cover
Contact Name
Sulistiyani
Contact Email
is.listi83@gmail.com
Phone
+6281293262410
Journal Mail Official
is.listi83@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padangbulan II, Abepura, Distrik Heram, Kelurahan Hedam, Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
ASMAT: Jurnal Pengabmas
ISSN : -     EISSN : 28100425     DOI : 10.47539/AJP
Core Subject : Health,
ASMAT JURNAL PENGABMAS merupakan jurnal yang terbit dua kali dalam satu tahun diterbitkan setiap bulan Juni dan Desember yang diterbitkan Oleh Poltekkes Kemenkes Jayapura bertujuan untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian informasi kesehatan di masyarakat, aktivitas pelayanan Kesehatan masyarakat, penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat, mengembangkan model pemberdayaan masyarakat, mendiseminasikan pada bidang Kesehatan seperti: 1. Keperawatan 2. Gizi atau Nutrition 3. Sanitarian atau Kesehatan Lingkungan 4. Kebidanan 5. Farmasi 6. Teknologi Laboratorium Medis 7. Fisioterapi 8. Rekam Medis 9. Kesehatan Ibu dan Anak 10. Promosi Kesehatan
Articles 41 Documents
EDUKASI GIZI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK BALITA STATUS GIZI KURANG DI POSYANDU KELAPA GENJAH Eliza, Eliza; Podojoyo, Podojoyo; Wiyanti, Sri
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i2.63

Abstract

Latar belakang. Usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, kelompok balita perlu mendapat perhatian karena merupakan kelompok yang rawan terhadap kekurangan gizi. Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada balita perlu diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Salah satu bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan yang mudah dijangkau masyarakat adalah labu kuning. Tujuan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita melalui edukasi gizi tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Posyandu Kelapa Genjah wilayah kerja Puskesmas Alang-Alang Lebar Palembang. Metode. Metode pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan, demo masak dan pengukuran status gizi balita. Hasil. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi ibu balita dan kader sebesar 20,4 point dan terjadi peningkatan berat badan pada balita berkisar antara 0,25 kg sampai 0,75 kg. Kesimpulan. Dengan edukasi gizi melalui penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pengaturan menu gizi seimbang dan pemberian makanan tambahan untuk balita serta setelah diberi PMT berupa bolu gulung labu kuning terjadi peningkatan berat badan balita.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENAGA ATLM DI PUSKESMAS DOSAY KABUPATEN JAYAPURA DALAM PEMBUATAN REAGENS TURK DARI BAHAN BAKU ASAM CUKA TAHUN 2023 Bakti Kurniawan, Fajar; Sitompul, Loly Sabrina; Tubalawony, Rudolfo; Asrori, Asrori; Simega, Novianti Yoyo; Alfreda, Yulianus Wima Krisna
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.64

