cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 237 Documents
Partisipasi Masyarakat Dalam Keberlanjutan Kampung Wisata Industri Keripik Tempe Sanan Prastiwi, Arindi Eka; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.384

Abstract

Industri pariwisata pada bidang pangan yang dikembangkan dengan baik, dapat berpotensi menjadi suatu tujuan daerah wisata tersendiri yang memberikan peluang bisnis pariwisata berkelanjutan. Daerah yang memiliki daya tarik dan potensi dalam wisata kuliner oleh-oleh salah satunya adalah Kampung Wisata Industri Keripik Tempe Sanan yang berada di pusat kota Malang, Jawa Timur. Partisipasi masyarakat merupakan salah satu kriteria penting untuk mencapai tujuan pariwisata berkelanjutan. Penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan partisipasif melalui studi kasus dilakukan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam keberlanjutan kampung wisata industri kripik Tempe Sanan. Analisis data secara deskriptif didasari pada tinjauan studi literatur dari jurnal terkait mengenai desa wisata dan partisipasi sosial yang dilakukan untuk menjelaskan secara narasi tingkatan partisipasi masyarakat pada objek studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bentuk partisipasi masyarakat dalam bentuk suatu wadah perkumpulan masyarakat yang disebut kelompok sadar wisata (pokdarwis) Sanan. Tingkatan partisipasi masyarakat Kampung Sanan berada pada level sedang yaitu Partisipasi Untuk Imbalan Materi dan Partisipasi Fungsional. Masih terdapat persaingan yang cukup ketat antar pelaku usaha dikarenakan perbedaan visi misi dengan fokus utama menitikberatkan pada keuntungan pribadi. Keterlibatan masyarakat yang cukup tinggi terlihat pada antusiasme untuk pengembangan produk olahan dan juga promosi produk melalui kegiatan Festival Kuliner Tempe.
Evaluasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Keberlanjutan Kampung Payung Pandanwangi, Kota Malang Datin Kamilah Nurlaily; Giriwati, Novi Sunu Sri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.386

Abstract

Kampung tematik merupakan upaya inovatif dalam pengembangan perkotaan yang bertujuan untuk memperbaiki kawasan permukiman dengan fokus pada perbaikan fisik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, kampung-kampung ini tidak hanya memecahkan masalah permukiman, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan. Kota Malang memiliki 23 wisata kampung tematik dari total 53 destinasi wisata, masing-masing menawarkan atraksi unik seperti mural warna-warni dan tema khusus. Meskipun telah mendapat dukungan dari pemerintah, keterlibatan aktif masyarakat sangat penting untuk pembangunan kampung tematik yang berkelanjutan. Kampung Payung Pandanwangi adalah salah satu contoh kampung tematik di Malang yang menghadapi masalah keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi partisipasi masyarakat di Kampung Payung Pandanwangi. Pengumpulan data dilakukan dengan literature review dan observasi lapangan. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat terlibat dalam pengelolaan infrastruktur dan masalah lingkungan, namun tingkat partisipasi dalam pengembangannya sebagai destinasi wisata kampung tematik masih sangat rendah, yakni hanya pada tingkat "Informing" berdasarkan Tangga Partisipasi Arnstein. Untuk memastikan keberlanjutan Kampung Payung Pandanwangi, diperlukan upaya dalam meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap aspek pengembangan, agar kampung tematik tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi dan sosial.
Optimalisasi Kenyamanan Audial dalam Akustik Gereja: Studi Kasus Gereja Mater Dei Lampersari Semarang Fransiska Helena Putri; Bonifacio Bayu Senasaputro
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.393

