Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles
237 Documents
Struktur Bawah pada Rumah Vernakular di Limo Koto Kampar
Amanati, Ratna;
Hanan, Himasari;
E. Kusuma, Hanson
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.288
Rumah-rumah vernakular di Limo Koto berada di area perkampungan pinggiran sungai Kampar. Rumah-rumah vernakular ini memiliki dua ragam bentuk atap, yaitu Lontik dan Limas. Keduanya adalah rumah berpanggung dengan ketinggian yang beragam, mulai setinggi dada manusia dewasa hingga sepenjangkauan, yaitu setinggi tangan tegak di atas kepala. Dengan demikian tentulah sistem struktur yang digunakan oleh masing-masing bentuk juga berbeda. Untuk menopang bentuk atap yang berbeda, tentu ada sistem struktur bawah yang sesuai untuk setiap bentuk atap dan ketinggian panggungnya. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur bawah pada masing-masing bentuk rumah tersebut. Dengan metode kualitatif dan deskriptif eksploratif makalah ini menggambarkan persamaan dan perbedaan serta hal-hal yang terkait dengan struktur bawah yang terkait dengan umpak dan tiang pada masing-masing bentuk vernakular di Limo Koto Kampar. Hasil dari kajian ini adalah terdapat tiga kelompok tipologi struktur bawah sesuai dengan bentuk rumah, yaitu tipe bentuk atap Lontik berpanggung tinggi, beratap limas berpanggung tinggi, dan beratap limas berpanggung rendah.
Metode Saraswati: Dalam Penelitian Tempat dan Ruang
Saraswati, Anak Agung Ayu Oka
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.352
Metode Saraswati merupakan metode interpretasi dengan mengatakan persepsi-imajinasi, menerangkan, menerjemahkan yang mengandalkan peran indra sebagai penikmatan. Metode ini menuntun peneliti dalam penelitian kualitatif subyektif dengan asumsi ontologis berupa realitas subyektif dan majemuk, yang diakhiri dengan pengukuran kesahihan penelitian. Penelitian kualitatif ini mengharuskan data yang objektif, sedangkan interpretasi merupakan hak dari peneliti sebagai interpreter yang subyektif. Pada penelitian terkait konsepsi dengan metode fenomenologi ini, peneliti mengalami/pengalaman langsung bersama Ragam Hias Tempat Visual-Auditori-Taktil-Olfaktori-Gustatori (VATOG). Seluruh ketajaman indra digunakan sebagai alat penelitian (human instrument). Selanjutnya data dinarasikan secara lengkap sebagai thick description atau narative description kemudian diinterpretasikan. Metode interpretasi ini digunakan pada penelitian dengan paradigma naturalis. Metode Saraswati menawarkan banyak novelty.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis
Nadhifatur Rifdah, Balqis;
Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.358
Pariwisata memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan kawasan pariwisata di Indonesia membutuhkan partisipasi aktif masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan dan manfaat yang merata dari sektor pariwisata. Namun, tantangan-tantangan seperti pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pelestarian warisan budaya, dan inklusivitas sosial perlu diatasi untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata di Indonesia, serta merumuskan pendekatan yang lebih efektif dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan database Google Scholar dan proses seleksi melalui Covidence. Dari 300 artikel, dilakukan screening dan review bersadarkan eligibility kriteria sehingga didapatkan 15 artikel untuk digunakan dalam pembahasan lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi sosial dalam pengembangan Kawasan wisata yaitu dukungan pemerintah, keunggulan objek wisata, peningkatan fasilitas dan infrastruktur, keterlibatan komutas, serta pendampingan pelatihan memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan kawasan pariwisata di Indonesia.
Peran Esensial Masyarakat Lokal terhadap Pengembangan Desa Wisata
Putri, Putu Ratih Deandra;
Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.360
Keberagaman budaya dan alam yang ada di wilayah Indonesia menjadikannya destinasi wisata yang dikenal hingga mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan desa wisata. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan melakukan analisis deskriptif kualitatif yang diperoleh dari 32 artikel dan diseleksi menjadi enam artikel yang menekankan pada esensi peran masyarakat lokal. Hasil analisis pada artikel ini menunjukkan bahwa peran partisipasi masyarakat sangat esensial untuk memastikan pembangunan desa wisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya peran pemerintah dan investor swasta dalam pengembangan desa wisata, dengan membuat strategi dan kebijakan serta menyediakan sumber daya finansial dan pengalaman bisnis yang diperlukan, tanpa mengabaikan peran esensial masyarakat lokal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat lokal harus tetap menjadi prioritas utama, sementara peran pemerintah dan investor swasta dapat mendukung visi pembangunan desa wisata dengan tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat setempat. Hal – hal tersebut turut membantu mencapai tingkat partisipasi tertinggi, yaitu citizen power melalui kerja sama dan kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah dan investor swasta.
