cover
Contact Name
Esi Emilia
Contact Email
esiemilia@unimed.ac.id
Phone
+6281380427767
Journal Mail Official
jurnalgizikuliner@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara, Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary)
ISSN : -     EISSN : 27754650     DOI : https://doi.org/10.24114/jnc.v2i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) merupakan jurnal tentang gizi dan kuliner nusantara maupun internasional yang dikelola oleh Program Studi S1 Gizi Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Fokus jurnal ini meliputi gizi dan pangan, manajemen pelayanan makanan, gizi klinis dan dietetik, serta gizi masyarakat. Jurnal Gizi dan Kuliner terbit 2 kali dalam setahun
Articles 79 Documents
Perbedaan Jenis Transportasi ke Sekolah, Aktivitas Fisik Dan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di Perdesaan Dan Perkotaan Kabupaten Banyumas Lalita, Auralia Nabillah; Khoiriani, Izzati Nur; Rahmah, Hiya Alfi; Prasetyo, Teguh Jati; Sulistyaning, Afina Rachma; Wicaksari, Sifa Aulia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 4, No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63143

Abstract

: Letak geografi yang berbeda dapat menyebabkan aksesibilitas dan gaya hidup penduduk di wilayah perdesaan maupun perkotaan menjadi berbeda. Hal tersebut dapat berdampak pada pemilihan jenis transportasi pada anak sekolah sehingga dapat mempengaruhi pada keteraturan aktivitas fisik hingga ke status gizi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis transportasi ke sekolah, aktivitas fisik dan status gizi pada anak sekolah dasar di wilayah perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi cross sectional pada 387 anak sekolah dasar kelas 4-6 di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas, pengambilan sampel menggunakan teknik cluster dan proposional sampling. Pengambilan data penelitian ini dilakukan secara langsung ke sekolah dasar menggunakan instrument kuesioner CPAQ untuk aktivitas fisik. Usia dan data antropometri berat badan serta tinggi badan juga diambil untuk penentuan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan signifikan pada jenis transportasi ke sekolah (p= 0,000) dan status gizi (p=0,000), namun tidak ada perbedaan signifikan pada aktivitas fisik anak sekolah dasar perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (p=0,306). Kesimpulan terdapat perbedaan pada jenis transportsi ke sekolah dan status gizi serta tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik anak sekolah dasar di perdesaan dan perkotaan Kabupaten Banyumas Kata kunci: Aktivitas Fisik, Anak sekolah dasar, Jenis Transportasi, Perdesaan dan           Perkotaan, Status Gizi
PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ALAMI EKSTRAK BUAH PEPINO (SOLANUM MARICATUM AITON) PADA PEMBUATAN KUE BIKA AMBON MEDAN TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN Riana, Annisa; Cahyana, Cucu; Ridawati, Ridawati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 1 No. 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.22541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ragi alami ekstrak buah pepino (Solanum Maricatum Aiton) pada pembuatan kue bikaambonmedan terhadap daya terima konsumen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan perbedaan persentase ragi yang digunakan dalam pembutan kue bika ambon medan yaitu persentase ragi 20%, 30%, dan 40%.Analisis organoleptik dilakukan menggunakan uji mutu hedonik terhadap warna, tekstur, aroma, rasa, dan serat dengan 5 skala penilaian dan dilakukan oleh 3 panelis terlatih. Berdasarkan hasil uji penggunaan ragi alami ekstrak buah pepino pada pembuatan kue bika ambon medan memiliki nilai rata-rata tertinggi pada aspek warna kulit bagian atas 4.3 warna kuning kecoklatan dan pada warna bagian dalam 2,6 warna kuning, Penilaian aspek tekstur kekenyalan dan kelembutan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bikaambon medan dengan ragi alami ekstrak buah pepino yaitu 3 dan 2,6 yaitu dalam katagori kenyal dan lembut. Penilaian aspek aroma memiliki nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bika ambon medan dengan ragi alami ekstrak buah pepino yaitu 2,6 dan 4 berada pada kategori beraroma daun jeruk dan tidak beraroma serai. Penilaian aspek serat nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bika ambon maedan dengan ragi alami ekstrak buah pepino yaitu 3,3 berada pada kategori berserat halus. Hasil kue bika ambon medan yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi ekstrakbuah pepino menunjukkan hasil uji hipotesis statistik signifikan tidak berbeda nyata (α=0,05). Secara statistik hasil uji organoleptik pada tingkat kesalahan 0,05 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada aspek warna, tekstur, aroma, rasa, dan serat dari kue bika ambon medan yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi ekstrak buah pepino.
Pengaruh Subtitusi Tepung Terigu Dengan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Poiret) Dan Rumput Laut (Euchema cotonii) Terhadap Kualitas Mie Basah Kining, Ekajayanti; Alvita, Livia Rhea; Husain, Halimah
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v1i2.25259