Abstract

Pemeriksaan laboratorium klinik merupakan unsur penunjang yang sangat penting dalam prosesdiagnosis penyakit. Jumlah leukosit dalam darah berubah pada beberapa kelainan. Misalnya, jumlahleukosit meningkat secara dramatis selama mononukleosis menular dan infeksi bakteri, tetapi turuntajam selama demam tifoid. Hasilnya, pemeriksaan jumlah leukosit dapat digunakan untuk mengidentifikasi infeksi atau peradangan pada individu. Puskesmas Dosay merupakan Puskesmas yangterletak di Kabupaten Jayapura dan merupakan puskesmas yang belum memiliki pelayanan untukpemeriksaan hitung jumlah leukosit. Pentingnya pemeriksaan jumlah leukosit, dapat membantumansyarakat dalam diagnosa penyakit. Hal ini bisa disebabkan kurang nya stok larutan turk padaPuskesmas.Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan selama 6 bulan di Puskesmas Dosay KabupatenJayapura pada bulan Juli 2023. Kegiatan yang dilakukan mulai dari survey dan melihat puskesmasmelakukan pelayanan pemeriksaan hitung jumlah leukosit, dilanjutkan dengan edukasi ke seluruhTenaga Tekhnologi Laboratorium Medik di Puskesmas Dosay Kabupaten Jayapura tentang carapembuatan reagens turk dari bahan baku sederhana yang mudah didapat dan harga terjangkau dengan asam cuka, edukasi menggunakan metode penyuluhan dan praktik pembuatan reagens turk. Setelah dilakukan penyuluhan dilakukan pembagian turk untuk stok reagens di Puskesmas dan pembagian Standar Prosedur Operasional Pembuatan reagens Turk. Hasil Puskesmas berupa peningkatan pengetahuan tenaga Teknologi Laboratorium Medik dalam pembuatan larutan turk dari bahan baku asam cuka, pemeriksaan jumlah leukosit, Tersusunya Standar Prosedur Operasional dan Tersedianya reagens Turk selama 1 Tahun serta tersedianya pelayanan pemeriksaan hitung jumlah leukosit dengan rata-rata npemeriksaan 2-3 pasien / hari.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DALAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL PADA SITUASI BENCANA ALAM Tondong, Henrietta Imelda; Hasnawati; Tempali, Sri Restu
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.66

Abstract

Pada situasi bencana alam, ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan yang berisiko terjadinya masalah kesehatan. Kejadian bencana alam mengakibatkan kelemahan fisik dan menimbulkan kecemasan ibu hamil yang dapat menimbulkan terjadinya kontraksi, sehingga menyebabkan keguguran janin, kelahiran prematur dan persalinan lebih cepat dari waktu seharusnya. Pada situasi bencana alam, sangat dibutuhkan kesiap siagaan aparat desa, petugas kesehatan dan keterlibatan masyarakat. Keterbatasan tenaga kesehatan, sangat membutuhkan keterlibatan kader kesehatan untuk pendampingan ibu hamil. Sebagai bagian dari masyarakat, kader kesehatan merupakan orang yang dekat dengan ibu hamil, sekaligus penggerak pembangunan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian pemberdayaan masyarakat, peran kader kesehatan sangat penting pada situasi bencana alam. Kader kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya ibu hamil dan keluarganya mengenal sedini mungkin risiko dan tanda bahaya ibu hamil, untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan pada situasi bencana alam. Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah rawan bencana alam. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan pendampingan ibu hamil pada situasi bencana alam Kader Kesehatan di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan Desa Beka Wilayah Kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi. Target kegiatan meningkatnya pengetahuan kader dalam pendampingan ibu hamil untuk mengurangi risiko dampak bencana alam. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kader kesehatan tentang pendampingang ibu hamil pada situasi bencana alam. Kegiatan diawali kegiatan apersepsi materi edukasi, dilanjutkan kegiatan edukasi. Kegiatan telah terlaksana dengan baik dan dinilai melalui pre test dan post test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan (97%). Hal ini juga terlihat pada proses tanya jawab serta pernyataan keinginan kader kesehatan untuk menerapkan dan termotivasi menerapkan materi yang diperoleh.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA DAN SISWI SMPN 2 SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2023 Putri, Harlinda Widia; Handayani, Endah Purwanti; Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Astutik, Eftyaningrum Dwi; Palino, Keryn Amanda; Irianti, Oktavia Syam
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.67

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh jumlah remaja di Indonesia yang mencapai 25.09% dari total jumlah penduduk Indonesia. Pada Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura ada sebanyak 10.584 jiwa remaja dikelompok umur 10-14 tahun. Minimnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja dapat membawa dampak yang buruk akibat kesalahan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah: 1) Meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi; 2) Remaja dapat menjaga dan menerapkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang telah dipelajari pada dirinya sendiri; 3) Media online WhatsApp sebagai media edukasi kesehatan reproduksi dan tanya jawab seputar kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 2 Sentani, Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini melalui ceramah dan diskusi secara langsung atau tatap muka, kemudian materi dibahas secara lebih detail dalam kelas diskusi WhatsApp Group. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara keseluruhan berjalan dengan lancar, meskipun terdapat beberapa kekurangan. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengukur tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi tidak dapat tercapai karena kondisi yang ditemukan dilapangan.
EDUKASI PENGGUNAAN LILIN AROMATERAPI SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK PADA IBU HAMIL DI KAMPUNG JAIFURI KEEROM ardiawijianti Iriani, fitriah; Wahyuni, Sri; Christyananda Damar, Alpha
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.68

