cover
Contact Name
Esi Emilia
Contact Email
esiemilia@unimed.ac.id
Phone
+6281380427767
Journal Mail Official
jurnalgizikuliner@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara, Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary)
ISSN : -     EISSN : 27754650     DOI : https://doi.org/10.24114/jnc.v2i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) merupakan jurnal tentang gizi dan kuliner nusantara maupun internasional yang dikelola oleh Program Studi S1 Gizi Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Fokus jurnal ini meliputi gizi dan pangan, manajemen pelayanan makanan, gizi klinis dan dietetik, serta gizi masyarakat. Jurnal Gizi dan Kuliner terbit 2 kali dalam setahun
Articles 79 Documents
Kreasi dan Percobaan Makanan: Cake Pop Jahe Amalia, Isma Nur
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63135

Abstract

Pemilihan menu Cake Pop dari Jahe ini dikarenakan kandungan pada jahe yang memiliki banyak sekali manfaat pada tubuh. Di kawasan Asia, jahe telah dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masakan dan bahan obat tradisional sejak ribuan tahun yang lalu, namun dalam pemanfaatan nya sendiri masih kurang di kalangan anak muda masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan rasa yang kurang familiar menjadi salah satu alasan anak muda masih enggan untuk terbiasa mengkonsumsi jahe. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan menu ini ada mentega, gula, soda kue, telur, tepung terigu, cokelat, baking powder, jahe bubuk, kayu manis bubuk, garam, dan lemon. Keunggulan dari penggunaan bahan Jahe yaitu adanya zat-zat aktif dalam minyak atsiri, antara lain: shogaol, gingerol, zingeron, dan zat-zat antioksidan alami lainnya memiliki khasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit dari yang ringan sampai berat. Dari resep/formulasi bahan yang dibuat, dapat menghasilkan cake pops sebanyak 12 porsi dengan total energi dalam 1 porsi adalah 420 kkal, protein 4,2 gr, lemak 33,2 gr dan karbohidrat 30,2 gr. Kata kunci: Jahe, Cake pops, Kreasi pangan, Olahan Jahe.
Pengaruh Penambahan Sari Asam Jawa Dalam Pembuatan Dodol Albedo Semangka Terhadap Kalitas Organoleptik Atinurani, Novia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.49318

