cover
Contact Name
Esi Emilia
Contact Email
esiemilia@unimed.ac.id
Phone
+6281380427767
Journal Mail Official
jurnalgizikuliner@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara, Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary)
ISSN : -     EISSN : 27754650     DOI : https://doi.org/10.24114/jnc.v2i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) merupakan jurnal tentang gizi dan kuliner nusantara maupun internasional yang dikelola oleh Program Studi S1 Gizi Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Fokus jurnal ini meliputi gizi dan pangan, manajemen pelayanan makanan, gizi klinis dan dietetik, serta gizi masyarakat. Jurnal Gizi dan Kuliner terbit 2 kali dalam setahun
Articles 79 Documents
Pengaruh Penggunaan Daun Kelor terhadap Kualitas Granola Bar Ridhwan Syarif; Mahdiyah Mahdiyah; Cucu Cahyana
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.43729

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan daun kelor terhadap kualitas granola bar. Produk makanan ringan seperti granola bar yang saat ini banyak diminati sebagai makanan penunda lapar. Semakin berkembangnya produk ini, maka dapat berinovasi dengan menambahkan daun kelor. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai konsumsi daun kelor yang banyak manfaatnya bagi tubuh. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen yang dimulai dari pengolahan daun kelor dengan cara dikeringkan. Kemudian dengan membuat granola bar yang ditambahkan dengan daun kelor sebanyak 20 gram, 30 gram, dan 40 gram. Dilanjutkan dengan uji validitas dengan 5 panelis ahli, dengan meliputi 6 aspek yaitu rasa, warna, aroma, tekstur bagian luar ketika disentuh, tekstur bagian dalam (kerenyahan), dan tekstur bagian dalam (kepadatan). Hasil validasi pada kualitas granola bar dengan penambahan daun kelor terjadi pada perlakuan 2 atau penambahan daun kelor sebanyak 30 gram dengan nilai 4,4 pada aspek warna, 4,4 pada aspek tekstur bagian luar ketika disentuh, 4,2 pada aspek tekstur bagian dalam (kerenyahan), dan 4,4 pada aspek tekstur bagian dalam (kepadatan). Terdapat beda pada perlakuan 1 atau penambahan daun kelor sebanyak 20 gram yaitu pada aspek rasa dengan nilai 4,8. Dan terdapat beda pada perlakuan 3 atau penambahan daun kelor sebanyak 40 gram yaitu pada aspek aroma dengan nilai 4,6.
Pengaruh Penggunaan Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Terhadap Kualitas Almond Crispy Yuni Anggita Putri; I Gusti Ayu Ngurah Singamurni; Mahdiyah Mahdiyah
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48759

Abstract

Pertumbuhan labu kuning di Indonesia cukup tinggi, kondisi ini hendaknya dibarengi dengan pemanfaatan secara optimal salah satunya dengan diolah menjadi tepung. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah tepung labu kuning dapat dioptimalkan dalam pembuatan berbagai jenis produk termasuk pada almond crispy. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan tiga jenis perlakuan yaitu almond crispy dengan penggunaan tepung labu kuning sebanyak 20%, 40%, dan 60%, almond crispy kemudian diujikan kepada lima orang panelis ahli menggunakan uji organoleptik berupa uji mutu hedonik terhadap aspek warna, aroma, rasa, tekstur, kerapuhan, dan ketebalan. Hasil analisis menunjukkan ketiga persentase tepung labu kuning memperoleh nilai terbaik untuk aspek rasa manis. Nilai terbaik untuk aspek warna ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 60%. Nilai terbaik untuk aspek aroma butter dan ketebalan ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 20% dan 40%. Nilai terbaik untuk aspek kerapuhan ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 40% dan 60%. Nilai terbaik untuk aspek aroma labu kuning ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 20%. Nilai terbaik untuk aspek tekstur, rasa butter, dan rasa labu kuning ialah pada penggunaan tepung labu kuning sebanyak 40%. Dapat disimpulkan bahwa almond crispy dengan penggunaan tepung labu kuning sebanyak 40% merupakan produk dengan kualitas organoleptik terbaik. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan tepung labu kuning dapat dioptimalkan dalam p
Gambaran Karakteristik, Pola Makan dan Kepatuhan Diet Penderita Hipertensi di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Novitasari Dewi Auliarahmawati; Tri Ardianti Khasanah
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.45185