Abstract

Pregnant women with malaria in Jaifuri Village are quite high. One effort to repel mosquitoes to stop the transmission of malaria is by using aromatherapy candles using natural ingredients that are not widely known to the public. So far, people have used aromatherapy candles based on natural ingredients only for relaxation and to freshen the room. The aim of this activity is to provide education on the use of aromatherapy candles with natural ingredients, especially for pregnant women in Jaifuri Village, Arso 3 Health Center Working Area, Keerom Regency. The method used in this activity is education on the use of aromatherapy candles as an alternative mosquito repellent using videos and leaflets. Apart from that, pregnancy checks are carried out on pregnant women and blood pressure measurements are carried out followed by distribution of aromatherapy candle. The expected result is that knowledge about the use of aromatherapy candles in pregnant women increases, the results of pregnancy examinations can maintain the health of the mother and fetus. The activity was carried out 2 times in the form of activity implementation and activity evaluation. After 14 days of activity implementation. The number of respondents in this activity were 10 malaria cadres and 40 pregnant women. The pretest results showed that the level of knowledge was in the sufficient category for 30 respondents (60%). After conducting an evaluation in the form of a post test, the knowledge level results were in the good category (100%). The results of pregnancy tests on 40 pregnant women showed that the mother and fetus were in healthy condition. After 2 weeks of using aromatherapy candles, there were no complaints of adverse side effects in pregnant women.
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN BODY MASSAGE PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAHARI BERKESAN: PENDAMPINGAN KADER POSYABDU Usman, Anti; Sitti Hubaya Matjino; Supriyanti R Usaman
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan pasca melahirkan merupakan suatu kondisi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari,motivasi, kesehatan mental dan fisik, serta interaksi social Kelelahan ditandai dengan penurunan kinerja peran, ketidakmampuan untuk mengisi kembali energi setelah bangun tidur, kebutuhan istirahat yang lebih besar, kelesuan, dan ketidakmampuan mempertahankan penggunaan energi yang optimal untuk tugas-tugas rutin. Kelelahan pasca melahirkan seringkali disebabkan oleh sifat persalinan yang menguras energi, infeksi, kurang istirahat dalam kehidupan sehari-hari, tekanan untuk melakukan segala aktivitas, susah tidur di malam hari, nyeri, stres karena memikul tanggung jawa baru. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Bahari Berkesan didapatkan bahwa ibu postpartum yang baru pertama kali melahirkan hanya memberikan ASI selama 3 bulan, disebabkan karena ibu merasa lelah dan mengantuk karena merawat bayi dan harus menyusui pada malam hari. Oleh karena itu solusi dari permasalahan pada ibu menyusui dalam mengatasi kelehan sehingga dapat memproduksi ASI adalah dengan melakukan body massage pada ibu menyusui. Kader Posyandu adalah orang yang terdekat, maka pendampingan ini adalah kader posyandu sehingga perlu dilatih agar mempunyai pengetahuan dan ketrampilan. Setelah dilakukan pendampingan dengan metode penyuluhan, demonstrasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dengan kategori cukup 73,3 % baik 6,7% sangat baik 20% pretest dan setelah pelatihan (posttest) menjadi 100% pada kategori baik 53,3%. Ketrampilan kader posyandu sangat trampil memberikan Body Massage pada ibu menyusui dengan kategori baik 100%.
COMMUNITY EMPOWERMENT WITH THE STUNTING KTP PROGRAM CAN INCREASE POSYANDU CADRES' KNOWLEDGE OF STUNTING PREVENTION: English Karundeng, Jeni
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i2.71