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari asam jawa dalam pembuatan dodol albedo semangka terhadap kualitas organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 3 perlakuan penambahan persentase asam jawa yang berbeda yaitu 45%, 55% dan 65%. Analisis organoleptik dilakukan dengan menggunakan uji mutu hedonik terhadap aspek warna, rasa manis, rasa asam , rasa tepung ketan, aroma, kekenyalan, kelengketan di gigi, kelunakan, dan kehalusan yang diujikan kepada 5 orang panelis terlatih. Hasil penelitin ini menunjukan bahwa pada aspek warna dodol dengan penambahan sari asam jawa 45% memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu  4,6 dengan skala coklat. Pada aspek rasa manis dodol dengan penambahan sari asam jawa 55% memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,6 dengan skala manis. Pada aspek rasa asam dodol albedo dengan penambahan sari asam jawa 45% dan 65% memiliki nilai rata-rata sama yait 4,2 degan skala sangat asam. Sedangkan ada aspek rasa tepung ketan tiap perlakan memiliki nilai rata-rata yang sama yaitu 4,2 dengan skala agak terasa tepung ketan. Pada aspek aroma dodol albedo semangka dengan penambahan sari asam jawa 55% memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 3,6 dengan skala beraroma asam jawa. Pada aspek kekenyalan dodol albedo semangka dengan penamabahan sari asam jawa 65% memiliki 4,8 dengan skala kenyal. Pada aspek kelengketan di gigi dodol albedo dengan penambahan sari asam jawa 65% memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,6 dengan skala tidak lengket. Pada aspek kelunakan dodol albedo semangka dengan persentase 55% memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,2 dengan skala sangat lunak. Pada aspek terakhir yaitu kehalusan dodol albedo seamangka dengan penambahan sari asam jawa 65% memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,8 dengan skala agak halus.
Pengaruh Penambahan Serbuk Bir Pletok terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Roti Manis Nurunnisa, Jahiska Amalia; Cahyana, Cucu; Ridawat, Ridawat
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serbuk bir pletok pada pembuatan roti manis terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pastry dan Roti Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah roti manis serbuk bir pletok dengan tiga perlakuan yaitu persentase 10%, 15% dan 20%. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperiman berupa pengujian kualitas fisik yaitu volume dan tinggi serta uji daya terima konsumen kepada 30 orang panelis agak terlatih mahasiswa Pendidikan Tata Boga. Eksperimen berupa pengujian uji fisik dianalisis menggunakan uji Anova dan untuk uji daya terima konsumen dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil menunjukan bahwa secara rata-rata roti yang paling disukai adalah roti manis serbuk bir pletok dengan persentase 10% dengan perolehan nilai rata-rata pada aspek volume sebesar 4,0, warna kulit 4,3, karakteristik kulit 4,2, warna remah 4,3, pori-pori 4,2, tekstur remah 4,2, aroma 4,2, rasa 4,3, dan kualitas pengunyahan 4,3. Kemudian hasil keputusan hipotesis menunjukan bahwa produk dengan persentase 10% pada aspek rasa memiliki pengaruh sementara untuk aspek yang lain sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk yang paling disukai dan disarankan untuk diproduksi lebih lanjut adalah roti manis serbuk bir pletok persentase 10%. Kata kunci: Roti manis, serbuk bir pletok, kualtas fisik, daya terima konsumen.
PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP MAKANAN TRADISIONAL DENGAN MAKANAN CEPAT SAJI DARI SEGI PEMAHAMAN GIZI DAN BAHAN KIMIA deandra f, andini, annisa, keyla
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.53749

Abstract

ABSTAK : Preferensi seseorang dalam memilih makanan sangat subjektif. Saat ini banyak generasi muda yang lebih banyak memilih makanan cepat saji atau makanan modern dibandingkan makanan tradisional, dikarenakan mereka menganggap jika makanan modern adalah makanan bergengsi, tanpa mempertimbangkan jika dalam makanan cepat saji tersebut lebih banyak mengandung bahan kimia yang memiliki efek samping terhadap kesehatan.Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data dalam bentuk angka atau statistik. dimana pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang isinya berupa pernyataan-pernyataan yang bisa mengukur persepsi konsumen.Ternyata setelah dilakukan penelitian terhadap 23 mahasiswa, 50% dari mahasiswa tersebut lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji dibandingkan makanan tradisional walaupun pemahaman mereka cukup tinggi terhadap bahan kimia dan efek sampingnya. Dilihat dari hasilnya, 95,8% dari mahasiswa tersebut mengetahui jika makanan cepat saji lebih banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya dibandingkan makanan tradisional.Pemahaman yang tinggi terhadap bahan kimia ternyata tidak berpengaruh terhadap preferensi seseorang terhadap makanan yang akan dikonsumsinya, dikarenakan seseorang masih mendahulukan keinginan dibandingkan dengan kebutuhan, yaitu kebutuhan makanan yang sedikit bahan kimia untuk kesehatan.
Pengaruh Penggunaan Sari Kluwek pada Pembuatan Bakpao terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Putiamir, Bella Ariani; Ridawati, Ridawati; Cahyana, Cucu
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63137