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal. Hipertensi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius saat ini yang disebut slient killer. Hipertensi menduduki peringkat 1 dari 10 Penyakit Tidak Menular (PTM) di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Salah satu faktor yang mempengaruhi hipertensi pada penderita antara lain karakteristik, pola makan dan kepatuhan diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik, pola makan, dan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 99 subyek. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukan mayoritas penderita hipertensi di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara memiliki usia 45-55 tahun 66,7%, jenis kelamin perempuan 83,8%, pendidikan SD 56,6%, tidak bekerja 68,7%, pendapatan <1.500.000 35,4%, Riwayat keluarga 79,8%, tidak merokok 83,8%, konsumsi kopi 54,5%, pola makan 70,7%, kepatuhan diet 56,6%. Kesimpulan:Pasien hipertensi di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara adalah masuk dalam kelompok usia lansia awal, berjenis kelamin perempuan, mayoritas berpendidikan SD, tidak bekerja, berpendapatan rendah, memiliki riwayat keluarga hipertensi, tidak memiliki kebiasaan merokok, memiliki kebiasaan konsumsi kopi, memiliki pola makan yang baik, serta sebagian responden patuh terhadap dietnya.
Hubungan Status Imunisasi dan Kesehatan dengan Status Gizi pada Balita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Muhammmad Edwin Fransiari; Erni Rukmana; Tyas Permatasari; Yatty D. Sandy
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48887

Abstract

Di Indonesia salah satu masalah kesehatan yang sedang hadapi saat ini merupakan masalah status gizi pada balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonsia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 memberikan gambaran status gizi balita (stunting, wasting, underweight, Overweight) menyatakan bahwa nilai stunting 21,6 %, nilai wasting 7,7%, nilai underweight 17,1% dan nilai overweight 3,5%. Anak yang tidak divaksinasi tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit menular, sehingga anak menjadi sakit, dan hal ini dapat menyebabkan penurunan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi pada balita di kelurahan Titi Papan Kota Medan. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di bulan Juli 2022 di Kelurahan Titi Papa Kota Medan. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 12-60 bulan di Kelurahan Titi Papan Kota Medan. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah 92 balita. Analis data menggunakan chi-square dengan taraf signifikasin p = 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan status imunisasi dan kesehatan dengan status gizi. Imunisasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan status gizi kurang pada balita. Ada faktor lain yang harus diperhatikan dari penyebab status gizi kurang pada Balita yaitu asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi.
Development of Food Seasoning Powder from Subgrade Fish Cracker with Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Mansoor Abdul Hamid; Nur Atikah Zulkefli; Rozekin Suratman; Oslida Martony
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.45341

Abstract

The subgrade of fish crackers known as amplang refers to some parts of amplang that do not meet the standard but can still be consumed and sold at a lower price, so it has contributed to the decrease in company profits. This study intends to develop a food seasoning powder created from the subgrade of amplang fish crackers with the addition of red spinach (Amaranthus tricolor L.). Five formulations were developed with amplang powder and red spinach powder in the range of 36.66% to 66.66% and 0% to 30%, respectively. The best formulation is chosen based on sensory evaluation, followed by nutritional analysis and storage stability. Formulation 4 was chosen as the best, which consists of 41.60% subgrade amplang powder with 25% red spinach powder. The proximate analysis showed the F4 contained 6.18% moisture, 0.64% ash, 9.83% crude fat, 12.69% protein, 9.88% crude fibre, 47.27% dietary fibre, 61.46% carbohydrate, and a calorie content of 404.83 kcal/100 g, which significantly increased in ash, protein, and crude fibre contents compared to the control sample. Water activity (AW), colour and microbiological status showed no significant changes (p > 0.05) throughout the eight weeks of storage indicated that sample was stable during storage periods. Therefore, the development of this seasoning powder can be used as an alternative for amplang subgrade to be upgraded with better acceptability and enhance its nutritional value, which is beneficial to the consumer.
Correlation between Energy Adequacy Level and Exercise Habits with Nutritional Status in Female Students at al - Hikmah Semarang Islamic Boarding School Sabilla, Fauza Amanda
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51675