Abstract

Gereja menjadi tempat yang dipandang khusuk, hening dan damai bagi umat Katolik, namun pada kondisi Gereja Mater Dei-Lampersari dirasa belum cukup ideal dalam menanggapi isu tersebut. Hal ini dipengaruhi karena letak bangunan yang berada di lingkup permukiman dan persimpangan jalan. Oleh karena itu kualitas akustik sebuah gereja dianggap penting untuk menunjang kenyamanan audial umat gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas akustik gereja berdasarkan parameter akustik dengan acuan teori menurut Les E. Doolie. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan adanya pengukuran parameter akustik dan tanggapan umat gereja sebagai faktor pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akustik ruang gereja dapat mempengaruhi kenyamanan pendengar, dengan beberapa aspek seperti kejelasan suara, bising latar belakang, tata letak sumber bunyi/penguat bunyi dan tingkat dengung. Hasil perhitungan  membuktikan nilai kebisingan lingkungan sekitar tidak mempengaruhi kekhusyukan ibadah, namun hasil perhitungan angka reverberation time gereja mencapai 2.1 detik sehingga belum dapat dikatakan sudah mencapai tingkat ideal, dalam rentang 1.6 hingga 1.9 detik. Langkah yang dilakukan berupa optimalisasi akustik untuk mencapai waktu dengung yang optimal dan menginsulasi kebocoran-kebocoran suara, dengan melibatkan material-material akustik.
Harapan Orang Tua terhadap Pemilihan Clubhouse secara Keruangan Ridwan, Hasna Saffanah; Tri Widianti Natalia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.398

Abstract

Anak merupakan aset berharga yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek tumbuh kembangnya. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik, mengasuh, dan memberikan contoh yang baik bagi perkembangan anak. Namun, kesibukan orang tua pada masa kini sering kali menjadi faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan dalam tumbuh kembang anak. Keterlambatan ini dapat diatasi dengan cara memasukan anak ke dalam lembaga seperti Clubhouse atau Daycare, di mana anak dapat tetap mendapatkan perhatian yang baik sementara orang tua menjalankan aktivitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih Clubhouse untuk anak secara keruangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner tertutup kepada orang tua yang memiliki kesibukan, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis distribusi dan analisis klaster. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa pertimbangan orang tua dalam memilih Clubhouse bervariasi, diantaranya  kualitas pendamping anak yang merupakan pertimbangan paling besar, kenyamanan anak, kelengkapan fasilitas, keamanan anak, kualitas program Clubhouse, lokasi dan biaya. Kesimpulannya, orang tua memilih Clubhouse bervariasi, bergantung pada usia anak dan sosiodemografi orang tua. Temuan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang Clubhouse yang sesuai dengan preferensi orang tua dan dapat menjadi pilihan utama bagi mereka dalam menitipkan anak.
Systematic Literature Review (SLR): Keberlanjutan Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam Menghadapi Zaman pada Konteks Urban Rural Bunga Pasadena Ineru; Kusdiwanggo, Susilo; Yusran, Yusfan Adeputera
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.408

Abstract

Arsitektur vernakular tradisional merupakan ekspresi budaya yang menggambarkan interaksi manusia dengan lingkungan fisik dan sosialnya. Gaya arsitektur ini berkembang secara alami berdasarkan tradisi lokal, iklim, dan ketersediaan material setempat, serta mencerminkan solusi yang efisien dan berkelanjutan. Namun, perkembangan urbanisasi dan globalisasi memberi tekanan signifikan terhadap keberlangsungan arsitektur vernakular, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan yang menghasilkan interaksi antara kebudayaan modern dan tradisional berupa intervensi maupun asimilasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi pola adaptasi arsitektur vernakular dalam konteks transisi urban-rural dan dampaknya terhadap keberlanjutan budaya serta ekologis. Hasil dari penelitian ini ditemukan tren fokus dan metode yang banyak digunakan dalam penelitian terkait Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam konteks Urban-Rural dalam rentang sepuluh tahun terakhir yang berfokus pada pelestarian tradisi dan unsur tradisional dalam kawasan yang telah berkembang melalui metode kualitatif. Umumnya jenis penelitian bersifat deskriptif untuk mengungkap fenomena yang melatar belakangi perubahan suatu kawasan/objek arsitektur vernakular. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika perubahan antara kawasan urban dan rural serta menyajikan strategi yang efektif untuk mendukung kelestarian arsitektur vernakular di masa depan.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Perubahan pada Rumah dan Permukiman Tradisional di Indonesia (Systematic Literature Review) Imanda Amalia; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.412