Dampak Manfaat dan Hambatan BIM terhadap Tingkat Pengunaan di Indonesia
Hanifah, Yulita
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.363
Dalam sebuah ruang interior, pencahayaan berpotensi mempengaruhi dan berkontribusi terhadap daya tarik dalam suatu ruang. Pencahayaan berperan penting dalam menciptakan kondisi dan kesan tertentu, tergantung karakter dan fungsi ruang. Selain dari pencahayaan, kenyamanan menjadi faktor lain yang harus diperhatikan dalam desain arsitektur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencahyaan buatan di dalam Starbucks Jatiuwung terhadap tingkat kenyamanan visual dalam ruangan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer maupun sekunder. Dengan menggunakan lux meter, diukur nilai jumlah cahaya yang dihasilkan dan hasilnya dibandingkan dengan standar yang menjadi acuan dalam SNI 03-6575-2001 yaitu 120 lux sampai dengan 250 lux. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas cahaya buatan di area pengunjung Starbucks Jatiuwung sebagian besar area sudah memenuhi standar pencahayaan rata-rata yang direkomendasikan, meskipun masih ada beberapa spot area yang pencahayaannya minim. Meski demikian, Starbucks Jatiuwung tetap dapat memberikan suasana dan kesan yang baik kepada pelanggannya.
Pengaruh Pencahayaan Buatan Pada Starbucks Jatiuwung Terhadap Kenyamanan Visual Pengunjung
Dewi Nastiti Ahda;
Ade Syoufa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.364
Dalam sebuah ruang interior, pencahayaan berpotensi mempengaruhi dan berkontribusi terhadap daya tarik dalam suatu ruang. Pencahayaan berperan penting dalam menciptakan kondisi dan kesan tertentu, tergantung karakter dan fungsi ruang. Selain dari pencahayaan, kenyamanan menjadi faktor lain yang harus diperhatikan dalam desain arsitektur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencahyaan buatan di dalam Starbucks Jatiuwung terhadap tingkat kenyamanan visual dalam ruangan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer maupun sekunder. Dengan menggunakan lux meter, diukur nilai jumlah cahaya yang dihasilkan dan hasilnya dibandingkan dengan standar yang menjadi acuan dalam SNI 03-6575-2001 yaitu 120 lux sampai dengan 250 lux. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas cahaya buatan di area pengunjung Starbucks Jatiuwung sebagian besar area sudah memenuhi standar pencahayaan rata-rata yang direkomendasikan, meskipun masih ada beberapa spot area yang pencahayaannya minim. Meski demikian, Starbucks Jatiuwung tetap dapat memberikan suasana dan kesan yang baik kepada pelanggannya.
Evaluasi Pelaksanaan Program Kampung Iklim Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus Di Rw 09, Kelurahan Pucangsawit)
Sisca Indriyani;
Sunarto Sunarto;
Muhammad Indrawan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.366
Program kampung iklim merupakan program untuk memperkuat ketahanan terhadap ancaman perubahan iklim melalui upaya adaptasi dan mitigasi dalam tingkat lokal. Wilayah RW 09 mempunyai peran sebagai kampung iklim dan memperoleh penghargaan ProKlim Utama pada tahun 2022. Wilayah RW 09 berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo sehingga memiliki kerentanan terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir dan erosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi, efektivitas, dan strategi peningkatan pelaksanaan program kampung iklim. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif menggunakan skala Likert, dan analisis SWOT. Hasil penelitian yaitu a) nilai implementasi ProKlim yang didapatkan kampung iklim RW 09 Kelurahan Pucangsawit sebesar 64,35% atau kategori sedang b) Efektivitas pelaksanaan program kampung iklim cukup efektif dengan persentase sebesar 56%, dimana kegiatan adaptasi dan mitigasi cukup efektif dengan persentase sebesar 57,4% dan 54,5%. c) Strategi prioritas untuk meningkatkan pelaksanaan ProKlim yaitu 1) membangun kerja sama dengan pihak eksternal untuk mendapatkan dukungan teknis dalam membangun IPAL dan pemanfaatan biogas, 2) membentuk kelompok sukarelawan dalam pemeliharaan sarana pengendalian banjir melakukan pendampingan dalam praktik wanatani, 3) membangun infrastruktur yang mendukung pengelolaan sampah organik, 4) melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai ProKlim.