Abstract

Lifestyle changes in young adulthood affect eating patterns, which will also impact energy adequacy and exercise habits. The opportunity to become overweight is very likely to occur in individuals who have excessive energy levels with poor exercise habits. Research related to the level of energy adequacy and exercise habits with nutritional status is important to know within the scope of Islamic boarding schools so that students can have optimal levels of nutrition and health. The aim of this research is to determine the relationship between the level of energy adequacy and exercise habits with the nutritional status of female students at PPM al - Hikmah Semarang. The method used in this research is a quantitative method with a cross sectional research design. The sample was determined using a total sampling method with a total of 73 respondents. The data measured were the level of energy adequacy and exercise habits using a questionnaire, and nutritional status from BMI. The statistical analysis used is the Chi Square test, Mann - Whitney test, and Kruskal Wallis test. The results of this study showed that the majority of respondents had sufficient levels of energy adequacy (47.9%), poor exercise habits (80.8%), and normal nutritional status (45.2%). There is a significant relationship between the level of energy adequacy and nutritional status with value (p = > 0.001). There was no significant relationship between exercise habits and nutritional status (p = 0.317). The conclusion that can be drawn is that there is a significant relationship between the level of energy adequacy and nutritional status, and there is no significant relationship between exercise habits and nutritional status.
Pengaruh Lama Penggunaan KB Hormonal, Asupan Energi dan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Wanita Subur dengan Rentang Usia 30-35 Tahun di Banjarsari Demak Azzhira, Nisrina Claudy; Oktavia, Zana Fitriana; Hartanti, Dwi Hartanti
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63133