Abstract

Arsitektur tradisional mencerminkan perpaduan nilai-nilai dan adat istiadat yang masih dianut oleh masyarakat setempat, menjadi simbol identitas budaya yang kuat di Indonesia. Namun, globalisasi, urbanisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial-ekonomi yang cepat telah mendorong terjadinya perubahan signifikan dalam arsitektur tradisional, termasuk pada rumah dan permukiman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada rumah dan permukiman tradisional dengan fokus pada adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur berupa Systematic Literature Review (SLR) terhadap 7 artikel yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan pada rumah dan permukiman tradisional di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebutuhan manusia yang terus meningkat, perkembangan teknologi, perubahan pengetahuan manusia, perubahan ideologi, serta akulturasi budaya. Perubahan tersebut terlihat dalam bentuk transformasi layout, bentuk fisik, dan material bangunan, yang mencerminkan upaya masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan tantangan kehidupan modern. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana arsitektur tradisional terus berkembang dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompleks.
Implementasi BIM dalam Integrated Project Delivery untuk Menentukan Kompensasi Risk/Reward (Studi Kasus: Mosaic Centre, Kanada) Mochammad Rizki Fanani; Agus Setiawan, Agus Setiawan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.415

Abstract

Industri konstruksi menghadapi tantangan berupa pemborosan, produktivitas rendah, dan kurangnya integrasi antar-stakeholder. Model tradisional seperti Design-Bid-Build memisahkan peran desainer, kontraktor, dan pemilik, menyebabkan miskomunikasi dan keterlambatan. Integrated Project Delivery (IPD) hadir sebagai solusi melalui proses kolaboratif dan konsep shared risk and reward, di mana risiko dan keuntungan dibagi adil untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan BIM dalam IPD untuk menentukan kompensasi risk/reward. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis studi kasus Mosaic Centre, dengan menitikberatkan pada implementasi BIM untuk memperkuat koordinasi dan mengurangi kesalahan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi BIM dalam IPD mempercepat proyek hingga 39% lebih cepat dari jadwal awal dan meningkatkan efisiensi biaya secara signifikan. Meskipun profit akhir hanya mencapai 2,8% dari 8.5% profit target, proyek ini dianggap berhasil mencapai profit at risk yang menandai langkah awal yang sukses dalam penerapan IPD. Temuan ini menegaskan bahwa BIM dengan IPD dapat meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pembagian risiko dan keuntungan melalui kolaborasi yang efektif.  
Kualitas Visual Fasad Bangunan Kolonial di Kota Blitar berdasarkan Persepsi dan Pengetahuan Publik Al Farisa, Zai Dzar; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.420

Abstract

Kota Blitar yang terkenal dengan warisan sejarahnya, memiliki banyak bangunan kolonial yang menjadi identitas kota. Fasad bangunan kolonial berperan penting dalam membentuk estetika kota sekaligus merefleksikan nilai sejarah. Namun, fasad bangunan tersebut mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya pemeliharaan dan rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pelestarian, sedangkan pelestarian menjadi hal penting dalam upaya city branding sebagai kota heritage. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan masyarakat dan persepsi mereka terhadap kualitas visual fasad bangunan kolonial di Kota Blitar. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang fokus pada karakteristik fisik fasad atau persepsi visual secara umum, penelitian ini mengintegrasikan dimensi pengetahuan masyarakat, meliputi gaya, fungsi, lokasi, sejarah, dan usia bangunan. Pendekatan kuantitatif-deskriptif digunakan, dengan 6 bangunan kolonial yang dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan 100 orang masyarakat umum dan 100 orang masyarakat profesional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan dianalisis mean menggunakan SPSS. Temuan pada penelitian ini adalah, pengetahuan masyarakat umum lebih dominan pada aspek lokasi, sedangkan masyarakat profesional lebih memahami gaya bangunan, dan pengetahuan tentang sejarah memiliki nilai terendah di kedua kelompok. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual memiliki pengaruh lebih besar terhadap persepsi dibandingkan pengetahuan tentang bangunan, mendukung urgensi edukasi publik untuk meningkatkan apresiasi terhadap nilai sejarah bangunan kolonial.
Prinsip Arsitektur Tropis Nusantara pada Rumah Vernakular Jawa (Studi Kasus: Omah Joglo dan Limasan di Gunungkidul) Imanda Amalia Damayanti; Ananda Weningtyas Handoyono; Fakhita Aulia Ramadhanty; Ema Yunita Titisari
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i1.422