Abstract

ABSTRACT Stunting is a global problem that is currently a concern for the world, especially in Indonesia. Stunting is a condition experienced by children during their toddler years, where the toddler has a height below average which is caused by inadequate nutritional intake. The causes of stunting in children in Indonesia are maternal education, maternal short stature, premature birth, baby's body length at birth, not providing exclusive breastfeeding for 6 months, and household socio-economic status. WHO says 3 out of 10 children under 5 years old experience stunting. Papua Province ranks third highest in national stunting. This happened because of an increase from 2021 of 29.5% to 34.6% in 2022.). Mimika Regency in 2022, stunting cases will be 33%. The aim of this community service is to assess whether community use of the KTP (Stunting Prevention Card) program can increase cadres' knowledge of Stunting prevention. The method used is 3-stage education, namely filling out a questionnaire beforehand, education with a booklet on how to play cards, playing cards to prevent stunting, evaluation with a post test. Results were measured using a pre-post test questionnaire and it was found that the level of community knowledge had increased. Keywords: Stunting, Community Empowerment, Stunting Prevention Card. ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan global yang saat ini menjadi perhatian bagi dunia terlebih khusus di Indonesia. Stunting merupakan suatu kondisi yang dialami anak saat masa balita, dimana balita tersebut memiliki tanggi badan dibawah rata-rata yang diakibatkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat. Penyebab stunting pada anak di Indonesia yaitu Pendidikan Ibu, Ibu bertubuh pendek, kelahiran premature, Panjang badan bayi saat lahir, tidak memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan status social-ekonomi rumah tangga. WHO menyebutkan 3 dari 10 anak di bawah umur 5 tahun mengalami stunting. Provinsi Papua menduduki urutan ketiga tertinggi stunting nasional. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan dari tahun 2021 sebesar 29,5% menjadi 34,6% di tahun 2022.). Kabupaten Mimika tahun 2022 kasus stunting sebanyak 33%. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menilai apakah pemanfaatan masyarakat dengan program KTP (Kartu Pencegahan Stunting) dapat meningkatkan pengetahuan kader terhadap pencegahan Stunting. Metode yang dilakukan dengan Edukasi 3 tahap yaitu pengisian kuisioner sebelum, edukasi dengan booklet cara bermain kartu, bermain kartu pencegah Stunting, evaluasi dengan post test. Hasil diukur menggunakan kuisioner pre post test dan didapatkan tingkat pengetahuan masyarakat meningkat. Kata Kunci: Stunting, Pemberdayaan Masyarakat, Kartu Pencegah Stunting,
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PETANI KOPI & ROASTERY DI WILAYAH KABUPATEN MALANG Arfiani, Eva Putri; Jaya Mahar Maligan; Yudi Arimba Wani; Iva Tsalissavrina
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini kopi semakin banyak digemari oleh semua kalangan, tidak hanya orang tua, dewasa, bahkan remaja. Hal ini dikarenakan kopi memiliki manfaat kafein yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh dan mengurangi rasa kantuk. Selain itu, kopi juga memiliki sifat antibakteri yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Produksi kopi di Jawa Timur sebesar 7,95% dari total produksi kopi robusta di Indonesia dan Kabupaten Malang salah satunya menjadi daerah penghasil kopi wine robusta terbesar di Jawa Timur. Sayangnya, kopi yang menjadi komoditas utama ini masih memiliki cacat citarasa sehingga target pasarnya terbatas. Melihat jumlah produksi yang tinggi, maka petani kopi dan roastery harus dapat melihat celah potensi lain dari produk kopi yang sudah dihasilkan sehingga dilakukan pelatihan variasi olahan pangan dari produk kopi agar dapat memberi manfaat lebih, ditambah dengan konsep kebaruan terkait pengembangan kewirausahaan. Kegiatan berjalan dengan 4 tahapan, yaitu diskusi dan brainstorming, pemberian materi dan keterampilan, uji coba hasil pelatihan, dan evaluasi tindak lanjut dari hasil akhir uji coba tersebut. Kesimpulannya, pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi petani kopi Wine Robusta Tirtoyudi dan roastery di wilayah Kabupaten Malang terkait variasi olahan kopi & cascara sebesar 24% dan kepuasan terhadap luaran kegiatan sebesar 87%. Konsep kebaruan dari pengembangan kewirausahaan juga didapatkan, seperti pengemasan dan pelabelan produk, penentuan harga jual yang tepat, serta strategi pemasaran melalui potensi media sosial. Saran selanjutnya, pengetahuan serta keterampilan terkait terkait variasi olahan kopi & cascara diharapkan terus berkembang agar dapat memperluas jangkauan pemasaran dan lebih dikenal masyarakat, meningkatkan jumlah penjualan dan omset yang tidak hanya bersumber dari penjualan biji kopi murni, serta dapat memaksimalkan margin keuntungan dalam tiap siklus pemasarannya.
PENERAPAN PAKET MANTAP ASI KEPADA CALON AYAH DALAM UPAYA PENINGKATAN PERAN AYAH ASI Rahmawati, Lisa; Mahdalena Prihatin Ningsih; Rati Purnama Sari
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i2.76