Abstract

This research is an experimental research that aimed to find the best composition of purple sweet potato wet noodle between wheat flour, purple sweet potato and seaweed as food alternatives and determine the effect of ratio of flour and purple sweet potato by adding seaweed to the organoleptic quality (color, flavor, aroma and firmness), tensile strength and water content. The samples in this research were wheat flour, purple sweet potato (Ipomoea batatas Poiret) and seaweed (Euchema cotonii). The research outcome data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA) with 2 factorial i.e the ratio between flour and sweet potato (A) with 3 levels : (100% wheat flour: 0% sweet potato), (60% wheat flour: 40% sweet potato), and (50% wheat flour: 50% sweet potato) and the addition of seaweed (B) with 2 level, ie without the addition of seaweed and seaweed with the addition of 6 g. Ratio of wheat flour with purple sweet potato had highly significant effect on organoleptic (color, flavor, aroma and firmness), tensile strength and water content of the resulting wet noodle. The addition of seaweed had highly significant effect on the organoleptic color but did not significant effect on water content, tensile strength, organoleptic taste, aroma and firmness. Ratio of wheat flour and 60% purple sweet potato: 40% give better results in the manufacture of purple sweet potato wet noodles. 
PENGARUH METODE AUTOLISIS PADA PEMBUATAN PIZZA PAN SUBTITUSI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor) TERHADAP KUALITAS Fadillah, Aisyah Ihromi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.49307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode autolisis pada pizza pan subtitusi tepung sorgum terhadap kualitas pizza. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan perbedaan jenis metode autolisis yang digunakan, yaitu autolisis 1, autolisis 2 dan autolisis 3. Analisis organoleptik dilakukan menggunakan uji mutu hedonik terhadap bentuk, ketebalan, ketebalan kerak, tekstur kerak, aroma, warna remah, pori-pori, rasa gurih, rasa sorgum, tekstur dan kulitas pengunyahan dengan 5 aspek skala penilaian dan dilakukan oleh 5 panelis terlatih. Berdasarkan hasil uji pizza pan subtitusi tepung sorgum dengan pembuatan menggunakan metode autolisis memiliki rata-rata tertinggi pada aspek bentuk yaitu 5 dengan skala penilaian bulat simetris. Penilaian aspek ketebalan memiliki rerata tertinggi yaitu 4.2 dengan skala penilaian tebal. Penilaian aspek ketebalan kerak memiliki rerata tertinggi yaitu 3.4 dengan skala penilaian agak tebal. Penilaian aspek tekstur kerak memiliki rata-rata tertinggi yaitu 3.4 dengan skala penialian agak lembut. Penilaian aspek aroma memiliki rerata tertinggi yaitu 3.6 dengan skala agak beraroma sorgum.pada aspek warna remah rata-rata tertinggi 2.6 dengan skala kuning keabu-abuan. Aspek pori/rongga memiliki rata-rata 3.4 dengan aspek agak besar. Hasil penilaian aspek rasa gurih nilai rerata tertinggin3 dengan skala agak gurih. Hasil nilai rata-rata aspek rasa sorgum tertinggi 3.6 pada skala agak terasa sorgum. Selanjutnya hasil rata-rata tertinggi aspek tekstur dan kualitas pengunyahan adalah 3.4 dengan skala agak kasar dan agak empuk.
Pengaruh Penambahan Sari Asam Jawa Dalam Pembuatan Dodol Albedo Semangka Terhadap Kalitas Organoleptik Atinurani, Novia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.49318

