cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 245 Documents
Peranan Aplikasi ETABS Dalam Menentukan Besaran Optimum Struktur Shear Wall Terhadap Bangunan Kondominium 30 Lantai Ruslim, Anri; Dahri Kuddu; Pratiwi Mushar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung berlantai banyak merupakan solusi dari terbatasnya lahan di antara padatnya jumlah penduduk yang membutuhkan tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat melakukan aktivitas lainnya, karena itu dibangun gedung berlantai banyak salah satunya adalah tipe kondominium guna memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Alasan dari perencanaan sebuah bangunan gedung berlantai banyak adalah untuk mendapatkan ruang yang lebih besar dengan cara menambah jumlah ruangan keatas tanpa harus menambah luas area lahannya. Pembahasan ini membahas mengenai salah satu cara meminimalisir kegunaan kolom pada bangunan kondominium dan peranan aplikasi etabs dalam menentukan besaran optimum struktur shear wall terhadap bangunan kondominium. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui peranan aplikasi ETABS dalam menentukan besaran optimum struktur shear wall serta meminimalisir pemakaian kolom serta untuk kemudahan mobilitas penghuni pada kondominium namun tetap aman terhadap gaya lateral dan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam analisis struktur berbasis program (simulating). Literatur yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu literatur desain bangunan gedung sesuai fungsi (kondominium) dan literatur struktur. Hasil analisis yang didapatkan bedasarkan perbandingan nilai joint displacement pada bangunan akibat pembebanan menunjukkan penggunaan shearwall dengan ketebalan 40 cm lebih optimum dalam menerima beban kombinasi dibandingkan dengan penggunaan shearwall dengan ketebalan 30 cm.
Efek Penambahan Admixture terhadap Kuat Tekan Beton SCC pada Umur 7 Hari Dengan Metode Wet Curing Nasruddin; Sampebulu, Victor; Mushar, Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.94

Abstract

Penggunaan material beton sebagai bahan konstruksi bangunan semakin meningkat kebutuhannya. Hal ini menyebabkan perlunya inovasi dan teknologi dalam perkembangan bahan beton. Akibat semakin berkurang dan mahalnya tenaga kerja menyebabkan perlunya campuran beton yang dapat memadat sendiri sehingga tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak untuk mengerjakannya dibarengi dengan kualitas beton yang tinggi. Pada tahun 1988, beton kinerja tinggi ditemukan dengan sebutan beton SCC (Self Compacting Concrete). Beton ini memanfaatkan pengaturan ukuran agregat, porsi agregat dan admixture superplastiziser untuk mendapatkan kekentalan khusus memungkinkan beton dapat mengalir sendiri tanpa bantuan alat pemadat. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Tujuan penelitian adalah mendapatkan nilai kuat tekan beton SCC dengan bahan tambah superplastiziser yang diuji melalui destructive test dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Variabel penelitian: variasi umur 7 hari, metode perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton SCC didapatkan nilai lebih tinggi dari beton normal.
Analisis Pengayaan Ruang, sebagai Integritas Performa Tampilan Rumah Limas Palembang Hanum, meivirina; Lussetyowati, Tutur; Fitri Oktarini, Maya
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.95

Abstract

Tipologi Rumah Limas Palembang adalah panggung bertingkat-tingkat, berjenjang naik menuju ruang bagian dalam. Dengan atap limasan pada bagian depan menjorok curam. Keragaman Tipologi panggung Rumah Limas, merupakan integritas jenis dan fungsi ruang pada tiap Rumah Limas, yang menjadikan berbeda-beda performa tampilannya. Permasalahan yang akan diangkat, adalah bagaimana performa tampilan Rumah Limas Palembang, yang mencerminkan integritas pengayaan jenis dan fungsi ruang tersebut dapat melahirkan keragaman tipologi panggung. Tujuan dan Manfaat dari penulisan makalah ini untuk mengidentifikasi dan pendataan, keragaman tampilan tipologi panggung Rumah Limas di Palembang. Metode penelitiannya deskriptif, komparatif yaitu dg teknik pengambilan data langsung, melalui survey lapangan di tiga lokasi, Lorong Firma, 11 ULU, dan Tangga Buntung. Data diambil di tiap lokasi masing – masing, dua atau tiga rumah limas, sebagai sampling, yang dianggap mewakili keragaman tipologi panggungnya. Teknis pendataannya melalui Pemotretan, Sketsa, Pengukuran dan Penggambaran. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang kuat antara Pengayaan Ruang dengan Performa Tampilan Rumah Limas
Tipologi Bangunan Bekas Rumah Tinggal Tentara Kolonial Belanda di Kawasan Bintaran, Yogyakarta Munawarah Panggabean, Siti; Ari Utari, Sekar; Sani Roychansyah, Muhammad
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.96

