cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 237 Documents
Evaluasi terhadap Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Tepi Situ Mangga Bolong, Jagakarsa, Jakarta Selatan Berti Dara Suryani; Dewi Astuti; Agus Dharma Tohjiwa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.87

Abstract

Ruang terbuka publik baiknya didesain dengan optimal agar ruang-ruang yang tercipta dapat dimanfaatkan para pengunjung dengan baik & optimal pula. Di kawasan ruang terbuka publik Tepi Situ Mangga Bolong terdapat aktivitas yang dilakukan di tempat yang tidak tepat seperti parkir di ruang berkumpul, PKL di ruang hijau dan lain-lain sehingga menimbulkan ketidakteraturan. Oleh karena itu, hal ini perlu lebih diperhatikan penataannya agar pengunjung dapat merasa aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui & mengevaluasi pemanfaatan ruang pada Kawasan Ruang Terbuka Publik Tepi Situ Mangga Bolong berdasarkan aktivitas & perilaku pengunjung. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitaif melalui place-centered-mapping sebagai alat untuk mengetahui kecenderungan pemanfaatan ruang & aktivitas pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Terbuka Publik Tepi Situ Mangga Bolong memiliki ruang-ruang yang kurang optimal dalam pemanfaatannya dikarenakan memiliki kekurangan pada ruang fisiknya sehingga mempengaruhi aktivitas dan perilaku pengunjung dalam pemanfaatan ruangnya.
Studi Pencarian Kebutuhan Infrastruktur di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Gustin Intan Andini; Linda Dwi Rohmadiani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.229

Abstract

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi menunjukkan bahwa kawasan industri di Kabupaten Ngawi belum sepenuhnya merata. Artikel ini membahas tentang rencana pembangunan kawasan industri di Kabupaten Ngawi yang berlokasi di Desa Mengger dan Desa Karanganyar dengan luas kawasan 806,6 Ha. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik analisis Delphi dengan cara pengumpulan data kuisioner dan survey lokasi. Hasil pengumpulan kuisoner yang dianalisis dengan teknik analisis Delphi menunjukan bahwa Kabupaten Ngawi membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang kegiatan industri di wilayah tersebut. Dengan adanya pembangunan kawasan industri, diharapkan dapat membantu kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan temuan bahwa pembangunan jalan merupakan kebutuhan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pertama yang harus dilaksanakan karena dapat mempermudah akomodasi kegiatan yang sedang berlangsung. Pada proses terakhir pembangunan infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Karanganyar terdapat pembangunan sarana penunjang dan tempat parkir, yang dimana infrastruktur tersebut bukan sebagai prioritas yang diutamakan dalam kegiatan industri di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi.  
Penataan Fasilitas Jalur Pedestrian Sebagai Jalur Moda Pedestrian Lingkar Komplek Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor Sitti Wardiningsih; Daniel Bagus Sarwono; Moh. Sanjiva Refi Hasibuan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.62

Abstract

Pakansari Cibinong di Kabupaten Bogor merupakan stadion multifungsi yang memiliki fasilitas lintasan atletik di dalamnya dan fasilitas olahraga lain di dalam kompleknya. Pada bagian luar, komplek stadion dikelilingi oleh jalur kendaraan 2 arah dilengkapi dengan jalur pedestrian pada sisi kiri dan kanannya dengan kondisi masih kurang fungsional dan estetis. Permasalahan yang terjadi adalah keberadaan para pedagang kaki lima pada waktu-waktu tertentu ikut berkontribusi mengurangi nilai estetika kawasan selain penataan vegetasi yang buruk. Tujuan dari kegiatan perencanaan ini untuk meningkatkan kualitas lanskap jalur pedestrian agar lebih fungsional dan estetis sehingga mampu mendukung kebutuhan pengguna serta sekaligus memberikan rasa kenyamanan dan keamanan. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam perencanaan ini yaitu metode diskriptip kuantitatif observasi, identifikasi, wawancara setra dan metode perencanaan oleh Gold mengenai studi behaviour setting. Dari hasil perencanaan ini diperoleh konsep penataan jalur pedestrian dengan pembagian ruang bagi aktivitas serta pergerakan pejalan kaki, pesepeda, dan jalur hijau yang lebih proporsional. Selain itu juga didapatkan rencana penataan ruang dan fasilitas sesuai agar tetap berkelanjutan.
Kemanfaatan Ruang Salat Utama pada Masjid Al-Hikmah Cunda, Lhokseumawe Bambang Karsono; Dara Nabila Pulungan; Hendra A; Cut Azmah Fithri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.75