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari asam jawa dalam pembuatan dodol albedo semangka terhadap kualitas organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 3 perlakuan penambahan persentase asam jawa yang berbeda yaitu 45%, 55% dan 65%. Analisis organoleptik dilakukan dengan menggunakan uji mutu hedonik terhadap aspek warna, rasa manis, rasa asam , rasa tepung ketan, aroma, kekenyalan, kelengketan di gigi, kelunakan, dan kehalusan yang diujikan kepada 5 orang panelis terlatih. Hasil penelitin ini menunjukan bahwa pada aspek warna dodol dengan penambahan sari asam jawa 45% memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu  4,6 dengan skala coklat. Pada aspek rasa manis dodol dengan penambahan sari asam jawa 55% memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,6 dengan skala manis. Pada aspek rasa asam dodol albedo dengan penambahan sari asam jawa 45% dan 65% memiliki nilai rata-rata sama yait 4,2 degan skala sangat asam. Sedangkan ada aspek rasa tepung ketan tiap perlakan memiliki nilai rata-rata yang sama yaitu 4,2 dengan skala agak terasa tepung ketan. Pada aspek aroma dodol albedo semangka dengan penambahan sari asam jawa 55% memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 3,6 dengan skala beraroma asam jawa. Pada aspek kekenyalan dodol albedo semangka dengan penamabahan sari asam jawa 65% memiliki 4,8 dengan skala kenyal. Pada aspek kelengketan di gigi dodol albedo dengan penambahan sari asam jawa 65% memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,6 dengan skala tidak lengket. Pada aspek kelunakan dodol albedo semangka dengan persentase 55% memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,2 dengan skala sangat lunak. Pada aspek terakhir yaitu kehalusan dodol albedo seamangka dengan penambahan sari asam jawa 65% memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,8 dengan skala agak halus.
Pengaruh Kualitas Penambahan Tepung Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Terhadap Sifat Organoleptik Cheese Cake Sebagai Dessert Box prihandini, yustin
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51171

Abstract

Kue merupakan produk pangan yang sangat disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Ada berbagai jenis kue yang berkembang dengan variasi topping, tekstur, bentuk, dan formula yang beragam. Salah satu jenis kue yang sedang populer adalah cheesecake, yang terbuat dari cream cheese, susu, mentega, telur, dan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai pewarna alami dalam cheesecake dengan penambahan tepung bunga telang pada cheese cake yang memiliki perbandingan sebesar (5:15), (10:10), (15:5). Daya terima cheese cake dinilai berdasarkan uji mutu hedonik terhadap aspek warna, rasa, aroma dan tekstur dengan jumlah panelis sebanyak 30 orang. Data hasil penilaian panelis dianalisis dengan menggunakan Uji Friedman pada tarif signifikan α = 0,05. Nilai rata-rata untuk cheese cake dengan penambahan sebesar (5:15), (10:10), (15:5) menunjukkan berada pada rentangan nilai terbaik perbandingan tertentu. Hasil pengujian hipotesis dengan Uji Friedman menunjukkan terdapat pengaruh penambahan ekstrak bunga telang dalam pembuatan cheese cake terhadap daya terima konsumen pada aspek warna, rasa, aroma dan tekstur. Untuk itu, penelitian ini dilanjutkan dengan Uji Tuckey™s. Aspek yang berpengaruh adalah tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan produk cheese cake dengan penambahan ekstrak bunga telang dengan perbandingan sebesar (10:10)  direkomendasikan digunakan dalam pembuatan cheese cake.
The Relationship of Nutritional Status and Energy Adequacy with the Work Productivity of Class I Kedungpane Semarang Penitentiary Employees Nabila, Firda Ainun; Susilowati, Fitria; Octavia, Zana Fitriana
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51258

Abstract

Employee productivity is very important for a company. Employees who have good productivity will produce high-quality products or services. Nutritional status and energy adequacy are one of the factors that affect employee productivity. Energy intake will be the main source of energy for employees to do work. The more adequate energy intake will make the nutritional status close to normal. Determine the relationship between nutritional status and energy adequacy with the work productivity of employees of Class I Correctional Institution Kedungpane Semarang. This type of research uses observational analytics with a cross sectional approach. This research was conducted at the Class I Penitentiary Kedungpane Semarang. The sampling technique is consecutive sampling of 70 employees. The data measured are nutritional status with anthropometric measurements consisting of employee weight and height, energy adequacy with a 3x24 hour food recall instrument, and work productivity using a 3-day work time record. The results of bivariate tests using the Gamma test showed that there was a relationship between nutritional status and work productivity (p = 0.000), and there was a relationship between energy adequacy and work productivity (p = 0.024). There is a relationship between nutritional status and energy adequacy with the work productivity of Class I Kedungpane Semarang Penitentiary employees.
Correlation between Energy Adequacy Level and Exercise Habits with Nutritional Status in Female Students at al - Hikmah Semarang Islamic Boarding School Sabilla, Fauza Amanda
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51675