Abstract

Breastfeeding is not an activity that can occur automatically but is an activity that must be well prepared for its success. The success of exclusive breastfeeding and the success of a mother in breastfeeding requires support from all parties, especially the husband and family. Various efforts have been made to increase the achievement of exclusive breastfeeding, both health promotion and government regulations. However, these efforts still do not provide maximum results in achieving exclusive breastfeeding. One effort that can do to increase the role of breastfeeding fathers using the Mantap ASI package so it is hoped that mothers will have maximum support in providing exclusive breastfeeding. This community service aims to increase the role of breastfeeding fathers in efforts to succeed in exclusive breastfeeding through implementation of the Mantap ASI package in the Nanggalo Community Health Center Working Area, Nanggalo District, Padang City. The methods used were lectures, demonstrations, discussions, and oral evaluations with 80 respondents. This activity resulted in an increase in respondents' knowledge and understanding of exclusive breastfeeding, breastfeeding, and the importance of the role of breastfeeding fathers through oral questions given. Apart from that, there was also an increase in the mother's ability in breastfeeding techniques and the father's ability to do oxytocin massage
PENCEGAHAN MALARIA DENGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENTAS (PENDAYAGUNAAN TANAMAN SEREH) DI WILAYAH KERJA KELURAHAN WANIA Nurhandayani, Lenny; Risna; Tekege, Ria; Alvina Rauf, Jois; Gratsia Siba Uden, Mariana; Endang Kafiar, Renny
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i2.90

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit endemis yang berada di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah dengan urutan pertama dengan angka kejadian malaria tertinggi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mimika namun masih belum mengurangi kasus malaria. Salah satu upaya yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam pemeliharaan Kesehatan lingkungan untuk pencegahan malaria dengan memanfaatkan tanaman tradisional yaitu sereh merah sebagai tanaman pagar untuk mengusir nyamuk. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga tentang pencegahan malaria dengan tanaman sereh di wilayah kerja Kelurahan Wania Desa Wonosari Jaya Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah. Metode kegiatan ini berupa penyuluhan kepada warga, kader dan staf kelurahan Wania yang berjumlah sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil pretest didapatkan sebagian besar warga tidak mengetahui tanaman sereh merah untuk mengusir nyamuk, dan setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan malaria dengan membudidayakan tanaman sereh merah menjadi tanaman pagar pengetahuan responden meningkat, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat Pencegahan malaria dengan pemberdayaan masyarakat melalui Pentas (Pembudidayaan Tanaman Sereh) dapat memberikan pengetahuan / informasi baru kepada warga terkait pencegahan malaria.