaptasi arsitektur rumah terhadap tren gaya hidup kerja saat ini. Dengan menyesuaikan desain rumah secara inovatif, dapat menciptakan ruangan yang memenuhi kebutuhan keluarga tanpa mengorbankan fungsi utama ruang keluarga. Ini menunjukkan perlunya desain arsitektur yang adaptif dan inovatif untuk mengakomodasi perubahan gaya hidup kerja di masa depan.
Analisis Pengaruh Efisiensi Desain Sirkulasi Terhadap Kemudahan Mobilitas Pengunjung (Studi Kasus: Eco Plaza Citra Raya Tangerang) Dwiki Satria; Ade Syoufa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i1.287

Abstract

Pusat perbelanjaan saat ini menjadi pilihan masyarakat pada era modern, oleh karena itu sebuah pusat perbelanjaan harus mempunyai sirkulasi yang baik. Bangunan yang menjadi studi kasus adalah Eco Plaza Citra Raya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efisiensi desain sirkulasi yang dimiliki pusat perbelanjaan terhadap mobilitas pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yang melibatkan studi dokumen serta observasi guna menguraikan situasi berdasarkan realitas. Peninjauan tersebut dibantu melalui analisis untuk menentukan keadaan bentuk ruang sirkulasi, pola sirkulasi ruang, efisiensi mobilitas pengunjung, penerapan sirkulasi vertical dan horizontal dan beberapa bagian area lainnya yang dianalisis dalam hal efisiensi serta penerapan komponen rambu (signage). Pada bangunan yang dianalisis kali ini terdapat beberapa hasil temuan di mana bangunan mempunyai fungsi berbedea di setiap lantai, namun tetap memperhatikan bagaimana desain sirkulasi yang efisien.