cover
Contact Name
Ira Pangesti
Contact Email
irapangesti2@gmail.com
Phone
+6281331994839
Journal Mail Official
pharmaqueous@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cerme No. 24 Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmaqueous
ISSN : 25794329     EISSN : 26858150     DOI : https://doi.org/10.36760/
Core Subject : Health, Science,
The pharmaqueous is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research Healthy. The pharmaqueous invites manuscripts in the areas: 1. Pharmacy 2. Medical Laboratory Technology The pharmaqueous accepts articles in any Healthy related subjects and any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in healthy research. The primary criterion for publication in pharmaqueous is the significance of the contribution an article makes to the literature in healthy area, i.e., the significance of the contribution and on the rigor of analysis and presentation of the paper. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 105 Documents
Hubungan Kualitas Sistem Informasi Farmasi dengan Pengguna Sistem Informasi Farmasi dalam Mendukung Pengelolaan Obat di Puskesmas Kota Yogyakarta Yogananda, Amrina Amalia
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.167

Abstract

Penggunaan sistem informasi dalam pelayanan kefarmasian diharapkan membantu farmasis untuk melakukan pengelolaan obat. Suatu sistem informasi farmasi yang dikembangkan perlu dilakukan uji coba dan evaluasi sebelum diimplementasikan di suatu institusi. Tujuan penelitian untuk melakukan evaluasi sistem informasi farmasi dan mengetahui hubungan antara kualitas sistem informasi farmasi terhadap pengguna sistem informasi farmasi. Penelitian merupakan penelitian cross sectional dengan pendekatan analitik, dilakukan di puskesmas kota Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Subjek penelitian adalah 15 apoteker pengelola obat di puskesmas kota Yogyakarta yang bersedia mengisi kuesioner. Data yang diperoleh adalah data tingkat penggunaan, kepuasan pengguna, kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, dan manfaat penggunaan sistem informasi farmasi. Data dianalisis dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kualitas teknologi, pengguna, dan manfaat penggunaan sistem informasi farmasi dinilai cukup baik oleh responden dengan nilai 53,33 - 93,33%. Tidak ada hubungan antara kualitas PSS terhadap pengguna sistem informasi farmasi (r = 0,360; p > 0,05). Ada hubungan antara pengguna informasi farmasi terhadap manfaat penggunaan sistem informasi farmasi (r = 0,758; p < 0,05).
Evaluasi Ketepatan Pemilihan Antibiotik Seftriakson pada Pasien Rawat Inap di RSI Sultan Agung Semarang Oktianti, Dian
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.173

Abstract

Latar Belakang : Seftriakson adalah antibiotik generasi tiga yang berasal dari golongan sefalosporin dan memiliki efek antibakterial dengan spektrum luas. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kejadian Drug Related Problem berdasarkan indikator pemilihan obat pada pasien rawat inap di RSI Sultan Agung Semarang yang menggunakan antibiotik seftriakson. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental, dan pengambilan data secara retrospektif. Pemilihan pasien dilakukan secara purposive sampling, sampel yang diambil sebanyak 100 pasien. Hasil: Ketepatan pemilihan obat berdasarkan PCNE sebanyak 8% pasien tidak tepat pemilihan obat dan 92% tepat pemilihan obat. Pemilihan obat dengan parameter sesuai pedoman/formularium 5% tidak tepat, tidak ditemukan obat yang dikontraindikasikan sehingga ketepatan pemilihan 100%, kombinasi obat-obatan yang tidak tepat sebanyak 3%, duplikasi obat pada kelompok terapeutik yang tidak tepat sebanyak 1%. Kesimpulan : Diagnosa terbanyak yang mendapatkan antibiotic seftriakson adalah demam tifoid. Ketepatan pemilihan obat sebanyak 92% pasien tepat pemilihan antibiotik seftriakson.
Efektivitas Buah Kawista untuk Menghambat Bakteri Staphylococcus epidermidis Puspodewi, Dini; Nugroho, Yusuf Eko
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.169