Abstract

Secara etimologi, masjid memiliki arti sebagai tempat sujud yang penuh ketaatan dan kepatuhan. Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat memberi contoh hakikat fungsi masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat ibadah salat saja, namun juga digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan yang mencerminkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Pada masa itu, masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan umat Islam, seperti: pendidikan, dakwah, politik, ekonomi, moral dan sosial, tempat berkumpul dan berdiskusi. Beragam kegiatan dilakukan di dalam masjid sehingga memiliki kemanfaatan ruang yang baik dan tidak terdapat ruang yang mubazir. Pada masa kini, fenomena desain ruang salat utama pada masjid cenderung bergeser menjadi lebih eksklusif dan berfungsi tunggal. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kemanfaatan ruang pada Masjid Al-Hikmah Cunda, Lhokseumawe, guna mengetahui tingkat dan pola penggunaan ruang salat utama pada waktu salat dan kegiatan diluar waktu salat terkait dengan isu kemubaziran ruang. Penelitian menggunakan metode studi kasus normatif, Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama untuk menelaah hakikat kemanfaatan ruang salat masjid. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan teknik kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan cara menggambar ulang denah masjid kemudian melakukan pengamatan dengan menghitung jumlah pengguna ruang untuk memperoleh tingkat kemanfaatan ruang. Sedangkan data kualititatif digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan selain ibadah salat yang terjadi di ruang salat utama masjid, dengan cara mengamati dan mencatat kegiatan yang terjadi. Penelitian mengungkap rata-rata kemanfaatan ruang salat utama tidak lebih dari 35%. Pada sisi lain kegiatan selain salat jamaah dilakukan di ruang utama meliputi kegiatan belajar Quran, berbuka puasa dan tempat masyarakat bercengkerama setelah salat jamaah.
Kajian Kebutuhan SDM Arsitektur Indonesia dan Kelayakan Pendidikan Arsitektur Rudy Ferial; Vebryan Rhamadana; Masril Syukur; Ahmad Junaidi; Nurhamidah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.79

Abstract

Pemerintah memberikan perhatian terhadap Arsitek dengan mengesahkan Undang-Undang Arsitek No 6 Tahun 2017. Undang-Undang tersebut memberikan jaminan terhadap arsitek dan pengguna jasa arsitek. Meskipun demikian, peran arsitek masih sering digantikan atau bahkan dihilangkan. Kemajuan teknologi memungkinkan proses desain dilakukan oleh selain arsitek sehingga perannya semakin mudah digantikan. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan terkait relevansi profesi arsitek serta relevansi dan kelayakan pendidikan arsitektur. Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut serta apa yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pendidikan. Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2020, Indonesia hanya memiliki 21.421 tenaga ahli arsitektur padahal kebutuhannya diperkirakan mencapai 200.000 orang. Paparan ini merupakan sebuah diskursi yang didapatkan melalui telaah Undang-Undang. Hasilnya mengarah pada pemahaman bahwa pendidikan arsitektur dituntut untuk meningkatkan kualitas lulusan dengan menekankan pengajaran pada aspek tersebut sehingga menegaskan peran arsitek yang sulit tergantikan. Perguruan tinggi perlu memiliki pandangan jauh kedepan karena berperan melahirkan calon arsitek yang berkarir pada 5 atau 10 tahun ke depan.
Perubahan Land Surface Temperature Kota Malang Terhadap Pemberlakuan Kebijakan Pembatasan Aktivitas Selama Pandemi Covid-19 Ana Ziyadatul Husna; Tarranita Kusumadewi; Muhammad Imam Faqihuddin; Elok Mutiara; Prima Kurniawaty
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.130