Abstract

Yogyakarta adalah salah satu kota yang dikunjungi oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Dengan kolonialisasi itu, pemukiman Belanda di Indonesia tidak hanya membawa perubahan sosial dan budaya tetapi juga membawa gaya arsitektur yang berbeda ke arsitektur rumah-rumah tinggal di Yogyakarta. Keunikan ini juga merupakan proses kombinasi konsep bangunan dan adaptasi dengan kenyamanan dan budaya lokal di Indonesia. Meskipun era kolonial telah berlalu lebih dari seabad, tetapi harus diperbaiki, warisan bangunan kolonial masih sangat penting khususnya untuk kota Yogyakarta. Terkait dengan pelestarian nilai dan identitas ini, kesepakatan mengenai bangunan kolonial penting untuk dieksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi dan karakteristik elemen fasad yang digunakan di Rumah Tinggal Tentara Kolonial di Bintaran, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan melalui kategorisasi elemen fasad, seperti jenis atap, kolom, jendela dan pintu. Hasil penelitian ini menunjukkan elemen fasade yang paling banyak digunakan adalah atap Limasan, kolom beton segi empat tanpa ornamen, pintu kayu krepyak dan jenis jendela kaca.
Persepsi Pengguna Terhadap Warna Interior Mesjid Kahir, Shapardi; Syam, Syahriana; Harisah, Afifah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.97

Abstract

Seorang arsitek harus memberikan nuansa keheningan dan keagungan, khususnya warna ruang dalam mesjid. Para jamaah mesjid memiliki persepsi akan warna interior itu sendiri yang memberikan dampak psikologis sehingga tercapai kekhusukan dalam melaksanakan ibadah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap warna interior dan mengidentifikasi warna pada elemen-elemen interior masjid Agung Syekh Yusuf Gowa dan Mesjid Muhammad Ceng Hoo. Metode penelitian kuntitatif yang menganalisis data secara statistik-deskriptif. Instrument penelitian adalah angket, ceklist/daftar centang atau berupa pilihan ganda (Skala Likert), Jenis data yaitu data kuantitatif yang mempertimbangkan data numerik dari pengumpulan data kuosioner lalu data tesebut ditabulasikan untuk melihat hasil/grafik dari setiap jawaban-jawaban responden dan diintrepertasikan oleh peneliti. Hasil penelitian yaitu warna mempengaruhi tingkat kehusyukan ibadah. Pada dua sampel tersebut, sama-sama terbukti bahwa jika pengguna melaksanakan ibadah atau sholat pada mesjid dominan interior gelap ataupun terang, tetap warna menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kekhusyukan ibadah pengguna. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tentang persepsi, warna dan interior masjid.
Pengaruh Sosial Media Terhadap Aktivitas di Ruang Publik (Studi Kasus Lapangan Merdeka Medan) Farahdina, Destia; Loebis, M. Nawawiy; Zahra, Wahyuni
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.98

Abstract

Gaya berinteraksi terus dimodifikasi oleh teknologi baru, namun kehidupan di bentuk oleh kebiasaan umum. manusia perlu berbagi dan berinteraksi satu sama lain bahkan jika keadaannya berubah. Kehadiran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) mengubah gaya hidup mereka untuk datang bersama-sama dan mengetahui informasi yang terjadi diruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas-aktivitas yang terjadi di Lapangan Merdeka karena kehadiran sosial media. Penelitian ini menggunakan dua metode dalam mengumpulkan data. Metode primer yang terdiri dari observasi dan kuesioner, serta metode sekunder yang mengandalkan teori dan penelitian terdahulu. Data tersebut di analisis menggunakan analisis interpretasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kehadiran sosial media dapat menentukan citra sebuah ruang publik. Aktivitas yang terjadi di Lapangan Merdeka yang dahulu dominan adalah kegiatan politik namun di masa teknologi seperti sperti saat ini lebih mengarah ke kegiatan ekonomi dan rekreasi terencana. Perencana di tuntut untuk dapat mengembangkan inovasi baru agar Lapangan Merdeka tetap di minati oleh pengunjung. Seperti informasi yang disampaikan di sosial media mengenai kehadiran Merdeka Walk menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjunginya. Kehadiran sosial media menambah deret aktivitas yang terjadi di Lapangan Merdeka.
Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT Koesmartadi, Ch.; Moniaga, Christian; Anandhita, Gustav
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.99