Abstract

Kawista merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. jenis bakteri yang sering menginfeksi manusia yaitu Staphtlococcus epidermidis yang termasuk CNS yang paling sering dipelajari. Untuk tujuan masa kini, definisi faktor virulensi sangat luas, terdiri dari gen dan protein yang memfasilitasi pembentukan infeksi pada tubuh manusia. Alkaloid, saponin, tanin, flavonoid merupakan salah satu zat yang berfungsi ssebagai antibakteri. Antibakteri adalah suatu zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan membunuh bakteri dengan cara mengganggu metabolisme bakteri. Buah kawista diperoleh dari kabupaten Rembang Jara Tengah.Buah diblender kemudian diperas sehingga menghasilkan konsentrasi 100%, dilakukan metode pengeringan dingin (freeze dryer) kemudian dibuat konsentrasi 400 mg/mL. Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan freeze dryer buah kawista 100% dapat menghambat Staphylococcus epidermidis.
Uji Efektivitas Sediaan Krim Kombinasi Ekstrak Daun Nipah (Nypa Fructicans WURMB.) dan Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium Acnes Issusilaningtyas, Elisa
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.171

Abstract

Senyawa triterpenoid, flavonoid, saponin dan tanin pada daun nipah dan Minyak atsiri jeruk purut yang mengandung sitronelal, sitronelol, nerol,dan limonene. Minyak atsiri dari jeruk purut (C. hystrix) mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun nipah dan minyak atsiri daun jeruk nipis sebagai antibakteri Propionibacterium acnes setelah diformulasikan dalam sediaan krim. Ekstrak daun nipahdan minyak atsiri C. hystrix dibuat menjadi sediaan krim tipe M/Abeserta uji karakeristik fisik dan uji aktivitas antibakteri nya. Formula krim dibuat dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, dan 15% dengan konsentrasi minyak atsiri C. hystrix masing-masingsebesar 5%. Evaluasi sediaan krim dilakukan dengan stabilitas cycling test dan uji aktivitas antibakteri terhadap propionibacterium acnes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan krim kombinasi daun nipah dan minyak atsiri C. hystrix memiliki karakteristik fisik yang baik, akan tetapi mengalami penurunan kestabilan setelah dilakukan uji stabilitas cycling test. Penurunan kestabilan ini tidak berpengaruh secara signifikan pada karakteristik fisik sediaan krim. Hasil uji zona hambat bakteri pada konsentrasi 5% memiliki efek antibakteri sedang, sedangkan pada konsentrasi 10% dan 15% memiliki efek antibakteri kuat. Hasil analisis statistik pada kosnsentrasi 10% dan 15% tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam menghambat bakteri S. aureus. Formulasi krim kombinasi daun nipah dan minyak atsiri C. hystrix dengan konsentrasi ekstrak sebesar 10% adalah formula yang memiliki aktivitas antibakteri yang paling optimal.
Pemanfaatan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Untuk Menurunkan Kadar Logam Cu Pada Ikan Belanak (Chelon subviridis). Pangesti, Ira; Nugroho, Yusuf Eko; Faizal, Imam Agus; Utami, Tri Fitri Yana; Priyanto, Anggih
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.161