Abstract

Pandemi Covid-19 berpengaruh pada tatanan hidup masyarakat di kawasan perkotaan, salah satunya di Kota Malang. Pembatasan aktivitas, pemberlakuan jam aktivitas, serta pengaturan jarak/ physical distancing dilakukan sebagai usaha dalam membatasi persebaran virus Covid-19. Hal tersebut menyebabkan mobilitas masyarakat perkotaan dan aktivitas di luar rumah menurun. Penurunan aktivitas di luar rumah dan mobilitas berdampak pada suhu permukaan di kawasan perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan suhu permukaan selama pembatasan aktivitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengindraan jarak jauh Sentinel 2, yang mana pemetaan land surface temperature dilakukan secara time series dari tahun 2018-2021. Pemetaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi sebelum dan selama pandemi. Berdasarkan hasil pengukuran land surface temperature diketahui bahwa pada tahun 2020 dan tahun 2021 terjadi penurunan suhu permukaan tanah yaitu 0.712⁰C dan 2.50⁰C dengan suhu permukaan tanah rata-rata dari tahun 2018 sebesar 34.331⁰C; tahun 2019 sebesar 34.402⁰C; tahun 2020 sebesar 33.532⁰C; dan tahun 2021 sebesar 30.637⁰C. Dengan demikian, pembatasan aktivitas selama Covid-19 berpengaruh pada perubahan land surface temperature, yakni: semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi land surface temperature dan semakin rendah mobilitas masyarakat, maka semakin rendah land surface temperature.
Metode Penelitian Survei-Kuesioner untuk Kesesakan dan Privasi pada Hunian Asrama Aulia Fikriarini Muchlis
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.252

Abstract

Penelitian dilakukan dalam upaya mencari sebuah jawaban atas pertanyaan dari keraguan atas sesuatu ataupun dari hasrat keingintahuan seseorang tentang hal tertentu. Jawaban dari pertanyaan penelitian akan diperoleh dengan baik jika peneliti melakukan tahapan serta pendekatan tertentu dalam melakukan penelitiannya, sesuai dengan jenis penelitiannya serta teori yang ingin dibangun dari penelitian tersebut. Metode penelitian seringkali digunakan para peneliti untuk memperkuat tahapan dalam setiap proses penelitian sehingga peneliti diharapkan tidak keluar dari jalur penelitian yang dilakukannya. Makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran metode yang sesuai untuk penelitian yang berbasis pada perilaku terutama untuk penelitian kesesakan (crowding) dan privasi pada hunian asrama. Metode penelitian survei dengan menggunakan kuesioner diplih dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi tertentu yang terjadi termasuk apa yang mempengaruhinya, sehingga kemudian data tersebut dapat memberikan gambaran fenomena yang terjadi. Penelitian semacam ini perlu untuk dilakukan karena saling memperkaya dan melengkapi data yang dibutuhkan antara yang bersifat fisik (bangunan) dan non-fisik (persepsi). Mengungkap perseptual manusia dalam merespon lingkungan sekitarnya, merupakan upaya mengoptimalkan hubungan diantara keduanya dalam rangka menghasilkan desain yang jauh lebih sempurna.
Menetapkan Gatekeeper: Mendapatkan Akses dan Sikap Kerja Sama dalam Penelitian Ruang Ritual dan Teritori Adat Yunita Dwi Adisaputri; Sudradjat Iwan; Widiastuti Indah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i3.255

Abstract

Artikel ini berfokus pada pembahasan mengenai beberapa jenis gatekeeper, serta perbedaan antara akses dan sikap kerja sama dari gatekeeper dan partisipan/informan dalam sebuah penelitian mengenai ruang ritual dan teritori adat. Gatekeeper atau ‘penjaga pintu’ berperan penting dalam memberikan akses, namun belum tentu dapat menjamin peneliti mendapatkan sikap kerja sama yang diharapkan dari partisipan, terlebih lagi  jika penelitian bersinggungan dengan hal-hal yang dianggap sensitif dalam suasana budaya yang diselami. Dalam artikel ini akan disampaikan beberapa pengalaman terkait hubungan peneliti dengan gatekeeper dan partisipan dari sebuah penelitian etnografi yang pernah dilakukan oleh penulis sendiri. Berdasarkan beberapa metode pengambilan data lapangan, partisipan adalah informan, namun bisa pula berbeda. Tindakan apa saja yang dapat diambil oleh peneliti ketika akses kepada informan justru tertutup akibat latar belakang hubungan yang kurang baik antara gatekeeper dengan anggota komunitasnya. Artikel ini menyimpulkan beberapa pembelajaran yang didapat dari pengalaman-pengalaman tersebut agar dapat membangun kesadaran dalam memelihara akses dan membina kerja sama dengan gatekeeper dan partisipan.
Kajian Penataan Ruang untuk Pengembangan Pariwisata Desa Binaan Guo Rhamadana, Vebryan; Ferial, Rudy; Nurhamidah, Nurhamidah; Syukur, Masril; Junaidi, Ahmad
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.80