Peranan Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Kotalama, Kota Malang
Azis, Indy;
Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.377
Pemukiman kumuh menjadi salah satu permasalahan utama yang kini sedang dihadapi oleh banyak kota-kota besar di Indonesia. Kelurahan Kotalama menjadi salah satu permukiman kumuh di Kota Malang yang sampai saat ini permasalahan sampahnya menjadi perhatian banyak orang. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kotalama, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi warga masih tergolong rendah. Upaya untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh telah menunjukkan dampak positif, namun peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk keberlanjutan program.
Partisipasi Berbasis Masyarakat dalam Pembangunan di Pantai Watukarung Pacitan
Irfan Maulana Ashgaf;
Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.381
Pembangunan dan transformasi di pedesaan merupakan dampak modernisasi yang perlu diwaspadai. Sebuah desa mengandung nilai-nilai budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial dan lingkungan binaan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk mengetahui tingkatan partisipasi masyarakat dan mengetahui metode pemberdayaan masyarakat yang digunakan dalam pengembangan kawasan Watukarung. Temuan artikel ini terdapat dua hal utama antara lain pertama, tingkat partisipasi masyarakat kawasan pantai Watukarung berada pada tahap partisipasi dengan kolaborasi antar tiga pihak yaitu pemerintah sebagai kontrol peraturan perundangan dan kebijakan, pihak swasta sebagai pemilik modal usaha utama, dan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menggerakkan roda investasi yang telah disepakati Bersama. Kedua, metode partisipasi yang digunakan oleh masayarkat setempat terbentuk oleh dua hal dasar yaitu kesadaran dan kemauan dengan bertumpu pada satu titik kebersamaan hegemoni sosial yaitu tercermin dengan metode partisipasi gotong royong. Kontribusi penelitian ini digunakan sebagai pedoman dalam membuat kebijakan pembangunan sehingga dapat terealisasi tepat guna antara program pemerintah terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat untuk berkembang secara spesifik sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan keberlanjutan ekologi.
Partisipasi Masyarakat dalam Keberlanjutan Kampung Budaya Polowijen, Malang
Nadhifatur Rifdah, Balqis;
Giriwati, Novi Sunu Sri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.383
Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Malang merupakan kampung tematik yang bertujuan untuk melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi dan kebudayaan lokal. Melalui partisipasi aktif masyarakat, KBP berhasil menjadi pusat pelestarian budaya dan destinasi wisata budaya yang unggul. Penelitian ini mengeksplorasi tingkat partisipasi masyarakat serta metode partisipasi yang diterapkan dalam keberlanjutan wisata budaya di KBP. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan objek wisata yang unik, termasuk situs bersejarah dan atraksi budaya, menarik minat wisatawan dan mendorong keterlibatan masyarakat, didukung oleh investasi pemerintah dalam dana, pelatihan, serta peningkatan fasilitas dan infrastruktur. Partisipasi masyarakat di KBP mencapai tingkat "Delegation" dalam model partisipasi sosial Arnstein, di mana warga memiliki kekuatan dan kewenangan untuk mengawasi, mengelola, dan memastikan akuntabilitas program-program budaya. Warga berperan aktif dalam pembuatan rencana pengelolaan dan perencanaan kegiatan, yang mencerminkan kebutuhan dan aspirasi mereka. Implementasi PRA dan FGD berhasil menciptakan ruang dialog yang partisipatif, memungkinkan pengumpulan informasi yang kaya dan membangun konsensus di antara warga. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat yang signifikan dalam pengelolaan budaya lokal dapat memastikan keberlanjutan dan kemajuan program-program pelestarian budaya.