Abstract

Perairan estuari Sungai di Kabupaten Cilacap merupakan daerah zona transisi antara daratan dan lautan, sehingga memiliki nilai strategis untuk dilakukan pemanfaatan secara ekonomi dan ekologi dan menjadi daerah yang dimanfaatkan pada berbagai kegiatan industri yang menyebabkan masuknya cemaran seperti logam berat Cu kedaging biota laut seperti ikan belanak, Nilai baku mutu logam Cu yang ditetapkan oleh FAO/WHO yaitu sebesar 1,0 mg/kg. Logam berat dapat diturunkan kadarnya dengan zat yang bersifat sekuestran salah satunya adalah asam sitrat yang berada pada buah belimbing wuluh, hal ini yang akan menyebabkan logam kehilangan sifat ion pada logam berat sehingga dapat mengurangi daya toksisitas logam tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Objek penelitian adalah daging ikan belanak yang di rendam dengan sari belimbing wuluh konsentrasi 25% dan variasi lama perendaman yaitu 15 menit, 30 menit dan 45 menit. Hasil penelitian yaitu Kadar Cu awal 1,64 mg/kg. Prosentase penurunan pada 15 menit 29,7%, 30 menit 57,2% dan 45 menit 75,3%. Lama perendaman yang paling efektif untuk menurunkan kadar Cu pada daging ikan belanak yaitu selama 45 menit sebesar 75,3%. Terdapat pengaruh lama perendaman terhadap penurunan kadar Cu pada daging ikan belanak.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Terhadap Pengguna dalam Mendukung Pengelolaan Obat di Puskesmas Kabupaten Bantul Hidayati, Listiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.168

Abstract

Dalam tahapan pengembangan software sistem informasi manajemen sebelum diimplementasikan, perlu dilakukan evaluasi penggunaan sistem informasi manajemen karena akan menilai kualitas teknologi, manfaat yang didapatkan, dan untuk menemukan masalah potensial yang akan dihadapi oleh pengguna dan organisasi khususnya dalam bidang manajemen perbekalan farmasi di puskesmas. Tujuan penelitian ini melakukan evaluasi sistem informasi manajemen dan mengetahui hubungan antara kualitas teknologi terhadap pengguna sistem informasi manajemen, pengguna sistem informasi manajemen terhadap manfaat di puskesmas kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di puskesmas kabupaten Bantul. Subyek penelitian adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang mengelola perbekalan farmasi di puskesmas kabupaten Bantul. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Analisis data kuesioner dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis korelasi Spearman Rank. Pengguna sistem informasi manajemen di puskesmas kabupaten Bantul berkisar antara 70-77%, semuanya masuk dalam kategori baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas teknologi dan pengguna sistem informasi manajemen (r = 0,696 ; p < 0,05). Pengguna PSS ada hubungan dengan manfaat penggunaan sistem informasi manajemen (r = 0,551 ; p < 0,05).
Optimasi Formula Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata) sebagai Antibakteri (Stapylococcus aureus) dengan Metode Simplex Lattice Design Indratmoko, Septiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.172

Abstract

Ekstrak daun sirsak (Annona Muricata) memilki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bersifat sebagai antibakteri diantaranya yaitu flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Pemanfaatan ekstrak daun sirsak diformulasikan dalam sediaan SNEDDS untuk meningkatkan kelarutan sehingga tercapai efek terapi yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula optimum SNEDDS ekstrak daun sirsak berserta uji sifat fisik dan efektivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan nanoemulsi dioptimalkan dengan menggunakan Simplex Lattice Design sehingga didapatkan perbandingan formulasi terbaik (tween 80) 6 : (PEG 400) 1 : (Minyak terpilih) 1 dengan nilai desirability 0,987 dengan drug loading ekstrak sebesar 25 mg/mL. Parameter uji sifat fisik SNEDDS diperoleh pengamatan stabilitas sediaan stabil, nilai transmitan 97,7%, emulsification time 3 menit dan pH sebesar 6. Uji aktivitas antibakteri sediaan SNEDDS ekstrak daun sirsak memiliki daya hambat lebih besar daripada ekstrak daun sirsak murni. Hasi uji efektivitas antibakteri dianalisis dengan paired sample t-test memiliki signifikasi < 0,05 sehingga ada perbedaan antar kelompok.
Estimasi Nilai Years Lived with Disability (YLD) Terhadap Penyakit Respirasi Akibat Rokok di Indonesia Faizah, Nurul
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.166