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan sari kluwek pada pembuatan bakpao terhadap kualitas fisik dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan tujuan untuk mendapatkan formula bakpao dengan penambahan sari kluwek terbaik. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen dengan formulasi yang berbeda yaitu 7,5%, 10% dan 12,5%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Fisik dan Organoleptik. Kualitas fisik bakpao yang meliputi aspek volume dan morfologi pori-pori serta organoleptik bakpao yang meliputi aspek pori-pori, permukaan atas, warna, aroma, tekstur, rasa manis dan rasa getir. Hasil uji validasi penggunaan sari kluwek terhadap kualitas fisik dan organoleptik bakpao menyatakan bahwa persentase sari kluwek 7,5% menghasilkan bakpao dengan kualitas paling bagus terhadap aspek permukaan atas, aroma, tekstur, rasa manis dan rasa getir. Sedangkan pada aspek pori-pori persentase sari kluwek 10% memiliki nilai tertinggi. Pada aspek warna, persentase sari kluwek 12,5% memiliki nilai tertinggi. Untuk hasil uji fisik dengan uji ANOVA single factor terdapat perbedaan yang nyata pada aspek volume dan morfologi pori-pori. Persentase 12,5% memiliki nilai yang unggul pada pengukuran volume dengan hasil rata-rata volume 86,67 cm3. Hasil uji fisik morfologi pori-pori menunjukkan bahwa bakpao dengan persentase 12,5% memiliki nilai yang unggul pada pengukuran banyaknya pori-pori di setiap 1 cm2 bagian bakpao dengan hasil rata-rata 2192,33. Sedangkan pada hasil penilaian organoleptik persentase sari kluwek 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap kualitas organoleptik pada aspek pori-pori, permukaan atas, warna, aroma, tekstur, rasa manis dan rasa getir tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kata kunci : Sari Kluwek; Kualitas Fisik; Organoleptik
Pengaruh Kualitas Penambahan Tepung Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Terhadap Sifat Organoleptik Cheese Cake Sebagai Dessert Box prihandini, yustin
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51171

Abstract

Kue merupakan produk pangan yang sangat disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Ada berbagai jenis kue yang berkembang dengan variasi topping, tekstur, bentuk, dan formula yang beragam. Salah satu jenis kue yang sedang populer adalah cheesecake, yang terbuat dari cream cheese, susu, mentega, telur, dan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai pewarna alami dalam cheesecake dengan penambahan tepung bunga telang pada cheese cake yang memiliki perbandingan sebesar (5:15), (10:10), (15:5). Daya terima cheese cake dinilai berdasarkan uji mutu hedonik terhadap aspek warna, rasa, aroma dan tekstur dengan jumlah panelis sebanyak 30 orang. Data hasil penilaian panelis dianalisis dengan menggunakan Uji Friedman pada tarif signifikan α = 0,05. Nilai rata-rata untuk cheese cake dengan penambahan sebesar (5:15), (10:10), (15:5) menunjukkan berada pada rentangan nilai terbaik perbandingan tertentu. Hasil pengujian hipotesis dengan Uji Friedman menunjukkan terdapat pengaruh penambahan ekstrak bunga telang dalam pembuatan cheese cake terhadap daya terima konsumen pada aspek warna, rasa, aroma dan tekstur. Untuk itu, penelitian ini dilanjutkan dengan Uji Tuckey’s. Aspek yang berpengaruh adalah tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan produk cheese cake dengan penambahan ekstrak bunga telang dengan perbandingan sebesar (10:10)  direkomendasikan digunakan dalam pembuatan cheese cake.
Hubungan Pengetahuan Anemia, Asupan Zat Besi dan Vitamin C dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Yayasan Bandung Kabupaten Deli Serdang Hutabarat, Amelia Putri
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.56273