Abstract

Indonesia memiliki keindahan, keunikan, dan keberagaman kekayaan alam yang berpotensi sebagai objek wisata. Keberagaman tersebut juga ada di Sumatera Barat khususnya Padang. Selain wisata pantai, padang masih memiliki berbagai potensi wisata lain seperti wisata air terjun, gua kalelawar, dan agrowisata yang belum dikembangkan dengan baik. Pemerintah Kota Padang menyadari hal tersebut sehingga memusatkan pengembangan wisata tersebut khususnya di kawasan timur. Penulis melihat potensi tersebut juga dimiliki oleh Desa Guo yag menyimpan potensi dengan keberadaan 5 objek air terjun yang menarik yaitu Lubuak Tampuruang, Kudo, Sarasah 2 Tingkek, Sarasah 3 Tingkek, dan Lubuak Sampik. Pengembangan kawasan desa wisata menjadi penting karena akan meningatkan kualitas hidup masyarakat. Penulis mengusulkan untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai desa wisata. Pengembangan tersebut dimulai dengan survei, wawancara, studi pustaka, dan pemetaan. Kemudian data tersebut digunakan sebagai dasar dalam memberikan usulan pengembangan. Penulis mengusulkan untuk mengembangkan kawasan dengan konsep wisata ekologis yang berupaya semaksimal mungkin menjaga keasrian alam setempat. Salah satu perwujudan dari hal tersebut adalah dengan membuat skywlak sebagai jaringan jalan yang juga dapat berfungsi sebagai atraksi wisata. Selain itu, kawasan perlu mengembangkan fasilitas pendukung lainnya guna memaksimalkan pengalaman yang akan dirasakan wisatawan. Penulis merasa perlu ada kajian lebih lanjut agar pada akhirnya dapat merumuskan masterplan kawasan sehingga pembangunan menjadi terarah.
Kajian Aspek Geospasial Untuk Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Desa Binaan Kota Padang Urbac, Meilani; Junaidi, Ahmad; Syukur, Masril; Nurhamidah, N.; Ferial, Rudy
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i4.83

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dengan meningkatnya pemenuhan kebutuhannya, maka kompleksitas pembangunan dengan berbagai permasalahannya juga semakin meningkat. Dalam penyelenggaraan pembangunan tersebut peranan data/ informasi sangat penting dan akan menentukan keberhasilannya. Berdasarkan penelitian, bahwa 80% informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembangunan dalam satu wilayah selalu berhubungan dengan data spasial atau komponen geografis. Komponen geografis atau informasi geospasial dalam satu wilayah dapat disusun dalam satu basis data yang terdiri dari berbagai lapisan data. Basis data tersebut mampu menggambarkan karakteristik wilayah tersebut, baik gambaran unsur-unsur fisik (alam) maupun non fisik (deskriptif). Berdasarkan kemajuan teknologi geospasial dalam era digital yang semakin maju, dapat dibuat satu sistem basis data kewilayahan secara komprehensif dan terpadu. Sistem basis data tersebut selanjutnya berfungsi sebagai dasar untuk membuat berbagai skenario pembangunan dan sebagai alat bagi pengambilan kebijakan dalam penyelenggaraan pembangunan. Dalam konteks satuan wilayah desa, maka berdasarkan aspek geospasial dengan kemajuan teknologi digitalnya sekarang ini mampu mempercepat proses pembangunan dan sekaligus memberdayakan desa tersebut sesuai dengan karakteristiknya.