Abstract

Kejadian obesitas dapat terjadi pada semua usia, seperti usia dewasa. Obesitas dipengaruhi beberapa faktor, berupa faktor pola makan berkaitan dengan konsumsi energi, hormon serta aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama penggunaan KB hormonal, asupan energi dan tingkat aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada wanita usia 30-35 tahun di dusun Banjarsari. Metode penelitian menggunakan cross sectional dilakukan di dusun Banjarsari total 61 responden. Pengambilan data lama penggunaan KB hormonal dengandata bidan, konsumsi energi dengan kuesioner Food Recall 24 jam, aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Level. Status gizi menggunakan IMT, analisis bivariat dengan uji gamma menggunakan program SPSS 26. Hasil menunjukkan hubungan antara kejadian obesitas dengan lama penggunaan KB hormonal dengan kejadian obesitas 72%, asupan energi dengan kejadian obesitas 72% dan tingkat aktivitas fisik dengan kejadian obesitas77%. Terdapat hubungan signifikan antara lama penggunaan KB hormonal, asupan energi dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas. Kata Kunci: Keluarga Berencana, Obesitas, aktivitas fisik, asupan energi
PENGARUH METODE AUTOLISIS PADA PEMBUATAN PIZZA PAN SUBTITUSI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor) TERHADAP KUALITAS Fadillah, Aisyah Ihromi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.49307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode autolisis pada pizza pan subtitusi tepung sorgum terhadap kualitas pizza. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan perbedaan jenis metode autolisis yang digunakan, yaitu autolisis 1, autolisis 2 dan autolisis 3. Analisis organoleptik dilakukan menggunakan uji mutu hedonik terhadap bentuk, ketebalan, ketebalan kerak, tekstur kerak, aroma, warna remah, pori-pori, rasa gurih, rasa sorgum, tekstur dan kulitas pengunyahan dengan 5 aspek skala penilaian dan dilakukan oleh 5 panelis terlatih. Berdasarkan hasil uji pizza pan subtitusi tepung sorgum dengan pembuatan menggunakan metode autolisis memiliki rata-rata tertinggi pada aspek bentuk yaitu 5 dengan skala penilaian bulat simetris. Penilaian aspek ketebalan memiliki rerata tertinggi yaitu 4.2 dengan skala penilaian tebal. Penilaian aspek ketebalan kerak memiliki rerata tertinggi yaitu 3.4 dengan skala penilaian agak tebal. Penilaian aspek tekstur kerak memiliki rata-rata tertinggi yaitu 3.4 dengan skala penialian agak lembut. Penilaian aspek aroma memiliki rerata tertinggi yaitu 3.6 dengan skala agak beraroma sorgum.pada aspek warna remah rata-rata tertinggi 2.6 dengan skala kuning keabu-abuan. Aspek pori/rongga memiliki rata-rata 3.4 dengan aspek agak besar. Hasil penilaian aspek rasa gurih nilai rerata tertinggin3 dengan skala agak gurih. Hasil nilai rata-rata aspek rasa sorgum tertinggi 3.6 pada skala agak terasa sorgum. Selanjutnya hasil rata-rata tertinggi aspek tekstur dan kualitas pengunyahan adalah 3.4 dengan skala agak kasar dan agak empuk.
Analisis Karakteristik Fisik dan Organoleptik Roti Manis dengan Konsentrasi Gula yang Berbeda Sumantry, Nazhara Rahmani; Artanti, Guspri Devi; Cahyana, Cucu
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan organoleptik roti manis dengan konsentrasi gula yang berbeda. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimen, dengan konsentrasi gula yang digunakan adalah 16%, 18%, 20%, 22%, dan 24%. Penilaian karakteristik fisik dilakukan dengan menggunakan alat ukur di Laboratorium meliputi aspek volume, tinggi dan pori-pori. Sementara penilaian organoleptik dilakukan dengan uji scoring kepada 5 orang panelis terbatas dengan 5 skala tingkatan meliputi aspek eksternal berupa volume, warna kulit dan karakteristik kulit serta aspek internal meliputi warna remah, pori-pori, tekstur remah, aroma, rasa, dan kualitas pengunyahan. Hasil penilaian karakteristik fisik dan organoleptik menunjukan roti manis dengan konsentrasi gula 16%, 18%, dan 20% memperoleh penilaian terbaik dengan kategori penilaian volume agak besar, warna kulit cokelat, karakteristik kulit agak tipis, warna remah putih kekuningan, pori-pori agak besar, tekstur remah agak halus, beraroma khas roti, rasa manis dan kualitas pengunyahan empuk. Analisis karakteristik fisik terbaik diperoleh pada roti manis dengan konsentrasi gula 16%, dengan nilai rata-rata untuk volume sebesar 133,33 cm3, rata-rata tinggi roti 6,24 cm dan area pori yang terbentuk sebanyak 80%. Berdasarkan hasil analisis, konsentrasi gula yang direkomendasikan dalam pembuatan roti manis adalah sebanyak 16%. Kata kunci: Karakteristik fisik, konsentrasi gula, organoleptik, roti manis.
ANCAMAN TERSEMBUNYI PENGGUNAAN ZAT ADITIF PADA PRODUK JAJANAN KAKI LIMA amaliah, syara; Azzahra, Fatia; Az Zahra, Ghaida; Fitri, Nurul Laila; Aprilian, Susan Azizah; Nugraha, Dadi Mulyadi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.53715

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran mengenai ancaman keracunan dari bahan tambahan dan kesehatan tubuh agar tetap sehat dan kuat untuk melaksanakan pembangunan bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui wawancara dan penyebaran kuesioner yang dipaparkan secara naratif. Dengan kriteria pedagang adalah seorang pedagang cilor yang ada di daerah Universitas Pendidikan Indonesia dan ramai dikunjungi. Hasil wawancara terkait zat adiktif pada jajanan kaki lima, pedagang cilor dalam proses pembuatan cilor, menggunakan berbagai jenis bumbu seperti bumbu balado, asin, pedas, dan saus. Selanjutnya, hasil kuesioner responden secara keseluruhan juga mengetahui jika terlalu banyak mengonsumsi zat aditif dapat berisiko tinggi terutama pada kesehatan tubuh. Oleh karena itu, upaya lebih lanjut dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku masyarakat terkait konsumsi makanan yang sehat.