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi anemia pada remaja putri tahun 2013 sebesar 37,1% mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi sebesar 48,9% (Kemenkes, 2018). Prevalensi anemia di Provinsi Sumatera Utara tahun yakni 54,5% tahun 2016, dan 58,2% tahun 2017. Prevalensi anemia yang tinggi di Sumatera Utara menjadi salah satu masalah gizi yang muncul pada populasi masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengetahuan remaja putri. (2) Asupan zat besi dan vitamin C remaja putri. (3) Kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian dilakukan di SMA Yayasan Bandung Kabupaten Deli Serdang dengan populasi seluruh remaja putri dengan jumlah 85 populasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional sampling dengan jumlah 51 sampel. Desain penelitian cross sectional.data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji chi-square dan  mann whitney. Berdasarkan uji mann whitney yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan anemia dengan kejadian anemia (p=0,091). Berdasarkan uji chi-square yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia (p=0,000), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan vitamin C dengan kejadian anemia (p=0,186). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia yang berarti semakin tinggi asupan zat besi, maka akan semakin menurun kejadian anemia.
Pengaruh Penambahan Puree Labu Kuning (Cucurbita Moschata Ducheness) Terhadap Kualitas fisik dan Mutu Sensori Pada Waffle Izzati, Siti Rahmadina; Ngurah, I Gusti Ayu; Febriana, Rina
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kualitas organoleptik dengan perlakuan penambahan puree labu kuning 10%, 20% dan 30%. Penelitian ini dimulai dari Agustus 2023 hingga Januari 2024 di  Laboratorium Pengolahan Makanan Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini adalah waffle dengan pnambahan puree labu kuning 10%, 20%, dan 30%. Pengambilan data penelitian ini menggunakan uji mutu hedonic, dimana 45 panelis agak terlatih menilai keseluruhan aspek kualitas organoleptik sampel waffle puree labu kuning. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan penilaian uji organoleptik dan fisik. Intrumen uji fisik terdapat unsur yang digunakan yaitu dengan pengukuran sebanyak 3 (tiga) kali ulangan serta instrumen penilaian organoleptik menggunakan pengukuran dengan rentang skala 5 (lima) menunjukkan hasil tertinggi hingga skor 1 (satu) untuk hasil terendah Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna bagian dalam, warna bagian luar, cita rasa waffle, cita rasa labu kuning, tekstur waffle bagian dalam, dan aroma labu kuning yang kemudian dilanjutkan dengan uji Tuckey. Skor rata-rata tertinggi uji mutu hedonik aspek  warna bagian dalam denga rata-rata 4, cita rasa waffle dengan rata-rata 4,6  Kata kunci: Penambahan, Organoleptik, Puree, Labu Kuning, Waffle
The Relationship of Nutritional Status and Energy Adequacy with the Work Productivity of Class I Kedungpane Semarang Penitentiary Employees Nabila, Firda Ainun; Susilowati, Fitria; Octavia, Zana Fitriana
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51258

Abstract

Employee productivity is very important for a company. Employees who have good productivity will produce high-quality products or services. Nutritional status and energy adequacy are one of the factors that affect employee productivity. Energy intake will be the main source of energy for employees to do work. The more adequate energy intake will make the nutritional status close to normal. Determine the relationship between nutritional status and energy adequacy with the work productivity of employees of Class I Correctional Institution Kedungpane Semarang. This type of research uses observational analytics with a cross sectional approach. This research was conducted at the Class I Penitentiary Kedungpane Semarang. The sampling technique is consecutive sampling of 70 employees. The data measured are nutritional status with anthropometric measurements consisting of employee weight and height, energy adequacy with a 3x24 hour food recall instrument, and work productivity using a 3-day work time record. The results of bivariate tests using the Gamma test showed that there was a relationship between nutritional status and work productivity (p = 0.000), and there was a relationship between energy adequacy and work productivity (p = 0.024). There is a relationship between nutritional status and energy adequacy with the work productivity of Class I Kedungpane Semarang Penitentiary employees.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mpasi dan Pemberian Mpasi Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan di Desa Rumah Berastagi Supma, Adinda; Ingtyas, Fatma Tresno; Juliarti, Juliarti; Rukmana, Erni; Firmansyah, Hardi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63128

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Bayi yang mendapat MPASI sebelum usia 6 bulan lebih banyak terserang diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare. Desain penelitian Cross Sectional, penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Rumah Berastagi. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan sampel penelitian yaitu ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan yang rutin ke Posyandu selama 2 bulan sebanyak 42 orang. Instrumen data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi dengan nilai  p-value <0,05 dan variabel pemberian MPASI dini menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan dimana nilai OR 23,895 (95% CI 1.717 – 332.585) artinya ibu yang memberikan MPASI dini dapat menyebabkan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan 23,895 kali dibandingkan dengan  ibu yang tidak memberikan MPASI dini kepada bayinya. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi. Kata Kunci: Diare, MPASI Dini, Pengetahuan