Abstract

Kepulauan Indonesia dilalui oleh jalur gempa bumi, dan seringkali peristiwa gempa bumi yang biasanya memakan korban baik manusia maupun rumah-rumah penduduk. Pada umumnya jatuhnya korba dikarenakan gempa itu sendiri melainkan terkena runtuhan atap. Oleh karenananya tujuan tulisan ini adalah mencari tahu sebab terjadinya keruntuhan atap yang cenderung lepas dari tumpuannya, padahal model tumpuan atap sudah digunakan sejak lama, dan selalu berulang digunakan juga terjadi bentuk keruntuhan yang hampir mirip. Data diambil dari beberapa peristiwa gempa bumi yang korbannya adalah masyarakat pengguna bangunan berangka atap. Dari pengamatan empiris kemudian dilakukan analisis secara kualitatif guna melihat tingkat kerusakan bangunan. Hasil menunjukan kerusakan berupa kuda-kuda yang terlepas dari tumpuan dan roboh kebawah atau roboh akibat secara struktur berbentuk empat titik sehingga tiang penyangga dari pondasi ke kuda-kuda roboh kesamping karena tiang tidak berfungsi sebagai pengaku. Penyebab keruntuhan adalah momen horizontal yang berada di tengah atap sehingga ayunan horizontal menjadi besar dan mengalahkan tumpuan.
Menemukenali Karakter Konstruksi Hunian Masyarakat Rejang di Desa Gunung Alam, Kabupaten Lebong Ramawangsa, Panji Anom; Prihatiningrum, Atik; Haidi, Akhdan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.101

Abstract

Bangunan vernakular yang ada di nusantara merupakan arsitektur yang lahir, tumbuh, dan berakar dari tradisi serta masyarakat etnik. Pada pemukiman di Desa Gunung Alam, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong yang dihuni oleh Suku Rejang Asli dan keturunannya. Di Desa Gunung Alam terdapat hunian dengan orientasi bangunan menghadap ke jalan, memiliki bentuk denah yang sederhana berbentuk persegi panjang memanjang ke belakang, tata ruang yang simetri, dan sistem bangunan panggung yang tetap kokoh dan bertahan hingga saat ini walaupun telah mengalami guncangan gempa bumi berkekuatan tinggi serta ancaman banjir. Mengenal dan mendeskripsikan konstruksi hunian masyarakat Rejang dalam konteks mitigasi Rejang akan memperkaya pengetahuan mengenai perwujudan arsitektur lokal yang adaptif dengan alam dan iklim daerah Bengkulu.
Typology Hunian Minimalis di Kehidupan Modern Asriningpuri, Handajani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.102

Abstract

Era tahun 2000 bersamaan peningkatan eksistensi sektor property, dikelurahan Pondok Benda Tangerang Selatan banyak lahan minimal 300 m2 dimiliki secara pribadi umumnya oleh penduduk Jakarta. Sektor perumahan rakyat kala itu tidak ditangani kementrian perumahan rakyat tetapi oleh kementrian PU-PR, pengembangan-pembangunannya dikerjakan secara swakelola oleh usaha swasta, berdirilah perumahan dalam kelompok2 kecil + 6–70 unit tanpa mempertimbangkan sarana prasarana lingkungan ideal & daya dukung alam seperti AMDAL. Beragam harga timbul (tanpa aturan baku) misalnya dilokasi dengan kemudahan akses ke jalan utama, harga rumah type 36/72: + 500-600 juta. Beberapa pernyataan pembeli/calon penghuni, komunitas property, perangkat pemerintah: “perumahan tersebut diminati karena daya beli dan pilihan terbatas, walaupun kebutuhan tidak tercukupi”. Dilandasi beberapa penelitian di tiga Cluster Bellarosa-Harmonia-Exorria di Villa Pamulang Pondok Benda, terantisipasi persoalan untuk dipikirkan-dipecahkan seperti: perubahan luas, tampilan, kepadatan dan struktur-konstruksi akibat kegagalan pemenuhan syarat rumah sehat, area service, ruang terbuka hijau pasca dihuni, dan perubahan profil tampilan perumahan.
Kajian Landmark pada Aspek Lingkungan dari Pariwisata Berkelanjutan di Pulau Samosir Ginting, Nurlisa; Michaela
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.103

Abstract

Penerapan konsep keberlanjutan pada pariwisata sangatlah penting untuk menjaga keberlansungan serta menyeimbangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di lain sisi, pariwisata merupakan sebuah produk rekreasional yang mengandalkan keunikan suatu tempat. Keberadaan landmark pada suatu kawasan menimbulkan keunikan sehingga meningkatkan nilai distinctiveness. Nilai distinctiveness pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih tempat wisatanya dan menentukan loyalitas wisatawan terhadap satu tempat wisata. Penelitian ini merupakan kajian terhadap peran landmark pada aspek lingkungan dari pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada pariwisata yang ada di Pulau Samosir, Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 105 responden, observasi lapangan, dan wawancara terhadap narasumber. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keserasian antara bangunan baru dengan bangunan tradisional serta antara bangunan baru dengan lingkungannya memiliki pengaruh yang tinggi dalam menaikkan nilai landmark pada pariwisata berkelanjutan pada kawasan kajian.

Page 7 of 25 | Total Record : 245