Abstract

Arsitektur vernakular adalah wujud adaptasi masyarakat terhadap lingkungan yang mencerminkan budaya lokal. Bentuk arsitektur vernakular di Indonesia dikenal sebagai Arsitektur Tropis Nusantara yang dirancang untuk merespons iklim tropis dengan mengoptimalkan pengendalian termal melalui prinsip hemat energi dan pendinginan pasif. Salah satu arsitektur vernakular yang masih dapat ditemui adalah rumah vernakular Jawa yang dalam pembuatan rumah tersebut masyarakat Jawa berpegang pada nilai hidup berdampingan secara harmonis dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip Arsitektur Tropis Nusantara dan mengetahui kinerja termal dalam penurunan suhu pada rumah vernakular Jawa di Gunungkidul. Metode yang digunakan yaitu mixed method yang menggabungkan pendekatan kualitatif dengan analisis desain visual dan kuantitatif dengan pengukuran suhu udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa omah Joglo dan Limasan menerapkan prinsip Arsitektur Tropis Nusantara, seperti volume atap besar, ventilasi optimal, tritisan lebar, adanya vegetasi, dan material dengan konduktivitas termal rendah untuk menurunkan suhu dalam ruangan pada siang hari. Penurunan suhu ruang luar pada omah Joglo lebih efektif dibandingkan omah Limasan. Efektivitas ini disebabkan oleh rasio atap omah Joglo yang lebih besar, ventilasi yang lebih lebar, serta penggunaan material alami berpori dengan konduktivitas termal rendah.
Revitalisasi Kawasan Wisata Desa Bakbakan, Gianyar Melalui Perancangan Arsitektur Berbasis Kearifan Lokal Widiastuti; Putri, Dyah Aulia; Ni Made Synthia Maharani, Regina; Hening Cahyaningsih, Ni Made; Ayu Widya Pratiwi, Luh Made; Ayu Dheanty Pradnya Dewi, Ni Nyoman
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i1.423

Abstract

Desa Bakbakan, Gianyar, merupakan destinasi wisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Namun, desa ini menghadapi tantangan berupa penurunan jumlah wisatawan serta kurangnya pembaruan infrastruktur, yang berisiko menghambat keberlanjutan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi Desa Bakbakan yang digunakan untuk mengembangkan pariwisata di desa ini serta menyusun strategi program revitalisasi pariwisata desa ini. Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, meliputi analisis, penggambaran, wawancara, observasi, serta kajian literatur. Hasilnya adalah terdapat 3 potensi Desa yaitu: alam, budaya, dan aktivitas pertanian. Hasil tersebut digunakan sebagai strategi perancangan arsitektur sebagai salah satu usulan untuk mengembangkan program revitalisasi pariwisata Desa Bakbakan, Gianyar. Strategi yang dikembangkan adalah pemanfaatan material lokal, pelestarian arsitektur tradisional, dan integrasi budaya setempat untuk meningkatkan daya tarik wisata. Revitalisasi berbasis kearifan lokal diharapkan dapat membangkitkan minat wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya dan perekonomian masyarakat Desa Bakbakan. Penggunaan konsep arsitektur yang selaras dengan budaya lokal diidentifikasi sebagai elemen kunci dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.