Abstract

Merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dihadapi dunia kesehatan karena menyebabkan lebih dari 5 juta orang meninggal dalam setahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak rokok terhadap penyakit respirasi di Indonesia menggunakan Years Lived with Disability (YLD). Penelitian ini merupakan studi epidemiologi dengan perspektif govermental. Pemilihan jenis penyakit respirasi akibat rokok diperoleh berdasarkan nilai relative risk >1 dan ketersediaan data pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Proporsi kontribusi rokok terhadap penyakit-penyakit diestimasi dengan mengaplikasikan smoking attributable fraction (SAF) yang didapatkan dengan mengalikan hasil prevalensi merokok di Indonesia dengan relative risk. Selanjutnya estimasi YLD penyakit respirasi akibat rokok dihitung berdasarkan data riil jumlah pasien yang diperoleh dari database BPJS tingkat nasional. Nilai YLD tertinggi pada penyakit respirasi akibat rokok dalam penelitian ini adalah penyakit paru obstruksi kronis, disusul bronkitis, emfisema dan pneumonia.
Aktivitas Penyembuhan Luka Ektstrak Herba Krokot (Portulaca Oleracea) Budiawan, Antonius; Purwanto, Agus; Puradewa, Levi
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.270

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea) merupakan tanaman yang secara tradisional digunakan sebagai olahan pangan dan tanaman hias. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa krokot memiliki aktivitas antibakteri yang kuat sehingga dapat dikembangkan untuk pengujian aktivitas penyembuhan luka berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penyembuhan luka dan kandungan flavonoid total ekstrak herba krokot (Portulaca oleracea). Uji aktivitas penyembuhan luka dilakukan menggunakan hewan uji kelinci yang diinduksi luka dengan ukuran 8 mm. Luka kemudian dikelompokkan menjadi empat kelompok uji yaitu kelompok kontrol negatif (diberi aqua destilata), kontrol positif (diberi betadine solution), ektrak herba krokot konsentrasi 10% dan 20%. Hasil uji menunjukkan aktivitas penyembuhan luka yang berbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif pada kelompok yang diberi ekstrak 10 dan 20% dengan rata-rata diameter luka berturut-turut sebesar 4,14±1,30 dan 4,56±1,93 di hari ke-7, 0,81±1,40 dan 0,52±0,90mm di hari ke-11. Uji kandungan flavonoid total ekstrak herba krokot menunjukkan rata-rata hasil 3,27±0,19 mgEQ/g.
Uji Aktivitas Antibakteri Gel Minyak Atsiri Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Nurrahman, Asep; Issusilaningtyas, Elisa; Murti, Tia Destari
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.274

Abstract

Hand sanitizer umumnya mengandung senyawa alkohol sebagai antiseptik untuk membunuh bakteri, tetapi penggunaan gel antiseptik yang mengandung alkohol dalam jangka panjang dapat menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif alami yang ramah di kulit dan tidak mengiritasi kulit, salah satu tanaman yang memiliki daya antibakteri adalah daun kelor (Moringa oleifera L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan uji sifat fisik dan aktivitas antibakteri gel hand sanitizer dari minyak atsiri daun kelor. Gel dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi carbopol yang berbeda yaitu 0,2%, 0,5%, 0,8%. Hasil evaluasi menunjukkan formula I (carbopol 0,2%) dan formula II (carbopol 0,5%) memenuhi semua syarat pada evaluasi sifat fisik gel yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Sedangkan formula III (carbopol 0,8%) tidak memenuhi uji sifat fisik yaitu uji daya sebar. Dari hasil penelitian uji antibakteri yang dilakukan diketahui bahwa minyak atsiri daun kelor konsentrasi 5% mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Stapylococcus aureus pada dosis 2 µl, 4 µl dan 6 µl dan zona hambat minimum yang didapat yaitu 12,50 mm

Page 6 of 11 | Total Record : 105