Abstract

Lifestyle changes in young adulthood affect eating patterns, which will also impact energy adequacy and exercise habits. The opportunity to become overweight is very likely to occur in individuals who have excessive energy levels with poor exercise habits. Research related to the level of energy adequacy and exercise habits with nutritional status is important to know within the scope of Islamic boarding schools so that students can have optimal levels of nutrition and health. The aim of this research is to determine the relationship between the level of energy adequacy and exercise habits with the nutritional status of female students at PPM al - Hikmah Semarang. The method used in this research is a quantitative method with a cross sectional research design. The sample was determined using a total sampling method with a total of 73 respondents. The data measured were the level of energy adequacy and exercise habits using a questionnaire, and nutritional status from BMI. The statistical analysis used is the Chi Square test, Mann - Whitney test, and Kruskal Wallis test. The results of this study showed that the majority of respondents had sufficient levels of energy adequacy (47.9%), poor exercise habits (80.8%), and normal nutritional status (45.2%). There is a significant relationship between the level of energy adequacy and nutritional status with value (p = > 0.001). There was no significant relationship between exercise habits and nutritional status (p = 0.317). The conclusion that can be drawn is that there is a significant relationship between the level of energy adequacy and nutritional status, and there is no significant relationship between exercise habits and nutritional status.
ANCAMAN TERSEMBUNYI PENGGUNAAN ZAT ADITIF PADA PRODUK JAJANAN KAKI LIMA amaliah, syara; Azzahra, Fatia; Az Zahra, Ghaida; Fitri, Nurul Laila; Aprilian, Susan Azizah; Nugraha, Dadi Mulyadi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.53715

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran mengenai ancaman keracunan dari bahan tambahan dan kesehatan tubuh agar tetap sehat dan kuat untuk melaksanakan pembangunan bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui wawancara dan penyebaran kuesioner yang dipaparkan secara naratif. Dengan kriteria pedagang adalah seorang pedagang cilor yang ada di daerah Universitas Pendidikan Indonesia dan ramai dikunjungi. Hasil wawancara terkait zat adiktif pada jajanan kaki lima, pedagang cilor dalam proses pembuatan cilor, menggunakan berbagai jenis bumbu seperti bumbu balado, asin, pedas, dan saus. Selanjutnya, hasil kuesioner responden secara keseluruhan juga mengetahui jika terlalu banyak mengonsumsi zat aditif dapat berisiko tinggi terutama pada kesehatan tubuh. Oleh karena itu, upaya lebih lanjut dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku masyarakat terkait konsumsi makanan yang sehat.
PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP MAKANAN TRADISIONAL DENGAN MAKANAN CEPAT SAJI DARI SEGI PEMAHAMAN GIZI DAN BAHAN KIMIA deandra f, andini, annisa, keyla
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.53749

Abstract

ABSTAK : Preferensi seseorang dalam memilih makanan sangat subjektif. Saat ini banyak generasi muda yang lebih banyak memilih makanan cepat saji atau makanan modern dibandingkan makanan tradisional, dikarenakan mereka menganggap jika makanan modern adalah makanan bergengsi, tanpa mempertimbangkan jika dalam makanan cepat saji tersebut lebih banyak mengandung bahan kimia yang memiliki efek samping terhadap kesehatan.Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data dalam bentuk angka atau statistik. dimana pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang isinya berupa pernyataan-pernyataan yang bisa mengukur persepsi konsumen.Ternyata setelah dilakukan penelitian terhadap 23 mahasiswa, 50% dari mahasiswa tersebut lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji dibandingkan makanan tradisional walaupun pemahaman mereka cukup tinggi terhadap bahan kimia dan efek sampingnya. Dilihat dari hasilnya, 95,8% dari mahasiswa tersebut mengetahui jika makanan cepat saji lebih banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya dibandingkan makanan tradisional.Pemahaman yang tinggi terhadap bahan kimia ternyata tidak berpengaruh terhadap preferensi seseorang terhadap makanan yang akan dikonsumsinya, dikarenakan seseorang masih mendahulukan keinginan dibandingkan dengan kebutuhan, yaitu kebutuhan makanan yang sedikit bahan kimia untuk kesehatan.